Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENGKAJIAN

1. PENGKAJIAN
Cara pengkajian yang dilakukan didapatkan berdasar hasil
observasi, wawancara, dan pengisian kuisioner atau instrument. Setelah
dilakukan pengkajian tersebut data-data dimasukkan ke dalam
pendokumentasian secara tertulis.
a. Observasi
Observasi yang dilakukan di Ruang Mawar 2 yaitu untuk
mengumpulkan data kondisi pasien secara langsung, keadaan ruangan,
proses pelayanan, dan asuhan keperawatan yang dilakukan secara
langsung kepada pasien.

b. Wawancara
Pengkajian wawancara dilakukan kepada kepala ruang, perawat
pelaksana dan pasien untuk mengumpulkan data tentang proses
pelayanan pasien dan yang dilakukan perawat selama jaga

c. Studi Dokumentasi
Kegiatan dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai pasien,
ketenagaan, dokumentasi proses keperawatan, manajemen ruangan,
prosedur tetap tindakan dan intervensi di ruangan.

1
A. PROFIL RUANGAN
Ruang Mawar 2 adalah salah satu bagian dari ruangan yang ada
di RSUD Karanganyar, ruangan ini dipimpin oleh seorang Kepala
Ruang dan ruangan ini merupakan ruang perawatan medikal khusus
untuk pasien wanita.

Ruang Mawar terdiri dari tiga tingkatan kelas yang berbeda, antara
lain :
1. Ruang Isolasi terdiri dari 2 kamar yaitu Kelas 1 dengan kapasitas 2
tempat tidur
2. Kelas 2 terdiri dari 1 kamar dengan kapasitas 6 tempat tidur.
3. Kelas 3 terdiri dari 3 kamar dengan kapasitas 24 tempat tidur.

Total jumlah kamar yang ada di ruang Mawar 2 ialah 6 kamar dengan
kapasitas 32 tempat tidur.
Sumber daya manusia yang dimiliki ruang Mawar 2 adalah 16
perawat yang terdiri dari satu orang Kepala Ruang dan 15 perawat
pelaksana. Jenjang pendidikan perawat yang terdapat di ruang mawar 2
mulai dari SPK, D3 hingga Ners, walaupun Jenjang pendidikan setiap
perawat berbeda namun kualitas dalam pemberian pelayanan terhadap
pasien tidak ada yang berbeda antara satu perawat dengan perawat yang
lainnya.
Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab yang ada diruang Mawar
2 dilakuan berkolaborasi dengan dokter, radiologi, laboratorium, gizi,
fisioterapi, cleaning service dan lain sebagainya sesuai dengan
kebutuhan pasien. Ruang mawar 2 saat ini juga sedang digunakan
sebagai lahan praktik oleh Mahasiswa.

2
Pelayanan di Mawar 2 terdiri dari pelayanan untuk Pasien Umum,
Pasien BPJS/ASKES dan JAMKESDA.
 Batas wilayah ruang perawatan mawar 2 meliputi :
- Utara berbatasan dengan bangsal Teratai
- Timur berbatasan dengan kamar Jenazah
- Selatan berbatasan dengan area untuk Parkir Karyawan
- Barat berbatasan dengan bangsal Mawar 1

B. INPUT
Berikut gambaran SDM, Keuangan, Metode, Material, Dan Machine,
yang ada di ruang Mawar 2 :
1. Man
a. Tenaga Kesehatan
Tenaga keperawatan di Ruang Mawar 2 terdapat 16 orang
perawat yang terbagi atas :

No Pendidikan Jumlah
1 S1 Keperawatan Ners 5 orang
2 S1 Keperawatan 2 orang
3 D3 Keperawatan 8 orang
4 SPK 1 orang

Jumlah tenaga perawat di Ruang Mawar 2 adalah 11 tenaga


PNS dan 5 tenaga Non PNS.

Tenaga Non Keperawatan di Ruang Mawar 2 RSUD


Karanganyar.

No Kualifikasi Jumlah Jenis


1 Cleaning Service 2 Karyawan
2. Tenaga Administrasi - -

3
b. Program Pengembangan Kinerja Staf
Menurut Tim Pelayanan Medis (Yanmed) untuk melakukan
pengembangan kinerja staf dan pegawai fungsional, sering
diikut sertakan dalam seminar maupun pelatihan yang diadakan
RSUD Karanganyar maupun dari DINKES. Berdasarkan hasil
wawancara dengan Kepala Ruang Mawar 2 diperoleh hasil
bahwa Rumah Sakit mendelegasikan perawat yang akan diikut
sertakan dalam seminar langsung kepada Kepala Ruang, dan
biaya tersebut sudah ditanggung oleh pihak Rumah Sakit,
namun ada beberapa seminar yang harus diikuti oleh perawat
secara mandiri. Rumah Sakit juga memberikan beasiswa atau
tugas belajar untuk perawat yang akan meningkatkan jenjang
pendidikan. Kebijakan yang diberikan Rumah Sakit kepada
perawat yang melakukan tugas belajar akan dibebaskan dari
jam kerja, namun bagi perawat yang melanjutkan sekolah
secara mandiri tetap harus bekerja sesuai dengan jadwal.

DAFTAR PELATIHAN STAF DI RUANG MAWAR 2


RSUD KARANGANYAR

Nama Perawat & Pendidikan Pelatihan yang sudah


No Jabatan
NIP Terakhir diikuti
1 Titik Purwanti, S.Kep, Ns Kepala S1 + Ns - Pelatihan BTCLS
197304272002122007 Ruang - Pelatihan Pasien
Safety
- Pelatihan Critical
Care
- Pelatihan Clinical
Instruktur
- Pelatihan Presetor
Ship Model

2 Lusia Wicky W, S.Kep Katim 1 S1 - Pelatihan Preseptor


198206252005012009 Ship
- Pelatihan
Pembimbing Klinik

4
3 Adi Prasetyo, S.Kep Perawat S1 - Pelatihan Clinical
197604122006011013 Pelaksana Instruktur

4 Dyah Budi Utami, AMK Perawat D3 - Pelatihan Penangan


- Pelaksana Stroke
- Pelatihan Clinical
Instruktur

5 Sutari, AMK Perawat D3 - Pelatihan APAR


19730514200642016 Pelaksana - Pelatihan Code
Blue
- Pelatihan BHD
6 Yustina E, S.Kep, Ns Perawat S1 + Ns - Pelatihan
- Pelaksana Manajemen

RENCANA PELATIHAN STAF DI RUANG MAWAR 2


RSUD KARANGANYAR

Nama Perawat & Pendidikan


No Jabatan Rencana Pelatihan
NIP Terakhir
1 Titik Purwanti, S.Kep, Ns Kepala S1 + Ns - Pelatihan
197304272002122007 Ruang Managemen
Ruangan
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan Preseptor
Ship
- Pelatihan Code
Blue
- Pelatihan
Komunikasi Efektif

2 Lusia Wicky W, S.kep Katim 1 S1 - Pelatihan Penangan


198206252005012009 Syok
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan Code
Blue
- Pelatihan
Komunikasi Efektif

5
3 Dwiyana Trisnawati, Katim 2 S1 + Ns - Pelatihan BTCLS
S.Kep, Ns - Pelatihan CWCCA/
198104232005012014 Luka
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan Inos / PPI
- Pelatihan Code
Blue

4 Adi Prasetyo, S.Kep Perawat S1 - Pelatihan BTCLS


197604122006011013 pelaksana - Pelatihan Penangan
Syok
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan
- Penatalaksanaan
Stroke

5 Nur Aryati, S.Kep Perawat S1 - Pelatihan BTCLS


197402072006042010 pelaksana - Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan SPGDT
- Pelatihan Inos / PPI

6 Purnomo Perawat SPK - Pelatihan EKG


197207301998031004 pelaksana - Pelatihan
Penatalaksanaan
DM
- Pelatihan CWCCA/
Luka
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat

7 Turyatno, AMK Perawat D3 - Pasien Safety


196007261988031003 pelaksana - Pelatihan Home
Care
8 Sri Sutarni, S.Kep Perawat S1 - Pelatihan BTCLS
198002162007012008 pelaksana - Pelatihan Penangan
Syok
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan SPGDT

9 Dyah Budi Utami, AMK Perawat D3 - Pelatihan BTCLS


- pelaksana - Pelatihan Inos / PPI

6
10 Sutari, AMK Perawat D3 - Pelatihan Penangan
19730514200642016 pelaksana Syok
- Pelatihan CWCCA/
Luka
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan Home
Care

11 Purwani, AMK Perawat D3 - Pelatihan EKG


198004012007012014 pelaksana - Pelatihan
Penatalaksanaan
DM
- Pelatihan Kenaikan
Pangkat
- Pelatihan Code
Blue

12 Yustina E, S.Kep, Ns Perawat S1 + Ns - Pelatihan BTCLS


- pelaksana - Pelatihan Pasien
Safety
- Pelatihan Code
Blue

13 Wahyu Nurochman, Perawat D3 - Pelatihan EKG


AMK pelaksana - Pelatihan Kenaikan
- Pangkat

14 Idha Rohmawati, AMK Perawat D3 - Pelatihan EKG


- pelaksana - Pelatihan
Penatalaksanaan
Stroke
15 Agung Supriyanto, AMK Perawat D3 - Pelatihan
- pelakssana Penatalaksanaan
DM
- Pelatihan CWCCA/
Luka
- Pelatihan Home
Care

16 Vindy Dwi Anggraeni, Perawat D3 - Pelatihan Penangan


AMK Pelaksana Syok
- Pelatihan Inos / PPI

7
c. Kasus Yang Sering Ditemukan

Dalam 3 bulan ini Kasus Terbanyak di Ruang Mawar 2 RSUD


Karanganyar dari bulan Agustus - Oktober 2017 yaitu :
No Klasifikasi Jumlah
1 Dispepsia 60 orang
2 Hipertensi (HT) 46 orang
3 Vertigo 40 orang
4 Congestive Heart Failure (CHF) 38 orang
5 Cerebro Vaskuler Accident (CVA) 37 Orang

 Rata-rata pasien yang dirawat di ruang mawar 2 berdasarkan


kasus yang sering ditemukan dalam 3 bulan terakhir yaitu :

Bulan Agustus Tahun 2017

No Klasifikasi Jumlah
1 Dispepsia 29 orang
2 Hipertensi (HT) 14 orang
3 Vertigo 9 orang
4 Congestive Heart Failure (CHF) 10 orang
5 Cerebro Vaskuler Accident (CVA) 16 orang

Bulan September Tahun 2017

No Klasifikasi Jumlah
1 Dispepsia 16 orang
2 Hipertensi (HT) 15 orang
3 Vertigo 13 orang
4 Congestive Heart Failure (CHF) 15 orang
5 Cerebro Vaskuler Accident (CVA) 14 orang

8
Bulan Oktober Tahun 2017

No Klasifikasi Jumlah
1 Dispepsia 15 orang
2 Hipertensi (HT) 17 orang
3 Vertigo 18 orang
4 Congestive Heart Failure (CHF) 13 orang
5 Cerebro Vaskuler Accident (CVA) 7 orang

d. Jumlah Pasien
Hasil wawancara pada tanggal 15 - 17 November 2017 dan
berdasarkan pengamatan jumlah total pasien di Mawar 2 ada 32
orang pasien/hari

e. Tingkat Ketergantungan Pasien


Adapun rata-rata jumlah ketergantungan pasien adalah 20
pasien mandiri, 11 pasien ketergantungan partial, dan 1 pasien
ketergantungan total.

f. Kebutuhan Perawat

1. Metode Douglass
Berdasarkan rumus formulasi Douglass, cara penghitungan
kebutuhan tenaga keperawatan berdasarkan tingkat
ketergantungan klien adalah sebagai berikut :

Minimal Care Partial Care Total Care Jumlah


Shif Pagi 0,17 x 20 psn 0,27 x 11 psn 0,36 x 1 psn = 6,73 (7)
= 3,4 = 2,97 0,36 Orang
Shif Siang 0,14 x 20 psn 0,15 x 11 psn 0,30 x 1 psn 4,75 (5)
= 2,8 = 1,65 = 0,3 Orang
Shif Malam 0,07 x 20 psn 0,10 x 11 psn 0,20 x 1 psn 2,7 (3)
= 1,4 = 1,1 = 0,2 Orang
Total 15

9
2. Metode Gillies
Jumlah jam keperawatan langsung :
- Ketergantungan minimal: 20 orang x 1 jam : 20 jam
-. Ketergantungan partial : 11 orang x 3 jam : 33 jam
- Ketergantungan total : 1 orang x 6 jam : 6 jam
Jumlah jam : 59 jam
 Jumlah keperawatan tidak langsung 32 orang klien x
1 jam = 32 jam
 Pendidikan Kesehatan = 32 orang klien x 0,25 = 8
jam

Sehingga Jumlah total jam keperawatan /klien/hari :


59 jam + 32 jam + 8 jam = 3 Jam/klien/hari
32 orang

Jadi :

 Jumlah tenaga yang dibutuhkan :


3 x 32 x 365 = 35.040 = 20 orang ( 20 orang )
(365 – 73) x 6 1.752
a. Untuk cadangan 20% menjadi 15 x 20% = 3 orang
b. Jadi jumlah tenaga yang dibutuhkan secara keseluruhan
20 + 3 = 23 Orang

3. Pedoman cara perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan


(DepKes RI, 2002)

No Jenis / Rata-Rata Jml Rata-Rata Jam Jumlah Jam


Kategori Pasien / Hari Perawatan/Hari Perawatan/Hari
1 Minimal 20 3 12
2 Sedang 11 3,08 27,72
3 Maksimal 1 6,16 6,16
Jumlah 32 57,12

Jumlah jam perawat di ruang per hari = 57,12


Jumlah jam kerja per shift =7
Maka kebutuhan perawat = 57,12 = 8,16
7
Faktor koreksi
Loss Day = 52 + 12 + 18 = 82 x 8,16 = 669,12 = 2,36
365 – 82 283 283

10
Tugas non keperawatan : ( 8,16 + 2,36 ) 25% = 8,75
Jadi tenaga keperawatan yang dibutuhkan :
8,16 + 2,36 + 8,75 = 19,27 –a = 20 orang

Komposisi perawat dinas di Ruang Mawar 2 adalah


1. Shif pagi 6 perawat dan 1 Kepala ruang
2. Shif siang 3 perawat
3. Shif malam 3 perawat

Dari hasil wawancara dengan Kepala ruang jumlah tersebut


masih kurang dari kebutuhan

2. Money
a. Sumber Pemasukan
Tidak ada sumber pemasukan untuk Ruang Mawar 2
karena kebutuhan dan pengaturan keuangan oleh bidang
keuangan rumah sakit. Ruangan hanya membuat daftar
permintaan sesuai kebutuhan ruangan dan akan dipenuhi oleh
kepala bagian perlengkapan Mawar 2 berfokus pada
pelayanan, sedangkan keuangan tidak ada kewenangan, semua
alokasi dana dan sumber pemasukan diperoleh dan diatur oleh
bagian anggaran rumah sakit ,tetapi ruangan mempunyai uang
kas hasil dari pemotongan jasa pelayanan pada masing-masing
perawat dan uang tersebut digunakan untuk menengok teman
yang sakit, menengok teman yang sedang berduka, dll.

11
b. Pengeluaran
Ruang Mawar 2 tidak mengetahui jumlah pengeluaran
yang dikeluarkan oleh ruangan karena sistem pemasukan dan
pengeluaran sudah diatur langsung dari rumah sakit.

c. Sistem Evaluasi Anggaran


Ruang Mawar 2 tidak memiliki sistem evaluasi
anggaran karena semua pemasukan dan pengeluaran yang ada
dikelola langsung oleh bagian anggaran rumah sakit. Ruangan
hanya mengurus billing pasien selama dirawat di Ruang
Mawar 2 yang meliputi biaya setiap tindakan keperawatan,
medis dan pengkodean biaya jika pasien menggunakan BPJS.

d. Kendala Dalam Anggaran


Terdapat kendala dalam anggaran keuangan untuk alat-
alat dan barang habis pakai dan kebutuhan ruangan yang di
perlukan karena semua pemasukan dan pengeluaran sudah
diatur oleh bidang anggaran RSUD Karanganyar. Jika habis
atau kerusakan pada alat medis maka ruangan harus
mengajukan dulu proses permintaan pengadaan ataupun
perbaikan ke bagian lain seperti Gudang Farmasi, ataupun
Teknisi Servis dan untuk realisasi pengadaan maupun
perbaikan menunggu ketersediaan anggaran maupun prasarana
yang dibutuhkan dan itu memerlukan waktu sesuai sengan
situasi lapangan.

12
3. Methode
a. Pelaksanaan Timbang Terima Pasien
Perawat melaksanakan timbang terima tentang masalah
keperawatan pasien, rencana tindakan yang sudah dan belum
dilaksanakan serta hal-hal penting lainnya yang perlu
dilimpahkan. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 15-
17 November 2017 diperoleh hasil bahwa timbang terima
dilakukan oleh perawat shift sebelumnya dengan perawat shift
selanjutnya, akan tetapi di ruang Mawar 2 tidak semua perawat
melakukan timbang terima hanya sebagian perawat saja.
Hal ini terjadi dikarnakan kedatangan petugas yang
tidak tepat waktu, Timbang terima pasien yang dilakukan pagi
hari (pukul 08.00 WIB) oleh perawat shift malam ke perawat
shift pagi dilakukan tanpa pre conference dan perawat
mengunjungi pasien satu persatu, Kepala ruang mengatakan
operan dilakukan dengan cara berkeliling ke samping pasien
dengan membawa buku laporan.
Akan tetapi pada shif siang dan malam tidak dilakukan
timbang terima secara pre conference atau berkeliling kepasien
satu persatu, tetapi dilakukan dengan cara membaca buku
laporan dan untuk pasien yang perhatian dilakukan kunjungan
timbang terima diruangan pasien itu.
Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 15-17
November 2017 informasi yang disampaikan dalam timbang
terima adalah keluhan masing-masing pasien, pasien yang
membutuhkan perawatan lebih, program yang telah dilakukan
dan perencanaan program yang akan dilakukan hari itu. Hasil
pengkajian yang dilakukan kepada kepala ruang diperoleh
bahwa tidak semua perawat mengikuti operan tetapi hanya
perwakilan saja, operan hanya dilakukan menggunakan buku

13
catatan operan dan catatan kecil mengenai pasien yang
memerlukan pengawasan kemudian langsung dihampiri
keruangan pasien dan dilihat keadaanya. Operan menggunakan
buku operan dirasakan sudah cukup untuk mewakili
penyampaian keadaan pasien di ruang Mawar 2.

b. Metode Penugasan
Asuhan keperawatan di Ruang Mawar 2 merupakan
hasil kolaborasi dengan diagnosa medis dan program yang
diberikan oleh dokter. Asuhan keperawatan untuk pasien
didokumentasikan setelah tindakan keperawatan.
Di ruang Mawar 2, diterapkan sistem kerja dengan TIM
yaitu terbagi menjadi 2 Tim, setiap Tim diketuai oleh Katim,
Katim bertanggung jawab terhadap perawat pelaksana, jumlah
tenaga keperawatan dibangsal mawar 2 terdiri dari 16 personil,
Tim pertama terdiri dari 8 orang dan tim ke dua terdiri dari 7
orang dan satu orang Kepala Ruangan. Untuk pendelegasian
tugas tergantung ketua Tim masing-masing. Untuk shif siang
dan shif malam Semua pembagian tugas dikerjakan secara
bersama-sama.

c. Alur Penerimaan Pasien


Pasien yang datang dari IGD ataupun dari Ruangan
ICU dan Ruangan HCU di terima oleh perawat yang jaga dan
di cek statusnya lalu diantar ke kamar yang sudah disediakan.
Kemudian dipastikan Identitas, Alamat, Umur, Nomor
Register, Keluhan Dan Diagnosa, Serta Fasilitas Kesehatan
yang di miliki (UMUM, BPJS, JAMKESDA) Hasil observasi
didapatkan bahwa perawat belum menjelaskan tentang orientasi
ruangan Mawar 2, Alur penerimaan pasien sudah ada SPO nya.

14
d. Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
Pendokumentasian dilakukan menggunakan form yang
berisi pengkajian awal keperawatan dengan model essay dan
ceklis yang berisi tentang identitas pasien, riwayat kesehatan,
pertumbuhan dan perkembangan pasien, kebiasaan kesehatan,
kesehatan reproduksi, psikologis, sosial, keadaan spiritual,
informasi penunjang, resume pasien, diagnostik keperawatan.
Namun berdasarkan observasi tanggal 15 - 16 November 2017
terdapat beberapa dokumen pengkajian awal, diperoleh hasil
bahwa masih terdapat beberapa bagian yang belum terisi
(Kurang Lengkap). Karena keterbatasan tenaga 1 bertanggung
jawab kurang lebih 10 pasien.
Pendokumentasian asuhan keperawatan yang meliputi
tanggal, pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana perawatan,
tindakan keperawatan meliputi kolaborasi dan mandiri serta
evaluasi. Metode pengisian menggunakan essay dan cheklist.
Hasil observasi pada 32 rekam medis pasien diketahui bahwa
50% dari 32 rekam medis data pengkajian kurang lengkap,
sedangkan pada perencanaan belum sesuai Observasi Nursing,
Education, Colaboration (ONEC), serta pada pengisian lembar
evaluasi belum terdapat Subjek, Objek, Assesment, Planning
(SOAP).

PROSENTASE KELENGKAPAN
DOKUMENTASI

TERISI
TIDAK TERISI

15
e. Discharge Planing
Hasil observasi dan wawancara pada tanggal 16
November 2017 menunjukkan bahwa perawat telah
menuliskan rencana kepulangan pasien pada form formulir
perencanaan pulang, dan selain menggunakan discharge
planing, pasien pulang diberi kartu kontrol serta obat pulang.

f. Ronde Keperawatan
Kepala ruang mengatakan belum ada diskusi khusus
untuk membahas masalah yang terjadi pada pasien, melainkan
masalah yang terjadi kepada pasien di selesaikan di ruang
perawat kemudian di cek kembali tindakan keperawatan dan
medis yang sudah diberikan, setelah itu perawat memberikan
perawatan lanjutan sesuai dengan permasalahan pasien.
Kepala ruang mengatakan bahwa untuk ronde
keperawatan dalam menyelesaikan kasus dengan penyakit
khusus belum pernah dilakukan di ruang Mawar 2 RSUD
Karanganyar, dikarenakan beratnya beban kerja perawat serta
kurangnya SDM.

g. Komunikasi Efektif Dan Terapeutik


Komunikasi diruang Mawar 2 sudah dilakukan
komunikasi efektif dan terapeutik tetapi belum maksimal, Hasil
wawancara dengan salah satu perawat didapatkan bahwa masih
ada perawat yang belum memperkenalkan diri, menjelaskan
prosedur pada pasien saat melakukan tindakan.

h. Cara Memperkenalkan Ruangan Kepada Pelanggan


Selama ini belum dilakukan kecuali ada pertanyaan dari
pelanggan baru di jawab.

16
i. SPO
Suatu standar atau pedoman tertulis yang dipergunakan
untuk mendorong dan menggerakan suatu kelompok untuk
mencapai tujuan organisasi diperlukan untuk suatu organisasi
atau instansi. Departemen kesehatan RI mendefinisikan SPO
adalah tata cara atau tahapan yang harus dilalui dalam suatu
proses kerja tertentu yang dapat diterima oleh seorang yang
berwenang atau yang bertanggung jawab untuk
mempertahankan tingkat penampilan atau kondisi tertentu
sehingga suatu kegiatan dapat diselesaikan secara efektif dan
efisien. SPO merupakan tata cara atau tahapan yang dibakukan
dan yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu proses kerja
tertentu (KARS,2000)

SPO YANG SUDAH ADA DAN BELUM ADA


DI RUANG MAWAR 2

No SPO yang sudah ada SPO yang belum ada


1 SPO Alur Penerimaan Pasien SPO Bimbingan Mahasiswa
2 SPO Alur Pasien Pulang dikarenakan belum ada surat
3 SPO Tindakan Keperawatan keputusan bahwa rumah sakit ini
4 SPO Tindakan Medis merupakan rumah sakit
5 SPO Pindah Ruangan pendidikan.
6 SPO Rujukan
7 SPO Pemeriksaan Penunjang
( Lab, Rontgen, Dll)
8 SPO Orientasi Tenaga Baru
9 SPO Pasien Rawat Bersama
10 SPO Pengadaan Alat Medis
11 SPO Kalibrasi Alat Medis

17
Hasil wawacara dengan kepala ruangan diketahui
bahwa SOP untuk tindakan keperawatan sudah ada dan
disosialisasikan ketika ada rapat ruangan setiap bulan sekali.
Perawat Mawar 2 mengatakan bahwa mereka sudah
mengetahui cara mencuci tangan dengan benar. Mahasiswa
praktikan sudah mengetahui cara mencuci tangan 6 langka 5
momen. Kepala ruangan mengatakan sudah ada
pengklasifikasian resiko jatuh dengan pemberian gelang
kuning pada pasien.
Hasil observasi didapatkan pemberian obat belum
memenuhi syarat 7 benar (Benar Nama, Obat, Cara, Dosis,
Pendokumentasian, Waktu, Kendala) dan perawat belum
optimal memberikan obat sesuai SOP, perawatan luka belum
sesuai dengan SOP. Terdapat sebagian mahasiswa dan perawat
yang tidak melakukan Cuci Tangan Dengan Benar, Handcrub
di ruangan terbatas, sudah ada edukasi ke pasien dan keluarga
pasien tentang cuci tangan yang benar. sudah ada form dan
gambar resiko jatuh di bed tempat tidur pasien, namun gambar
resiko jatuh terbatas.

4. Material
a. Denah Ruangan
Terlampir
b. Komposisi ruangan
Ruang Mawar 2 terdiri dari nurse station, ruangan kepala
mawar 2, ruang dokter, ruang diskusi, ruang linen bersih, ruang
linen kotor, ruang alat, ruang cuci alat, ruang tindakan, ruang
obat, gudang, dapur dan kamar mandi. Luas nurse station 4x5
meter yang terdiri dari satu meja besar berbentuk huruf “U”
yang digunakan untuk menulis pendokumentasian askep,
penyimpanan blangko kosong untuk pelayanan keperawatan

18
dan medis, satu komputer untuk administrasi, keranjang yang
berisi obat injeksi pasien, alat tulis dll.
Terdapat 8 kursi di ruang nurse station dan dibelakang
kursi terdapat rak berisi rekam medis pasien serta di samping
terdapat ruang obat pasien yang hanya digunakan sebagai
penyimpanan cadangan obat. Komposisi Ruang kepala mawar
2 terdiri dari satu meja dan kursi, satu kulkas, dan satu lemari.
Tempat pembuangan sampah diruang mawar 2 sudah
menggunakan sistem pemilahan antara sampah infeksi, non
infeksi dan sampah jarum yang diletakkan dalam safety box.
Tempat pencucian alat medis ruang mawar 2 berada dalam satu
ruang yang sama. Pencucian alat medis seperti bengkok, bak
instrumen dan kom menggunakan sabun detergen.
Hasil observasi pada tanggal 15 - 17 November 2017
ditemukan bahwa perawat dan mahasiswa ada yang belum
melakukan cuci tangan 6 langkah 5 moment.
Alat Pemadam Kebakaran (APAR) yang terdapat di ruang
mawar 2 berjumlah 2, Dari hasil wawancara dengan perawat
pada tanggal 17 November 2017 didapatkan hasil bahwa belum
ada tulisan kawasan bebas rokok atau dilarang merokok

c. Inventaris Ruangan Nurse Station

No Nama Barang Jumlah Kondisi


1 Jam dinding 2 Baik
2 Kamar mandi dan WC 1 Baik
3 Lemari kayu 3 Baik
4 Kursi besi 8 Baik
5 Komputer 1 Baik
6 Pesawat telepon 1 Baik
7 Lemari es 1 Baik
8 Rak rekam medis 1 Baik
9 Kipas angin 0 Baik

19
Fasilitas Dan Sarana Kesehatan
Di Ruang Mawar 2

No Nama Barang Jumlah Kondisi

1 Tromol kassa 1 Baik


2 Gunting plester 2 Baik
3 Standar infuse 32 Baik
4 Stetoskop 4 Baik
5 Kom 2 Baik
6 Torniquet 1 Baik
7 Flow meter humidifier 15 Baik
8 Bak injeksi 3 Baik
9 Bak injeksi kecil 2 Baik
10 Bak instrument besar 2 Baik
11 Bengkok 1 Baik
12 Kursi roda 2 Baik
13 APAR 2 Baik
14 Troli 3 Baik
15 Oksigen sentral 32 Baik
16 EKG 1 Baik
17 Lampu emergency 1 Baik
18 Alat Linen 70 Baik
19 Laken biru 70 Baik
20 Baju Pasien 3 Baik
21 Sarung Bantal biru 70 baik
23 Korentang 3 baik
24 Stetoskop 4 baik
25 Troly Injeksi 3 baik
26 Loker obat pasien 32 Baik
27 Nebulizer 1 Baik

20
28 Klem 1 Baik
29 Suction 1 Baik
30 Safety box 2 Baik
31 Tounge spatel 1 Baik
32 Ambu Bag 1 Baik
33 Hand rub 5 Baik
34 Syringe pump 1 Baik

d. Sterilisasi Alat
Proses sterilisasi alat di ruang mawar 2 hanya dilakukan
dengan mencuci instrumen alat medis dengan air mengalir serta
menggunakan sabun detergen, setelah alat kering kemudian
dibawa ke ruang khusus penyeterilan alat (CSSD). Untuk
penggunaan set medikasi yang diperlukan di ruang Mawar 2
akan diambilkan langsung dari CSSD RSUD Karanganyar.

e. Fasilitas Kamar Pasien


 Ruang Rawat Inap yang terdiri Ruang Isolasi, Kelas 2, dan
Kelas 3
 Kamar mandi, WC untuk pasien ada di luar ruangan

f. Fasilitas Staf
 Ruang Kepala Ruangan berada disamping ruang jaga
perawat
 Kamar mandi dan WC berada disamping ruang dapur
 Nurse station bagian tengah ruangan
 Gudang berada di sebelah selatan mawar 2
 Ruang istirahat berada dibelakang perawat jaga
 Dapur perawat berada tepat dibelakang Ruang Karu

5. Machine
Jumlah kamar pasien ada 32 Bed / Tempat Tidur

21
C. PROSES
1. Planning
a. Visi, Misi, Tujuan Dan Moto
a) Visi RSUD Karanganyar
Rumah Sakit Umum Daerah Pilihan Masyarakat Berstandar
Nasional.

b) Misi RSUD Karanganyar


- Memberikan Pelayanan Kesehatan Professional
- Meningkatkan Kompetensi dan Komitmen Sumber
Dayamanusia.
- Memenuhi Sarana Prasarana Sesuai Kebutuhan
Masyarakat
- Meningkatkan Kemandirian, Transparansi dan
Akuntabel
- Mengembangkan Pelayanan Unggulan

c) Motto RSUD Karanganyar


“Sehat Adalah Keutamaan Kami”

d) Tujuan Umum Keperawatan


Menyelenggarakan pelayanan keperawatan di RSUD
Kabupaten Karanganyar yang profesional dan bermutu
sesuai standar keperawatan masyarakat.

e) Tujuan Khusus Keperawatan


 Meningkatkan pendokumentasian asuhan keperawatan
 Mengoptimalkan keamanan dan keselamatan pasien
 Memberikan pelayanan keperawatan secara paripurna
 Menurunnya kejadian infeksi nosokomial dalam
perawatan

22
b. Preconference
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang pada
tanggal 15 - 17 November 2017 didapatkan bahwa pre
conference dan post conference sudah dilakukan namun belum
optimal, karena minimnya jumlah perawat. Operan jaga yang
dilakukan di Ruang Mawar 2 menggunakan buku laporan
pasien dan catatan kecil mengenai pasien yang memerlukan
pengawasan, kemudian perawat melakukan verbeden serta
mengobservasi keadaan pasien. Jika ada pasien yang perlu
perhatian atau pengawasan khusus akan dibuat tulisan atau
catatan tersendiri seperti pengawasan kepasien yang melakukan
transfusi darah.
SPO tentang serah terima jaga perawat sudah ada akan
tetapi untuk pelaksanaanya belum berjalan dengan optimal di
Ruang Mawar 2 RSUD Karangnyar.
Akan tetapi pada shif siang dan malam tidak dilakukan
timbang terima secara pre conference atau berkeliling kepasien
satu persatu, tetapi dilakukan dengan cara membaca buku
laporan dan untuk pasien yang perhatian dilakukan kunjungan
timbang terima diruangan pasien itu.

c. Bimbingan Mahasiswa
Bimbingan mahasiswa diawali saat mahasiswa masuk pada hari
pertama praktek dan selanjutnya. Bimbingan dilakukan pada
waktu luang dan senggang.

23
d. Jadwal Shif
Penjadwalan shift dibuat satu bulan sekali oleh kepala ruang
kemudian disetujui oleh koordinator keperawatan dan bidang
YanMed.
Jadwal shift dibuat dalam 3 Shift yaitu :
1. Shif pagi (07.30 - 14.00 WIB) jumlah perawat 7
2. Shif siang (14.00 - 20.00 WIB) jumlah perawat 3
3. Shif malam (20.00 - 07.30 WIB) jumah perawat 3
Pola dinas pagi 2 hari, siang 2 hari, malam 2 hari, dan libur 2
hari. Kepala Ruang hanya dinas pada pagi hari

e. Rapat
Rapat ruangan dijadwalkan tiap bulan sekali tetapi dilakukan
maksimal 3 bulan sekali dan dilaksanakan di Ruang Pertemuan
( Ruang KA). Materi rapat ruangan biasanya membahas
tentang rencana program kerja, dan evaluasi kerja serta
pelayanan yang telah dilakukan, dan kegiatan ini
didokumentasikan dalam buku Notulen.

f. Rotasi pegawai
Rotasi pegawai dilakukan 6 bulan sekali, kebijakan rotasi di
tentukan dari kebijakan komite keperawatan, YANMED, Dan
usulan dari kepala ruang terkait dengan kebutuhan tenaga
diruangan.

24
2. Organizing
a. Struktur Organisasi

Kepala YanMed

Kepala Ruang

Penanggung Jawab Penanggung Jawab Penanggung Jawab


Inos Obat Obat

Penanggung Jawab Penanggung Jawab


Adminstrasi Asuhan Keperawatan

b. Sistem Organisasi Dan Job Description


a) Kepala Ruang
Dalam melakasanakan tugasnya kepala ruang bertanggung
jawab kepada perawat kepala instalasi/ kepala instalasi
terhadap hal - hal :
1. Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan tenaga
keperawatan
2. Kebenaran dan ketepatan program pengembangan
pelayanan keperawatan
3. Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja
tenaga keperawatan
4. Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru
5. Kebenaran dan ketepatan protap/ SOP pelayanan
keperawatan
6. Kebenaran dan ketepatan laporan berkala
pelaksanaan pelayanankeperawatan
7. Kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan
penggunaan alat

25
8. Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan program
Bimbingan siswa mahasiswa institusi pendidikan
keperawatan

b) Perawat Pelaksana di Ruang Rawat


Dalam melaksanakan tugasnya perawat pelaksana diruang
rawat bertanggung jawab kepada kepala ruangan/ kepala
instalasi terhadap hal-hal sebagai berikut :
1. Kebenaran dan ketepatan dalam memberikan asuhan
keperawatansesuai standar
2. Kebenaran dan ketepatan dalam mendokumentasikan
pelaksanaanasuhan keperawatan/ kegiatan lain yang
dilakukan

c. Pergantian Staf
Sistem pergantian shif jaga dengan periode waktu :
 Shif pagi, dari jam 07.30-14.00 Wib
 Shif siang dari jam 14.00-20.00 Wib
 Shif malam dari jam 20.00-08.00 Wib

d. Cara Meminimalisir Ketidakhadiran Pegawai


Dengan cara sistem absensi finger print yaitu presentase
kehadiran dan keterlambatan yang di wujudkan dalam
pengurangan Jasa Pelayanan.

26
3. Actuacting
a. Reward
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang pada
tanggal 15 - 17 November didapatkan informasi bahwa sistem
pemberian reward bagi perawat diberikan dalam bentuk jasa
pelayanan dengan kebijakan dari tim pembagi jasa pelayanan.
Sistem pemberian reward diberikan 1 bulan sekali pada periode
pertengahan bulan.

b. Punishment
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala ruang
didapatkan informasi bahwa Punishment diberikan dari kepala
ruang selaku koordinator ruangan dan sebagai pengontrol mutu
pelayanan kesehatan kepada pegawai yang melakukan
pelanggaran di ruangan, seperti keterlambatan kedatangan
kerja, bolos kerja dll. Punishment yang diberikan berupa
teguran / pembinaan dari kepala ruang, konflik tersebut
diselesaikan oleh kepala ruang mawar 2 dengan melakukan
pembinaan kepada perawat yang datang terlambat, setelah itu
kepala ruang melakukan evaluasi pada pegawai tersebut bila
belum ada perubahan maka dilaporkan kepada Pelayanan
Medis, setelah itu dilakukan pembinaan jika belum ada
perubahan juga maka dilaporkan kepada direktur dan diberikan
surat peringatan yang pertama, selain itu diberikan punishment
berupa pemotongan jasa medis.

27
c. Motivasi
Motivasi kerja pegawai yaitu penghasilan pegawai
yang sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, kondisi
ruangan yang nyaman, lingkungan yang kondusif, dan kerja
sama yang baik dari teman sejawat dapat menjadi motivasi bagi
pegawai di ruangan, selain itu untuk memberi motivasi pegawai
yaitu dengan penerimaan jasa pelayanan yang sesuai dengan
harapan serta diberikan tepat waktu.

d. Wewenang Kepala Ruang Dalam Mengambil Keputusan


Cara mengambil keputusan yaitu dengan cara
berkoordinasi dengan atasan serta musyawarah untuk mufakat
sesuai dengan situasi dan kondisi.
Dalam menjalankan tugasnya kepala ruang mempunyai
wewenang sebagai berikut:
1) Meminta informasi dan pengarahan dari atasan
2) Memberi petunjuk dan bimbingan pelaksanaan tugas staf
keperawatan
3) Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan
tenaga keperawatan, peralatan dan mutu asuhan
keperawatan di ruang perawatan
4) Menandatangani surat dan dokumen yang ditetapkan
menjadi wewenang kepala ruangan.
5) Menghadiri rapat berkala dengan kepala instansi/Kasi/
Kepala Rumah Sakit untuk kelancaran pelaksanaan
pelayanan keperawatan.

28
e. Konflik Dan Cara Mengatasi
 Konflik Yang Pernah Terjadi
Hasil wawancara dengan kepala ruang mawar 2 pada tanggal
15 - 17 november 2017 diperoleh bahwa konflik yang sering
terjadi di ruangan yaitu adanya perawat yang datang
terlambat.

 Cara Mengatasi Konflik


Konflik tersebut diselesaikan oleh kepala ruang mawar 2
dengan melakukan pembinaan kepada perawat yang datang
terlambat, setelah itu kepala ruang melakukan evaluasi pada
pegawai tersebut bila belum ada perubahan maka dilaporkan
kepada KaSi SDM (YanMed), setelah itu dilakukan
pembinaan jika belum ada perubahan juga maka buatkan
Berita Acara Perkara (BAP) dan dilaporkan kepada direktur,
kemudian diberikan surat peringatan yang pertama, selain itu
diberikan punishment berupa pemotongan jasa medis.

4. Controlling
a. Kinerja Perawat
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Ruang pada
tanggal 15-17 November 2017 diperoleh bahwa penilaian
kinerja pegawai yaitu dengan daftar penilaian pegawai dalam
bentuk DP3 yang dilakukan oleh atasan untuk penilaian
pegawai dan di lakukan setiap satu tahun sekali. Hasil observasi
juga ditemukan tidak ada perawat yang hanya duduk diam tidak
bekerja. Semua perawat bekerja sesuai dengan pekerjaan yang
dilakukannya, karena sistem pembagian tugas di Ruang Mawar
2 sudah diterapkan. Perawat mampu berkoordinasi dengan baik
satu sama lain untuk bergantian saat istirahat dan ibadah.

29
b. Supervisi
Hasil di ruangan berdasarkan wawancara dengan perawat
diketahui bahwa selama ini sistem control dan supervisi
pemberian asuhan keperawatan dilakukan oleh kepala bangsal
dengan sistem penjadwalan yang ditentukan pihak Pelayanan
Medis untuk mengetahui apakah sistem pemberian asuhan
keperawatan diberikan kepada pasien.

D. OUTPUT
1. Pasien Safety
Selama melakukan pengkajian tidak ditemukan pasien jatuh, luka
dikubitus, kesalahan pemberian obat. Untuk infeksi nosokomial
dalam 1 bulan terakhir (Oktober 2017) dari pasien yang terpasang
DC sebagian besar ditemukan adanya infeksi yang diketahui dari
hasil pemeriksaan urine rutin setelah DC dilepas untuk pasien
didapatkan pasien yang mengalami Infeksi Saluran Kencing

2. Perawatan Diri
Selama proses pengkajian berlangsung perawatan diri pasien di
bantu sepenuhnya oleh keluarga masing-masing.

3. Kepuasan Pasien
Untuk mengetahui kepuasan pasien pada pelayanan kesehatan di
RSUD Karanganyar khususnya Ruang Mawar 2 seharusnya pada
discharge planning diberikan lembar kuisioner untuk mengukur
tingkat kepuasan pasien sehingga dari hasil yang diperoleh dapat
dijadikan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan. Berdasarkan
wawancara dan observasi yang dilakukan sudah ada kuisioner
untuk mengukur tingkat kepuasan pasien di Ruang Mawar 2 RSUD
Karanganyar

30
4. Kecemasan
Selama melakukan pengkajian ditemukan beberapa pasien yang
sering menanyakan tentang penyakitnya, cara pengobatannya serta
prognosanya

5. Kenyamanan
Berdasarkan wawancara ke beberapa pasien dan keluarga,
didapatkan pasien mengatakan merasa nyaman dengan ruangan
atau kamar di Mawar 2.

6. Pengetahuan
Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pasien dan keluarga
didapatkan hasil informasi bahwa pengetahuan pasien dan keluarga
tentang penyakitnya terbatas karena latar belakang pendidikan yang
rendah, ekonomi yang kurang serta minimnya informasi kesehatan
yang didapatkan pasien dan keluarga.

31
BAB II
ANALISA MASALAH

A. Identifikasi Masalah
1. Analisa SWOT
Kategori Penilaian
Analisa SWOT
(INPUT)
MAN Strength :
1. Sudah terdapat struktur organisasi.
2. Sudah terdapat tenaga keperawatan dengan pendidikan :
S 1 Keperawatan Ners : 5 orang
S 1 Keperawatan : 2 orang
D3 Keperawatan : 8 orang
SPK : 1 orang
3. Adanya mahasiswa praktek di Ruang Mawar 2

Weakness :
1. Belum terdapat tenaga administrasi
2. Kurangnya tenaga kerja perawat
3. Kurang Disiplinnya Pegawai
4. Struktur Organisasi berdasarkan Model Asuhan
Keperawatan Tim
5. Pasien Belum Mengetahui nama dokter yang
merawatnya selama dirawat
6. Kurangnya tenaga kerja perawat dalam perhitungan
Dougless sebanyak 15 Perawat, Gillies sebanyak 23
Perawat, dan Depkes 20 perawat
Opportunity :
1. Dalam pengembangan kinerja staf dan pegawai
fungsional, sering diikut sertakan dalam seminar atau
pelatihan sehingga perawat lebih berkompeten dalam

32
pelayanan kesehatan.
2. Terdapat mahasiswa praktek untuk membantu perawat
dalam melakukan pelayanan kesehatan
3. Kepercayaan dari pasien dan masyarakat yang cukup
baik

Threatened :
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mulai
tinggi sehingga perawat atau tenaga fungsional harus lebih
professional

MONEY Strength :
Terdapat uang kas hasil pemotongan jasa pelayanan pada
masing-masing perawat
Weakness :
Tidak ada
Opportunity :
Uang kas dapat digunakan untuk menengok teman yang
sakit, teman yang sedang berduka, dll.
Threatened :
Terdapat kesenjangan antar ruangan mengenai jumlah
tunjangan jasa medis dengan beban kerja yang sama dan
atau lebih berat.

METHODS Strength :
1. Sudah terdapat buku operan untuk mengetahui
perkembangan pasien
2. koordinasi antar bidang medis, paramedis dan non
medis sudah terjalin dengan baik dan sistematis.
3. Dischard planing sudah dilakukan dengan baik
4. Sistem penerimaan obat sudah tersistem dengan baik

33
5. Standart operasional prosedur (SPO) dan standart
asuhan keperawatan (SAK) sudah lengkap

Weakness :
1. Sudah terdapat timbang terima pasien tetapi belum
dilakukan sesuai Standart Operasional Prosedur (SPO)
2. Sudah dilakukan pre confrence dan post confrence
3. Belum terdapat diskusi untuk membahas keadaan
pasien

Opportunity
Terdapat pendokumentasian asuhan keperawatan
menggunakan essay dan checklist.

Threatened :
Banyak tindakan yang belum dilakukan secara prosedur
sedangkan masyarakat mulai berfikir kritis

MATERIAL AND Strength :


MACHINE 1. Denah ruangan mendukung kebutuhan pasien
2. Pembuangan sampah medis sudah sesuai dengan
standart
3. Sudah terdapat ruang tersendiri untuk menstirilisasi alat
4. Fasilitas alat sudah lengkap untuk menunjang
kebutuhan pelayanan kesehatan
5. Jumlah tempat tidur terdiri dari 32 kamar
6. Belum ada terdapat papan peringatan dan peraturan
diruang Mawar 2

Weakness :
1. Sudah terdapat troli emergency
2. Sudah terdapat petunjuk penggunaan APAR
3. Sudah terdapat ruang isolasi tetapi terkadang masih
berfungsi sebagai kelas satu

34
Opportunity :
1. Dengan fasilitas yang lengkap diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan yang optimal
2. Dengan adanya ruangan yang lengkap di harapkan
pasien terhindar dari resiko infeksi

Threatened :
Belum adanya ketentuan pemisahan pasien infeksi dan non
infeksi

Kategori Penilaian
(PROSES) Analisa SWOT
PERENCANAAN Strength :
1. Adanya SPO tentang serah terima pasien.
2. Operan jaga sudah dilakukan di Mawar 2
3. Adanya penjadwalan shift yang dibuat oleh kepala
ruang
4. Adanya rapat bulanan yang dipimpin oleh kepala
ruang
5. Bidang perawatan dan ruang mendukung adanya
kegiatan ronde keperawatan

Weakness :
1. Adanya SPO timbang terima tetapi belum
diberlakukan secara maksimal
2. Adanya perawat yang melakukan ronde
keperawatan tetapi hanya dilakukan secara mandiri,
tidak adanya diskusi seperti dalam SOP ronde
keperawatan
3. Adanya berbagai kendala dalam pelaksaan pre dan

35
post conference meliputi jumlah SDM perawat
terbatas dan tidak sesuai dengan jumlah pasien.
4. Rapat di ruangan dijadwalkan tiap bulan sekali
5. Operan jaga / serah terima pasien hanya dilakukan
dengan berkeliling ke samping pasien dengan
membawa buku laporan dan catatan kecil tetapi
belum diikuti oleh perawat jaga
6. Kurang disiplinnya pegawai

Opportunity :
Adanya kesempatan dari kepala ruang untuk
mengadakan perbaikan sistem manajemen khususnya
perencanaan didalam ruangan.

Threatened :
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat
untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang
profesional.
2. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang
tanggung jawab dan tanggung gugat perawat
sebagai pemberi asuhan keperawatan.

PENGORGANISASIAN Strength :
1. Kepala Ruang memimpin kegiatan timbang terima
setiap pagi
2. Adanya Struktur organisasi di Ruang Mawar 2
3. Adanya tupoksi bagi tiap masing-masing jabatan.
4. Adanya sistem perekrutan pegawai yang
diberlakukan.
5. Adanya penjadwalan yang dibuat oleh kepala
ruang.

36
Weakness :
1. Model struktur organisasi TIM
2. Jumlah tenaga yang tidak seimbang dengan jumlah
tingkat ketergantungan pasien
3. Adanya tupoksi tiap masing-masing jabatan tetapi
belum diberlakukan secara maksimal
4. Sudah ada Protab Timbang terima di ruangan

Opportunity :
Perawat dapat mengaplikasikan dan melaksanakan
semua tindakan keperawatan.

Threatened :
1. Sering terjadi human eror pada setiap tanggung
jawab dan tupoksi yang sudah diberikan.
2. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat
untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang
professional

PENGARAHAN Strength :
1. Adanya pembinaan dalam ruangan untuk mengatasi
konflik
2. Adanya SPO timbang terima pasien
3. Adanya SPO pre dan post conference
4. Adanya SPO ronde keperawatan
5. Adanya pembinaan dalam ruang untuk mengatasi
konflik.

Weakness :
1. Adanya SPO timbang terima pasien tetapi belum
diberlakukannya secara maksimal
2. Adanya perawat yang melakukan ronde

37
keperawatan tetapi hanya dilakukan secara mandiri,
tidak adanya diskusi seperti dalam SPO ronde
keperawatan
3. Format timbang terima pasien meliputi nama, no
RM, dokter yan merawat, diagnosa/keluhan pasien.
4. SPO dan SAK belum maksimal digunakan.
5. Pemberian reward kepada perawat yang berprestasi
belum dilaksanakan

Oportunity :
1. Adanya kesempatan dari kepala ruang untuk
mengadakan melakukan perbaikan sistem
manajemen di ruangannya.
2. Adanya mahasiswa praktik D3 Keperawatan dan
Ners yang praktik manajemen keperawatan untuk
meningkatkan sistem manajemen di ruangan.

Threatened :
Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari pasien untuk
mendapatkan pelayanan keperawatan yang profesional

PENGAWASAN Strength :
1. Adanya penilaian kinera pegawai
2. Adanaya supervisi yang dijadwalkan oleh
pelayanan medis
3. Adanya format pendokumentasian asuhan
keperawatan
4. Waktu dalam pemberian asuhan keperawatan
selama 24 jam

Weakness :
1. Pengawasan terhadap sistematika pendokumen-

38
tasian belum dilaksanakan secara optimal
2. Pendokumentasian pasien puasa sudah dilakukan
tetapi belum ada label puasa dikamar pasien
3. Ketidakseimbangan jumlah perawat dengan pasien
di ruangan sehingga dalam pemberian asuhan
keperawatan tidak maksimal.
4. Personil supervisi masih merangkap sebagai kepala
ruang dan wakil kepala ruang sehingga melakukan
supervisi kurang optimal

Opportunity :
Adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa yang
praktik dengan perawat ruangan dalam melakukan
tindakan keperawatan.

Threatened :
1. Adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat
untuk mendapatkan pelayanan keperawatan yang
profesional
2. Tuntutan pasien dan keluarga pasien tentang
tanggung jawab dan tanggung gugat perawat
sebagai pemberi asuhan keperawatan

39
Kategori Penilaian
Analisa SWOT
(OUTPUT)
MAN Strength :
1. Sudah terdapat struktur organisasi.
2. Sudah terdapat tenaga keperawatan dengan
pendidikan :
S 1 Keperawatan Ners : 5 orang
S 1 Keperawatan : 2 orang
D3 Keperawatan : 8 orang
SPK : 1 orang
3. LOS ( Lenght Of Stay ) pada ruangan Mawar 2
pada periode bulan September - November 2017
adalah 5 hari.

Weakness :
1. Diharapkan terdapat tenaga administrasi
2. Diharapkan adanya peningkatan personal tenaga
kerja perawat
3. Diharapkan pengunjung tidak merokok

Opportunity
1. Dalam pengembangan kinerja staf dan pegawai
TIM, sering diikut sertakan dalam seminar atau
pelatihan sehingga perawat lebih berkompeten
dalam pelayanan kesehatan
2. Terdapat mahasiswa praktek untuk membantu
perawat dalam melakukan pelayanan kesehatan

Threatened :
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan
mulai tinggi sehingga perawat atau tenaga fungsional
harus lebih professional

40
MONEY Strength :
Terdapat uang kas hasil pemotongan jasa pelayanan
pada masing-masing perawat

Weakness :
Tidak ada

Oppertunity :
Uang kas dapat digunakan untuk menengok teman
yang sakit, teman yang sedang berduka, dll.

Threatened :
Terdapat kesenjangan antar ruangan mengenai jumlah
tunjangan jasa medis dengan beban kerja yang sama
dan atau lebih berat.

METHODS Strength :
1. Sudah terdapat buku untuk operan untuk
mengetahui perkembangan pasien
2. Koordinasi antar bidang medis, paramedis dan non
medis sudah terjalin dengan baik dan sistematis.
3. Dischard planing sudah dilakukan dengan baik
4. Sistem penerimaan obat sudah tersistem dengan
baik
5. Standart operasional prosedur (SPO) dan standart
asuhan keperawatan (SAK) sudah lengkap

Weakness :
1. Diharapkan terdapat timbang terima pasien sesuai
standart operasional prosedur (SPO)
2. Diharapkan dilakukan pre confrence dan post
confrence setiap pergantian dinas

41
3. Diharapkan terdapat diskusi untuk membahas
setiap masalah dan keluhan pasien
4. Diharapkan pelaksanaan pemberian obat terlaksana
dengan baik
5. Diharapkan terdapat validasi yang baik dalam
pemberian obat pasien khususnya injeksi
6. Pendokumentasian asuhan keperawatan masih
banyak yang kosong

Opportunity :
Terdapat pendokumentasian asuhan keperawatan
menggunakan Checkl ist dan Essay

Threatened :
Banyak tindakan yang belum dilakukan secara
prosedur sedangkan masyarakat mulai kritis

MATERIAL AND Strength :


MACHINE 1. Denah ruangan mendukung kebutuhan pasien
2. Tersedianya nurse station
3. Pembuangan sampah medis sudah sesuai dengan
standart
4. Sudah terdapat ruang tersendiri untuk sterilisasi
alat
5. Fasilitas alat sudah lengkap untuk menunjang
kebutuhan pelayanan kesehatan
6. Jumlah tempat tidur terdiri dari 32 kamar
7. Sudah terdapat papan peringatan dan peraturan
diruang Mawar 2

Weakness :
1. Terdapat troli emergency di ruangan

42
2. Terdapat petunjuk penggunaan APAR disamping
alat
3. Terdapat 2 ruang isolasi untuk pasien yang
membutuhkan ruangan isolasi

Opportunity :
1. Dengan fasilitas yang lengkap diharapkan dapat
meningkatkan pelayanan yang optimal
2. Dengan adanya ruangan yang lengkap di harapkan
pasien terhindar dari resiko infeksi

Threatened :
Adanya ketentuan ruang infeksius dan non infeksius
pasien dapat terhindar dari resiko infeksi

2. Analisa Data
NO Data Fokus Problem
1 DS : Ketidakefektifan komunikasi
- Berdasarkan hasil wawancara dan perawat dengan pasien dan
observasi selama 3 hari di ruangan keluarga pasien dalam
Mawar 2 didapatkan hasil bahwa melakukan asuhan keperawatan
sebagian besar perawat mengatakan secara komprehensif di Ruangan
belum melakukan perkenalan diri Mawar 2
pada pasien dan penjelasan tentang
tindakan yang akan diterima pasien.
DO :
- Belum semua pasien mengetahui
nama perawat dan memahami tujuan
dari tindakan.
- Pasien terlihat menanyakan prosedur
keperawatan apa yang akan
dilakukan terhadapnya.

43
2 DS : Belum optimalnya pelaksanaan
- Sebagian pasien mengatakan belum hand hygine/ cuci tangan
di ajarkan tentang cuci tangan
- Pasien mengatakan belum
memahami tentang kapan saja
pasien akan melakukan cuci
tangan
- Pasien mengatakan belum
mengetahui kegunaan dari hands
rub sehingga pasien membawa
hand rub seperti antiseptic untuk
hands rub.
DO :
- Saat demonstrasi tentang hand
hygine pasien tampak belum
memahami langkah - langkah
mencuci tangan dengan air ataupun
dengan handssrub, Pasien belum
memahami kapan saja akan
melakukan cuci tangan yang benar

44
3 DS : Pre conference belum optimal
- Berdasarkan observasi selama 3 hari
di ruang Mawar 2 pre-conferense
sudah dilakukan namun belum
optimal
- Saat pre-conference karu sudah
melakukan pre- conference, namun
pada shif siang dan malam
melakukan pre-conference di buku
laporan
DO:
- pre-conference sudah dilakukan
namun belum optimal

4 DS :
Belum optimalnya pelaksanaan
- Berdasarkan wawancara selama 3
penerimaan orientasi pasien
hari dengan perawat, perawat
baru.
mengatakan bahwa tenaga kerja di
ruangan Mawar 2 belum optimal
melaksanakan penerimaan orientasi
pasien baru.

DO :
- Pasien mengatakan perawat tidak
menjelaskan fasilitas yang terdapat
diruangan seperti letak kamar
mandi, letak tempat sampah dan
tempat untuk cuci tangan, ruang
perawat jaga, nama dokter yang
merawat

45
B. Prioritas Masalah
ASKEP YANG DINILAI TOTAL
No MASALAH M S Mn Nc Af SKOR

1 Ketidakefektifan komunikasi 4 4 4 4 4 20
perawat dengan pasien dan keluarga
pasien dalam melakukan asuhan
keperawatan secara komprehensif di
ruang Mawar 2

2 Belum optimalnya pelaksanaan 5 5 5 5 5 25


hand hygiene / cuci tangan

3 Pre-conference belum optimal 3 3 3 3 3 15

4 Belum optimalnya pelaksanaan 4 4 4 5 2 19


penerimaan orientasi pasien baru.

46
BAB III
PERENCANAAN

A. Perencanaan
No Masalah Rencana Tindakan
1 Ketidakefektifan Berikan motivasi kepada perawat untuk
komunikasi perawat selalu menggunakan komunikasi efektif
dengan pasien dan pada pasien dan keluarga setiap
keluarga pasien dalam melakukan tindakan.
melakukan asuhan
keperawatan secara
komprehensif di ruang
Mawar 2

2 Belum Optimalnya 1. Melakukan demonstrasi hand hygine/


pelaksanaan hand hygiene cuci tangan kepada pasien dan
/ cuci tangan keluarga setiap pagi
2. Edukasi tentang tujuan hand hygine/
cuci tangan
3. Memotivasi perawat dalam melakukan
Hand Hygine

3 Pre-conference belum 1. Sosialisasi tentang pelaksanaan pre-


optimal conference
2. Demonstrasi cara pelaksanaan pre-
conference yang sesuai prosedur
3. Motivasi perawat untuk melakukan
pre-conference

47
4 Belum optimalnya 1. Motivasi perawat untuk selalu
pelaksanaan penerimaan melakukan orientasi ruang pada
orientasi pasien baru. pasien baru
2. Orientasikan kepada keluarga pasien
tentang fasilitas yang terdapat
diruangan Mawar 2 (Tempat
Kamar Mandi, Tempat Pembuangan
Sampah, Jalur Evakuasi, Neurse
Station).

Seleksi perencanaan penyelesain masalah dengan membuat kriteria


matrik dengan menggunakan pembobotan CARL yaitu:

1. C (Capability) : Kemampuan melaksanakan alternatif


2. A (Accessaility) : Kemudahan dalam melaksanakan alternatif
3. R (Raediness) : Kesiapan dalam melaksanakan alternatif
4. L (leverage) : Daya ungkit alternatif tersebut dalam
menyelesaikan masalah

Rentang penilaian adalah 1 - 4, dengan ketentuan sebagai berikut :

Nilai 1 = Tidak Mampu

Nilai 2 = Cukup Mampu

Nilai 3 = Mampu

Nilai 4 = Sangat Mampu

48
B. Seleksi Akternatif Perencanaan Penyelesaian Masalah

No Perencanaan Penyelesaian Masalah C A R L Skor


1 Berikan motivasi kepada perawat untuk 3 3 3 3 12
selalu menggunakan komunikasi efektif
pada pasien dan keluarga setiap
melakukan tindakan.

2 Melakukan demonstrasi hand hygine/ 4 4 4 4 16


cuci tangan kepada pasien dan
keluarga setiap pagi, Edukasi tentang
tujuan hand hygine/ cuci tangan

3 Sosialisasi dan Motivasi tentang 3 3 3 3 12


pelaksanaan pre- conference

4 Motivasi perawat untuk selalu 3 3 3 3 12


melakukan orientasi ruang pada pasien
baru.
Orientasikan kepada keluarga pasien
tentang fasilitas yang terdapat
diruangan Mawar 2 (tempat kamar
mandi, tempat pembuangan sampah,
jalur evakuasi, neurse station).

49