Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1

LAB KONSTRUKSI ACUAN PERANCAH

ARTIKEL MENGENAI ACUAN DAN PERANCAH (BEKISTING)


DI INDONESIA

Disusun Oleh:
Ayu Zata Amani 161111033
Benedictus Benget S 161111034
Dena Fauziah Putri 161111035

PROGRAM STUDI TEKNIK KONSTRUKSI GEDUNG


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
JENIS & TIPE BEKISTING
Pada umumnya bekisting secara garis besar dibagi menjadi 3 tipe yaitu:
1. Bekisting tradisional
Yang dimaksud dengan bekisting tradisional adalah bekisting yang setiap kali setelah dilepas
dan dibongkar menjadi bagian-bagian dasar, dapat disusun kembali menjadi sebuah bentuk
lain. Pada umumnya bekisting kontak terdiri dari kayu papan atau material plat, sedangkan
konstruksi penopang disusun dari kayu balok dan (pada lantai) dari stempel-stempel baja.
Bekisting tradisional ini memungkinkan pemberian setiap bentuk yang diinginkan pada kerja
beton.
2. Bekisting setengah sistem
Yang dimaksud dengan bekisting setengah sistem adalah satuan-satuan bekisting yang lebih
besar, yang direncanakan untuk sebuah obyek tertentu. Untuk ini mereka pada prinsipnya
digunakan untuk berulang kali dalam bentuk tidak diubah. Pada umumnya bekisting kontak
terdiri dari material plat. Konstruksi penopang disusun dari komponen-komponen baja yang
dibuat di pabrik atau gelagar-gelagar kayu yang tersusun. Setelah usai, komponenkomponen
ini dapat disusun kembali menjadi sebuah bekisting setengah sistem untuk sebuah obyek yang
lain. Sebagai contoh : Elemen-elemen panel dinding .
3. Bekisting sistem
Yang dimaksud dengan bekisting sistem adalah elemen-elemen bekisting yang dibuat di
pabrik, sebagian besar komponen-komponen yang terbuat dari baja. Bekisting sistem
dimaksudkan untuk penggunaan berulang kali. Ini berarti bahwa tipe bekisting ini dapat
digunakan untuk sejumlah pekerjaan. Bekisting sistem dapat pula disewa dari penyalur alat-
alat bekisting. Contoh : bekisting panel untuk terowongan, bekisting untuk beton precast.

SYARAT DAN KETENTUAN DALAM PEKERJAAN BEKISTING


Untuk memenuhi fungsinya, menurut American Concrete Institute (ACI) dalam buku
FORMWORK FOR CONCRETE menyebutkan bahwa bekisting harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :
a. Kuat, dalam hal ini mampu menopang dan mendukung beban-beban yang terjadi baik
sebelum ataupun setelah masa pengecoran berton.
b. Stabil (kokoh), dalam hal ini maksudnya adalah tidak terjadi goyangan dan geseran yang
mampu mengubah bentukan struktur ataupun membahayakan sistem bekisting itu sendiri
(ambruk).
c. Kaku, terutama pada bekisting kontak sehingga dapat mencegah terjadinya perubahan
dimensi, bunting atau keropos pada struktur beton. Perancangan suatu bekisting dimulai
dengan membuat konsep sistem yang akan digunakan untuk membuat cetakan dan ukuran dari
beton segar hingga dapat menanggung berat sendiri dan beban-beban sementara yang terjadi.
Syaratsyarat yang harus dipenuhi yaitu :
1. Kekuatan
Bekisting harus dapat menahan tekanan beton dan berat dari pekerja dan peralatan kerja pada
penempatan dan pemadatan.
2. Kekakuan
Lendutan yang terjadi tidak boleh melebihi 0,3% dari dimensi permukaan beton. Perawatan
perlu dilakukan untuk memastikan bahwa lendutan kumulatif dari bekisting lebih kecil dari
toleransi struktur beton.
3. Ekonomis
Bekisting harus sederhana dan ukuran komponen serta pemilihan material harus ditinjau dari
segi pembiayaan.
4. Mudah diperkuat dan dibongkar tanpa merusak beton atau bekisting Metode dan cara
bongkar serta pemindahan bekisting harus dicermati dan dipelajari sebagai bagian dari
perencanaan bekisting, terutama metode pemasangan dan levelling elevasi.

Contoh
Perhitungan

Data Volume
yang
dikejakan (Vol
sebesar : = 41.01 m3 beton)

Data Volume
yang
dikejakan (Vol
sebesar : = 196.848 m2 bekisting)
Material yang
dibutuhkan
dibutuhkan :

Kayu
Terentang 0.04 x 196.848 = 7.87392 m3

Paku Biasa 2"


- 5" 0.4 x 196.848 = 78.7392 kg

Minyak
Bekisting 0.2 x 196.848 = 39.3696 ltr

Balok Kayu
Borneo 0.015 x 196.848 = 2.95272 m3

Plywood
Tebal 9 mm 0.35 x 196.848 = 68.8968 lbr

Stut pipa
support 2 x 196.848 = 393.696 bj

Waktu
penyelesaian
Pekerjaan :

Waktu
pelaksanaan 13 hr

Kapasitas 196.848 / 13 = 15.14215385 m2/hr

Kebutuhan
Tenaga / hari :
Pekerja 0.3 x 15.14215385 = 4.542646154 Org/hr

Tukang Kayu 0.33 x 15.14215385 = 4.996910769 Org/hr

Kepala
Tukang 0.033 x 15.14215385 = 0.499691077 Org/hr

Mandor 0.006 x 15.14215385 = 0.090852923 Org/hr

10.13010092 Org/hr

Alat yang
digunakan :

Stut pipa
support = 393.696 bj

Waktu
pelaksanaan :

Bulan
Dimulai = III,IV,V,VII,VIII

Durasi waktu = 13 hari

Lose waktu = 1 hari

Pada pekerjaan bekisting, khususnya bekisting plat dan balok biasanya dilakukan pekerjaan
perancah. Pekerjaan perancah dilakukan untuk mendukung perencanaan pembuatan bekisting
balok dan pelat. Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum mendirikan scaffolding adalah
memasang jack base pada kaki untuk memudahkan pengaturan ketinggian, setelah itu baru
dapat disusun dan disambung antara yang satu dengan lainnya menggunakan joint pin, dan
bagian atasnya dipasang U-head untuk menjepit balok kayu yang melintang.
Gambar pendirian scaffolding
Pekerjaan bekisting dilakukan setelah pekerjaan pembesian. Hal tersebut berlaku pada
pekerjaan pembuatan kolom. Sedangkan pada pembuatan balok dan pelat, bekisting terlebih
dahulu dikerjakan. Bekisting memiliki fungsi dalam bangunan untuk membuat bentuk dan
dimensi pada suatu konstruksi beton, dan mampu memikul beban sendiri yang baru dicor
sampai konstruksi tersebut dapat dipikul seluruh beban yang ada.

Pelaksanaan pekerjaan bekisting pada pembuatan balok baru dapat dilakukan setelah pekerjaan
perancah selesai. Bekisting yang dibuat adalah bekisting balok, pelat, dan kolom. Petama-tama
yang harus dipersiapkan sebelum pembuatan bekisting adalah plywood 12 mm, dan balok kayu
8/12 dan 5/7 yang telah dipotong-potong sesuai kebutuhan. Kemudian balok kayu dan
plywoood tersebut dihubungkan dengan paku, sehingga membentuk dimensi balok yang
direncanakan. Balok kayu 8/12 digunakan untuk dudukan bekisting balok pada bagian atas
scaffolding. Rangka dan penopang bekisting menggunakan kayu 5/7 yang dipaku, kemudian
plywood yang sudah dipotong dipaku ke rangka tersebut.
Gambar pekerjaan bekisting balok

Gambar pemasangan bekisting pada balok


Pembuatan bekisting pelat dimulai dengan persiapan. Bahan yang harus dipersiapkan adalah
plywood 9 mm dan balok ukuran 5/7, 4/6 atau sejenisnya. Pertama-tama yang harus dilakukan
untuk memulai pembuatan bekisting pelat adalah memasang multispan yang berpegangan pada
bekisting balok. Kemudian plywood yang telah dipotong-potong diletakkan di atas balok dan
disusun dengan rapi dan rapat agar tidak bocor.
Gambar tampak bawah bekisting pelat

Gambar tampak atas bekisting pelat


Bekisting pada kolom menggunakan plywood 12 mm, baja sebagai penguaat, dan rangka besi
siku yang dirancang untuk plywood. Rangka besi siku yang telah dipasang plywood didirikan,
lalu antara rangka yang satu dengan yang lainnya dihubungkan menggunakan baut. Bekisting
tersebut diberikan sokongan samping menggunakan baja ukuran 5/7.
Gambar bekisting kolom

Gambar pemasangan bekisting kolom