Anda di halaman 1dari 3

SEBUAH KISAH PETUGAS PENDAMPINGAN

Pagi itu mendung menyelimuti perjalanku dari kota cantik Palangka Raya
menuju Jakarta. Sering sudah melakukan perjalanan ke Jakarta, namun hari itu
sungguh pengalaman yang luar biasa. Hati berdebar-debar karena menahan
rasa takut karena cuaca sangat tidak mendukung, ditambah dengan
kekhawatiranku apabila di sekolah sasaran tidak dapat memberikan yang
terbaik.

Satu jam empat puluh lima menit saya berada dalam kegelisahan.
Akhirnya sampai juga saya di Jakarta. Dari bandara saya menuju tempat
menunggu bus arah Blok M untuk menemui partner tim saya yaitu pak M. Yusuf.
Setelah hampir dua jam sampailah saya di terminal blok M. Turun dari bus saya
langsung disambut oleh pak Yusuf kemudian kami menuju kota Tangerang
Selatan, tepatnya di SMAN 2 Tangerang Selatan, tempat kami melakukan
pendampingan. Sekolah ini merupakan salah satu dari 102 sekolah sasaran
pendampingan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Sekolah ini merupakan
salah satu sekolah rujukan yang ada di Tangerang Selatan.

Pendampingan? Apa sih yang dimaksud dengan pendampingan.


Pendampingan menurut KBBI adalah proses mendampingi. Jadi kita mendapat
tugas dari direktorat PSMA untuk mendampingi pelaksanaan USBN baik sebelum
atau pun saat USBN pada sekolah sasaran yang sudah ditunjuk, dalam hal ini
SMAN 2 Tangerang Selatan.

Hari pertama, setelah mencari penginapan kami dijemput oleh wakasek


Kurikulum SMAN 2 Tangerang Selatan yaitu pak Bambang dan iu Rosidah. Dari
penginapan kami menuju kantor cabang dinas Tangerang Selatan untuk melapor
perihal maksud kedatangan kami. Berhubung kepala cabang tidak ada di
tempat, kami disambut oleh Kasubag TU yaitu ibu Hj. Nanung. Pulang dari KCD
kami diajak mampir untuk mengisi kampung tengah di bebek kaliyo sebelum
akhirnya menuju wisma.

Hari kedua, pukul 7.30 wib. Pak Yusuf datang menjemput untuk sama
sama pergi ke sekolah SMAN 2 Tangerang Selatan. Di sana kami disambut
dengan baik oleh sekolah mulai dari kepala sekolah, wakasek, guru dan yang
lain yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh pak Bambang, wakasek bidang
kurikulum. Di hari kedua ini kami akan melakukan wawancara dengan kepala
sekolah, pengawas pembina, 3 guru MIPA dan 3 guru IPS,3 peserta didik
perwakilan dari jurusan MIPA dan 3 peserta didik merupakan perwakilan dari
jurusan IPS, dan dua orang tua perwakilan dari MIPA dan satu orang dari
jurusan IPS.

Tanya jawab dilakukan untuk menggali informasi tentang pelaksanaan


USBN yang dilakukan di sekolah tersebut. Dari Kepala sekolah didapatkan
informasi bahwa penyusunan soal dilakukan oleh MGMP Kab/Kota Tangerang
Selatan dan digandakan oleh MKKS. dari pengawas diperoleh informasi bahwa
penyusunan soal itu sebaiknya disusun oleh masing-masing sekolah. Dari guru
diperoleh informasi bahwa ada empat mata pelajaran yang soalnya disusun oleh
sekolah yakni PKWU, Seni Budaya, PJOK, dan Lintas Minat (Bahasa Jepang).
Dari siswa diperoleh informasi bahwa dalam menghadapi USBN ini mereka
sudah mempersiapkan diri dengan lebih giat belajar dan mengikuti bimbingan
belajar di luar sekolah. Yang terakhir dari orang tua peserta didik diperoleh
informasi bahwa mereka sangat mendukung pelaksanaan USBN untuk semua
mata pelajaran karena sebagai bekal untuk menghadapi UN dan SNMPTN.
Pendampingan hari kedua kami lakukan sampai pukul 16.00 wib. Kemudin kami
melanjutkan pekerjaan di wisma sampai pukul 17.00 wib. Malam hari, kami
menyelesaikan tugas yaitu mengisi instrumen dari link satu sampai link enam,
yaitu laporan. Lanjut me ngedit deskripsi, taapi karena sudah tidak tahan lagi
akhirnya kami akhiri pekerjaan kami pada pukul 23.00 wib.

Hari ketiga, sekolah siap menerima kami pada pukul 10.00 untuk
menyampaikan materi workshop. Akan tetapi, kami melanjutkan pekerjaan
kami mulai dari pukul 07.00 wib sampai pukul 09.00 wib. Laporan pun selesai
dan siap dicetak. Pukul 09.30 wib. berdua menuju sekolah SMAN 2 Tangerang
Selatan untuk menyelesaikan laporan sebelum memulai workshop. Workshop
dimulai pukul 10.30 wib. Berhubung kepla sekolah bu Dr. Neng Nurhemah,
M.Pd. ada undangan di di Dinas Provinsi maka workshop dihadiri oleh wakasek
kurikulum pak Bambang beserta dewan guru. Acara dibuka oleh pak Bambang,
kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kami berdua. kemudian
dilakukan tanya jawab tentang penyusunan soal dan telaah kualitatif. Acara
workshop ditutup dengan penyerahan secara simbolis laporan pendampingan
antara pak Yusuf dengan pihak sekolah. Selesai workshop kami diajak kuliner
oleh pak Bambang sebelum pamit untuk mengakhiri pendampingan.

Tugas pendampingan pun selesai dilaksanakan dengan hati riang tanpa


beban. Narasi pun harus dikebut agar tidak meninggalkan hutang tugas ketika
sampai di tempat tugas. Selamat tinggal SMAN 2 Tangerang Selatan, semoga
tambah oke. Selamat tinggal wisma WTP Puspitek. Semoga bisa kembali di lain
waktu.