Anda di halaman 1dari 10

Kinetika kimia (laju reaksi)

Bentuk-bentuk Hukum Laju Berdasarkan jenis Orde Reaksi

Hukum Laju
No Jenis Reaksi n Bentuk Bentuk integral Satuan k Waktu Paro
Diff
1 A Produk 0 V = k [A]0 [A]0-[A]t = kt mol L-1s-1 t1/2 =
[A]0/2k
2 A Produk 1 V = k [A] ln[A]0-ln[A]t =kt s-1 t1/2 = ln 2/k
3 2A Produk 2 V = k[A]2 1 - 1 = kt L mol-1s-1 t1/2 = 1/k[A]0
[A]t [A]0
4 A+B Produk 2 V=k[A][B] 1 ln L mol-1s-1 t1/2 = 1/k[A]0
[B]0[A]t= kt
[A]0–
[B]0 [A]0[B]t
5 3A Produk 3 V = k[A]3 1 - 1 = kt L2mol-2s- t1/2= 3 .
2[A]t2 2[A]02 1
2k[A]02
n = orde reaksi

Contoh Soal

1. Penguraian termal aseton, (CH3)2C=O, pada 600oC


adalah reaksi orde pertama (1) dengan waktu paro 80
detik (s).
a. Hitung tetapan laju (k)!
b. Berapa waktu yang diperlukan agar 25 % suatu
contoh tertentu terurai?

Jawab :

a. Tetapan laju, k = ln 2 = 0,693 = 8,7 x 10-3 s-1


t1/2 80 s

b. Jika [A]0 = 100 %, terurai 25 % ~ [A]t = 75 %,


sehingga

kt = ln [A]0 , 8,7 x 10-3 s-1t = 100%


[A]t 75%
~ t = 33 s

2. Data di bawah ini diperoleh dari peluruhan radikal metil


yang merupakan reaksi orde 2 :

Waktu [CH3●]
0 x 10-6 s 12,5 x 10-7 mol L-1
10 x 10-6 s 10,0 x 10-7 mol L-1
a. Hitung tetapan laju (k)!
b. Hitung waktu paro peluruhan!

Jawab:
a. Untuk reaksi orde 2: 1 - 1 = kt
[A]t [A]0
1 - 1 =k x10x 10-6 s
10,0 x 10-7 mol L-1 12,5 x 10-7 mol L-1

2 x 10-5 mol-1L = 10 x 10-6s k


k = 2 x 1010 mol-1Ls-1
====================

b. Waktu paro, t1/2 = 1 .


k[A]0
= 1 .
2 x 1010 mol-1Ls-1 x 12,5 x 10-7 mol L-1
t1/2 = 4 x 10-5 s
===============

3. Data di bawah ini diperoleh untuk reaksi

A + B → Produk
[A], M [B], M Laju, Ms-1
1. 4,32 x 10-2 1,07 x 10-2 1,32 x 10-4
2. 4,32 x 10-2 1,56 x 10-2 2,84 x 10-4
3. 1,07 x 10-1 1,56 x 10-2 6,99 x 10-4

a) Tulis persamaan laju


b) Hitung laju reaksi jika [A] = 8,42 x 10-2 M dan
[B] = 4,52 x 10-2 M

JAWAB
a) Perhatikan 1 & 2
(1,46)y = 2,15
y log 1,46 = log 2,15
Jadi orde 2 terhadap B
Perhatikan 2 & 3 :

Jadi orde 1 terhadap A


Jadi hukum laju, V = k [A][B]2

b) Untuk menghitung laju V1, k harus dicari terlebih dahulu :


V = 26,69 M-2S-1 p 8,42 x 10-2 M x (4,52 x 10-2M)2
= 1,59 x 10-3MS-1

IV. TETAPAN LAJU, SUHU dan ENERGI AKTIFASI

Energi Aktifasi → Energi minimum yang dibutuhkan untuk


menghasilkan reaksi jika saling tumbukan.

Reaski kimia dapat terjadi karena adanya tumbukan untuk


molekul-molekul yang bereaksi, tumbukan yang terjadi harus
tumbukan efektif.

Syarat tumbukan efektif :

1. Energinya harus cukup → Ea

2. Orientasi molekul selama tumbukan

Mis : 2AB → A2 + B2

A B A B
B A B A (tidak menghasilkan Rx)

A A A A A2 (menghasilkan Rx)
B B B B B2
R = tetapan gas = 8,314 J/mo

Pers Arrhenius : k = A e-Ea/RT


k = tetapan laju
A = faktor pra-eksponensial
Ea = energi aktifasi
T = suhu (ºK)
e = 2,71828

bila k1 adalah konstanta laju pada T1 dan


k2 adalah konstanta laju pada T2
Dari persamaan Arrehensius : k = A e-Ea/RT
Jadi :
1. Ea bertambah, e-Ea/RT berkurang → makin banyak energi
yang diperlukan, molekul-molekul lebih sukar mencapai
energi ini, sehingga laju berkurang.
2. T bertambah, e-Ea/RT bertambah → k bertambah

Laju reaksi bergantung pada suhu :

(V2/V1) = 2 (T2 − T1)


10

V2 = laju akhir
V1 = laju awal
T2 = suhu akhir
T1 = suhu awal

CONTOH SOAL
Data di bawah ini diperoleh untuk suatu reaksi :
Suhu Laju
0ºC 3 x 10-3 mol L-1S-1
20ºC 1,5 x 10-2 mol L-1S-1
a) hitung energi pengaktifan
b) hitung laju reaksi pada suhu 50ºC

JAWAB
a)
Ea = 53525,35 J mol-1
= 53,53 kJ mol-1

b)
Jadi laju (50ºC) = 38,47 x 3 x 10-3mol.L-1s-1
= 1,154 x 10-1mol.L-1s-1

Contoh Soal

1. Penguraian termal aseton, (CH3)2C=O, pada 600oC


adalah reaksi orde pertama (1) dengan waktu paro 80
detik (s).
a. Hitung tetapan laju (k)!
b. Berapa waktu yang diperlukan agar 25 % suatu
contoh tertentu terurai?

Jawab :

a. Tetapan laju, k = ln 2 = 0,693 = 8,7 x 10-3 s-1

t1/2 80 s

b. Jika [A]0 = 100 %, terurai 25 % ~ [A]t = 75 %,


sehingga

kt = ln [A]0 , 8,7 x 10-3 s-1t = 100%


[A]t 75%
~ t = 33 s

2. Data di bawah ini diperoleh dari peluruhan radikal metil


yang merupakan reaksi orde 2 :
Waktu [CH3●]
0 x 10-6 s 12,5 x 10-7 mol L-1
10 x 10-6 s 10,0 x 10-7 mol L-1
a. Hitung tetapan laju (k)!
b. Hitung waktu paro peluruhan!

Jawab:
a. Untuk reaksi orde 2: 1 - 1 = kt
[A]t [A]0
1 - 1 =k x10x
10-6 s
10,0 x 10-7 mol L-1 12,5 x 10-7 mol L-1

2 x 10-5 mol-1L = 10 x 10-6s k


k = 2 x 1010 mol-1Ls-1
====================

b. Waktu paro, t1/2 = 1 .


k[A]0
= 1 .
2 x 1010 mol-1Ls-1 x 12,5 x 10-7 mol L-1
t1/2 = 4 x 10-5 s
===============

3. Data di bawah ini diperoleh untuk reaksi

A + B → Produk
[A], M [B], M Laju, Ms-1
1. 4,32 x 10-2 1,07 x 10-2 1,32 x 10-4
2. 4,32 x 10-2 1,56 x 10-2 2,84 x 10-4
3. 1,07 x 10-1 1,56 x 10-2 6,99 x 10-4

a) Tulis persamaan laju


b) Hitung laju reaksi jika [A] = 8,42 x 10-2 M dan
[B] = 4,52 x 10-2 M

JAWAB
a) Perhatikan 1 & 2
(1,46)y = 2,15
y log 1,46 = log
2,15
Jadi orde 2 terhadap B
Perhatikan 2 & 3 :

Jadi orde 1 terhadap A


Jadi hukum laju, V = k [A][B]2

b) Untuk menghitung laju V1, k harus dicari terlebih dahulu :


V = 26,69 M-2S-1 p 8,42 x 10-2 M x (4,52 x 10-2M)2
= 1,59 x 10-3MS-1

IV. TETAPAN LAJU, SUHU dan ENERGI AKTIFASI

Energi Aktifasi → Energi minimum yang dibutuhkan untuk


menghasilkan reaksi jika saling tumbukan.

Reaski kimia dapat terjadi karena adanya tumbukan untuk


molekul-molekul yang bereaksi, tumbukan yang terjadi harus
tumbukan efektif.

Syarat tumbukan efektif :

1. Energinya harus cukup → Ea


2. Orientasi molekul selama tumbukan

Mis : 2AB → A2 + B2

A B A B
B A B A (tidak menghasilkan Rx)

A A A A A2 (menghasilkan Rx)
B B B B B2
R = tetapan gas = 8,314 J/mo

Pers Arrhenius : k = A e-Ea/RT


k = tetapan laju
A = faktor pra-eksponensial
Ea = energi aktifasi
T = suhu (ºK)
e = 2,71828

bila k1 adalah konstanta laju pada T1 dan


k2 adalah konstanta laju pada T2

Dari persamaan Arrehensius : k = A e-Ea/RT


Jadi :
1. Ea bertambah, e-Ea/RT berkurang → makin banyak energi
yang diperlukan, molekul-molekul lebih sukar mencapai
energi ini, sehingga laju berkurang.
2. T bertambah, e-Ea/RT bertambah → k bertambah

Laju reaksi bergantung pada suhu :

(V2/V1) = 2 (T2 − T1)


10

V2 = laju akhir
V1 = laju awal
T2 = suhu akhir
T1 = suhu awal

CONTOH SOAL
Data di bawah ini diperoleh untuk suatu reaksi :
Suhu Laju
0ºC 3 x 10-3 mol L-1S-1
20ºC 1,5 x 10-2 mol L-1S-1
a) hitung energi pengaktifan
b) hitung laju reaksi pada suhu 50ºC

JAWAB
a)
Ea = 53525,35 J mol-1
= 53,53 kJ mol-1

b)

Jadi laju (50ºC) = 38,47 x 3 x 10-3mol.L-1s-1


= 1,154 x 10-1mol.L-1s-1