Anda di halaman 1dari 4

ILMU BUDAYA DASAR

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Dosen Pembimbing :
Firman Dwiyanto, S.Pd

Disusun Oleh :
1. Moh. Hadi Suharmoko (2009184202B0328)
2. Nurmania (2009184202B0356)
3. Nurhalimah (2009184202B0354)
4. Mistinaningsih (2009184202B0314)
5. Nur Laila (2009184202B0352)

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA (MATEMATIKA 3 B)


SEKOLAH TINGGI ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI SITUBONDO
Tahun Ajaran 2010/2011
Manusia dan Cinta Kasih
• Pengertian Cinta Kasih

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan
afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang
dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian,
memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau
melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut. Cinta adalah rasa sangat suka dan
sayang atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih artinya perasaan sayang atau
cinta menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

• Unsur-Unsur Cinta.

Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm menyebutkan bahwa cinta itu
terutama memberi bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu
yaitu:
- Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya.
- Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karena
itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
- Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi
orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya.
- Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.

Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam
artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan cinta segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang
ideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
- Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala
prioritas hanya untuk dia.
- Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa
tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil
nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu
piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
- Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama
tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul,
dsb.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito, lain halnya pengertian cinta
yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta.
Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai
kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.

Di dalam kitab suci Al-Qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang tersembunyi
di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan : Tinggi, menengah dan rendah.
Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Alloh dalam surah At-Taubah
ayat 24 yang artinya : Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-
istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu
khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih
kamu cintai dari pada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalannya, maka tunggulah
sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang fasik.
 Cinta tingkat tinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan
Allah.
 Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami
dan kerabat.
 Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga,
kerabat, harta, dan tempat tinggal.

• KASIH SAYANG.

Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan


W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada
seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut
tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling
terbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

• KEMESRAAN

Kemesran berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk
asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan
perwujudan kasih sayang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya kasih
mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, is
terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.
Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam
menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seorang mengobral
cinta, maka orang itu termasuk nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinnya
sendiri. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan
orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

• PEMUJAAN

Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang
diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak
dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhan
adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Pemujaan-pemujaan itu
sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti
manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan
kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutangan
yang ada padanya, dan lain-lain.

• Perbedaan Cinta Dengan Nafsu.

Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya bagi
remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara cinta dan nafsu
adalah :
- Cinta bersifat manusiawi, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang,
sedangkan pada binatang terbats pada naluri untuk melindungi.
- Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat
memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang
menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan
dorongan seks semata.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.