Anda di halaman 1dari 37

Skill Lab

Anamnesis, Pemeriksaan Fisik, dan Konseling Anemia Defisiensi Besi (ADB)


dan Thalassemia pada Anak
I. Pendahuluan
Anemia merupakan satu diantara berbagai masalah yang sering ditemukan pada anak. Anemia dapat
disebabkan oleh berbagai etiologi mulai dari anemia karena kekurangan nutrien hingga akibat
kelainan bawaan. Anemia bukan merupakan diagnosis tetapi merupakan petunjuk pada klinisi
bahwa telah terjadi penurunan volume sel darah merah yang harus dicari penyebabnya. Anemia
adalah berkurangnya volume sel darah merah atau menurunnya konsentrasi hemoglobin di bawah
nilai normal sesuai usia dan jenis kelamin. Anemia defisiensi besi dan thalassemia merupakan salah
satu penyebab anemia pada anak.
Penilaian pucat bervariasi terutama pada anak berkulit putih atau berkulit gelap. Pada pemeriksaan
fisis harus diperhatikan 3 tanda gejala utama yaitu pucat, perdarahan dan pembesaran organ hati,
limpa serta pembesaran kelenjar getah bening. Pada dugaan ke arah tumor padat perlu dicari
kemungkinan adanya massa atau benjolan. Konseling penderita anemia defisiensi besi dan
thalassemia juga sangat penting agar tatalaksana adekuat dan anak dapat tumbuh dan berkembang
secara optimal.

II. Tujuan
Mampu melaksanakan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan konseling yang baik yang mengarah ke
diagnosis anemia pada anak.

III. Learning Objective


Setelah mengerjakan skill lab anamnesis anemia mahasiswa mampu melakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik, dan konseling yang baik

IV. Rancangan acara pembelajaran


Waktu (menit) Aktivitas belajar mengajar Keterangan
10 menit Pendahuluan dan penjelasan Narasumber
30 menit Demonstrasi anamnesis, pemeriksaan fisik dan Narasumber
konseling
40 menit Demonstrasi oleh instruktur, mahasiswa melakukan I n s t r u k t u r ,
simulasi secara bergantian dengan dibimbing oleh mahasiswa
instruktur
70 menit Self practice, mahasiswa melakukan sendiri secara I n s t r u k t u r ,
bergantian mahasiswa

V. Prosedur
No Langkah/ tugas
ANAMNESIS
1. Memperkenalkan diri
2. Menanyakan identitas (termasuk usia, jenis kelamin, suku bangsa)
3. Menanyakan keluhan utama
4. Menanyakan keluhan tambahan
5 Menanyakan sudah berapa lama keadaan ini berlangsung
6 Menanyakan adanya infeksi
7 Menanyakan adanya faktor pencetus (obat, bahan kimia, radiasi)
8 Menanyakan riwayat nutrisi
9 Menanyakan riwayat kelahiran
10 Menanyakan adanya kuning, gangguan saraf, otot, nyeri sendi atau nyeri tulang (sakit
kepala, vertigo, tinnitus, pusing,dll)
11 Menanyakan adanya perdarahan
12 Menanyakan adanya pembesaran organ dan kelenjar limfe
PEMERIKSAAN FISIK
1 Lihat bentuk muka/wajah à perubahan bentuk muka seperti frontal bossing,
zygomaticus menonjol dapat merupakan tanda khas dari penyakit hemolitik menahun
(Thalassemia)
2 Mata à adanya mikrokornea dapat merupakan tanda dari anemia aplastik congenital
(sindroma fanconi), sclera yang ikterik menunjukkan adanya proses hemolisis atau
adanya proses eritropoeisis yang inefektif.
3 Kulit dan mukosaà jaundice dan hiperpigmentasi sering merupakan tanda dari anemia
aplastik yang congenital atau akibat penumpukan besi (iron overload). Kulit tipis dan
keriput, adanya warna rambut yang cepat berubah warna (beruban), glositis, stomatitis
angularis merupakan tanda defisiensi besi dan vitamin B12. Salmon pink seborrhoic
dermatitis ditemukan pada histiocytosis sel langerhans
4 Kuku à kuku yang mudah patah, pecah-pecah, berbentuk seperti sendok (spoon nails)
disebut koilonichia yang merupakan suatu tanda khas ADB
5 Gangguan neuromuscularà kelemahan otot sering menyertai anemia berat. Parestesi
sering ditemukan pada anemia perniciosa
6 Gangguan gastrointestinalà glositis dan atropi papil lidah banyak dijumpai pada
anemia perniciosa dan ADB. Hipertropi ginggiva sering menyertai anemia pada
leukemia akut. Ulkus dengan lesi nekrotik di sekitar mulut dan faring sering sebagai
tanda dari suatu leukemia akut atau anemia aplastik.
7 Pembesaran organ à hepatosplenomegali, adanya massa abdomen, pembesaran
kelenjar getah bening
KONSELING Pasien Anemia Defisiensi Besi (ADB)
1 Pada pasien ADB tatalaksananya dengan pemberian preparat besi. Dosis besi elemental
4-6 mg/kgBB/hari. Respon terapi dengan menilai kadar Hb/ Ht setelah 1 bulan yaitu
kenaikan Hb sebesar 2 g/dL atau lebih. Terapi dilanjutkan 2-3 bulan
2 Tranfusi darah jarang diperlukan kecuali pada anemia yang sangat berat dengan kadar
Hb<4 g/dL. Komponen darah yang diberikan PRC
3 Pencegahan Anemia Defisiensi Besi:
• Mempertahankan ASI ekslusif hingga 6 bulan
• Menunda pemakaian susu sapi sampai usia 1 tahun
• Menggunakan sereal/ makanan tambahan yang difortifikasi pada waktunya
yaitu usia 6 bulan sampai 1 tahun
• Pemberian vitamin C untuk meningkatkan absorbsi besi menghindari makanan
yang menghambat penyerapan zat besi :the,fosfat dan fitat pada makanan
• Menghindari minum susu yang berlebihan dan meningkatkan makanan yang
mengandung kadar besi yang berasal dari hewani
• Pendidikan kebersihan lingkungan
KONSELING Pasien Thalassemia
1 Pada pasien dengan thalassemia diperlukan tranfusi sel darah merah yang teratur,
mengurangi komplikasi anemia dan eritropoiesis yang tidak efektif, membantu
pertumbuhan dan perkembangan selama masa anak-anak dan memperpanjang
ketahanan hidup pada thalasemia mayor. PRC terutama PRC leukodepleted. Hb pra-
transfusi 9-10 g/dL, dengan target Hb post tranfusi 12-13 g/dL.
2 • Pemberian agen kelasi besi untuk menghindari penumpukan zat besi di organ
yang dapat menyebabkan: Fibrosis hati, fibrosis paru, hipogonadisme, diabetes
mellitus, Hipotiroid, hipoparatiroid, kardiomiopati, gagal jantung, bahkan
kematian.
• Minum obat kelasi besi secara teratur, deferoxamine diberikan lima kali dalam
seminggu/ deferasirox satu kali sehari/ deferiprone tiga kali sehari
3 Pemberian vitamin E dan asam folat

Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan : 150 menit
Tempat : Bukit besar
VI. Referensi

Oski FA : diagnosis approach to the anemic patient


WHO: a guide for programme manager
Lanzkowksky: manual of pediatrics hematology and oncology
PPM IDAI
Buku Ajar Hematologi Onkologi Anak
Skill Lab Anamnesis

HEMATOLOGI ONKOLOGI MEDIK

I. Pendahuluan

Kelainan hematologi Onkologi Medik secara umum melipu6 kelainan darah seper6 anemia,
polisitemia vera, trombositopenia, trombositosis, trombosis, leukopenia, leukosistosis, DIC dan
keganasan darah seper6 leukemia, limfoma maligna Hodgkin dan limfoma nonHodgkin, mul6pel
myeloma dan tumor jaringan padat. Manifestasi sistemik penyakit 6dak memberikan gejala yang
spesifik tetapi dapat menyerupai gejala penyakit lainya seper6 badan terasa lemah, cepat lelah,
berdebar-debar, mual, demam, penurunan berat badan, penurunan nafsu makan dan lain-lain, sehingga
membutuhkan keteli6an untuk membuk6kan penyebab utama kelainan hematologi onkologi medik ini.

Pasien harus diupayakan dalam kondisi yang nyaman sebelum dilakukan anamnesis. Sebaiknya
anamnesis diawali dengan pertanyaan terbuka yang dapat memancing jawaban yang terbuka juga dari
pasien. Contoh, “ceritakan tentang penyakit anda kepada saya”. Empat pertanyaan pertama yang bisa
membantu mendeteksi penyakit hematologi onkologi medik adalah:

1) Apakah ada terasa badan lebih lemah dari biasanya?

2) Apakah ada perdarahan yang keluar dari gusi/hidung/menstruasi yang panjang dan lama/BAK
merah/luka yang mengeluarkan darah?

3) Apakah ada tanda-tanda perdarahan seper6 bin6k-bin6k merah/tanda kebiruan di tubuh atau
anggota gerak?

4) Adakah benjolan/tumor di badan/anggota gerak/leher/aksila/lipat paha? Simpulkan dan kelompokan


masalah-masalah pokok yang diderita pasien, kemudian ajukan pertanyaan tertutup, seper6, “badan
lemah bila melakukan ak6fitas ringan?” “apakah ada demam yang lama sebelum badan terasa lemah?”
“apakah ada minum obat/jamu sebelum badan terasa lemah?”

Riwayat perjalanan penyakit pada kasus-kasus hematologi onkologi medik dapat berlangsung
cepat, lama atau lama sekali sampai pasien minta pertolongan ke dokter. Mengajukan pertanyaan-
pertanyaan tertutup berdasarkan kronologis dapat menghemat waktu. Contohnya, “kapan mulai terasa
lemah?” “apakah ada yang mencetuskanya?” “apa yang terjadi selanjutnya?”. Beri kesempatan pasien
berpikir dengan tenang untuk mengingat kronologi penyakitnya. Jawaban yang memberikan informasi
pen6ng sebaiknya dikonfirmasi ulang kepada pasien, seper6, “badan terasa lemah sudah berlangsung
lama tetapi penderita masih dapat melakukan aki6Vas sehari-hari, tetapi sejak 2 minggu ini ke kamar
mandi saja pasien sudah 6dak sanggup lagi, apakah itu benar?” Berikan empa6 kepada pasien,
khususnya yang telah mengalami banyak keterbatasan karena penyakit yang dideritanya agar tetap
bersemangat dan mandiri.
Riwayat pengobatan sekarang atau dimasa lalu terhadap perjalanan penyakit sangat pen6ng untuk
memahami gejala saat ini. Penilaian terhadap kepatuhan pasien terhadap pengobatan yang pernah
dijalani juga perlu dilakukan karena sebaik apapun pengobatan yang diberikan akan selalu memerlukan
kerjasama bahkan terhadap efek samping yang dirasakanya.

Pendalaman terhadap keluhan-keluhan pasien dilakukan untuk dapat mejawab pertanyaan-


pertanyaan berikut:

1. Apakah kejadiannya akut, subakut atau kronis ? Apakah bersifat progresif ?


2. Apakah gejala ini 6mbul karena dicetuskan oleh 6ndakan/minum obat/makanan tertentu?
3. Apakah ada penyakit sistemik yang mendasari keluhan ini ?
4. Apakah ada riwayat menjadi donor darah?
5. Apakah ada riwayat mendapat transfusi darah?
6. Apakah ada riwayat terjadi efek samping setelah mendapat transfusi darah?
7. Apakah ada riwayat keluhan yang sama di keluarga ?
8. Apakah ada riwayat menderita tumor atau kanker?
9. Apakah ada riwayat keluarga yang menderita tumor/kanker? Jenis tumor/kanker?

Keluhan-keluhan penyakit-penyakit di bidang hematologi onkologi medik dapat dikelompokkan


berdasarkan organ yang terkena, mekanismenya dan kemungkinan penyakit yang menjadi
penyebabnya.

Keluhan-keluhan penyakit-penyakit hematologi onkologi medik dapat dikelompokan berdasarkan


organ yang terkena, mekanismenya dan kemungkinan penyakit yang menjadi penyebabnya.

Symptoms of Hematologic Disease

▪ Visual System : Diplopia, blurring, blindness

▪ Nervous System : Headache, paresthesias, confusion, coma

▪ Auditory System : Ver>go, >nnitus

▪ Oral cavity and Nasopharynx : Epistaxis, anosmia, glossi>s, macroglossia, ginggival bleeding,
ginggival infiltra>on, ulcera>on, xerostomia, dysphagia

▪ Chest and Heart : Dyspnea, palpita>ons, cough, strenal tenderness

▪ Gastrointes>nal System : Anorexia, abdominal fullness, diarrhea, occoult or overt bleeding,


cons>pa>on

▪ Genitourinary and Reproductrive Sistem : Impotence, baldder dysfunc>on, priapism, hernia,


amenorrhea, menometrorrhagia

▪ Musculoskeletal System : Bone pain, arthralgia, arthri>s

▪ Lympha>c System : Lymphadenopathy, lymphedema, chylous serosi>s


▪ Skin : Pallor, jaundice, cyanosis, rash, pruritus, purpura, nodules or tumor

II. Tujuan Umum

Mahasiswa mampu melakukan anamnesis penyakit hematologi Onkologi Medik dengan benar, dan
dapat memberikan informasi tentang indikasi, syarat untuk jadi donor, dan uji kompa6bilitas

III. Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan la6han keterampilan anamnesis ini, mahasiswa:

1. Dapat membina komunikasi terhadap pasien dengan baik

2. Dapat menanyakan iden6tas pasien dengan benar

3. Dapat menanyakan dan menggali keluhan utama anemia secara umum dengan benar

4.Dapat menanyakan dan menggali keluhan anemia defisiensi zat besi dengan benar.

5. Dapat menanyakan penyakit/keluhan lain yang ada hubungannya dengan penyakit sekarang dengan
benar

6. Dapat menanyakan riwayat penyakit pasien sebelumnya dengan benar

7. Dapat menanyakan riwayat penyakit tumor/kanker sebelumnya

8.Dapat menanyakan riwyat mendapat pengobatan kemoterapi atau radiasi sebelumnya

9. Dapat menanyakan riwayat menjadi donor sebelumnya.

10. Dapat menanyakan riwayat pernah mendapat transfusi sebelumnya.

11. Dapat menanyakan riwayat pernah terjadi efek samping setelah mendapat transfusi darah

12. Dapat menanyakan penyakit keluarga dengan benar

13. Dapat menanyakan riwayat pekerjaan pasien dengan benar

14.. Dapat mempersiapkan pemeriksaan fisik yang akan dilakukan.

15, Dapat menerangkan indikasi dan kontra indikasi transfusi darah yang benar

16.Dapat memberikan informasi syarat-syarat donor darah yang benar

17.Dapat menerangkan prosedur transfusi darah yang benar

18.Dapat memberikan informasi tentang uji kompa6bilitas yang benar

IV. Rancangan Acara Pembelajaran


Waktu (menit) Ak6vitas belajar mengajar Keterangan
10 menit Pendahuluan Narasumber

30 menit Demonstrasi Narasumber


40 menit Demonstrasi oleh instruktur, mahasiswa Instruktur mahasiswa
melakukan simulasi secara bergan6an
dibawah bimbingan instruktur

70 menit Mahasiswa melakukan la6han Instruktur mahasiswa


anamnesis sendiri secara bergan6an
dengan teman sendiri atau probandus
(simulated pa>ent)

V. Sarana dan Alat yang Diperlukan

Ruangan skill-lab.

VI. Prosedur Pelaksanaan

No Langkah/Kegiatan Keterangan

Mengucapkan salam, lalu pemeriksa berdiri,


1
melakukan jabat tangan dan memperkenalkan diri
Mempersilahkan pasien duduk berseberangan/
2
Berhadapan

Memberikan respon yang baik untuk membina hubungan dan


3
saling percaya.
Menjaga suasana santai dan rileks, berbicara

dengan vokal yang jelas dengan menggunakan


4
bahasa yang dapat dipahami. Selanjutnya berkomunikasi
dengan memanggil nama pasien.

Menanyakan iden6tas pasien: nama minimal dua kata (misal :


5 Amir Mahmud), umur, alamat yang jelas sampai RT dan RW
(bila perlu no telpon) & pekerjaan.
Menanyakan keluhan utama (badan lemahi/mudah capek/
sering berdarah gusi),menggali riwayat perjalanan penyakit dan
keluhan-keluhan penyerta lainya.

Tanyakan:

1. Apakah keluhan bertambah berat se6ap hari?


2. Berapa lama keluhan itu dirasakan?
3. Apakah onset keluhannya bersifat akut, subakut atau
kronis ? Apakah bersifat progresif ?
4. Kemungkinan proses yang mendasari, proses inflamasi
/alergi?
5. Tanyakan gejala lain yang berhubungan dengan
penyakitnya:perdarahan hidung bila kena panas/sinar
matahari
6. Bagaimana bentuk perdarahan yang terjadi? Warna
merah atau hitam? Batuk atau muntah? Adakah sisa
makanan?
7. Bila ada kemerahan pada kulit bentuknya bagaimana?
6
Ukurannya berapa? Hilang atau 6dak pada
penekanan?Lokasi bin6k-bin6k kemerahan di mana?
8. Bila pasien wanita bagaimana dengan menstruasinya?
Warnanya apa, banyaknya bagaimana, jaraknya berapa
lama antara menstruasi sebelumnya?
9. Apakah ada riwayat dalam keluarga?
10. Apakah ada riwayat minum obat/herbal? Berapa
lama?
11. Apakah ada riwayat menjadi donor darah?
12. Apakah ada riwayat mendapat transfuse darah?
13. Apakah ada riwayat terjadi efek samping transfuse
darah
14. Apakah ada riwayat penyakit tumor/kanker?
15. Apakah ada riwayat mendapat terapi kemoterapi/
radiasi?
16. Apakah ada riwayat pekerjaan yang berhubungan
dengan zat kimia/terpapar sinar matahari langsung/
petani sawah?

Menggali penyakit dahulu yang serupa dan yang

7 berkaitan, untuk menilai apakah penyakit sekarang

ada hubungannya dengan yang lalu.


Menggali penyakit-penyakit/ keluhan lain yang ada
8 hubungannya dengan penyakit sekarang : riwayat bekerja di
pabrik pupuk/di pompa bensin, berapa lama?
Menggali penyakit keluarga dan lingkungan dengan

menanyakan apakah ada anggota keluarga yang


9 menderita/ pernah menderita penyakit/ gangguan

yang sama: penyakit keturunan (talasemia, hemofilia),


neoplasma, dll
Mengisi rekam medis sesuai dengan informasi
10
yang didapatkan.
Menerangkan indikasi transfusi darah yang benar;

● Tujuan transfusi:

1. Replacement

2. Subs6tu6on

● Jangka waktu tertentu

● Indikasi harus jelas

● Klinis sangat penAng :

11 - Emergency

- Suppor6ve

- Preven6ve

● PRC: 6dak hanya kadar Hb

● “risk-benefit”

● Beri komponen sesuai yang dibutuhkan saja

● Sesuaikan dengan keadaan hemodinamik pasien


Menerangkan proses koleksi dan penyimpanan darah

Darah 6dak boleh dipakai (diskualifikasi) bila ada :

1. Hepa66s B, Hepa66s C, HIV

2. Parasite (malaria, etc)

3. Sakit kanker

4. Sakit jantung

5. Asma berat

6. Epilepsi (convulsions)

7. Hyper/hypotension

8. Anemia

9. Terdapat Diatesis hemorrhagis


12.

An6koagulan yang dipakai :

● Citrate Phosphate Dextrose (CPD)

● Adenine supplemented Citrate Phosphate Dextrose


(CPDA-1)

● Heparin (khusus untuk bedah jantung anak, eliminasi


sitrat primer, transfusi tukar)

Lama Penyimpanan:

CPD : 21hari (4-6oC)

CPDA : 35hari (4-6oC)


Menerangkan prosedur transfusi darah yang benar :

1. Penentuan golongan darah (ABO,Rh) : donor = resepien

2. Pemeriksaan donor : penapisan ab serum donor (coombs


test indirek); tes serologi hepa66s B,C, HIV, sifilis, CMV

13 3. Pemeriksaan resepien : cross match

Major cross match : serum pasien >< sel darah donor

Minor cross match : sel darah pasien >< serum donor

4. Pemeriksaan iden6fikasi

Menerangkan Syarat untuk donor darah, antara lain :

1. KU baik

2. Usia 17-65 th

3. BB ≥50 kg

4. Tidak demam (T oral <37,5 0 C)

5. Frekuensi dan irama nadi normal

6. TD diastolik 60-100 mmHg dan sistolik 90-180


mmHg

7. Lesi kulit berat (-)


14
8. Donor terakhir minimal 8 minggu yg lalu

9. Hamil (-)

10. Tb ak6f (-)

11. Asma bronkial simptoma6k (-)

12. Pasca pembedahan (minimal 6 bln)

13. Riwayat kejang (-)

14. Riwayat perdarahan abnormal (-)

15. Penyakit infeksi (-)


Menerangkan manfaat uji kompa6bilitas (cross match) yaitu
serangkaian prosedur yg dilakukan sebelum transfusi untuk
memas6kan seleksi darah yg tepat untuk pasien; ada 2 yaitu :

● Direk : RBC donor+serum resepien

● Indirek : Serum donor+RBC resepien

15
Klasifikasi Cross Match :

1. Crossmatch untuk ru6n

2. Crossmatch untuk emergensi

3. Crossmatch persiapan operasi

VII. Pelaksanaan

Tempat: FK UNSRI Bukit Besar

Waktu: 19 Desember 2017

VIII. Referensi

1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI,
2014
2. Williams Hematology, 8th ed, Interna6onal Edi6on, 2012
3. Harrison,s Principles of Internal Medicine, 18th ed, Mac Graw Hill Interna6onal Edi6oan, 2012
4. Current Therapy in Hematology-Oncologfy, 5th ed, Mosby-Year Book,Inc, 2013
5. Bethesda Handbook of Clinical Hematology, Lippincopt Williams and Wilkins, 2012
LAB SKILL PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS HEMATOLOGI DEWASA

I. Pendahuluan
Pemeriksan fisik adalah salah bagian dari PHYSICAL DIAGNOSIS (diagnos6k fisik) yang merupakan Ilmu dan
seni yg mempelajari keterampilan untuk mendiagnosis penyakit pasien dengan cara melakukan wawancara
(Anamnesis) dan pemeriksaan Jasmani (Physical Examina6on Khusus untuk pemeriksaan fisik hematologi
dan onkologi dimaksudkan untuk melihat atau mengetahui secara spesifik gangguan organ /tubuh akibat
proses penyakit kelainan hematologi dan onkologi.

II. Tujuan Umum


Mahasiswa mampu melakukan pemeriksaan fisik terkait kasus hematologi dan onkologi dengan benar


III. Tujuan Pembelajaran Khusus
Setelah melakukan la6han keterampilan ini, mahasiswa
1. Dapat melakukan pemeriksaan fisik headear,eye, nose, throat termasuk neck abdomen,genitalia
dan extremitas dengan cara inspeksi, palpasi, perkusi auskultasi secara benar
2. Dapat menyebutkan/mengetahui kelainan-kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik
yang spesifik akibat kelainan/ gangguan penyakit hematologi dan onkologi.
3. Dapat menginformasikan kepada pasien tentang tujuan dari pemeriksaan fisik secara umun
HEENT (headear,eye,nose, throat termasuk neck), abdomen, genitalia ,extremitas dan kelainan
spesifik akibat penyakit yang di6mbulkan gangguan hematologi dan onkologi.
4. Dapat melakukan tehnik pemeriksaan palpasi pada mata dengan benar
5. Dapat melakukan pemeriksaan kelenjar limphe di kepala, leher, aksila, inguinal yg benar.
6. Dapat melakukan palpasi terhadap pembesaran hepar, limpa.
7. Melakukan perkusi untuk menentukan batas pekak antara paru dan hepar
8. Melakukan pemeriksaan adanya ascites dengan cara shiVing dulness atau undulasi
9. Melakukan pemeriksaan adanya clubbing finger, koilonichia,
10. Melakukan pemeriksaan adanya manifestasi perdarahan pada kulit.
IV.Rancangan Acara Pembelajaran
Kelompok I
Waktu Ak6vitas Belajar Mengajar Keterangan
(menit)
8.00-8.10 Pendahuluan Narasumber

8.10-8.40 Demonstrasi Narasumber


8.40-9.20 Demonstrasi oleh instruktur, mahasiswa melakukan I n s t r u k t u r
simulasi secara bergan6an dibawah bimbingan Mahasiswa
instruktur

9.20-10.30 Mahasiswa melakukan la6han pemeriksaan fisik sendiri I n s t r u k t u r


secara bergan6an dengan teman sendiri atau probandus Mahasiswa
(simulated pa>ent)

Kelompok II
Waktu Ak6vitas Belajar Mengajar Keterangan
(menit)

10.30-10.40 Pendahuluan Narasumber


10.40-11.10 Demonstrasi Narasumber

11.10-11.50 Demonstrasi oleh instruktur, mahasiswa melakukan I n s t r u k t u r


simulasi secara bergan6an dibawah bimbingan instruktur mahasiswa
11.50-13.00 Mahasiswa melakukan la6han pemeriksaan fisik sendiri I n s t r u k t u r
secara bergan6an dengan teman sendiri atau probandus mahasiswa
(simulated pa>ent)

V. Sarana dan Alat yang Diperlukan (bisa disertai gambar)


1. Ruangan Lab-skill
2. Stetoskop
3. Pen light
4. Mistar

VI. Prosedur Pemeriksaan


A. HEAD, EAR, EYE, NOSE, THROAT and NECK
No Langkah/Kegiatan 0 1 2
Mengucapkan salam, lalu pemeriksa berdiri, melakukan jabatan tangan dan
memperkenalkan diri.
Mempersilahkan pasien duduk berseberangan/berhadapan

Meminta izin kepada pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik.

Mempersilahkan pasien untuk berbaring/duduk dan pemeriksa berada


disamping kanan pasien

Pemeriksaan
Inspeksi :
Kepala : bentuk & ukuran ,posisi,gerakan,pembuluh darah.
Rambut :
Alopesia , Hipertrikosis

Muka

Ekspresi, Warna , edem,Sianosis,pucat,ikterus


Ruam malar rash( buperfly rash)
Kelainan bentuk : Facies leonine ( wajahsptsinga ) , facies cooley
Infiltrasisubcutanpadadahi,pipidandagu
Pendatarandanpelebaranpadahidung

PALPASI
Nyeri tekan sinus maksilaris, sinus frontalis
Tandachovtek ,Sensibilitaswajah : N V

EYE


Conjunc6va : pucat
Pasien diminta melihat ke atas, kedua ibu jari tangan diletakkan ± 1 cm di bawah palpepra
inferior, diperha6kan apakah conjunc6va terlihat pucat atau 6dak
Sclera : Ikterus
matamerah : bleeding


Mulut
Bibirdanmukosamulut --- warnapucat, merah , sianosis
stoma66s
Ariboflavinosis : luka paddsudutmulut

GIGI GELIGI
Jumlahgigi, karies +/-, Gigi Hutchinson , Intoksikasi
Ginggivi6s ,Pyorhoea

Gusi
Gums hipertropi à leukemia akut
LIDAH
Ukuran : makroglosus, mikroglosus
Lingua bifida , Parese N XII , Anemia : lidahpucat
Dehidrasi : lidah kering
Kering&kecoklatan: remia
lidahlicinkrnatropi papil ( a.pernisiosa, tropical sprue,pellagra anemi
defisiensi Fe)
Geografic tongue : bercak seper6peta
LEHER ( Inspeksi, palpasi, auskultasi )

Kelenjargetahbening
ukurannya, nyeritekan +/-,konsistensi : lunak/kenyal/keras , melekatpddasar/
kulit
Penyebaran KGB leherdibagi 5 ( Sloan KaRering memorial cancer
classifica>on )
Kelenjar getah bening lainya


Pemeriksaan abdomen ( Inspeksi, palpasi, perkusi , auskultasi )
Mempersilahkanpasien untuk berbaring/duduk dan pemeriksa berada
disamping kanan pasien, kedua lutut ditekuk
Abdominopelvic Regions :
■ 9 regio : Umbilical, Epigastric , Hypogastric , Right and leV iliac or
inguinal, Right and leV lumbar, Right and leV hypochondriac
■ 4 regio : kuadrankananatas, kananbawah, kiriatasdankiribawah


Inspeksi
bentuk : buncit = perut kodokà asites,
starvasi (skopoid)
buncit : gemuk, ileus parali6k, sistoma ovarii, graviditas
Penonjolan lokal (supra simpisis)à reten6o urinae, gravid muda, tumor
PALPASI
persiapan : menjelaskan pemeriksaan ,posisi supinasi, kanan pasien, kaki
ditekuk, sitema6s, bertanya kualitas nyeri, lokasi , kondisi nyeri
Palpasi Superficial : awal, orientasi
Palpasi dalam : palpasi hepar,lien, ginjal, dinding perut yang tebal

Palpasi hepar
Deskripsi palpasi : Berapa lebar jari tangan di bwh arkus kosta kanan,
Keadaan tepi, Konsisitensi, Permukaan, Nyeri tekan, Fluktuasi -/+


Palpasi lien
■ mulai dari lengkung iga kiri, melewa6 umbilikus sampai SIAS
kanan.
■ bergerak sesuai dengan gerakan pernapasan, palpasi dimulaiSIAS kanan,
melewa6 umbilikus menuju ke lengkung iga kiri
■ menggunakan garis Schuffner yaitu garis yang dimulai dari 66k lengkung
iga kiri menuju ke umbilikus dan diteruskan SIAS kanan. Garis dibagi
menjadi 8, S1 - S8
■ dapat dipermudah dengan cara memiringkan penderita 45derajat ke arah
kanan pemeriksa setelah tepi bawah teraba, kemudian deskripskani
pembesarannya. Untuk meyakinkan adalah limpa, makausahakan meraba
insisura lienalis

Perkusi
Normalà 6mpani
konfirmasi pembesaran hepar lien ?
Nyeri ketok ?
Cairan, masa, udara ?
Shiuing dulness

Pemeriksaanasites
Pemeriksaan ShiVing Dullness


Pemeriksaan undulasi (fluid wave)

PEMERIKSAAN FISIK EXTREMITAS


1. Inspeksi, palpasi, gerakan, kekuatan sensibilitas, refleks
2. INSPEKSI:bentuk,ukuran, ukuran membesar (obstruksi pembuluh
limfe),luka,tumor, parut, hiperemis, palmar eritema, clubbing finger, sendi
(deformitas, tanda radang), tremor

Clubbing Finger
Koilonikia: kuku sendok -à anemi defisiensi Fe
3. Palpasi
Palpa>on Circulatory : ulnaris , Brachial , Radial , Femoral,
poplitea ,dorsalispedis , Posterior 6bial
Kelenjargetahbening

Pemeriksaan arteri dan kelainannya


Deep Vein Trombosis
Trombosis arteri


VII. Pelaksanaan
Tanggal Waktu Tempat
17 Januari 2019 08.00-10.30 Bukit (alpa,beta,gama )

10.30-13.00

VIII. Kepustakaan
Penuntun Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis, Editor , dokter.H.M.S.Markum, SpPD, KGH, Bagian Ilmu
Penyakit Dalam FK UI.
BLOK 23
LAB-SKILL

Skin Test Sebelum Pemberian Obat Injeksi Dr.


Yuniza SpPD

BLOK 23

I. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melakukan ketrampilan skin test sebelum pemberian obat injeksi. II. Tujuan
Pembelajaran

Setelah melakukan latihan keterampilan Skin Test Sebelum Pemberian Obat Injeksi,

diharapkan mahasiswa :
1. Mengetahui prinsip-prinsip dalam hal melakukan Skin Test Sebelum Pemberian Obat Injeksi
2. Mengetahui indikasi melakukan Skin Test Sebelum Pemberian Obat Injeksi
3. Mengetahui persiapan bahan dan alat yang diperlukan dalam melakukan Skin Test Sebelum
Pemberian Obat Injeksi
4. Mengetahui langkah-langkah cara melakukan Skin Test Sebelum Pemberian Obat Injeksi
5. Mampu menginterpretasi hasil uji skin test (intra dermal test)
6. Mengetahui komplikasi yang dapat timbul saat oleh karena tindakan Skin Test sebelum
pemberian obat injeksi
7. Mengatasi/ mengendalikan akibat komplikasi yang timbul karena tindakan Skin Test
sebelum pemberian obat injeksi

IV.Rancangan Acara Pembelajaran

Waktu (menit) Aktivitas belajar mengajar Keterangan


10 menit Pendahuluan Narasumber
10 menit Demonstrasi Narasumber
50 menit Demonstrasi oleh instruktur, Instruktur mahasiswa
mahasiswa melakukan simulasi
secara bergantian dibawah
bimbingan instruktur
50 menit Mahasiswa melakukan latihan Instruktur mahasiswa
secara bergantian

V. Sarana dan Alat yang Diperlukan


1. Disposable Syringe steril 1 ml, bisa juga dipakai Disposible Syringe untuk insulin
2. Jarum suntik no 25 – no 29
3. obat yang akan di test termasuk aquadest for injection
4. Kapas alkohol
5. Mistar pengukur
6. Handschoen
7. Nierbeken

VI. Prosedur Pelaksanaan

No Langkah/Kegiatan Skor
1. Memberi salam dan memperkenalkan diri 0 1 2
2. Menjelaskan kepada pasien tujuan dan
prosedurpemeriksaan
3. Melaksanakan persiapan bahan dan alat
a. Obat antibiotic injeksi : ceftriaxon 1 gr,
b. Aquadest for injection
c. Jarum 5 cc, 1 cc/ jarum insulin
d. Kapas alkohol, handschoen
e. Nierbaken
f, Mempersiapkan fasilitas resursitasi
- Troli emergensi / resusitasi
- IV line akses, IV fluid
- Sungkup oksigen dll

4. Mempersiapkan bahan yang disuntikkan


contoh: 1 gram ceftriaxon diencerkan 5 cc
aquades lalu ambil larutan ceftriaxon yang
diencerkan 0,1 cc kemudian diencerkan lagi
himgga 1 cc
5. Menyiapkan posisi pasien dengan benar
6. menentukan lokasi uji intra dermal secara tepat
yaitu 1/3 atas lengan bawah bagian dalam
7. Mencuci tangan dengan benar
8. Melakukan desinfeksi lokasi uji intradermal
dengan alkohol 70% secara benar
9. Masukkan obat secara intradermal/intracutan
0,1 cc dengan cara
• Lubang jarum menghadap keatas dan
membuat sudut antara 5-150 dari permukaan
kulit
• Kemudian jarum ditekan sampai mulut jarum
terbenam seluruhnya. Setelah itu, ubah posisi
kemiringan jarum menjadi lebih datar sambil
mendorong ujung jarum masuk lebih dalam 2 –
3 mm lagi.
• Lanjutkan dengan mengeluarkan larutan obatl
sebanyak 0,1 ml atau sampai timbul
pembengkakan di kulit ± 4 mm. kemudian tarik
jarum dengan gentle (meleepaskan jarum
dengan sudut yang sama pada waktu
penyuntikan
• perhatikan bekas suntikan, bila timbul
pendarahan, di usap memakai kapas steril, tidak
boleh ditekan..
• lakukan penandaan pada area penyutikan
dengan melingkari area penyuntikan dengan
diameter kira kira 1inchi (2,5 cm)
10. menginterpretasikan hasil uji intradermal
• Ukur dan catat indurasi setelah penyuntikan
awal
• Ukur dan catat indurasi setelah 15 menit,
• Respon kulit intradermal positip bila diameter
indurasi rata-rata lebih dari dua kali ukuran
awal penyuntikan atau indurasi dikelilingi oleh
bercak eritema melebihi daerah yang sudah
ditandai

Skor 20
0 : tidak dilakukan sama sekali
1 : dilakukan dengan salah
2 : dilakukan dengan benar

VII. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


21 Januari 2019
BLOK 23
LAB-SKILL

Pemeriksaan Hematologi dan Imunologi Untuk


Menunjang Diagnosis Anemia dan Penyakit
Autoimun
I. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu merencanakan hasil pemeriksaan laboratorium awal dan
menginterpretasikannya pada kasus hematologi imunologi serta mengusulkan pemeriksaan lanjutan
untuk menegakkan diagnosis kasus tersebut
II. Tujuan Khusus

Setelah melakukan latihan keterampilan usulan pemeriksaan hematologi dan imunologi ntuk

menunjang diagnosis anemia dan penyakit autoimun ini suatu kasus, mahasiswa :
1. Dapat membina komunikasi terhadap pasien dengan baik
2. Dapat mengidentifikasi masalah klinis pada pasien (hematologi-imunologi ) dan membuat
diagnosis sementara dan diagnosis banding
3. Dapat membuat usulan pemeriksaan penunjang awal serta menginterpretasikan dan
mengusulkan pemeriksaan lanjutan kasus hematologi dan imunologi. untuk menunjang
diagnosis kasus tersebut

III. Rancangan Acara Pembelajaran

Waktu (menit) Aktivitas belajar mengajar Keterangan


10 menit Pendahuluan Narasumber
100 menit Mahasiswa melakukan anamnesis, Instruktur mahasiswa
membuat usulan pemeriksaan
penunjang awal serta
menginterpretasikan dan
mengusulkan pemeriksaan lanjutan
kasus hematologi dan imunologi.
untuk menunjang diagnosis kasus
tersebut yang dilakukan secara
bergantian dengan teman sendiri atau
probandus (simulated patient)
dengan trigger suatu kasus
hematologi/imunologi

IV. Sarana dan Alat yang Diperlukan


Ruangan skill-lab.
V. Prosedur Pelaksanaan

No Langkah/Kegiatan Skor
0 1 2

• Menanyakan keluhan utama kepada


pasien standar
• Menanyakan riwayat perjalanan
penyakit:pasien standar
• Menanyakan kepada instruktur
(bertindak sebagai pasien standar )
pemeriksaan fisik yang ditemukan sesuai
kasus
• Membuat usulan pemeriksaan awal dan
menanyakan kepada instruktur
(langsung bertindak sebagai pasien
standar) hasil pemeriksaan awal dan
menginterpretasikan hasil pemeriksaan
tersebut
• Membuat usulan pemeriksaan lanjutan
untuk menegakkan diagnosis atau
menyingkir diagnosis banding .
Kasus A
Nona A, 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama badan lemah sejak 3 bulan
ini. Keluhan disertai pusing bila berdiri dan ibunya mengatakan seluruh badannya terlihat
pucat dan matanya tampak kuning dalam 2 minggu ini. Penderita juga mengaku urinnya
berwarna teh tua dan rasa tidak enak pada perut kanan atas.

1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang

4. Menginterpretasi hasil pemeriksaan penunjang

5. Menetapkan diagnosis dan diagnosis banding

Kasus A
Nona A, 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama badan lemah sejak 3 bulan ini.
Keluhan disertai pusing bila berdiri dan ibunya mengatakan seluruh badannya terlihat pucat dan
matanya tampak kuning dalam 2 minggu ini. Penderita juga mengaku urinnya berwarna teh tua dan
rasa tidak enak pada perut kanan atas.

1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus


- Riwayat perjalanan penyakit:
Sejak 3 bulan ini mengeluh badan lemah dan lesu. Keluhan disertai pusing bila berdiri
seluruh badannya terlihat pucat dan matanya tampak kuning dalam 2 minggu ini.
Penderita juga mengaku urinnya berwarna teh tua dan rasa tidak enak pada perut kanan
atas. Menstruasi teratur dan jumlah perdarahan menstruasi dalam 3 bulan ini sama
seperti sebelumnya. Tidak ada riwayat bepergian ke endemis malaria.
- Riwayat seperti ini dialami 6 bulan yang lalu, mendapat transfusi 3 kantong dan
mendapat obat pil tetapi tidak tahu namanya dan tidak kontrol lagi sejak 3 bulan ini.

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan


a. Keadaan umum : sensorium cm, tanda vital : dalam batas normal
b. Keadaan spesifik
- Kepala : konjungtiva pucat, sklera ikterik, tidak ada atrofi papil,
- Leher : tidak ada pembesaran KGB
- Thoraks : cor/pulmo dalam batas normal
- Abdomen : hepar teraba just palpable, lien tak teraba.
- Ekstremitas : palmar pucat.

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang


Darah perifer lengkap (menghitung MCV,MCH,MCHC)
Urin rutin:
Kimia darah : bilirubun total, bilirubin direk, bilirubin indirek, ALT/AST,
ureum,kreatinin
Imunologi : tes Comb direct dan indirect
4. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium
Hb: 6,3 gr/dL, eritrosit 2,6x1012/L, lekosit : 8700/dL, trombosit 98.000 dL hitung jenis
0/0/2/51/36/11. h ematokrit 22 vol%, retikulosit 2,7 %, LED : 105 mm/jam,
MCV = hematokrit x 10/ jumlah eritrosit = 22x10/2,6 = 84,61fl (normal 80-95 fl)
MCH = hemoglobin x10/ jumlah eritrosit = 6,3x10/2,6= 24,23 pg (normal 23-31) pg)
MCHC = Hb/Htx100 = 6,3/22x100 = 28,63%

Urin rutin : epitel (+), Leukosit 3-5/LPB, Eritrosit 2-4/LPB, kristal (-), protein (-),
glucosa (-), nitrit (-).
Kimia darah : bilirubin total : 2,67 mg/dll, bilirubin indirek: 2,1 mg/dL, bilirubin
direk: 0,5 mg/dL, ureum 23 mg/dL, kreatinin 0,8 mg/dL,
Pemeriksaan imunologi : tes Comb direct positif dan indirect positif.

5. Menginterpretasi hasil pemeriksaan penunjang.


- Anemia normositik normokrom

6. Mendiagnosis :
Anemia hemolitik autoimun
KASUS B
Nona A, 18 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama badan lemah dan lesu disertai
nyeri sendi sejak 1 bulan ini. Sejak 6 bulan yang lalu pasien sering mengeluh demam yang
tidak terlalu tinggi yang hilang timbul disertai rambut rontok.

1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang

4. Menginterpretasi hasil pemeriksaan penunjang

5. Menetapkan diagnosis dan diagnosis banding

KASUS B
Nona A, 18 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama badan lemah dan lesu disertai nyeri
sendi sejak 1 bulan ini. Sejak 6 bulan yang lalu pasien sering mengeluh demam yang tidak terlalu
tinggi yang hilang timbul disertai rambut rontok.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus
- Riwayat perjalanan penyakit:
Sejak 6 bulan yang lalu pasien sering mengeluh demam yang tidak terlalu tinggi yang
hilang timbul disertai rambut rontok. Keluhan disertai rambut rontok dan timbul bercak
merah pada muka yang makin memerah bila kena sinar matahari. Dalam 3 bulan ini
sariawan yang sering timbul dilangit langit mulut tanpa sebab dan tidak nyeri.
Menstruasi teratur dan jumlah perdarahan menstruasi sama seperti sebelumnya. Pasien
sudah beberapakali berobat ke puskesmas bila keluhan demam timbul. Tidak ada riwayat
bepergian ke endemis malaria.

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan


a. Keadaan umum : sensorium cm, tanda vital : dalam batas normal
b. Keadaan spesifik
- Kepala : konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik, tidak ada atrofi papil,malar rash (+),
oral ulcer di langit mulut.
- Leher : tidak ada pembesaran KGB
- Thoraks : cor/pulmo dalam batas normal
- Abdomen : hepar/ lien tak teraba.
- Ekstremitas : palmar pucat.

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang


Darah perifer lengkap (menghitung MCV,MCH,MCHC)
Urin rutin:
Kimia darah : albumin, globulin, ureum,kreatinin
Imunologi : C3,C4, ANA, dsDNA, ASTO,CRP, tes Comb direct dan indirect
4. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium
Hb: 7,5 gr/dL, eritrosit 2,8 x1012/L, lekosit : 8700/dL, trombosit 98.000 dL hitung
jenis 0/0/2/51/36/11. hematokrit 24 vol%, retikulosit 1,8 % (normal 0,5-2%), LED :
105 mm/jam,
MCV = hematokrit x 10/ jumlah eritrosit = 24x10/2,8 = 85,71 fl (normal 80-95 fl)
MCH = hemoglobinx10/ jumlah eritrosit = 7,5x10/2,8= 26,78 pg (normal 23-31 pg)
MCHC = Hb/Htx100 = 7,5/24x100 = 31 %

Urin rutin : Epitel (+), Leukosit 3-5/LPB, Eritrosit 2-4/LPB, Silinder cast (++), Kristal
(-), Protein (+), Glucosa (-), Nitrit (-)
Kimia darah : ureum 23 mg/dL, kreatinin 0,8 mg/dL, albumin , globulin
Pemeriksaan imunologi : tes Comb direct negative, dan indirect positif. C3 43,1 mg/dL
(menurun), C4 5,1 mg/dL (menurun), ANA : > 1: 1000, Anti dsDNA 1707 IU/mL
5. Menetapkan diagnosis
LES dengan anemia penyakit kronik
Kasus C
Ny.B, 36 tahun, ibu rumah tangga, hamil 20 minggu, anak ke-6 datang ke poliklinik dengan
keluhan mudah lelah sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan
- Keadaan umum : tampak pucat, denyut nadi 90x/menit, frekuensi nafas 24x/
menit, Suhu 36,8C, tekanan darah 110/70 mmHg ,
- Keadaan spesifik
Kepala : konjungtiva pucat, atrofi papil lidah ,
Thoraks: cor/pulmo dalam batas normal.
Abdomen : hepar/lien sulit dinilai
Ektremitas : edem tungkai (-), koilonikia (+)

1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus

2. Mengusulkan pemeriksaan penunjang

3. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium

4. Menetapkan diagnosis dan diagnosis banding

Kasus C
Ny.B, 36 tahun, ibu rumah tangga, hamil 20 minggu, anak ke-6 datang ke poliklinik dengan
keluhan mudah lelah sejak 2 minggu yang lalu.

1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus


- Riwayat perjalanan penyakit : sejak 3 bulan yang lalu mengeluh badan lemah,
berkunang-kunang bila berdiri. Keluhan bertambah berat sejak 2 minggu ini berupa
mudah lelah dan sempoyongan. Tidak ada perdarahan jalan lahir.
- Riwayat pekerjaan : seorang petani, membantu suami bekerja di kebun
- Riwayat makanan : jarang mengkonsumsi ikan, ayam atau daging
- Riwayat sosial-ekonomi : kurang

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan


- Keadaan umum : tampak pucat, denyut nadi 90x/menit, frekuensi nafas 24x/menit,
Suhu 36,8C, tekanan darah 110/70 mmHg ,
- Keadaan spesifik
Kepala : konjungtiva pucat, atrofi papil lidah ,
Thoraks: cor/pulmo dalam batas normal.
Abdomen : hepar/lien sulit dinilai
Ektremitas : edem tungkai (-), koilonikia (+)

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang


Darah perifer lengkap (menghitung MCV,MCH,MCHC)
Urin rutin:
Kimia darah : albumin, globulin, ureum,kreatinin
Fe serum, TIBC, Saturasi transferin, feritin serum
Feses rutin

4. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium


Darah perifer lengkap:
Hb: 6,1 gr/dL, eritrosit 3,6x1012/L, lekosit : 8700/dL, trombosit 108.000 dL hitung
jenis 0/0/2/51/36/11. h ematokrit 20 vol%, retikulosit 1,1 %, LED : 105 mm/jam,
Gambaran darah tepi poikilositosis.
MCV = hematokrit x 10/ jumlah eritrosit = 20x10/3,6 = fl (normal 80-95 fl)
MCH = hemoglobin x10/ jumlah eritrosit = 6,1x10/,6= pg (normal 23-31) pg)
MCHC = Hb/Htx100 = 6,1/20x100 = 30,5 %

Kimia darah:
Fe serum 16 ug/dL (61 - 157ug/dl), TIBC 349 ug/dL (112-346 ug/dl), Ferritin serum
8,68 ng/mL (13-400 ng/mL), satursi transferin = Fe/TIBC= 16/349x100%= 4,5%.

Urin rutin : Epitel (+), Leukosit 3-5/LPB, Eritrosit 2-4/LPB, Silinder cast (-), Kristal
(-), Protein (+), Glukosa (-), Nitrit (-)
Feses rutin : telur cacing (positif)

5. Menetapkan diagnosis dan diagnosis banding


Kasus C
Ny.B, 32 tahun, ibu rumah tangga, hamil 20 minggu, anak ke-6 datang ke poliklinik dengan
keluhan mudah lelah, sering pusing dan sempoyongan sejak 2 minggu yang lalu.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--
1. Melengkapi anamnesis berkaitan kasus
- Riwayat perjalanan penyakit : sejak 3 bulan yang lalu mengeluh badan lemah,
berkunang-kunang bila berdiri. Keluhan bertambah berat sejak 2 minggu ini berupa
mudah lelah dan sempoyongan. Tidak ada perdarahan jalan lahir.
- Riwayat pekerjaan : seorang petani, membantu suami bekerja di kebun
- Riwayat makanan : jarang mengkonsumsi ikan, ayam atau daging
- Riwayat sosial-ekonomi : kurang

2. Menyebutkan pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan


- Keadaan umum : tampak pucat, denyut nadi 90x/menit, frekuensi nafas 24x/menit,
Suhu 36,8C, tekanan darah 110/70 mmHg ,
- Keadaan spesifik
Kepala : konjungtiva pucat, atrofi papil lidah ,
Thoraks: cor/pulmo dalam batas normal.
Abdomen : hepar/lien sulit dinilai
Ektremitas : edem tungkai (-), koilonikia (+)

3. Mengusulkan pemeriksaan penunjang


Darah perifer lengkap (menghitung MCV,MCH,MCHC)
Urin rutin:
Kimia darah : albumin, globulin, ureum,kreatinin
Fe serum, TIBC, Saturasi transferin, feritin serum
Feses rutin

4. Menganalisis hasil pemeriksaan laboratorium


Darah perifer lengkap:
Hb: 6,1 gr/dL, eritrosit 3,6x1012/L, lekosit : 8700/dL, trombosit 108.000 dL hitung
jenis 0/0/2/51/36/11. h ematokrit 20 vol%, retikulosit 1,1 %, LED : 105 mm/jam,
MCV = hematokrit x 10/ jumlah eritrosit = 20x10/3,6 = fl (normal 80-95 fl)
MCH = hemoglobin x10/ jumlah eritrosit = 6,1x10/,6= pg (normal 23-31) pg)
MCHC = Hb/Htx100 = 6,1/20x100 = 30,5 %
Gambaran darah tepi : anisositosis, poilkilositosis, Fe serum 12 ug/dl, serum feritin 14 ug/dl.

5. Menetapkan diagnosis dan diagnosis banding