Anda di halaman 1dari 9

Artikel Skripsi

Universitas Nusantara PGRI Kediri

STUDI KASUS PADA Ny. A UMUR 49 TAHUN YANG MENGALAMI


MASALAH KEPERAWATAN NYERI DENGAN DIAGNOSA MEDIS
POST OP HISTEREKTOMI DI RUANG DAHLIA II
RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Penulisan Karya Tulis Ilmiah


Pendidikan Diploma-III Keperawatan Pada Program Studi
D-III Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Oleh :

MARIA ALFRIDA KOLLO


NPM. 12.2.05.01.0021

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2015

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 1||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 2||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 3||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri

STUDI KASUS PADA Ny. A UMUR 49 TAHUN YANG MENGALAMI


MASALAH KEPERAWATAN NYERI DENGAN DIAGNOSA MEDIS
POST OP HISTEREKTOMI DI RUANG DAHLIA II
RSUD GAMBIRAN KOTA KEDIRI
MARIA ALFRIDA KOLLO
NPM. 12.2.05.01.0021
Fakultas Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan
Dosen Pembimbing 1 : Endah Tri Wijayanti, S.Kep., Ns., M.Kep.
Dosen Pembimbing 2 : Dwi Retnowati, S.Kep., Ns., M.Kes.
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK

Mioma uteri adalah tumor jinak rahim yang berasal dari otot polos. Frekuensi terdapat pada
wanita berumur 20-40 tahun, jarang ditemukan pada usia di bawah 20 tahun. Sedangkan pada usia
menopause hampir tidak pernah ditemukan. Tujuan penulisan, melakukan asuhan keperawatan dan
mempelajari lebih dalam tentang post op histerektomi melalui pendekatan proses keperawatan secara
komprehensif (Aisyah, 2012). Histerektomi adalah tindakan pembedahan dilakukan pada pasien yang
mengalami mioma uteri ganas atau stadium terakhir.
Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus, pada salah satu pasien yang
dirawat di ruang Dahlia II.
Berdasarkan studi kasus pada Ny. A ditemukan masalah keperawatan utama yaitu nyeri. Adapun
tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu mengobservasi tanda-tanda vital, mengkaji skala nyeri,
lokasi, dan karakteristik nyeri, mengatur posisi pasien senyaman mungkin, mengajarkan teknik
menajamen nyeri, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgetik.
Nyeri pada Ny. A dikarenakan luka bekas operasi. Luka bekas operasi menyebabkan nyeri dan
agak panas. Pada luka bekas operasi terasa seperti ditusuk-tusuk perut bagian bawah, skala nyeri 5, sangat
terasa jika dibuat berganti posisi.
Upaya yang bisa dilakukan diharapkan dapat mencegah terjadinya kondisi pasien yang
memburuk maka dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat.

Kata Kunci : mioma uteri, Histerektomi

I. LATAR BELAKANG sel ganas yang berada diantara otot polos


Mioma uteri adalah neoplasma jinak dalam rahim. Selain itu adanya faktor
berasal dari otot uterus dan jaringan ikat keturunan sebagai penyebab mioma.
yang menumpangnya, sehingga dalam Pertumbuhan dari mioma uteri diduga
kepustakaan dikenal juga istilah fibronoma, berkaitan dengan esterogen. Mioma
leimioma ataupun fibrid. Penyebab pasti dari menunjukkan pertumbuhan maksimal
mioma pada rahim masih belum diketahui selama masa reproduksi, ketika pengeluaran
secara jelas. Namun beberapa penelitian esterogen maksimal dan dapat bertambah
mengatakan bahwa mioma muncul dari satu besar dengan cepat selama kehamilan

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 4||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
dimana disaat itu kadar esterogennya tinggi anak-anak usia pubertas, bahkan nyaris tidak
(Aisyah, 2012). pernah. Anak usia pubertas belum memiliki
Berdasarkan penelitian World health rangsangan esterogen. Sementara itu, pada
organisation (WHO), memperkirakan pada wanita menopause, mioma biasanya
tahun 2010 diseeluruh dunia setiap tahunnya mengecil karena esterogen sudah berkurang
lebih dari 760.000 penderita, 585.000 orang (Manuaba, 2007). Adapun dampak bila
meninggal karena hal tersebut (DepKes mioma uteri tidak diangkat dapat terjadi
2011). Di Indonesia mioma uteri ditemukan pertumbuhan leimisarkoma, nekrosis dan
2,39-11,7 % pada semua penderita infeksi.
ginekologi yang dirawat. Di Surabaya Untuk mencegah agar tidak terjadi
penelitian yang dilakukan oleh Susilo dampak-dampak yang lebih parah maka ada
Raharjo angka jenis mioma uteri sebesar beberapa cara pengobatan yang dapat
11,87 dari semua penderita ginekologi yang dilakukan diantaranya adalah terapi operatif
dirawat. (Yuad, 2007). Sedangkan menurut yaitu dengan histeroktomitotal. Pada mioma
Medical Record RSUD Gambiran Kota kecil tidak menimbulkan keluhan, tidak
Kediri angka kejadian mioma uteri pada diberikan terapi, hanya diobservasi tiap 3-6
tahun 2012 sebesar 29 pasien, 2013 sebesar bulan untuk menilai pembesarannya, mioma
50 pasien dan tahun 2014 sebesar 56 pasien akan sulit setelah menopause. Pemberian
yang kesemuanya dirawat di ruang Dahlia GNRH agnosis selama 6 minggu,
dan di poli Kandungan RSUD Gambiran. Miomektomi dengan atau tanpa
Sampai saat ini belum diketahui histeroktomi bila besar uterus melebihi
penyebab pasti mioma uteri dan diduga seperti kehamilan 12-14 minggu,
merupakan penyakit multifaktoral. radioterapi, eserogen untuk pasien setelah
Dipercayai bahwa mioma merupakan menopause dan observasi setiap 6 bulan
sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan (Mansjoer, 2008). Sedangkan peran perawat
dari mutasi somatik dari sebuah sel adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan,
neoplastik tunggal. Sel-sel tumor perawat memberikan perawatan dengan
mempunyai abnormalitas kromosom, memperhatikan keadaan kebutuhan dasar
khususnya pada kromosom lengan. Faktor- manusia yang dibutuhkan melalui
faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pemberian pelayanan keperawatan dengan
tumor, disamping faktor predisposisi genetik menggunakan proses keperawatan sehingga
adalah esterogen, progesteron dan human dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar
rowth hormone (Kusuma dan Nurarif 2012). bisa direncanakan dan dilaksanakan
Mioma ini sangat jarang ditemukan pada tindakan yang tepat dan sesuai dengan

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 5||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian pada Ny. ‘A’ umur 49 tahun pasien
dapat dievaluasi tingkat perkembangannya. mengatakan nyeri dan agak sedikit panas
Pemberian asuhan keperawatannya pada luka bekas operasi, terasa seperti di
dilakukan dari yang sedehana sampai yang tusuk-tusuk perut bangian bawah, skala
kompleks. nyeri 5, sangat terasa jika dibuat berganti
Berdasarkan hal di atas, penulis posisi. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan
tertarik untuk melakukan studi kasus Pada TD : 130/80 mmHg, nadi 80 x/menit, suhu :
Pasien Dengan Diagnosa Medis Post Op 37ºc, RR : 20 x/menit, keadaan umum
Histerektomi di Ruang Dahlia II RSUD pasien tampak pucat, tampak meringis
Gambiran Kota Kediri”. kesakitan saat berganti posisi, kesadaran
composmentis.
II. METODE Mioma uteri adalah neoplasma jinak
Cara yang digunakan oleh penulis berasal dari otot uterus dan jaringan ikat
dalam mengumpulkan data adalah sebagai yang menumpangnya, sehingga dalam
berikut: kepustakaan dikenal juga istilah fibronoma,
1. Wawancara (Interview) adalah leimioma ataupun fibrid. Penyebab pasti dari
pengumpulan data dilakukan dengan mioma pada rahim masih belum diketahui
tanya jawab (dialog) langsung antara secara jelas. Namun beberapa penelitian
pewawancara dengan pasien. mengatakan bahwa mioma muncul dari satu
2. Dengan observasi (Pengamatan) sel ganas yang berada di antara otot polos
langsung keadaan umum pasien saat dalam rahim. Selain itu adanya faktor
pengkajian. keturunan sebagai penyebab mioma.
3. Pemeriksaan, yang dapat dilakukan Pertumbuhan dari mioma uteri diduga
adalah pemeriksaan fisik dan berkaitan dengan esterogen. Mioma
pemeriksaan laboratorium (Saryono, menunjukkan pertumbuhan maksimal
2009: 79). selama masa reproduksi, ketika pengeluaran
esterogen maksimal dan dapat bertambah
III. HASIL DAN KESIMPULAN besar dengan cepat selama kehamilan
A. Hasil dimana disaat itu kadar esterogennya tinggi
1. Pengkajian (Aisyah, 2012).
Pengumpulan data yang dilakukan Tidak ada kesenjangan yang terjadi
penulis saat pengambilan kasus pada tanggal antara hasil pengkajian secara langsung
07 Juli 2015 dengan cara wawancara, dengan teori tentang mioma uteri, hal ini
observasi langsung serta pemeriksaan fisik terjadi karena dalam pengkajian pada Ny

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 6||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
‘A’ dengan kasus mioma uteri, penulis terhadap perubahan patologis dan fisiologis,
menemukan data mensrtruasi tidak teratur di mana perubahan itu timbul akibat dari
dan teraba benjolan di perut. Hasil proses penyakit yang setiap orang akan
pemeriksaan fisik didapatkan TD : 130/80 mengalami suatu perubahan yang berbeda
mmHg, nadi 80 x/menit, suhu : 37ºc, RR : sehingga kesenjangan antara teori dan studi
20 x/menit, keadaan umum pasien tampak kasus sangatlah mungkin terjadi.
pucat, tampak meringis kesakitan saat 3. Intervensi
berganti posisi, kesadaran composmentis. Berdasarkan diagnosa keperawatan
Tidak kesenjangan antara teori dengan yang sudah dirumuskan, penulis
praktik, karena pasien dengan mioma uteri merumuskan kriteria hasil yang berpedoman
memiliki gejala yang khas yaitu teraba pada SMART yaitu S (spesific) dimana
benjolan diperut bagian bawah. tujuan harus spesifik dan tidak menimbulkan
2. Diagnosa Keperawatan arti ganda. M (measurable) dimana tujuan
Berdasarkan analisa data pada saat keperawatan harus dapat diukur, khususnya
pengkajian dapat ditegakkan diagnosa tentang perilaku pasien: dapat dilihat,
keperawatan pertama adalah nyeri didengar, diraba, dirasakan, dan dibau. A
berhubungan dengan diskontuinitas jaringan (achievable) dimana harus dapat dicapai, R
(luka bekas operasi) penegakan diagnosa ini (reasonable) dimana tujuan harus dapat
ditandai dengan pasien mengatakan nyeri dipertanggungjawabkan secara ilmiah. T
pada luka bekas operasi, nyeri seperti (time) mempunyai batasan waktu yang jelas
ditusuk-tusuk, semakin terasa jika dibuat (Nursalam, 2003). Tujuan dan kriteria hasil
berganti posisi. Secara Teori kemungkinan yang dibuat penulis, setelah dilakukan
masalah keperawatan yang muncul adalah tindakan selama 3 x 24 jam diharapkan nyeri
nyeri berhubungan dengan diskontuinitas dapat teratasi.
jaringan. Rencana tindakan keperawatan yang
Berdasarkan diagnosa di atas, dilakukan pada diagnosa pertama observasi
penulis menemukan kesenjangan bahwa TTV, kaji skala nyeri, lokasi, dan
tidak selamanya diagnosa yang ada dalam karakteristik nyeri, atur posisi pasien
teori terdapat pula dalam praktik begitu senyaman mungkin, ajarkan teknik
sebaliknya. Sebagian diagnosa di atas tidak manajamen nyeri, berikan obat analgetik
digunakan, karena tidak ditemukan data cetorolak 1 ampul. Dalam tahap ini penulis
yang memungkinkan untuk mengangkat mendapatkan fakta kedua diagnosa tersebut
diagnosa tersebut, karena diagnosa tidak ada kesenjangan, bahwa semua
keperawatan merupakan respon pasien intervensi yang ada dalam teori dapat

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 7||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
diaplikasikan ke dalam praktik. Hal ini dapat dengan semua masalah teratasi sebagian dan
terjadi karena intervensi yang ada dalam intervensi dihentikan karena pasien sudah
teori harus semua digunakan, intervensi diperbolehkan pulang.
yang digunakan sesuai dengan kebutuhan B. Simpulan
pasien dan intervensi tersebut dapat Berdasarkan hasil penilitian dan
mengatasi masalah yang dialami pasien. pengamatan langsung pada Ny. ‘A’ dan
4. Implementasi uraian dari bab ke bab sebelumnya, maka
Implementasi atau pelaksanaan penulis dapat menulis beberapa simpulan
merupakan realisasi dari rencana tindakan sebagai berikut :
yang telah disesuaikan dengan diagnosa 1. Hasil pengkajian pada Ny. ‘A’ pada
keperawatan yang telah dirumuskan. tanggal 07 Juni 2015 didapatkan data
Tindakan yang dilakukan mengobservasi pasien mengatakan nyeri dan agak
TTV antara lain TD : 130/80 mmHg, sedikit panas pada luka bekas operasi,
mengkaji skala nyeri berkisar 1-3, lokasi terasa seperti ditusuk-tusuk perut
nyeri pada perut bangian bawah, dan bangian bawah, skala nyeri 5, sangat
karakteristik nyeri hilang muncul, mengatur terasa jika dibuat berganti posisi.
posisi pasien senyaman mungkin dengan 2. Diagnosa prioritas yang muncul saat
posisi terlentang, mengajarkan teknik pengkajian dilakukan pada Ny ‘A’
menajamen nyeri dengan menarik nafas adalah nyeri berhubungan dengan
dalam, memberikan obat analgetik cetorolak diskontinuitas jaringan di tandai dengan
1 ampul (IV). Adapun implementasi yang pasien mengatakan nyeri pada luka
dapat dilakukan oleh penulis pada studi bekas operasi, nyeri seperti ditusuk-
kasus ini hanya dapat dilakukan selama 3 tusuk, nyeri semakin terasa jika dibuat
hari rawat. Hal ini disebabkan karena secara berganti posisi, skala nyeri 5, TTV, TD :
umum kondisi kesehatan pasien yang sudah 130/80 mmHg, nadi : 80 x/menit,
pulih atau membaik dan sudah keadaan umum sedang, pasien tampak
diperbolehkan untuk pulang. berbaring.
5. Evaluasi 3. Rencana tindakan keperawatan yang
Setelah penulis melakukan tindakan dilakukan pada diagnosa pertama adalah
keperawatan selama 3 hari, maka penulis gobservasi TTV, kaji skala nyeri, lokasi,
melakukan evaluasi. Evaluasi ini penulis karakteristik nyeri, atur posisi pasien
menggunakan metode sesuai teori yaitu senyaman mungkin, ajarkan teknik
SOAP (Subyektif, Obyektif, Assessment, manajamen nyeri, berikan analgesic
Planning). Evaluasi dilakukan selama 3 hari cetarolak 1 ampul (IV).

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 8||
Artikel Skripsi
Universitas Nusantara PGRI Kediri
4. Implementasi yang dilakukan penulis Yatim, Aini. (2005). Mioma Uteri, Gejala
dan Pencegahan. (Online). Tersedia
selama 3 hari. Implementasi diagnosa
di: www.ainiyatim.blogspot.com,
prioritas yang dilakukan berdasarkan diunduh tanggal 2 Januari 2015 jam
19.30 WIB.
intervensi keperawatan adalah pasien
mengatakan nyeri berkurang, TD :
130/80 mmHg, nadi : 80 x/menit, suhu :
37ºC, RR : 20 x/menit, keadaan umum
sedang, ekspresi wajah tenang, skala
nyeri 1-3.
5. Evaluasi pada diagnosa prioritas
didapatkan pasien mengatakan nyeri
sudah berkurang, masalah teratasi
sebagian dan intervensi dihentikan
(pasien pulang).

IV. DAFTAR PUSTAKA

Kusuma dan Nuratif. (2012). Aplikasi


Asuhan Keperawatan Berdasarkan
Nanda NIC-NOC. Yogyakarta:
Media Hardy.
Mansjoer dkk. (2008). Kapita Selekta
Kedokteran. Jakarta: Media
Aesculapius.
Masmuni, Aisya W. (2012). Asuhan
Keperawatan pada Mioma Uteri.
(Online). Tersedia di
www.wahdamegarezky.blogspot.co
m, diunduh tanggal 31 Desember
2014 jam 16.00 WIB.
Nelson. (2008). Mioma Uteri. (Online).
Tersedia di: www.nelsonmiomauteri.
Diunduh tanggal 3 Januari 2015 jam
17.00 WIB.
Prawirohardjo, Sarwono. (2005). Ilmu
Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Winkjosastro, Hanifa. (2005). Ilmu
Kandungan, Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Maria Alfrida Kollo| 12.2.05.01.0021 simki.unpkediri.ac.id


Fak. Ilmu Kesehatan – Prodi D-III Keperawatan || 9||