Anda di halaman 1dari 15

Sistem proteksi

eksternal

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 1
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Contents
 Perkembangan sistem proteksi petir
 Konsep sistem proteksi petir
 Metode perancangan
 Metode sistem proteksi kerucut
 Metode sangkar faraday
 Metode rolling sphere
 Metode collection volume
 Air terminal
 Down conductor
 Grounding system
 Hal penting lainnya

2
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 2
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Perkembangan
sistem proteksi petir

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 3
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

1
Sejarah sistem proteksi petir
 Petir merupakan bola api dahsyat dari langit yang
dapat terjadi setiap saat diluar kontrol manusia dan
dianggap sebagai tangan tuhan
 Benjamin Franklin (1752) : Petir merupakan
fenomena listrik, sehingga diperlakukan seperti
listrik, yakni :
 Diberi penerima sambaran petir (lightning rod, air
terminal atau finial atas)
 Disalurkan ke tanah (down conductor atau hantaran
turun)
 Dibuang di tanah dengan aman (grounding atau
sistem pentanahan)
 Teknologi diatas dikenal saat ini sebagai “sistem
proteksi petir eksternal”

4
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 4
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sejarah sistem proteksi petir


 Pada tahun 1971 dan diperbaharui tahun 1982
Jerman mengeluarkan tentang :
 Sistem proteksi petir (spp) eksternal. Akibatnya :
meledak, hancur, terbakar, mati dll
 Sistem proteksi petir (spp) internal. Kerusakan pada
elektronik/mikroprosesor yang dapat menyebabkan
gangguan lokal dan simultan.
 Akhir tahun 1980-an dikembangkan teknologi yang
mampu mengetahui posisi sambaran petir,
sehingga mempunyai kemampuan proaktif, yakni :
 Kemampuan peringatan dini karena adanya
kemampuan melacak pergerakan badai petir
 Kemampuan menyimpan data untuk analisa,
perencanaan, prefentive maintenance, penelitian dll

5
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 5
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sistem proteksi petir


 Sistem proteksi petir (SPP) atau Lightning
Protection System (LPS), dilakukan dengan
mengenal :
 Karakteristik petir : Petir pada suatu daerah tidak
sama dengan petir pada daerah lainnya mengenal
parameter petir pada lokasi instalasi sangat
menentukan dalam perencanaan dan pemeliharaan
instalasi SPP
 Teknologi deteksi petir untuk melacak dan
menentukan lokasi sambaran petir : Dapat diperoleh
dua keuntungan utama, yakni kemampuan peringatan
dini dan kemampuan mencatat data dari semua
sambaran petir dalam jumlah besar
 Sehingga sistem proteksi petir mencakup sistem
proteksi petir dan sistem deteksi petir
6
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 6
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

2
Sistem proteksi petir
 Sistem proteksi petir
 Sistem proteksi petir eksternal : air
termination, down conductor, grounding
system
 Sistem proteksi petir internal : surge
protection (arrester), shielding, bonding
 Sistem deteksi petir :
 Real time : sistem peringatan dini,
keselamatan, reliabilitas, kontinuitas,
prediksi
 Historik : perencanaan LPS, analisa kejadian
dan gangguan, asuransi, prakiraan,
penelitian dan pengujian, industri
7
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 7
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sistem proteksi untuk


instalasi
 Sistem proteksi terhadap sambaran
langsung
 Sistem proteksi terhadap sambaran
tidak langsung (proteksi terhadap
tegangan lebih transient akibat impuls
petir)
 Sistem grounding dan material
 Studi dan desain
 Pemeliharaan
8
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 8
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Akibat kerusakan pada


infrastruktur
 Proteksi terhadap sambaran langsung
yang tidak memadai
 Pentanahan yang tidak baik sehingga
arus petir dapat mengalir dekat
dengan peralatan elektronik
 Proteksi yang tidak memadai pada
sistem listrik
 Tidak ada proteksi jaringan telepon,
data dan kabel sinyal
9
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 9
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

3
Konsep sistem
proteksi petir

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 10
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Konsep sistem proteksi petir

 Menurut standar :
 External LPS : electro geometric
concept
 Internal LPS : lightning protection
zone concept

11
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 11
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Konsep sistem proteksi petir


Lightning Protection System

External Internal

Air terminal Arrester


Down conductor Shielding
Grounding system Bonding

12
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 12
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

4
Lightning protection level
according to IEC 62305-1
Minimum values of lightning parameters and
related rolling sphere radius corresponding to LPL

Probabilities for the limits of the lightning current parameters

13
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 13
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sistem proteksi petir


eksternal
 Perlindungan objek terhadap bahaya
sambaran petir langsung dengan
konsep electromagnetic dan konsep
collection volume :
 Finial atau Air Terminal
 Down Conductor atau Hantaran Turun
 Sistem Pentanahan atau Grounding
System

14
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 14
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Komponen sistem proteksi


eksternal
1
1

2
2

3
1

1. Air termination
2
2. Down conductor
3. Grounding system
15
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
3 Grounding 15
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

5
Komponen sistem proteksi
eksternal (Cont’d)
1 1

2
3

1. Air termination
3 2. Down conductor
3. Grounding system
16
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 16
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Komponen sistem proteksi


eksternal (Cont’d)
1

2
2

3
3

1. Air termination
2. Down conductor 2
3. Grounding system 3
17
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 17
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Metode
perancangan sistem
proteksi petir
eksternal

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 18
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

6
Rancangan sistem proteksi
petir eksternal
 Metoda sistem proteksi kerucut
 Metoda sangkar faraday

 Metoda rolling sphere atau electro


geometri concept (bola gelinding)
 Metoda collection volume
(intensifikasi medan listrik)

19
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 19
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Metode sistem proteksi


kerucut

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 20
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sistem proteksi kerucut

 Sistem proteksi
kerucut adalah
metoda sederhana
dengan membuat
daerah lindung
sesuai dengan
konduktor tegak
(Franklin rod)

21
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 21
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

7
Metoda sangkar faraday

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 22
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sangkar faraday

 Sangkar faraday
adalah kombinasi
konduktor finial dengan
hantaran turun atau
stuktur metal pada
bangunan yang
terhubung satu dengan
lainnya secara
konduktif sehingga
membentuk sangkar
metal

23
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 23
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Example according to NFPA


780

(b)

(a)
•(a) Air Terminations on pitched roof : A = 20 ft (6 m) maximum spacing,
and shall be located within B = 24 in. (0.6 m) of ends of ridges
•(b) Air Terminations on gently sloping roof : A = 50 ft (15 m) maximum
spacing and B = 20 ft (6 m) maximum spacing
•(c) Air Terminations on flat roof : A = 50 ft (15 m) maximum spacing
between air terminal, B = 150 ft (45 m) maximum length of cross run
conductor permitted without a connection from the cross run conductor (c)
to the main perimeter or down conductor and C = 20 ft (6 m) maximum
spacing between air terminals along edge
24
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 24
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

8
Metoda rolling sphere

Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group


Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 25
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Metoda rolling sphere

26
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 26
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Metoda rolling sphere

27
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 27
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

9
Metoda rolling sphere

 rolling sphere = bola gelinding =


elektrogeometri
 Jarak Sambar
 Distribusi Arus Puncak
 Sudut Lindung
 Daerah Lindung

28
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 28
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Jarak sambar
 Salah satu metoda untuk menghitung daerah
lindung dan sudut lindung sebuah air terminal
adalah metoda bola gelinding – rolling sphere
method.
 Jarak sambar – striking distance adalah jarak
antara lidah petir ke bawah – downward leader
sesaat sebelum bersatu dengan lidah penyonsong
– upward leader pada titik sambar petir.
 Secara empiris jarak sambaran merupakan fungsi
dari arus puncak petir, dan sebagian peneliti juga
menurunkan bahwa jarak sambar adalah fungsi
tinggi stuktur

29
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 29
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Jarak sambar

r = 6.7 I0.85
30
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 30
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

10
31
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 31
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

32
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 32
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Distribusi arus puncak

 Arus puncak petir yang digunakan dalam


menentukan jarak sambar atau sudut lindung
ditentukan dari tingkat proteksi yang diinginkan.
 Biasanya untuk keperluan engineering diperlukan
arus puncak dengan statistik 50%.
 Misalkan arus puncak 40 kA dengan statistik 50%
maka sistem proteksi melindungi 50% petir dengan
arus > 40 kA, sedangkan 50% sisanya (<40 kA)
tidak terproteksi.
 Statistik lain yang biasanya digunakan adalah 85%,
93%, 95% dan 99%.

33
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 33
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

11
34
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 34
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Rolling sphere method :


what kind of I [kA] to used?
 Step 1 - Determine level protection : risk
analysis (ex: I, II, III, IV? – IEC 62305-2/IEC
61662)
 Step 2 - Find out percentage or probability
of “minimum values of lightning current” (ex:
99%, 97%, 91%, 85%)
 Step 3 - From (local or standard) lightning
current distribution curve, determine the
current
 Step 4 - Calculate the striking distance (ex:
r = 6.7 I0.8)
35
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 35
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

 Determine level protection : risk analysis (ex: I, II, III, IV? – IEC
62305-2/61662)
 Example : from risk analysis result, the structure to be
protected in level IV
 Find out percentage of “minimum values of lightning current” (ex:
99%, 93%, 85%)
 Lightning protection level IV  the probability of lightning
current parameter is 85%
 From (local or standard) lightning current distribution curve,
determine the current
 85% of lightning current in the area is >25 kA (negative strokes)
• it is mean that lightning current greater than 25 kA shall be
protected by external protection of the structure,
• less than 25 kA is unprotected or electrical system and
electronics within structure should be protected by internal
protection
 Calculate the striking distance or the radius of the rolling sphere
(ex: r = 6.7 r0.8)
 R = 6.7 * 250.8 = 88 m

36
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 36
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

12
Sudut lindung

 Sudut lindung sebuah air terminal dapat diukur


dengan menggambarkan daerah lindung dengan
metoda bola gelinding dimana sudut lindung adalah
sudut diantara garis singgung bola gelinding yang
mengenai air terminal dengan permukaan tanah.
 Sudut lindung juga dapat didekati dengan dengan
persamaan Hasse dan Wiesinger berikut ini :

 Untuk h<r, dimana h tinggi struktur, r jarak sambar

37
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 37
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sudut lindung
 Sedangkan sudut lindung dua buah batang tegak yang
terpisah sejarak S dapat didekati dengan :

 Untuk s<2r

38
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 38
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Sudut lindung menurut IEC-62305


Lightn. Rolling Protective Angle  () Mesh
Protec. Sphere Size
(°) 80
Class r (m) 70
(m)
60
I 20 50 5x5
40
30
II 30 10 x 10
20
10
III 45 I II III IV 15 x 15
0

IV 60 0 10 20 30 40 50 60 20 x 20
h(m)

r h: Height of the air terminations


h above the area to protect

r: Radius of the “Rolling Sphere"
 : Protective Angle
Protected Area
Lit.: ...

39
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 39
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

13
Contoh untuk r > h  (I >>)
r

protected area h

40
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 40
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

Contoh untuk r < h  (I <<)

unprotected area
r

r
h
r

protected area
41
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 41
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

r
Daerah lindung 2 tiang
vertikal
r

protected area
r

r h1
r
r
h2

42
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 42
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

14
Standar Isolator

43
Dr. Reynaldo Zoro - Power Engineering Research Group
Tutorial Sistem Proteksi Petir dan Sistem Grounding 43
School of Electrical Engineering and Informatics, Institute of Technology Bandung

15