Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN

PELATIHAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL EMERGENSI KOMPREHENSIF


(PONEK)

RSIA DEDARI KUPANG

Latar Belakang

Bangsa Indonesia dihadapkan dengan tantangan untuk senantiasa meningkatkan kinerja dari
aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi yang dikenal dengan Indeks Pembangunan Manusia.
Kini kita berada pada urutan ke 112 dan tidak meningkat dibandingkan dengan bangsa lain selama
5 tahun terakhir ini. Angka kematian ibu (AKI) tidak menunjukkan penurunan bermakna selama
15 tahun, dimana seharusnya sudah 225 pada tahun 2015. Kini kita diharapkan dapat mencapai
target Angka Kematian Ibu menjadi 112 dan Angka Kematian Bayi (AKB) sampai 20 pada tahun
2018 yaitu saat Program Nasional.

Untuk mendukung hal diatas, maka peningkatan mutu pelayanan kesehatan merupakan suatu hal
yang penting. Pelayanan perinatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan
bayi baru lahir secara terpadu (fokus pada PONED dan PONEK) dalam satu manajemen.

Deskripsi Pelatihan

Pelatihan selama 3 hari ini dirancang untuk menyiapkan peserta agar memiliki kemampuan
untuk menyelenggarakan pelayanan kegawat daruratan obstetri dan neonatal emergensi
komprehensif berdasarkan pendekatan partisipatif dan humanistik dalam pelatihan.
Setelah pelatihan diharapkan para peserta mengetahui dan terampil untuk mengatasi masalah
perdarahan dan komplikasinya pada kehamilan muda, asuhan antenatal, konsep dan penyulit kala
I-IV persalinan, penaganan awal komplikasi persalinan, asuhan bayi baru lahir dan resusitasi
neonatal. Satu bulan pasca pelatihan, akan dilakukan observasi langsung (On the Job Training) di
tempat para peserta pelatihan bekerja untuk memastikan bahwa mereka telah mencapai tahap
kompetensi dalam bidang PONEK seperti yang diharapkan dan menilai kesiapan institusi
pelayanan untuk mendukung perbaikan kinerja dan penerapan standar yang telah dilatihkan.
Sasaran Akhir Pelatihan

Mempersiapkan petugas pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang terampil dalam prosedur
standar pelayanan kesehatan di RSIA Dedari Kupag.

Tujuan pelatihan
 Mengenalkan, memberi pengetahuan dan keterampilan klinik yang diperlukan dalam
pelayanan PONEK

 Penyegaran pengetahuan dan keterampilan proses pencegahan infeksi yang diperlukan dalam
setiap prosedur klinik dan pelayanan PONEK.

 Memahami dan mampu melaksanakan komunikasi interpersonal/konseling yang pada


akhirnya bermuara pada pelayanan sayang ibu dan bayi, termasuk memperhatikan hak klien
dalam pelayanan PONEK.

 Memahami, menyiapkan, dan menyelenggarakan pelayanan PONEK, sesuai dengan standar


yang telah ditetapkan. Dengan dukungan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan
melalui pelatihan ini, peserta akan mampu menyiapkan dan menatalaksana pelayanan dan
sistem rujukan yang berkualitas di Institusi Kesehatan Rujukan, untuk mengayomi masyarakat
yang membutuhkan pelayanan kesehatan maternal-neonatal.

 Memperkenalkan konsep Tim Medis PONEK di institusi pelayanan kesehatan yang ada,
sebagai unit kerjasama dan kemitraan. Dengan konsekuensi bahwa apabila ada pertukaran unit
tugas atau alih unit kerja maka pemilik institusi harus melakukan penggantian anggota Tim
melalui sistem pendanaan dari institusi dan pelatihan internal.

 Memahami/mampu untuk menyelenggarakan program peningkatan kinerja dan menjaga mutu


pelayanan PONEK di Institusi Pelayanan Kesehatan Rujukan.

Tujuan Pembelajaran Peserta


Pada akhir pelatihan pelatihan, peserta akan mampu :
1. Memahami dan melaksanakan penilaian awal, evaluasi medik dan stabilisasi kondisi
gawatdarurat. Penilaian awal tersebut termasuk kajian riwayat medis, pemeriksaan fisik dan
uji laboratorium sederhana (bila diperlukan), terhadap wanita yang mungkin mengalami
masalah kesehatan reproduksi atau maternal-neonatal.

2. Menatalaksana komplikasi gawatdarurat maternal dan neonatal seperti berbagai jenis syok,
berbagai jenis perdarahan (abortus, antenatal, intrapartum, pascapersalinan), infeksi atau
sepsis, stabilisasi pra-tindakan atau pra-rujukan, resusitasi neonatal, pre-eklampsia dan
eklampsia, partus macet, dan berbagai prosedur operatif (baik vaginal maupun per abdominam)
untuk terminasi persalinan.

3. Menjelaskan kondisi pasien, prosedur klinik PONEK, termasuk indikasi dan hal-hal yang akan
dilakukan, kondisi khusus atau harus diwaspadai oleh petugas pelaksana dan kemungkinan
risiko yang terjadi (baik yang sudah diramalkan atau tidak).
4. Melakukan prosedur pencegahan infeksi yang benar untuk mengurangi risiko infeksi pasca
tindakan dan penularan penyakit fatal seperti hepatitis B atau AIDS, baik ke pasien maupun
petugas kesehatan.

5. Menatalaksana penyulit dan komplikasi serta pengobatan sesuai dengan standar yang berlaku
atau panduan klinik/pelayanan yang ada.

6. Mengatasi komplikasi yang terjadi sebelum, selama dan setelah prosedur klinik.

7. Menjelaskan dampak proses pelayanan yang berkualitas untuk mempertahankan dan


meningkatkan mutu pelayanan asuhan pascakeguguran yang mengacu pada kebutuhan klien.

8. Mendeskripsikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyiapkan dan


menatalaksana pelayanan PONEK yang berkualitas di tempat tugas.

Metode pembelajaran atau pelatihan


 Kuliah ilustratif/partisipatif dan diskusi kelompok

 Tugas individual atau berkelompok

 Permainan peran

 Praktik dengan model anatomi untuk akuisisi keterampilan klinik


Peserta:

Tim dari RSIA Dedari Kupang


Tim terdiri dari: 1 dokter spesialis obgyn

1 dokter spesialis anak

2 bidan VK

2 perawat perinatologi

2 perawat UGD

2 perawat rawat inap

1 dokter umum UGD

Materi pelatihan
Buku pegangan dan alat-bantu pada pelatihan ini adalah :
 Paket Pelatihan Klinik: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
Asuhan Maternal Esensial
 Paket Pelatihan Klinik: Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK)
Asuhan Neonatal Esensial

 Perlengkapan dan peralatan

 AVM Kit (IPAS)

 Delivery Kits

 Ambubag Neonatal

 Emergency Sets

 Operative Delivery Sets

 Resusitasi Dewasa

 Model anatomi/pelvik (ZOE) dan Delivery Mannequin Sets

Metode Evaluasi
Evaluasi peserta

 Kuesioner sebelum dan tengah pelatihan


 Penilaian pemantauan kinerja peserta di tempat bertugas

Evaluasi Pelatihan
 Lembar Evaluasi Pelatihan (diisi oleh setiap peserta)