Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH TEKNIK PENCUCIAN TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN CAIRAN

MANI DAN SPERMATOZOA PADA KAIN KATUN

Rizki Albizar
Mohammad Tegar Indrayana
Miftah Azrin
bijar92@yahoo.co.id

ABSTRACT

Sexual offence is one of social problem that often happened in society. One of the best
evidence used for investigation was semen and sperm found in a victim’s dress. A dress
usually made by cotton fabric. This research aimed to discover the influence of washing
method to semen and sperm test result in a cotton fabric. This research planned as
experimental research, used berberio test for semen and baechi test for sperm test. The result
concluded that semen still visible up to 7 days, while the sperm only lasts 3 to 4 days.
Conclusion there is no influence of washing found in semen test result while the washing
method did influence the sperm test result in the cotton fabric.

Key words: semen, sperm, cotton fabric, washing method

PENDAHULUAN

Dalam waktu dekat ini, banyak perkosaan untuk dapat menentukan apa
masalah sosial yang kerap terjadi dalam apa saja bukti yang dapat diangkat untuk
masyarakat. Salah satu masalah sosial menyelesaikan kasus perkosaan. Selain itu
yang selalu menjadi perbincangan publik peran penting seorang dokter yakni dapat
yang diharapkan tidak terjadi lagi yaitu menentukan telah terjadinya persetubuhan
perkosaan. Tindakan perkosaan ini dapat atau tidak, memperkirakan waktu
mengakibatkan korban mengalami terjadinya, dan adanya tanda kekerasan.1,2
kekerasan secara fisik maupun secara
psikologi. Sehingga perkosaan dapat Salah satu barang bukti yang
digolongkan dalam kejahatan seksual. mendukung dalam pengungkapan kasus
perkosaan yaitu bukti berupa cairan mani
Tindakan perkosaan harus dapat dan sperma yang ditemukan di tempat
dibuktikan secara hukum dan medis. Maka kejadian perkara atau yang dibawa oleh
dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan korban maupun kerabat korban kepada
yang memadai dalam pembuktian dari segi penyidik sebagai bukti terjadinya
medis. Seorang dokter harus memiliki persetubuhan. Barang bukti tersebut dapat
pemahaman yang baik dalam kasus diperiksa di laboratorium forensik yang

JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014


nantinya akan dijadikan acuan dalam Berdasarkan latar belakang diatas
menegakkan kasus perkosaan. penulis tertarik melakukan penelitian
pengaruh teknik pencucian terhadap hasil
Sebagian besar korban perkosaan pemeriksaan cairan mani dan sperma pada
menyembunyikan hal yang terjadi pada kain katun dalam bidang forensik klinik
dirinya dan memilih untuk tidak selama 7 hari.
melaporkan kasus perkosaan tersebut,
karena korban merasa malu dan tertekan METODE PENELITIAN
mental sehingga barang bukti pun tidak
ditemukan.3 Desain penelitian ini adalah
penelitian eksperimental dengan jenis
Untuk memperjelas dan penelitian deskriptif. Penelitian ini melihat
mempermudah pengungkapan kasus pengaruh teknik pencucian terhadap hasil
perkosaan maka digunakanlah barang pemeriksaan cairan mani dengan
bukti yang sangat sering dijumpai pada menggunakan uji berberio dan sperma
kasus perkosaan yakni cairan mani dan dengan uji baechi pada pada kain katun
sperma yang ada pada bahan pakaian selama 7 hari.
korban. Bercak cairan mani dan sperma
diperiksa dalam pengaruh keadaan tertentu Penelitian ini terdiri dari populasi
dapat menampilkan hasil yang mampu target dan populasi terjangkau. Populasi
membatu dalam menuntaskan perkara target dalam penelitian ini adalah semua
kain yang ada bercak cairan mani pada
kejahatan seksual. Salah satunya pengaruh
wilayah Provinsi Riau, sedangkan populasi
waktu dalam hasil pemeriksaan cairan
terjangkau dalam penelitian ini adalah
mani dan sperma.4 Dari sejumlah kasus
kejahatan seksual yang ada, pakaian yang semua kain yang ada bercak cairan mani
pada wilayah Kota Pekanbaru.
dijadikan barang bukti terdapatnya suatu
bercak cairan mani dan sperma biasanya Sampel penelitian ini adalah kain
pakaian yang berbahan dasar kain katun. 5 katun yang dioles cairan mani dan sperma
Penelitian ini adalah penelitian yang diperoleh dari laki-laki sukarelawan.
lanjutan dari penelitian yang dilakukan Kemudian sampel dicuci dengan teknik
oleh Dinihar (2011). Penelitian pencucian tertentu dan dikeringkan dengan
sebelumnya bertujuan untuk mengetahui menggunakan inkubator bersuhu 37 derajat
lebih kurang selama 10 menit. Cara
pengaruh waktu terhadap hasil
pemilihan sampel adalah dengan
pemeriksaan cairan mani dan spermatozoa
menggunakan metode Probability
pada kain katun dan menggunakan waktu
Sampling. Penelitian ini menggunakan 2
penelitan selama 7 hari. Perbedaan
penelitian ini dari penelitian sebelumnya buah perlakuan yaitu kain katun yang
adalah berdasarkan efek yang dihasilkan diberikan ejakulat dicuci dengan air dan
dari teknik pencucian dengan air dan air kain katun yang diberikan ejakulat dicuci
dengan air deterjen rinso.
deterjen rinso pada kain katun yang
terdapat cairan mani dan sperma. Sesuai rumus Federer:6
t (r-1) ≥ 15
JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014
Keterangan : r = jumlah sampel 4. Reagen berberio dialirkan di
bawah kaca penutup pada satu sisi,
t = perlakuan kemudian lihat di bawah
mikroskop dengan perbesaran
Penelitian ini didapatkan, t 400x.
= 2, yaitu jumlah perlakuan dan r = 8, 5. Hasil positif berupa tampak kristal
yaitu sampel minimal untuk masing- spermin pikrat kekuniangan
masing perlakuan. Berdasarkan rumus berbentuk jarum dengan ujung
diatas, sampel minimal pada penelitian ini tumpul. Kristal mungkin pula
sebanyak 16 sampel. Namun, pada berbentuk ovoid.
penelitian ini digunakan 28 sampel kain b.Uji pewarnaan Baechi
katun. Prinsip kerja nya yaitu asam fukhsin dan
metilen biru merupakan zat warna dasar
Pemeriksaan dilakukan setiap hari dengan kromogen bermuatan positif. Asam
pada pukul 15.00 WIB selama 7 hari. nukleat pada kepala spermatozoa dan
Identifikasi cairan mani dilakukan dengan komponen sel tertentu pada ekor
uji berberio dan identifikasi sperma membawa muatan negatif, maka akan
dilakukan dengan uji baechi. Hasil berikatan secara kuat dengan kromogen
pemeriksaan dibandingkan dengan sampel kationik tadi. Sehingga terjadi pewarnaan
kontrol penelitian. pada kepala spermatozoa.
a.Uji Berberio Cara pemeriksaan:
Prinsip reaksi ini adalah menentukan 1. Sampel digunting dengan ukuran 5
adanya spermin dalam semen. Spermin mm x 5 mm.
yang terkandung pada cairan mani akan 2. Sampel lalu diberi pewarnaan
beraksi dengan larutan asam pikrat jenuh dengan memasukkan sampel ke
membentuk kristal spermin pikrat. dalam reagen baechi selama 3 – 5
menit.
Cara pemeriksaan : 3. Sampel yang telah diwarnai
1. Sampel digunting dengan ukuran 1 dimasukkan ke dalam HCl 1%
cm x 1 cm lalu dimasukkan ke selama beberapa saat lalu
dalam tabung reaksi dan diteteskan didehidrasi berturut – turut dalam
1 ml akuades. alkohol 70%, 85%, dan absolut
2. Tabung reaksi yang berisi sampel kemudian dijernihkan dengan xylol
tersebut disentrifuge selama 5 sebanyak 2 kali.
menit dengan kecepatan 1000 4. Sampel diuraikan menjadi serabut
rotation per minute (rpm). halus dan diperiksa di bawah
3. Setelah disentrifuge supernatan mikroskop sebanyak 3 x
diambil dengan menggunakan pipet pengulangan dengan perbesaran
tetes dan ditaruh di kaca objek, 1000 x.
biarkan mengering di udara lalu 5. Hasil positif yaitu tampak
ditutup dengan kaca penutup. spermatozoa dengan kepala
berwarna merah dan ekor berwarna
JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014
merah muda yang menempel pada ) adalah tidak ditemukannya kristal
serabut benang. spermin pikrat pada mikroskop dengan
Data didapat selama penelitian diolah dan perbesaran 400x yang dapat dilihat pada
dianalisis secara manual. Data berbentuk gambar 4.1.
data kualitatif yaitu diberi tanda + (positif)
jika dalam pemeriksaan ditemukan cairan
mani dan spermatozoa dan tanda – a b c
(negatif) jika tidak ditemukan cairan mani
dan spermatozoa. Selama waktu penelitian
data yang didapat dilakukan penyuntingan
data apakah data lengkap atau tidak, d e f
kemudian dilakukan tabulasi yakni
membuat tabel-tabel data. Setelah data
tersebut diolah, hasil penelitian ini
g h i
disajikan dalam bentuk tabel dan tekstural.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemeriksaan cairan mani pada kain katun
menggunakan uji Berberio dan
j k l
pemeriksaan spermatozoa pada kain katun
menggunakan uji Baechi. Hasil
pemeriksaan dapat dilihat pada tabel 4.1.
m n o
Table 4.1 : Hasil pemeriksaan cairan mani
dan sperma pada media kain katun.

Hari
Hasil pemeriksaan
p
Air Air deterjen rinso Gambar 4.1 : Hasil pemeriksaan cairan mani
(waktu) dengan uji Berberio berupa kristal spermin
Berberio Baechi Berberio Baechi
pikrat yang ditunjuk oleh jarum dengan
1 + + + +
perbesaran 400x. a. hari pertama (air), b. hari
2 + + + +
pertama (air deterjen rinso), c. hari kedua (air),
3 + + + +
d. hari kedua (air deterjen rinso), e. hari ketiga
4 + + + +
(air), f. hari ketiga (air deterjen rinso), g. hari
5 + - + - keempat (air), h. hari keempat (air deterjen
6 + - + - rinso), i. hari kelima (air), j. hari kelima (air
7 + - + - deterjen rinso), k. hari keenam (air), l. hari
keenam (air deterjen rinso), m. hari ketujuh
Berdasarkan tabel di atas (air), n. hari ketujuh (air deterjen rinso), o.
pemeriksaan berberio masih menunjukkan kontrol positif, p. kontrol negatif.
hasil positif (+) hingga hari ketujuh dalam
perendaman dengan air dan air deterjen Berdasarkan tabel di atas
rinso. Hasil positif (+) pada pemeriksaan pemeriksaan Baechi masih menunjukkan
berberio berarti ditemukannya kristal hasil positif (+) hingga hari keempat dalam
spermin pikrat yang berbentuk ovoid atau perendaman dengan air dan air deterjen
berbentuk jarum sedangkan hasil negatif (- rinso. Hasil positif (+) pada pemeriksaan

JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014


Baechi berarti ditemukan sel spermatozoa oleh kelenjar prostat. Hasil reaksi antara
dengan kepala berwarna merah dan ekor asam pikrat jenuh dengan kristal spermin
berwarna merah muda yang menempel tersebut yaitu tampak jarum dengan ujung
pada serabut benang sedangkan hasil tumpul berwarna kekuningan dibawah
negatif (-) berarti tidak ditemukan sel mikroskop pada perbesaran 400x.
spermatozoa pada mikroskop dengan Berdasarkan penelitian sebelumnya
perbesaran 1000x yang dapat dilihat pada Dinihar (2011), pemeriksaan cairan mani
gambar 4.2. dengan menggunakan metode berberio
pada kain katun masih memberikan hasil

a b c positif hingga hari ketujuh.


membenarkan bahwa sampel yang bukan
Hal ini

cairan masih dapat dilakukan pemeriksaan


cairan mani menggunakan metode
d e f berberio dengan cara
koagulatnya. Koagulat yang didapat
membuat

g h i
selanjutnya dilakukan pembuatan slide
pada kaca objek sehingga siap untuk
diteteskan reagen berberio. Selain itu

j k l
metode berberio merupakan pemeriksaan
khusus untuk sampel berupa cairan mani.7
Menurut Gaensslen (1983) bahwa
bercak mani yang telah berusia 3 tahun
m n o masih positif terdapat cairan mani dengan
pemeriksaan berberio bahkan bercak

p tersebut telah dipanaskan pada suhu yang


mencapai 150oC.8
Gambar 4.2 : Hasil pemeriksaan spermatozoa Kristal spermin pikrat merupakan
dengan uji Baechi berupa kepala spermatozoa hasil dari penggabungan antara kristal
berwarna merah yang ditunjuk oleh jarum spermin yang ada pada cairan mani dengan
dengan perbesaran 1000x. a. hari pertama larutan asam pikrat jenuh. Secara teori
(air), b. hari pertama (air deterjen rinso), c. kristal merupakan ikatan padat yang sangat
hari kedua (air), d. hari kedua (air deterjen kuat dengan adanya interaksi tarik menarik
rinso), e. hari ketiga (air), f. hari ketiga (air elektrostatik antara muatan-muatan positif
deterjen rinso), g. hari keempat (air), h. hari
pada inti dan muatan-muatan negatif dari
keempat (air deterjen rinso), i. hari kelima
elektron.
(air), j. hari kelima (air deterjen rinso), k. hari
keenam (air), l. hari keenam (air deterjen Berdasarkan pengetahuan peneliti
rinso), m. hari ketujuh (air), n. hari ketujuh (air bahwa belum ada penelitian pengaruh
deterjen rinso), o. kontrol positif, p. kontrol teknik pencucian terhadap hasil
negatif. pemeriksaan cairan mani. Peneliti
berpendapat hasil yang ditemukan saat
Dasar teori dari uji berberio adalah penelitian yaitu masih positifnya uji
reaksi antara asam pikrat jenuh dengan berberio hingga hari ketujuh pada bercak
kristal spermin. Kristal spermin dihasilkan cairan mani yang dicuci dengan air dan air
JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014
deterjen dikarenakan adanya kemampuan pewarnaan baechi dapat juga disebut
dari kristal spermin yang bisa bertahan sebagai uji penentuan terdapatnya ada atau
hingga waktu yang lama. tidak spermatozoa pada bercak semen.
Penelitian tentang efek perendaman Hasil pemeriksaan uji baechi pada
bercak semen pada kain katun didalam air penelitian ini menunjukkan hasil positif
yang telah diteliti oleh Joshi et al pada (+) dengan ditemukannya kepala
tahun 1981, bercak semen pada kain katun spermatozoa berwarna merah dan ekor
yang telah dikeringkan pada suhu 37 oC berwarna merah muda yang menempel
kemudian dilakukan tes fosfatase asam pada serabut benang yang transparan pada
(FA) dan pemeriksaan mikroskopis. mikroskop dengan perbesaran 1000 x.
Terendam selama 72 jam aktifitas FA Hasil positif masih didapat hingga hari
masih sangat baik (waktu reaksi 30-60 keempat.
detik) dan spermatozoa yang utuh dalam Pada dasarnya uji pewarnaan
jumlah lebih dari 12 per lapangan baechi merupakan pewarnaan yang
pandang. Terendam selama 120 jam reaksi menggunakan metilen biru dan asam
FA masih baik (waktu reaksi 2-3 menit) fukhsin sebagai zat warna dasar kromogen
dan dalam satu lapangan pandang positif yang berikatan dengan asam
ditemukan paling sedikit 4 spermatozoa nukleat atau DNA kromogen negatif yang
yang utuh dan 4-12 kepala spermatozoa. terkandung dalam spermatozoa.
Terendam selama 144 jam (6 hari) masih Penelitian yang mendukung
terdapat aktifitas FA dan lebih dari 12 penelitian ini yaitu penelitian yang
kepala spermatozoa dalam satu lapangan dilakukan oleh Nuraini et al (2012) yang
pandang.7 menyatakan bahwa adanya pengaruh
Penelitian Joshi et al waktu dan pencucian deterjen terhadap
menyimpulkan bahwa bercak semen pada kadar DNA spermatozoa pada bercak
kain katun yang telah direndam dalam air semen. Hasil dari penelitian tersebut
hingga hari keenam menunjukkan masih menjelaskan kadar DNA spermatozoa
terdapatnya aktifitas FA. Dengan masih dihitung dengan menggunakan UV-Visible
terdapatnya aktifitas FA pada bercak Spectrophotometer yang menyatakan
semen yang telah direndam dalam air bahwa semakin lama waktu dan perlakuan
hingga hari keenam berarti membuktikan yang dicuci dengan deterjen pada bercak
benar ada terdapatnya cairan mani pada semen maka terdapat penurunan kadar
kain katun tersebut. Penelitian yang DNA spermatozoa. Penelitian ini
dilakukan oleh peneliti juga menunjukkan hasil kadar DNA
menyimpulkan bahwa pemeriksaan cairan spermatozoa pada bercak semen turun
mani pada kain katun yang telah dicuci drastis dari 450 ng pada hari pertama
dalam air dan air deterjen hingga hari menjadi 100 ng pada hari ketujuh.10
ketujuh menunjukkan hasil masih Peneliti berpendapat bahwa berkurangnya
terdapatnya cairan mani dengan DNA spermatozoa yang dikarenakan oleh
menggunakan uji berberio. pengaruh waktu dan pencucian deterjen
Prosedur baku yang digunakan terhadap bercak semen pada penelitian
dalam pemeriksaan morfologi spermatozoa Nuraini et al dapat memberikan hasil
pada kain yaitu uji pewarnaan baechi.9 Uji negatif pada uji pewarnaan baechi.
JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014
Berdasarkan penelitian yang serupa pengaruh aktifitas seperti buang air kecil,
oleh Kawarowski et al (1996) yaitu mandi, membasuh alat kelamin dan
pengaruh pencucian dengan mesin cuci vertical drainage menyebabkan
pada kain katun yang memiliki bercak spermatozoa tidak dapat ditemukan lagi
semen, disebutkan bahwa penelitian ini setelah 3 hari, dan hasilnya membuktikan
dilakukan dengan menggunakan sebuah bahwa spermatozoa dapat larut dalam air. 12
mesin cuci yang berkondisi baik, UCAPAN TERIMA KASIH
kemudian dimasukkan sampel sebanyak Penulis mengucapkan terima kasih
162 kain katun yang bersih dari bercak yang sebesar-besarnya kepada pihak
semen bersamaan dengan sepasang kain Fakultas Kedokteran Universitas Riau,
katun yang memiliki bercak semen. Staff Laboratorium Patologi Klinik FK
Setelah dicuci lalu dilakukan pemeriksaan UR, dosen pembimbing yang telah
mikroskopik, hasilnya ditemukan 3-8 meluangkan waktu, pikiran, bimbingan
spermatozoa pada 16% sampel (25/162), dan ilmu kepada Penulis serta kepada
ditemukan 1-2 spermatozoa pada 38% responden yang telah berpartisipasi dalam
sampel (62/162), dan lebih dari 50% penelitian ini sehingga penelitian ini dapat
sampel (75/162) ditemukan satu kepala diselesaikan.
spermatozoa.11 Penelitian diatas dilakukan DAFTAR PUSTAKA
pada satu hari saja dan menyimpulkan 1. Robert R. Hazelwood, Ann
bahwa bercak semen yang dicuci bisa larut Wolbert Burgess. Practical aspects
dalam air dan berpindah kesuatu tempat of rape investigation: A
Multidisciplinary approach, third
lainnya. Hal ini membuktikan adanya
edition (practical aspects of
perpindahan spermatozoa pada kain katun criminal and forensic
yang dicuci. investigations). Boca Raton : CRC;
Teori lain tentang pemeriksaan 2001.
spermatozoa yang bukan pada pakaian 2. Di Maio DJ. Forensic pathology.
diteliti oleh Basbeth et al (2008) yaitu Boca Raton : CRC Press; 1993.
pemeriksaan spermatozoa pada korban 3. Sulistyaningsih E, Faturachman.
Dampak Sosial Psikologis
hidup dalam kasus kejahatan seksual
Perkosaan.UGM.2002 [
hanya dapat terdeteksi selama 3 hari sejak Dipublikasikan pada bulletin
kejadian, dikarenakan pada korban psikologi tahun X ] No 1, Juni
tersebut biasanya banyak melakukan 2002, 9-13.
aktifitas, seperti buang air kecil, mandi, 4. Dinihar M.Sukri. Pengaruh Waktu
membasuh alat kelamin, dan vertical Terhadap Hasil Pemeriksaan
drainage. Hal ini menyebabkan pada Cairan Mani dan Sperma Pada
Kain Katun Dalam Bidang
korban hidup yang datang lebih dari 3 hari
Forensik [ skripsi
sejak kejadian kasus kejahatan seksual ].Pekanbaru.Universitas Riau;
tidak akan ditemukan lagi spermatozoa 2011.
pada pemeriksaan mikroskop. Sedangkan 5. Khan MS, Ali I, Khan ZA, Tahir F,
pada korban mati pemeriksaan Subhan F, Deepa F, et al. Pattern of
spermatozoa masih dapat dilakukan semen characteristics in infertile
males. J Med Sci; 2005: 3(1);6-9.
sampai satu minggu pasca perkosaan.
Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa
JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014
6. Steel RD, Torrie JH. Principles and kedokteran forensik. 2nded. Jakarta
Procedures of Statistic a : Bagian Kedokteran Forensik
Biometrical Approach. Tokyo : Mc Fakultas Kedokteran Universitas
Graw Hill; 1990. Indonesia; 1997.
7. Budijanto A, Sudiono S, 10. Nuraini I, Kusuma SE, Sosiawan
Purwadianto A. Kejahatan seks dan A. Analisis pengaruh waktu dan
aspek medikolegal gangguan pencucian deterjen terhadap DNA
psikoseksual. Bagian Ilmu bercak cairan semen pada lokus
Kedokteran Forensik Fakultas FGA dengan metode STR-PCR.
Kedokteran Universitas Indonesia. Jurnal UNAIR. 2012.
Jakarta : Kalman Media Pustaka; 11. Kafarowski E, Lyon AM, Sloan
1982. MM. The Retension and Transfer
8. Gaensslen. Sourcebook in Forensic of Spermatozoa In Clothing by
Serology, Immunology, and Machine Washing. 1996.
Biochemistry. Washington DC : 12. Basbeth F, Kristanto E, Irmansyah,
Department of Justice. 1983. Satriyo R. Tindak pidana
9. Budiyanto A, Widiatmo W, kesusilaan pada retardasi mental.
Sudiono S, Winardi T, Mun’im A Indonesian Journal legal Forensic
Sidhi, Hertian S, dkk. Ilmu Science. 2008;1(1):13-6.

JOM Volume 1, No 2, Oktober 2014