Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKHIR MODUL 1

PUTRI MAULINAAZIZAH

19050909710012

IPA UNESA KELAS A

Operasi Transplantasi Kepala Manusia?

Suksesnya pengujian transplantasi kepala tikus yang telah dilakukan pada

beberapa bulan lalu, kini akan kembali dilakukan dengan kepala manusia.

Transplantasi kepala yang telah dilakukan masih sekedar tahap uji coba. Kepala

manusia yang digunakan sebagai objek pengamatan adalah kepala mayat yang

di Operasi ke badan mayat lainnya. Operasi yang berjalan dengan

menggunakan kurun waktu 18 jam tersebut di pimpin oleh dr. Sergio Canavero.

Pengujian operasi transplantasi ini awalnya mengalami berbagai kontroversi,

hal ini terjadi akibat adanya usulan operasi akan dilakukan di Negara Amerika

Serikat (AS) namun berbagai alasan yang kuat menjadikan pengujian yang

membuat dunia pangling dan geger sejenak ini berhasil dilakukan di Tiongkok.

Alasan memilih Tiongkok oleh dokter Canavero adalah tak lain karena dokter

yang akan menjadi partner operasi adalah dokter asal Tiongkok. Dokter

Tiongkok ini adalah Dr Xiaoping Ren. Xiaoping bukanlah orang baru dalam

dunia transplantasi organ, ia terkenal dengan transplantasi kepala tikus

sebanyak 1.000 ekor tikus.


Dengan menggunakan pengetahuan yang Anda peroleh pada modul 1 ini

disertai dengan informasi dari berbagai sumber. Diskusikanlah hal ini dalam

kelompok anda dan buatlah pernyataan sikap Anda mengenai hal tersebut.

Rubrik penilaian

Supaya tugas yang Anda kerjakan menjadi terarah dan Anda dapat

menyelesaikan tugas tersebut dengan baik, maka gunakanlah rubrik penilaian

berikut untuk mengukur keberhasilan Anda dalam memahami materi.

Aspek penialaian Bobot


Tugas

No.

1. Menerapkan kemampuan sel punca 25%

Menerapkan konsep Aseptik dan Steril 25%

dalam kegiatan operasi

Menerapkan konsep Bioetika dalam 25%

kehidupan

Membuat keputusan mengenai 25%

fenomena sains di kehidupan

Total 100%
JAWAB:

Sel punca atau stem cell adalah jenis sel khusus dengan kemampuan

totipotensi yaitu kemampuan membentuk ulang dirinya dan dalam saat yang

bersamaan membentuk sel yang terspesialisasi. Aplikasi Terapeutik Sel punca

embrionik pada berbagai penyakit degeneratif. Meskipun kebanyakan sel dalam

tubuh seperti jantung maupun hati telah terbentuk khusus untuk memenuhi

fungsi tertentu, sel punca selalu berada dalam keadaan tidak terdiferensiasi

sampai ada sinyal tertentu yang mengarahkannya berdiferensiasi menjadi sel

jenis tertentu. Kemampuannya untuk berproliferasi bersamaan dengan

kemampuannya berdiferensiasi menjadi jenis sel tertentu inilah yang

membuatnya unik. Karakteristik biologis dan diferensiasi sel punca fokus pada

mesenchymal sel punca.

Gambar 4.5. Kemampuan berproliferasi sel punca

Sumber: https://pixfeeds.com
Aplikasi dari sel punca diantaranya adalah pengobatan infark jantung yaitu

menggunakan sel punca yang berasal dari sumsum tulang untuk mengganti sel-

sel pembuluh yang rusak (neovaskularisasi). Aplikasi terapeutik sel punca

embrionik pada berbagai penyakit degeneratif. Selain itu, sel punca diduga dapat

digunakan untuk pengobatan diabetes tipe I dengan cara mengganti sel pankreas

yang sudah rusak dengan sel pankreas hasil diferensiasi sel punca. Hal ini

dilakukan untuk menghindari reaksi penolakan yang dapat terjadi seperti pada

transplantasi pankreas dari binatang. Sejauh ini percobaan telah berhasil

dilakukan pada mencit.

Peneliti telah melihat kemampuan sel punca yang sedemikian rupa sehingga

mereka telah melakukan transplantasi pada kepala 1000 ekor tikus mencit dan

berhasil meskipun ada beberapa tikus yang mati langsung pasca operasi dan

tikus lainnya ada yang bertahan 2 bulan dan pada akhirnya mati. Tapi, para

peneliti mengatakan bahwa operasi tersebut telah berhasil. Berdasarkan alasan

inilah para peneliti ingin melakukan transplantasi organ kepala manusia

dipindahkan ke badan manusia lain dengan tujuan untuk memberikan kehidupan

baru bagi orang-orang yang mengalami kelumpuhan. Tapi pada akhirnya tehnik

transplantasi kepala manusia, dapat digunakan untuk memperpanjang

kehidupan orang-orang yang sehat dan ingin terus hidup, melampaui batasan

yang ada dari tubuh lamanya.

Prosedur transplantasi kepala yaitu dengan cara memisahkan kepala dari

tubuh manusia donor dan manusia resipien secara bersamaan menggunakan

pisau yang sangat tajam. Kemudian kepala pasien akan dipindahkan ke tubuh
donor dilekatkan dengan “lem” yang disebut dengan polietilen glikol, untuk

menyatukan kedua ujung tulang belakang. Sekitar 150 dokter akan berpartisipasi

dalam operasi yang memakan waktu 36 jam ini. Prosedurnya adalah para dokter

akan mengatur supply darah ke kepala pendonor agar tidak mengalami kematian

dan begitu juga ke badan resipien. Keduanya akan didinginkan dalam suhu 17

derajat. Setelah itu, para dokter akan melakukan operasi pemisahan kepala dari

tubuh pendonor dan tubuh dari kepala resipien. Para dokter akan memiliki waktu

kurang dari 60 menit untuk menggabungkan kepala dari pendonor ke tubuh

resipien. Setelah operasi selesai, pasien akan mengalami koma selama 6 minggu

agar pasien tidak bergerak selama tubuh menghubungkan sum-sum tulang

belakang.

Dalam kegiatan oprasi perlu adanya aseptic dan sterilisasi. Teknik aseptik

adalah salah satu cara untuk memperoleh kondisi bebas dari mikroorganisme.

Dasar dari teknik ini adalah bahwa infeksi berasal dari luar tubuh, sehingga

teknik inidipakai untuk mencegah masuknya infeksi dari luar tubuh melalui

tempat pembedahan.Tujuan akhir dari aseptik adalah untuk menghindarkan

pasiendari infeksi paska operasi dan untuk mencegah penyebaran patogen.

Dengan demikian melalui teknik aseptic yang baik selain dapat menghindarkan

infeksi pada penderita juga akan melindungi dokteragar tidak terinfeksi oleh

penderita. Mikroorganisme dapat menyebabkan infeksi melalui berbagai cara

antara lain kontak dengan lingkungan, petugas kesehatan ,atau alat-alat medis.

Prosedur aseptik di ruang operasi Dalam pembedahan prosedur aseptik meliputi

tindakan sebelum, saat maupunsesudah tindakan bedah, yaitu : a. Pemakaian


masker dan penutup kepala. b. Mencuci tangan. c. Pemakaian sarung tangan dan

jubah operasi. d. Persiapan penderita. e. Memelihara sterilisitas medan operasi.

f. Menggunakan teknik operasi aman. g. Sterilisitas dari ruang operasi minor dan

alat operasi.

Sementara untuk sterilisasi suatu cara untuk membebaskan sesuatu

(alat,bahan,media, dan lain-lain) dari mikroorganisme yang tidak diharapkan

kehadirannya baik yang patogen maupun yang apatogen. Proses sterilisasi

dipergunakan pada bidang mikrobiologi untuk mencegah pencernaan organisme

luar, pada bidang bedah untuk mempertahankan keadaan aseptis, pada

pembuatan makanan dan obat-obatan untuk menjamin keamanan terhadap

pencemaran oleh miroorganisme dan di dalam bidang-bidang lain pun sterilisasi

ini juga penting.

Transplantasi kepala manusia berdasarkan kode etik kehidupan adalah

kurang tepat atau tidak boleh. Karena menyalahi aturan dan kodrat sebagai

manusia. Manusia sebagai makhluk individual memiliki hak dan kewajiban serta

kepercayaan. Bisa kita bayangkan ada manusia baru yang merupakan gabungan

organ dari 2 manusia yang berbeda. Jika kedua organ yang di transplantasi

tersebut berasal dari jenis kelamin yang berbeda bagaimana? Status social

manusia tersebut dimasyarakat juga akan dipertanyakan. Berdasarkan alasan

tersebut, kami pribadi tidak setuju dengan adanya transplantasi kepala manusia

untuk dipindahkan ke tubuh manusia lain meskipun itu dengan alasan untuk

menyembuhkan suatu penyakit.


Ada juga kekhawatiran etis mengenai legalitas adanya transplantasi kepala

manusia. Salah satunya datang dari Jerry Silver, profesor ilmu saraf di Case

Western Reserve University Ohio. Menurut dia, secara teknis kepala dapat

dipasang ke respirator di mana bisa tetap hidup, tetapi dengan rasa sakit yang

luar biasa. Baca Juga: Manusia Bisa Terima Transplantasi Organ Berpenyakit, Ini

Buktinya "Setiap otot, tulang, semuanya telah terputus. Dan bisakah Anda

bayangkan bagaimana rasanya sakit itu. Kepala akan terbangun dengan rasa

sakit," katanya. James FitzGerald, ahli bedah saraf dan konsultan dari Oxford

University, juga mengatakan, tranplantasi pada beberapa hewan disebut oleh

banyak ahli tidak memuaskan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi memang memungkinkan manusia

bereksperimen tanpa batas. Namun hal itu akan menimbulkan goncangan luar

biasa, bukan saja menyangkut soal bioetik, melainkan juga eksistensi dan

hakekat kemanusiaan secara menyeluruh. Penelitian dilakukan untuk

meningkatkan kesejahteraan manusia, tapi dalam penerapannya tetap harus

memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

REFERENSI:
https://sains.kompas.com/read/2017/11/20/121236023/transplantasi-kepala-penuh-kontroversi-
akan-dilakukan-desember-ini
https://www.idntimes.com/science/experiment/nico-bernando-setiawan/operasi-transplantasi-
kepala-manusia-c1c2/full
skillslab.fk.uns.ac.id/.../TEKNIK-ASEPTIK-DAN-STERILISASI.pdf.

Anda mungkin juga menyukai