Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah sakit adalah organisasi yang berkiprah dalam bidang jasa pelayanan kesehatan
perorangan. Dalam penyelenggaraan upaya pelayanan pada pasien rumah sakit didukung oleh
banyak jenis keterampilan sumber daya manusia baik yang berbentuk profesi maupun non
profesi yang berbasis ilmu dan perkembangan teknologi. Rumah sakit dalam menjalankan
kegiatannya menyadari bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien dalam bentuk
bermacam macam asuhan yang merupakan bagian dari suatu sistem pelayanan yang
terintegrasi dengan para profesional di bidang pelayanan kesehatan sehingga diharapkan
rumah sakit dapat menerapkan model pelayanan yang akan membangun suatu kontinuitas
pelayanan, menyelaraskan kebutuhan asuhan pasien dengan pelayanan yang tersedia di
rumah sakit, mengkoordinasikan pelayanan, kemudian merencanakan pemulangan dan
tindakan selanjutnya. Hasilnya adalah memenuhi tuntutan masyarakat dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi serta semakin tinggi tingkat
pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan akan pelayanan kesehatan yang bermutu
pun semakin meningkat. Di lain pihak, pelayanan rumah sakit yang memadai, baik di bidang
diagnostik maupun pengobatan semakin dibutuhkan. Oleh karena itu pelayanan diagnostik
yang diselenggarakan laboratorium klinik Rumah Sakit sangat perlu untuk menerapkan
sebuah standar mutu untuk menjamin kualitas palayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Laboratorium patologi klinik adalah salah satu bagian pelayanan penunjang yang
terintegrasi dari unit pelayanan kesehatan rumah sakit yang meliputi pemeriksaan
hematologi, kimia klinik, imunologi klinik, mikrobiologi, parasitologi, urinalisa, feses rutin,
dan analisa cairan tubuh lainnya. Setiap jenis pelayanan dan pemeriksaan laboratorium
dilaksanakan berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ada.
Laboratorium patologi klinik bertujuan untuk meningkatkan mengembangkan
pelayanan laboratorium patologi klinik serta mempertahankan kualitas pemeriksaan dalam
menunjang kebutuhan medik untuk skrining penyakit diagnostik, prognostik dan monitoring
terapi.
Perlu disadari untuk mendapatkan hasil yang optimal dari instalasi Laboratorium
Patologi Klinik dibuatlah suatu acuan dalam melaksanakan kegiatan di lapangan serta untuk
mengatur semua sistem operasional laboratorium yang dituangkan dalam buku pedoman

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 1


pelayanan Laboratorium Patologi Klinik yang wajib disosialisasikan dan diimplementasikan
dengan sebaik-baiknya oleh seluruh tenaga laboratorium dan semua pihak rumah sakit.

B. VISI DAN MISI


1. Visi Laboratorium Patologi Klinik
Mewujudkan pelayanan Laboratorium Patologi Klinik yang berkualitas dan
berbasis pada perkembangan ilmu dan teknologi serta dapat menjadi laboratorium
rujukan regional.
2. Misi Laboratorium Patologi Klinik
a. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana dan prasarana.
b. Meningkatkan kualitas atau kempetensi tenaga laboratorium.
c. Berperan dalam pengembangan jenis pelayanan pemeriksaan laboratorium patologi
klinik sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi.
d. Partner klinisi di RSUD Datu Pancaitana dalam menunjang diagnostik, prognostik,
serta follow up terapi serta mewujudkan pelayanan preventif, promotif, kuratif dan
rehabilitatif.

C. LANDASAN HUKUM DAN KEBIJAKAN


1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 411/MENKES/PER/III/2010 tentang
Laboratorium Klinik.
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 161/MENKES/PER/III/2010 tentang
Registrasi Tenaga Kesehatan.
5. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 129/MENKES/PER/III/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
6. Keputusan Menteri Kesehatan No. 423/Menkes/SK/IV/2007 tentang Kebijakan
Peningkatan Kualitas dan Akses Pelayanan Darah.
7. Surat Keputusan Direksi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar No.
Hk.03.06/D.1.02/4296/2012 Tentang : Kebijakan Pelayanan Patologi Klinik dan
Diagnostik Imaging
8. KMK 1087/Menkes/ SK/VIII/2010 tentang Standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja
di Rumah Sakit
9. KMK 370/2007 Standar Profesi Ahli Tehnologi laboratorium Kesehatan

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 2


D. RUANG LINGKUP PELAYANAN
Laboratorium Patologi Klinik RSUD Datu Pancaitana memiliki dua
pelayanan Laboratorium sentral dengan pelayanan berlangsung setiap hari selama 24
jam.

E. BATASAN OPERASIONAL
1. Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik dilaksanakan atas dasar indikasi klinis yang
valid dan atas pemintaan dari Dokter, Dokter Gigi dan Dokter Spesialis.
2. Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik mencakup pelayanan Laboratorium Sentral.
3. Pemeriksaan laboratorium terdiri atas : Hematologi, koagulasi, Kimia klinik,
mikrobiologi, parasitologi, imunologi, dan urinalisis.
4. Dokter Spesialis Patologi Klinik bertanggung jawab atas hasil pemeriksaan Patologi
Klinik (interpretasi) sesuai dengan kompetensinya masing-masing.
5. Tes Laboratorium Patologi Klinik dilakukan oleh analis laboratorium dengan tingkat
keahlian dan kompetensinya masing-masing.
6. Untuk Pelayanan Laboratorium Patologi Klinik yang tidak dimiliki di Laboratorium
Patologi Klinik RSUD Datu Pancaitana, maka Direktur Rumah Sakit menetapkan
pelayanan laboratorium rujukan berdasarkan rekomendasi Kepala Instalasi
Laboratorium PK, pasien dan keluarganya diberi tahu tentang alasan pemeriksaan
rujukan tersebut.
7. Hasil pemeriksaan laboratorium PK dilakukan verifikasi dan pelaporan oleh petugas
administrasi laboratorium dan dipastikan sampai kepada pasien.
8. Hasil kritis pemeriksaan laboratorium dilaporkan segera ke perawat atau dokter yang
merawat pasien kurang dari 1 jam.
9. Hasil cyto pemeriksaan laboratorium PK dikerjakan dan diverifikasi oleh petugas
laboratorium tidak lebih dari 2 jam.
10. Hasil pemeriksaan laboratorium PK elektif dikerjakan dan diverifikasi oleh petugas
laboratorium tidak lebih dari 140 menit.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 3


BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja di dalam pelayanan laboratorium
kesehatan cukup beragam, baik profesi maupun tingkat pendidikannya. Kebutuhan jumlah
pegawai antara laboratorium kesehatan di Rumah Sakit dengan laboratorium kesehatan
swasta, atau Puskesmas tentu tidak sama. Hal ini dikarenakan jenis pelayanan, jumlah
pemakai jasa, dan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing laboratorium tersebut
berbeda-beda. Jenis ketenagaan yang diperlukan dalam pelayanan laboratorium kesehatan
adalah sebagai berikut :
1. Staf medis
 Dokter Spesialis Patologi Klinik,
2. Tenaga teknis laboratorium
 Analis Kesehatan atau Analis Medis,
3. Tenaga administrasi
Laboratorium patologi klinik memiliki kepala instalasi, kepala ruangan, dokter
interpretasi hasil laboratorium, staf teknis, dan tenaga administrasi. Sumber Daya Manusia di
laboratorium selanjutnya diberi tugas dan tanggung jawab sesuai jabatannya atau posisinya
masing-masing.
A.1. URAIAN TUGAS STAF
1. Kepala Instalasi
a) Tugas :
 Memberikan pengarahan dan pelayanan laboratorium.
 Mengembangkan, menerapkan dan menjaga terlaksananya kebijakan. dan
prosedur.
 Melakukan pengawasan administrasi.
 Menjaga teraksananya program kontrol mutu (PMI & PME)
 Merekomendasikan laboratorium rujukan.
 Memonitor dan mereview semua pelayanan laboratorium.
 Memimpin pertemuan bulanan dengan staf.
b) Wewenang
Memberi teguran kepada staf laboratorium.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 4


c) Tanggung Jawab
Bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan laboratorium.

2. Kepala Ruangan Laboratorium.


a) Tugas
 Membantu tugas kepala instalasi laboratorium.
 Membuat usulan kebutuhan reagen dan bahan habis pakai dan peralatan.
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan logistik.
 Membuat laporan/bulanan, kunjungan
 Membuat daftar jaga
b) Wewenang
Memberi teguran kepada staf laboratorium jika kepala instalasi tidak ada.
c) Tanggung Jawab
Bertanggung jawab terhadap logistik dan kelancaran kegiatan laboratorium.

3. DPJP Laboratorum Patologi Klinik


a) Tugas
 Pelayanan laboratorium patologi klinik
 Rujukan laboratorium
 Memberikan kontultasi kepada tim medik
 Pembinaan pengembangan laboratorium dalam bidang hematologi, kimia klinik.
Immunoserologi, mikrobiologi, urinelisis dan parasitologi.
b) Wewenang
 Menentukan jenis dan komponen laboratorium (personalia, sarana, prasarana,
peralatan dan logistik yang digunakan bersama-sama dengan kepala instalasi).
 Menentukan jenis pemeriksaan yang harus dilakukan.
 Menentukan hasil yang dapat dikeluarkan.
c) Tanggung Jawab
 Bertanggung jawab terhadap pengambilan, penerimaan, dan pengelolaan
spesimen.
 Bertanggung jawab terhadap hasil laboratorium yang dikeluarkan.

4. Staf Teknis Laboratorium

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 5


a) Tugas
 Melakukan maintanance harian (awal dan akhir test).
 Melakukan persiapan alat (kalibras kontrol internal).
 Melakukan pencatatan data pasien dan jenis test.
 Melakukan persiapan sampel pemeriksaan.
 Melakukan entry data ke alat sesuai dengan jenis test.
 Melakukan pemeriksaan hematologi, kimia klinik, urine rutin., immunoserologi,
mikrobiologi, dan parasitologi.
 Melakukan validasi hasil.
 Melakukan pengambilan darah pasien rawat inap dan rawat jalan.
 Memelihara fungsi peralatan laboratorium.
b) Wewenang
Memberi masukan kepada kepala instalasi dan kepala ruangan.
c) Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada kepala instalasi dan kepala ruangan

5. Adminstrasi
a) Tugas
Melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap kegiatan pemeriksaan di
laboratorium.
b) Wewenang
Mengingatkan kepada petugas operator untuk melengkapi data pasien.
c) Tanggung Jawab
Bertanggung Jawab terhadap kelengkapan adminstrasi laboratorium.

*Catatan :
Jika terdapat bagian yang kurang maka tenaga analis yang lain harus
mengisi sub instansi tersebut, walaupun pada struktur organisasi namanya tidak
tercantum pada struktur tersebut.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 6


B. DISTRIBUSI KETENAGAAN

NO Nama pegawai NIP Jabatan

Kepala Instalasi /
1 dr. Yurdiansyah, M.Kes, Sp.PK 19821127 200904 1 002 Dokter
Interpretasi

3 A. Rosni L, A.Md AK 19820116 200604 2 011 Kepala Ruangan

Petugas Sampling
4 Muh. Kadir, AMAK 19780820 201001 1 014
Rawat Jalan

5 Muhammad Akmal, A.Md AK Honor Daerah Petugas Teknis

Petugas Sampling
6 Herianti, A.Md AK Honor Daerah
Rawat Inap

7 Erlin Purnamasari, A.Md.AK Honor Daerah Petugas Teknis

8 Nur Ayu Dwijayanti, A.Md AK Honor Daerah Petugas Teknis

9 A. Imra Rachmani, A.Md AK Honor Daerah Petugas Teknis

C. Analisa Beban Kerja dan Pengaturan Jaga/Shift


Shift pagi
Jumlah pemeriksaan rata – rata : 17 pemeriksaan
Waktu efektif kerja : 6 jam
Waktu rata – rata yang dibutuhkan untuk melaksanakan pemeriksaan :
- Registrasi pasien : 5 menit/pemeriksaan
- Pemeriksaan lab rutin : 60 menit/pemeriksaan
- Menginput hasil pemeriksaan dan ekpertisi : 10 menit/pemeriksaan
- Kegiatan lain : 45 menit/pemeriksaan
(praanalitik)
Perhitungan

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 7


Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan :
a) Registrasi pasien : 17 pemeriksaan x 10 menit = 170 menit
b) Pemeriksaan lab rutin : 17 pemeriksaan x 60 menit = 1.020 menit
c) Menginput hasil pemeriksaan dan ekspertisi : 17 pemeriksaan x 10 menit = 170 menit
d) Kegiatan lain (praanalitik) = 45 menit

Total waktu = 1.405 menit = 23.42 jam

Jika waktu efektif kerja shift adalah 6 jam, maka petugas laboratorium yang di
butuhkan adalah :
23.42 jam : 6 jam = 3.9 = 3 - 4 orang

Shift siang
Jumlah pemeriksaan rata – rata : 5 pemeriksaan
Waktu efektif kerja : 7 jam
Waktu rata – rata yang dibutuhkan untuk melaksanakan pemeriksaan :
- Registrasi pasien : 5 menit/pemeriksaan
- Pemeriksaan lab rutin : 60 menit/pemeriksaan
- Menginput hasil pemeriksaan dan ekpertisi : 10 menit/pemeriksaan
- Kegiatan lain : 45 menit/pemeriksaan
(praaanalitik)

Perhitungan
Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan :
a. Registrasi pasien : 5 pemeriksaan x 10 menit = 50 menit
b. Pemeriksaan lab rutin : 5 pemeriksaan x 60 menit = 300 menit
c. Menginput hasil pemeriksaan dan ekspertisi : 5 pemeriksaan x 10 menit = 50 menit
d. Kegiatan lain (praanalitik) = 45 menit

Total waktu = 445 menit = 7.41 jam

Jika waktu efektif kerja shift adalah 7 jam, maka petugas laboratorium yang di
butuhkan adalah :
7.41 jam : 7 jam = 1.05 = 1 orang

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 8


Shift malam
Jumlah pemeriksaan rata – rata : 5 pemeriksaan
Waktu efektif kerja : 11 jam
Waktu rata – rata yang dibutuhkan untuk melaksanakan pemeriksaan :
- Registrasi pasien : 5 menit/pemeriksaan
- Pemeriksaan lab rutin : 60 menit/pemeriksaan
- Menginput hasil pemeriksaan dan ekpertisi : 10 menit/pemeriksaan
- Kegiatan lain : 45 menit/pemeriksaan
(praaanalitik)

Perhitungan
Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan :
a. Registrasi pasien : 5 pemeriksaan x 10 menit = 50 menit
b. Pemeriksaan lab rutin : 5 pemeriksaan x 60 menit = 300 menit
c. Menginput hasil pemeriksaan dan ekspertisi : 5 pemeriksaan x 10 menit = 50 menit
d. Kegiatan lain (praanalitik) = 45 menit

Total waktu = 445 menit = 7.41 jam

Jika waktu efektif kerja shift adalah 11 jam, maka petugas laboratorium yang di
butuhkan adalah :
7.41 jam : 11 jam = 0.7 = 1 orang

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 9


BAB III
STANDAR FASILITAS

A. Denah Laboratorium

B. Fasilitas Fisik
1. Laboratorium harus mempunyai ruangan yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan
dan untuk menyimpan peralatan, reagensia, media dan bahan lainnya

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 10


2. Laboratorium harus merupakan tempat/lingkungan yang aman untuk bekerja bagi
personelnya dan untuk pasien yang dilayani.
3. Laboratorium harus didesain untuk efisiensi dari kegiatannya dan untuk kenyamanan
personel laboratorium dan pasien. Desain dari fasilitas laboratorium harus
mempertimbangkan resiko kecelakaan dan penyakit yang mungkin timbul karena
pekerjaan laboratorium.
4. Lingkungan di dalam laboratorium harus sesuai untuk efektivitas kinerja dari kegiatan
pengujian.
5. Tempat kerja yang terpisah harus tersedia untuk kegiatan sebagai berikut:
a. Pencucian peralatan gelas, pemurnian reagensia dan pelarut
b. Penyiapan media
c. Sampel yang terkontaminasi dengan intensitas yang tinggi harus dianalisis di
tempat kerja yang terpisah, misalnya dalam biohazard cabinet;
d. Instrumen analisis harus ditempatkan di tempat terpisah yang diberi pendingin
ruangan
e. Fasilitas penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk:
1) Penyimpanan sampel sebelum, selama dan setelah analisis;
2) Penyimpanan bahan yang digunakan dalam analisis;
3) Penyimpanan yang aman untuk limbah berbahaya maupun tidak sebelum
dimusnahkan.
f. Pencegahan kontaminasi terhadap personel dan pakaian kerja laboratorium.
g. Meja kerja harus disediakan untuk memfasilitasi kegiatan pengujian. Tempat kerja
khusus harus juga tersedia untuk pengujian yang mempersyaratkan kondisi
khusus.

C. Reagensia
1. Seluruh personel laboratorium harus memahami tanggung jawabnya dalam penggunaan
reagensia, solven, media kultur, bahan acuan dan peralatan laboratorium terkait dengan
jenis pengujian yang dilakukan.
2. Penyimpanan untuk seluruh reagensia dan media kultur harus dilakukan sesuai dengan
persyaratan yang direkomendasikan oleh pemanufaktur.
3. Spesifikasi (grade) reagensia kimia, solven dan gas yang digunakan harus sesuai de-
ngan yang dipersyaratkan oleh metode pengujian yang diacu. Semua a reagensia harus
diberi label dan ditutup secara rapat. Label asli dari pemanufaktur harus digunakan.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 11


Apabila hal ini tidak mungkin dilakukan, label harus mencakup informasi minimal:
nama reagensia, tanggal penerimaan, konsentrasi, solven (apabila bukan air), peringatan
khusus terkait dengan bahaya dan tanggal kadaluarsa.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 12


BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Pelayanan Laboratorium
Pelayanan laboratorium berlangsung setiap hari selama 24 jam dengan pembagian siklus
jaga petugas pelayanan yaitu: siklus pagi (Pukul 08.00-14.00), siklus siang (Pukul 14.00-
21.00), Siklus malam (Pukul 21.00-08.00).
1. Alur Pelayanan Laboratorium Rawat Inap/IRD

Pasien Rawat Inap/IRD

Petugas Perawatan
(Membawa Pengantar Permintaan Laboratorium)

LABORATORIUM

Verifikasi Form Permintaan & Registrasi Laboratorium

Phlebotomy/ Sampling
(Ruang Rawat/IRD)

LABORATORIUM

Proses Pemeriksaan

Validasi & Interpretasi Hasil Laboratorium

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 13


2. Alur Pelayanan Laboratorium Rawat Jalan

Pasien Rawat Jalan

Loket Rawat Jalan


Verifikasi Jaminan Kesehatan/Umum

Poliklinik

Pasien
(Membawa Pengantar Permintaan Laboratorium)

LABORATORIUM

Verifikasi Form Permintaan & Registrasi Laboratorium

Phlebotomy/ Sampling

Proses Pemeriksaan

Validasi & Interpretasi Hasil Laboratorium

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 14


B. JENIS PELAYANAN LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK
1. Pemeriksaan Laboratorium
Pendaftaran pasien
- Alur pemeriksaan
- Jenis layanan Laboratorium
- Sarana dan Prasarana yang tersedia
2. Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium :
1. Tes laboratorium rawat jalan/poliklinik : + 140 menit
2. Tes laboratorium emergensi / cito : < 2 jam
3. Nilai Kritis Pelayanan Laboratorium : penyampaian kepada DPJP < 1 jam
4. Pemantapan Mutu
 Pemantapan Mutu Internal (PMI) dilakukan setiap hari di laboratorium terkait
 Pemantapan Mutu Eksternal (PME) dilakukan dua kali setahun.

C. JENIS PELAYANAN LABORATORIUM PK, ANTARA LAIN :


1. Hematologi, tes laboratorium meliputi :
 Hematologi rutin
 Hemostasis
 Tes panel Anemia
2. Kimia Klinik, tes laboratorium meliputi :
 tes Skrining, diagnostic dan follow up DM, meliputi tes Glukosa darah
(sewaktu, puasa, dua jam post prandial, toleransi glukosa, HbA1c)
 tes fungsi hati, meliputi tes ALT, AST, ALP, GGT, dan lain-lain.
 tes fungsi ginjal, meliputi tes ureum, kreatinin, kreatinin klirens, asam urat, dan
lain-lain.
 tes lipid, meliputi tes kolesterol total, kol-LDL, kol-HDL, triglierida, dan lain-
lain.
 tes elektrolit, meliputi tes ion Kalium, Natrium, Klorida, dan Laktat
 tes Analisa Gas Darah,
 tes Protein, dan lain-lain.
3. Kimia Rutin, tes Laboratorium meliputi :
 tes Urine rutin
 Analisa Cairan tubuh

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 15


 Analisa Sperma
4. Imunoserologi, tes laboratorium meliputi :
 tes imunoserologi infeksi, meliputi : tes diagnostic anti HIV, tes panel hepatitis,
tes anti leptospira, tes anti malaria, tes panel TORCH (toxoplasmosis, Rubella,
Cytomegalovirus, Herpes), tes anti Salmonella, dan lain-lain.
 tes imunoserologi non infeksi, meliputi tes faktor reumatoid, protein fase akut,
tes ASTO, dan lain-lain.
 tes panel penanda tumor, meliputi : tes CEA, AFP, PSA, Ca 125, Ca 19-9, dan
lain-lain.
5. Mikrobiologi, tes laboratorium meliputi :
 Tes BTA dan tes pewarnaan gram,
 tes Identifikasi Kuman, Gram positif dan Gram negatif,
 tes Sensitivitas antimikroba,
 dan lain-lain.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 16


BAB V
LOGISTIK

Menurut Aditama (2003), rumah sakit merupakan suatu satuan usaha melakukan
kegiatan produksi .Kegiatan produksi rumah sakit adalah produksi jasa tersebut, sehingga
yang dimaksudkan dengan kegiatan logistik disini hanya menyangkut manajmen persediaan
bahan barang serta peralatan yang dibutuhkan dalam rangka produksi jasa tersebut.
Manajemen logistik dalam lingkungan rumah sakit dapat didefinisikan sebagai suatu
proses pengolahan secara strategis terhadap pengadaan, penyimpanan,pendistribusian,serta
pemantauan persediaan bahan dan barang yang diperlukan bagi rumah sakit.

1. ALUR PENGADAAN ALAT dan BAHAN LABORATORIUM


A. ALUR PENGADAAN BAHAN LABORATORIUM

INSTALASI
LABORATORIUM
Membuat Daftar
Kebutuhan

REKANAN INSTALASI FARMASI PPTK


DISTRIBUTOR Membuat SP

DIREKTUR

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 17


B. ALUR PENGADAAN ALAT LABORATORIUM

INSTALASI
LABORATORIUM
Membuat Daftar
Kebutuhan Alat

REKANAN BIDANG PERENCANAAN/ DIREKTUR


DISTRIBUTOR
PENGADAAN/LOGISTIK

PPTK

2. Perencanaan
Pengadaan bahan laboratorium harus mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut :
a. Tingkat Persediaan
Pada umumnya tingkat persediaan harus selalu sama dengan jumlah persediaan
yaitu jumlah persediaan minimum ditambah jumlah safety stock.
Tingkat persediaan minimum adalah jumlah bahan yang diperlukan untuk
memenuhi kegiatan operasional normal, sampai pengadaan berikutnya dari
pembekal atau ruang penyimpanan umum.
Safety stock adalah jumlah persediaan cadangan yang harus ada untuk bahan –
bahan yang dibutuhkan atau yang sering terlambat diterima dari pemasok.
Buffer stock adalah stock penyangga kekurangan reagent di
laboratorium. Reserve stock adalah cadangan reagent/sisa.

b. Perkiraan jumlah kebutuhan


Perkiraan kebutuhan dapat diperoleh berdasarkan jumlah pemakaian atau
pembelian bahan dalam periode 6-12 bulan yang lalu dan proyeksi jumlah pemeriksaan
untuk periode 6-12 bulan untuk tahun yang akan datang. Jumlah rata-rata pemakaian
bahan untuk satu bulan perlu dicatat.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 18


c. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan (delivery time)
Lamanya waktu yang dibutuhkan mulai dari pemesanan sampai bahan diterima
dari pemasok perlu diperhitungkan, terutama untuk bahan yang sulit didapat.
Perencanaan dimulai dari Penanggung jawab ADM dan Logistik yang mendata
kebutuhan barang – barang medis dan non medis habis pakai setiap bulan, mencek
barang dan kebutuhan yang diperlukan dan membuat bon permintaan barang yang
kemudian diserahkan kepada kepala ruangan laboratorium untuk ditandatangani
untuk kemudian diberikan kepada bagian pengadaan atau kebagian farmasi sesuai
dengan kebutuhan pemesanannya.

3. Permintaan
Permintaan barang tersebut dilakukan sesuai kebutuhan permintaan, kebagian
farmasi atau kebagian pengadaan dengan menggunakan formulir bon permintan barang.
Dalam keadaan mendesak dan stock barang di laboratorium kosong, maka permintaan
barang bisa dilakukan sewaktu – waktu pada jam kerja sesuai kebutuhan.

4. Penyimpanan
Bahan laboratorium yang sudah ada harus ditangani secara cermat dengan
mempertimbangkan :
a) Perputaran pemakaian dengan menggunakan kaidah :
- Pertama masuk – petama keluar ( FIFO – first in – first out ), yaitu bahwa barang
yang lebih dahulu masuk persediaan harus digunakan lebih dahulu.
- Masa kadarluarsa pendek dipakai dahulu ( FEFO – first expired – first out ). Hal ini
adalah untuk menjamin barang tidak rusak akibat penyimpanan yang terlalu lama.
b) Tempat penyimpanan
c) Suhu / kelembaban
d) Sirkulasi udara
e) Incompatibility / Bahan kimia yang tidak boleh bercampur

5. Penggunaan
Penggunaan barang dan reagensia yang lebih dahulu masuk persediaan harus digunakan
lebih dahulu. Sedangkan yang memiliki Masa kadarluarsa pendek juga dipakai terlebih
dahulu.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 19


BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

Good Laboratory Practices (GLPs) adalah pedoman yang efektif yang diperlukan
untuk menetapkan manajemen dengan menggunakan sarana yang dapat digunakan untuk
pengawasan laboratorium dan menetapkan pengendalian dengan menggunakan pedoman
pengukuran untuk mengevaluasi semua usaha pengendalian tersebut.
A. Pengambilan dan Penanganan Sampel
1. Laboratorium harus mempunyai kebijakan dan prosedur yang mencakup keseluruhan
aspek teknik pengambilan sampel dan aspek-aspek keselamatan biologis.
2. Laboratorium harus mempunyai pedoman penyiapan pasien, pengambilan sampel,
pelabelan, pengawetan dan transportasi.
3. Instruksi yang terdokumentasi harus tersedia untuk setiap informasi pengujian terkait
dengan tipe sampel yang sesuai dengan pengujian, temperatur pada saat pengambilan
dan jumlah/volume sampel yang diperlukan.
4. Laboratorium harus mempunyai prosedur untuk identifikasi sampel dan pembagian
sub sampel termasuk persyaratan pelabelan, tanggal dan waktu pendaftaran sampel
dan permintaan pengujian.
5. Instruksi yang terdokumentasi juga harus tersedia dan dapat memberikan penjelasan
kepada pasien untuk melakukan pengambilan sampel sendiri seperti urin, feses dan
semen.
6. Laboratorium harus mempunyai kebijakan dan prosedur ntuk transportasi dan
penanganan sampel termasuk temperatur yang dipersyaratkan, perlindungan terhadap
cahaya, penutupan wadah, lamanya time lag yang diperbolehkan sebelum pra
perlakuan (misalnya: sentrifugasi, deproteinasi) atau penetapan (assay) dan kondisi
penyimpanan.
7. Prosedur untuk menghindari resiko tertukarnya sampel atau sub sampel harus tersedia
di laboratorium.
8. Laboratorium harus mempunyai prosedur yang rinci mengenai tata cara pengiriman
sampel ke laboratorium lain, yang
mencakup pra perlakuan dan tindakan pencegahan, transportasi
dan formulir yang diperlukan.
B. Fasilitas Fisik

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 20


1. Laboratorium harus mempunyai ruangan yang cukup untuk melaksanakan pekerjaan
dan untuk menyimpan peralatan, reagensia, media dan bahan lainnya.
2. Laboratorium harus merupakan tempat/lingkungan yang aman untuk bekerja bagi
personelnya dan untuk pasien yang dilayani.
3. Laboratorium harus didisain untuk efisiensi dari kegiatannya dan untuk kenyamanan
personel laboratorium dan pasien. Disain dari fasilitas laboratorium harus
mempertimbangkan resiko kecelakaan dan penyakit yang mungkin timbul karena
pekerjaan laboratorium.
4. Lingkungan di dalam laboratorium harus sesuai untuk efektivitas kinerja dari
kegiatan pengujian.
5. Tempat kerja yang terpisah harus tersedia untuk kegiatan sebagai berikut:
a. Pencucian peralatan gelas, pemurnian reagensia dan pelarut;
b. Penyiapan media;
c. Sampel yang terkontaminasi dengan intensitas yang tinggi harus dianalisis di
tempat kerja yang terpisah, misalnya dalam biohazard cabinet;
d. Instrumen analisis harus ditempatkan di tempat terpisah yang diberi pendingin
ruangan;
e. Fasilitas penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk:
 Penyimpanan sampel sebelum, selama dan setelah analisis;
 Penyimpanan bahan yang digunakan dalam analisis;
 Penyimpanan yang aman untuk limbah berbahaya maupun tidak sebelum
dimusnahkan.
f. Pencegahan kontaminasi terhadap personel dan pakaian kerja laboratorium.
g. Meja kerja harus disediakan untuk memfasilitasi kegiatan pengujian. Tempat
kerja khusus harus juga tersedia untuk pengujian yang mempersyaratkan kondisi
khusus.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 21


BAB VII
KESELAMATAN KERJA

A. Pendahuluan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan perlindungan agar tenaga
kerja orang lain atau pun perusahaan di tempat kerja selamat dan sehat serta agar setiap
sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien. Upaya-upaya yang ditujukan
untuk memperoleh kesehatan yang setinggi-tingginya dengan cara mencegah dan
memberantas penyakit yang diidap oleh pekerja, mencegah kelelahan kerja dan
menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Upaya-upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja; menjaga keselamatan
orang lain; melindungi peralatan, tempat kerja dan bahan produksi.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa setiap warga Negara
berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
Pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan adalah pekerjaan yang bersifat manusiawi
sesuai dengan harkat dan martabat manusia, sehingga pekerja berada dalam kondisi
selamat dan sehat, terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Berdasarkan ketentuan tersebut, telah diterbitkan Undang-undang No.13 tahun
2003 tentang Ketenagakerjaan, antara lain mengatur tentang perlindungan tenaga kerja,
yaitu bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan,
kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan
harkat dan martabat manusia dan nilai agama.

B. Latar Belakang
Dengan meningkatnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh
masyarakat maka tuntutan pengelolaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja di
Laboratorium semakin tinggi karena Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium,
pengunjung/pengantar pasien, pasien dan masyarakat sekitar Rumah Sakit ingin
mendapatkan perlindungan dari gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja, baik sebagai
dampak proses kegiatan pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana dan
prasarana yang ada di Laboratorium yang tidak memenuhi standar.
Dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, khususnya
Pasal 165 : “Pengelola tempat kerja wajib melakukan segala bentuk upaya kesehatan
melalui upaya pencegahan, peningkatan, pengobatan dan pemulihan bagi tenaga kerja”.

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 22


Berdasarkan pasal di atas maka pengelola tempat kerja di Rumah Sakit mempunyai
kewajiban untuk menyehatkanpara tenaga kerjanya. Salah satunya adalah melalui upaya
kesehatan kerja disamping keselamatan kerja.
Potensi bahaya di Laboratorium, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada
potensi bahaya-bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di Laboratorium,
yaitu kecelakaan (peledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi
listrik, dan sumber-sumber cidera lain), bahan-bahan kimia yang berbahaya, gangguan
psikososial dan ergonomic. Semua potensi bahaya tersebut diatas, jelas mengancam jiwa
dan kehidupan bagi para karyawan di Laboratorium, para pasien maupun pengunjung
yang ada di lingkungan Rumah sakit.
Pelayanan Laboratorium Kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Laboratorium kesehatan sebagai unit
pelayanan penunjang medis, diharapkan dapat memberikan informasi yang teliti dan
akurat tentang aspek laboratoris terhadap specimen/sampel yang pengujiannya
dilakukan di laboratorium.
Dalam era globalisasi, tuntutan standarisasi mutu pelayanan laboratorium tidak
dapat dielakkan lagi. Peraturan perundang-undangan sudah mulai diarahkan kepada
kesiapan seluruh profesi kesehatan dalam menyongsong era pasar bebas tersebut. Dari
berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya untuk mengendalikan,
meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya, oleh karena itu K3 Laboratorium
perlu dikelola dengan baik. Agar penyelanggaraan K3 di Laboratorium lebih efektif,
efisien dan terpadu, diperlukan sebuah pedoman manajemen K3 di Laboratorium, baik
oleh pengelola maupun karyawannya.

C. Tujuan
a. Tujuan Umum
Terciptanya cara kerja, laboratorium sehat, aman, nyaman dan dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan karyawan RS
b. Tujuan Khusus
1. Untuk mengatur praktek keamanan dan langkah-langkah pencegahan
2. Untuk mencegah risiko dan kemungkinan bahaya dalam laboratorium

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 23


3. Untuk memberikan pedoman bagi tenaga laboratorium dalam
melaksanakan tugas sebagai tenaga kesehatan dibidang pelayanan
laboratorium kesehatan.
D. Kegiatan
a. Kegiatan Pokok
- Penanganan dan Pembuangan Bahan Berbahaya
- Risiko keselamatan dan Peralatan untuk mengurangi risiko keselamatan
- Orientasi kepada Staf laboratorium mengenai Prosedur dan Praktik
Keselamatan Kerja
- Pelatihan tentang Prosedur Baru dan Penggunaan Bahan Berbahaya yang
Baru
b. Rincian Kegiatan
- Penanganan dan Pembuangan Bahan Berbahaya
- Identifikasi Risiko keselamatan dan Peralatan untuk mengurangi risiko
keselamatan
- Orientasi kepada Staf laboratorium mengenai Prosedur dan Praktik
Keselamatan Kerja
- Pelatihan tentang Prosedur Baru dan Penggunaan Bahan Berbahaya yang
Baru

E. Cara melaksanakan Kegiatan


1. Melakukan koordinasi dengan manajemen program
2. Keamanan/Keselamatan RSUD Datu Pancaitana
3. Penyuluhan K3 ke semua petugas laboratorium
4. Pelatihan K3 yang disesuaikan dengan kebutuhan individu dan kelompok
- Orientasi kepada Staf laboratorium mengenai Prosedur dan Praktik
Keselamatan Kerja
- Pelatihan tentang Prosedur Baru dan Penggunaan Bahan Berbahaya yang
Baru.
5. Melaksanakan program K3 sesuai peraturan yang berlaku diantaranya :
- Pemeriksaan kesehatan petugas (prakarya, berkala dan khusus)
- Penyediaan alat pelindung diri dan keselamatan kerja
- Penyiapan pedoman pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat
- Penempatan pekerja pada pekerjaan yang sesuai kondisi kesehatan
Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 24
- Pengobatan pekerja yang menderita sakit.
- Menciptakan lingkungan kerja yang hIgienis secara teratur, melalui monitoring
lingkungan kerja dari hazard yang ada
- Melaksanakan biological monitoring
5. Melaksanakan surveilas kesehatan pekerja
6. Sasaran
i. Staf Laboratorium
ii. Staf Unit Terkait
iii. Pasien dan Pengunjung

7. Jadwal Pelaksanaan
No Jenis Kegiatan Waktu Ket
1 Melakukan koordinasi dengan Dikondisikan
manajemen program Keamanan/
Keselamatan RSU TENRIAWARU
KELAS B KAB. BONE
2 Penyuluhan K3 ke semua petugas Dikondisikan
laboratorium
3 Pelatihan K3 yang disesuaikan Dikondisikan
dengan kebutuhan individu dan
kelompok
a. Orientasi kepada Staf
laboratorium mengenai
Prosedur dan Praktik
Keselamatan Kerja
b. Pelatihan tentang Prosedur
baru dan penggunaan bahan
berbahaya yang baru.
4 Melaksanakan program K3 sesuai Dikondisikan
peraturan yang berlaku diantaranya :
a. Pemeriksaan kesehatan petugas
(prakarya, berkala dan khusus)
b. Penyediaan alat pelindung diri

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 25


dan keselamatan kerja
c. Penyiapan pedoman pencegahan
dan penanggulangan keadaan
darurat
d. Penempatan pekerja pada
pekerjaan yang sesuai kondisi
kesehatan
e. Pengobatan pekerja yang
menderita sakit.
f. Menciptakan lingkungan kerja
yang hIgienis secara teratur,
melalui monitoring lingkungan
kerja dari hazard yang ada
g. Melaksanakan biological
monitoring
5 Melaksanakan surveilas kesehatan Dikondisikan
pekerja

8. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Pada dasarnya pemantauan dan evaluasi K3 di laboratorium adalah salah satu
fungsi manajemen K3 laboratorium yang berupa suatu langkah yang diambil untuk
mengetahui dan menilai sampai sejauh mana proses kegiatan K3 laboratorium itu
berjalan, dan mempertanyakan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan dari suatu kegiatan
K3 dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Kegiatan program ini dilaporkan ke
struktural managemen keselamatan di RSUD Datu Pancaitana sekurang-kurangnya
setahun sekali atau bila terjadi insiden keselamatan
Pemantauan dan evaluasi meliputi :
a. Pencatatan dan pelaporan K3 terintegrasi ke dalam sistem pelaporan RS (SPRS) ;
- Pencatatan dan pelaporan K3
- Pencatatan semua kegiatan K3
- Pencatatan dan pelaporan KAK
- Pencatatan dan pelaporan PAK
b. Inspeksi dan pengujian

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 26


Inspeksi dan pengujian K3 merupakan suatu kegiatan untuk menilai keadaan K3 secara
umum dan tidak terlalu mendalam. Inspeksi K3 di Laboratorium dilakukan secara berkala,
terutama oleh petugas K3 rumah sakit sehingga kejadian PAK dan KAK dapat dicegah sedini
mungkin. Kegiatan lain adalah pengujian baik terhadap lingkungan maupun pemeriksaan
terhadap pekerja berisiko seperti biological monitoring (Pemantauan secara Biologis).

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 27


BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Dalam rangka peningkatan kemajuan pelayanan Rumah Sakit berbagai upaya telah
dilakukan oleh Departemen Kesehatan RI dimulai dengan penambahan sarana, prasarana,
peralatan kerja, sesuai dengan kemampuan Depkes, serta peningkatan kesadaran,
kemampuan, dan minat para tenaga kerja kesehatan.
Perlu disadari bahwa dengan semakin tinggi tingkat pendidikan dan kesejahteraan
masyarakat, tuntutan masyarakat akan suatu pelayanan kesehatan pun meningkat, dilain pihat
pelayanan Rumah Sakit yang memadai, baik di bidang diagnostic maupun pengobatan akan
semakin dibutuhkan. Sejalan dengan hak tersebut, maka pelayanan diagnostik yang
diselenggarakan oleh laboratorium Rumah Sakit akan semakin penting.
Upaya untuk menjamin mutu pelaksanaan pelayanan laboratorium kesehatan diatur
oleh Depkes dalam PERMENKES Nomor 364/Menkes/SK/III/2003 tentang Laboratorium
Kesehatan yang isinya mewajibkan laboratorium kesehatan mengikuti akreditasi secara
nasional maupun internasional. Salah satu persyaratan dalam Pedoman Akreditasi Nasional
yang diatur dalam PERMENKES Nomor 943/Menkes/SK/VIII/2002 adalah bahwa
laboratorium wajib mengikuti Program Pemantapan Mutu Eksternal.

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Sistem kontrol mutu yang baik dapat meningkatkan Overall Equipment Effectiveness
(OEE) hingga 100%, sehingga dapat tercapai pelayanan laboratorium yang
berkualitas internasional.
2. Tujuan Khusus
1. Standarisasi metode tes secara nasional (PME)
2. Validasi metode tes untuk akurasi, presisi, rentang yang dapat dilaporkan
3. Surveillans harian atas hasil oleh staf laboratorium yang kompeten
4. Langkah koreksi yang cepat bila dijumpai ada kekurangan
5. Pengetesan reagensia
6. Dokumentasi dari hasil dan langkah-langkah koreksi
B. Kegiatan
a. Kegiatan Pokok
- Program Kontrol Mutu Eksternal Kementerian Kesehatan setiap enam bulan
Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 28
- Program Kontrol Mutu Eksternal PDS Patologi Klinik setiap tahun
- Program kontrol mutu internal dengan menjalankan tes Quality Control harian
- Program validasi metode tes
- Program surveillans harian atas hasil tes
- Program koreksi cepat untuk kekurangan
- Program dokumentasi hasil dan tindakan koreksi
b. Rincian Kegiatan
- Pemantapan Mutu Eksternal Kementerian Kesehatan bidang Hematologi,
kimia klinik, Imunologi dan kimia rutin setiap enam bulan sekali.
- Pemantapan Mutu Eksternal bidang Infeksi Tropis / Mikrobiologi Balai
Laboratorium Kesehatan Sulawesi Selatan setiap tahun.
- Pemantapan Mutu Eksternal PDS Patologi Klinik setiap tahun.
- Kontrol mutu laboratorium klinis
- Validasi metode tes
- Surveillans harian atas hasil tes
- Melakukan koreksi cepat untuk kekurangan
- Program dokumentasi hasil dan tindakan koreksi

C. Cara Melaksanakan Kegiatan


Program ini dikoordinasi oleh manajemen laboratorium RSUD Datu
Pancaitana

D. Sasaran
1. Staf Laboratorium
2. Staf Unit Terkait
3. Alat Laboratorium

E. Jadwal Pelaksanaan
No. Jenis Kegiatan Waktu Keterangan
1 Program PME Hematologi
2 Program PME Kimia Klinik
3 Program PME Kimia Rutin
4 Program PME Imunologi

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 29


5 Program PME Infeksi Tropis
6 Program PME PDS Patklin
Program kontrol mutu untuk
7
laboratorium klinis

8 Program validasi metode tes

Program, surveillans harian


9
atas hasil tes
Program koreksi cepat untuk
10
kekurangan
Program dokumentasi hasil
11
dan tindakan koreksi
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Kegiatan program ini dilaporkan ke manajemen laboratorium RSUD Datu Pancaitana
sekurang-kurangnya 6 bulan sekali

F. Pencatatan, Pelaporan, dan Evaluasi Kegiatan


a. Program kontrol mutu laboratorium klinis
Kontrol mutu laboratorium klinis Hasil
Kontrol mutu laboratorium hematologi
Kontrol mutu laboratorium kimia klinik
Kontrol mutu laboratorium imunologi
Kontrol mutu laboratorium infeksi tropis

b. Program validasi metode tes

Validasi metode tes Hasil


Laboratorium hematologi
Laboratorium kimia klinik
Laboratorium imunologi
Laboratorium infeksi tropis

c. Program surveillans harian atas hasil tes

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 30


Program ini dilaksanakan setiap hari pada semua tes laboratorium meliputi
pemeriksaan hematologi, kimia klinik, imunologi, mikrobiologi/parasitologi, urinalisa

d. Program koreksi cepat untuk kekurangan


Laboratorium Kekurangan Kelebihan
Hematologi
Kimia klinik
Imunologi
Infeksi tropis

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 31


BAB IX
PENUTUP

Instalasi Laboratorium Patologi Klinik (PK) adalah suatu unit pelayanan laboratorium
patologi klinik yang dimiliki oleh RSUD Datu Pancaitana sebagai salah satu unit penunjang
medik, yang memiliki visi Mewujudkan pelayanan Laboratorium Patologi Klinik yang
berkualitas dan berbasis pada perkembangan ilmu dan teknologi serta dapat menjadi
laboratorium rujukan regional. Instalasi Laboratorium PK sehari-hari memberikan pelayanan
laboratorium dan BDRS 24 jam
Untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan dari Instalasi Laboratorium Patologi Klinik,
maka instalasi ini didukung oleh struktur organisasi yang dipimpin oleh seorang Spesialis
Patologi Klinik sebagai kepala instalasi dan seorang lagi sebagai dokter penanggungjawab.
Interpretasi hasil laboratorium yang dibantu oleh staf teknis, administrasi dan pekarya. Dalam
mewujudkan tujuannya, instalasi ini juga memiliki beberapa program kerja, antara lain
program peningkatan kualitas pelayanan, manajemen, pengembangan sarana dan prasarana,
pengembangan jenis pemeriksaan laboratorium patologi klinik dan manajemen
pengembangan SDM.
Pedoman pelayanan laboratorium ini disusun sebagai dasar pelaksanaan dan
pelayanan laboratorium sehari-hari dan diharapkan mampu menjadi pedoman dalam
meningkatkan mutu layanan laboratorium di RSU Tenriawaru Bone sejalan dengan visi dan
misi rumah sakit.

Watampone,

Pedoman Pelayanan Laboratorium RSUD Datu Pancaitana 32