Anda di halaman 1dari 9

RUMAH SAKIT UMUM NATALIA

Jl. Teratai No.15 Boyolali


i Telp. (0276) 325302
E-mail: rsunataliaboyolali@gmail.com

PERATURAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM NATALIA

NOMOR………….TAHUN 2018

TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN ANESTESI DAN SEDASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMIMPIN RSU NATALIA

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah


Sakit Umum Natalia maka diperlukan penyelenggaraan
pelayanan yang bermutu tinggi

b. bahwa agar pelayanan di Rumah Sakit Umum Natalia dapat


terlaksana dengan baik, perlu adanya Keputusan Direktur RSU
Natalia tentang Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit Umum
Natalia sebagai landasan bagi penyelenggaraan seluruh
pelayanan di Rumah Sakit Umum Natalia.

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam


a dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSU
Natalia.
Mengingat : 1. Undang–Undang Nomor 36 Tahun 2009

tentang Kesehatan;

2. Undang–Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

3. Undang-undang nomor 29 tahun 2004 tentang


praktek kedokteran
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 519 Tahun
2011 Tentang Anestesiologi Dan Terapi Intensif.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 18 Tahun 2016
Tentang Penata Anestesi

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM NATALIA


TENTANG PELAYANAN ANESTESI DAN SEDASI

BAB I
KETENTUAN UMUM PELAYANAN ANESTESI DAN SEDASI

Pasal 1
Tindakan anestesi, sedasi, dan intervensi bedah merupakan proses yang kompleks dan
sering dilaksanakan di rumah sakit, oleh karena itu perlu ditetapkan regulasi yang
memenuhi standar profesi dan peraturan peundang undangan.

Pasal 2
(1) Regulasi pelayanan anestesi, sedasi dan intervensi bedah tersebut meliputi :
asesmen pasien yang lengkap dan menyeluruh, perencanaan asuhan yang
terintegrasi, pemantauan yang terus menerus, transfer ke ruang perawatan berdasar
atas kriteria tertentu, rehabilitasi, transfer ke ruangan perawatan dan pemulangan.
(2) Standar pelayanan anestesi dan bedah berlaku di area manapun dalam rumah sakit,
yang menggunakan anestesi sedang dan dalam, pelayanan anestesi serta sedasi
moderat dan dalam (termasuk layanan yang diperlukan untuk kegawat daruratan)
tersedia dalam 24 jam.

BAB II

STAF MEDIS ANESTESI DAN SEDASI

Pasal 3
(1) Ada staf medis anestesi yang kompeten dan berwenang, bertanggung jawab untuk
mengelola pelayanan anestesi, serta sedasi moderat dan dalam.

(2) Dokter spesialis anestesi adalah dokter yang telah menyelesaikan pendidikan anestesi
di pusat pendidikan yang diakui dan telah memiliki STR dan SIP

Pasal 4
Penata anestesi adalah yang terlatih dibidang anestesi dan telah menyelesaikan program D-
III anestesi atau perawat yang telah terlatih di bidang anestesi dan bekerja di kamar operasi
di bidang anestesi.

Pasal 5
Tanggung jawab pelayanan anestesi, serta sedasi moderat dan dalam meliputi :
(1) mengembangkan, menerapkan, dan menjaga regulasi;
(2) melakukan pengawasan administratif;
(3) menjalankan program pengendalian mutu yang dibutuhkan.
BAB III

PELAYANAN ANESTESI

Pasal 6
Pelayanan anestesi di RSU Natalia diberlakukan seragam di seluruh unit dimana
pelayanan anestesi dilakukan, memadai, teratur dan disesuaikan dengan kebutuhan
pasien.

Pasal 7
Pelayanan anestesi yang dimaksud dalam kebijakan ini meliputi: penilaian pra-anestesi,
tindakan anestesi yaitu sedasi, anestesi umum dan anestesi regional (spinal, epidural dan
blok saraf perifer), pemantauan selama anestesi, pelayanan pasca anestesi dan tatalaksana
nyeri.

BAB IV

MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

Pasal 8
Rumah sakit menetapkan program mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan
anestesi, serta sedasi moderat dan dalam
(1) Ada bukti monitoring dan evaluasi pelaksanaan asesmen prasedasi, pra anestesi,
selama anestesi dan pemulihan anestesi dan sedasi dalam

(2) Ada bukti monitoring dan evaluasi evaluasi ulang bila terjadi konversi tindakan
dari lokal/regional ke general.
(3) Ada bukti pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien dalam anestesi, serta
sedasi moderat dan dalam yang diintegrasikan dengan program mutu rumah sakit.
BAB V

PELAYANAN SEDASI

Pasal 9

Prosedur pemberian sedasi dilakukan seragam di tempat pelayanan di dalam rumah sakit
termasuk unit di luar kamar operasi oleh karena prosedur pemberian sedasi seperti
layaknya anestesi mengandung risiko potensial pada pasien, sesuai dengan regulasi di
rumah sakit.

Pasal 10
(1) Pelayanan sedasi yang seragam meliputi : kualifikasi staf yang memberikan sedasi,
peralatan medis yang digunakan, bahan yang dipakai dan cara monitoring di rumah
sakit.
(2) Tersedia peralatan emergensi dan bisa digunakan sesuai dengan jenis sedasi, usia dan
kondisi pasien.

Pasal 11
Para profesional pemberi asuhan (PPA) kompeten dan berwenang memberikan
pelayanan sedasi moderat dan dalam serta melaksanakan monitoring diantaranya dokter,
dokter gigi, atau petugas lain yang bertanggung jawab terhadap pasien yang menerima
tindakan sedasi.

Pasal 12

Para profesional pemberi asuhan (PPA) adalah orang yang bertanggung jawab
memberikan sedasi harus kompeten dan berwenang dalam hal :

(1) teknik dan berbagai macam cara sedasi;


(2) farmakologi obat sedasi dan penggunaaan zat reversal (antidot);
(3) memonitor pasien; dan
(4) bertindak jika ada komplikasi.

Pasal 13
Petugas yang kompeten dapat melakukan pemantauan di bawah supervisi secara terus
menerus terhadap parameter fisiologis pasien dan memberi bantuan dalam hal tindakan
resusitasi. Orang yang bertanggung jawab melakukan monitoring harus kompeten
dalam :

(1) monitoring yang diperlukan;


(2) bertindak jika ada komplikasi;
(3) penggunaan zat reversal (antidot);
(4) kriteria pemulihan.

Pasal 14

Profesional pemberi asuhan (PPA) yang kompeten dan berwenang melakukan asesmen
prasedasi sebagai berikut:

(1) mengidentifikasi setiap permasalahan saluran pernapasan yang dapat


memengaruhi jenis sedasi;
(2) evaluasi pasien terhadap risiko tindakan sedasi;
(3) merencanakan jenis sedasi dan tingkat kedalaman sedasi yang diperlukan
pasien berdasar atassedasi yang diterapkan;
(4) pemberian sedasi secara aman; dan
(5) mengevaluasi serta menyimpulkan temuan monitor selama dan sesudah
sedasi.

Pasal 15
Risiko, manfaat, dan alternatif berhubungan dengan tindakan sedasi moderat dan
didiskusikan dengan pasien dan keluarga pasien atau dengan mereka yang membuat
keputusan yang mewakili pasien.
BAB VI

ASUHAN PASIEN ANESTESI

Pasal 16

Profesional pemberi asuhan (PPA) yang kompeten dan berwenang pada pelayanan
anestesi melakukan asesmen pra-anestesi, pra induksi.

Pasal 17

Rencana, tindakan anestesi, dan teknik yang digunakan dicatat serta didokumentasikan di
rekam medis pasien.

Pasal 18
Obat-obat anestesi, dosis, dan rute serta teknik anestesi didokumentasikan di rekam
medis pasien, Dokter spesialis anestesi dan perawat yang mendampingi/penata anestesi
ditulis dalam form anestesi.

Pasal 19

(1) Risiko, manfaat, dan alternatif tindakan anestesi didiskusikan dengan pasien
dan keluarga atau orang yang dapat membuat keputusan mewakili pasien
(2) Rumah sakit menetapkan regulasi untuk menentukan status fisiologis
dimonitor selama proses anestesi dan bedah sesuai dengan panduan praktik klinis
serta didokumentasikan di dalam form anestesi.
BAB VII

RUANG OPERASI

Pasal 25

Desain tata ruang operasi harus memenuhi syarat sesuai dengan peraturan dan
perundang-undangan

Pasal 26

Kamar operasi memenuhi persyaratan tentang pengaturan zona berdasar atas tingkat
sterilitas ruangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, Kamar operasi memenuhi
persyaratan alur masuk barang-barang steril harus terpisah dari alur keluar barang dan
pakaian kotor, Kamar operasi memenuhi persyaratan koridor steril dipisahkan/tidak
boleh bersilangan alurnya dengan koridor kotor.

Pasal 27
Pelayanan bedah merupakan tindakan berisiko, oleh karena itu perencanaan dan
pelaksanaannya membutuhkan tingkat kehati-hatian dan akurasi tinggi. Sehubungan
dengan hal itu rumah sakit menetapkan program mutu dan keselamatan pasien yang
meliputi :
a) pelaksanaan asesmen prabedah;
b) penandaan lokasi operasi;
c) pelaksanaan surgical safety check List
d) pemantauan diskrepansi diagnosis pre dan posoperasi
Ditetapkan di Boyolali
Pada tanggal………… 2019

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM NATALIA

dr .Yulika Putri Dasa Panjuis


NIK………………….