Anda di halaman 1dari 236

ANGGARAN PERUSAHAAN

Oleh : Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.


(Digunakan di lingkungan sendiri, sebagai buku ajar mata kuliah Anggaran Perusahaan)

POLITEKNIK NSC SURABAYA


2016

i.
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Buku Ajar : Anggaran Perusahaan

Mata Kuliah : Anggaran Perusahaan

Kode Mata Kuliah : AK2426

Nama Penulis : Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

NIDN/ NIK : 0728088506

Program Studi : Akuntansi

Menyetujui,
Direktur Politeknik NSC Surabaya

Eko Tjiptojuwono, S.E., M.M.


NIDN. 0913066801

ii.
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T. Tanpa


karunia-Nya, buku ajar ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya
mengingat tugas dan kewajiban lain yang bersamaan hadir. Penulis
benar-benar merasa termotivasi untuk mewujudkan buku ajar ini
sebagai bagian untuk mempertahankan slogan pribadi “Think big, and
act now”
Buku ajar ini tertulis berdasarkan capaian pembelajaran dalam
rencana pembelajaran semester yang mana mahasiswa mampu
menyusun anggaran komprehensif, anggaran penjualan, anggaran
produksi, anggaran bahan mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta anggaran biaya administrasi
dan umum. Berdasarkan hal tersebut, penulis menyusun buku ajar ini
dengan memuat beragam soal pilihan ganda, soal uraian, dan tugas
latihan pada anggaran perusahaan. Terselesaikannya penulisan buku
ajar ini juga tak terlepas bantuan dari berbagai pihak yang mendukung
terbitnya buku ajar ini di kampus Politeknik NSC Surabaya. Karena
itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur
Politeknik NSC Surabaya dan pihak manajemen Politeknik NSC
Surabaya serta Bapak Direktur NSC Press. Untuk semua bantuan,
motivasi, dan saran-sarannya. Meskipun telah berusaha untuk
mengurangi kesalahan, penulis menyadari bahwa buku ajar ini masih
memiliki banyak kelemahan sebagai kekurangannya. Karena itu

iii.
penulis, berharap masukan dan kritikan dari pengguna buku ajar ini
untuk menjadikan buku ini menuju kesempurnaan.
Akhir kata, penulis berharap agar buku ajar ini dapat
membawa manfaat kepada pembaca dan pengguna buku ajar ini.
Secara khusus, penulis berharap semoga buku ajar ini menjadikan
generasi muda bermartabat, dan mandiri.

iv.
KATA PENGANTAR

Buku ajar Anggaran Perusahaan ini disusun untuk memberi

pengetahuan dan keterampilan menyusun anggaran komprehensif,

anggaran penjualan, anggaran produksi, anggaran bahan mentah,

anggaran tenaga kerja, dan anggaran biaya overhead pabrik, serta

anggaran biaya administrasi dan umum

Materi yang dibahas dalam buku ajar ini meliputi konsep

dasar budgeting, forecasting penjualan, anggaran penjualan, anggaran

produksi, anggaran bahan mentah, anggaran tenaga kerja, anggaran

biaya overhead pabrik, anggaran biaya administrasi dan umum.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur

Politeknik NSC Surabaya, Asisten Direktur 1, Asisten Direktur 2,

Direktur NSC Press, Kepala Program Studi Akuntansi, Kepala Bagian

Teknologi Pembelajaran, Dosen Prodi Akuntansi yang telah

memberikan masukan,dan mendukung suksesnya penerbitan buku

ajar ini. Semoga buku ajar ini bermanfaat.

Penulis menyadari bahwa walaupun berbagai upaya

penyempurnaan telah dilakukan, namun masih terdapat kekurangan.


v.
Saran dan kritik akan sangat dihargai demi penyempurnaan buku ajar

berikutnya. Amin.

Surabaya, September 2016


Penulis

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

vi.
UCAPAN TERIMA KASIH

Saya ucapkan terima kasih kepada Ayah dan Ibu yang mendukung
saya sejak dimulainya proses pembuatan buku ajar ini sampai dengan
proses penerbitan buku ajar ini. Saya ucapkan terima kasih pula
kepada Bapak Direktur Politeknik NSC Surabaya yang telah
menyetujui buku ajar ini terbit di lingkungan kampus Politeknik NSC
Surabaya. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Direktur NSC Press
yang telah menerbitkan buku ajar ini. Serta pihak manajemen yang
telah mendukung proses penerbitan buku ajar ini di lingkungan
kampus Politeknik NSC Surabaya. Tak lupa pula saya ucapkan terima
kasih kepada sahabatku di Univesitas Kuningan, Politeknik Piksi
Ganesha Bandung, Universitas Singaperbangsa Karawang,
Universitas Fajar, dan IBI Darmajaya Bandar Lampung, serta
Politeknik Negeri Bali yang telah memberikan kritikan dan masukkan
mengenai buku ajar ini.

vii.
TUJUAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa mampu menyusun anggaran komprehensif, anggaran


penjualan, anggaran produksi, anggaran bahan mentah, anggaran
tenaga kerja, dan anggaran biaya overhead pabrik, serta anggaran
biaya administrasi dan umum.

viii.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ................................................. ii
PRAKATA .............................................................................. iii
KATA PENGANTAR ............................................................ v
UCAPAN TERIMA KASIH ................................................... vii
TUJUAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI ANGGARAN
PERUSAHAAN .............................................. viii
DAFTAR ISI ........................................................................... ix
PENDAHULUAN .................................................................. xiv
RENCANA PEMBELAJARAN SATU SEMESTER (RPS) . xvii
BAB I. KONSEP DASAR BUDGETING .............................. 1
1.1. Pengertian Budget dan Budgeting ............................. 1
1.2. Manfaat Budgeting .................................................... 5
1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan
Budget ........................................................................ 6
1.4. Anggaran sebagai Alat Manajemen …....................... 7
1.5. Langkah-langkah Penyusunan Anggaran ……….…. 9
Rangkuman ……………………………………................ 10
Soal Pilihan Ganda ….…………......…………………….. 11
Soal Pertanyaan ………………………..………………… 16
Tugas …………………………………………………….. 16
RPP ………………………………………………………. 17

ix.
BAB II. FORECASTING PENJUALAN ............................... 20
2.1. Forecasting ................................................................. 20
2.2. Teknik Forecasting …………………………............. 22
2.3. Metode Semi Average ................................................ 26
2.4. Metode Moment ......................................................... 30
2.5. Metode Least Square .................................................. 33
Rangkuman ………………………………………............ 40
Soal Pilihan Ganda ….…………………………………… 42
Soal Pertanyaan ….….…………………………………… 46
Tugas .…………………………………...……………….. 48
RPP ………………………………………………………. 50
BAB III. ANGGARAN PENJUALAN .................................. 53
3.1. Pengertian Anggaran Penjualan ................................. 53
3.2. Kegunaan Anggaran Penjualan ….............................. 55
3.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan
Anggaran Penjualan ................................................... 56
3.4. Penyusunan Anggaran Penjualan ……....................... 57
Rangkuman ………………………………………............ 68
Soal Pilihan Ganda ………………………………............. 69
Soal Pertanyaan ….………………………………............. 74
Tugas …………………………………………………….. 82
RPP ………………………………………………………. 86
BAB IV. ANGGARAN PRODUKSI ..................................... 90
4.1. Pengertian Anggaran Produksi .................................. 90
4.2. Kegunaan Anggaran Produksi ................................... 93
x.
4.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyusunan
Anggaran Produksi …................................................. 93
4.4. Penyusunan Anggaran Produksi ................................ 94
Rangkuman ………………………………………............ 100
Soal Pilihan Ganda ………………………………............ 101
Soal Pertanyaan …………………………………………. 107
Tugas ……………………………………………………. 109
RPP ……………………………………………………… 111
BAB V. ANGGARAN BAHAN MENTAH .......................... 114
5.1. Pengertian Anggaran Bahan Mentah ......................... 114
5.2. Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah ......................... 116
5.3. Anggaran Pembelian Bahan Mentah …..................... 120
5.4. Anggaran Biaya Bahan Mentah ................................. 123
Rangkuman ………………………………………............ 125
Soal Pilihan Ganda ………………………………............. 127
Soal Pilihan Pertanyaan ….………………………............. 131
Tugas …………………………………………………….. 137
RPP ………………………………………………………. 140
BAB VI. ANGGARAN TENAGA KERJA ........................... 143
6.1. Perencanaan Anggaran Tenaga Kerja ........................ 143
6.2. Pengertian Anggaran Tenaga Kerja Langsung .......... 144
6.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anggaran Tenaga
Kerja Langsung .......................................................... 145
6.4. Proses Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja
Langsung …………………………………………… 145
xi.
Rangkuman ………………………………………............ 151
Soal Pilihan Ganda ………………………………............. 152
Soal Pertanyaan ….………………………………............. 155
Tugas …………………………………………………….. 158
RPP ………………………………………………………. 160
BAB VII. ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK …. 163
7.1. Pengertian Anggaran Biaya Overhead Pabrik .……... 163
7.2. Kegunaan Anggaran Biaya Overhead Pabrik ............ 165
7.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anggaran Biaya
Overhead Pabrik …..................................................... 166
7.4. Perhitungan Harga Pokok Produksi ………............... 166
7.5. Penyusunan Anggaran Biaya Overhead Pabrik ……. 172
Rangkuman ………………………………….................... 174
Soal Pilihan Ganda ………………………………............. 176
Soal Pertanyaan ….…………...…………………………. 180
Tugas …………………………………………………….. 183
RPP ………………………………………………............. 185
BAB VIII. ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI DAN
UMUM ................................................................. 189
8.1. Pengertian Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
..................................................................................... 189
8.2. Kegunaan Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
…................................................................................. 192
8.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anggaran Biaya
Administrasi dan Umum …………………………… 193
xii.
8.4. Penyusunan Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
…...…………………………......................... 193
Rangkuman ………………………………………............ 196
Soal Pilihan Ganda ………………………………............. 197
Soal Pertanyaan ….………………………………............. 202
Tugas …………………………………………………….. 203
RPP ………………………………………………………. 205
DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 209
INDEX .................................................................................... 210

xiii.
PENDAHULUAN

Buku ajar ini menjelaskan mengenai penyusunan anggaran


komprehensif, anggaran penjualan, anggaran produksi, anggaran
bahan mentah, anggaran tenaga kerja, dan anggaran biaya overhead
pabrik, serta anggaran biaya administrasi dan umum. Buku ajar ini
berisi 8 bab yang membahas mengenai pengertian, faktor-faktor yang
mempengaruhi, prosedur, tujuan dan manfaat anggaran komprehensif
perusahaan. Setiap bab dalam buku ajar ini diberikan contoh soal serta
soal latihan dan soal tugas.
Pada bab 1 membahas materi konsep dasar budgeting.
Budgeting (penganggaran) adalah perencanaan keuangan organisasi
atau proses menyusun kegiatan organisasi yang dinyatakan kuantitatif
dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang.
Pada bab 2 membahas materi forecasting penjualan.
Forecasting adalah suatu teknik proyeksi yang dilakukan dengan
menggunakan berbagai asumsi tertentu yakni seperti masa lalu
mengenai tingkat permintaan potensial konsumen suatu periode
tertentu.
Pada bab 3 membahas materi anggaran penjualan. Anggaran
penjualan adalah anggaran yang direncanakan lebih terperinci
mengenai penjualan perusahaan selama periode di masa yang akan
datang yang meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang
dijual, jumlah kuantitas harga barang, waktu penjualan serta tempat/
daerah penjualannya.
xiv.
Pada bab 4 membahas materi anggaran produksi. Anggaran
produksi adalah anggaran yang direncanakan lebih terperinci
mengenai produksi perusahaan selama periode di masa yang akan
datang yang meliputi jenis (kualitas), jumlah kuantitas, waktu kapan
diproduksi.
Pada bab 5 membahas materi anggaran bahan mentah.
Anggaran bahan mentah adalah anggaran yang merencanakan
kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung.
Pada bab 6 membahas materi anggaran tenaga kerja.
Anggaran tenaga kerja adalah anggaran yang merencanakan khusus
mengenai biaya tenaga kerja langsung dan jam tenaga kerja langsung
menurut waktu jenis barang yang diproduksi.
Pada bab 7 membahas materi anggaran biaya overhead pabrik.
Anggaran biaya overhead pabrik adalah anggaran yang merencanakan
biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam
rangka proses produksi kecuali anggaran biaya bahan baku langsung
dan anggaran biaya tenaga kerja langsung.
Pada bab 8 membahas materi anggaran biaya administrasi dan
umum. Anggaran biaya administrasi dan umum adalah anggaran yang
dikeluarkan oleh perusahaan di bagian administrasi umum.
Buku ajar ini disusun dengan memberikan soal latihan yang
berupa pilihan ganda, soal uraian, dan tugas latihan. Serta dilengkapi
dengan format lembar jawaban yang tersedia.
Buku ajar ini mempelajari beberapa materi antara lain :
 Konsep dasar budgeting
xv.
 Forecasting Penjualan
 Anggaran Penjualan
 Anggaran Produksi
 Anggaran Bahan Mentah
 Anggaran Tenaga Kerja
 Anggaran Biaya Overhead Pabrik
 Anggaran Biaya Administrasi dan Umum

xvi.
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PROGRAM STUDI : Akuntansi

MATA KULIAH : Anggaran Perusahaan

KODE MATA KULIAH : AK2426

SKS : 3

SEMESTER : 3

MATAKULIAH : -
PRASYARAT

DOSEN PENGAMPU : Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

CAPAIAN : Mahasiswa mampu menyusun anggaran komprehensif, anggaran


PEMBELAJARAN penjualan, anggaran produksi, anggaran bahan mentah,
anggaran tenaga kerja, dan anggaran biaya overhead pabrik,
serta anggaran biaya administrasi dan umum.

xvii.
Bentuk PENILAIAN Referensi
Kemampuan pembelajaran
Pertemuan MATERI
Akhir yang INDIKATOR (metode dan
Ke POKOK
direncanakan pengalaman Jenis Kriteria Bobot
belajar)

1 2 3 4 5 6 7 8 9
1-2 Mahasiswa  Mahasiswa mampu Konsep - Ceramah Tes Ketepatan 5% R1, R2, R3
dapat memahami definisi Dasar - Diskusi lisan menjelaskan
menjelaskan budget dan budgeting Budgeting kelompok konsep dasar
Konsep Dasar  Mahasiswa mampu budgeting
Budgeting menguraikan
kegunaan budgeting
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyusunan budget
 Mahasiswa mampu
memahami anggaran
sebagai alat
manajemen
 Mahasiswa mampu
mengetahui prosedur
penyusunan anggaran

xviii.
3-4 Mahasiswa Forecasting - Ceramah Tes Ketepatan 5% R1, R2, R3
dapat
 Mahasiswa mampu
Penjualan - Diskusi unjuk menjelaskan
memahami tentang
menjelaskan kelompok kerja dan menyusun
forecast penjualan
dan forecast
menyusun  Mahasiswa mampu penjualan
forecast membuat forecast
penjualan penjualan dengan
metode semi average,
metode moment, dan
metode least square
 Mahasiswa mampu
menjelaskan teknik
dalam forecast
penjualan
5-7 Mahasiswa  Mahasiswa mampu Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 10 % R1, R2, R3
dapat memahami tentang Penjualan - Diskusi unjuk menyusun
menyusun anggaran penjualan kelompok kerja anggaran
anggaran  Mahasiswa mampu penjualan
penjualan menguraikan
kegunaan anggaran
penjualan
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyusunan anggaran
penjualan
 Mahasiswa mampu
menjelaskan langkah-
langkah menyusun
anggaran penjualan

xix.
 Mahasiswa mampu
menyusun anggaran
penjualan
8 Minggu Tenang
9 Ujian Tengah Semester (UTS)
10 Mahasiswa  Mahasiswa mengerti Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 4% R1, R2, R3
dapat tentang anggaran Produksi - Diskusi unjuk menyusun
Menyusun produksi kelompok kerja anggaran
Anggaran  Mahasiswa mampu produksi
Produksi menguraikan
kegunaan anggaran
produksi
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyusunan anggaran
produksi
 Mahasiswa mampu
menyusun anggaran
produksi
11-12 Mahasiswa  Mahasiswa mengerti Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 4% R1, R2, R3
dapat tentang anggaran Bahan - Diskusi unjuk menyusun
Menyusun bahan mentah Mentah kelompok kerja anggaran bahan
Anggaran  Mahasiswa mampu mentah
Bahan menjelaskan tentang
Mentah anggaran kebutuhan
bahan mentah
 Mahasiswa mampu
menjelaskan tentang
xx.
anggaaran pembelian
bahan mentah
 Mahasiswa mampu
menjelaskan tentang
anggaran biaya bahan
mentah
13 Mahasiswa Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 4% R1, R2, R3
dapat
 Mahasiswa mengerti Tenaga - Diskusi unjuk menyusun
tentang perencanaan
Menyusun tenaga kerja Kerja kelompok kerja anggaran tenaga
Anggaran kerja
Tenaga Kerja  Mahasiswa mengerti
tentang anggaran
tenaga kerja langsung
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
anggaran tenaga kerja
langsung
 Mahasiswa mampu
menyusun anggaran
biaya tenaga kerja
langsung

xxi.
14-15 Mahasiswa  Mahasiswa mengerti Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 4% R1, R2, R3
dapat tentang anggaran Biaya - Diskusi unjuk menyusun
Menyusun biaya overhead Overhead kelompok kerja anggaran biaya
Anggaran pabrik Pabrik overhead pabrik
Biaya  Mahasiswa mampu
Overhead menguraikan
Pabrik kegunaan anggaran
biaya overhead
pabrik
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyusunan anggaran
biaya overhead
pabrik
 Mahasiswa mampu
menghitung harga
pokok produksi
 Mahasiswa mampu
menyusun anggaran
biaya overhead
pabrik
16 Mahasiswa  Mahasiswa mampu Anggaran - Ceramah Tes Ketepatan 4% R1, R2, R3
dapat mengerti tentang Biaya - Diskusi unjuk menyusun
Menyusun biaya administrasi Administrasi kelompok kerja anggaran biaya
Anggaran dan umum dan umum administrasi
Biaya  Mahasiswa mampu dan penjualan
Administrasi menguraikan
dan Umum kegunaan biaya

xxii.
administrasi dan
umum
 Mahasiswa mampu
menjelaskan faktor-
faktor yang
mempengaruhi
penyusunan anggaran
biaya administrasi
dan umum
 Mahasiswa mampu
menyusun anggaran
biaya administrasi
dan umum
17 Minggu Tenang
18 Ujian Akhir Semester

REFERENSI:
1. Nafarin,M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi 3. Jakarta; Salemba Empat.
2. Gunawan Adisaputro. 2004. Anggaran Perusahaan. Jogjakarta: BPFE.
3. Tendi Haruman & Sri Rahayu, 2007. Penyusunan Anggaran Perusahaan. Edisi kedua. Yogyakarta: Graha Ilmu,
2007

xxiii.
BAB I
Konsep Dasar Budgeting

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat menjelaskan Konsep Dasar Budgeting.

Indikator :
1. Mahasiswa mampu memahami definisi budget dan budgeting.
2. Mahasiswa mampu menguraikan kegunaan budgeting.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan budget.
4. Mahasiswa mampu memahami anggaran sebagai alat
manajemen.
5. Mahasiswa mampu mengetahui prosedur penyusunan
anggaran.

1.1. PERBEDAAN BUDGET DAN BUDGETING


Perencanaan (planning) dan pengendalian (controlling)
merupakan fungsi kritis dalam perusahaan yang menentukan
keberlanjutan usaha jangka panjangnya. Fungsi tersebut melekat di
para manajer dalam menjalankan tanggungjawab manajerialnya.
Sistem perencanaan dan pengendalian yang sering disebut budgeting,
dimana perusahaan menggunakan budgeting tersebut sebagai acuan
untuk menjalankan aktivitas bisnis, mengukur kinerja, hingga
merencanakan insentif. Salah satu fungsi manajemen adalah
1.
perencanaan (planning). Tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan
asumsi mengenai gambaran kegiatan yang akan dilakukan di masa
mendatang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tujuan utama
perencanaan adalah untuk memberikan proses umpan maju
(feedforward) agar dapat memberikan arahan kepada setiap manajer
dalam pengambilan keputusan operasional sehari-hari. Menurut
Glenn A. Welsch menyatakan bahwa:
“Comprehensive profit planning and control is defined as a
systematic and formalized approach for performing siginificant
phases of management planning and control functions”.
Berdasarkan hal tersebut, perencanaan dan pengendalian laba
komprehensif adalah sebuah sistematis yang disusun berurutan dan
berdasarkan fakta dan dengan pendekatan formal untuk melakukan
tahapan penting di dalam fungsi perencanaan dan pengendalian
manajemen. Manajemen perusahaan memerlukan pelaksanaan yang
berkelanjutan sesuai dengan tanggungjawab-tanggungjawab
manajerial. Tanggungjawab tersebut dikenal sebagai fungsi-fungsi
manajemen. Fungsi-fungsi manajemen tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Perencanaan (Planning)
Proses penyusunan tujuan perusahaan dan pemilihan tindakan
yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
oleh perusahaan.
2. Pengorganisasian (Organizing)

2.
Proses menghubungkan antara para pekerja dengan pekerjaan-
pekerjaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah
ditetapkan.
3. Penataan staf (Staffing)
Proses untuk menjamin bahwa para pekerja yang cakap telah
dipilih, dikembangkan, dan diberi penghargaan untuk mencapai
tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
4. Kepemimpinan (Leading)
Proses pemberian motivasi baik kepada kelompok maupun
individu untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.
5. Pengendalian (Controlling)
Proses untuk menjamin bahwa pelaksanaan kerja yang efisien
akan dapat mencapai tujuan perusahaan.
Penganggaran (budgeting) menunjukkan suatu proses dimulai
dari tahap persiapan yang dibutuhkan sebelum penyusunan rencana,
pengumpulan berbagai data dan informasi, pembagian tugas
perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari
rencana tersebut sampai ke tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil
rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah
anggaran (budget).
Anggaran adalah rencana perluasan yang dinyatakan dalam
satuan uang atau satuan kuantitatif lain mengenai program kegiatan
yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan dimasa yang akan datang.
Sehingga anggaran memiliki 3 aspek yaitu:
1. Penetapan tujuan yang akan dicapai.
3.
2. Memilih dan menentukan cara yang akan ditempuh dari semua
alternatif yang mungkin dipilih.
3. Usaha-usaha yang ditempuh untuk mencapai tujuan atas dasar
alternatif yang dipilih.
Penganggaran perusahaan berarti menjelaskan, menghitung, dan
menyusun anggaran perusahaan, sedangkan anggaran perusahaan
hanya menampilkan bentuk dari anggaran perusahaan, seperti
anggaran penjualan atau anggaran modal tanpa disertai penjelasan,
penghitungan maupun penyusunannya.
Tabel 1.1 Perbedaan Budget dan Budgeting
Anggaran (Budget) Penganggaran (Budgeting)
Hasil kerja (out put) yang Proses kegiatan yang
terutama berupa taksiran- menghasilkan budget tersebut
taksiran yang akan sebagai hasil kerja (out put) serta
dilaksanakan diwaktu yang proses kegiatan yang berkaitan
akan datang, dan dituangkan dengan pelaksanaan fungsi-fungsi
dalam suatu naskah tulisan budget, yaitu fungsi-fungsi
yang disusun secara teratur pedoman kerja, alat
dan sistematis. pengkoordinasian kerja dan alat
pengawasan kerja.

Anggaran perusahaan dianggap sebagai sistem tunggal yang


memiliki ciri khas tersendiri atau sebagai suatu subsitem yang
memerlukan hubungan (interface) dengan subsistem lain yang ada
dalam perusahaan. Anggaran perusaahaan mempunyai tujuan serta

4.
cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda
dengan tujuan serta cara kerja sistem lain yang terdapat dalam
perusahaan.

1.2. MANFAAT BUDGETING


Anggaran mempunyai banyak manfaat antara lain:
1. Semua kegiatan dapat mengarah pada pencapaian tujuan
bersama
2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan
karyawan
3. Dapat memotivasi karyawan
4. Alat pendidikan bagi para manajer
5. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada karyawan
6. Menghindari pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu
7. Sumber daya (seperti tenaga kerja, peralatan, dan dana) dapat
dimanfaatkan seefisien mungkin.
Sedangkan tujuan penyusunan anggaran sebagai berikut:
1. Untuk menyatakan harapan/ sasaran perusahaan secara jelas dan
formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan
arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen
2. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-
pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan
dilaksanakan
3. Untuk menyediakan rencana rinci mengenai aktivitas dengan
maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan
5.
yang jelas bagi individu dan kelompok dalam upaya mencapai
tujuan perusahaan
4. Untuk mengkoordinasikan cara/ metode yang akan ditempuh
dalam rangka memaksimalkan sumber daya
5. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja
individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang
mendasari perlu tidaknya tindakan koreksi

1.3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENYUSUNAN BUDGET
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran secara
garis besar dibedakan 2 kelompok yaitu faktor eksternal dan faktor
internal. Faktor Eksternal antara lain:
1. Keadaan persaingan
2. Tingkat pertumbuhan penduduk
3. Tingkat penghasilan masyarakat
4. Tingkat pendidikan masyarakat
5. Tingkat penyebaran penduduk
6. Agama, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat
7. Berbagai kebijaksanaan pemerintah baik dibidang politik,
ekonomi, sosial, budaya maupun keamanan
8. Keadaan perekonomian nasional maupun internasional,
kemajuan teknologi, dan sebagainya.

6.
Sedangkan Faktor internal yang mempengaruhi penyusunan anggaran
antara lain:
1. Data penjualan tahun-tahun yang lalu
2. Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
harga jual, syarat pembayaran barang yang dijual, pemilihan
saluran distribusi dan sebagainya
3. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan
4. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan
5. Modal kerja perusahaan
6. Fasilitas-fasilitas perusahaan
7. Kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan yang berkaitan dengan
pelaksanaan fungsi-fungsi perusahaan, baik di bidang pemasaran,
produksi, pembelanjaan, administrasi maupun personalia.

1.4. ANGGARAN SEBAGAI ALAT MANAJEMEN


Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana
kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan
moneter dan satuan kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran
sering diartikan sebagai perencanaan laba (profit planning). Dalam
perencanaan laba, manajemen menyusun rencana implikasinya yang
dinyatakan ke dalam laporan laba rugi jangka pendek, dan jangka
panjang, neraca kas, dan modal kerja yang diproyeksikan di masa
yang akan datang.
Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu
tahun membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan
7.
dengan sumber daya yang diperkirakan. Dengan anggaran,
manajemen mengarahkan jalannya perusahaan ke suatu kondisi
tertentu. Proses penyusunan anggaran sering kali disebut sebagai
penyusunan rencana laba jangka panjang. Untuk memungkinkan
manajemen puncak melakukan pemilihan rencana kerja yang
berdampak baik terhadap laba, manajemen menggunakan teknik
analisa biaya-volume dan laba. Setelah suatu rencana kerja dipilih
untuk mencapai sasaran anggaran, manajer yang berperan untuk
melaksanakan rencana kerja tersebut memerlukan sumber daya untuk
memungkinkannya mencapai sasaran anggaran.
Perusahaan merupakan salah satu nilai ekonomi perlu memiliki
program yang serupa. Perusahaan sebagai lembaga ekonomi yang
selalu menginginkan keuntungan, dan karenanya menggunakan
kriteria efisiensi sebagai alat pengukurnya. Karena hal tersebut
perusahaan membutuhkan alat perencanaan dan pengendalian
keuntungan. Anggaran sebagai alat manajemen dibidang perencanaan
dan pengawasan ternyata tidak begitu saja dapat diperoleh manfaatnya
secara penuh dan berimbang oleh perusahaan yang telah
menggunakannya tanpa ada usaha khusus dengan persyaratan tertentu
yang harus dipenuhi. Antara lain tingkat penggunaan sistem akuntansi
keuangan dan akuntansi biaya sampai tingkat batas tertentu.

8.
1.5. LANGKAH - LANGKAH PENYUSUNAN ANGGARAN
Penyusunan anggaran dalam suatu organisasi biasanya
dikoordinasikan oleh komite anggaran dan departemen anggaran.
Prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis informasi masa lalu, lingkungan luar yang
diantisipasi, dan SWOT
2. Menyusun perencanaan strategik dan program
3. Mengkomunikasikan tujuan, strategi pokok, dan program
4. Memilih taktik, mengkoordinasi, dan mengawasi operasi
5. Menyusun usulan anggaran
6. Menyerahkan revisi usulan anggaran
7. Menyetujui revisi usulan anggaran dan merakit menjadi
anggaran perusahaan
8. Revisi dan penetapan final anggaran perusahaan untuk diajukan
kepada pimpinan perusahaan, dan pengesahan biasanya
dilakukan oleh pemilik perusahaan atau dalam PT pada RUPS.
Dalam penyusunan anggaran yang harus diperhatikan oleh para
pelaku pelaksana anggaran dengan cara mempertimbangkan antara
lain sebagai berikut:
1. Anggaran harus dibuat serealistis mungkin dan secermat mungkin
2. Untuk memotivasi manajer pelaksana diperlukan partisipasi
manajemen puncak
3. Anggaran harus mencerminkan keadilan, sehingga pelaksana
tidak merasa tertekan tetapi justru termotivasi

9.
4. Untuk membuat laporan realisasi anggaran diperlukan laporan
yang akurat dan tepat waktu
5. Pembuatan anggaran harus cakap, mampu berpikir ke depan dan
memiliki wawasan yang luas
6. Wewenang dalam membuat anggaran harus tegas

RANGKUMAN
Penganggaran (budgeting) menunjukkan suatu proses dimulai
dari tahap persiapan yang dibutuhkan sebelum penyusunan rencana,
pengumpulan berbagai data dan informasi, pembagian tugas
perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari
rencana tersebut sampai ke tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil
rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah
anggaran (budget). Anggaran adalah rencana perluasan yang
dinyatakan dalam satuan uang atau satuan kuantitatif lain mengenai
program kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan dimasa
yang akan datang.
Anggaran mempunyai banyak manfaat antara lain: Semua
kegiatan dapat mengarah pada pencapaian tujuan bersama, dapat
digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan karyawan,
dapat memotivasi karyawan, alat pendidikan bagi para manajer,
menimbulkan tanggung jawab tertentu pada karyawan, menghindari
pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu, sumber daya (seperti
tenaga kerja, peralatan, dan dana) dapat dimanfaatkan seefisien
mungkin.
10.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran secara
garis besar dibedakan 2 kelompok yaitu faktor eksternal dan faktor
internal. Anggaran sebagai alat manajemen dibidang perencanaan dan
pengawasan ternyata tidak begitu saja dapat diperoleh manfaatnya
secara penuh dan berimbang oleh perusahaan yang telah
menggunakannya tanpa ada usaha khusus dengan persyaratan tertentu
yang harus dipenuhi. Antara lain tingkat penggunaan sistem akuntansi
keuangan dan akuntansi biaya sampai tingkat batas tertentu.
Prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut:
menganalisis informasi masa lalu, lingkungan luar yang diantisipasi,
dan SWOT, menyusun perencanaan strategik dan program,
mengkomunikasikan tujuan, strategi pokok, dan program, memilih
taktik, mengkoordinasi, dan mengawasi operasi, menyusun usulan
anggaran, menyerahkan revisi usulan anggaran, menyetujui revisi
usulan anggaran dan merakit menjadi anggaran perusahaan, revisi dan
penetapan final anggaran perusahaan untuk diajukan kepada pimpinan
perusahaan, dan pengesahan biasanya dilakukan oleh pemilik
perusahaan atau dalam PT pada RUPS.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Ada 2 fungsi kritis manajemen dalam perusahaan yang
menentukan keberlanjutan usaha jangka panjangnya adalah
………
a. Perencanaan dan Pengorganisasian
b. Perencanaan dan Penataan staf
11.
c. Perencanaan dan Kepemimpinan
d. Perencanaan dan Pengendalian
e. Pengorganisasian dan Penataan staf

2. Proses kegiatan yang menghasilkan budget tersebut sebagai hasil


kerja (out put) serta proses kegiatan yang berkaitan dengan
pelaksanaan fungsi-fungsi budget adalah …………
a. Budgeting
b. Organizing
c. Leading
d. Planning
e. Controlling

3. Rencana perluasan yang dinyatakan dalam satuan uang atau


satuan kuantitatif lain mengenai program kegiatan yang
dilaksanakan untuk mencapai tujuan dimasa yang akan dating
adalah …….
a. Anggaran
b. Penganggaran
c. Manajemen
d. Akuntansi
e. Akuntansi Manajemen

12.
4. Berikut ini manfaat anggaran adalah kecuali ………
a. Semua kegiatan dapat mengarah pada pencapaian tujuan
bersama
b. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan
kekurangan karyawan
c. Dapat memotivasi karyawan
d. Alat penguasa bagi para manajer
e. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada karyawan

5. Berikut ini yang bukan faktor internal yang mempengaruhi


penyusunan anggaran adalah …
a. Keadaan persaingan
b. Data penjualan tahun-tahun yang lalu
c. Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan
d. Modal kerja perusahaan
e. Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan

6. Tujuan anggaran penyusunan anggaran antara lain adalah kecuali


……
a. Untuk menyatakan harapan/ sasaran perusahaan secara jelas
dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan
memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai
manajemen
b. Menganalisis informasi masa lalu, lingkungan luar yang
diantisipasi, dan SWOT
13.
c. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada
pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung,
dan dilaksanakan
d. Untuk menyediakan rencana rinci mengenai aktivitas dengan
maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan
pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok dalam
upaya mencapai tujuan perusahaan
e. Untuk mengkoordinasikan cara/ metode yang akan ditempuh
dalam rangka memaksimalkan sumber daya

7. Berikut ini prosedur penyusunan anggaran adalah sebagai berikut


kecuali :
a. Menyusun perencanaan strategik dan program
b. Memilih taktik, mengkoordinasi, dan mengawasi operasi
c. Revisi dan penetapan final anggaran perusahaan untuk
diajukan kepada pimpinan perusahaan, dan pengesahan
biasanya dilakukan oleh pemilik perusahaan atau dalam PT
pada RUPS.
d. Menyerahkan usulan pengendalian anggaran
e. Mengkomunikasikan tujuan, strategi pokok, dan program

8. Tujuan penyusunan anggaran salah satunya adalah untuk


menyediakan rencana rinci mengenai aktivitas dengan maksud
mengurangi …….

14.
a. Keadaan persaingan
b. Pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu
c. Ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi
individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan
perusahaan
d. Revisi usulan anggaran
e. Modal kerja perusahaan

9. Hasil kerja (out put) yang terutama berupa taksiran-taksiran yang


akan dilaksanakan diwaktu yang akan datang, dan dituangkan
dalam suatu naskah tulisan yang disusun secara teratur dan
sistematis disebut ……
a. Penganggaran
b. Anggaran
c. Manajeman
d. Matematika Bisnis
e. Akuntansi

10. Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana


implikasinya yang dinyatakan ke dalam laporan ………
a. Laporan laba rugi jangka pendek, dan jangka panjang, neraca
kas, dan modal kerja yang diproyeksikan di masa yang akan
datang.
b. Laporan posisi keuangan dan laporan perubahan keuangan

15.
c. Laporan laba rugi jangka pendek, dan jangka panjang, neraca
kas, dan modal kerja di masa yang akan lalu.
d. Laporan laba rugi dan laporan perubahan keuangan
e. Laporan perubahan keuangan dan modal kerja.

SOAL PERTANYAAN
1. Jelaskan tentang definisi budget dan budgeting sehingga terlihat
perbedaannya ?
2. Sebutkan langkah-langkah dalam menyusun anggaran perusahaan
terutama perusahaan yang berbentuk PT ?
3. Jelaskan anggaran dianggap sebagai alat manajemen !
4. Sebutkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi dalam
penyusunan anggaran !
5. Sebutkan tujuan dan manfaat anggaran perusahaan ?

TUGAS
1. Identifikasikan dan Jelaskan 7 faktor yang mempengaruhi segala
perencanaan yang dilakukan oleh seorang business manager ?
2. Identifikasikan dan jelaskan klasifikasi anggaran berdasarkan
ruang lingkup, fleksibilitas, dan jangka waktu ?

16.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian : Mahasiswa mampu menyusun
Pembelajaran anggaran komprehensif, anggaran
penjualan, anggaran produksi,
anggaran bahan mentah, anggaran
tenaga kerja, dan anggaran biaya
overhead pabrik, serta anggaran biaya
administrasi dan umum

Kemampuan : Mahasiswa dapat menjelaskan Konsep


Akhir yang Dasar Budgeting
direncanakan

Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit

Indikator :  Mahasiswa mampu memahami


definisi budget dan budgeting
 Mahasiswa mampu menguraikan
kegunaan budgeting
 Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan
budget
 Mahasiswa mampu memahami
anggaran sebagai alat
manajemen

17.
 Mahasiswa mampu mengetahui
prosedur penyusunan anggaran
Materi Pokok : Konsep Dasar Budgeting

Langkah Kegiatan :

Langkah Pembelajaran Metode Waktu Sumber/ Media/


Alat
Kegiatan Pendahuluan Ceramah 10 1. White Board
 Membuka Menit 2. OHP/ LCD
perkuliahan dengan 3. Note Book
salam 4. Transparansi
 Menjelaskan RPP dan / powerpoint
RPS perkuliahan 5. Spidol
 Menjelaskan materi 6. Penghapus
pertemuan ke 1 & 2
Kegiatan Inti • Ceramah 125 1. White Board
 Memahami definisi  Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
budget dan budgeting kelompok 3. Note Book
 Menguraikan  Tes lisan 4. Transparansi
kegunaan budgeting / powerpoint
 Menjelaskan faktor- 5. Spidol
faktor yang 6. Penghapus
mempengaruhi
penyusunan budget

18.
 Menjelaskan tentang
anggaran sebagai alat
manajemen
 Menjelaskan tentang
prosedur penyusunan
anggaran
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
 Melakukan diskusi  Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
dengan mahasiswa kelompok 3. Note Book
 Memberikan 4. Transparansi
kesimpulan mengenai / powerpoint
materi pertemuan ke 1 5. Spidol
&2 6. Penghapus
 Melakukan Absensi
kelas dan mengisi
jurnal kegiatan
 Menutup pertemuan
dengan salam

Surabaya, ...............................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A

19.
BAB II
Forecasting Penjualan

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat menjelaskan dan menyusun forecast penjualan.

Indikator :
1. Mahasiswa mampu memahami tentang forecast penjualan.
2. Mahasiswa mampu membuat forecast penjualan dengan metode
semi average, metode moment, dan metode least square.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan teknik dalam forecast
penjualan.

2.1 FORECASTING
Penjualan produk perusahaan merupakan aspek yang penting
bagi perusahaan sehingga penyusunan rencana penjualan perlu
dilakukan dengan benar. Rencana penjualan merupakan keputusan
manajemen yang didasarkan pada forecast penjualan setelah
manajemen memasukkan berbagai pendapat yang berkenaan dengan
volume, harga, usaha-usaha penjualan, produksi dan keuangan. Jika
forecast penjualan diterima maka forecast tersebut diubah menjadi
rencana penjualan. Forecast penjualan merupakan proyeksi teknis
tentang permintaan pelanggan potensial di waktu yang akan datang
dengan menggunakan asumsi-asumsi tertentu. Atas dasar ramalan
penjualan (sales forecasting) yang disusun manajemen perusahaan
20.
juga akan dapat mengetahui keadaan perusahaan pada masa yang
akan datang sehingga perusahaan dapat menentukan kebijakan
perusahaan. Penyusunan forecast penjualan merupakan fungsi teknis
yang sebaiknya dilaksanakan oleh orang-orang yang ahli. Forecast
penjualan merupakan sumbangan utama dari staf peramal kepada
manajemen dalam penyusunan rencana penjualan. Forecast penjualan
mungkin ditolak, dimodifikasi, atau diterima oleh manajemen.
Anggaran adalah rencana perluasan yang dinyatakan dalam
satuan uang atau satuan kuantitatif lain mengenai program kegiatan
yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan dimasa yang akan datang.
Sehingga dapat disimpulkan dari pengertian tersebut yaitu: anggaran
dinyatakan dalam ukuran uang, umumnya berjangka waktu satu
tahun, dan berisi komitmen manajemen untuk mencapainya. Berbeda
dengan ramalan penjualan (sales forecasting) dimana dinyatakan
dalam ukuran moneter atau bukan, dapat sembarang waktu, peramal
tidak bertanggung jawab atas tercapainya ramalan.
Pemilihan cara yang dipakai untuk pembuatan forecast
penjualan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti:
1. Sifat produk yang dijual
2. Metode distribusi yang akan dipakai
3. Besarnya perusahaan dibanding dengan perusahaan pesaing
4. Tingkat persaingan yang dihadapi
5. Data historis yang tersedia

21.
Forecast penjualan mempengaruhi, bahkan menentukan
keputusan dan kebijaksanaan yang akan diambil seperti tampak pada
gambar dibawah ini:
1. Kebijaksanaan dalam perencanaan produksi
2. Kebijaksanaan persediaan barang jadi
3. Kebijaksanaan penggunaan mesin-mesin
4. Kebijaksanaan pembelian bahan mentah dan pembantu
5. Kebijaksanaan aliran kas
6. Kebijaksanaan investasi aktiva tetap

2.2 TEKNIK FORECASTING


Forecast penjualan merupakan “center” dari seluruh
perencanaan perusahaan dan menentukan potensi penjualan dan luas
pasar pada masa yang akan datang. Forecasting adalah cara untuk
mengukur atau menaksir kondisi bisnis di masa yang akan datang.
Pengukuran ini dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
Pengukuran secara kuantitatif menggunakan metode statistik dan
matematik sedangkan pengukuran secara kualitatif dilakukan dengan
menggunakan judgement atau non statistik. Teknik statistik
digunakan sebagai alat utama bagi penyusun ramalan penjualan,
sedangkan intrepetasi dan judgement dipakai sebagai pelengkap.
Teknik atau metode forecast dikelompokkan menjadi 3 kelompok.
Berikut ini skema pengelompokkan untuk metode forecast:

22.
Metode Forecast Penjualan :
1. Statistik; 2. Non Statistik atau
Judgement; 3. Metode khusus

Metode Non Statistik :


1. Pendapat Salesman
2. Pendapat Sales Manager
3. Pendapat Para Ahli
4. Survey Konsumen

Metode Statistik :
1. Analisis Trend:
- Penerapan garis trend secara bebas
- Penerapan garis trend dengan setengah rata-rata
- Penerapan garis trend secara matematis
2. Analisis Korelasi

Metode Khusus :
1. Analisis Industri
2. Analisis Product Line
3. Analisis Penggunaan Akhir

Gambar 2.1 Teknik atau Metode Forecast Penjualan

Metode statistik, metode ini unsur subyektivitas ditekan sedikit


mungkin. Perhitungan lebih didasarkan pada data obyektif, seperti
analisis trend dan analisis korelasi. Analisis trend terdiri dari 3 yaitu
penerapan garis trend secara bebas, penerapan garis trend dengan
setengah rata-rata, dan penerapan garis trend secara matematis.
Penerapan garis trend secara bebas, trend ini menentukan bahwa garis
lurus patah-patah yang dibentuk oleh data historis, diganti atau diubah
23.
menjadi garis lurus dengan cara bebas berdasarkan pada perasaan atau
pendapat dari orang yang bersangkutan. Garis lurus tersebut dibuat
sedemikian rupa sehingga dirasakan cukup mewakili titik-titik data
historis yang tersebar secara tidak teratur. Penerapan garis trend
dengan setengah rata-rata, trend ini sudah menggunakan perhitungan-
perhitungan, sehingga unsur-unsur subyektifitas sudah dihilangkan.
Penerapan garis trend secara matematis, trend ini menggunakan cara-
cara perhitungan statistik dan matematik tertentu untuk mengetahui
fungsi garis lurus. Analisis korelasi ini digunakan untuk menggali
hubungan sebab akibat antara beberapa variabel. Bila koefisien
korelasi menunjukkan angka + 1 atau mendekati + 1, berarti pengaruh
variabel independent (X) terhadap variabel dependent (Y) adalah
besar, baik positif maupun negatif. Tetapi bila koefisien korelasi
menunjukkan angka mendekati nol maka pengaruh tersebut kecil
sekali.
Yp = a + bx

Tahun X Y XY X2 Y2 Yp
1979 3 130 390 9 16900 132
1980 4 145 580 16 21025 142
1981 5 150 750 25 22500 152
1982 6 165 990 36 27225 162
1983 7 170 1190 49 28900 172
25 760 3900 135 116550 760

24.
Rumus :
∑ − ∑ ∑
R=
√ ∑ − (∑ ) √ ∑ − (∑ )
R = 5 (3.900) – 25 (760)
√ 5 (135) – (25)2 √ 5 (116.550) – (760)2
= 19.500 – 19.000
√ 675 – 625 √ 582.750 – 577.600
= 500 / (7,07) (71,76)
= 500 / 507,44 = 0,985
Sedangkan metode non statistik, metode ini digunakan untuk
menyusun forecast penjualan maupun forecast kondisi pada
umumnya. Sumber pendapat yang dipakai sebagai dasar melakukan
forecast adalah pendapat salesman, pendapat sales manager, pendapat
para ahli, dan survey konsumen. Metode khusus atau specific purpose
method meliputi analisis industri, analisis product line, dan analisis
penggunaan akhir. Analisis industri, analisis ini menghubungkan
potensi penjualan perusahaan dengan industri pada umumnya
(volume, posisi dalam persaingan). Analisis product line, analisis ini
digunakan pada perusahaan yang menghasilkan beberapa macam
produk yang tidak mempunyai kesamaan, sehingga dalam membuat
forecast harus terpisah. Analisa penggunaan akhir, analisis ini
digunakan perusahaan dalam pembuatan forecast yang ditentukan
oleh penggunaan akhir yang ada kaitannya dengan produk yang
dihasilkan.

25.
2.3 METODE SEMI AVERAGE
Metode ini menggunakan perhitungan-perhitungan, sehingga
unsur subyektif sudah dihilangkan. Metode ini dalam penerapan
datanya dapat digunakan dalam jumlah data ganjil ataupun data
genap. Metode trend semi average dapat digunakan untuk keperluan
peramalan dengan membentuk suatu persamaan seperti analisis
regresi. Ramalan penjualan menggunakan metode semi average dapat
dihitung dengan rumus:

Y=a+bx

Keterangan:
Y = nilai trend
a = rata-rata kelompok I
b = rata-rata kelompok II – rata kelompok I
n
n = jumlah tahun dalam satuan waktu
x = periode
Contoh kasus metode semi average data ganjil:
Berikut ini data penjualan PT “A” dengan menggunakan data dibawah
ini untuk membuat peramalan penjualan untuk tahun 2010 dengan
menggunakan metode semi average.

26.
Tabel 2.1 Data Penjualan PT “A” (dalam 000 unit)
2005-2009
Tahun Penjualan
2005 100
2006 120
2007 130
2008 140
2009 160

Perhitungan :
Tahun Penjualan Kel. X Semi Total Semi
(angka Average
tahun)
2005 100 I -1 350 116,67
2006 120 0 (100+120+130) (350/3)
2007 130 1
2007 130 II 2 430 143,33
2008 140 3 (130+140+160) (430/3)
2009 160 4

a = rata-rata kelompok I
= 116,67
b = rata-rata kelompok II – rata kelompok I
n
= 143,33 – 116,67
3
= 8,89
Persamaan trend adalah : Y = 116,67 + 8,89 X

27.
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan PT “A” tahun 2010
adalah :
Y2010 = 116,67 + 8,89 X
= 116,67 + 8,89 (5)
= 116,67 + 44,45
= 161,12
Penjualan PT “A” tahun 2010 diperkirakan sebesar 161.120 unit.
Contoh kasus metode semi average data genap :
Berikut ini data penjualan PT “A” dengan menggunakan data dibawah
ini untuk membuat peramalan penjualan untuk tahun 2011 dengan
menggunakan metode semi average.

Tabel 2.2 Data Penjualan PT “B”


(dalam 000 unit)
2005-2010
Tahun Penjualan
2005 200
2006 220
2007 230
2008 250
2009 300
2010 350

28.
Perhitungan :
Tahu Penjuala Kel X Semi Total Semi
n n . (angk Averag
a e
tahun)
2005 200 I -4 650 216,67
2006 220 -3 (200+220+230 (650/3)
2007 230 -2 )
2008 250 II -1 900 300
2009 300 0 (250+300+350 (900/3)
2010 350 1 )

a = rata-rata kelompok I
= 216,67
b = rata-rata kelompok II – rata kelompok I
n
= 300 - 216,67
3
= 27,78
Persamaan trend adalah : Y = 216,67 + 27,78 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan PT “A” tahun 2011
adalah :
Y2011 = 216,67 + 27,78 X
= 216,67 + 27,78 (2)
= 216,67 + 55,56
= 272,23
Penjualan PT “A” tahun 2011 diperkirakan sebesar 272.230 unit.

29.
2.4 METODE MOMENT
Trend merupakan gerakan lamban berjangka panjang dan
cenderung menuju ke satu arah dalam suatu data runtut waktu.
Metode ini merupakan analisis trend garis lurus (linear). Metode
trend moment merupakan metode untuk mencari garis trend dengan
perhitungan statistika dan matematika tertentu guna mengetahui
fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-patah yang dibentuk
oleh data historis. Penerapan metode ini tidak mensyaratkan jumlah
data harus genap. Dengan demikian pengaruh unsur subyektif dapat
dihindarkan. Ramalan penjualan menggunakan metode moment dapat
dihitung dengan rumus:

Y=a+bx

∑ Y = a.n + b. ∑ X

∑ XY = a. ∑ X + b. ∑ X2

Keterangan:
Y = Variabel terikat
X = Variabel bebas
a = Nilai konstan
b = koefisien arah regresi
n = banyaknya data

30.
Contoh kasus data ganjil :
Tabel 2.3 Volume Penjualan Sepeda BMX
(dalam 000 unit)
Tahun 2006 s/d 2014
Tahun Penjualan (Y) X XY X2
2006 8.000 0 0 0
2007 8.800 1 8.800 1
2008 10.000 2 20.000 4
2009 9.200 3 27.600 9
2010 10.400 4 41.600 16
2011 10.800 5 54.000 25
2012 12.000 6 72.000 36
2013 12.400 7 86.800 49
2014 13.500 8 108.000 64
Jumlah 95.100 36 418.800 204

Perhitungan :
∑Y = a.n + b. ∑ X
∑ XY = a. ∑ X + b. ∑ X2
91.500 = 9a + 36b (x 4) 366.000 = 36a + 144b
418.800 = 36a + 204b (x 1) 418.800 = 36a + 204b –
-52.800 = -60b
b = 880
∑Y = a.n + b. ∑ X
95.100 = 9 a + (880) 36
95.100 = 9 a + 31.680
9a = 95.100 – 31.680
9a = 63.420
a = 7046,67
Persamaan trend adalah : Y = 7046,67 + 880 X

31.
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan sepeda BMX
tahun 2015 adalah :
Y2015 = 7.046,67 + 880 X
= 7.046,67 + 880 (9)
= 7.046,67 + 7.920
= 14.966.67
Penjualan sepeda BMX tahun 2015 diperkirakan sebesar
14.966.670 unit.
Contoh kasus data genap :

Tabel 2.4 Volume Penjualan Buku Cerdas Cermat


(dalam 000 unit)
Tahun 1998 s/d 2007
Tahun Penjualan (Y) X XY X2
1998 4.670 0 0 0
1999 4.680 1 4.680 1
2000 4.590 2 9.180 4
2001 4.720 3 14.160 9
2002 4.740 4 18.960 16
2003 4.750 5 23.750 25
2004 4.770 6 28.620 36
2005 4.780 7 33.460 49
2006 4.800 8 38.400 64
2007 4.820 9 43.380 81
Jumlah 47.320 45 214.590 285

∑Y = a.n + b. ∑ X
∑ XY = a. ∑ X + b. ∑ X2

32.
47.320 = 10a + 45b (x 9) 425.880 = 90a + 405b
214.590 = 45a + 285b (x 2) 429.180 = 90a + 570b -
-3.300 = -165b
b = 20
∑Y = a.n + b. ∑ X
47.320 = 10a + (20) 45
47.320 = 10a + 900
46.420 = 10a
a = 4.642
Persamaan trend adalah : Y = 4.642 + 20 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan buku cerdas
cermat tahun 2008 adalah :
Y2008 = 4.642 + 20 X
= 4.642 + 20 (10)
= 4.642 + 200
= 4.842
Penjualan buku cerdas cermat tahun 2008 diperkirakan sebesar
4.842.000 unit.

2.5 METODE LEAST SQUARE


Metode ini menggunakan data yang sederhana sesuai dengan
data yang telah tersedia dan juga penggunaan metode ini akan sangat
memudahkan bagi perusahaan karena perhitungan yang sangat mudah
sehingga perusahaan akan lebih mudah menerapkan metode ini
sebagai alat untuk menyusun forecast penjualan. Metode ini juga
33.
merupakan analisis trend garis lurus (linear), dimana suatu trend yang
diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Metode ini disebut
dengan metode kuadrat terkecil, metode peramalan yang digunakan
untuk melihat trend dari data deret waktu. Analisis time series dengan
metode kuadrat terkecil dibagi dalam dua kasus, yaitu kasus data
genap dan kasus data ganjil. Ramalan penjualan menggunakan
metode kuadrat terkecil (least square) dapat dihitung dengan rumus:

Y=a+bx

b = n. ƩXY – ƩX. ƩY b = ƩXY


n ƩX2 – (ƩX)2 ƩX2

atau

a = ƩY – b ƩX atau a=ƩY
n n n

Keterangan:
Y = Variabel terikat
X = Variabel bebas
a = Nilai konstan
b = koefisien arah regresi
n = banyaknya data

34.
Contoh kasus data ganjil :
Tabel 2.5 Volume Penjualan Mobil Kijang Innova
(dalam 000 unit)
Tahun 2006 s/d 2014
Tahun Penjualan (Y) X XY X2
2006 200 - 4 - 800 16
2007 245 - 3 - 735 9
2008 240 - 2 - 480 4
2009 275 - 1 - 275 1
2010 285 0 0 0
2011 300 1 300 1
2012 290 2 580 4
2013 315 3 945 9
2014 310 4 1.240 16
Jumlah 2.460 775 60

Perhitungan :
a=∑Y/n
= 2.460 / 9
= 273,33
b = ∑ XY / ∑ X2 = 775 / 60 = 12,92
Persamaan garis liniernya adalah :
Y = 273,33 + 12,92 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan mobil kijang
innova tahun 2015 adalah :
Y2015 = 273,33 + 12,92 X
= 273,33 + 12,92 (5)
= 273,33 + 64,6
= 337,93

35.
Penjualan mobil kijang innova 2015 diperkirakan sebesar
337.930 unit.
Tabel 2.6 Volume Penjualan Mobil Honda Jazz
(dalam 000 unit)
Tahun 2006 s/d 2014
Tahun Penjualan (Y) X XY X2
2006 200 0 0 0
2007 245 1 245 1
2008 240 2 480 4
2009 275 3 825 9
2010 285 4 1.140 16
2011 300 5 1.500 25
2012 290 6 1.740 36
2013 315 7 2.205 49
2014 310 8 2.480 64
Jumlah 2.460 36 10.615 204
Perhitungan :
b = n. ƩXY – ƩX. ƩY
n ƩX2 – (ƩX)2
= 9 (10.615) – (36)(2.460)
9 (204) – (36)2
= 95.535 – 88.560
1.836 – 1.296
= 6.975
540
= 12,92
a = ƩY – b ƩX
n n

= 2.460 – 12,92 36
9 9
36.
= 273,33 – 51,68
= 221,65
Persamaan garis liniernya adalah :
Y = 221,65 + 12,92 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan mobil honda jazz
tahun 2015 adalah :
Y2015 = 221,65 + 12,92 X
= 221,65 + 12,92 (9)
= 221,65 + 116,28
= 337,93
Penjualan mobil honda jazz 2015 diperkirakan sebesar 337.930 unit.
Contoh kasus data genap :
Tabel 2.7 Volume Penjualan Sepeda Motor Honda Supra Fit
(dalam 000 unit)
Tahun 1998 s/d 2005
Tahun Penjualan X XY X2
(Y)
1998 200 - 7 - 1400 49
1999 245 - 5 - 1225 25
2000 240 - 3 - 720 9
2001 275 - 1 - 275 1
2002 285 1 285 1
2003 300 3 900 9
2004 290 5 1.450 25
2005 315 7 2.205 49
Jumlah 2.150 1.220 168

a=∑Y/n
= 2.150 / 8
= 268,75
37.
b = ∑ XY / ∑ X2
= 1.220 / 168
= 7,26
Persamaan garis liniernya adalah :
Y = 268,75 + 7,26 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan sepeda motor
honda supra fit tahun 2006 adalah :
Y2006 = 268,75 + 7,26 X
= 268,75 + 7,26 (9)
= 268,75 + 65,34
= 334,09
Penjualan sepeda motor honda supra fit tahun 2006 diperkirakan
sebesar 334.090 unit.

Tabel 2.8 Volume Penjualan Sepeda Motor Vespa


(dalam 000 unit)
Tahun 1985 s/d 1992
Tahun Penjualan (Y) X XY X2
1985 200 0 0 0
1986 245 1 245 1
1987 240 2 480 4
1988 275 3 825 9
1989 285 4 1.140 16
1990 300 5 1.500 25
1991 290 6 1.740 36
1992 315 7 2.205 49
Jumlah 2.150 28 8.135 140

38.
Perhitungan :
b = n. ƩXY – ƩX. ƩY
n ƩX2 – (ƩX)2
= 8 (8.135) – (28)(2.150)
8 (140) – (28)2
= 65.080 – 60.200
1.120 – 784
= 4.880
336
= 14,52
a = ƩY – b ƩX
n n

= 2.150 – 14,52 28
8 8
= 268,75 – 50,82
= 217,93
Persamaan garis liniernya adalah :
Y = 217,93 + 14,52 X
Dengan persamaan ini dapat diramalkan penjualan sepeda motor
vespa tahun 1992 adalah :
Y1992 = 217,93 + 14,52 X
= 217,93 + 14,52 (8)
= 217,93 + 116.16
= 334,09
Penjualan sepeda motor vespa tahun 1992 diperkirakan sebesar
334.090 unit.
39.
RANGKUMAN
Forecast penjualan merupakan proyeksi teknis tentang
permintaan pelanggan potensial di waktu yang akan datang dengan
menggunakan asumsi-asumsi tertentu. Atas dasar ramalan penjualan
(sales forecasting) yang disusun manajemen perusahaan juga akan
dapat mengetahui keadaan perusahaan pada masa yang akan datang
sehingga perusahaan dapat menentukan kebijakan perusahaan.
Penyusunan forecast penjualan merupakan fungsi teknis yang
sebaiknya dilaksanakan oleh orang-orang yang ahli. Forecast
penjualan mungkin ditolak, dimodifikasi, atau diterima oleh
manajemen.
Teknik statistik digunakan sebagai alat utama bagi penyusun
ramalan penjualan, sedangkan intrepetasi dan judgement dipakai
sebagai pelengkap. Teknik atau metode forecast dikelompokkan
menjadi 3 kelompok yaitu metode statistik, metode non statistik atau
judgement, dan metode khusus. Metode statistik, metode ini unsur
subyektivitas ditekan sedikit mungkin. Perhitungan lebih didasarkan
pada data obyektif, seperti analisis trend dan analisis korelasi. Analisis
trend terdiri dari 3 yaitu penerapan garis trend secara bebas,
penerapan garis trend dengan setengah rata-rata, dan penerapan garis
trend secara matematis. Sedangkan metode non statistik, metode ini
digunakan untuk menyusun forecast penjualan maupun forecast
kondisi pada umumnya. Sumber pendapat yang dipakai sebagai dasar
melakukan forecast adalah pendapat salesman, pendapat sales
manager, pendapat para ahli, dan survey konsumen. Metode khusus
40.
atau specific purpose method meliputi analisis industri, analisis
product line, dan analisis penggunaan akhir.
Metode trend semi average dapat digunakan untuk keperluan
peramalan dengan membentuk suatu persamaan seperti analisis
regresi. Metode ini menggunakan perhitungan-perhitungan, sehingga
unsur subyektif sudah dihilangkan. Metode trend moment merupakan
metode untuk mencari garis trend dengan perhitungan statistika dan
matematika tertentu guna mengetahui fungsi garis lurus sebagai
pengganti garis patah-patah yang dibentuk oleh data historis. Metode
ini juga merupakan analisis trend garis lurus (linear), dimana suatu
trend yang diramalkan naik atau turun secara garis lurus. Analisis
korelasi ini digunakan untuk menggali hubungan sebab akibat antara
beberapa variabel. Bila koefisien korelasi menunjukkan angka + 1
atau mendekati + 1.
Metode trend semi average dapat digunakan untuk keperluan
peramalan dengan membentuk suatu persamaan seperti analisis
regresi. Metode trend moment merupakan metode untuk mencari garis
trend dengan perhitungan statistika dan matematika tertentu guna
mengetahui fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-patah
yang dibentuk oleh data historis. Metode ini disebut dengan metode
kuadrat terkecil, metode peramalan yang digunakan untuk melihat
trend dari data deret waktu.

41.
SOAL PILIHAN GANDA
1. Proyeksi teknis tentang permintaan pelanggan potensial di waktu
yang akan datang dengan menggunakan asumsi-asumsi tertentu
disebut ……..
a. Ramalan Penjualan
b. Anggaran
c. Rencana Penjualan
d. Penjualan
e. Teknik kuadrat terkecil

2. Berikut ini pemilihan cara yang dipakai untuk pembuatan forecast


penjualan dipengaruhi oleh berbagai faktor adalah kecuali
…………
a. Sifat produk yang dijual
b. Metode distribusi yang akan dipakai
c. Besarnya perusahaan dibanding dengan perusahaan pesaing
d. Tingkat penjualan
e. Data historis yang tersedia

3. Dibawah ini metode statistik yang digunakan untuk menyusun


forecast penjualan adalah …
a. Berdasarkan pendapat salesman, pendapat sales manager,
pendapat para ahli, dan survey konsumen.
b. Analisis trend dan analisis korelasi
c. Analisis industri
42.
d. Analisis product line
e. Analisis penggunaan akhir

4. Analisis yang menghubungkan potensi penjualan perusahaan


dengan industri pada umumnya (volume, posisi dalam
persaingan) adalah ……
a. Analisis product line
b. Analisa penggunaan akhir
c. Analisis industri
d. Analisis trend
e. Analisis korelasi

5. Metode untuk mencari garis trend dengan perhitungan statistika


dan matematika tertentu guna mengetahui fungsi garis lurus
sebagai pengganti garis patah-patah yang dibentuk oleh data
historis adalah ……
a. Metode least square
b. Metode semi average
c. Metode trend moment
d. Analisis industri
e. Analisis korelasi

6. Metode yang disebut dengan metode kuadrat terkecil atau metode


peramalan yang digunakan untuk melihat trend dari data deret
waktu adalah …..
43.
a. Metode least square
b. Metode semi average
c. Metode trend moment
d. Analisis industri
e. Analisis korelasi

7. Metode yang menggunakan perhitungan-perhitungan, sehingga


unsur subyektif sudah dihilangkan adalah …….
a. Metode least square
b. Metode semi average
c. Metode trend moment
d. Analisis industri
e. Analisis korelasi

8. Data Penjualan PT “ABC” tahun 1995


Penjualan
X2
Tahun (n) (Y) X XY
1995 8.000 0 0 0
1996 8.800 1 1 8.800
1997 10.000 2 4 20.000
1998 9.200 3 9 27.600
1999 10.400 4 16 41.600
2000 10.800 5 25 54.000
2001 12.000 6 36 72.000
2002 12.400 7 49 86.800
Jumlah (∑) 81.600 28 140 310.800

44.
Persamaan trend moment adalah Y = a + bx. Maka nilai a adalah
……
a. 8.000
b. 8.100
c. 8.500
d. 8.200
e. 8.300

9. Berdasarkan nomer 8, maka nilai b adalah …….


a. 500
b. 600
c. 700
d. 450
e. 400

10. Data penjualan PT “XYZ” tahun 2011 s/d 2016


Tahun (n) Penjualan (Y) X X2 XY
2011 3 0 0 0
2012 4 1 1 4
2013 5 2 4 8
2014 8 3 9 10
2015 7 4 16 24
2016 9 5 25 28
Jumlah (∑) 36 15 55 45
Persamaan tren garis lurus metode kuadrat terkecil adalah Y = a
+ b x. Maka nilai a dan b adalah …..
a. 8, 2 dan 0,6
b. 7,2 dan 0,5
45.
c. 5,2 dan 0,5
d. 7,2 dan 0,6
e. 8,2 dan 0,5

SOAL PERTANYAAN
1. Data Penjualan (000 unit) PT Laskar Pelangi tahun 1995 s/d
tahun 2002 adalah :
Tahun Penjualan
1995 2.000
1996 2.200
1997 2.500
1998 2.300
1999 2.600
2000 2.700
2001 3.000
2002 3.100
Atas dasar data yang tersedia diminta untuk :
a. Menyusun ramalan penjualan tahun 2004 atas dasar metode
semi average
b. Menyusun ramalan penjualan tahun 2003 atas dasar metode
least square
c. Menyusun ramalan penjualan tahun 2004 atas dasar metode
moment

46.
2. Hitung koefisien korelasi dengan data sebagai berikut :
Tahun X Y XY X2 Y2
2011 3 130 390 9 16.900
2012 4 145 580 16 21.025
2013 5 150 750 25 22.500
2014 6 165 990 36 27.225
2015 7 170 1.190 49 28.900
∑ 25 760 3.900 135 116.550

3. Perusahaan Rokok Djarum


Data Penjualan (000 unit) selama 8 tahun terakhir
Tahun Penjualan Tahun Penjualan
1995 8.000 1999 10.400
1996 8.800 2000 10.800
1997 10.000 2001 12.000
1998 9.200 2002 12.400
Hitung ramalan penjualan tahun 2003 dengan metode semi average ?

4. Data Penjualan PT “XYZ”


Tahun 1995 s/d 2002
Tahun (n) Penjualan (Y) X X2 XY
1995 Rp 8.000 0 0 Rp -
1996 Rp 8.800 1 1 Rp 8.800
1997 Rp 10.000 2 4 Rp 20.000
1998 Rp 9.200 3 9 Rp 27.600
1999 Rp 10.400 4 16 Rp 41.600
2000 Rp 10.800 5 25 Rp 54.000
2001 Rp 12.000 6 36 Rp 72.000
2002 Rp 12.400 7 49 Rp 86.800
Jumlah (∑) Rp 81.600 28 140 Rp 310.800

Berdasarkan data diatas, hitunglah ramalan penjualan PT “XYZ”


tahun 2003 ?
47.
5. Data Penjualan (000 unit) tahun 2005 s/d tahun 2011 adalah :
Tahun Penjualan
2005 5.000
2006 10.200
2007 12.500
2008 15.000
2009 10.500
2010 12.800
2011 13.000
Atas dasar data yang tersedia diminta untuk :
a. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode semi
average
b. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode least
square
c. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode
moment

TUGAS
1. Data Penjualan (000 unit) PT “ABC” tahun 2005 s/d tahun 2011
adalah:
Tahun Penjualan
2005 500
2006 1.020
2007 1.250
2008 5.000
2009 6.500
2010 5.500
2011 4.500

48.
Atas dasar data yang tersedia diminta untuk :
a. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode semi
average
b. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode least
square
c. Menyusun ramalan penjualan tahun 2012 atas dasar metode
moment

2. Hitunglah koefisien korelasi dengan data sebagai berikut :


Tahun X Y XY X2 Y2
2011 20 110 2.200 400 12.100
2012 45 140 6.300 2.025 19.600
2013 75 150 11.250 5.625 22.500
2014 80 175 14.000 6.400 30.625
2015 85 180 15.300 7.225 32.400
∑ 305 755 49.050 28.900 117.225

49.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menjelaskan
yang direncanakan dan menyusun forecast penjualan
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mampu memahami
tentang forecast penjualan
* Mahasiswa mampu menyusun
operating dan financial budget
* Mahasiswa mampu menjelaskan
teknik dalam forecast penjualan
Materi Pokok : Forecasting Penjualan
Langkah Kegiatan :
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Ceramah 5 1. White Board
Menit
Pendahuluan 2. OHP/ LCD
3. Note Book
4. Transparansi/
power point

50.
 Membuka 5. Spidol
perkuliahan 6. Penghapus
dengan salam
 Menjelaskan
materi
pertemuan ke 3
&4
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
Menit
 Diskusi 2. OHP/ LCD
 Menjelaskan
kelompok 3. Note Book
tentang forecast
 Tes unjuk 4. Transparansi/
penjualan
kerja power point
 Menjelaskan
5. Spidol
teknik dalam
6. Penghapus
forecast
penjualan
 Menyusun
operating dan
financial budget
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
 Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
 Melakukan
kelompok 3. Note Book
diskusi dengan
4. Transparansi/
mahasiswa
power point
 Memberikan
5. Spidol
kesimpulan

51.
mengenai 6. Penghapus
materi
pertemuan ke 3
&4
 Melakukan
Absensi kelas
dan mengisi
jurnal kegiatan
 Menutup
pertemuan
dengan salam

Surabaya, ......................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

52.
BAB III
Anggaran Penjualan

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat menyusun anggaran penjualan.

Indikator :
1. Mahasiswa mampu memahami tentang anggaran penjualan.
2. Mahasiswa mampu menguraikan kegunaan anggaran
penjualan.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan langkah-langkah menyusun
anggaran penjualan.
5. Mahasiswa mampu menyusun anggaran penjualan.

3.1. ANGGARAN PENJUALAN


Anggaran penjualan adalah budget yang direncanakan secara
lebih terperinci penjualan perusahaan selama periode yang akan
datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas)
barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu
penjualan serta tempat/daerah penjualannya. Anggaran penjualan
sebagai dasar dalam menyusun anggaran lainnya dan umumnya
disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. Oleh
karena itu, dalam penyusunan anggaran terjadi kesalahan maka akan
53.
mengakibatkan kesalahan dalam penyusunan anggaran yang lain.
Anggaran ini disebut juga anggaran kunci.

Anggaran Penjualan
Anggaran
Biaya
Penjualan dan
Anggaran Anggaran Administrasi
Persediaan Akhir Produksi

Anggaran Bahan Anggaran Anggaran


Mentah (Bahan Baku) Tenaga Kerja Overhead
Pabrik

Gambar 3.1 Hubungan Anggaran Penjualan dengan


Anggaran yang lain
Keberhasilan perusahaan mendapatkan keuntungan yang besar
bergantung pada aktivitas penjualan perusahaan tersebut. Kegiatan
penjualan perusahaan sangat memegang peran penting dalam
meningkatkan jualan suatu perusahaan. Jualan merupakan ujung
tombak dalam mencapai tujuan perusahaan mencari laba secara
maksimal. Bila nilai jualan lebih besar daripada beban maka
perusahaan tersebut akan mendapatkan keuntungan, sebaliknya jika
nilai jualan lebih kecil daripada beban maka perusahaan tersebut akan
mendapatkan kerugian. Agar perusahaan memperoleh laba yang
optimal maka pendapatan jualan harus lebih tinggi nilainya daripada
beban yang dikeluarkan oleh perusahaan. Sehingga anggaran
54.
penjualan dikatakan sebagai rencana pendapatan (revenue)
perusahaan dalam kurun waktu satu tahun atau lebih.
Anggaran penjualan adalah anggaran hasil penjualan,
sedangkan jualan merupakan nilai hasil penjualan. Penjualan adalah
proses melakukan untuk menjual. Menjual merupakan menyerahkan
sesuatu kepada seorang pembeli dengan harga tertentu pada saat
tertentu. Sehingga untuk mendapatkan laba tingkat optimal cara yang
dilakukan oleh perusahaan adalah menaikkan harga jual per unit
barang yang dijual atau meningkatkan kuantitas barang yang dijual.
Anggaran penjualan dibagi menjadi 2 jenis periode anggaran
penjualan yaitu anggaran penjualan jangka panjang (strategi sales
plan) dan anggaran penjualan jangka pendek (tactical sales plan).
Anggaran penjualan jangka panjang, anggaran ini waktunya sesuai
dengan corporate plan dan anggaran ini dalam jumlah tahunan serta
menyangkut analisis mendalam mengenai potensi pasar di masa
mendatang yang dapat diakibatkan oleh perubahan populasi, keadaan
perekonomian dan lain-lain. Anggaran jangka pendek, anggaran ini
waktunya hanya mencakup satu tahun atau dua belas bulan dirinci lagi
dalam triwulan atau bulanan dan anggaran ini harus disusun
berdasarkan daerah pertanggungjawaban untuk memudahkan
perencanaan dan pengendalian.

3.2. KEGUNAAN ANGGARAN PENJUALAN


Kegunaan anggaran penjualan yaitu :
1. Sebagai pedoman kerja;
55.
2. Sebagai alat koordinasi;
3. Sebagai pengawasan kerja;
4. Sebagai dasar bagi penyusunan anggaran-anggaran yang lainnya.
Tujuan penyusunan anggaran penjualan adalah :
Merencanakan tingkat penjualan pada periode yang akan datang
dengan memperhatikan data sebagai pencerminan kejadian yang
dialami perusahaan di masa lalu pada bidang penjualan. Manfaat
penyusunan anggaran penjualan adalah:
Sebagai dasar penyusunan anggaran yang lain dan ujung tombak
dalam memperoleh laba yang optimal.

3.3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN
Faktor internal, meliputi:
 Penjualan tahun-tahun yang lalu
 Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
penjualan
 Kapasitas produksi yang dimiliki serta kemungkinan
perluasannya
 Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya
 Modal kerja yang dimiliki perusahaan
 Fasilitas lain yang menunjang
Faktor eksternal, meliputi:
 Keadaan persaingan dipasar
 Posisi perusahaan dalam persaingan
56.
 Tingkat pertumbuhan penduduk
 Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan
 Kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh

3.4. PENYUSUNAN ANGGARAN PENJUALAN


Prosedur yang dilakukan dalam melakukan penyusunan anggaran
penjualan adalah:
1. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran
penjualan
2. Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu
3. Membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan
penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu
4. Memperhitungkan anggaran penjualan
5. Menyusun anggaran penjualan
Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam penyusunan anggaran
penjualan adalah:
1. Rincian jumlah dan jenis produk perusahaan
2. Rincian daerah pemasaran
3. Diskriminasi harga
4. Potongan harga
5. Rincian penjualan bulanan
Penyusunan anggaran penjualan harus memperhatikan hal-hal
tersebut diatas sehingga penyajian akan semakin jelas dan mudah bagi
pihak manajemen perusahaan melaksanakan koordinasi dan
pengawasan kegiatan penjualannya.
57.
Contoh Soal :
Diketahui :
- Barang X dan Y dijual di kota A, B, dan C.
- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:3:3, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah
5:3:2.
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 50% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
2%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 1%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 70% diterima pada bulan penjualan
 15% diterima satu bulan setelah penjualan
 15% diterima dua bulan setelah penjualan
Tahun
(n) Barang X Barang Y
Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2003 10.000 1.500 18.000 3.000
2004 13.000 2.500 19.000 3.500
2005 14.000 2.800 19.500 3.900
2006 15.000 3.000 20.500 4.500
2007 16.000 3.400 22.500 5.000
2008 17.000 3.500 23.000 5.500
2009 18.000 3.700 25.000 5.800

58.
Ditanya :
- Buatlah forecasting penjualan barang x dan barang Y untuk tahun
2010 dengan metode least square (catatan unit dibulatkan
dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah
penjualan, dan waktu penjualan bila indeks musim diketahui
sebagai berikut:
20 30 50 70 90 100 130 150 170 180 195 200
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sep Okt Nov Des

- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu


penjualan
- Buatlah anggaran piutang berdasarkan waktu
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari piutang
Perhitungan :
a. Forecasting penjualan dengan metode least square :
Barang X Barang Y
Barang X Barang Y
Tahun
(n) 2 2
Harga/ Harga/ X X XY X X XY
Unit Unit
unit unit
2003 10,000 1,500 18,000 3,000 -3 9 -30,000 -3 9 -54,000
2004 13,000 2,500 19,000 3,500 -2 4 -26,000 -2 4 -38,000
2005 14,000 2,800 19,500 3,900 -1 1 -14,000 -1 1 -19,500
2006 15,000 3,000 20,500 4,500 0 0 0 0 0 0
2007 16,000 3,400 22,500 5,000 1 1 16,000 1 1 22,500
2008 17,000 3,500 23,000 5,500 2 4 34,000 2 4 46,000
2009 18,000 3,700 25,000 5,800 3 9 54,000 3 9 75,000

59.
Barang X (unit) :
a= ∑Y/n
= 103.000/7
= 14.714,29
b= ∑ XY / ∑ X2
= 34.000 / 28
= 1.214,29
Y = a + bx
= 14.714,29 + 1.214,29 X
= 14.714,29 + 1.214,29(4)
= 19.571,45
= 20.000 unit dibulatkan dalam ribuan
Barang Y (unit) :
a= ∑Y/n
= 147.500/7
= 21.071,43
∑ XY / ∑ X2
b=
32.000 / 28
=
1.142,86
=
a + bx
Y=
21.071,43 + 1.142,86 X
=
21.071,43 +1.142,86(4)
=
25.642,87
=
26.000 unit
=

60.
unit dibulatkan dalam ribuan
Barang Daerah unit Perbandingan Nilai
A 4 8.000
X B 3 6.000
20.000
C 3 6.000
TOTAL 10 20.000

Barang Daerah unit Perbandingan Nilai


A 5 13.000
Y B 3 7.800
26.000
C 2 5.200
TOTAL 10 26.000

Barang X Barang Y
Barang X Barang Y
Tahun
(n) 2 2
Harga/ Harga/ X X XY X X XY
Unit Unit
unit unit
2003 10,000 1,500 18,000 3,000 -3 9 -4,500 -3 9 -9,000
2004 13,000 2,500 19,000 3,500 -2 4 -5,000 -2 4 -7,000
2005 14,000 2,800 19,500 3,900 -1 1 -2,800 -1 1 -3,900
2006 15,000 3,000 20,500 4,500 0 0 0 0 0 0
2007 16,000 3,400 22,500 5,000 1 1 3,400 1 1 5,000
2008 17,000 3,500 23,000 5,500 2 4 7,000 2 4 11,000
2009 18,000 3,700 25,000 5,800 3 9 11,100 3 9 17,400

Barang x (harga/unit) :
a= ∑Y/n
= 20.400/7
= 2.914,29
b = ∑ XY / ∑ X2
= 9.200/ 28
61.
= 328,57
Y = a + bx
= 2.914,29 + 328,57 X
= 2.914,29 + 328,57 (4)
= 4.228,57
= 4.200
harga dibulatkan dalam ratusan rupiah
Barang Y (harga/unit) :
a= ∑Y/n
= 31.200/7
= 4.457,14
b = ∑ XY / ∑ X2
= 13.500 / 28
= 482,14
Y = a + bx
= 4.457,14 + 482,14 X
= 4.457,14 + 482,14(4)
= 6.385,70
= 6.400
harga dibulatkan dalam ratusan rupiah

62.
Anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah penjualan, dan waktu penjualan:

63.
Anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan :

Bulan TUNAI KREDIT TOTAL


Jan 1,807,942 1,807,942 3,615,884
Feb 2,711,913 2,711,913 5,423,827
Mar 4,519,856 4,519,856 9,039,711
Apr 6,327,798 6,327,798 12,655,596
Mei 8,135,740 8,135,740 16,271,480
Jun 9,039,711 9,039,711 18,079,422
Jul 11,751,625 11,751,625 23,503,249
Agu 13,559,567 13,559,567 27,119,134
Sep 15,367,509 15,367,509 30,735,018
Okt 16,271,480 16,271,480 32,542,960
Nov 17,627,437 17,627,437 35,254,874
Des 18,079,422 18,079,422 36,158,845
TOTAL 125,200,000 125,200,000 250,400,000

64.
Anggaran piutang berdasarkan waktu :

JUMLAH PENYISIHAN
Bulan Piutang Netto
PIUTANG (1%)
Jan 1,807,942 18,079 1,789,863
Feb 2,711,913 27,119 2,684,794
Mar 4,519,856 45,199 4,474,657
Apr 6,327,798 63,278 6,264,520
Mei 8,135,740 81,357 8,054,383
Jun 9,039,711 90,397 8,949,314
Jul 11,751,625 117,516 11,634,108
Agu 13,559,567 135,596 13,423,971
Sep 15,367,509 153,675 15,213,834
Okt 16,271,480 162,715 16,108,765
Nov 17,627,437 176,274 17,451,162
Des 18,079,422 180,794 17,898,628
TOTAL 125,200,000 1,252,000 123,948,000

65.
Anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai

JUMLAH PENYISIHAN
Bulan Piutang Netto
PIUTANG (1%)
Jan 1,807,942 18,079 1,789,863
Feb 2,711,913 27,119 2,684,794
Mar 4,519,856 45,199 4,474,657
Apr 6,327,798 63,278 6,264,520
Mei 8,135,740 81,357 8,054,383
Jun 9,039,711 90,397 8,949,314
Jul 11,751,625 117,516 11,634,108
Agu 13,559,567 135,596 13,423,971
Sep 15,367,509 153,675 15,213,834
Okt 16,271,480 162,715 16,108,765
Nov 17,627,437 176,274 17,451,162
Des 18,079,422 180,794 17,898,628
TOTAL 125,200,000 1,252,000 123,948,000

66.
Anggaran penerimaan kas dari piutang :

67.
RANGKUMAN
Anggaran penjualan adalah budget yang direncanakan secara
lebih terperinci penjualan perusahaan selama periode yang akan
datang yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas)
barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas), harga barang, waktu
penjualan serta tempat/daerah penjualannya. Anggaran penjualan
sebagai dasar dalam menyusun anggaran lainnya dan umumnya
disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya.
Kegunaan anggaran penjualan yaitu sebagai pedoman kerja;
sebagai alat koordinasi; sebagai pengawasan kerja; sebagai dasar bagi
penyusunan anggaran-anggaran yang lainnya. Tujuan penyusunan
anggaran penjualan adalah merencanakan tingkat penjualan pada
periode yang akan datang dengan memperhatikan data sebagai
pencerminan kejadian yang dialami perusahaan di masa lalu pada
bidang penjualan. Manfaat penyusunan anggaran penjualan adalah
sebagai dasar penyusunan anggaran yang lain dan ujung tombak
dalam memperoleh laba yang optimal.
Faktor internal yang mempengaruhi penyusunan anggaran
penjualan adalah penjualan tahun-tahun yang lalu, kebijakan
perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, kapasitas
produksi yang dimiliki serta kemungkinan perluasannya, tenaga kerja
yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya, modal kerja yang
dimiliki perusahaan, fasilitas lain yang menunjang. Sedangkan faktor
eksternal yang mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan adalah
keadaan persaingan dipasar, posisi perusahaan dalam persaingan,
68.
tingkat pertumbuhan penduduk, elastisitas permintaan terhadap harga
barang yang dihasilkan, kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah
yang berpengaruh.
Prosedur yang dilakukan dalam melakukan penyusunan
anggaran penjualan adalah dimulai dari mempertimbangkan faktor
yang mempengaruhi anggaran penjualan, menetapkan harga jual
untuk produk tertentu dan daerah tertentu, membuat taksiran tiap jenis
produk yang akan dijual dan penentuan produk yang akan dijual pada
daerah tertentu, memperhitungkan anggaran penjualan, dan
menyusun anggaran penjualan.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Anggaran yang direncanakan secara lebih terperinci penjualan
perusahaan selama periode yang akan datang yang di dalamnya
meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual,
jumlah (kuantitas), harga barang, waktu penjualan serta
tempat/daerah penjualannya adalah ……
a. Anggaran Produksi
b. Anggaran Bahan Mentah
c. Anggaran Tenaga Kerja
d. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
e. Angggaran Penjualan

2. Anggaran penjualan disebut juga dengan ………


a. Anggaran Pemasaran
69.
b. Anggaran Pendapatan
c. Anggaran laba rugi
d. Anggaran kunci
e. Anggaran neraca

3. Berikut ini kegunaan anggaran penjualan adalah kecuali ..


a. Sebagai pedoman kerja;
b. Sebagai alat koordinasi;
c. Sebagai pengawasan kerja;
d. Sebagai dasar bagi penyusunan anggaran-anggaran yang
lainnya.
e. Sebagai perencanaan dan pengendalian pemasaran produk

4. Berikut ini faktor eksternal yang mempengaruhi penyusunan


anggaran penjualan adalah ….
a. Penjualan tahun-tahun yang lalu
b. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
penjualan
c. Kapasitas produksi yang dimiliki serta kemungkinan
perluasannya
d. Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya
e. Posisi perusahaan dalam persaingan

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam penyusunan anggaran


penjualan adalah …….
70.
a. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran
penjualan
b. Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah
tertentu
c. Diskriminasi harga
d. Memperhitungkan anggaran penjualan
e. Menyusun anggaran penjualan

6. Manfaat penyusunan anggaran penjualan adalah ……….


a. Sebagai dasar penyusunan anggaran yang lain dan ujung
tombak dalam memperoleh laba yang optimal.
b. Merencanakan tingkat penjualan pada periode yang akan
datang dengan memperhatikan data sebagai pencerminan
kejadian yang dialami perusahaan di masa lalu pada bidang
penjualan.
c. Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah
tertentu.
d. Membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan
penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu
e. Menganalisis mendalam mengenai potensi pasar di masa
mendatang yang dapat diakibatkan oleh perubahan populasi,
keadaan perekonomian dan lain-lain

7. Berikut ini adalah faktor eksternal dan faktor internal yang


mempengaruhi penyusunan anggaran penjualan adalah …….
71.
1. Penjualan tahun-tahun yang lalu
2. Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan masalah
penjualan
3. Kapasitas produksi yang dimiliki serta kemungkinan
perluasannya
4. Tenaga kerja yang tersedia baik jumlah maupun keahliannya
5. Modal kerja yang dimiliki perusahaan
6. Fasilitas lain yang menunjang
7. Keadaan persaingan dipasar
8. Posisi perusahaan dalam persaingan
9. Tingkat pertumbuhan penduduk
10. Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan
11. Kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah yang berpengaruh
Manakah yang merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi
penyusunan anggaran penjualan adalah ……
a. 1, 3, 5, 7, 9, 11
b. 2, 4, 6, 8, 10
c. 1, 2, 3, 4, 5
d. 6, 7, 8, 9, 10, 11
e. 7, 8, 9, 10, 11

8. Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan


penyusunan anggaran penjualan adalah:
1. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran
penjualan
72.
2. Menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah
tertentu
3. Membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan
penentuan produk yang akan dijual pada daerah tertentu
4. Memperhitungkan anggaran penjualan
5. Menyusun anggaran penjualan
9. Menganalisis informasi masa lalu, lingkungan luar yang
diantisipasi, dan SWOT
10. Menyusun perencanaan strategik dan program
11. Mengkomunikasikan tujuan, strategi pokok, dan program
12. Memilih taktik, mengkoordinasi, dan mengawasi operasi
Manakah langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan
penyusunan anggaran penjualan adalah …..
a. 1, 3, 5, 7, 9
b. 2, 4, 6, 8
c. 1, 2, 3, 4
d. 1, 2, 3, 4, 5
e. 6, 7, 8, 9

9. Penjualan artinya …..


a. Yang menjual
b. Proses menjual
c. Hasil proses menjual
d. Tempat menjual
e. Menyerahkan sesuatu kepada pembeli
73.
10. Jualan artinya …….
a. Yang menjual
b. Proses menjual
c. Hasil proses menjual
d. Tempat menjual
e. Menyerahkan sesuatu kepada pembeli

SOAL PERTANYAAN
1. Barang X, Y, dan Z dijual di kota A, B, C, dan D.
- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:3:2:1, untuk barang Y perbandingannya adalah 2:2:2:4,
sedangkan untuk barang Z perbandingannya adalah 3:4:2:1
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 50% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
15%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 5%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 40% diterima pada bulan penjualan
 40% diterima satu bulan setelah penjualan
 20% diterima dua bulan setelah penjualan

74.
Tahun
Barang X Barang Y Barang Z
(n)

Harga/ Harga/ Harga/


Unit Unit Unit
unit unit unit

2000 2.000 3.000 5.000 1.000 2.500


500
2001 4.000 3.500 10.000 2.000 5.000
1.000
2002 6.000 4.000 15.000 3.000 7.500
2.000
2003 8.000 4.500 20.000 4.000 10.000
2.500
2004 10.000 5.000 25.000 5.000 12.500
3.000
2005 12.000 5.500 30.000 6.000 15.000
3.500
2006 14.000 6.000 35.000 7.000 20.000
4.000

Ditanya :
- Forecasting penjualan barang X, barang Y, dan barang Z untuk
tahun 2007 dengan metode least square (catatan unit
dibulatkan dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam
ratusan rupiah)
- Anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah penjualan, dan
waktu penjualan bila indeks musim diketahui sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
50 65 75 80 83 85
Juli Agust Sep Okt Nov Des
92 102 108 110 115 125
75.
- Anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan
- Anggaran piutang berdasarkan waktu
- Anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Anggaran penerimaan kas dari piutang

2. Barang X dan Y dijual di kota A, B, dan C.


- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:3:3, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah
5:3:2.
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 50% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
2%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 1%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 70% diterima pada bulan penjualan
 15% diterima satu bulan setelah penjualan
 15% diterima dua bulan setelah penjualan
Tahun (n) Barang X Barang Y
Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2003 1.000 1.000 10.000 3.000
2004 3.000 2.500 9.000 5.500
2005 4.000 3.500 19.000 2.900
2006 5.000 4.000 20.000 1.500
2007 6.000 5.500 22.000 1.000
2008 7.000 7.500 23.000 800
2009 8.000 8.500 25.000 500

76.
Ditanya :
- Buatlah forecasting penjualan barang x dan barang Y untuk tahun
2010 dengan metode least square (catatan unit dibulatkan
dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah
penjualan, dan waktu penjualan bila indeks musim diketahui
sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni

20 30 50 70 90 100

Juli Agust Sep Okt Nov Des

130 150 170 180 195 200

- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu


penjualan
- Buatlah anggaran piutang berdasarkan waktu
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari piutang

3. Barang X, Y, dan Z dijual di kota A, B, C, dan D.


- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:2:2:2, untuk barang Y perbandingannya adalah 1:2:3:4,
sedangkan untuk barang Z perbandingannya adalah 2:4:2:1
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 30% dan sisanya kredit.
77.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
10%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 2%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 40% diterima pada bulan penjualan
 40% diterima satu bulan setelah penjualan
 20% diterima dua bulan setelah penjualan
Tahun
Barang X Barang Y Barang Z
(n)
Harga/ Harga/ Harga/
Unit Unit Unit
unit unit unit
2000 2.000 3.000 5.000 1.000 2.500
500
2001 4.000 3.500 10.000 2.000 5.000
1.000
2002 6.000 4.000 15.000 3.000 7.500
2.000
2003 8.000 4.500 20.000 4.000 10.000
2.500
2004 10.000 5.000 25.000 5.000 12.500
3.000
2005 12.000 5.500 30.000 6.000 15.000
3.500
2006 14.000 6.000 35.000 7.000 20.000
4.000
Ditanya :
- Forecasting penjualan barang X, barang Y, dan barang Z untuk
tahun 2007 dengan metode moment (catatan unit dibulatkan
dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)

78.
- Anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah penjualan, dan
waktu penjualan bila indeks musim diketahui sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
50 65 75 80 83 85
Juli Agust Sep Okt Nov Des
92 102 108 110 115 125
- Anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan
- Anggaran piutang berdasarkan waktu
- Anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Anggaran penerimaan kas dari piutang

4. Barang X dan Y dijual di kota A, B, dan C.


- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:4:2, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah
5:4:1.
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 70% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
2%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 1%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 70% diterima pada bulan penjualan
 15% diterima satu bulan setelah penjualan
 15% diterima dua bulan setelah penjualan

79.
Tahun
(n) Barang X Barang Y
Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2003 1.000 1.000 10.000 3.000
2004 3.000 2.500 9.000 5.500
2005 4.000 3.500 19.000 2.900
2006 5.000 4.000 20.000 1.500
2007 6.000 5.500 22.000 1.000
2008 7.000 7.500 23.000 800
2009 8.000 8.500 25.000 500

Ditanya :
- Buatlah forecasting penjualan barang x dan barang Y untuk tahun
2010 dengan metode moment (catatan unit dibulatkan dalam
ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah
penjualan, dan waktu penjualan bila indeks musim diketahui
sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
20 30 50 70 90 100
Juli Agust Sep Okt Nov Des
130 150 170 180 195 200
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu
penjualan
- Buatlah anggaran piutang berdasarkan waktu
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari piutang
5. Barang X dan Y dijual di kota A dan B.

80.
- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:2, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah
5:3.
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 70% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
2%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 1%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 65% diterima pada bulan penjualan
 35% diterima satu bulan setelah penjualan
Tahun
(n) Barang X Barang Y
Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2003 1.000 1.000 10.000 3.000
2004 3.000 2.500 9.000 5.500
2005 4.000 3.500 19.000 2.900
2006 5.000 4.000 20.000 1.500
2007 6.000 5.500 22.000 1.000
2008 7.000 7.500 23.000 800
2009 8.000 8.500 25.000 500

Ditanya :
- Buatlah forecasting penjualan barang x dan barang Y untuk tahun
2010 dengan metode moment (catatan unit dibulatkan dalam
ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)

81.
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah
penjualan, dan waktu penjualan bila indeks musim diketahui
sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
20 30 50 70 90 100
Juli Agust Sep Okt Nov Des
130 150 170 180 195 200
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu
penjualan
- Buatlah anggaran piutang berdasarkan waktu
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari piutang

TUGAS
1. Barang X dan Y dijual di kota A dan B.
- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 2:9, sedangkan untuk barang Y perbandingannya adalah
7:3.
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 80% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
5%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 1%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 70% diterima pada bulan penjualan
 30% diterima satu bulan setelah penjualan
82.
Tahun
(n) Barang X Barang Y
Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2003 1.000 1.000 10.000 3.000
2004 3.000 2.500 9.000 5.500
2005 4.000 3.500 19.000 2.900
2006 5.000 4.000 20.000 1.500
2007 6.000 5.500 22.000 1.000
2008 7.000 7.500 23.000 800
2009 8.000 8.500 25.000 500

Ditanya :
- Buatlah forecasting penjualan barang x dan barang Y untuk tahun
2010 dengan metode moment (catatan unit dibulatkan dalam
ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah
penjualan, dan waktu penjualan bila indeks musim diketahui
sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
20 30 50 70 90 100
Juli Agust Sep Okt Nov Des
130 150 170 180 195 200

- Buatlah anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu


penjualan
- Buatlah anggaran piutang berdasarkan waktu
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Buatlah anggaran penerimaan kas dari piutang

83.
2. Barang X, Y, dan Z dijual di kota A, B, C, dan D.
- Untuk X jumlah unit untuk tiap-tiap daerah perbandingannya
adalah 4:2:2:2, untuk barang Y perbandingannya adalah 1:2:3:4,
sedangkan untuk barang Z perbandingannya adalah 2:4:2:1
- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu penjualan dilakukan
secara tunai sebesar 30% dan sisanya kredit.
- Untuk penjualan tunai perusahaan memberikan discount sebesar
10%, sedangkan untuk penjualan secara kredit disisihkan 2%
sebagai piutang tak tertagih.
- Dari piutang netto penerimaannya dengan cara sebagai berikut:
 40% diterima pada bulan penjualan
 40% diterima satu bulan setelah penjualan
 20% diterima dua bulan setelah penjualan
Tahun
Barang X Barang Y Barang Z
(n)
Unit Harga/unit Unit Harga/unit Unit Harga/unit
2000 2.000 1.000 500 11.000 1.500
2.500
2001 4.000 2.500 1.000 12.000 3.000
5.000
2002 6.000 3.000 1.500 13.000 5.000
7.500
2003 8.000 4.500 2.000 14.000 7.500
10.000
2004 10.000 5.000 2.500 15.000 9.000
12.500
2005 12.000 6.500 3.000 16.000 13.500
15.000
2006 14.000 7.000 3.500 17.000 14.000
20.000
84.
Ditanya :
- Forecasting penjualan barang X, barang Y, dan barang Z untuk
tahun 2007 dengan metode least square (catatan unit dibulatkan
dalam ribuan dan harga dibulatkan dalam ratusan rupiah)
- Anggaran penjualan berdasarkan produk, daerah penjualan, dan
waktu penjualan bila indeks musim diketahui sebagai berikut:
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
10 35 55 60 75 85
Juli Agust Sep Okt Nov Des
95 105 110 115 125 135

- Anggaran penjualan berdasarkan jenis dan waktu penjualan


- Anggaran piutang berdasarkan waktu
- Anggaran penerimaan kas dari penjualan tunai
- Anggaran penerimaan kas dari piutang

85.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun
anggaran komprehensif, anggaran
penjualan, anggaran produksi,
anggaran bahan mentah, anggaran
tenaga kerja, dan anggaran biaya
overhead pabrik, serta anggaran
biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan anggaran penjualan
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mampu memahami
tentang anggaran penjualan
* Mahasiswa mampu menguraikan
kegunaan anggaran penjualan
* Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
penyusunan anggaran penjualan
* Mahasiswa mampu menjelaskan
langkah-langkah menyusun
anggaran penjualan
* Mahasiswa mampu menyusun
anggaran penjualan
Materi Pokok : Anggaran Penjualan

86.
Langkah Kegiatan :
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Ceramah 5 Menit 1. White Board
Pendahuluan 2. OHP/ LCD
3. Note Book
 Membuka 4. Transparansi/
power point
perkuliahan
5. Spidol
dengan salam 6. Penghapus
 Menjelaskan
materi pertemuan
ke 5 - 7
Kegiatan Inti • Ceramah 130 1. White Board
Menit
2. OHP/ LCD
 Menjelaskan • Diskusi
3. Note Book
tentang kelompok
4. Transparansi/
anggaran
• Tes unjuk power point
penjualan
kerja 5. Spidol
 Menguraikan
6. Penghapus
kegunaan
anggaran
penjualan
 Menjelaskan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi

87.
penyusunan
anggaran
penjualan
 Menjelaskan
langkah-
langkah
menyusun
anggaran
penjualan
 Menyusun
anggaran
penjualan
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 Menit 1. White Board
 Diskusi 2. OHP/ LCD
 Melakukan
kelompok 3. Note Book
diskusi dengan
4. Transparansi/
mahasiswa
power point
 Memberikan
5. Spidol
kesimpulan
6. Penghapus
mengenai materi
pertemuan ke 5 -
7
 Melakukan
Absensi kelas

88.
dan mengisi
jurnal kegiatan
 Menutup
pertemuan
dengan salam

Surabaya, ...............................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

89.
BAB IV
Anggaran Produksi

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat Menyusun Anggaran Produksi.

Indikator :
1. Mahasiswa mengerti tentang anggaran produksi.
2. Mahasiswa mampu menguraikan kegunaan anggaran produksi.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan anggaran produksi.
4. Mahasiswa mampu menyusun anggaran produksi.

4.1. ANGGARAN PRODUKSI


Anggaran Produksi adalah suatu perencanaan secara terpisah
mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode
yang akan datang, yang didalamnya mencakup rencana mengenai
jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan
dilakukan. Rencana produksi akan digunakan sebagai dasar dalam
penyusunan rencana bahan baku, rencana tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik. Oleh karena itu anggaran produksi menjadi langkah
awal dalam pembuatan anggaran operasi pabrik. Anggaran produksi
dilakukan oleh eksekutif pabrik setelah menerima rencana penjualan
yang telah disetujui oleh eksekutif perencanaan. Anggaran produksi

90.
menentukan jumlah barang yang direncanakan untuk diproduksi
selama periode anggaran.
Rumus :
Rencana Penjualan = XXXXXX
Persediaan Akhir = XXXXXX +
Kebutuhan = XXXXXX
Persediaan Awal = XXXXXX -
Rencana Produksi = XXXXXX
Maka hubungan pembuatan anggaran produksi adalah anggaran
bahan baku, anggaran tenaga kerja langsung, dan anggaran biaya
overhead pabrik akan tampak pada gambar 4.1.
Rencana Penjualan
+
Perubahan Persediaan Produk
=
Rencana Produksi

Anggaran Anggaran Tenaga Anggaran Biaya


Bahan Baku Kerja Langsung Overhead Pabrik

Gambar 4.1 Hubungan Anggaran Produksi dengan Anggaran


yang lain
Rencana produksi meliputi rencana produksi jangka panjang
dan rencana produksi jangka pendek. Perbedaan kedua jenis rencana
produksi dapat dilihat pada tabel 4.1 sebagai berikut:

91.
Tabel 4.1 Perbedaan Rencana Produksi Jangka Panjang
dan Jangka Pendek
Perbedaaan Jangka Panjang Jangka Pendek

Jangkauan 3, 5, 7 atau 10 tahun Hanya 1 tahun


Perencanaan
Rincian Estimasi tingkat Jumlah produksi setiap
Perencanaan produksi, kebutuhan jenis produk, perubahan
kapasitas mesin, persediaan, pemakaian
struktur biaya bahan, tenaga kerja,
pabrik, kebutuhan biaya overhead pabrik,
tenaga kerja, arus jadwal produksi per
kas, dan perubahan triwulan, bulan, atau
persediaan minggu

Dasar Rencana penjualan Rencana penjualan


Perencanaan jangka panjang dan jangka pendek
rencana investasi

Masalah yang dihadapi perusahaan dalam perencanaan


produksi adalah rencana produksi menyesuaikan pola penjualan
musiman, penetapan kebijakan persediaan yang realistis yang
meminimumkan dua kelompok biaya, yaitu biaya penyimpanan
persediaan dan biaya kekurangan persediaan, penentuan tingkat
produksi yang realistis sesuai dengan pemanfaatan pabrik secara
ekonomis, serta rencana koordinasi optimum antara volume
penjualan, tingkat persediaan, dan tingkat produksi setiap bulan
selama setahun. Cara mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan 3
cara yaitu:
92.
a. Merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan untuk
mengurangi pola penjualan musiman
b. Menggunakan model-model persediaan yang canggih untuk
mengevaluasi koordinasi optimum antara penjualan, produksi,
dan tingkat persediaan
c. Membuat evaluasi fasilitas-fasilitas produksi.

4.2. PENGGUNAAN ANGGARAN PRODUKSI


Kegunaan Anggaran Produksi adalah :
1. Menunjang kegiatan bagian penjualan, sehingga barang dapat
tersedia sesuai dengan yang direncanakan.
2. Menjaga tingkat persediaan yang optimum. Tingkat persediaan
yang baik perlu mempertimbangkan berbagai fungsi operasi
perusahaan, yaitu pemasaran (penjualan), produksi, pembelian,
dan keuangan.
3. Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi
menjadi minimum

4.3. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran
produksi adalah:
1. Jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual,
sebagaimana yang tercantum dalam anggaran penjualan.
2. Kapasitas mesin dan peralatan pabrik
93.
3. Tenaga kerja yang dimiliki yang terkait dengan kualitas maupun
kuantitasnya
4. Stabilitas bahan baku
5. Modal kerja yang dimiliki
6. Fasilitas gudang
7. Tingkat persediaan barang jadi

4.4. PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI


Untuk menyusun anggaran produksi, langkah pertama adalah
menetapkan kebijakan-kebijakan tingkat persediaan. Langkah kedua
adalah merencanakan jumlah produksi setiap jenis produk selama
periode anggaran. Langkah ketiga adalah membuat skedul produksi
untuk periode yang lebih pendek. Keputusan-keputusan yang
diperlukan dalam penyusunan rencana produksi meliputi:
1. Jumlah kebutuhan produksi selama periode anggaran
2. Kebijakan-kebijakan mengenai tingkat persediaan produk jadi,
produk dalam proses, dan biaya penyimpanan persediaan.
3. Kebijakan-kebijakan kapasitas pabrik mengenai tingkat produksi
yang diijinkan selama periode anggaran.
4. Tersedianya fasilitas pabrik, terutama untuk kepentingan
pengurangan atau penambahan kapasitas pabrik.
5. Tersedianya bahan baku, pembelian, dan tenaga kerja
6. Dampak lama proses produksi
7. Jumlah produksi yang ekonomis
8. Karakteristik proses produksi
94.
Dalam menyusun rencana produksi, eksekutif pabrik harus
dapat menyelesaikan persoalan koordinasi antara penjualan,
persediaan, dan produksi sedemikian rupa sehingga diperoleh
kemungkinan jumlah biaya yang paling rendah. Pentingnya koordinasi
tersebut tidak boleh terlalu dipaksakan karena hal ini akan
mempengaruhi berbagai keputusan yang berkaitan dengan biaya.
Langkah-langkah dalam menyusun anggaran produksi:
a. Perencanaan
1. Menentukan periode waktu yang akan dipakai sebagai dasar
dalam penyusunan bagian produksi.
2. Menentukan jumlah satuan fisik dari barang yang harus
dihasilkan
b. Pelaksanaan
1. Menentukan kapan barang diproduksi
2. Menentukan dimana barang akan diproduksi
3. Menentukan urutan proses produksi
4. Menentukan standar penggunaan fasilitas-fasilitas produksi
untuk mencapai efisiensi
5. Menyusun program tentang penggunaan bahan baku, buruh,
service, dan peralatan
6. Menyusun standar biaya produksi
7. Membuat perbaikan-perbaikan bilamana diperlukan

95.
Metode Penyusunan Anggaran Produksi:
1. Mengutamakan stabilitas produksi
Suatu metode produksi dimana perusahaan menetapkan volume
penjualan yang relatif sama dari bulan ke bulan.
Contoh Soal :
Rencana Penjualan selama 1 tahun (2010) pada PT Makmur Jaya
adalah sebagai berikut :
Rencana Persediaan Persediaan Rencana
Bulan Kebutuhan
Penjualan Akhir Awal Prooduksi
Januari 1,500 1,700 3,200 2,000 1,200
Februari 1,600 1,300 2,900 1,700 1,200
Maret 1,600 900 2,500 1,300 1,200
April 1,400 700 2,100 900 1,200
Mei 1,200 600 1,800 700 1,100
Juni 1,000 700 1,700 600 1,100
Juli 700 1,100 1,800 700 1,100
Agustus 600 1,600 2,200 1,100 1,100
September 900 1,800 2,700 1,600 1,100
Oktober 1,100 1,800 2,900 1,800 1,100
November 1,200 1,700 2,900 1,800 1,100
Desember 1,400 1,500 2,900 1,700 1,200
Jumlah 14,200 1,500 15,700 2,000 13,700

Perhitungan:
Total Penjualan 14.200 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit

96.
Jawab :
Penjualan 1 tahun = 14.200 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit +
Kebutuhan 1 tahun = 15.700 unit
Persediaan awal tahun = 2.000 unit -
Jumlah yang harus diproduksi = 13.700 unit

Pengalokasian tingkat produksi setiap bulan yaitu :


Produksi selama 1 tahun = 13.700 unit
Produksi per bulan = 13.700/ 12 = 1.141,67 unit = 1.100 unit
Apabila produksi perbulan 1.100 unit, maka kekurangannya adalah
500 unit. Maka perhitungan:
13.700 – (1.100 x 12) = 13.700 – 13.200 = 500 unit (dialokasikan
kepada bulan yang tingkat penjualannya tertinggi yaitu Januari,
Februari, Maret, April, dan Desember).

2. Mengutamakan stabilitas persediaan


Suatu metode produksi dimana perusahaan dimana
mengutamakan stabilitas persediaan sedangkan tingkat
produksi dibiarkan mengambang

Contoh Soal :
Rencana Penjualan selama 1 tahun (2010) pada PT Makmur Jaya
adalah sebagai berikut:

97.
Rencana Persediaan Persediaan Rencana
Bulan Kebutuhan
Penjualan Akhir Awal Prooduksi
Januari 1,500 1,900 3,400 2,000 1,400
Februari 1,600 1,800 3,400 1,900 1,500
Maret 1,600 1,700 3,300 1,800 1,500
April 1,400 1,600 3,000 1,700 1,300
Mei 1,200 1,500 2,700 1,600 1,100
Juni 1,000 1,500 2,500 1,500 1,000
Juli 700 1,500 2,200 1,500 700
Agustus 600 1,500 2,100 1,500 600
September 900 1,500 2,400 1,500 900
Oktober 1,100 1,500 2,600 1,500 1,100
November 1,200 1,500 2,700 1,500 1,200
Desember 1,400 1,500 2,900 1,500 1,400
Jumlah 14,200 1,500 15,700 2,000 13,700

Total Penjualan 14.200 unit


Persediaan awal tahun 2.000 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit
Persediaan awal tahun = 2.000 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit –
Kekurangan = 500 unit
Kekurangan 500 unit dibagi 5 (Januaris/d Mei). Pengalokasian ini
pada dasarnya terserah pada kebijaksanaan perusahaan atau
pembuatan anggaran.

3. Cara kombinasi dimana baik tingkat persediaan maupun tingkat


produksi sama-sama berfluktuasi pada batas-batas tertentu.

98.
Contoh Soal :
Rencana Penjualan selama 1 tahun (2010) pada PT Makmur Jaya
adalah sebagai berikut:
Rencana Persediaan Persediaan Rencana
Bulan Kebutuhan
Penjualan Akhir Awal Prooduksi
Januari 1,500 1,600 3,100 2,000 1,100
Februari 1,600 1,300 2,900 1,600 1,300
Maret 1,600 1,000 2,600 1,300 1,300
April 1,400 900 2,300 1,000 1,300
Mei 1,200 950 2,150 900 1,250
Juni 1,000 1,200 2,200 950 1,250
Juli 700 1,305 2,005 1,200 805
Agustus 600 1,510 2,110 1,305 805
September 900 1,415 2,315 1,510 805
Oktober 1,100 1,565 2,665 1,415 1,250
November 1,200 1,600 2,800 1,565 1,235
Desember 1,400 1,500 2,900 1,600 1,300
Jumlah 14,200 1,500 15,700 2,000 13,700
Total Penjualan 14.200 unit
Persediaan awal tahun 2.000 unit
Persediaan akhir tahun 1.500 unit
Persediaan awal tahun = 2.000 unit
Persediaan akhir tahun = 1.500 unit –
Kekurangan = 500 unit
Kebijaksanaan yang digunakan :
1. Tingkat produksi tidak boleh berfluktuasi lebih dari 15% diatas
atau dibawah rata-rata bulanan (seperdua belas dari tingkat
produksi per tahun).
2. Tingkat persediaan tidak boleh lebih dari 1.600 unit dan tidak
boleh kurang dari separonya persediaan maksimal.
99.
3. Produksi bulan Juli, Agustus, September boleh dikurangi 30%
dari tingkat produksi Normal.

RANGKUMAN
Anggaran Produksi adalah suatu perencanaan secara terpisah
mengenai jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode
yang akan datang, yang didalamnya mencakup rencana mengenai
jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan
dilakukan. Rencana produksi akan digunakan sebagai dasar dalam
penyusunan rencana bahan baku, rencana tenaga kerja langsung, dan
overhead pabrik.
Masalah yang dihadapi perusahaan dalam perencanaan
produksi adalah rencana produksi menyesuaikan pola penjualan
musiman, penetapan kebijakan persediaan yang realistis yang
meminimumkan dua kelompok biaya, yaitu biaya penyimpanan
persediaan dan biaya kekurangan persediaan, penentuan tingkat
produksi yang realistis sesuai dengan pemanfaatan pabrik secara
ekonomis, serta rencana koordinasi optimum antara volume
penjualan, tingkat persediaan, dan tingkat produksi setiap bulan
selama setahun. Cara mengatasi masalah tersebut dilakukan dengan 3
cara yaitu: merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan untuk
mengurangi pola penjualan musiman, menggunakan model-model
persediaan yang canggih untuk mengevaluasi koordinasi optimum
antara penjualan, produksi, dan tingkat persediaan, serta membuat
evaluasi fasilitas-fasilitas produksi.
100.
Kegunaan Anggaran Produksi adalah: menunjang kegiatan
bagian penjualan, sehingga barang dapat tersedia sesuai dengan yang
direncanakan, menjaga tingkat persediaan yang optimum, mengatur
produksi sedemikian rupa sehingga biaya produksi menjadi minimum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran produksi
adalah: jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual,
sebagaimana yang tercantum dalam anggaran penjualan, kapasitas
mesin dan peralatan pabrik, tenaga kerja yang dimiliki yang terkait
dengan kualitas maupun kuantitasnya, stabilitas bahan baku, modal
kerja yang dimiliki, fasilitas gudang, tingkat persediaan barang jadi.
Metode penyusunan anggaran produksi dapat dilakukan dengan
3 cara yaitu: mengutamakan stabilitas produksi, dimana suatu metode
produksi dimana perusahaan menetapkan volume penjualan yang
relatif sama dari bulan ke bulan. Mengutamakan stabilitas persediaan,
suatu metode produksi dimana perusahaan dimana mengutamakan
stabilitas persediaan sedangkan tingkat produksi dibiarkan
mengambang. Cara kombinasi dimana baik tingkat persediaan
maupun tingkat produksi sama-sama berfluktuasi pada batas-batas
tertentu.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Anggaran untuk perencanaan yang secara terpisah mengenai
jumlah unit produk yang akan diproduksi selama periode yang
akan datang, yang didalamnya mencakup rencana mengenai jenis

101.
(kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan
dilakukan disebut …….
a. Anggaran produksi
b. Anggaran produk
c. Anggaran penjualan
d. Anggaran produktivitas
e. Anggaran produsen

2. Rumus yang digunakan untuk menentukan besarnya rencana


produksi selama periode anggaran adalah ……..
a. Penjualan – persediaan akhir + persediaan awal
b. Penjualan + persediaan akhir – persediaan awal
c. Penjualan – kebutuhan produksi + persediaan akhir
d. Penjualan – kebutuhan produksi – persediaan awal
e. Penjualan + kebutuhan produksi + persediaan akhir

3. Anggaran yang digunakan sebagai dasar untuk penyusunan


anggaran-anggaran lain seperti anggaran bahan mentah, anggaran
tenaga kerja langsung, anggaran biaya overhead pabrik adalah …..
a. Anggaran penjualan
b. Anggaran produksi
c. Anggaran produsen
d. Anggaran produk
e. Anggaran produktivitas

102.
4. Menurut rincian perencanaan, rencana produksi jangka pendek
adalah ……
a. Jumlah produksi setiap jenis produk, perubahan persediaan,
pemakaian bahan, tenaga kerja, biaya overhead pabrik, jadwal
produksi per triwulan, bulan, atau minggu.
b. Estimasi tingkat produksi, kebutuhan kapasitas mesin,
struktur biaya pabrik, kebutuhan tenaga kerja, arus kas, dan
perubahan persediaan.
c. Jumlah produksi setiap jenis produk, perubahan persediaan,
pemakaian bahan, tenaga kerja, biaya overhead pabrik, jadwal
produksi per 3 tahun.
d. Estimasi jumlah produksi setiap jenis produk, pemakaian
mesin, struktur biaya overhead pabrik, kebutuhan tenaga
kerja, arus kas, dan perubahan persediaan.
e. Jumlah produksi setiap jenis produk, perubahan persediaan,
pemakaian bahan, tenaga kerja, biaya overhead pabrik, jadwal
produksi per 5 tahun.

5. Berikut ini adalah salah satu kegunaan anggaran produksi adalah


……..
a. Menunjang kegiatan bagian pemasaran, sehingga barang
dapat tersedia sesuai dengan yang direncanakan.
b. Menjaga tingkat persediaan yang optimum
c. Mengestimasi jumlah produksi setiap jenis produk

103.
d. Menyiapkan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang akan
digunakan dalam proses produksi
e. Menyiapkan anggaran untuk membuat produk jadi dan
produk dalam proses dari suatu perusahaan pada periode
tertentu.

6. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan


anggaran produksi adalah kecuali ……
a. Jumlah barang yang telah direncanakan untuk dijual,
sebagaimana yang tercantum dalam anggaran penjualan.
b. Kapasitas mesin dan peralatan pabrik
c. Tenaga kerja yang dimiliki yang terkait dengan kualitas
maupun kuantitasnya
d. Stabilitas tenaga kerja
e. Modal kerja yang dimiliki

7. Keputusan-keputusan yang diperlukan dalam penyusunan rencana


produksi meliputi adalah kecuali ……
a. Jumlah kebutuhan tenaga kerja selama periode anggaran
b. Kebijakan-kebijakan mengenai tingkat persediaan produk
jadi, produk dalam proses, dan biaya penyimpanan
persediaan.
c. Kebijakan-kebijakan kapasitas pabrik mengenai tingkat
produksi yang diijinkan selama periode anggaran.

104.
d. Tersedianya fasilitas pabrik, terutama untuk kepentingan
pengurangan atau penambahan kapasitas pabrik.
e. Tersedianya bahan baku, pembelian, dan tenaga kerja

8. Metode yang digunakan dalam penyusunan anggaran produksi


yang mengutamakan stabilitas produksi adalah ……….
a. Suatu metode produksi dimana perusahaan dimana
mengutamakan tingkat persediaan stabil sedangkan tingkat
produksi dibiarkan mengambang
b. Suatu metode produksi dimana perusahaan menetapkan
volume penjualan yang relatif sama dari bulan ke bulan
c. Cara kombinasi dimana baik tingkat persediaan maupun
tingkat produksi sama-sama berfluktuasi pada batas-batas
tertentu.
d. Suatu metode produksi dimana perusahaan menetapkan
volume penjualan yang relatif fluktuasi dari bulan ke bulan
e. Suatu metode produksi dimana perusahaan mengutamakan
tingkat persediaan mengambang dan tingkat produksi
dibiarkan mengambang

9. Metode yang digunakan dalam penyusunan anggaran produksi


yang mengutamakan stabilitas persediaan adalah ……….
a. Suatu metode produksi dimana perusahaan dimana
mengutamakan tingkat persediaan stabil sedangkan tingkat
produksi dibiarkan mengambang
105.
b. Suatu metode produksi dimana perusahaan menetapkan
volume penjualan yang relatif sama dari bulan ke bulan
c. Cara kombinasi dimana baik tingkat persediaan maupun
tingkat produksi sama-sama berfluktuasi pada batas-batas
tertentu.
d. Suatu metode produksi dimana perusahaan menetapkan
volume penjualan yang relatif fluktuasi dari bulan ke bulan
e. Suatu metode produksi dimana perusahaan mengutamakan
tingkat persediaan mengambang dan tingkat produksi
dibiarkan mengambang

10. Anggaran penjualan pada bulan Januari sebanyak 1.000 unit,


Februari 2.000 unit, dan maret sebanyak 3.000 unit. Persediaan
produk jadi awal pada bulan Januari sebanyak 100 unit dan
persediaan produk jadi akhir pada bulan maret sebanyak 160 unit.
Perusahaan menyusun anggaran produk tiap bulan selama tiga
bulan dengan mengutamakan stabilitas produk. Dengan demikian,
jumlah produk jadi diproduksi tiap bulan sebanyak …..
a. 2.000 unit
b. 2010 unit
c. 2020 unit
d. 2030 unit
e. 2040 unit

106.
SOAL PERTANYAAN
1. PT Indah Sejahtera telah menyusun anggaran penjualan 2003
sebagai berikut :
Persediaan Persediaan
Bulan Penjualan Kebutuhan Produksi
Akhir Awal
Januari 74,000 192,000
Februari 70,000
Maret 75,000
April 70,000
Mei 62,000
Juni 54,000
Juli 54,000
Agustus 55,000
September 54,000
Oktober 60,000
November 73,000
Desember 54,000 112,000
Total 755,000

Susun anggaran produksi dengan memperhatikan :


a. Stabilitas dalam produksi
b. Stabilitas dalam persediaan

2. PT Tibung mempunyai data sebagai berikut :


Anggaran penjualan tahun 2010 :
Januari 10.000 unit
Februari 20.000 unit
Maret 30.000 unit +
60.000 unit
Pada bulan Januari 2010, sediaan produk jadi awal sebanyak 1.000
unit dan produk jadi akhir sebanyak 1.600 unit. Perusahaan

107.
mengutamakan stabilitas produk dalam menyusun anggaran
produk dengan anggaran produk jadi dihasilkan selama 3 bulan
sebanyak 60.000 unit. Berdasarkan data tersebut, susunlah
anggaran produk dengan mengutamakan stabilitas produksi.

3. Pada bulan Januari 2007, jualan dianggarkan oleh Toko ABC


menjadi 4 minggu : minggu ke-1 sebanyak 50 unit, minggu ke-2
sebanyak 52 unit, minggu ke-3 sebanyak 53 unit, minggu ke-4
sebanyak 55 unit. Persediaan produk jadi awal Januari 2007
sebanyak 10 unit, dan persediaan produk jadi akhir Januari 2007
direncanakan sebanyak 8 unit. Berdasarkan data tersebut, buatlah
anggaran produk dengan mengutamakan: (a) stabilitas produk, (b)
stabilitas persediaan tiap minggu = 8 unit.

4. PT Mutiara Sejahtera telah menyusun anggaran penjualan tahun


2010 sebagai berikut:

PT Mutiara Sejahtera
ANGGARAN PRODUKSI
Tahun 2010
(Mengutamakan Stabilitas Persediaan)
Persediaan Persediaan Rencana
Triwulan Penjualan Kebutuhan
Akhir Awal Prooduksi
I 50 10
II 52
III 53
IV 55 8
Jumlah 210

108.
5. PT Makmur Jaya telah menyusun anggaran produksi tahun 2015
sebagai berikut :

PT Makmur Jaya
ANGGARAN PRODUKSI
Tahun 2015
Persediaan Persediaan Rencana
Bulan Penjualan Kebutuhan
Akhir Awal Prooduksi
Januari 8,000
Februari 10,000
Maret 13,000
April 14,000
Mei 18,000
Juni 19,000
Juli 20,000
Agustus 18,000
September 17,000
Oktober 16,000
November 15,000
Desember 14,000
Jumlah 182,000
Persediaan barang jadi :
1 Januari 2015 13.000 unit
31 Desember 2015 1.000 unit
Susun anggaran produksi dengan memperhatikan :
a. Stabilitas dalam produksi
b. Stabilitas dalam persediaan

TUGAS
PT Makmur Jaya telah menyusun anggaran produksi tahun 2010
sebagai berikut:

109.
PT Makmur Jaya
ANGGARAN PRODUKSI
Tahun 2010
Persediaan Persediaan Rencana
Bulan Penjualan Kebutuhan
Akhir Awal Prooduksi
Januari 8,000
Februari 10,000
Maret 13,000
April 14,000
Mei 18,000
Juni 19,000
Juli 20,000
Agustus 18,000
September 17,000
Oktober 16,000
November 15,000
Desember 14,000

Persediaan barang jadi :


1 Januari 2015 10.000 unit
31 Desember 2015 5.000 unit
Susun anggaran produksi dengan memperhatikan :
a. Stabilitas dalam produksi
b. Stabilitas dalam persediaan

110.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan anggaran produksi
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mengerti tentang
anggaran produksi
* Mahasiswa mampu menguraikan
kegunaan anggaran produksi
* Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
penyusunan anggaran produksi
* Mahasiswa mampu menyusun
anggaran produksi
Materi Pokok : Anggaran Produksi
Langkah Kegiatan :
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Pendahuluan Ceramah 5 Menit 1. White Board
2. OHP/ LCD

111.
 Membuka 3. Note Book
perkuliahan 4. Transparansi/
dengan salam power point
 Menjelaskan 5. Spidol
materi pertemuan 6. Penghapus
ke 10
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
 Diskusi Menit
 Menjelaskan 2. OHP/ LCD
tentang anggaran kelompok
3. Note Book
produksi  Tes unjuk
kerja 4. Transparansi/
 Menguraikan
power point
kegunaan anggaran
produksi 5. Spidol
 Menjelaskan 6. Penghapus
faktor-faktor yang
mempengaruhi
penyusunan
anggaran produksi
 Menyusun
anggaran produksi
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board

 Melakukan diskusi  Diskusi Menit 2. OHP/ LCD


dengan mahasiswa kelompok
3. Note Book

112.
 Memberikan 4. Transparansi/
kesimpulan power point
mengenai materi
5. Spidol
pertemuan ke 10
6. Penghapus
 Melakukan
Absensi kelas dan
mengisi jurnal
kegiatan
 Menutup
pertemuan dengan
salam

Surabaya, ................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

113.
BAB V
Anggaran Bahan Mentah

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat Menyusun Anggaran Bahan Mentah.

Indikator :
1. Mahasiswa mengerti tentang anggaran bahan mentah.
2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang anggaran kebutuhan
bahan mentah.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang anggaaran pembelian
bahan mentah.
4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang anggaran biaya bahan
mentah.

5.1. ANGGARAN BAHAN MENTAH


Dalam suatu perusahaan, bahan mentah atau bahan baku
merupakan salah satu elemen yang penting karena bahan baku
menjadi dasar berlangsungnya suatu produksi. Dalam pengendalian
bahan baku, salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan
adalah dengan membuat anggaran pembelian bahan baku. Bahan baku
dapat dianggarkan dalam satuan (unit) uang. Anggaran Pembelian
bahan baku berisi rencana kuantitas bahan baku yang harus dibeli oleh
perusahaan dalam periode waktu mendatang. Ini harus dilakukan
secara hati-hati terutama dalam hal jumlah dan waktu pembelian.
114.
Pengertian anggaran bahan mentah adalah merencanakan
kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung. Bahan baku
langsung (direct material) adalah semua bahan baku yang merupakan
bagian barang jadi yang dihasilkan. Bahan baku langsung
direncanakan dalam anggaran bahan baku. Contoh, kulit adalah bahan
baku langsung industri sepatu, kayu adalah bahan baku langsung
adalah industri mebel kayu, Sedangkan bahan baku tak langsung
(indirect material) adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses
produksi, tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang
dihasilkan. Bahan baku tidak langsung direncanakan dalam anggaran
biaya overhead pabrik. Contoh, paku adalah bahan baku tidak
langsung bagi industri sepatu dan mebel kayu.
Tujuan penyusunan anggaran bahan baku langsung adalah:
1. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung
2. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang
diperlukan
3. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan
untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung
4. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni
memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena
penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi
5. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku
langsung
Anggaran yang berkaitan dengan anggaran bahan baku antara
lain:
115.
1. Anggaran kebutuhan bahan baku
2. Anggaran pembelian bahan baku
3. Anggaran persediaan bahan baku
4. Anggaran Pemakaian bahan baku
Estimasi jumlah kebutuhan bahan baku memerlukan dua data
penting, yaitu rencana produksi dan tingkat penggunaan standar bahan
baku (Standard Usage Rate). Perkalian antara rencana produksi
dengan SUR merupakan jumlah kebutuhan bahan baku. Penentuan
SUR diperoleh dengan metoda, seperti riset, rasio kebutuhan bahan
baku terhadap jumlah produk, atau mempelajari pengalaman di masa
lalu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan anggaran
bahan baku:
1. Anggaran bahan baku hanya menyangkut kuantitas bahan baku;
2. Anggaran bahan baku dibuat untuk setiap jenis produk;
3. Anggaran bahan baku dibuat untuk satu periode anggaran
tertentu;
4. Anggaran bahan baku sebaiknya dibuat atas dasar pemakaian
bahan baku yang sebenarnya, untuk mempermudah
pengendalian bahan baku

5.2. ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN MENTAH


Perencanaan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk
keperluan produksi pada periode mendatang. Disusun untuk
merencanakan jumlah fisik bahan mentah langsung yang diperlukan,
116.
bukan nilainya dalam rupiah. Secara terperinci pada anggaran ini
harus dicantumkan :
1. Jenis barang jadi yang akan dihasilkan
2. Jenis bahan baku yang digunakan
3. Bagian-bagian yang dilalui dalam proses produksi
4. Standar penggunaan bahan baku (Standard Usage Rate/ SUR)
5. Waktu penggunaan bahan baku

Contoh soal:
Perusahaan Sumber Rejeki Abadi memproduksi 4 macam barang
yaitu barang A, barang B, barang C, dan barang D. Dengan
menggunakan bahan baku X, Y, Z. Rencana produksi selama satu
tahun.

Bulan A B C D
Januari 5.000 2.000 1.000 500
Februari 10.000 4.000 2.000 1.000
Maret 15.000 6.000 3.000 1.500
April 20.000 8.000 4.000 2.000
Mei 25.000 10.000 5.000 2.500
Juni 30.000 12.000 6.000 3.000
Juli 35.000 14.000 7.000 3.500
Agustus 40.000 16.000 8.000 4.000
September 45.000 18.000 9.000 4.500
Oktober 50.000 20.000 10.000 5.000
Nopember 55.000 22.000 11.000 5.500
Desember 60.000 24.000 12.000 6.000

117.
Standard Usage Rate (SUR) yang digunakan adalah:
Barang Bahan Baku
X Y Z
A 1 2 3
B 3 3 3
C 4 3 2
D 2 2 2

Susunlah anggaran kebutuhan bahan baku bagi Perusahaan Sumber


Rejeki Abadi untuk periode Januari-Desember ?

ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU


PERUSAHAAN SUMBER REJEKI ABADI
Ba ha n B aku X Ba ha n Ba ku Y Ba ha n Ba ku Z
B a rang A P ro duks i
USR Ke butuhan US R Ke butuha n USR Ke butuhan
J a nua ri 5,000 5,000 10,000 15,000
F e brua ri 10,000 10,000 20,000 30,000
Ma ret 15,000 15,000 30,000 45,000
April 20,000 20,000 40,000 60,000
Me i 25,000 25,000 50,000 75,000
J uni 30,000 30,000 60,000 90,000
J uli 35,000 1 35,000 2 70,000 3 105,000
Agus tus 40,000 40,000 80,000 120,000
S e pte mbe r 45,000 45,000 90,000 135,000
Okto ber 50,000 50,000 100,000 150,000
No pe mbe r 55,000 55,000 110,000 165,000
De s em be r 60,000 60,000 120,000 180,000
J umla h 390,000 390,000 780,000 1,170,000

118.
ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU
PERUSAHAAN SUMBER REJEKI ABADI
(LANJUTAN)
B a ha n B a ku X B a ha n B a ku Y B a ha n B a ku Z
B a ra ng B P ro duks i
US R Ke butuha n US R Ke butuha n US R Ke butuha n
J a nua ri 2,000 6,000 6,000 6,000
F e brua ri 4,000 12,000 12,000 12,000
M a re t 6,000 18,000 18,000 18,000
April 8,000 24,000 24,000 24,000
Mei 10,000 30,000 30,000 30,000
J uni 12,000 36,000 36,000 36,000
J uli 14,000 3 42,000 3 42,000 3 42,000
Agus tus 16,000 48,000 48,000 48,000
S e pte m be r 18,000 54,000 54,000 54,000
Okto be r 20,000 60,000 60,000 60,000
No pe m be r 22,000 66,000 66,000 66,000
De s e m be r 24,000 72,000 72,000 72,000
J um la h 156,000 468,000 468,000 468,000
B a ha n B a ku X B a ha n B a ku Y B a ha n B a ku Z
B a ra ng C P ro duks i
US R Ke butuha n US R Ke butuha n US R Ke butuha n
J a nua ri 1,000 4,000 3,000 2,000
F e brua ri 2,000 8,000 6,000 4,000
M a re t 3,000 12,000 9,000 6,000
April 4,000 16,000 12,000 8,000
Mei 5,000 20,000 15,000 10,000
J uni 6,000 24,000 18,000 12,000
J uli 7,000 4 28,000 3 21,000 2 14,000
Agus tus 8,000 32,000 24,000 16,000
S e pte m be r 9,000 36,000 27,000 18,000
Okto be r 10,000 40,000 30,000 20,000
No pe m be r 11,000 44,000 33,000 22,000
De s e m be r 12,000 48,000 36,000 24,000
J um la h 78,000 312,000 234,000 156,000
B a ha n B a ku X B a ha n B a ku Y B a ha n B a ku Z
B a ra ng D P ro duks i
US R Ke butuha n US R Ke butuha n US R Ke butuha n

J a nua ri 500 1,000 1,000 1,000


F e brua ri 1,000 2,000 2,000 2,000
M a re t 1,500 3,000 3,000 3,000
April 2,000 4,000 4,000 4,000
Mei 2,500 5,000 5,000 5,000
J uni 3,000 6,000 6,000 6,000
J uli 3,500 7,000 7,000 7,000
2 2 2
Agus tus 4,000 8,000 8,000 8,000
S e pte m be r 4,500 9,000 9,000 9,000
Okto be r 5,000 10,000 10,000 10,000
No pe m be r 5,500 11,000 11,000 11,000
De s e m be r 6,000 12,000 12,000 12,000
J um la h 39,000 78,000 78,000 78,000
J m l ke butuha n 663,000 1,248,000 1,560,000 1,872,000

119.
5.3. ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN MENTAH
Anggaran pembelian bahan mentah atau bahan baku adalah
anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang rencana
kuantitas bahan mentah yang harus dibeli oleh perusahaan dalam
periode waktu mendatang. Pembelian bahan baku adalah biaya bahan
baku ditambah persediaan bahan baku akhir dikurang persediaan
bahan baku awal. Anggaran ini secara rinci memuat rencana-rencana
pembelian, yaitu:
1. Jumlah setiap jenis bahan baku yang harus dibeli;
2. Kapan pembelian harus dilakukan;
3. Estimasi harga bahan baku yang dibeli;
Bahan baku yang harus dibeli diperhitungkan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor persediaan dan kebutuhan bahan
baku. Jumlah bahan baku langsung yang harus dibeli setiap kali
dilakukan pembelian sehingga akan menimbulkan biaya yang paling
rendah akan tetapi tidak akan mengakibatkan kekurangan bahan baku
langsung. Jumlah pembelian yang paling ekonomis (Economical
Order Quantity atau EOQ) dihitung dengan menggunakan rumus :

EOQ = atau EOQ = /

Keterangan:
P = Biaya pemesanan
R = Kebutuhan bahan baku langsung selama suatu periode waktu
K = Biaya penyimpanan yang dinyatakan dalam prosentase dari
persediaan rata-rata

120.
U = Harga beli per satuan bahan baku langsung
Dalam menghitung EOQ dipertimbangkan 2 jenis biaya yang
bersifat variabel yaitu:
a. Biaya Pemesanan
Biaya ini berubah-ubah sesuai dengan frekuensi pemesanan,
semakin besar jumlah setiap kali pemesanan, semakin rendah
frekuensi pemesanan.
b. Biaya Penyimpanan
Semakin besar jumlah bahan baku setiap kali pemesanan maka
biaya penyimpanannya akan semakin besar.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam waktu pembelian bahan
baku adalah stock out cost, extra carrying cost, lead time, reorder
point.
Contoh soal:
Perusahaan Multi Jaya Roti memperkirakan kebutuhan bahan mentah
selama tahun 2006 adalah 1800 kg. Setiap kali dipesan akan
dikeluarkan biaya sebesar Rp 100 sebagai biaya perangko. Harga pe
kg bahan mentah adalah Rp 250. Biaya penyimpanan akan sebesar
40% dari persediaan rata-rata. Hitinglah jumlah pembelian yang
paling ekonomis !
Jawab :

EOQ =

= %
= 60 kg

121.
Contoh soal:
Kebutuhan (R) = 10.000 kg
Carrying cost = Rp 2 kg per tahunan
Procurement cost = Rp 100 per order
Stock out cost = Rp 0,50/kg
Lead time Frekeunsi
3 5
4 10
5 5
Apabila 1 tahun dianggap 300 hari, dan persediaan bahan baku
langsung (dimisalkan untuk 10 hari). Hitung reorder point nya!
Lead time Frekeunsi Probabilitas
3 5 0,25
4 10 0,50
5 5 0,25
20 1,00

EOQ = /

= 1.000 kg
Frekuensi pemesanan = 10.000/ 1.000 = 10 kali
.
Carrying cost per hari per order = = 6,67

122.
Lead time ECC
Per order Per tahun
3 0 0
4 1,6675 (1 x 0,25 x 6,67) 16,675 (16,675 x 10)
5 6,670 (2 x 0,25 x 6,67) 66,7 (6,67 x10)
+ (1 x 0,5 x 6,67)

Lead SOC Total


time per
tahun
Per order Per tahun
3 16,65 (2 x 0,25 x 33,3 x 0,50) + 166,5 (16,65 x 10) 166,50
(1 x 0,5 x 33,3 x 0,50)
4 4,1625 (1 x 0,25 x 33,3 x 0,50) 41,625 (4,1625 x 10) 58,30
5 0 0 66,70
Kebutuhan bahan baku per hari = 10.000 / 300 hari
= 33,3 kg
Persediaan bahan baku langsung (10x) = 333,0 kg
Kebutuhan selama lead time (4 x 33,3 kg) = 133,2 kg
Reorder point = 466,2 kg

5.4. ANGGARAN BIAYA BAHAN MENTAH


Anggaran biaya bahan baku adalah kuantitas standar bahan
baku dipakai dikali harga standar bahan baku per unit. Kuantitas
standar bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari unit ekuivalen
produk dikali kuantitas standar bahan baku per unit produk.
Perencanaan nilai bahan baku yang digunakan dalam satuan uang.
Secara terperinci pada anggaran ini harus dicantumkan :
1. Jenis bahan baku yang digunakan

123.
2. Jumlah masing-masing jenis bahan baku yang bisa digunakan
3. Harga per unit masing-masing jenis bahan baku
4. Nilai masing-masing bahan baku yang habis digunakan untuk
produksi
5. Jenis barang yang dihasilkan dan yang menggunakan bahan baku
6. Waktu penggunaan bahan baku
Contoh soal:
Perusahaan Maju Sejahtera memproduksi satu jenis produk dengan
anggaran produk jadi pada triwulan I tahun 2010 sebagai berikut:
Januari 11.000 unit
Februari 11.100 unit
Maret 11.200 unit
Biaya Bahan Baku standard per unit produk jadi terdiri atas:
Bahan Baku A 0,2 kg @ Rp 100 = Rp 20
Bahan Baku B 0,1 kg @ Rp 150 = Rp 15
Sediaan bahan baku awal januari 2010 sebagai berikut :
Bahan Baku A sebanyak 150 kg
Bahan Baku B sebanyak 120 kg
Sediaan bahan baku akhir direncanakan sebagai berikut :
Januari Bahan Baku A sebanyak 160 kg
Bahan Baku B sebanyak 120 kg
Februari Bahan Baku A sebanyak 140 kg
Bahan Baku B sebanyak 130 kg
Maret Bahan Baku A sebanyak 150 kg
Bahan Baku B sebanyak 140 kg
124.
Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran bahan baku triwulan I
tahun 2010 !
Jawab:
Perusahaan Maju Sejahtera
Anggaran Bahan Baku
Triwulan I tahun 2010
Ha rga J a nua ri F e brua ri M a re t
Ke te ra nga n
pe r kg Kg Rp Kg Rp Kg Rp
P e m be lia n
100 2,210 221,000 2,200 220,000 2,250 225,000
B a ha n B a ku
P e m be lia n
150 1,100 165,000 1,120 168,000 1,130 169,500
B a ha n B a ku
J um la h 3,310 386,000 3,320 388,000 3,380 394,500
P e rs e dia a n
100 150 15,000 160 16,000 140 14,000
Awa l B a ha n
P e rs e dia a n
150 120 18,000 120 18,000 130 19,500
Awa l B a ha n
J um la h 270 33,000 280 34,000 270 33,500
S ia p dipa ka i
100 2,360 236,000 2,360 236,000 2,390 239,000
B a ha n B a ku
S ia p dipa ka i
150 1,220 183,000 1,240 186,000 1,260 189,000
B a ha n B a ku
J um la h 3,580 419,000 3,600 422,000 3,650 428,000
P e rs e dia a n
100 160 16,000 140 14,000 150 15,000
Akhir B a ha n
P e rs e dia a n
150 120 18,000 130 19,500 140 21,000
Akhir B a ha n
J um la h 280 34,000 270 33,500 290 36,000
B ia ya B a ha n
100 2,200 220,000 2,220 222,000 2,240 224,000
B a ku A
B ia ya B a ha n
150 1,100 165,000 1,110 166,500 1,120 168,000
B a ku B
J um la h 3,300 385,000 3,330 388,500 3,360 392,000

RANGKUMAN
Anggaran bahan mentah adalah merencanakan kebutuhan dan
penggunaan bahan baku langsung. Bahan baku langsung (direct
125.
material) adalah semua bahan baku yang merupakan bagian barang
jadi yang dihasilkan. Bahan baku langsung direncanakan dalam
anggaran bahan baku. Contoh, kulit adalah bahan baku langsung
industri sepatu, kayu adalah bahan baku langsung adalah industri
mebel kayu, Sedangkan bahan baku tak langsung (indirect material)
adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi, tetapi
tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan. Bahan
baku tidak langsung direncanakan dalam anggaran biaya overhead
pabrik. Contoh, paku adalah bahan baku tidak langsung bagi industri
sepatu dan mebel kayu.
Tujuan penyusunan anggaran bahan baku langsung adalah:
memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung,
memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang
diperlukan, sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang
diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung,
sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni memperkirakan
komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku
langsung dalam proses produksi, dan sebagai dasar melaksanakan
fungsi pengendalian bahan baku langsung.
Anggaran kebutuhan bahan baku perencanaan jumlah bahan
baku yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode
mendatang. Disusun untuk merencanakan jumlah fisik bahan mentah
langsung yang diperlukan, bukan nilainya dalam rupiah. Anggaran
pembelian bahan mentah atau bahan baku adalah anggaran yang
merencanakan secara lebih terperinci tentang rencana kuantitas bahan
126.
mentah yang harus dibeli oleh perusahaan dalam periode waktu
mendatang. Pembelian bahan baku adalah biaya bahan baku ditambah
persediaan bahan baku akhir dikurang persediaan bahan baku awal.
Anggaran biaya bahan baku adalah kuantitas standar bahan baku
dipakai dikali harga standar bahan baku per unit. Kuantitas standar
bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari unit ekuivalen produk
dikali kuantitas standar bahan baku per unit produk. Perencanaan nilai
bahan baku yang digunakan dalam satuan uang.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Anggaran yang merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan
baku langsung adalah …..
a. Anggaran bahan baku
b. Anggaran kebutuhan bahan baku
c. Anggaran pembelian bahan baku
d. Anggaran biaya bahan baku
e. Anggaran bahan setengah jadi

2. Kulit untuk industri sepatu disebut …..


a. Bahan baku langsung
b. Bahan baku penolong
c. Bahan baku pembantu
d. Bahan baku tidak langsung
e. Bahan baku pelengkap

127.
3. Tujuan penyusunan anggaran bahan baku langsung adalah kecuali
…….
a. Memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku langsung
b. Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang
diperlukan,
c. Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang
diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku
langsung,
d. Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yakni
memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena
penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi,
e. Sebagai dasar melaksanakan fungsi pengendalian bahan baku
tidak langsung

4. Kuantitas standar bahan baku dipakai dapat juga diperoleh dari


unit ekuivalen produk dikali kuantitas standar bahan baku per unit
produk disebut dengan …….
a. Biaya bahan baku
b. Standar harga bahan baku
c. Persediaan bahan baku
d. Kuantitas standar bahan baku dipakai
e. Pembelian bahan baku

5. Bahan baku yang harus dibeli diperhitungkan dengan


mempertimbangkan berapa faktor-faktor yaitu ……..
128.
a. Persediaan dan kebutuhan bahan baku
b. Kebutuhan dan pembelian bahan baku
c. Persediaan dan pembelian bahan baku
d. Biaya dan pembelian bahan baku
e. Persediaan dan biaya bahan baku

6. Biaya bahan baku ditambah persediaan bahan baku akhir


dikurangi persediaan bahan baku awal disebut ….
a. Biaya bahan baku
b. Pembelian bahan baku
c. Persediaan bahan baku
d. Pemakaian bahan baku
e. Kebutuhan bahan baku

7. Estimasi jumlah kebutuhan bahan baku memerlukan dua data


penting, yaitu ……….
a. Rencana produksi dan standard usage rate
b. Pembelian bahan baku dan rencana produksi
c. Pembelian bahan baku dan standard usage rate
d. Pembelian bahan baku dan pemakaian bahan baku
e. Pemakaian bahan baku dan standard usage rate

8. Biaya pemesanan adalah …….

129.
a. Biaya ini tetap sesuai dengan frekuensi pemesanan, semakin
besar jumlah setiap kali pemesanan, semakin besar frekuensi
pemesanan
b. Biaya ini berubah-ubah sesuai dengan frekuensi pemesanan,
semakin besar jumlah setiap kali pemesanan, semakin rendah
frekuensi pemesanan.
c. Biaya ini tetap sesuai dengan frekuensi pemesanan, semakin
kecil jumlah setiap kali pemesanan, semakin kecil frekuensi
pemesanan
d. Biaya ini berubah-ubah sesuai dengan frekuensi pemesanan,
semakin besar jumlah setiap kali pemesanan, semakin besar
frekuensi pemesanan
e. Biaya ini tetap sesuai dengan frekuensi pemesanan, semakin
besar jumlah setiap kali pemesanan, semakin besar frekuensi
pemesanan

9. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam waktu pembelian bahan


baku adalah ………
a. stock out cost, extra carrying cost, lead time, reorder point.
b. anggaran bahan baku hanya menyangkut kuantitas bahan
baku; anggaran bahan baku dibuat untuk setiap jenis produk;
anggaran bahan baku dibuat untuk satu periode anggaran
tertentu; anggaran bahan baku sebaiknya dibuat atas dasar
pemakaian bahan baku yang sebenarnya
c. Biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
130.
d. Jumlah setiap jenis bahan baku yang harus dibeli, kapan
pembelian harus dilakukan, estimasi harga bahan baku yang
dibeli;
e. Anggaran kebutuhan bahan baku, anggaran pembelian bahan
baku, anggaran persediaan bahan baku, dan anggaran
pemakaian bahan baku

10. Taksiran sejumlah unit bahan baku yang diperlukan untuk


memproduksi satu unit produk tertentu disebut dengan ……
a. Kuantitas standar bahan baku
b. Harga standar bahan baku
c. Standar bahan baku dipakai
d. Anggaran bahan baku
e. Anggaran persediaan bahan baku

SOAL PERTANYAAN
1. Perusahaan memproduksi satu jenis produk dengan anggaran
produk jadi pada triwulan I tahun 2010 sebagai berikut:
Januari 10.000 unit
Februari 11000 unit
Maret 12.000 unit
Biaya Bahan Baku standard per unit produk jadi terdiri atas :
Bahan Baku A 0,2 kg @ Rp 500 = Rp 100
Bahan Baku B 0,1 kg @ Rp 450 = Rp 45
Sediaan bahan baku awal januari 2010 sebagai berikut :
131.
Bahan Baku A sebanyak 850 kg
Bahan Baku B sebanyak 620 kg
Sediaan bahan baku akhir direncanakan sebagai berikut :
Januari Bahan Baku A sebanyak 460 kg
Bahan Baku B sebanyak 420 kg
Februari Bahan Baku A sebanyak 440 kg
Bahan Baku B sebanyak 430 kg
Maret Bahan Baku A sebanyak 450 kg
Bahan Baku B sebanyak 440 kg
Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran bahan baku triwulan
I tahun 2010 !

2. Perusahaan minuman sedang memproduksi 2 jenis minuman yakni


kualitas A dan kualitas B. Anggaran yang disusun dibagi menurut
bulan (triwulan 1) dan triwulan untuk sisa periode yang lain. Data
yang tersedia sebagai berikut :
a. Rencana produksi (dalam boks)
Kualitas Triwulan Triwulan Triwulan Triwulan
I II III IV
A 10.000 15.000 18.000 12.000
B 20.000 30.000 20.000 18.000

b. Bahan baku yang digunakan ada 3 macam yaitu jahe, kunir, dan
temulawak. Kebutuhan tiap boks masing-masing kualitas
minuman adalah sebagai berikut:
Kualitas Bahan Baku
Jahe Kunir Temulawak
A 5 5 4
B 4 2 3
132.
c. Harga bahan baku tiap unit adalah:
Bahan Baku Harga per unit
Jahe Rp 500
Kunir Rp 250
Temulawak Rp 200

d. Daftar persediaan akhir masing-masing triwulan untuk masing-


masing bahan baku (unit) adalah sebagai berikut:
Triwulan Bahan Baku
Jahe Kunir Temulawak
Triwulan I 100.000 150.000 300.000
Triwulan II 200.000 350.000 380.000
Triwulan III 250.000 475.000 400.000
Triwulan IV 300.000 575.000 500.000

e. Jumlah persediaan awal untuk masing-masing bahan baku:


Bahan Baku Persediaan Awal Harga
(Unit) per unit
Jahe 60.000 Rp 400
Kunir 125.000 Rp 500
Temulawak 140.000 Rp 300
Berdasarkan data diatas, hitunglah:
a. Anggaran kebutuhan bahan baku untuk produksi satu tahun,
terperinci menurut jenis bahan baku yang dibutuhkan
masing-masing kualitas produk
b. Anggaaran pembelian bahan baku, terperinci menurut jenis
material yang harus disediakan untuk masing-masing bulan
dan triwulan

2. Berikut ini data yang disajikan oleh Perusahaan:

133.
a. Perkiraan Penjualan
Harga/ Persediaan Persediaan
Jenis Jumlah unit Awal Akhir
Barang (Unit) (Rp) (unit) (unit)
X 20.000 1.500 8.000 1.000
Y 30.000 1.800 4.000 8.000
Z 40.000 2.000 3.000 6.000

b. Standard Usage Rate (SUR)


Jenis SUR
Bahan
Baku Satuan Barang X Barang Y Barang Z
1 Unit 3 5 4
2 Kg 2 6 3
3 Unit 1 3 2

c. Jumlah Persediaan Bahan Baku :


Jenis Barang
Bahan Baku 1 Bahan Baku 2 Bahan Baku 3
Persediaan
Awal 6.000 7.000 5.000
Persediaan
Akhir 15.000 8.000 10.000

d. Perkiraan harga bahan baku

Jenis Bahan Baku Satuan Harga per satuan


1 Unit 800
2 Kg 500
3 Unit 750

134.
Berdasarkan data diatas, susunlah :
a. Anggaran produksi untuk masing-masing jenis barang
b. Anggaran kebutuhan bahan baku yang dirinci menurut jenis
barang dan jenis bahan baku
c. Anggaran pembelian bahan baku yang terperinci menurut jenis
bahan baku dan nilainya
d. Anggaran biaya pemakaian bahan baku yang dirinci menurut jenis
bahan baku dan jenis barang

4. Perusahaan akan menyusun anggaran bahan baku tahun 2010


dengan data berikut :
a. Anggaran produksi tahun 2010
Triwulan Produksi (unit)

I 10.000

II 20.000

III 40.000

IV 50.000

b. Standard Usage Rate (SUR) 3 kg


c. Persediaan awal bahan baku 10.000 kg @ Rp 1.000
d. Persediaan akhir bahan baku 8.500 kg
e. Pembelian bahan baku direncanakan 4 kali dalam tahun 2010
dengan jumlah yang sama pada setiap pembelian dengan
perkiraan harga/ kg sebagai berikut :
- Pembelian 1 : Rp 4.000
135.
- Pembelian 2 : Rp 5.000
- Pembelian 3 : Rp 7.000
- Pembelian 4 : Rp 8.000
Dari data diatas tentukanlah :
1. Anggaran kebutuhan bahan baku per triwulan tahun 2010
2. Anggaran pembelian bahan baku tahun 2010
3. Anggaran pemakaian bahan baku tahun 2010
4. Anggaran persediaan bahan baku tahun 2010

5. Berikut ini data yang disajikan oleh Perusahaan :


a. Perkiraan Penjualan
Harga/ Persediaan Persediaan
Jenis Jumlah unit Awal Akhir
Barang (Unit) (Rp) (unit) (unit)
X 50.000 1.500 8.000 1.000
Y 100.000 1.800 4.000 8.000
Z 150.000 2.000 3.000 6.000

b. Standard Usage Rate (SUR)


Jenis SUR
Bahan Barang Barang Barang
Baku Satuan X Y Z
1 Unit 3 5 4
2 Kg 2 6 3
3 Unit 1 3 2

136.
c. Jumlah Persediaan Bahan Baku :
Jenis Barang
Bahan Baku 1 Bahan Baku 2 Bahan Baku 3
Persediaan Awal 6.000 7.000 5.000
Persediaan Akhir 15.000 8.000 10.000

d. Perkiraan harga bahan baku

Jenis Bahan Baku Satuan Harga per satuan


1 Unit 800
2 Kg 500
3 Unit 750
Berdasarkan data diatas, susunlah :
a. Anggaran produksi untuk masing-masing jenis barang
b. Anggaran kebutuhan bahan baku yang dirinci menurut jenis
barang dan jenis bahan baku
c. Anggaran pembelian bahan baku yang terperinci menurut jenis
bahan baku dan nilainya
d. Anggaran biaya pemakaian bahan baku yang dirinci menurut
jenis bahan baku dan jenis barang

TUGAS
1. Perusahaan sedang mempersiapkan penyusunan anggaran tenaga
kerja untuk tahun 2005. Data yang tersedia untuk keperluan
tersebut adalah sebagai berikut :

137.
a. Perkiraan penjualan :
Produk X Produk Y Produk Z
100.000 unit 500.000 unit 200.000 unit

b. Data mengenai persediaan (unit) :


Jenis Produk Persediaan Awal Persediaan Akhir
Produk X 60.000 80.000
Produk Y 150.000 110.000
Produk Z 80.000 100.000

c. Standard jam kerja (dalam DLH) :


Jenis Produk Dept. A Dept. B Dept. C
Produk X 2 1 4
Produk Y 2 2 2
Produk Z 2 1 2

d. Upah kerja per DLH :


Dept. Upah per DLH
Dept. A Rp 30.000
Dept. B Rp 50.000
Dept. C Rp 20.000

Pertanyaan :
1. Menghitung kuantitas produksi masing-masing produk untuk
tahun 2005.
2. Membuat anggaran jam kerja langsung untuk tahun 2005.
3. Membuat anggaran biaya tenaga kerja langsung untuk tahun
2005.

2. Perusahaan memproduksi satu jenis produk dengan anggaran


produk jadi pada triwulan I tahun 2010 sebagai berikut:
138.
Januari 50.000 unit
Februari 100.000 unit
Maret 200.000 unit
Biaya Bahan Baku standard per unit produk jadi terdiri atas :
Bahan Baku A 0,5 kg @ Rp 5.000 = Rp 100
Bahan Baku B 1 kg @ Rp 4.500 = Rp 45
Sediaan bahan baku awal januari 2010 sebagai berikut :
Bahan Baku A sebanyak 80000 kg
Bahan Baku B sebanyak 100.000 kg
Sediaan bahan baku akhir direncanakan sebagai berikut :
Januari Bahan Baku A sebanyak 40.000 kg
Bahan Baku B sebanyak 42.000 kg
Februari Bahan Baku A sebanyak 50.000 kg
Bahan Baku B sebanyak 55.000 kg
Maret Bahan Baku A sebanyak 75.000 kg
Bahan Baku B sebanyak 80.000 kg
Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran bahan baku triwulan I
tahun 2010 !

139.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan Anggaran Bahan Mentah
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mengerti
tentang anggaran bahan
mentah
* Mahasiswa mampu menjelaskan
tentang anggaran kebutuhan bahan
mentah
* Mahasiswa mampu menjelaskan
tentang anggaaran pembelian bahan
mentah
* Mahasiswa mampu menjelaskan
tentang anggaran biaya bahan mentah
Materi Pokok : Anggaran Bahan Mentah

140.
Langkah Kegiatan :
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Pendahuluan Ceramah 5 1. White Board
Menit
 Membuka 2. OHP/ LCD
perkuliahan dengan 3. Note Book
salam 4. Transparansi/
 Menjelaskan materi power point
pertemuan ke 11 & 5. Spidol
12 6. Penghapus
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
Menit
 Menjelaskan  Diskusi 2. OHP/ LCD
tentang anggaran kelompok 3. Note Book
bahan mentah  Tes unjuk 4. Transparansi/
 Menjelaskan kerja power point
tentang anggaran 5. Spidol
kebutuhan bahan 6. Penghapus
mentah
 Menjelaskan
tentang anggaaran
pembelian bahan
mentah
 Menjelaskan
tentang anggaran
biaya bahan mentah

141.
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
Menit
 Melakukan diskusi  Diskusi 2. OHP/ LCD
dengan mahasiswa kelompok
3. Note Book
 Memberikan
4. Transparansi/
kesimpulan
power point
mengenai materi
pertemuan ke 11 & 5. Spidol
12 6. Penghapus
 Melakukan Absensi
kelas dan mengisi
jurnal kegiatan
 Menutup pertemuan
dengan salam

Surabaya, ................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

142.
BAB VI
Anggaran Tenaga Kerja

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat Menyusun Anggaran Tenaga Kerja.

Indikator :
1. Mahasiswa mengerti tentang perencanaan tenaga kerja.
2. Mahasiswa mengerti tentang anggaran tenaga kerja langsung.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi anggaran tenaga kerja langsung.
4. Mahasiswa mampu menyusun anggaran biaya tenaga kerja
langsung.

6.1. PENGERTIAN PERENCANAAN TENAGA KERJA


Tenaga kerja diklasifikasikan ke dalam 2 golongan yakni tenaga
kerja langsung (direct labour) direncanakan dalam anggaran tenaga
kerja. Tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses
produksi perusahaan dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau
pada barang yang dihasilkan. Sedangkan tenaga kerja tak langsung
(indirect labour) direncanakan dalam anggaran Biaya Overhead
Pabrik. Tenaga kerja yang secara tidak langsung terlibat dalam proses
produksi perusahaan dan biayanya dikaitkan dengan produksi dan
biayanya dikaitkan pada biaya overhead pabrik.

143.
Manfaat penyusunan anggaran tenaga kerja adalah penggunaan
tenaga kerja lebih efisien, biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan
diatur secara lebih efisien, harga pokok produk dapat dihitung secara
tepat, dan sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja.

Tabel 6.1 Perbedaan tenaga kerja langsung dan tenaga kerja


tak langsung
Perbedaan Tenaga Kerja Langsung Tenaga Kerja Tak
Langsung
1. Biaya Besar kecilnya biaya Besar kecilnya biaya untuk
untuk tenaga kerja ini tenaga kerja ini tidak
berhubungan secara berhubungan secara
langsung dengan tingkat langsung dengan tingkat
kegiatan produksi kegiatan produksi
2. Kategori Biaya yang dikeluarkan Biaya yang dikeluarkan
Biaya untuk tenaga kerja ini untuk tenaga kerja ini
merupakan biaya merupakan biaya semi
variabel variabel
3. Tempat Tenaga kerja ini Tenaga kerja ini
bekerja kegiatannya langsung kegiatannya tidak harus
dapat dihubungkan selalu di dalam pabrik
dengan produk akhir tetapi dapat diluar pabrik

6.2. ANGGARAN TENAGA KERJA LANGSUNG (TKL)


Anggaran tenaga kerja langsung adalah anggaran operasional
yang dibuat setelah mengetahui anggaran produksi. Anggaran ini
dibuat terdiri atas anggaran kebutuhan tenaga kerja dan anggaran
biaya tenaga kerja langsung.

144.
Perencanaan dan pengendalian biaya tenaga kerja langsung
meliputi persoalan-persoalan utama dan besar yaitu kebutuhan
personil, penarikan, pelatihan, deskripsi kerja dan evaluasi, ukuran
prestasi, serikat pekerja, dan administrasi pengupahan dan gaji.
Alasan utama penggunaan anggaran tenaga kerja langsung
adalah untuk mempermudah pembuatan rencana-rencana yang
berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, perhitungan
biaya tenaga kerja langsung, dan kebutuhan dana.

6.3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ANGGARAN TKL
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran tenaga
kerja langsung :
1. Kebutuhan Tenaga Kerja
2. Pencarian atau penarikan tenaga kerja
3. Latihan bagi tenaga kerja baru
4. Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja
5. Gaji dan upah yang harus diterima oleh tenaga kerja
6. Pengawasan tenaga kerja

6.4. PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN TKL


Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja :
1. Membuat maning table (daftar kebutuhan tenaga kerja)
Menjelaskan :
- Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
145.
- Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada berbagai
tingkat kegiatan
- Bagian-bagian yang membutuhkannya

2. Menghitung jam tenaga kerja langsung (DLH)


Menjelaskan :
- Jumlah barang yang diproduksi
- Standard jam buruh langsung (DLH) yang diperlukan untuk
pembuatan satu unit produk jadi
- Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung
- Jenis barang yang dihasilkan perusahaan
- Waktu produksi barang (bulanan atau kuartal)

3. Menghitung biaya tenaga kerja langsung (DLC)


Menjelaskan :
- Jenis barang yang dihasilkan
- Bagian-bagian yang turut dalam proses produksi
- Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang
- Waktu produksi barang (bulanan atau kuartal)

Contoh soal :
PT Sejahtera sedang mempersiapkan penyusunan anggaran tenaga
kerja untuk tahun 2013. Data yang tersedia untuk keperluan tersebut
adalah sebagai berikut :

146.
a. Perkiraan penjualan :
Produk X Produk Y Produk Z
50.000 unit 100.000 unit 200.000 unit

b. Data mengenai persediaan (unit) :


Jenis Produk Persediaan Awal Persediaan Akhir
Produk X 60.000 80.000
Produk Y 150.000 110.000
Produk Z 80.000 100.000

c. Standard jam kerja (dalam DLH) :


Jenis Produk Dept. A Dept. B Dept. C
Produk X 3 4 5
Produk Y 2 2 1
Produk Z 1 3 4

d. Upah kerja per DLH :


Dept. Upah per DLH
Dept. A Rp 1.000
Dept. B Rp 2.000
Dept. C Rp 1.000

Pertanyaan :
1. Menghitung kuantitas produksi masing-masing produk untuk
tahun 2013.
2. Membuat anggaran jam kerja langsung untuk tahun 2013.
3. Membuat anggaran biaya tenaga kerja langsung untuk tahun
2013.

147.
Jawab :
Menghitung kuantitas produksi masing-masing produk untuk tahun
2013.

Keterangan Produk X Produk Y Produk Z

Penjualan 50,000 100,000 200,000

Persediaan Akhir 80,000 110,000 100,000

Kebutuhan 130,000 210,000 300,000

Persediaan Awal 60,000 150,000 80,000

Produksi 70,000 60,000 220,000

148.
.
Anggaran jam kerja langsung untuk tahun 2013

D
ep
ar
teme
n A D
ep
ar
teme
n B D
ep
ar
teme
n C T
ot
alD
LH
J
eni
sPr
odu
kPr
odu
ks
i

S
ta
nda
rJa
m D
LH S
ta
nda
rJa
m D
LH S
ta
nda
rJa
m D
LH

P
ro
dukX 7
0,0
00 3 2
10,0
00 4 2
80,0
00 5 3
50,0
00 8
40,0
00

P
ro
dukY 6
0,0
00 2 1
20,0
00 2 1
20,0
00 1 6
0,0
00 3
00,0
00

P
ro
dukZ 2
20,0
00 1 2
20,0
00 3 6
60,0
00 4 8
80,0
00 1
,7
60,0
00

J
U M
LA
H 3
50,0
00 5
50,0
00 1
,0
60,0
00 1
,2
90,0
00 2
,9
00,0
00

149.
Anggaran biaya tenaga kerja langsung untuk tahun 2013

J
en
i
s D
e
pa
rt
eme
nA D
e
pa
rt
eme
nB D
e
pa
rt
eme
nC T
o
ta
l
B i
aya

P
r
od
uk
D
L
H T
i
ng
ka
tUp
a
hJu
ml
ah D
L
H T
i
ng
ka
tUp
a
hJu
ml
ah D
L
H T
i
ng
ka
tUp
a
h J
um
la
h

P
r
od
uk
X 2
1
0,
000 1
,
0002
10
,
000
,
0002
8
0,
000 2
,
0005
60
,
000
,
000 3
5
0,
000 1
,
0003
5
0,
000
,
0001
,
120
,
000
,
000

P
r
od
uk
Y 1
2
0,
000 1
,
0001
20
,
000
,
0001
2
0,
000 2
,
0002
40
,
000
,
000 6
0
,0
00 1
,
0006
0
,0
00
,
000 4
2
0,
000
,
000

P
r
od
uk
Z 2
2
0,
000 1
,
0002
20
,
000
,
0006
6
0,
000 2
,
000
1,
320
,
000
,
000 8
8
0,
000 1
,
0008
8
0,
000
,
0002
,
420
,
000
,
000

J
UML
A
H 5
5
0,
000 1
,
0005
50
,
000
,
0001
,
060
,
000 2
,
000
2,
120
,
000
,
0001
,
290
,
000 1
,
0001
,2
90
,
000
,
0003
,9
60
,
000
,
000

150.
RANGKUMAN
Tenaga kerja diklasifikasikan ke dalam 2 golongan yakni tenaga kerja
langsung (direct labour) direncanakan dalam anggaran tenaga kerja.
Sedangkan tenaga kerja tak langsung (indirect labour) direncanakan
dalam anggaran biaya overhead pabrik. Manfaat penyusunan
anggaran tenaga kerja adalah penggunaan tenaga kerja lebih efisien,
biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien,
harga pokok produk dapat dihitung secara tepat, dan sebagai alat
pengawasan biaya tenaga kerja.
Anggaran tenaga kerja langsung adalah anggaran operasional
yang dibuat setelah mengetahui anggaran produksi. Anggaran ini
dibuat terdiri atas anggaran kebutuhan tenaga kerja dan anggaran
biaya tenaga kerja langsung. Alasan utama penggunaan anggaran
tenaga kerja langsung adalah untuk mempermudah pembuatan
rencana-rencana yang berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang
diperlukan, perhitungan biaya tenaga kerja langsung, dan kebutuhan
dana.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran tenaga
kerja langsung adalah kebutuhan tenaga kerja, pencarian atau
penarikan tenaga kerja, latihan bagi tenaga kerja baru, evaluasi dan
spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja, gaji dan upah yang harus
diterima oleh tenaga kerja, pengawasan tenaga kerja. Penyusunan
anggaran tenaga kerja adalah membuat maning table (daftar
kebutuhan tenaga kerja), menghitung jam tenaga kerja langsung
(DLH), menghitung biaya tenaga kerja langsung (DLC).
151.
SOAL PILIHAN GANDA
1. Tenaga kerja langsung (direct labour) direncanakan dalam
anggaran .........
a. produksi
b. tenaga kerja
c. bahan baku
d. biaya overhead pabrik
e. penjualan

2. Manfaat penyusunan anggaran tenaga kerja adalah …….


a. penggunaan tenaga kerja lebih efisien
b. biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih
efisien
c. harga pokok produk dapat dihitung secara tepat
d. sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja
e. sebagai alat koordinasi tenaga kerja

3. Alasan utama penggunaan anggaran tenaga kerja langsung


adalah ……….
a. pengawasan tenaga kerja
b. latihan bagi tenaga kerja baru
c. kebutuhan dana
d. evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja
e. kebutuhan tenaga kerja

152.
4. Tenaga kerja yang secara langsung terlibat dalam proses produksi
perusahaan dan biayanya dikaitkan pada biaya produksi atau pada
barang yang dihasilkan adalah ……..
a. Anggaran tenaga kerja langsung
b. Anggaran tenaga kerja tak langsung
c. Anggaran biaya overhead pabrik
d. Anggaran produksi
e. Anggaran bahan baku

5. Berdasarkan kategori biaya, perbedaan tenaga kerja langsung dan


tenaga kerja tak langsung adalah ……
a. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja ini berhubungan
secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi
b. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja ini tidak berhubungan
secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi
c. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja ini merupakan
biaya variabel
d. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja ini merupakan
biaya semi variabel
e. Tenaga kerja ini kegiatannya langsung dapat dihubungkan
dengan produk akhir

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran tenaga


kerja langsung adalah ……..
a. latihan bagi tenaga kerja baru
153.
b. kebutuhan dana
c. evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para tenaga kerja
d. kebutuhan tenaga kerja
e. membuat maning table

7. Penyusunan anggaran tenaga kerja menggunakan 3 langkah


adalah kecuali ……
a. membuat maning table
b. menghitung jam tenaga kerja langsung
c. menghitung biaya tenaga kerja langsung (DLC).
d. membuat daftar kebutuhan tenaga kerja
e. gaji dan upah yang harus diterima oleh tenaga kerja

8. Anggaran jam tenaga kerja langsung (DLH) menjelaskan adalah


………
a. Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan
b. Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada
berbagai tingkat kegiatan
c. Bagian-bagian yang membutuhkannya
d. Standard jam buruh langsung yang diperlukan untuk
pembuatan satu unit produk jadi
e. Jumlah DLH yang diperlukan untuk tiap jenis barang

9. Anggaran tenaga kerja langsung terdiri atas 2 anggaran yaitu


………
154.
a. kebutuhan tenaga kerja dan anggaran biaya tenaga kerja
langsung
b. Pemakaian tenaga kerja dan biaya tenaga kerja langsung
c. Pemakaian tenaga kerja dan kebutuhan tenaga kerja langsung
d. Pemakaian tenaga kerja dan kebutuhan dana
e. Kebutuhan personil dan biaya pelatihan

10. Berdasarkan tempat bekerja, tenaga kerja tak langsung berada


………….
a. di dalam pabrik
b. di luar pabrik
c. di dalam dan diluar pabrik
d. langsung berhubungan dengan produksi
e. di dalam pabrik dan langsung berhubungan dengan produksi

SOAL PERTANYAAN
1. Perusahaan sedang mempersiapkan penyusunan anggaran
tenaga kerja untuk tahun 2010. Data yang tersedia untuk
keperluan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Perkiraan penjualan :
Produk X Produk Y Produk Z
30.000 unit 50.000 unit 20.000 unit

155.
b. Data mengenai persediaan (unit) :
Jenis Produk Persediaan Awal Persediaan Akhir
Produk X 6.000 8.000
Produk Y 15.000 11.000
Produk Z 8.000 10.000

c. Standard jam kerja (dalam DLH) :


Jenis Produk Dept. A Dept. B Dept. C
Produk X 2 1 4
Produk Y 2 2 2
Produk Z 2 1 2

d. Upah kerja per DLH :


Dept. Upah per DLH
Dept. A Rp 3.000
Dept. B Rp 5.000
Dept. C Rp 2.000

Pertanyaan :
1. Menghitung kuantitas produksi masing-masing produk untuk
tahun 2010.
2. Membuat anggaran jam kerja langsung untuk tahun 2010.
3. Membuat anggaran biaya tenaga kerja langsung untuk tahun 2010.

2. Perusahaan meubel memiliki data sebagai berikut :


a. Data taksiran penjualan selama tahun 2003 dalam unit adalah
sebagai berikut :

156.
Lemari Meja Rias
Januari 12 10
Februari 11 20
Maret 14 30
Triwulan II 27 50
Triwulan III 32 40
Triwulan IV 30 50
Jumlah 126 200

b. Data persediaan barang jadi :


Awal Tahun Akhir Tahun
Lemari 26 20
Meja Rias 15 10

c. Tingkat penggunaan bahan baku (SP/SUR)


Kayu Kaca
Lemari 9 5
Meja Rias 10 5

d. Persediaan bahan baku :


Awal Akhir
Kayu Kaca Kayu Kaca
Januari 10 5 8 4
Februari 20 10 10 5
Maret 30 15 40 20
Triwulan II 70 20 50 40
Triwulan III 60 30 40 20
Triwulan IV 50 50 20 30

e. Penggunaan jam tenaga kerja langsung :


DLH Upah TKL per DLH
Lemari 20 Rp 1.500
Meja Rias 20

f. Harga bahan baku kayu Rp 2.500 dan kaca Rp 12.500


157.
Pertanyaan :
1. Untuk masing-masing produk, tentukan kuantitas yang harus
diproduksi setahun
2. Susun anggaran produksi untuk masing-masing jenis produk
(mengutamakan stabilitas persediaan)
3. Susun anggaran kebutuhan bahan baku untuk masing-masing
bahan baku
4. Susun Pembelian bahan baku untuk masing-masing bahan baku
5. Susun anggaran biaya pemakaian bahan baku untuk masing-
masing bahan baku
6. Susun anggaran jam tenaga kerja langsung
7. Susun anggaran upah (biaya) tenaga kerja langsung

TUGAS :
PT Makmur Jaya sedang mempersiapkan penyusunan anggaran
tenaga kerja untuk tahun 2009. Data yang tersedia untuk keperluan
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Rencana Produksi :
Bulan Produk X Produk Y
Januari 5.000 unit 14.000 unit
Februari 4.000 unit 12.000 unit
Maret 6.000 unit 15.000 unit
Triwulan 2 18.000 unit 50.000 unit
Triwulan 3 22.000 unit 60.000 unit
Triwulan 4 16.000 unit 45.000 unit

158.
b. Standard jam kerja (dalam DLH) :
Jenis Produk Dept. 1 Dept. 2
Produk X 4 3
Produk Y 2 5

c. Upah kerja per DLH :


Dept. Upah per DLH
Dept. 1 Rp 2,10
Dept. 2 Rp 1,90

Pertanyaan :
Susunlah budget-budget tenaga kerja langsung menurut waktu,
departemen, dan jenis produk :
1. Jam Tenaga Kerja Langsung
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

159.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan Anggaran Tenaga Kerja
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mengerti tentang
perencanaan tenaga kerja
* Mahasiswa mengerti tentang anggaran
tenaga kerja langsung
* Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
anggaran tenaga kerja langsung
* Mahasiswa mampu menyusun
anggaran biaya tenaga kerja
langsung
Materi Pokok : Anggaran Tenaga Kerja
Langkah Kegiatan :

160.
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Pendahuluan Ceramah 5 1. White Board
Menit 2. OHP/ LCD
 Membuka
3. Note Book
perkuliahan
4. Transparansi/
dengan salam
power point
 Menjelaskan
5. Spidol
materi pertemuan
6. Penghapus
ke 13
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
 Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
 Menjelaskan
kelompok 3. Note Book
tentang
 Tes unjuk 4. Transparansi/
perencanaan
kerja power point
tenaga kerja
5. Spidol
 Menjelaskan
6. Penghapus
tentang anggaran
tenaga kerja
langsung
 Menjelaskan
faktor-faktor yang
mempengaruhi
anggaran tenaga
kerja langsung

161.
 Menyusun
anggaran biaya
tenaga kerja
langsung
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
Menit
 Melakukan diskusi  Diskusi 2. OHP/ LCD
dengan mahasiswa kelompok
3. Note Book
 Memberikan
4. Transparansi/
kesimpulan
power point
mengenai materi
pertemuan ke 13 5. Spidol
 Melakukan 6. Penghapus
Absensi kelas dan
mengisi jurnal
kegiatan
 Menutup
pertemuan dengan
salam

Surabaya, ................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

162.
BAB VII
Anggaran Biaya Overhead Pabrik

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat Menyusun Anggaran Biaya Overhead Pabrik.

Indikator :
1. Mahasiswa mengerti tentang anggaran biaya overhead pabrik.
2. Mahasiswa mampu menguraikan kegunaan anggaran biaya
overhead pabrik.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan anggaran biaya overhead pabrik.
4. Mahasiswa mampu menghitung harga pokok produksi.
5. Mahasiswa mampu menyusun anggaran biaya overhead pabrik.

7.1. DEFINISI ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK


Anggaran ini merencanakan biaya-biaya dalam pabrik yang
dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali
biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung. Dalam
mengadakan perencanaan dan pengawasan biaya sangat perlu
diketahui sifat-sifat biaya. Pada dasarnya menurut sifatnya dikenal 3
macam yaitu :
1. Biaya tetap
Biaya-biaya tidak berubah atau bersifat constant secara total
meskipun tingkat kegiatan berubah dalam jangkauan kegiatan
163.
tertentu. Biaya yang sifatnya tetap maka biaya pada periode yang
akan datang ditentukan sama dengan periode sebelumnya. Biaya-
biaya yang termasuk kategori biaya tetap ini adalah sewa gedung,
penyusutan, pajak bumi dan bangunan, gaji para manajer,
asuransi, pajak kekayaan.
2. Biaya variabel
Biaya-biaya berubah secara total karena berubahnya tingkat
kegiatan. Biaya yang sifatnya variabel ditentukan berdasarkan
tarif tertentu yang disesuaikan dengan kondisi yang akan datang.
Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya variabel antara lain
adalah biaya bahan mentah langsung, biaya tenaga kerja langsung,
biaya untuk listrik.
3. Biaya semi variabel
Biaya-biaya yang berubah tetapi tidak sebanding dengan
perubahan tingkat kegiatan. Biaya yang bersifat semivariabel akan
ditentukan dengan menganalisis biaya pada beberapa periode
yang lalu, kemudian mengelompokkannya ke dalam biaya tetap
dan biaya variabel. Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya
semi variabel antara lain adalah biaya tenaga kerja tak langsung,
biaya pemeliharaan, biaya peralatan, biaya bahan mentah tak
langsung.
Dalam menentukan besarnya dana yang dianggarkan untuk
anggaran biaya overhead pabrik, terdapat dua permasalahan pokok
yang perlu dipecahkan yaitu:
1. Masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya
164.
Adanya pembagian menjadi departemen produksi dan
departemen jasa untuk kegiatan yang dilakukan di pabrik.
Departemen produksi yaitu bagian di pabrik yang bekerja
mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau produk
akhir. Sedangkan departemen jasa yaitu bagian di pabrik yang
menyediakan jasanya dan secara tidak langsung ikut
berperanan dalam proses produksi jasa yang disediakan
mungkin saja sebagian dipergunakan sendiri.
2. Masalah menentukan biaya anggaran
Masing-masing departemen (produksi dan jasa) berhak
merencanakan biaya sesuai dengan jenis biaya yang menjadi
tanggung jawabnya masing-masing.

7.2. KEGUNAAN ANGGARAN BIAYA OVERHEAD


PABRIK
Anggaran ini berguna sebagai dasar untuk penyusunan
anggaran harga pokok produksi (cost of goods manufactured budget),
anggaran harga pokok penjualan (cost of goods sold), dan anggaran
kas (cash budget). Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead
pabrik adalah:
1. Mengetahui penggunaan biaya secara lebih efisien.
2. Menentukan harga pokok produk secara lebih tepat.
3. Mengetahui pengalokasian biaya overhead pabrik sesuai
dengan tempat (departemen) dimana biaya dibebankan.
4. Sebagai alat pengawasan biaya overhead pabrik.
165.
7.3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Anggaran dapat berfungsi dengan baik, maka membuat
perkiraan perlu memperhatikan agar tidak jauh berbeda dengan
realisasinya. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
menyusun anggaran BOP adalah:
a. Anggaran unit yang akan diproduksi, berkaitan dengan kualitas
dan kuantitasnya dari waktu ke waktu selama periode yang akan
datang.
b. Berbagai standard yang telah ditetapkan perusahaan.
c. Sistem pembayaran upah yang dipakai oleh perusahaan.
d. Metode depresiasi, khususnya terhadap aktiva tetap.
e. Metode alokasi biaya yang dipakai oleh perusahaan untuk
membagi biaya-biaya yang semula merupakan satu kesatuan,
menjadi beberapa kelompok biaya dimana biaya tersebut
terjadi.

7.4. PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI


Harga pokok produksi barang-barang yang dihasilkan dapat
dihitung apabila telah diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. Volume produksi masing-masing barang (dilihat dari anggaran
produksi).
2. Biaya bahan mentah untuk masing-masing barang (dilihat dari
anggaran bahan mentah).

166.
3. Biaya tenaga kerja langsung untuk masing-masing barang (dilihat
dari anggaran tenaga kerja langsung).
4. Biaya overhead masing-masing bagian produksi dan bagian
jasa/pembantu.
5. Satuan kegiatan masing-masing bagian produksi dan bagian
jasa/pembantu.
6. Angka-angka standar pada masing-masing bagian produksi dan
bagian jasa/ pembantu.
Contoh soal:
Perusahaan memproduksi 2 macam barang yakni barang A dan barang
B.

Barang Unit Produksi

A 10.000
B 20.000

Satuan kegiatan masing-masing bagian :

Bagian Satuan Kegiatan

Produksi I Unit Barang A


Prduksi II Jam Mesin Langsung (DMH)
Reparasi Jam reparasi langsung (DRH)

167.
Angka Standar pada bagian produksi II

Barang DMH

A 8
B 4

Angka Standar pada bagian reparasi

Bagian yang menggunakan jasa DRH

Produksi I 0,40 DRH per unit A

Produksi II 0,08 DRH per DMH

Biaya Overhead

Bagian Biaya Overhead

Produksi I Rp 20.000
Produksi II Rp 10.000
Reparasi Rp 8.400

Biaya Bahan Mentah

Barang Biaya Bahan Mentah

A Rp 80.000
B Rp 40.000

168.
Biaya Tenaga Kerja Langsung

Barang Biaya Tenaga Kerja Langsung

A Rp 30.000
B Rp 10.000
Hitunglah Harga Pokok Produksi (cost of goods manufactured) ?
Jawab :
Tingkat kegiatan masing-masing bagian adalah:
Bagian Perhitungan Satuan Kegiatan Tingkat Kegiatan
Produksi I Dari Anggaran Produksi Unit A 10,000

Barang A :

10.000 x 8 DMH = 80.000


Produksi II DMH 160,000
Barang B :

20.000 x 4 DMH = 80.000

Bagian I :

10.000 x 0,40 =
Reparasi DRH
Bagian II :

160.000 x 0,08 = 16,800


Tingkat kegiatan masing-masing bagian adalah:
Bagian produksi I 10.000 unit barang A
Bagian produksi II 160.000 DMH
Bagian reparasi 16.800 DRH

169.
Tarif biaya overhead (overhead rate) :

Bagian Produksi
Keterangan
I II
Biaya overhead bagian produksi pengalokasian biaya
overhead bagian reparasi (dengan dasar DRH) : 20,000 10,000
4.000 x 8.400
Bagian Produksi I :
16,800 2,000
12.800 x 8.400
Bagian Produksi II :
16,800 6,400
Jumlah biaya overhead yang akan dialokasikan ke
22,000 16,400
barang A dan B
Tingkat Kegiatan :
Bagian Produksi I (dalam unit A) 10.000 unit Barang A
Bagian Produksi II (dalam DMH) 160.000 DMH
Tarif biaya overhead (Overhead Rate) :
Bagian Produksi I (per unit A) 2.2
Bagian Produksi II (per DMH) 0.10
170.
Harga Pokok Produksi Barang A dan B
Barang A Barang B
Keterangan 10,000 20,000 unit
Total (Rp) Total (Rp) Per unit (Rp)

Biaya bahan mentah langsung 80,000 40,000 2.00

Biaya tenaga kerja langsung 30,000 10,000 0.50

Biaya overhead barang A

Bagian I

= 10.000 x Rp 2,2

22,000

Bagian II

= 10.000 x 8 DMH x Rp 0,1

8,000 30,000

Biaya overhead barang B

Bagian II

= 20.000 x 4 DMH x 0,1

8000 8,000 0.40

JUMLAH 140,000 58,000 2.90

171.
7.5. PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA OVERHEAD
PABRIK
a. Kapasitas praktis
Kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan
penuh, tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu dikurangi
dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena
hambatan intern perusahaan.
b. Kapasitas normal
Kemampuan perusahaan berproduksi dan menjual produknya
dalam jangka panjang.
c. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan
Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan akan dapat dicapai
dalam periode yang akan datang.
Pembagian BOP departemen pembantu ke departemen produksi, atau
dari departemen pembantu ke departemen pembantu yang lain dan
departemen produksi.
Satuan-satuan kegiatan yang umum dipakai pada bagian produksi dan
bagian jasa/ pembantu adalah :
1. Bagian produksi
a. Unit barang yang dihasilkan
b. Jam buruh langsung (direct labour hours)
c. Jam mesin langsung (direct machine hours)
d. Biaya Bahan baku
e. Biaya tenaga kerja langsung

172.
2. Bagian jasa / pembantu
a. Jam reparasi langsung (direct repair hours)
b. Kilowatt hours, untuk bagian pembangkit tenaga listrik
c. Nilai pembelian bahan baku, untuk bagian pembelian
d. Jam buruh langsung dan jam tenaga kerja untuk bagian umum
dan administrasi pabrik

Contoh soal:
PT ABC selama tahun 2010 diperkirakan akan timbul biaya overhead
sebesar sebagai berikut :
a. Bagian Produksi :
- Bagian I = Rp 12.000.000
- Bagian II = Rp 20.000.000
- Bagian III = Rp 10.000.000
b. Bagian Jasa/ Pembantu :
- Bagian I = Rp 2.500.000
- Bagian II = Rp 5.000.000

Proposi Pemakaian Jasa :

Bagian Jasa Pembantu

I II
I 50 % 45 %
II 30 % 30 %
III 20 % 25 %

173.
Alokasi BOP berdasarkan Proporsi Pemakaian Jasa
Bagian Produksi Bagian/Pembantu

I II III I II

Biaya Overhead 12.000.000 20.000.000 10.000.000 2.500.000 5.000.000


2010
Alokasi biaya
overhead bagian 1.250.000 750.000 500.000 (2.500.000) -
Jasa: 2.250.000 1.500.000 1.250.000 - (5.000.000)
Bagian Jasa I
Bagian Jasa II

Jumlah Biaya 15.500.000 22.250.000 11.750.000 0 0


Overhead

RANGKUMAN
Anggaran ini merencanakan biaya-biaya dalam pabrik yang
dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali
biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung. Pada
dasarnya menurut sifatnya dikenal 3 macam biaya yaitu: (1) biaya
tetap, biaya-biaya tidak berubah atau bersifat constant secara total
meskipun tingkat kegiatan berubah dalam jangkauan kegiatan tertentu.
Biaya yang sifatnya tetap maka biaya pada periode yang akan datang
ditentukan sama dengan periode sebelumnya. Biaya-biaya yang
termasuk kategori biaya tetap ini adalah sewa gedung, penyusutan,
pajak bumi dan bangunan, gaji para manajer, asuransi, pajak
kekayaan. (2) biaya variabel. biaya-biaya berubah secara total karena
berubahnya tingkat kegiatan. Biaya yang sifatnya variabel ditentukan
berdasarkan tarif tertentu yang disesuaikan dengan kondisi yang akan
datang. Biaya-biaya yang termasuk kategori biaya variabel antara lain

174.
adalah biaya bahan mentah langsung, biaya tenaga kerja langsung,
biaya untuk listrik. (3) biaya semi variabel. biaya-biaya yang berubah
tetapi tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan. Biaya yang
bersifat semivariabel akan ditentukan dengan menganalisis biaya pada
beberapa periode yang lalu, kemudian mengelompokkannya ke dalam
biaya tetap dan biaya variabel. Biaya-biaya yang termasuk kategori
biaya semi variabel antara lain adalah biaya tenaga kerja tak langsung,
biaya pemeliharaan, biaya peralatan, biaya bahan mentah tak
langsung.
Anggaran ini berguna sebagai dasar untuk penyusunan anggaran
harga pokok produksi (cost of goods manufactured budget), anggaran
harga pokok penjualan (cost of goods sold), dan anggaran kas (cash
budget). Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik adalah:
mengetahui penggunaan biaya secara lebih efisien, menentukan harga
pokok produk secara lebih tepat, mengetahui pengalokasian biaya
overhead pabrik sesuai dengan tempat (departemen) dimana biaya
dibebankan, sebagai alat pengawasan biaya overhead pabrik.
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun
anggaran BOP adalah: anggaran unit yang akan diproduksi, berkaitan
dengan kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu selama periode
yang akan datang, berbagai standard yang telah ditetapkan
perusahaan, sistem pembayaran upah yang dipakai oleh perusahaan,
metode depresiasi, khususnya terhadap aktiva tetap, metode alokasi
biaya yang dipakai oleh perusahaan untuk membagi biaya-biaya yang

175.
semula merupakan satu kesatuan, menjadi beberapa kelompok biaya
dimana biaya tersebut terjadi.

SOAL PILIHAN GANDA


1. Anggaran yang merencanakan biaya-biaya dalam pabrik yang
dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi,
kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung
adalah ………
a. Anggaran Biaya Administrasi dan Penjualan
b. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
c. Anggaran Penjualan
d. Anggaran Bahan Baku
e. Anggaran Tenaga Kerja Langsung

2. Biaya-biaya tidak berubah atau bersifat constant secara total


meskipun tingkat kegiatan berubah dalam jangkauan kegiatan
tertentu adalah ……
a. Biaya Tetap
b. Biaya Variabel
c. Biaya Semivariabel
d. Biaya Manufaktur
e. Biaya Produksi

176.
3. Dalam menentukan besarnya dana yang dianggarkan untuk
anggaran biaya overhead pabrik, terdapat dua permasalahan pokok
yang perlu dipecahkan yaitu ……
a. masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya dan
masalah menentukan biaya anggaran.
b. masalah penanggung jawab dalam pelaksanaan biaya dan
masalah menentukan biaya produksi
c. masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya dan
masalah menentukan biaya produksi
d. masalah penanggung jawab dalam pelaksanaan biaya dan
masalah menentukan biaya anggaran
e. masalah penanggung jawab dalam pengendalian biaya dan
masalah menentukan biaya produksi

4. Biaya tenaga kerja tak langsung, biaya pemeliharaan, biaya


peralatan, biaya bahan mentah tak langsung termasuk biaya ……
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya semivariabel
d. Biaya produksi
e. Biaya manufaktur

5. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun


anggaran BOP adalah kecuali …….

177.
a. anggaran unit yang akan diproduksi, berkaitan dengan kualitas
dan kuantitasnya dari waktu ke waktu selama periode yang akan
datang.
b. berbagai standard yang telah ditetapkan perusahaan.
c. sistem pembayaran upah yang dipakai oleh perusahaan.
d. metode penyusunan anggaran penjualan.
e. metode alokasi biaya yang dipakai oleh perusahaan untuk
membagi biaya-biaya yang semula merupakan satu kesatuan,
menjadi beberapa kelompok biaya dimana biaya tersebut terjadi.

6. Anggaran yang berguna sebagai dasar untuk penyusunan anggaran


harga pokok produksi, anggaran harga pokok penjualan, dan
anggaran kas disebut …….
a. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
b. Anggaran Biaya Administrasi dan Penjualan
c. Anggaran Produksi
d. Anggaran Penjualan
e. Anggaran Manufaktur

7. Tujuan penyusunan anggaran biaya overhead pabrik adalah ……..


a. Mengetahui penggunaan biaya secara lebih maksimal
b. Menentukan harga pokok penjualan secara lebih tepat
c. Mengetahui pengalokasian anggaran kas sesuai dengan tempat
(departemen) dimana biaya dibebankan
d. Sebagai alat pengawasan biaya manufaktur
178.
e. Menentukan harga pokok produk secara lebih tepat

8. Kapasitas pabrik untuk menghasilkan produk pada kecepatan


penuh, tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu dikurangi
dengan kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan
intern perusahaan adalah …….
a. Kapasitas praktis
b. Kapasitas normal
c. Kapasitas sesungguhnya yang diharapkan
d. Kapasitas produktivitas
e. Kapasitas abnormal

9. Biaya-biaya berubah secara total karena berubahnya tingkat


kegiatan adalah ……
a. Biaya tetap
b. Biaya variabel
c. Biaya semivariabel
d. Biaya produksi
e. Biaya manufaktur

10. Biaya yang bersifat semivariabel akan ditentukan berdasarkan


……..
a. Menganalisis biaya pada beberapa periode yang lalu, kemudian
mengelompokkannya ke dalam biaya tetap dan biaya variabel.

179.
b. Tarif tertentu yang disesuaikan dengan kondisi yang akan
datang.
c. Biaya periode sebelumnya.
d. Biaya produksi periode sebelumnya dan tariff tertentu
e. Menganalisis biaya pada periode yang lalu dan tarif tertentu

SOAL PERTANYAAN
1. Perusahaan selama tahun 2000 diperkirakan akan timbul biaya
overhead sebesar sebagai berikut :
Bagian produksi :
Bagian I = Rp 20.000.000
Bagian II = Rp 80.000.000
Bagian III = Rp 40.000.000
Bagian jasa/pembantu :
Bagian I = Rp 5.000.000
Bagian II = Rp 4.000.000
Proposi Pemakaian Jasa :
Bagian Jasa Pembantu

I II
I 50 % 30 %
II 20 % 30 %
III 30 % 40 %
Hitunglah alokasi BOP berdasarkan Proporsi Pemakaian Jasa ?

180.
2. Perusahaan memproduksi 2 macam barang yakni barang A dan
barang B.
Barang Unit Produksi

A 10.000
B 20.000

Satuan kegiatan masing-masing bagian :


Bagian Satuan Kegiatan

Produksi I Unit Barang A


Prduksi II Jam Mesin Langsung (DMH)
Reparasi Jam reparasi langsung (DRH)

Angka Standar pada bagian produksi II


Barang DMH

A 8
B 4

Angka Standar pada bagian reparasi


Bagian yang menggunakan jasa DRH

Produksi I 0,40 DRH per unit A

Produksi II 0,08 DRH per DMH

181.
Biaya Overhead
Bagian Biaya Overhead

Produksi I Rp 20.000
Produksi II Rp 10.000
Reparasi Rp 8.400

Biaya Bahan Mentah


Barang Biaya Bahan Mentah

A Rp 80.000
B Rp 40.000

Biaya Tenaga Kerja Langsung


Barang Biaya Tenaga Kerja Langsung

A Rp 30.000
B Rp 10.000
Hitunglah Harga Pokok Produksi (cost of goods manufactured) ?

3. Perusahaan Makmur merencanakan BOP setahun sebagai berikut:


Departemen Kegiatan Budget BOP
Produksi 1 Pencetakan Rp 10.000.000
Produksi 2 Penghalusan Rp 5.000.000
Jasa 1 Pembangkit listrik Rp 2.000.000
Jasa 2 Bengkel Rp 1.000.000

182.
Pemberi Jasa Pemakai Jasa
Produksi 1 Produksi 2 Jasa 1 Jasa 2
Jasa 1 50% 30% - 20%
Jasa 2 40% 50% 10% -

Seksi jasa 1 adalah pembangkit listrik, satuan kegiatannya diukur


dengan jumlah KWH dalam setahun yang direncanakan sebesar 1.000
KWH. Seksi jasa 2 adalah bengkel yang dalam setahun bekerja 10.000
DRH. Atas dasar data diatas saudara diminta untuk :
1. Menentukan persamaan yang berlaku untuk kedua seksi jasa
2. Menghitung besarnya BOP neto seksi jasa setelah saling memberi
dan menerima jasa masing-masing
3. Menentukan tarif per KWH seksi jasa 1 dan per DRH untuk seksi
jasa 2

TUGAS
1. Data PT ABC yang tersedia adalah :
a. Biaya overhead pabrik
Departemen Sifat Jumlah Biaya Tingkat Kegiatan
Perakitan Produksi Rp 4.000.000 10.000 DMH
Penyelesaian Produksi Rp 2.000.000 5.000 DLH
Bengkel Jasa Rp 1.000.000 1.000 DRH
Diesel Jasa Rp 1.000.000 1.000 KWH

b. Penggunaan hasil kegiatan departemen jasa


Pemberian Jasa Perakitan Penyelesaian Bengkel Diesel
Dep. Bengkel 40 % 40 % - 20 %
Dep. Diesel 50 % 40 % 10 % -

183.
Pertanyaan :
1. BOP netto masing-masing departemen jasa
2. Jumlah BOP keseluruhan masing-masing departemen produksi
3. Tarif BOP masing-masing departemen produksi untuk setiap
satuan kegiatan

184.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mengerti tentang anggaran
biaya overhead pabrik
* Mahasiswa mampu menguraikan
kegunaan anggaran biaya overhead
pabrik
* Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
penyusunan anggaran biaya overhead
pabrik
* Mahasiswa mampu menghitung harga
pokok produksi
* Mahasiswa mampu menyusun
anggaran biaya overhead pabrik
Materi Pokok : Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Langkah Kegiatan :
185.
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Ceramah 5 1. White Board
Pendahuluan Menit 2. OHP/ LCD
 Membuka 3. Note Book
perkuliahan 4. Transparansi/
dengan salam power point
 Menjelaskan 5. Spidol
materi 6. Penghapus
pertemuan ke 14
& 15
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
 Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
 Menjelaskan
kelompok 3. Note Book
tentang
 Tes unjuk 4. Transparansi/
anggaran biaya
kerja power point
overhead 5. Spidol
pabrik 6. Penghapus
 Menguraikan
kegunaan
anggaran biaya
overhead
pabrik

186.
 Menjelaskan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
penyusunan
anggaran biaya
overhead
pabrik
 Menghitung
harga pokok
produksi
 Menyusun
anggaran biaya
overhead
pabrik
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
 Diskusi Menit
 Melakukan 2. OHP/ LCD
kelompok
diskusi dengan 3. Note Book
mahasiswa 4. Transparansi/
 Memberikan power point
kesimpulan
5. Spidol
mengenai

187.
materi 6. Penghapus
pertemuan ke
14 & 15
 Melakukan
Absensi kelas
dan mengisi
jurnal kegiatan
 Menutup
pertemuan
dengan salam

Surabaya, ................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

188.
BAB VIII
Anggaran Biaya Administrasi dan Umum

Kompetensi Dasar :
Mahasiswa dapat Menyusun Anggaran Biaya Administrasi dan
Umum.

Indikator :
1. Mahasiswa mampu mengerti tentang biaya administrasi dan
umum.
2. Mahasiswa mampu menguraikan kegunaan biaya administrasi
dan umum.
3. Mahasiswa mampu menjelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi penyusunan anggaran biaya administrasi dan
umum.
4. Mahasiswa mampu menyusun anggaran biaya administrasi dan
umum.

8.1. ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM


Anggaran biaya administrasi adalah anggaran yang berisi
biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan-kegiatan
yang menunjang usaha perusahaan di luar kegiatan pabrik. Sedangkan
anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya
yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian
keuangan, dan bagian administrasi. Contoh biaya untuk direksi dan
189.
stafnya, termasuk gaji, bonus tahunan, biaya perjalanan, biaya
representasi, dan administrasi kantor direksi. Biaya untuk bagian
keuangan, termasuk gaji dan dana kesejahteraan, biaya perjalanan dan
biaya administrasi departemen, biaya penyusutan aktiva tetap. Biaya
untuk bagian administrasi, termasuk gaji dan dana kesejahteraan,
biaya perjalanan, biaya komunikasi, biaya asuransi pegawai, biaya
penyusutan, biaya listrik dan air.
Biaya administrasi umum merupakan biaya yang terjadi di
dalam perusahaan di bagian administrasi umum. Biaya administrasi
harus dikaitkan secara langsung dengan suatu pusat tanggungjawab
tertentu sehingga manajer perusahaan yang bersangkutan
bertanggungjawab atas perencanaan dan pengendalian biaya
administrasi tersebut. Dasar pengendalian seperti hal itu sangat
penting karena adanya kecenderungan yang kuat untuk tidak
menunjuk secara jelas siapa yang bertangggung jawab atas biaya yang
sebagian besar dikeluarkan oleh pucuk manajemen perusahaan. Pada
umumnya bentuk dari anggaran ini adalah kolom keterangan dan
kolom jumlah rupiah dari masing-masing pos anggaran yang ada.
Sebagai contoh untuk anggaran biaya administrasi umum dari Firma
Intan Permata sebagai berikut:

190.
Firma Intan Permata
Anggaran Administrasi dan Umum
Tahun 2005
Nomor Keterangan Jumlah
Rupiah

1 Gaji Direksi Rp 15.000.000

2 Gaji dan Upah Karyawan Rp 20.000.000

3 Perlengkapan Kantor Rp 2.000.000

4 Peralatan Kantor Rp 8.000.000

5 Listrik Rp 3.000.000

6 Penyusutan Rp 1.500.000

Jumlah Rp 49.500.000

Biaya administrasi meliputi biaya-biaya operasional yang


bukan merupakan biaya produksi dan distribusi. Pada umumnya,
biaya administrasi dikeluarkan dalam rangka pengawasan dan
pemberian jasa kepada semua fungsi utama perusahaan dan bukan
dalam rangka pelaksanaan salah satu fungsi tertentu. Sebagian besar
biaya administrasi merupakan biaya tetap dan bukan variabel,
sehingga biaya variabel dikatakan sebagai biaya administrasi tidak
dapat dikendalikan. Biaya administrasi ini cenderung menekankan,
bahwa jika volume penjualan turun, biaya administrasi juga turun.

191.
Biaya distribusi (penjualan) bukan merupakan bagian dari
harga pokok produksi. Oleh karena itu, biaya distribusi (penjualan)
tidak dibebankan pada harga pokok produk. Biaya distribusi ini terdiri
dari semua biaya yang berhubungan dengan penjualan, distribusi, dan
pengiriman produk konsumen. Dua aspek utama dalam perencanaan
biaya distribusi adalah aspek perencanaan dan koordinasi, dan aspek
pengendalian biaya-biaya distribusi.

8.2. KEGUNAAN ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI


DAN UMUM
Anggaran biaya administrasi dan umum mempunyai tiga
manfaat yaitu:
1. Sebagai pedoman kerja
Memberikan arah serta sekaligus target-target yang harus
dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan dimasa yang akan
datang.
2. Sebagai alat manajemen untuk menciptakan koordinasi kerja
Untuk membantu mengkoordinir sumber daya manusia dengan
perusahaan.
3. Sebagai alat manajemen untuk melakukan evaluasi atau
pengawasan kerja
Alat yang menjadi tolak ukur, alat pembanding untuk menilai
(evaluasi) realisasi kegiatan perusahaan.

192.
Biaya administrasi dan umum secara khusus berguna sebagai
dasar untuk penyusunan anggaran kas, karena sebagian dari biaya
administrasi memerlukan pembayaran atau pengeluaran kas.

8.3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI DAN UMUM
Agar fungsi anggaran dapat berjalan dengan baik dan akurat,
maka diperlukan data, informasi dan pengalaman merupakan faktor-
faktor yang harus dipertimbangkan didalam biaya administrasi dan
umum antara lain:
1. Biaya Penjualan
2. Budget unit yang akan diproduksikan
3. Berbagai standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan
4. Sistem pembayaran upah (gaji) yang dipakai oleh perusahaan
5. Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan
6. Metode alokasi biaya yang dipakai oleh perusahaan untuk
membagi biaya-biaya yang semula merupakan satu kesatuan
(biaya bersama).

8.4. PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI


DAN UMUM
Prosedur penyusunan anggaran biaya administrasi dan umum
pada dasarnya sama dengan prosedur anggaran secara umum dalam
suatu perusahaan, namun yang perlu diperhatikan dalam prosedur
penyusunan anggaran biaya administrasi dan umum adalah
193.
keterlibatan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengeluaran
biaya administrasi dan umum dalam proses penyusunan biaya
administrasi dan umum. Prosedur penyusunan biaya administrasi dan
umum sebagai berikut:
1. Menganalisa informasi masa lalu pengeluaran biaya
administrasi dan umum
2. Menentukan perencanaan yang strategis untuk menentukan
tujuan perusahaan
3. Mengkomunikasikan tujuan organisasi jangka panjang
khususnya dalam hal biaya administrasi dan umum
4. Memilih taktik mengkoordinasikan kegiatan, mengawasi
kegiatan (memilih cara yang digunakan untuk mencapai
tujuan)
5. Menyerahkan revisi usulan anggaran kepada komite anggaran
untuk dievaluasi
6. Menyetujui revisi usulan anggaran dan menjadi anggaran
biaya administrasi dan umum
7. Pengesahan revisi anggaran biaya administrasi dan umum
perusahaan.

Contoh Soal :
 Biaya Administrasi tahun 2005:
a. Gaji pegawai per bulan Rp 5.000.000
b. Biaya depresiasi per tahun Rp 20.000.000
c. Biaya alat tulis per bulan Rp 1.500.000
d. Biaya listrik & air per bulan Rp 500.000

194.
e. Biaya pemeliharaan per bulan Rp 500.000 ditambah Rp 1.000
per JKL. Rata-rata JKL yang digunakan adalah 200 JKL per
bulan.

ANGGARAN PRODUKSI
TAHUN 2005

Triwulan Produk A Produk B

I 5.000 3.000
II 4.000 2.000
III 8.000 4.000
IV 8.000 6.000
Jumlah 25.000 15.000

ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI


TAHUN 2005
No. Jenis Biaya Jumlah Produk A Produk B

1 Gaji Pegawai 60.000.000 37.500.000 22.500.000


2 Depresiasi 20.000.000 12.500.000 7.500.000
3 Alat Tulis 18.000.000 11.250.000 6.750.000
4 Listrik dan air 6.000.000 3.750.000 2.250.000
5 Pemeliharaan 8.400.000 5.250.000 3.150.000

Jumlah 112.400.000 70.250.000 42.150.000

195.
RANGKUMAN
Biaya administrasi umum merupakan biaya yang terjadi di
dalam perusahaan di bagian administrasi umum. Anggaran biaya
administrasi adalah anggaran yang berisi biaya-biaya yang
dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang
usaha perusahaan di luar kegiatan pabrik. Sedangkan anggaran biaya
umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian
keuangan, dan bagian administrasi. Contoh biaya untuk direksi dan
stafnya, termasuk gaji, bonus tahunan, biaya perjalanan, biaya
representasi, dan administrasi kantor direksi. Biaya untuk bagian
keuangan, termasuk gaji dan dana kesejahteraan, biaya perjalanan dan
biaya administrasi departemen, biaya penyusutan aktiva tetap. Biaya
untuk bagian administrasi, termasuk gaji dan dana kesejahteraan,
biaya perjalanan, biaya komunikasi, biaya asuransi pegawai, biaya
penyusutan, biaya listrik dan air.
Biaya administrasi dan umum secara khusus berguna sebagai
dasar untuk penyusunan anggaran kas, karena sebagian dari biaya
administrasi memerlukan pembayaran atau pengeluaran kas.
Anggaran biaya administrasi dan umum mempunyai tiga manfaat
yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alat manajemen untuk
menciptakan koordinasi kerja, dan sebagai alat manajemen untuk
melakukan evaluasi atau pengawasan kerja. Faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan didalam biaya administrasi dan umum antara lain
yaitu biaya penjualan, budget unit yang akan diproduksikan, berbagai
196.
standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan, sistem pembayaran
upah (gaji) yang dipakai oleh perusahaan, metode depresiasi yang
dipakai oleh perusahaan, dan metode alokasi biaya yang dipakai oleh
perusahaan untuk membagi biaya-biaya yang semula merupakan satu
kesatuan (biaya bersama).

SOAL PILIHAN GANDA


1. Anggaran yang berisi biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan
untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang usaha perusahaan di luar
kegiatan pabrik adalah ………
a. Anggaran biaya administrasi
b. Anggaran biaya distribusi
c. Anggaran biaya produksi
d. Anggaran kas
e. Anggaran biaya umum

2. Semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk


direksi dan stafnya, bagian keuangan, dan bagian administrasi
adalah ………..
a. Anggaran biaya administrasi
b. Anggaran biaya distribusi
c. Anggaran biaya produksi
d. Anggaran kas
e. Anggaran biaya umum

197.
3. Semua biaya yang berhubungan dengan penjualan, distribusi, dan
pengiriman produk konsumen adalah ……..
a. Anggaran biaya administrasi
b. Anggaran biaya distribusi
c. Anggaran biaya produksi
d. Anggaran kas
e. Anggaran biaya umum

4. Anggaran biaya administrasi dan umum mempunyai tiga manfaat


yaitu ……..
a. Sebagai pedoman kerja, sebagai alat manajemen untuk
menciptakan koordinasi kerja, sebagai alat manajemen untuk
melakukan evaluasi atau pengawasan kerja
b. Sebagai perencanaan proyek, sebagai alat manajemen untuk
menciptakan koordinasi kerja, sebagai alat manajemen untuk
melakukan evaluasi atau pengawasan kerja
c. Sebagai perencanaan proyek, sebagai alat manajemen untuk
menciptakan koordinasi kerja, sebagai alat manajemen untuk
mengelola pelaksanaan proyek
d. Sebagai pedoman kerja, sebagai alat manajemen untuk
menciptakan koordinasi kerja, sebagai alat manajemen untuk
mengelola pelaksanaan proyek
e. Sebagai perencanaan proyek, sebagai alat manajemen untuk
penganggaran, sebagai alat manajemen untuk mengelola
pelaksanaan proyek
198.
5. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan didalam biaya
administrasi dan umum antara lain adalah kecuali …….
a. Biaya produksi
b. Budget unit yang akan diproduksikan
c. Berbagai standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan
d. Sistem pembayaran upah (gaji) yang dipakai oleh perusahaan
e. Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan

6. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur penyusunan


anggaran biaya administrasi dan umum adalah ………
a. Keterlibatan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat
pengeluaran biaya administrasi dan umum dalam proses
penyusunan biaya administrasi dan umum
b. Informasi masa lalu pengeluaran biaya administrasi dan umum
c. Menentukan perencanaan yang strategis untuk menentukan
tujuan perusahaan
d. Pengesahan revisi anggaran biaya administrasi dan umum
perusahaan.
e. Memilih taktik mengkoordinasikan kegiatan

7. Biaya yang dikeluarkan untuk gaji dan dana kesejahteraan, biaya


perjalanan, biaya komunikasi, biaya asuransi pegawai, biaya
penyusutan, biaya listrik dan air termasuk biaya …….
a. Biaya administrasi
b. Biaya produksi
199.
c. Biaya penjualan
d. Biaya distribusi
e. Biaya variabel

8. Prosedur penyusunan biaya administrasi dan umum sebagai


berikut:
1. Menganalisa informasi yang terkini pengeluaran biaya
administrasi dan umum
2. Menganalisa informasi masa lalu pengeluaran biaya
administrasi dan umum
3. Menentukan pedoman kerja
4. Menentukan perencanaan yang strategis untuk menentukan
tujuan perusahaan
5. Mengkomunikasikan tujuan organisasi jangka panjang
khususnya dalam hal biaya administrasi dan umum
6. Melakukan pengawasan dan evaluasi kegiatan
7. Memilih taktik mengkoordinasikan kegiatan, mengawasi
kegiatan (memilih cara yang digunakan untuk mencapai
tujuan)
8. Menyerahkan revisi usulan anggaran kepada komite anggaran
untuk dievaluasi
9. Menyetujui revisi usulan anggaran dan menjadi anggaran biaya
administrasi dan umum
10. Pengesahan revisi anggaran biaya administrasi dan umum
perusahaan.
200.
Termasuk prosedur penyusunan biaya administrasi dan umu
adalah …….
a. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7
b. 2 – 4 – 5 – 7 – 8 – 9 – 10
c. 2 – 3 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10
d. 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9
e. 3 – 4 – 5 – 7 – 8 – 9 – 10

9. Dua aspek utama dalam perencanaan biaya distribusi adalah ……


a. Aspek perencanaan dan koordinasi, dan Aspek pengendalian
biaya-biaya distribusi
b. Aspek perencanaan dan evaluasi, dan Aspek pengendalian
biaya-biaya distribusi
c. Aspek pengawasan dan evaluasi, dan Aspek pengendalian
biaya-biaya distribusi
d. Aspek pengawasan dan koordinasi, dan Aspek pengendalian
biaya-biaya distribusi
e. Aspek pengawasan dan perencanaan, dan Aspek pengendalian
biaya-biaya distribusi

10. Biaya administrasi dan umum secara khusus berguna sebagai


dasar untuk penyusunan anggaran …..
a. Anggaran produksi
b. Anggaran penjualan
c. Anggaran biaya overhead pabrik
201.
d. Anggaran modal
e. Anggaran kas

SOAL PERTANYAAN
1. Anggaran Produksi tahun 2013

Triwulan Produk A Produk B

I 10.000 40.000
II 20.000 80.000
III 30.000 120.000
IV 40.000 160.000
Jumlah 100.000 400.000

Biaya Administrasi tahun 2013


a. Gaji pegawai per bulan Rp 10.000.000
b. Biaya depresiasi per tahun Rp 40.000.000
c. Biaya alat tulis per bulan Rp 500.000
d. Biaya listrik & air per bulan Rp 3.000.000
e. Biaya pemeliharaan per bulan Rp 1.000.000 ditambah Rp 2.000
per JKL. Rata-rata JKL yang digunakan adalah 500 JKL per bulan.
Buatlah anggaran biaya administrasi tahun 2013 !

202.
2. Anggaran Produksi tahun 2008
Triwulan Produk A Produk B Produk C

I 1.000 5.000 2.000


II 2.000 10.000 4.000
III 3.000 15.000 6.000
IV 4.000 20.000 8.000
Jumlah 10.000 50.000 20.000
Biaya Administrasi tahun 2008
a. Gaji pegawai per bulan Rp 8.000.000
b. Biaya depresiasi per tahun Rp 20.000.000
c. Biaya alat tulis per bulan Rp 10.000.000
d. Biaya listrik & air per bulan Rp 8.000.000
e. Biaya pemeliharaan per bulan Rp 500.000 ditambah Rp 1.000 per
JKL. Rata-rata JKL yang digunakan adalah 200 JKL per bulan.
Buatlah anggaran biaya administrasi tahun 2008 !

TUGAS
1. Anggaran Produksi tahun 2015
Triwulan Produk A Produk B

I 10.000 20.000
II 20.000 40.000
III 30.000 60.000
IV 40.000 80.000
Jumlah 100.000 200.000

203.
Biaya Administrasi tahun 2015
a. Gaji pegawai per bulan Rp 1.000.000
b. Biaya depresiasi per tahun Rp 4.000.000
c. Biaya alat tulis per bulan Rp 200.000
d. Biaya listrik & air per bulan Rp 3.000.000
e. Biaya pemeliharaan per bulan Rp 1.000.000 ditambah Rp 1.000
per JKL. Rata-rata JKL yang digunakan adalah 1.000 JKL per
bulan.
Buatlah anggaran biaya administrasi tahun 2015 !

2. Anggaran Produksi tahun 2009


Triwulan Produk A Produk B Produk C

I 2.000 5.000 10.000


II 4.000 10.000 20.000
III 6.000 15.000 30.000
IV 8.000 20.000 40.000
Jumlah 20.000 50.000 100.000
Biaya Administrasi tahun 2009
a. Gaji pegawai per bulan Rp 4.000.000
b. Biaya depresiasi per tahun Rp 20.000.000
c. Biaya alat tulis per bulan Rp 1.000.000
d. Biaya listrik & air per bulan Rp 2.000.000
e. Biaya pemeliharaan per bulan Rp 1.000.000 ditambah Rp 1.000
per JKL. Rata-rata JKL yang digunakan adalah 200 JKL per bulan.
Buatlah anggaran biaya administrasi tahun 2009 !

204.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu menyusun anggaran
komprehensif, anggaran penjualan,
anggaran produksi, anggaran bahan
mentah, anggaran tenaga kerja, dan
anggaran biaya overhead pabrik, serta
anggaran biaya administrasi dan umum
Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat menyusun
yang direncanakan Anggaran Biaya Administrasi
dan Umum
Alokasi Waktu : 1 x 3 (SKS) x 50 menit
Indikator : * Mahasiswa mampu mengerti
tentang biaya administrasi
dan umum
* Mahasiswa mampu menguraikan
kegunaan anggaran biaya administrasi
dan umum
* Mahasiswa mampu menjelaskan
faktor-faktor yang mempengaruhi
penyusunan anggaran biaya
administrasi dan umum
* Mahasiswa mampu menyusun
anggaran biaya administrasi dan umum
*Mahasiswa mampu menyusun anggaran
biaya administrasi dan umum
205.
Materi Pokok : Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
Langkah Kegiatan :
Langkah Metode Waktu Sumber/ Media/
Pembelajaran Alat
Kegiatan Ceramah 5 1. White Board
Pendahuluan Menit 2. OHP/ LCD
3. Note Book
 Membuka
4. Transparansi/
perkuliahan
power point
dengan salam
5. Spidol
 Menjelaskan
6. Penghapus
materi
pertemuan ke
16
Kegiatan Inti  Ceramah 130 1. White Board
 Diskusi Menit 2. OHP/ LCD
 Menjelaskan
kelompok 3. Note Book
tentang biaya
Tes unjuk 4. Transparansi/
administrasi dan 
kerja power point
umum
5. Spidol
 Menguraikan
6. Penghapus
kegunaan biaya
administrasi dan
umum
 Menjelaskan
faktor-faktor

206.
yang
mempengaruhi
penyusunan
anggaran biaya
administrasi dan
umum
 Menyusun
anggaran biaya
administrasi dan
umum
Kegiatan Penutup  Ceramah 15 1. White Board
 Diskusi Menit
 Melakukan 2. OHP/ LCD
diskusi dengan kelompok
3. Note Book
mahasiswa
4. Transparansi/
 Memberikan
power point
kesimpulan
mengenai 5. Spidol
materi 6. Penghapus
pertemuan ke
16
 Melakukan
Absensi kelas
dan mengisi
jurnal kegiatan

207.
 Menutup
pertemuan
dengan salam

Surabaya, ................................
Dosen Pengampu Mata kuliah

Prasetyo Widyo Iswara, S.E., M.A.

208.
DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, G. dan Marwan, asri. 1979. Anggaran Perusahaan: Prinsip


Mekanisme dan Teknik Penyusunannya. Yogyakarta : bagian
penerbitan Universitas Gadjah Mada.

Haruman, Tendi & Rahayu, Sri. 2007. Penyusunan Anggaran


Perusahaan, Penerbit: Graha Ilmu, Bandung: Fakultas Bisnis
dan Manajemen Universitas Widyatama.

Maheswari, Hesti. 2013. Modul Perkuliahan : Penganggaran


Perusahaan. Universitas Mercu Buana.

Nafarin, M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi ke-3. Jakarta :


Penerbit Salemba Empat.

Narumondang Bulan Siregar, 2003, ”Penyusunan Anggaran


Perusahaan Sebagai Alat Manajemen Dalam Pencapaian
Tujuan”, Aksara Baru, Jakarta

Sari, N.S. (2010). “Konsep Anggaran Dalam Perspektif Balance


Scorecard: Suatu Tinjauan Teoritis”. Jurnal Riset Akuntansi
dan Bisnis. Vol 10 No. 2, 119-135.

Supriyanto, Y. 1995. Anggaran Perusahaan. Edisi ke-1. Yogyakarta:


bagian penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

Wahyudi, Imam, Suhartono, dan Intan. (2015). Penerapan Metode


Trend Moment untuk Peramalan Penjualan Sepatu dan Sandal
pada Toko BATT. Skripsi pada Universitas Nusantara PGRI
Kediri.

209.
INDEX

Bahan baku tak langsung


A
(indirect material), 112
Anggaran (budget), 4
Biaya administrasi, 184
Anggaran bahan mentah,
112 Biaya distribusi, 184
Anggaran biaya bahan Biaya semi variabel, 161
mentah, 122 Anggaran biaya Biaya tenaga kerja langsung
administrasi, (direct labour cost), 146
183 Biaya tetap, 161
Anggaran biaya umum, 183 Biaya variabel, 161
Anggaran biaya overhead
pabrik, 162 Anggaran kas C
(cash budget), 163 Corporate plan, 54

Anggaran kebutuhan bahan Comprehensive, 2

mentah, 113 Anggaran


penjualan, 52 Anggaran
D
Daftar kebutuhan tenaga kerja
pembelian bahan mentah, 118
(maning table), 145
Anggaran produksi, 87
Anggaran tenaga kerja
E
langsung, 144 Economic order Quantity, 118

B F
Bahan baku langsung (direct Forecast, 20
material), 112 Feedforward, 2

210.
INDEX

H M
Harga pokok penjualan (cost of Metode kuadrat terkecil (least
goods sold), 163 square), 34
Harga pokok produksi (cost of Metode moment, 30
goods manufactured budget), Metode semi average, 27
163
P
I Penganggaran (budgeting), 3
Interface, 5 Penataan staf (staffing), 3
Pendapatan (revenue), 54
J Pengendalian (controlling), 3
Judgement, 23 Jam mesin Pengorganisasian
langsung (direct machine
(organizing), 3
hours), 169 Jam tenaga kerja
Perencanaan (planning), 3
langsung (direct labour
Perencanaan laba (profit
hours), 145 Jam reparasi
planning), 8 Persediaan,
langsung (direct repair
95
hours), 170

R
K Ramalan penjualan (sales
Kepemimpinan (leading), 3
forecasting), 21

211.
INDEX

T
Tenaga kerja langsung (direct
labour), 142 Tenaga kerja tak
langsung
(indirect labour), 142
Tingkat penggunaan standar
(standard usage rate), 113
Trend, 26

212.