Anda di halaman 1dari 4

Kriteria Desain Arsitektur

1. Pengertian
Kriteria desain (design criteria) adalah arahan (guidance) solusi rancangan untuk
menjawab permasalahan desain. Disebut juga Design Guidelines, bentuknya merupakan
pernyataan untuk mengidentifikasi permasalahan dan menjebatani Antara programming dan
desain itu sendiri. Pernyataan berupa sebuah problem yang tidak bersifat universal dan unik, aspek
yang harus diperhatikan dalan pernyataan tersebut adalah bentuk, fungsi, ekonomi dan waktu
Input dari kriteria desain ini adalah output atau hasil dari programming yang terdiri atas
program ruang dan program tapak. Input kriteria desain dari program ruang, seperti kebutuhan
ruang, performa ruang, luas ruang, hubungan ruang, organisasi dan sirkulasi ruang, sedangkan
dari program tapak adalah karakteristik tapak yang memuat keseluruhan analisis tapak yang
terpilih. Output dari kriteria desain merupakan pernyataan-pernyataan rancangan bedasarkan
input dari programming yang menjadi kriteria desain rancangan

2. Tujuan
Tujuan dari kriteria desain adalah Sebagai arahan atau acuan dalam merancang.
Kriteria desain ini disebut juga dengan design guidelines yang menjembatani antara rogramming
(yang terdiri atas program ruang dan program tapak) dan desain rancangan nantinya. Berikut
merupakan pemaparan dari contoh Design Criteria Site (Desain Kriteria Tapak)

Mengambil site di Br. Juga, Mas, Ubud, Gianyar


Site dapat diakses dua kilometer dari Patung bayi sakah dan merupakan zona pariwisata
berdasarkan RTRW Gianyar. Site yang merupakan area berkontur miring jadi diharapkan dalam
pembangunannya lebih memperhatikan factor konstruksi dari kemiringan tersebut.
Kriteria Desain Perancangan Tapak
1. Entrance dan Sirkulasi
 Jalan akses utama yaitu pada Jalan Kamboja pada sebelah utara tapak.
 Terdapat satu entrance menuju tapak, sebagai main entrance
 Jenis kendaraan yang bisa mengakses hanyalah mobil dan motor. Dengan jalan berukuran
3 meter tidak dimungkinkan untuk dilaui oleh Bus dan mobil besar. P
 Parkir pengunjung harus terletak pada zona public, Parkir pengelola terletak sedikit
tersembunyi, pada zona privat, Sirkulasi pada servis harus tidak terlalu
terlihat/mengganggu kegiatan pengunjung
2. Parkir
 Parkir pada rancangan akan dibagi menjadi dua yaitu parkir pengunjung dan parkir
pengelola. Parkir pengunjung nantinya akan drancang terpisah dengan parkir pengelola.
 Parkir pengunjung dan pengelola akan dilengkapi dengan rambu, garis parkir, taman dan
dibuat untuk dapat menampung banyak kendaraan serta dirancang dengan alur yang
mudah dipahami pengunjung sehingga dapat terhubung dengan entrance.
 Parkir pengunjung dibagi menjadi parkir motor, mobil, dan bus serta dikelompokkan
berdasarkan jenis kendaraan sehingga mempermudah sirkulasi setiap jenis kendaraan,
parkir mobil, parkir bus serta truk menggunakan sudut parkir 45o dan parkir sepeda motor
menggunakan sudut parkir 90o.
3. Build Up Area
 KDB yang digunakan yaitu KDB Kabupaten Gianyar sebesar 10% sehingga didapatkan
luasan tapak pada rancangan yaitu 315m2
 Sisa dari luas tapak yaitu sebesar akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau, area taman
serta jalan untuk sirkulasi dalam rancangan.
 Bangunan akan dirancang menjadi massa bangunan terpisah sesuai fungsi sehingga hanya
menyesuaikan terhadap area tapak yang akan dibangun sedangan tapak yang tidak terdapat
bangunan akan dipertahankan konturnya.
 Area tapak yang memiliki kecuraman tinggi namun akan dibangun suatu fasilitas maka
menggunakan cara cut and fill pada area curam tersebut sehingga dapat dibangun fasilitas
pada rancangan sesuai zoning.
4. Zoning dan Orientasi Massa
 Zoning pada rancangan akan dibagi menjadi tiga area yaitu publik, semi publik dan privat.
Untuk fasilitas utama dari Restaurant bamboo Mas ini termasuk dalam area publik, untuk
fasilitas pelengkap dari Restaurant di Mas ini ini termasuk dalam area semi publik, fasilitas
pengelola dan servis termasuk dalam area privat. Zoning ini nantinya berpengaruh terhadap
perletakan massa bangunan sesuai dengan zoning yang dtetapkan.
 Fasilitas utama yaitu tempat makan akan menghadap kearah sungai yang berasal dari aliran
sungai Tukad Petanu dan tebing yang ditumbuhi pepohonan dan rerambatan perdu yang sejuk
akan menambah nilai dari site dan bangunan
 Pola massa linear mengikuti bentuk sungai, namun bukaan bangunan diharapkan menghindari
kawasan suci pura dan area pemandian warga untuk menghormati budaya dan kebiasaan
masyarakat sekitar
5. Utilitas
 Kabel dan MEP dirapikan agar tidak merusak pemandangan
 Keamanan pada rancangan akan menggunakan system keamanan otomatis berupa CCTV
yang dipasang pada area rawan tindak kriminal. Selain sistem keamanan otomatis juga
menggunakan keamanan berupa petugas yang bertugas menjaga kemanan pada titik-titik
rawan tindak kriminal.
6. Aspek Lainnya
 Sinar matahari yang kurang karena berada di daerah lembah menyebabkan suhu udara yang
relative rendah maka bukaan yang tidak terlalu besar masih bias membuat suhu optimal pada
ruangan
 Pola budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar yang menjadikan bagian belakang dari site
sebagai jalan akses menuju pura harus diperhatikan, maka harus disediakan jalan setapak serta
perkerasan paving agar memberikan askes bagi warga yang melintas
Kriteria Desain Arsitektur

NAMA : I Made Agung Mas Surianta


NIM :1705521057

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR
2018