Anda di halaman 1dari 75

1 8

/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
Barrier Komunikasi & Konseling Apoteker
M. Ilham N Aji Wibowo, M.P.H.,Apt
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
1 8
/2 0
/ 1
“Efektivitas komunikasi bergantung
2kepada
0 8
seberapa besar hambatan
M P komunikasi
yang terjadi” - U
S I
Badudu-Zain & Effendy

M A
A R
F
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
Syarat Komunikasi Efektif
I U
A S
R M
F A
• Komunikator (Apoteker) memegang peran sebagai
kunci efektif atau tidaknya komunikasi.
1 8
• Apoteker mengambil inisiatif terjadinya proses
/2 0
komunikasi, sehingga ia harus memiliki
/1 2
1. Kesiapan diri (kompetensi)
0 8
2. Memformat pesan yang akan disampaikan
(kemampuan menyampaikan)
M P
I U
3. Memilihan media yang tepat (Fisik)

S
4. Mengatasi hambatan (Noise/barrier)
A
M
5. Memahami dengan baik komunikan (empati)

R
F A Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Sc
• Seorang komunikator harus
memiliki Authoritativeness yang 1 8
terdiri dari :
/2 0
1. Penguasaan terhadap masalah yang dibahas
/1 2
(competensi)
2. Sikap (character) 0 8
3. Tujuan yang baik (intention)
M P
U
4. Kepribadian yang hangat (personality)
I
A
menarik ketika komunikasi)
S
5. Dinamika (dapat menciptakan suasana yang

R M
F A James C. McCroskey's
Joseph de Vito  perspektif humanistik
1 8
• Menekankan aspek keterbukaan (openness)
/2 0
• Empati (emphaty)
/1 2
• Perilaku suportif (supportiveness)
0 8
• Sikap positif (positiveness)
• Kesetaraan (equallity)
M P
I U
A S
R M
A
aspek-aspek tersebut mampu menciptakan
F jujur memuaskan
interaksi yang dan .
Joseph de Vito
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
REACH 8
0 1
Respect Clarity
2 /2
Rasa hormat dan saling menghargai,
akan membangun kerjasama untuk
8 /1
Pesan yang disampaikan tidak
menimbulkan multitafsir bagi
menghasilkan sinergi

Empaty P 0
penerima

UMH umble
Mendengarkan & mengerti terlebih

S
dahulu sebelum didengarkan atau I Membangun rasa menghargai orang
lain, didasari dengan sikap rendah hati
dimengerti oleh orang lain

Audible M A
AR
Pesan yang disampaikan dapat
F
diterima dan dimengerti oleh
penerima pesan
1 8
/2 0
/1 2
0 8
P
Barrier Komunikasi
M
I U
A S
RM
F A
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
Barrier Pasien dan
Apoteker 1 8
/2 0
Faktor Psikologis
/1 2
Berkaitan dengan emosi atau
0 8
perasaan pribadi dari pasien. Seseorang
M P
I U
akan kesulitan untuk menerima informasi

A S
juga feedback dari pasien. Hambatan

M
komunikasi yang terjadi akan semakin besar
R
A
dan sulit untuk dilalui.
F
Stereotip dari pasien dan apoteker 8
01
• Prasangka sosial yang merupakan gambaran atau
2/2
tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan
8/1
watak pribadi orang atau golongan lain yang
P 0
bercorak negative.
U M
Contoh :
S I
A
• Apoteker dikenal sebagai tukang jual obat
M
AR
• Pasien BPJS dicap sebagai pasien tidak mampu
F
Faktor Budaya/Etnik 8
01
• Hambatan ini terjadi karena 2/2
8/1
perbedaan etnik, agama,
P 0
dan juga perbedaan sosial antara
U M
pasien dan Apoteker
S I
M A
AR
F
Faktor Kognitif/Pendidikan/Pengetahuan 8
0 1
• Pasien yang berpendidikan rendah
2 /2
sulit mencerna pesan komunikasi secara

8 / 1
benar karena keterbatasan daya nalar dan
daya tangkapnya.
P 0
• Apoteker dg pengetahuan tidak
U M
memadai akan kesulitan dalam
S I
A
menyampaikan informasi dan
M
pasien
AR
menyederhanakan informasi ilmiah kepada

F
Faktor Fisik 8
01
• Hambatan komunikasi semacam ini
2/2
berasal dari hambatan
8/1
a) waktu (keterbatasan waktu kerja
P 0
Apoteker dan pasien yang bekerja)

UM
b)

c)
lingkungan (bising, cahaya terang)

S
kebutuhan diri (keterbatasan fisik
I
M
tubuh pasien dan Apoteker) A
d)
R
media fisik (layout Apotek yang
A
F
tidak memungkinkan utk konseling)
Faktor Skill komunikasi 8
0 1
• Kemampuan mendengarkan
2 /2
• Kemampuan memberi umpan balik
8 /1
• Kemampuan menyampaikan

P 0
Thinking
UM
S I
Speaking
M
Non A
verbal

AR
F
Listening To Avoid Barrier of Communication
Mendengar 8
01
• Biasanya kita mendengar apa yang ingin
2/2
kita dengar (EGO) sehingga
8/1
menimbulkan kesalahpahaman dalam
P 0
berkomunikasi dan Mengabaikan
U M
informasi yang bertentangan
S I
A
dengan apa yang kita ketahui
M
AR
F
Mendengarkan adl hal
penting dalam konseling 1 8
• Ignoring /2 0
• Tidak memperhatikan orang lain
/1 2
• Pretending
0 8
• Berpura-pura mendengarkan
• Selective listening M P
I U
• Hanya bagian tertentu yang didengarkan
• Attentive listening A S
M
• Memperhatikan kata-demi kata
R
• Empathic A
listening
F
Empathic listening 8
01
• Mendengarkan untuk memahami
2/2
• Mendengarkan melalui kacamata mereka
8/1
• Memahami secara emosional & intelektual

P 0
Komunikasi diwakili
U M
• 10% kata-kata kita
• 30% suara kita S I
M A
• 60% bahasa badan (body language)

AR
• Tidak hanya mendengarkan dengan telinga
tetapi dengan mata dan hati
F
1 8
/2 0
/1 2
Konseling Apoteker
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
Contoh kasus konseling
1 8
/2 0
• Pasien mendapatkan resep sediaan tablet sustained released yang ukurannya

/1 2
relatif lebih besar, sehingga pasien mengalami kesulitan menelan obat tersebut
• Pasien komplikasi mendapatkan resep polifarmasi dengan adanya kemungkinan
0 8
interaksi obat, sehingga dokter menyarankan pasien untuk berkonsultasi dengan
Apoteker
M P
I U
• Pasien mendapatkan resep obat TBC untuk pemakaian 6 bulan, tetapi pasien
enggan meminum obat karena terlalu banyak

A S
• Pasien balita terserang asma dan harus menggunakan alat nebulizer
• Ada lagi ?
R M
F A
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
Konseling 8
0 1
/2
• Konseling  counsel  memberikan saran, melakukan diskusi dan pertukaran
2
pendapat.
8 /1
P 0
• Konseling Apoteker VS Pelayanan Informasi Obat
M
• Konseling Apoteker = Kegiatan pemberian informasi obat oleh apoteker kepada
Ulebih luas
pasien yang bersifat KhususIdan
A S
R M
F A
PELAYANAN KONSELING 8
0 1
Merupakan proses untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah pasien
yang berkenaan dengan penggunaan obat
2 /2
Konseling menekankan pada :
8 /1
• edukasi pasien
P 0
M
• merubah tingkah laku atau sikap pasien ke arah yang lebih
U
baik
S I
• merangsang pasien belajar dan ikut aktif dalam terapi
M A
• menjamin keselamatan pasien melalui penggunaan obat
R
yang benar
A
F
Patient Outcome
1 8
/2 0
Ilmu Pendukung Konseling Pasien taat

/1 2
Counceling
0 8
M P
I U
Komunikasi
A S Farmasi Klinis Etika & Hukum

R M Farmakologi Toksikologi Farmakoterapi

F A Farmakokinetik Farmakodinamik Anatomi Manusia


1 8
• Menjamin keamanan dan efektifitas pengobatan
/2 0
/1 2
• Membantu dalam merawat atau perawatan kesehatan sendiri

0 8
M P
Keuntungan Pasien
U
S I
M A
AR
F
1 8
• Meningkatkan efektivitas & efisiensi biaya kesehatan
/2 0
/1 2
• Meningkatkan ketaatan & mengurangi kerugian ketidak taatan

0 8
M P
Keuntungan Pasien
U
S I
M A
AR
F
1 8
• Menurunkan kesalahan penggunaan obat
/2 0
• Tambahan penjelasan mengenai penyakitnya
/1 2
8
• Meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan terapi
0
M P
Keuntungan Pasien
U
S I
M A
AR
F
1 8
/2 0
• Menjaga citra profesi sebagai bagian dari tim pelayanan kesehatan.

/1 2
• Mewujudkan bentuk pelayanan asuhan kefarmasian sebagai tanggung
jawab profesi apoteker.
0 8
M P
Keuntungan Apoteker
U
S I
M A
AR
F
1 8
/2 0
• Menghindarkan apoteker dari tuntutan karena kesalahan penggunaan
obat
/1 2
upaya dalam memasarkan jasa pelayanan.0 8
• Suatu pelayanan tambahan untuk menarik pelanggan sehingga menjadi

M P
Keuntungan Apoteker
U
S I
M A
AR
F
Sasaran konseling 8
0 1
1. Pasien dg kondisi khusus 2/2
8/1
P 0
Geriatri
UM gangguan fungsi ginjal

S I
MPediatri A ibu hamil dan menyusui

AR
F
Sasaran konseling 8
0 1
2
2. Pasien dg terapi jangka panjang/penyakit kronis /2
8 /1
P 0
Pasien TBC
U M
S I
M A
AR Pasien Diabetes Pasien Hipertensi
F
Sasaran konseling 8
0 1
/2
Pasien yang menggunakan obat-obatan dengan instruksi atau alat khusus, sediaan
2
tertentu dan cara minum yang rumit

8 /1
P 0
U M
S I
M A
AR
F
Sasaran konseling 8
01
/2
• Pasien yang menggunakan Obat dengan indeks terapi sempit
2
8 /1
P 0
U M
S I
M A
AR
F
Sasaran konseling 8
01
• Pasien yang menggunakan kombinasi banyak
2/2
Obat (polifarmasi)
• Pasien yang mempunyai riwayat kepatuhan 8/1
rendah.
P 0
U M
S I
M A
AR
F
Karakteristik Pasien
Emosi Pasien Cara Penanganan 1 8
Frustasi 1. Membantu menumbuhkan rasa keberanian pasien
/2 0
/1 2
2. Mencari alternatif solusi lain yang lebih tepat
3. Meminimalkan rasa ketidaknyamanan dari aktifitas hariannya yang tertunda
Takut dan
0 8
1. Membantu menjernihkan situasi apa yang sebenarnya ditakutinya
cemas
P
2. Membuat pasien menerima keadaan dengan keberanian yang ada dalam
dirinya
M
Marah
I U
1. Mencoba jangan ikut terbawa suasana marahnya

empati.
A S
2. Mencari tahu kenapa pasien marah dengan jalan mendengarkan engan

Depresi
M
1. Usahakan membiarkan pasien mengekspresikan penderitaannya
R
2. Membiarkan privasinya, dandengarkan jika pasien ingin berbicara.
Rendah
diri/merasa F A
1. Berikan motivasi dalam menjalankan terapinya
2. Berikan semangat yg berhubungan dengan keluarga
bersalah
Bagaimana metodenya ? 8
0 1
2 /2
8/1
Three Prime Question
P 0Final Verification

U M
S I
Open Ended Question Show and Tell

M A
AR
F
Prime Questions 8
0 1
1. Bagaimana penjelasan Dokter tentang obat Anda ?

2 /2• Nama obat

8 /1 • Tujuan terapi

P 0 • Perubahan life style

U M
2. Bagaimana penjelasan Dokter tentang cara pakai obat Anda ?

S I • Jadwal minum obat

M A • Instruksi tambahan
• Lama terapi

AR • Saran penyimpanan
F
Prime Questions 8
0 1
2 /2
3. Bagaimana penjelasan Dokter tentang harapan setelah minum obat Anda ?

8 /1 • Hasil yang diharapkan

P 0 • Hal yang harus diwaspadai


• Kemungkinan efek samping

U M
S I
M A
AR
F
1 8
/2 0
/ 1 2
0 8
“Prime Questions dibuat sedemikian rupa menghindarkan rasa malu pasien,

M P
dengan cara menanyakan bagaimana penjelasan dokter mengenai
pengobatan anda”
I U
A S
R M
F A
Show and Tell 8
01
• Untuk memastikan pemahaman pasien
2/2
tentang obat yang pernah digunakan
8 /1
Contoh : P 0
U M
Apoteker memulai proses dengan menunjukkan obat

S I
kepada pasien, misalnya membuka botol dan
menuangkan tablet/kapsul ke sendok takar 
A
Kemudian pasien menceritrakan kepada Apoteker
M
R
bagaimana menggunakan obat tersebut

A
F
Open ended question 8
0 1
/2
• Open ended questions, pernyataan ulang, dan penyimpulan akan mendorong
2
Contoh :
8 /1
penyingkapan yang lebih lengkap akan kebutuhan informasi.

P 0
Pertanyaan : “Bagaimana dokter menjelaskan kepada Anda mengenai obat ini ?”
Jawab : ?
U M
S
• Closed ended questions I akan membatasi respons pasien, menghasilkan

Contoh : M A
kesimpulan pemahaman pasien yang tidak akurat.

A R
Pertanyaan : “Apakah dokter menjelaskan mengenai obat ini?”

F
Jawab : ?
Final Verification 1 8
/2 0
• Meminta pasien untuk mengulang instruksi
/1 2
8
• Untuk meyakinkan bahwa pesan tidak ada yang terlewat
0
• Koreksi bila ada mis-informasi
M P
I U
Contoh :
A S
R M
‘…Untuk menjamin informasi telah saya sampaikan tidak ada yang terlewatkan,
mohon Bpk/Ibu mengulang kembali informasi yang telah saya berikan’

F A
DIAGRAM LANGKAH KONSELING

PASIEN YANG DIPILIH

1 8
PERKENALAN & PENJELASAN TUJUAN
KONSELING

/2 0
OTC RESEP RAWAT JALAN

/1 2 RESEP RAWAT INAP

DITANGANI OLEH DISARANKAN KE RESEP


0 8
APOTEKER DOKTER
P
BARU

M
ULANG AWAL PULANG

OBAT NON OBAT

I U PRIME QUESTIONS
TECHNIQUES
SHOW & TELL
TECHNIQUES

Membongkar
‘fenomena gunung es’
A S EXPLORE & IDENTIFIKASI
MASALAH MINUM OBAT

R M KOMUNIKASI DENGAN EMPATI & RESPONS


(ACTIVE LISTENING)

F A VERIFIKASI AKHIR

KEMBANGKAN & FOLLOW UP


5 LANGKAH KONSELING

1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
5 LANGKAH KONSELING

1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
5 LANGKAH KONSELING

1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
1 8
/2 0
/1 2
Tahapan
0 8
Konseling Apoteker
M P
I U
A S
R M
F A
Diskusi Pembuka (Perkenalan)
1 8
/2 0
• Pembukaan yang baik  Hubungan yang baik  menumbuhkan rasa percaya pasien thd
Apoteker
/1 2
8
• Apoteker wajib memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum memulai sesi konseling.
0
CONTOH :
M P
I U
Pasien (konseli) datang (belum duduk)
Apoteker (konselor) : “Selamat pagi ibu silahkan duduk saya Apoteker Aji, ada yang
S
bisa kami bantu ?” (attending)
A
R M
F A
Perilaku attending 8
0 1
2 /2
Komunikasi noverbal yang menunjukkan bahwa konselor memberikan perhatian
penuh pada lawan bicara.
8 /1
Manfaatnya
(1) meningkatkan harga diri klien
P 0
(2) menciptakan suasana yang aman
U M
I
(3) mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas
S
M A
AR
F
Perilaku attending yang baik Perilaku attending yang tidak baik
 Kepala: melakukan anggukan jika setuju
 Ekspresi wajah: tenang, ceria, senyum
 Kepala: kaku
1 8
 Muka: kaku, ekspresi melamun, mengalihkan
 Posisi tubuh: agak condong ke arah klien, jarak
/2 0
pandangan, tidak melihat saat klien sedang
antara konselor dan konseli agak dekat, duduk
akrab berdekatan atau berdampingan
/1 2
berbicara, mata melotot
 Posisi tubuh: tegak kaku, bersandar, miring,
 Tangan: variasi gerakan tangan/lengan spontan
0 8
jarak duduk dengan klien menjauh, duduk
berubah-ubah, menggunakan tangan sebagai
isyarat, menggunakan tangan untuk
M P kurang akrab dan berpaling
 Memutuskan pembicaraan, berbicara terus
menekankan ucapan
 Mendengarkan: aktif penuh I U
perhatian,
tanpa teknik diam untuk memberikan
kesempatan klien berpikir dan berbicara

A S
menunggu ucapan klien hingga selesai, diam  Perhatian: terpecah, mudah buyar oleh

R M
(menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian
terarah pada lawan bicara
gangguan luar

F A
Diskusi Pembuka (menjelaskan
Tujuan konseling)
1 8
/2 0
• Apoteker harus menjelaskan kepada pasien tentang tujuan konseling serta

/1 2
memberitahukan pasien berapa lama sesi konseling itu akan berlangsung

0 8
CONTOH :
M P
Pasien (konseli) : “Mau beli obat untuk sakit flu & batuk tapi yang tidak bikin ngantuk
merk X”
I U
A S
Apoteker (konselor) : “Baik Ibu.. Apakah Obatnya untuk Ibu sendiri ?”
Pasien : “iya untuk saya sediri”

R M
Apoteker : “Baik bu, bolehkah saya meminta waktunya sekitar 3 – 5 menit utk sy
menjelaskan bagaimana penggunaan obatnya ?” (attending)

F A
1 8
/2 0
Pasien Baru Pasien Lama
/1 2
Mengumpulkan informasi (dasar) tentang
pasien pasien
0 8
Menegaskan kembali informasi (dasar) tentang

• nama
• usia
M P
• nama
• usia
• alamat
• nomor telepon
I U • alamat
• nomor telepon
• jenis kelamin
A S
Mengumpulkan informasi riwayat pasien
• jenis kelamin
Menegaskan kembali informasi riwayat pasien

R M
• riwayat penyakit
• riwayat pengobatan saat ini dan sebelumnya


riwayat penyakit
riwayat pengobatan saat ini dan sebelumnya

F A
• penyakit penyerta
• riwayat alergi


penyakit penyerta
riwayat alergi
• termasuk penggunaan obat herbal • termasuk penggunaan obat herbal
1 8
/2 0
/1 2
CONTOH :
0 8
Pasien : “Iya tidak apa-apa..”
M P
Apoteker : “Maaf sebelumnya saya berbicara dengan ibu siapa ?” (eksplorasi)
Pasien : “Ibu Tugiyem”
I U
Pasien : “55 tahun”
A S
Apoteker : “Saat ini ibu sudah berumur berapa tahun ?” (eksplorasi)

R M
Apoteker : “Apakah alamat ibu di sekitar Apotek saja atau jauh dari apotek ?” (eksplorasi)
Pasien : “dekat apotek saja, rumah saya yang bertingkat 5 itu lho mba..”

bu..” F A
Apoteker : “ooo iya saya tahu.. Yang biasanya ada mobil truk sapi parkir di depan itu ya

................................
Pasien Baru Pasien Lama
Menanyakan gambaran durasi dan gejala

1 8
Menanyakan terapi yang sebelumnya sudah digunakan

/2 0
2
Menanyakan “Apakah telah berkonsultasi dengan dokter?”

/1
CONTOH :
0 8
…………………………………….

M P
Apoteker : “Karena ibu sedang mencari obat Flu dan usia ibu 55 tahun saya perlu tahu

(eksplorasi)
I U
riwayat penyakit yang ibu alami sebelumnya.. Apakah ibu memiliki penyakit hipertensi ?”

A S
Pasien : “Betul, kadang-kadang tensi saya memang agak tinggi”
Apoteker : “Boleh tahu tensinya terakhir pengukuran sampai berapa bu dan obat apa saja

R M
yang sudah pernah diresepkan kepada ibu..?” (eksplorasi)
Pasien : “kadang 170 pernah 190 kalau lg sakit begini, kalau lagi normal ya sekitar 150an”

F A
Apoteker : “Apakah ibu sudah berkonsultasi dengan dokter terkait dg penyakit flu dan
batuk ini ?” (eksplorasi)
……………………………..
1 8
/2 0
/1 2
CONTOH :
…………………………………….
0 8
M P
Apoteker : “Obat flu merk X yang ibu sebutkan ini mengandung zat yang dapat memperburuk
keadaan hipertensi ibu, obat ini seharusnya tidak boleh diminum oleh penderita hipertensi.

I U
Saya sarankan untuk mengganti dengan obat flu merk lain yang aman untuk ibu

S
(mendiskusikan masalah yg ada atau masalah yg mkn akan muncul)

A
mau”
R M
Pasien : “Ah tidak, pokoknya saya cocoknya obat flu merk X tesebut, kalau tidak itu saya tidak

F A
1 8
/2 0
/1 2
CONTOH :
0 8
…………………………………….
P
Apoteker : “Saya paham Ibu biasanya kalau sudah cocok dengan 1 obat maka akan beli obat
M
I U
itu lagi.. Ibu saya sendiri juga baru 6 bulan percaya kalau tidak boleh minum obat flu merk A,
karena ibu saya juga menderita hipertensi. Tekanan darah ibu juga tidak terkontrol…” (empati)

Pasien : “Oo Begitu ya..” A S


R M
Apoteker : “Saya merekomendasikan obat flu merk A dengan harga xxx atau merk B dg harga

F A
xxx” (kesepakatan atas pilihan)
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
CONTOH :
1 8
…………………………………….
/2 0
/1 2
Apoteker : “Baik ibu.. Saya jelaskan cara penggunaannya agar pengobatan ibu lebih
maksimal.. (memberikan informasi nama obat, khasiat, dosis, aturan pakai, penyimpanan)

0 8
Apoteker : “jika setelah minum obat ini mulut ibu terasa kering, bisa diatasi dengan

farmakologi) M P
perbanyak minum air mineral hangat dan istirahat yang cukup” (info ESO, terapi non

I U
S
Pasien : “Oo begitu ya.. Biasanya saya minum obat flu jantung saya jd berdebar kencang”
A
(penegasan)
R M
Apoteker : “karena selama ini mungkin ibu minum obat merk X saat sakit flu dan batuk..”

F A
1 8
Apoteker : “Untuk menjamin informasi telah saya sampaikan tidak ada yang terlewatkan,

/2 0
mohon ibu mengulang kembali informasi yang telah saya berikan” (final verification)

Pasien : Menjelaskan……..
/1 2
0 8
Apoteker : “Apakah ada yang perlu ditanyakan lagi ibu..?” (Mendorong pasien untuk bertanya)

Pasien : “Sepertinya cukup jelas..”


M P
I U
A S
Apoteker : “Baik.. Terimakasih atas waktunya, Ini obatnya dan bisa dibayar di kasir, ini kartu
nama saya jika sewaktu-waktu ibu membutuhkan bisa menghubungi saya melalui nomor

M
tersebut. Semoga lekas sembuh ya bu..” (Salam penutup, mengucapkan terima kasih)

R
F A
Ruang atau tempat konseling
• Tertutup dan tidak banyak orang keluar masuk
1 8 SARANA
PENUNJANG
• Tersedia meja dan kursi
/2 0 KONSELING


Penerangan dan sirkulasi udara yang bagus

/1 2
Letak ruang konseling tidak jauh dari lemari obat

8
Jika jumlah pasien banyak, sebaiknya ruang konseling lebih dari satu
0
M P
Alat bantu konseling
I U


A S
Panduan konseling
Kartu Pasien atau PMR

R

M Literatur pendukung
Brosur atau leaflet

F A•

Alat peraga: audiovisual, gambar, poster, sediaan placebo
Alat komunikasi
Alat bantu yang
diberikan kepada pasien 1 8
/2 0
Kartu pengingat pengobatan.

/1 2
Kartu diberikan Apoteker kepada
0 8
pasien untuk memantau
penggunaan obat pasien. Pasien
M P
dapat memberikan tanda pada
kartu tersebut setiap harinya I U
sesuai dengan dosis yang
A S
diterimanya

R M
F A
Alat bantu yang diberikan kepada pasien8
0 1
• Pemberian Label,
2 /2
/ 1
Sebagian pasien membutuhkan bantuan untuk membaca label instruksi
8
0
pengobatan yang terdapat pada obatnya
P
U M
S I
M A
AR
F
Alat bantu yang
diberikan kepada pasien 1 8
• Medication chart /2 0
Berupa bagan waktu minum obat. dibuat /1 2
untuk pasien dengan regimen
0 8
pengobatan yang kompleks atau pasien
yang sulit memahami regimen
M P
pengobatan
I U
A S
R M
F A
Alat bantu yang
diberikan kepada pasien 1 8
• Pil dispenser /2 0
Membantu pasien untuk mengingat /1 2
jadwal minum obat dan menghindari
0 8
kelupaan jika pasien melakukan
perjalanan jauh dari rumah. M P
I U
Wadah pil dispenser bisa untuk
A S
persediaan harian maupun
mingguan.
R M
F A
Alat bantu yang
diberikan kepada pasien 1 8
• Kartu Konseling /2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A
Kemampuan nonverbal dalam
berkomunikasi 1 8
/2 0
• Penampilan apoteker yang bersih dan
rapih /1 2
• Senyum dan wajah yang bersahabat 0 8
• Kontak mata
M P
• Gerakan tubuh, harus dilakukan
sefektif mungkin I U
A S
• Jarak antara apoteker dan pasien
• Intonasi suara
R M
F A
Evaluasi Pelayanan
Konseling 1 8
• Kapasitas kegiatan (jumlah pasien, /2 0
jumlah kasus)
/1 2
• Macam kegiatan konseling (rujukan
0 8
dokter, pasien aktif bertanya, kelompok
pasien tertentu)
M P
I U
• Untuk pengobatan penyakit kronis,
perlu dihitung jumlah pasien yang rutin

A S
berobat dan jumlah pasien drop out
pengobatan

R M
• Proses perubahan perilaku pasien
A
sebagai hasil dari konseling
F
Evaluasi Pelayanan
Konseling 1 8
• Pendapat pasien tentang kegiatan /2 0
konseling (dlm bentuk kuisioner)
/1 2
• Pendapat pasien tentang petugas
0 8
konseling (konselor ) / kuisioner
M P
konseling I U
• Waktu tunggu/lamanya pelayanan

A S
• Infrastruktur dalam kegiatan
M
konseling (kebijakan, protap, SDM)
R
F A
Evaluasi Kepatuhan
Pasien 1 8
/2 0
• Menghitung waktu pengulangan
/1 2
pemberian / perolehan obat (refill)
• Menghitung jumlah obat yang
0 8
tersisa pada saat pengulangan
pemberian / perolehan obat ( refill )
M P
• Mewawancara pemahaman pasien
tentang cara penggunaan obat
I U
minum obat, dll )
A S
(dosis, cara minum obat, waktu

R M
• Menanyakan kepada pasien apakah
gejala penyakit yang timbul

F A
berkurang atau hilang, atau ada
perbaikan dari kondisi sebelumnya.
1 8
/2 0
/1 2
0 8
M P
I U
A S
R M
F A

Anda mungkin juga menyukai