Anda di halaman 1dari 10

Stephen Field

165020307111018
Audit Internal - CF

9. Apa yang dimaksud dengan Ekonomisasi, Efesiensi, dan Efektivitas?


 Ekonomisasi : berhubungan dengan ukuran input yang digunakan dalam
berbagai program yang dikelola. Jika perusahaan mampu memperoleh sumber
daya yang akan digunakan dalam operasi dengan pengorbanan yang paling
kecil, ini berarti perusahaan telah mampu memperoleh sumber daya tersebut
dengan cara yang ekonomis.
 Efisiensi : berhubungan dengan bagaimana perusahaan melakukan operasinya,
sehingga dicapai optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki.
 Efektivitas : berhubungan dengan tingkat keberhasilan suatu perusahaan untuk
mencapai tujuannya. Apakah pelaksanaan suatu program/aktivitas telah
mencapai tujuannya.

10. Jelaskan bagaimana perusahaan mencapai ekonomisasi,efisiensi dan efektivitas


dalam operasinya
Ekonomisasi tercapai apabila perusahaan mampu menghasilnya profit yang paling
maksimal dengan cost (biaya) yang paling minimal. Efisiensi tercapai apabila dalam
menghasiljan profit dilakukan dengan cara yang paling optimal sehingga sumber daya
yang dimiiliki dapat digunakan secara maksimal. Efektifitas tercapai apabila
perusahaan mampu mencapai tujuan yang sudah direncanakannya.

11. Bagaimana audit manajemen dapat membantu perusahaan meningkatkan


ekonomisasi, efisiensi, dan efectivitas pencapaian tujuannya?
Audit manajemen merupakan evaluasi sistematis, independen (tidak memihak) dan
berorientasi ke masa depan atas berbagai kegiatan atau operasi suatu organisasi untuk
membantu manajemen dalam: meningkatkan efektivitas pencapaian tujuan, program,
aktivitas yang telah ditetapkan, dan meningkatkan ekonomisasi dan efisiensi dalam
penggunaan sumber daya oleh entitas ekonomi dalam lingkungan organisasi.

12. Sebut dan jelaskan prinsip prinsip dasar dalam pemeriksaan manajemen!
 Audit dititikberatkan pada objek audit yang mempunyai peluang untuk di
perbaiki.
Sesuai dengan tujuan audit manajemen, yaitu menciptakan perbaikan terhadap
program/aktivitas perusahaan, maka audit dititikberatkan pada berbagai hal
yang masih memerlukan perbaikan untuk mencapai kondisi optimal dalam
pengelolaan sumber daya yang dimiliki perusahaan
 Prasyarat penilaian terhadap kegiatan objek audit.
Penilaian yang akurat membutuhkan audit yang saksama, baik
terhadapkinerjamanajemen maupun berbagai program atau metode operasi
yang telah dilaksanakan.
 Pengungkapan dalam laporan tentang adanya temuan-temuan yang bersifat
positif.
Di samping menyajikan temuan-temuan yang merupakan kelemahan dalam
pengelolaan perusahaan, auditor juga harus menyajikan temuan-temuan positif
yang biasanya berupakeberhasilan yang dicapai manajemen dalam mengelola
berbagai program/aktivitas dalamoperasinya.
 Identifikasi individu yang bertanggung jawab terhadap kekurangan-
kekurangan yang terjadi.
Auditor harus dapat mengidentifikasi dan menemukan individu-individu yang
bertanggung jawab terhadap berbagai kelemahan yang terjadi pada
perusahaan.
 Penentuan tindakan terhadap petugas yang seharusnya bertanggung jawab.
Walaupun auditor tidak memiliki wewenang dalam memberikan sanksi atau
tindakanterhadap petugas yang bertanggung jawab dengan kelemahan yang
terjadi, tetapiberdasarkan hasil audit yang dilakukan, auditor dapat
memberikan berbagai pertimbangandalam menentukan sanksi yang akan
diberikan oleh pihak yang lebih tinggi dari pihakyang bersangkutan.
 Pelanggaran hukum.
Dalam proses audit, tidak tertutup kemungkinana auditor menemukan
berbagaipelanggaran terhadap hukum yang berlaku.
 Penyelidikan dan pencegahan kecurangan.
Jika terdapat indikasi terjadinya kecurangan (fraude) pada objek audit, auditor
harus memberikan perhatian khusus dan melakukan penyelidikan lebih dalam
terhadap hal tersebut sehingga kecurangan tersebut tidak terjadi.
13. Apa fungsi kriteria audit bagi auditor, jika perusahaan yang diperiksa tidak
memiliki kriteria yang terdokumentasi apakah auditor tetap melanjutkan
auditnya?
Fungsi kriteria audit bagi auditor adalah sebagai dasar komunikasi, alat untuk
mengaitkan tujuan dengan program audit, dasar dalam pengumpulan data dan dasar
penetapan temuan serta menambah struktur dan bentuk observasi audit. Jika
perusahaan yang diperiksa tidak memiliki kriteria yang terdokumentasi maka auditor
dapat tetap melanjutkan auditnya dengan menawarkan terlebih dahulu kepada
manajemen untuk bersama-sama merumuskan kriteria yang dapat digunakan sebagai
pedoman beraktivitas oleh semua komponen di dalam perusahaan dan juga sebagai
dasar melakukan evaluasi oleh auditor.

14. Sebut dan Jelaskan apa saja ruang lingkup dari audit manajemen!
 Audit pemasaran
Ruang lingkup audit pemasaran meliputi lingkungan pemasaran, strategi
pemasaran, organisasi pemasaran, produktivitas pemasaran, dan fungsi
pemasaran.
 Audit produksi dan operasi
Ruang lingkup audit ini meliputi perencanaan produksi, pengendalian kualitas
(quality control), produktivitas dan efisiensi, metode dan standar kerja,
pemeliharaan peralatan, organisasi manajemen produksi dan operasi, dan
plant & layout.
 Audit sumber daya manusia
Ruang lingkup ini mencakup perencanaan tenaga kerja, penerimaan karyawan,
seleksi, orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, penilaian
kerja, pengembangan karier, system imbalan dan kompensasi, perlindungan
karyawan, hubungan karyawan, dan pemutusan hubungan kerja.
 Audit sistem informasi
Ruang lingkup audit ini meliputi dukungan satuan pengolah dara, perencanaan
pengolahan data, organisasi pengolahan data, dan pengendalian pengolahan
data.
 Audit sistem kepastian kualitas
Bertujuan untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan
perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat
mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
 Audit lingkungan
Ruang lingkup audit ini mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan
internal (keselamatan dan kesehatan kerja) dan lingkungan eksternal
(pencemaran limbah).
 Audit perpajakan
Bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban
perpajakannya dengan efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat
meminimalkan kewajiban perpajakan tanpa melanggar aturan dan ketentuan
perpajakan yang berlaku.

15. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam audit manajemen!


Langkah-langkah audit meliputi lima tahap, yaitu:
1. Audit pendahuluan : Audit pendahuluan dilakukan dalam rangka mempersiapkan
audit lebih dalam. Audit ini lebih ditekankan pada usaha untuk memperoleh informasi
latar belakang tentang objek audit.
2. Review terhadap pengendalian manajemen : bertujuan untuk memperoleh informasi
tentang peraturan-peraturan yang berhubungan dengan objek audit baik bersifat
umum maupun yang berhubungan khusus dengan berbagai program/aktivitas yang
diselenggarakan pada objek audit.
3. Audit lanjutan : bertujuan untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung
tujuan audit yang sesungguhnya, yang telah ditetapkan berdasarkan hasil review dan
pengujian pengendalian manajemen.
4. Pelaporan : Bagian akhir dari proses audit manajemen adalah pelaporan hasil audit.
5. Tindak lanjut : Implementasi tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan auditor
merupakan bentuk komitmen manajemen dalam meningkatkan proses dan kinerja
perusahaan atas beberapa kelemahan/kekurangan yang masih terjadi.

16. Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan manajemen sebagai auditor, apakah


saudara akan memandang karyawan/pejabat yang terkait dengan objek
pemeriksaan sebagai orang yang harus dicurigai ataukah menjalin kemitraan
dengannya dalam proses pemeriksaan? Jelaskan alasan saudara
Dalam hal kerja sama kedua belah pihak boleh saja, dalam artian kerja sama ini
diharapkan dapat menjadikan masing-masing pihak menjadi kawan atau rekan yang
berfungsi sebagai konsultan yang memberikan kontribusi berupa saran-saran yang
dapat mewujudkan tujuan perusahaan Karena ketika sikap audit pada masa sekarang
memakai paradigma lama yakni sikap yang terkesan “mengawasi” dan tidak solutif,
maka akan timbul ketidaknyamanan dan ketidakluwesan karyawan dalam melakukan
tugasnya. Sikap auditor juga perlu ditekankan tentang sikap independen dan jujur
dalam bekerja.

17. Sebut dan jelaskan elemen dari sasaran pemeriksaan dan bagaimana auditor
menggunakan sasaran pemeriksaan tersebut dalam membuat kesimpulan audit
dan rekomendasi!
Ada tiga elemen pokok dalam sasaran audit, yaitu:
a. Kriteria
Kriteria merupakan standar yang ada dalam tiap perusahaan atau yang lebih
dikenal dengan istilah SOP (standard operating procedure)
b. Penyebab
Penyebab merupakan aktualisasi yang dilakukan oleh karyawan. Penyebab ini bisa
tergolong menjadi positif dan negatif. Positif dalam arti program/ kebijakan
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sedangkan negatif adalah program/
kebijakan tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
c. Akibat
Akibat adalah gap antara kriteria dan penyebab. Akibat ini juga ada yang positif
dan ada yang negatif. Kalau akibat positif berarti hasilnya optimal, sedangkan
kalo akibat yang negatif berarti program tidak terselenggara secara baik dan
tingkat pencapaian lebih rendah dari seharusnya.

Untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi, pada saat pertama kali auditor
melakukan audit, auditor akan melihat standar yang ada, dan membandingkan dengan
aktualisasi yang terjadi dari interpretasi karyawan, kemudian gap yang terjadi antara
standar dan pengimplementasian akan menimbulkan akibat keuangan maupun non-
keuangan. Atas dasar itulah, auditor akan memberikan kesimpulan terhadap kegiatan
audit dan memberikan rekomendasi untuk memberi nilai tambah pada pihak auditee,
dimana rekomendasi ini tidak bersifat wajib.
18. Apa tujuan dari audit pendahuluan?
Tujuan dari audit pendahuluan adalah mempersiapkan audit lebih dalam. Audit ini
lebih ditekankan pada usaha untuk memperoleh informasi latar belakang tentang
objek audit. Dalam menentukan tujuan audit, auditor harus mengacu pada objek audit
dan didasarkan pada penugasan audit

19. Informasi apa saja yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan dan apa
isi kesimpulan dari hasil audit pendahuluan?
Informasi apa saja yang didapatkan auditor :
 Auditor harus mendapatkan informasi tentang sumber daya (kapasitas aktivitas
dan metode operasi yang dimiliki objek audit dalam melaksanakan berbagai
kegiatan.
 Auditor harus mendapatkan informasi tentang aktivitas yang memerlukan
perbaikan untuk menentukan tujuan audit
 Informasi mengenai ruang lingkup dan sasaran audit
 Informasi mengenai peraturan-peraturan yang berhubungan dengan objek
audit, baik bersifat umum maupun yang berhubungan khusus dengan
program/aktivitas yangdiselenggarakan pada objek audit
 Informasi mengenai kriteria awal yang bisa digunakan sebagai dasar dalam
pelaksanaan audit

Isi kesimpulan dari hasil audit pendahuluan :


 Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan dijadikan
tujuan audit pada tahap audit selanjutnya
 Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan
 Temuan-temuan sementara yang diperoleh bekaiatan dengan bidang/kegiatan
termasukdaftar bidang atau kegitan yang masih mengandung kelemahan,
berdasarkan kriteria yang telah di tetapkan
 Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan
kelemahan yang ada
 Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit berdasarkan
rekomendasi sementara yang diberikan auditor sebelumnya
 Bukti-bukti yang perlu diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan
tujuan auditsementara yang telah ditetapka

20. Apa yang dirumuskan auditor setelah melakukan audit pendahuluan ?


Setelah melakukan audit pendahuluan, auditor harus membuat kesimpulan yang
menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah audit yang akan diambil dalam
tahapan audit selanjutnya, yaitu review terhadap pengenddalian manajemen. Auditor
juga seharusnya sudah menetapkan tujuan audit walaupun masih bersifat sementara
(tentative audit objective)

21. Apa tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen?
Tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen adalah untuk menilai
efektivitas pengendalian manajemen dalam mendukung pencapaian tujuan
perusahaan. Dari hasil pengujian ini, auditor dapat lebih memahami pengendalian
yang berlaku pada objek audit sehingga dengan lebih mudah dapat diketahui potensi-
potensi terjadinya kelemahan pada berbagai aktivitas yang dilakukan
Jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat pada audit
pendahuluan, hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat mendukung tujuan
audit sementara tersebut menjadi tujuan audit sesungguhnya, atau mungkin ada
beberapa tujuan audit sementara yang gugur, karena tidak cukup (sulit memperoleh)
bukti-bukti yang mendukung tujuan audit tersebut.

22. Apa kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian?


Kesimpulan hasil review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen
memberikan gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut:
 Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu
operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya
dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap
aktivitas yang dilaksanakan.
 Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit
sementara (tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya
(definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan sebagai tujuan audit
selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan tujuan audit
sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
 Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya

23. Karakteristik Sistem Pengendalian Manajemen


 Sistem pengendalian manajemen diharuskan untuk selaras dengan strategi dan
tujuan organisasi.
 Sistem kontrol manajemen harus dibuat dengan sesuai struktur organisasi dan
bertanggung jawah dalam pengambilan keputusan manajer individual.
 Sistem pengendalian manajemen harus efektif yang memotivasi seorang manajer
dan karyawan untuk berusaha ke arah pencapaian tujuan organisasi dengan cara
berbagai penghargaan berhubungan dengan pencapaian tujuan tersebut.

24. Informasi apa yang diperoleh auditor dari hasil review dan pengujian
pengendalian manajemen auditee?
 Bisa mengetahui rencana perusahaan dengan baik
 Mengetahui kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang memadai

25. Apa manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian
pengendalian manajemen auditee ?
 Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu
operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya
dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap
aktivitas yangdilaksanakan.
 Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan
audit sementara menjadi tujuan audit yang sesungguhnya, sehingga dapat
dipergunakan sebagai tujuan auditselanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti
sehingga pengembangan tujuan auditsementara ini tidak perlu dilanjutkan.
 Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan
program kerja audit.
26. Sebut dan jelaskan langkah-langkah dalam audit lanjutan!
 Mengumpulkan tambahan informasi latar belakang objek audit yang
diperlukan
Langkah ini menekankan pada usaha untuk mendapatkan data yang lebih
lengkap dalam menganalisa aktivitas yang diaudit sebagai dasar pembuatan
kesimpulan audit. Data yang dibutuhkan pada tahap ini juga mungkin
diperoleh dari luar perusahaan yang memiliki relevansi dengan kegiatan yang
sedang diaudit.
 Memperoleh bukti-bukti yang relevan, material, dan kompeten.
Dari sudut pandang auditor, bukti adalah fakta dan informasi yang dapat
digunakan sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit. Bukti harus
mempunyai hubungan dengan kriteria audit,objektif, relevan, dan bermakna
(material). Dalam proses audit, auditor harus dapat menganalisis
dan menentukan fakta dan informasi yang relevan, andal, dan berkaitan
dengan tujuan audit.
 Membuat ringkasan atas bukti yang telah diperoleh dan mengelompokkannya
ke dalam kelompok, kriteria, penyebab, dan akibat.
Bukti-bukti yang telah diperoleh dalam audit kemudian diringkas dan
dikelompokkan Sesuai dengan elemen sasaran audit yang meliputi: kriteria,
penyebab, dan akibat. Bukti-bukti yang masuk dalam kelompok kriteria adalah
keseluruhan temuan audit yang berkaitan dengan norma/ standar yang
ditetapkan perusahaan (dirumuskan bersama dengan auditor) yang menjadi
dasar bagi setiap komponen dalam perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.
 Menyusun kesimpulan atas dasar ringkasan bukti yang telah diperoleh dan
mengidentifikasi bahwa akibat yang ditimbulkan dari ketidaksesuaian antara
kondisi dan kriteria cukup penting dan material. Kesimpulan ini merupakan
pemantapan temuan hasil audit. Pengembangan temuan
merupakan pengumpulan dan sintesis informasi khusus yang bersangkutan
dengan program/aktivitas yang diaudit, dievaluasi, dan yang dianalisis karena
diperkirakan akan menjadi perhatian dan berguna bagi pengguna laporan.
27. Temuan audit harus memiliki 3 kategori yaitu :
 Memiliki bukti yang memadai
 Harus penting
 Mengandung unsur temuan (kondisi, cerita dan sebab akibat)

28. Informasi apa yang diperoleh auditor dari audit lanjutan yang dilaksanakan?
Informasi khusus yang berhubungan dengan program / aktivitas yang diaudit,
dievaluasi dan yang dianalisis, penyimpangan yang terjadi di dalamnya, penyebab
terjadinya penyimpangan, dan akibat yang ditimbulkan dari penyimpangan tersebut.

29. Apa tujuan penyusunan laporan audit dalam audit manajemen


 Menginformasikan, yaitu menceritakan hal-hal yang mereka temui.
 Mempengaruhi, yaitu meyakinkan manajemen mengenai nilai dan validasi
dari temuan audit.
 Memberikan hasil, yaitu mengerakkan menajemen kearah perubahan dan
perbaikan

30. Untuk apa auditor membuat rekomendasi dan bagaimana wewenang dan
perannyadalam mengimplementasikan rekomendasi yang diberikan?
fungsi auditor memberikan rekomendasi adalah merupakan suatu tindakan dan
kesempatan bagi internal auditor untuk menarik perhatian manajemen dan membuka
mata manajemen mengenai manfaat dari Internal Audit Department (IAD), apa saja
yang sudah dan dapat dikerjakan IAD, hal penting apa saja yang terjadi di perusahaan
dan memerlukan perhatian dan tindakan perbaikan dari manajemen.

Anda mungkin juga menyukai