Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MAKALAH BOTANI

JARINGAN TUMBUHAN

Dosen Pengampu:

Haris Setyaningrum M.Sc

Disusun Oleh:

Desta Astarina Saputri Toasa

NIM: 35.2014.7.1.0955

PROGRAM STRUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

2017
DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 3

1.1 Latar belakang .......................................................................................... 3

1.2 Tujuan....................................................................................................... 3

BAB II. PEMBAHASAN ...................................................................................... 4

2.1 Jaringan tumbuhan ........................................................................................ 4

2.2 Jaringan Meristem ......................................................................................... 5

2.3 Jaringan dewasa............................................................................................. 7

1) Jaringan epidermis.................................................................................... 7

2) Jaringan dasar (parenkim) ........................................................................ 8

3) Jaringan Penguat/Penyokong ................................................................... 9

4) Jaringan Pengangkut (Vaskuler) .............................................................. 9

BAB III. PENUTUP ............................................................................................ 11

3.1 Kesimpulan.................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 12

2
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Botani umumnya berarti garden yang dalam bahasa indonesianya


berarti kebun, namun orang-orang terdahulu lebih mengartikannya dengan
arti tumbuhan. Sehingga sampai saat ini ilmu botani disebut-sebut sebagai
ilmu tumbuhan. Untuk pengertian botani sendiri adalah “The scientific study
of plants, including their physiology, structure, genetics, ecology,
distribution, classification, and economic importance”.
Dimana aspek-aspek yang mendukung botani sendiri antara satu
dengan yang lain tidak dapat terpisahkan karena memiliki kaitan/hubungan
yang sangat erat.

Secara umum dunia tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan berpembuluh


(Tracheophyta) dan tumbuhan yang tidak berpembuluhan (Thallophyta).
Tumbuhan berpembuluh dibagi menjadi 2 kelompok, yang pertama
mempunyai alat reproduksi tersembunyi sebagaimana di temukan pada paku-
pakuan. Kelompok kedua mencakup tumbuhan berbiji atau spermatophyta.
Tumbuhan berbiji atau spermatophyta dibagi menjadi 2 yaitu tumbuhan berbji
terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang paling akhir muncul.
Tumbuhan ini membentuk bagian utama dari vegetasi alam dan yang
dibudidayakan di bumi.

Tumbuhan terdiri atas banyak lapisan sel, dan dibedakan atas berbagai
fungsi kegiatan hidup. Dimana sel-sel yang memiliki bentuk, susunan dan
fungsi yang sama disebut jaringan..

1.2 Tujuan

1. Mengetahui definisi dan pengertian jaringan tumbuhan


2. Mengetahui jaringan apa saja yang terdapat pada tumbuhan
3. Mengetahui pengertian jaringan meristem
4. Mengetahui pengertian jaringan dewasa

3
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 Jaringan tumbuhan

Jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang tersusun atas sel sel yang
mempunyai kemampuan totipotensi yang berbeda dengan jaringan hewan,
manusia artinya jaringan tumbuhan merupakan jaringan yang mampu
membelah, memanjang dan defrensiasinya tak terbatas sehingga dari
kemampuan jaringannya, organisme tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan
Vegetatif mengingat kemampuan totipotensi tubuh tumbuhan pun terdiri dari
sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul membentuk jaringan, jaringan akan
berkumpul membentuk organ kemudian sistem organ dan seterusnya sampai
membentuk satu tubuh tumbuhan.

Jaringan embrional meristem

Epidermis
Jaringan tumbuhan

Parenkim
Jaringan dewasa Kolenkim

Penguat
Sklerenkim

Xylem
Pengangkut
Floem

Periderm

Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi


sama, berdasarkan aktivitas pembelahan sel selama fase pertumbuhan dan
perkembangan sel/jaringan tumbuhan. Seperti bagan yang telah digambarkan
diatas bahwa jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu jaringan
meristem (muda) dan jaringan dewasa (permanen).

4
2.2 Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami
pembelahan atau masih bersifat embrionik. Sel-sel meristem membelah terus
untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada
dalam jaringan meristem yang disebut sel inisial atau sel permulaan.
Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem
disebut derivative atau turunan. Proses pertumbuhan dan spesialisasi secara
morfo-fisiologi sel yang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi.
Jaringan yang mengalami diferensiasi akan kehilangan karakteristik
embrioniknya dan menjadi dewasa/permanen. Jaringan meristem
diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu:

1. Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dibedakan menjadi


meristem primerdan meristem sekunder.
1) Meristem Primer
Meristem yang sel-selnya secara langsung berkembang dari
sel-sel embrionik, atau lanjutan dari kegiatan embrio/lembaga.
Jaringan ini cenderung menghasilkan hormon auksin sehingga
terjadi pembelahan secara terus menerus kea rah memanjang.
Letaknya pada ujung akar dan ujung batang yang kemudian
dikenal dengan jaringan apikal, mengakibatkan pertumbuhan
primer berupa pertambahan tinggi.
2) Meristem Sekunder
Meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang sudah
mengalami diferensiasi dan menjadi bersifat embrional
kembali. Contohnya adalah kambium intervasis. Kambium
interfasikuler berkembang dari parenkim akar/batang yang
terletak diantara xilem dan floem. Kambium intervasis ke arah
dalam akan menghasilkan xilem sekunder sedangkan ke arah
luar akan menghasilkan floem sekunder. Aktivitas ini
menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan sekunder sehingga
batang tumbuhan dapat membesar (pada Dicotyledonae dan
Gymnospermae). Selain itu terdapat kambium gabus (felogen)
yangmengembangkan periderm (jaringan gabus).

5
Gambar 1. Meristem apical pada ujung batang dan ujung akar dan aktivitas
pertumbuhan primer.

2. Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi meristem apical,


meristem interkalar dan meristem lateral.
1) Meristem apikal (ujung)
Meristem apikal terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan
cabang serta ujung akar dan selalu menghasilkan sel-sel untuk
tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktifitas
meristem apikal disebut pertumbuhan primer dan jaringan yang
terbentuk disebut jaringan primer.
2) Meristem interkalar (antara)
terdapat diantara jaringan dewasa. Contohnya terletak pada
pangkal tiap ruas pada batang tumbuhan yang berbuku-buku.
Aktivitas jaringan ini menyebabkan pertambahan panjang dan
diameter ruas batang. Contoh tumbuhan yang memiliki
meristem interkalar adalah rumput- rumputan (Gramineae).
3) Meristem lateral (samping)
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristemyang
menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar),
terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah
kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari
dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang.

6
2.3 Jaringan dewasa

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti melaukakan


totipotensi, jaringan ini hanya membelah tetapi tidak melakukan defrensiasi
membentuk jaringan lain. jaringan yang terbentuk dari jaringan yang bersifat
nonmeristematik yaitu tidak tumbuh dan berkembang lagi. Disebut permanen
karena telah mengalami diferensiasi yang sifatnya irreversibel.
Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu meliputi:
jaringan pelindung (epidermis), jaringan dasar (parenkim), jaringan
penguat/penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut/vaskuler
(xilem dan floem) dan jaringan gabus (peridermis).

1) Jaringan epidermis
Jaringan yang terletak paling luar (di akar, batang, daun).
Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di
bagian dalamnya. Dimana Bentuk, ukuran, susunan dan fungsi sel
epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan.

Gambar 2. Jaringan epidermis

Ciri-ciri khas dari sel-sel epidermis adalah :


 Sel-selnya hidup, biasanya terdiri dari satu lapis sel
tunggal
 Sel-sel rapat satu sama lain membentuk bangunan
padat tanpa ruang antar sel.
 Memiliki beragam bentuk, ukuran dan susunannya
 Tidak memiliki klorofil
 Dinding sel ada yang tipis
 Mampu membentuk derivate, yaitu stomata (mulut
daun) dan trikomata (rambut-rambut)

7
2) Jaringan dasar (parenkim)

Jaringan parenkim merupakan suatu jaringan yang terbentuk dari


sel-sel hidup, dengan struktur morfologi serta fisiologi yang bervariasi dan
masih melakukan segala kegiatan proses fisiologis. Disebut sebagai
jaringan dasar karena menyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang
daun, dan buah. Letaknya diantara jaringan lain, misalnya di antara xylem
dan floem. Ciri-ciri jaringan parenkim:
 Sel-selnya hidup, berukuran besar dan tipis,
 umumnya berbentuk segi enam
 Memiliki banyak vakuola
 Letak inti sel mendekati dasar sel
 Mampu bersifat meristem
 Memiliki ruang antar sel
 Parenkim yang memliki klorofil disebut klorenkim

Berdasarkan fungsinya, parenkim dibedakan menjadi beberapa


macam:

1) Parenkim asimilasi : tempat pembuatan zat-zat makanan


melalui proses fotosintesis. Terdapat pada tumbuhan hijau.
2) Parenkim penimbun : menyimpan cadangan makanan
3) Parenkim air : menyimpan air. Contoh: tumbuhan xerofit (sel
besar, dinding tipis, vakuola besar di tengah berisi air, contoh:
kaktus).
4) Parenkim pengangkut : letaknya disekitar xilem untuk
mengangkut air dan hara, letaknya disekitar floem untuk
mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis
5) Parenkim udara (aerenkim) : menyimpan udara karena ada
ruang antar sel yang besar untuk tempat akumulasi udara.
Contoh : tumbuhan hidrofit (eceng gondok)
6) Parenkim penutup luka : memiliki kemampuan regenerasi
dengan menjadi embrional kembali. Disebut juga felogen
(kambium gabus).

8
3) Jaringan Penguat/Penyokong

Jaringan penguat penyokong adalah jaringan yang memberikan


kekuatan bagi tubuh tumbuhan agar dapat melakukan perimbangan-
perimbangan bagi pertumbuhannya. Disebut juga jaringan penguat karena
memiliki dinding sel yang tebal dan kuar serta sel-selya telah mengalami
spesialisasi. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan mekanik dibedakan
menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

Gambar 3. Perbedaan kolenkim dan sklerenkim

Ciri-ciri sel pada jaringan kolenkim antara lain:

 Sel-selnya hidup dengan protoplasma yang aktif,


 bentuk sel sedikit memanjang
 Umumnya memiliki dinding dengan penebalan tidak
teratur
 Tidak memiliki dinding sel sekunder tetapi memiliki
dinding primer yang lebih tebal daripada sel-sel parenkim
Lunak, lentur dan tidak berlignin.
 Isi sel dapat mengandung kloroplas makin sederhana
diferensiasinya makin banyak kloroplasnya, sehingga
menyerupai parenkim, juga dapat mengandung tannin.

4) Jaringan Pengangkut (Vaskuler)

Jaringan pengangkut pada tumbuhan tingkat tinggi terdiri dari


xilem dan floem. Xilem meliputi trakea dan trakeida serta unsur-unsur lain
seperti serabut dan parenkim xilem. Xilem, khususnya trakea dan trakeida
berfungsi mengangkut mineral dan air dari akar sampai daun, sedangkan
9
floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ
yang lain, yaitu batang, akar, atau umbi.
Jaringan pengangkut pada tanaman sering disebut jaringan
vaskular Disebut jaringan vascular karena sarana transportasi atau
pengangkutannya berupa pembuluh pembuluh (vasculer). Pembuluh
(vasculer) itu untuk membawa air dan larutan ke seluruh tanaman.
Daerah Floem dan xylem dipisah oleh beberapa baris sel meristem
berdinding tipis yang disebut cambium.
1) Xylem
sel xylem adalah berkas pengangkut dan trakeid yang memiliki
dinding sel tebal mengandung lignin dan merupakan
pengangkut air. Trakeid berbentuk memanjang, serupa dengan
serat tapi berdiameter lebih besar. Pada penampang melintang
berkas pengangkut tampak lebih besar dan bulat dari jaringan
xylem.
2) Floem
Floem terdiri dari unsur tapis (sel tapis dan komponen
pembuluh tapis), sel pengiring / sel pengantar, parenkim dan
serabut / serat floem. Berdasarkan asal terbentuknya terbagi
menjadi floem primer dan floem sekunder. Floem primer
berasal dari prokambium sedangkan floem sekunder berasal
dari kambium

10
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jaringan tumbuhan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang


mempunyai kemampuan totipotensi (berpotensi) untuk mengalami
perkembangan. Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem yang bersifat
embrionik (muda) dan jaringan dewasa.
Jaringan meristem adalah jaringan yang yang terus menerus
membelah. Sifatnya embrionik dan mempunyai kemampuan totipotensi yang
tinggi karena masa ini adalah masa untuk membentuk jaringan lain berupa
jaringan dewasa. Yang kemudian jaringan meristem terbagi atas dua macam
yaitu jaringan meristem primer dan sekunder.
Jaringan dewasa adalah jaringan yang memiliki kemampuan
totipotensi yang rendah, jaringan ini hanya melakukan pembelahan tetapi
tidak melakukan deferensiasi untuk membentuk jaringan lain. Jaringan ini
terbagi menjadi beberapa macam yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim,
jaringan penguat/penyokong, dan jaringan pengangkut.

11
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. http://www. cs. unsyiah. ac. id/ ~frdaus/ PenelusuranInformasi/ File-


Pdf/rJaringan%20Tumbuhan. pdf. Diakses tanggal 27 Maret 2017.

Anonim. https:// www. google. co. id/ makalah+ jaringan+ pada+ tumbuhan+
pdf&*. Diakses tanggal 27 Maret 2017.

Anonim. https:// tienmoetz.files. wordpress. Com /2011/08/


jaringan_pada_tumbuhan_- plant_tissues. pdf. Diakses tanggal 26 Maret
2017.

Fahn, A. 1995. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada


University Press.

Feby. http:// febysausanyusuf. blogspot. co. id/2014/02/ makalah- jaringan- pada


tumbuhan. html. Diakses tanggal 26 Maret 2017.

Nino. http:// ninoriadi. blogspot. co. id /2014/05/ makalah- tentang- jaringan- pada
tumbuhan. html. Diakses tanggal 25 Maret 2017.

Syamsuri, Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XI Semester 1. Jakarta:
Erlangga.

12