Anda di halaman 1dari 89

ANATOMI

DAN FISIOLOGI

A. Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia


Anatomi berasal dari bahasa yaitu ana : bagian, memisahkan tomi (tomie) : iris/
potong. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara
keseluruhan maupun bagian-bagian serta hubungan alat tubuh yang satu dengan
yang lain. Atau anatomi adalah Ilmu urai yang mempelajari susunan tubuh dan
hubungan bagian - bagiannya satu sama lain.
Fisiologi Berasal dari bahasa latin yaitu : fisi (physis) : alam/ cara kerja dan
Logos (logi) : ilmu pengetahuan. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal atau
pekerjaan dari tiap-tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat-alat tubuh dan
sebagainya. Fisiologi mempelajari fungsi atau kerja tubuh manusia dalam keadaan
normal.
Sturuktur tubuh manusia:
1. Sel (unsur dasar jaringan tubuh yang terdiri atas inti sel/ nucleus dan protoplasma)
adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan
gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh
sokongan struktur-struktur interselluler.
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel
darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-
paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain
yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun
sel.
Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel
mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
a) oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk
melepaskan energi
b) mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
c) setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya
d) hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel
tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
 Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar
yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
 Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak
dan karbohidrat.
2. Jaringan (Kumpulan sel khusus dengan bentuk & fungsi yang sama)
Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk tubuh
manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti serangga.
a. Jaringan epitel.Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan
organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang
dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
b. Jaringan pengikat.
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh.
Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
c. Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat
ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka
tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
d. Jaringan saraf.
Adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta
menerima dan meneruskan rangsangan.
3. Organ (bagian tubuh/ alat manusia dgn fungsi khusus)
a. Sistem kardiovaskular: memompa darah ke seluruh tubuh
b. Sistem pencernaan: pemrosesan makanan dengan mulut, perut, dan usus
c. Sistem endokrin: komunikasi dalam tubuh dengan hormon
d. Sistem kekebalan: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang
menyebabkan penyakit
e. Sistem integumen: kulit, rambut
f. Sistem limfatik: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran
darah
g. Sistem otot: menggerakkan tubuh
h. Sistem saraf: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan
saraf (SS. PUSAT, SS. PERIFER, SS. OTONOM)
i. Sistem reproduksi: organ seks
j. Sistem pernafasan: organ yang digunakan bernafas, paru-paru
k. Sistem rangka: sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang
l. Sistem urin: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin
4. Sistem (Susunan alat dengan fungsi tertentu)
Istilah Gerakan Anatomi

a. Fleksi dan ekstensi


Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah gerakan
untuk meluruskan. Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan. Gerakan
ayunan ke depan merupakan (ante)fleksi dan ayunan ke belakang disebut
(retro)fleksi/ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.

b. Adduksi dan abduksi


Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi
tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat di tempat
merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi
siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh).
c. Elevasi dan depresi
Elevasi merupakan gerakan mengangkat, depresi adalah gerakan menurunkan.
Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga
gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi).
d. Inversi dan eversi
Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi adalah
gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Juga perlu diketahui untuk istilah inversi
dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.

e. Supinasi dan pronasi


Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerakan
menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan pronasi hanya digunakan
untuk wilayah pergelangan tangan saja
f. Endorotasi dan eksorotasi
Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang tulang yang
bersendi (rotasi). Sedangkan eksorotasi adalah gerakan rotas ke luar.
Istilah Lokasi Anatomi :
a. Bidang anatomi adalah bidang yang melalui tubuh dalam posisi anatomi:
b. Bidang median: bidang yang membagi tepat tubuh menjadi bagian kanan dan kiri.
c. Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi dua bagian dari titik tertentu
(tidak membagi tepat dua bagian). Bidang ini sejajar dengan bidang median.
d. Bidang horizontal: bidang yang terletak melintang melalui tubuh (bidang X-Y).
Bidang ini membagi tubuh menjadi bagian atas (superior) dan bawah (inferior).
e. Bidang koronal: bidang vertikal yang melalui tubuh, letaknya tegak lurus terhadap
bidang median atau sagital. membagi tubuh menjadi bagian depan (frontal) dan
belakang (dorsal).
Arah dan bidang anatomi
a. Superior (=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala.
Contoh: Mulut terletak superior terhadap dagu.
b. Inferior (=bawah) atau kaudal: lebih dekat pada kaki.
Contoh: Pusar terletak inferior terhadap payudara.
c. Anterior (=depan): lebih dekat ke depan.
Contoh: Lambung terletak anterior terhadap limpa.
d. Posterior (=belakang): lebih dekat ke belakang.
Contoh: Jantung terletak posterior terhadap tulang rusuk.
e. Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.
Contoh: Otot kaki terletak superfisial dari tulangnya.
f. Profunda: lebih jauh dari permukaan.
Contoh: Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih profunda dari otot lengan bawah.
g. Medial (=dalam): lebih dekat ke bidang median.
Contoh: pangkal lengan terletak medial terhadap tubuh.
h. Lateral (=luar): menjauhi bidang median.
Contoh: Telinga terletak lateral terhadap mata.
i. Proksimal (=dekat): lebih dekat dengan batang tubuh atau pangkal.
Contoh: Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan.
j. Distal (=jauh): lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal.
Contoh: Pergelangan tangan terletak distal terhadap pangkal lengan.
Mekanisme homeostatik dari sistem fungsional utama
a. Istilah homeostatis dipergunkan oleh ahli fisiologi untuk menjelaskan pengaturan
kondisi-kondisi statis atau konstan dalm lingkungan dalam → semua organ dan
jaringan tubuh berfungsi untuk membantu mempertahankan kondisi-kondisi yang
tetap ini
b. Sistem ini menyebabkan timbulnya keserasian kerja sistem fungsioanl satu dengan
yang lain. Ex: paru-paru menyediakan oksigen ke dalam cairan ekstraselular untuk
secara terus-menerus menggantikan oksigen yang dipakai oleh sel

B. Sistem Kerangka Tulang Manusia


Kerangka manusia disokong oleh struktur seperti ligamen, tendon, otot, dan organ
manusia yang lain.Sejumlah 206 tulang membentuk sistem kerangka manusia
dewasa. Tulang diberi nama menurut tempatnya.Bagian sistem kerangka manusia
adalah:
1. Kerangka aksial
a. Tengkorak
b. Tulang punggung
c. Sangkar rusuk
2. Kerangka penyokong
a. Lengkungan pektoral
b. Lengkungan pelvis
c. Tulang-tulang anggota depan
d. Tulang-tulang anggota Belakang

Kerangka aksial
Kerangka manusia - tampak depan
Kerangka manusia - tampak belakang
1. Tengkorak
kerangka atau tulang tengkorak berfungsi melindungi kepala dan organ-organ dalam
kepala.
a) Bagian-bagian tengkorak ialah:
a. Kranium : untuk melindungi otak. Mempunyai 8 keping tulang yang berdiri
sendiri dan disambungkan melalui ligamentum (sendi tak bergerak).
b. Orbit : untuk melindungi kedua bola mata.
c. Tulang hidung : Berfungsi untuk menyokong jaringan hidung yang lembut.
d. Tulang telinga : Berfungsi untuk melindungi bagian dalam telinga.
e. Rahang atas (atau maksila) : Berfungsi menyokong barisan gigi atas.
f) Rahang bawah (atau mandibula) : Berfungsi menyokong barisan gigi
bawah. Rahang yang dapat bergerak, yaitu untuk menguyah makanan dan
sebagainya.
g) Foramen magnum : Berfungsi untuk menyambung tengkorak dengan
tulang belakang.
2. Tulang punggung
Tulang-tulang belakang terdiri dari 33 ruas tulang bersendi. Pada setiap
ujungnya terbentuk suatu turus yang dapat luntur.Kolumna vertebralis berfungsi untuk
melindungi medula spinalis yang terletak di bagian tengahnya. Di antara tulang
vertebra, terdapat cakera rawan yang bertindak meredam hentakan (daya) dan
mengurangi pergeseran saat bergerak.
Bagian kolumna vertebralis ialah:
a. 7 vertebra servikalis - Bagian leher
b. 12 vertebra torakalis - Bagian dada
c. 5 vertebra lumbalis - Bagian pinggang
d. 5 vertebra sakrum - Bagian punggung
e. 4 vertebra koksigealis- Bagian ujung tulang belakang
Bagian-bagian tulang belakang
a. Sentrum : Bersifat pejal dan tegar, memberi sokongan, melawan daya
mampatan
b. Arkus : merupakan lengkuk saraf, terletak pada bagian dorsal sentrum,
melindungi medula spinalis
c. Foramen vertebrale : merupakan saluran rongga kosong, berfungsi sebagai
tempat bagi medula spinalis
d. Zigapofisis : merupakan muka sendi antara 2 vertebra,prezigapofisis mengarah
ke atas, postzigapofisis mengarah ke bawah.
e. Cuaran spina : Berfungsi untuk melekatkan otot
f. Cuaran melintang : Berfungsi untuk melekatkan otot
3. Sangkar rusuk
Sangkar rusuk berfungsi untuk melindungi jantung dan paru.Tulang-tulang yang
membentuk sangkar rusuk ialah:
a. 12 pasang tulang rusuk bersendi dengan vertebra torakalis dan melengkung ke
hadapan.
b. 7 pasang tulang rusuk bersendi dengan tulang dada secara berkelanjutan.
c. 3 pasang yang lain dihubungkan secara tidak langsung dengan tulang rawan.
d. 3 pasang tulang rusuk terakhir tergantung bebas dan tidak dihubungkan kepada
sternum.
3. Kerangka penyangga
Kerangka penyangga bersendi dengan rangka aksial pada bagian bahu dan
punggung.

4. Lengkungan pektoralis
Terdiri daripada 2 tulang yaitu:

a. Tulang selangka
o Berbentuk batang dan melengkung sedikit.
o Bersendi dengan manubrium sterni pada satu ujung dan akromion pada
ujung yang lain.
o Berfungsi untuk mengalirkan daya dari lengan ke badan manusia.
b. Tulang belikat
o Berbentuk sekeping tulang pipih yang berupa segitiga.
o Membentuk tonjolan akromion dan korakoid yang merupakan
perpanjangan spina skapulae.
o Kavitas glenoidalis (bagian tulang belikat) bersendi dengan kepala
tulang lengan atas bagian depan.
6. Lengkungan pelvis
Terdiri dari 2 tulang kiri dan kanan yang simetris. Tulang-tulang pada kedua bagian ini
berikatan antara satu sama lain di simfisis pubis pada bahagian ventral.Lengkungan
ini terbagi atas:
a. Ilium yang bersendi dengan tulang kelangka.
b. Iskium (atau tulang pelana)
c. Pubis (atau tulang ari-ari)

C. Sistem Kerangka Otot Manusia


Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fungsi seperti untuk alat gerak,
menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot
jantung dan otot rangka. Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan
tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan
khusus yaitu :

1. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek


2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan
yang ditimbulkan saat kontraksi
3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah
berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan
relaksasi.
Jenis-jenis otot :
1. otot lurik
a) Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter
b) Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki
inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir
c) Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan
cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan
d) Struktur anatomi dari otot rangka
2. Otot Polos
a) Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter
b) Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan
inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah.
c) Kontraksi : tidak menurut kehendak atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan
lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.
3. otot jantung
a) Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter
b) struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya
garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah
c) Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah
D. Sistem Peredaran Darah Manusia
1. Cairan Darah (Plasma Darah)
Terdiri dar i: air (90 - 92) %zat-zat terlarut (sari makanan, garam mineral, enzim,
hormon, zat-zat sisa, protein plasma, serum plasma)
Protein plasma terdiri dari :
a) Albumin : Berfungsi untuk menjaga tekanan osmosis darah
b) Globulin : Berfungsi untuk membentuk protrombin dan antibodi (serum darah)
c) Fibrinogen : Berfungsi untuk membekukan darah
2. Serum darah: Serum darah dibangun oleh senyawa globulin, terdiri dari:
a. Aglutinin : Berfungsi untuk menggumpalkan protein asing (antigen = aglutinogen)
b. Presipitin : Berfungsi untuk mengendapkan antigen
c. Antitoksi : Berfungsi untuk menghancurkan atau memecahkan antigen
d. Opsonin : Berfungsi untuk menggiatkan sifat fagosit dari leukosit

Golongan darah
Golongan darah ditemukan oleh ahli Imunologi Dr. landsteiner dan Donath.
Golongan darah manusia dikelompokkan atas 4 macam (dikenal dengan sistem ABO)
berdasarkan perbedaan antigen (aglutinogen) dan antibodi (aglutinin), yaitu:
1. Golongan darah A
Dalam eritrosit mengandung aglutinogen A dan dalam plasma mengandung aglutinin
b
2. Golongan darah B
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen B dan dalam plasma terkandung aglutinin a
3. Golongan darah AB
Dalam eritrosit terkandung aglutinogen A dan B, dalam plasma tidak terkandung
agglutinin
4. Golongan darah O
Dalam eritrosit tidak terkandung aglutinogen, dalam plasma terkandung aglutinin a
dan b
Peredaran darah
Cairan tubuh diedarkan melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe.
Alat-alat peredaran Darah terdiri dari:
1. jantung (heart/cor)
2. Pembuluh darah (pembuluh darah vena /pembuluh darah balik dan pembuluh darah
arteri / pembuluh darah nadi.
3. kapiler-kapiler / pembuluh darah halus : (arteriole dan venule)
a. JANTUNG

1. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu : Perikardium, merupakan selaput pembungkus


jantung, Miokardium: otot jantung, dan Endokardium : selaput yang membatasi
ruangan jantung
2. Ruangan jantung : Jantung mempunyai 4 ruangan jantung yaitu :
a) 2 serambi (atrium) yaitu atrium sinister / kiri dan atrium dekster / kanan
b) 2 bilik (ventrikel) yaitu vebtrikel sinister / kiri dan ventrikel dekster / kanan. Dinding
bilik (ventrikel) jantung lebih tebal dibandingkan dengan dinding serambi (atrium).
Dinding bilik kiri lebih tebal dibandingkan dinding bilik kanan
c) 3. Klep jantung
Antara ruang jantung dihubungkan oleh klep atau katub jantunh seperti:
1. valvula trikuspidalis = klep jantung berdaun tiga yang terletak antara atrium kanan
dengan ventrikel kanan.
2. Valvula bicuspidalis = klep jantung berdaun dua, terletak antara atrium kiri dengan
ventrikel kiri
3. syaraf jantung : Nodus S.A ( Nodus bang menjadi serabut purkinje
sinus arterio) disebut juga nodus keith - flack, merupakan serabut-serabut saraf yang
terdapat pada dinding atrium kanan dekat muaravena cava superior dan vena cava
inferior. Serabut saraf ini merupakan cabang dari sistem syaraf tak sadar dan juga
dipengaruhi saraf vagus (saraf ke- 10) Nodus A.V (Nodus atrium ventrikel) disebut
juga simpul tawara, terdapat pada perbatasan antara serambi (atrium) dan bilik
(ventrikel)
Berkas His, terdapat pada sekat antar bilik yang bercabang-cabang menjadi serabut
purkinje mekanisme aliran rangsang sehingga jantung berdenyut adalah :
stimulus –> Nodus S. A —> Berkas His —> Serabut purkinje —> Kontraksi bilik
(ventrikel)
4. Tekanan/denyut jantung
Berkaitan dengan menguncup dan mengembangnya jantung , dikenal 2 macam
tekanan darah yaitu:
a. Sistole : Peristiwa menguncupnya bilik dan darah keluar dari jantung (jantung
kontraksi). Pada orang normal tekanan nya sekitar 120 mm Hg
b. Diastole arah : Peristiwa mengembangnya bilik jantung dan darah masuk ke jantung
(jantung relaksasi), pada orang normal tekanannya sekitar 80 mm Hg
Alat untuk mengukur tekanan darah disebut Sphigmomanometer
b. Pembuluh darah
Macam-macam pembuluh darah:
1. Arteri (pembuluh darah nadi), yaitu pembuluh darah yang membawa darah keluar
dari jantung. Terdiri dari:
a) Arteri pulmonalis : Merupakan pembuluh nadi yang membawa darah menuju paru-
paru
b) Aorta : Merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah menuju seluruh
tubuh
Pada pangkal batang nadi terdapat klep berbentuk bulan sabit (Valvula semilunaris)
yang berfungsi untuk menjaga aliran darah agar tetap searah.
2.Vena (pembuluh darah balik) yaitu pembuluh darah yang membawa darah menuju ke
jantung.
3.Vena Pulmonalis : yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari paru-paru menuju
ke jantung
4.Vena cava inferior : pembuluh darah yang membawa darah dari bagian bawah tubuh
menuju jantung.
5.Vena cava superior : Yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari bagian atas
tubuh menuju ke jantung
6.Pembuluh darah kapiler : Pembuluh darah halus, yang langsung berhubungan dengan
jaringan tubuh. Pada pembuluh darah kapiler terdapat hubungan antara pembuluh
darah arteri dengan pembuluh darah vena. Pembuluh darah kapiler tersusun atas satu
lapis sel pipih satu lapisan.
Pertukaran material dalam pembuluh darah kapiler ke sel terjadi melalui mekanisme
difusi,
dan sistem transport aktif. Aliran darah dalam kapiler lebih lambat sehingga
memungkinkan proses pertukaran menjadi lebih efektif
a. Venule
b. Pembuluh darah kapiler dari vena
c. Arteriole
d. Pembuluh darah kapiler dari arteri
-Peredarah darah tertutup : Peredaran darah yang terjadi dimana darah mengalir
hanya melalui pembuluh darah, tanpa pernah langsung menembus sel-sel atau
jaringan tubuh.
-Peredaran darah ganda : Sistem peredaran darah manusia disebut sistem peredaran
darah ganda, sebab sekali darah berdar melintasi jantung sebanyak dua kali.

E. Sistem Pencernaan Makanan


Pengertian: Pencernaan Manusia adalah suatu proses perombakan bahan
makanan yang masuk ke dalam tubuh (secara mekanik maupun secara kimiawi) yang
dilakukan oleh organ - organ pencernaan untuk mendapatkan zat - zat yang
bermanfaat di dalamnya.
1. Pencernaan secara mekanik : suatu proses perombakan bahan makanan yang
masuk ke dalam tubuh dari yang berukuran besar menjadi berukuran kecil yang
dilakukan oleh organ - organ pencernaan.
2. Pencernaan secara kimiawi : suatu proses perombakan bahan makanan yang
masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh enzim - enzim pencernaan.
3. Enzim : zat -zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan untuk
membantu proses pencernaan makanan
Bahan Makanan
1. Protein : zat pembangun , terdiri atas protein hewani dan protein nabati
2. Karbohidrat : sumber energi
3. Lemak : sumber energi , terdiri atas lemak hewani dan lemak nabati
ketiga zat diatas harus melalui proses pencernaan dahulu untuk dapat diserap oleh
tubuh.
1. Vitamin : zat pelindung dan pengatur yang terdiri atas , yaitu larut dalam air
(vitamin B dan C) dan larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K)
2. Air : merupakan komponen terbesar penyusun tubuh (zat pelarut universal).
Sekitar 60% dari berat tubuh manusia adalah air
3. Mineral : zat pelindung dan pengatur yang terdiri atas , yaitu mineral makro dan
mikro
Uji Bahan Makanan
1. Uji Protein :
a) menggunakan larutan biuret
b) ditambahkan setetes demi setetes pada bahan makanan yang telah digerus dan
dilarutkan oleh air
c) hasil positif apabila larutan berwarna ungu
2. Uji Zat Gula :
a) menggunakan larutan fehling A dan fehling B (benedict)
b) ditambahkan langsung pada bahan makanan yang telah digerus dan dilarutkan air
lalu dipanaskan
c) hasil positif terdapat endapam berwarna merah bata
3. Uji Lemak :
a) menggunakan kertas minyak
b) hasil positif apabila kertas minyak terlihat ternoda.
Organ Pencernaan
1. Rongga mulut :
a) Gigi
b) Lidah
c) Kelenjar air liur (saliva)
F. Sistem Pernafasan Manusia

Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan


membuang karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu
terjadinyapertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi
didalam paru-paru “pernapasan luar”. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran
antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. Pernapasan Dalam yang merupakan
pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
1. PENGAMBILAN NAFAS
Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara
dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :
a. Respirasi / Pernapasan Dada
: Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut Tulang rusuk terangkat ke
atasRongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil
sehingga udara masuk ke dalam badan
b. Respirasi/Pernapasan Perut Ototdifragma pada perut mengalami kontraksi
: Diafragma datar Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan
udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :

1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---> H2CO3 ---> H2 + CO2

2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---> HbO2

3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---> Hb + O2

4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---> H2 + CO2

SALURAN PERNAPASA
1. Nares anterior
Adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung, dimana saluran itu bermuara ke
vestibulum (rongga) hidung.
Vestibulum ini dilapisi dengan epitelium bergaris yang bersambung dengan kulit.
Lapisan nares anterior memuat sejumlah kelenjar sebaseus yang ditutupi oleh
bulu kasar.
Kelenjar-kelenjar ini bermuara ke dalam rongga hidung.

2. Rongga Hidung
Dilapisi dengan epitelium silinder dan sel spitel berambut yang mengandung sel
cangkir atau sel lendir sehingga permukaan nares basah dan berlendir.
Selaput lendir ini kaya akan pembuluh darah, yang bersambung dengan lapisan
farinx dan dengan semua sinus yang mempunyai lubang masuk dalam rongga hidung.
Sewaktu udara melalui hidung, udara di saring oleh bulu-bulu (vestibulum) dan
karena kontak dengan permukaan lendir yang dilaluinya membuat udara menjadi
hangat. Penguapan air dari permukaan selaput lendir menyebabkan kondisi rongga
hidung lembab. Hidung menghubungkan lubang-lubang sinus udara para nasalis yang
masuk kedalam rongga hidung dan lubang naso-lakrimal yang menyalurkan air mata
(bawah rongga nasalis)
3. Farinx (tekak)
: pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan
usofagus. Terletak dibelakang hidung (naso-farinx), dibelakang mulut (oro-farinx) dan
di belakang larinx (farinx-laringeal)
4. Larinx (tenggorokan)
:Terletak didepan bagian terendah farinx, memisahkannya dari kolumna vertbra
servikalis dan masuk ke dalam trakhea di bawahnya.
Terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersamaan oleh ligamen dan
membran.
Yang terbesar diantaranya tulang rawan tiroid depannya terdapat benjolan
subkutaneus (jakun).
Tulang rawan krikoid terletak dibawah tiroid berbentuk lingkaran lengkap
Tulang rawan lainnya ialah kedua tulang krawan aritenoid (belakang krikoid),
tulang rawan kuneiform dan kornikulata.
Epiglottis berupa katup tulang rawan, membantu menutup larinx sewaktu
menelan. Larinx dilapisi selaput lendir yang sama seperti yang terdapat didalam
trakea, kecuali pita suara dan bagian epiglottis. Pita suara terletak di dalam larinx (T.R.
tiroid sampai T.R. aritenoid).
Gerakan pada T.R. aritenoid otot laringeal pita suara ditegangkan atau
dikendorkan udara melalui glottis suara dihasilkan. Tulang rawan pada larinx
mengatur suara dan menutup lubang atas sewaktu menelan. Trakhea (Batang
tenggorok). Trakea adalah tuba yang memiliki diameter sekitar 20-25 mm dan panjang
sekitar 9 cm. Trakea terletak dari laring ke bronkus utama yang merupakan jalan
masuk udara menuju paru-paru.
Tersusun oleh jaringan otot, tulang rawan (agar trakea tetap terbuka), serta
selaput lendir (epitelium bersilia). Silia bergerak atas kearah larinx menyebabkan debu
dan butiran halus lainnya yang masuk dalam pernapasan dapat dikeluarkan. Di dalam
rongga dada, trakea bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam
paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat
kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut
gelembung paru-paru (alveolus).
5. Paru-paru
: Jaringan paru elastik, berpori dan seperti spons. Paru-paru terletak di dalam rongga
dada. Berbentuk kerucut dan terdiri ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-
paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga lobus (belahan) yang disebabkan oleh fisura
yaitu lobus atas, tengah dan bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua lobus
yaitu lobus atas dan bawah.
Setiap lobus tersusun atas lobula. Pipa kecil bronkhial masuk kedalam setiap
lobula yang berakhir menjadi kantong udara paru-paru (alveolus). Alveolus dalam
paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan
seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh.
Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah dan pertukaran gas terjadi.
Pembuluh darah dalam paru-paru.
Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari
ventrikel kanan jantung ke paru-paru saluran bronkhial arteriola kapiler dinding
alveoli difusi pertukaran gas kapiler paru-paru bersatu pembuluh darah lebih besar
vena pulmonaris meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium
jantung kiri aorta seluruh tubuh.arteri bronkhialis membawa darah yang kaya
oksigen dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makanan dan mengantarkan
oksigen kedalam jaringan paru-paru.
Arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari
ventrikel kanan jantung ke paru-paru saluran bronkhial arteriola kapiler dinding
alveoli difusi pertukaran gas kapiler paru-paru bersatu pembuluh darah lebih besar
vena pulmonaris meninggalkan paru-paru membawa darah berisi oksigen ke atrium
jantung kiri aorta seluruh tubuh.Arteri bronkhialis membawa darah yang kaya
oksigen dari aorta torasika ke paru-paru guna memberi makanan dan mengantarkan
oksigen kedalam jaringan paru-paru.
Karbondioksida hasil buang metabolisme menembus membran alveoler-kapiler
dari kapiler darah ke alveoli, pipa bronkhial dan trakea keluar melalui mulut dan
hidung.
Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner (pernapasan
external) :
1. Ventilasi pulmorter atau gerak pernapsan yang menukar udara dalam alveoli
dengan udara luar
2. Arus darah melalui paru-paru

3. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga jumlah tepat dari
setiapnya dapat mencapai semua bagian tubuh.
4. Difusi gas yang menembus membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih
mudah berdifusi daripada O2.
Pernapasan jaringan atau pernapasan internal.
Darah yang telah menjenuhkan hemoglobin dengan oksigen (oksihemoglobin)
mengintari tubuh kapiler oksigen dilepaskan kedalam jaringan dan sebgai gantinya
darah akan berikatan dengan karbondioksida sebagai hasil buangan oksigen.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa
disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang
dewasa lebih kurang 500 ml Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi
biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.Udara yang
dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih
kurang 1500 ml.
Kecepatan dan pengendalian pernapasan
Mekanisme pernapasan diatur dan dikendalikan oleh dua faktor utama :
1. Pengendalian oleh saraf
: Pusat pernapasan ialah pusat otomatik dalam medula oblongata yang mengeluarkan
impuls eferen ke otot pernafasan.
impuls → radix saraf servikalis impuls saraf frenikus diafragma
bagian yang lebih rendah pada sumsum belakang saraf interkostalis otot interkostalis
→ kontraksi ritmik. Otot diafragma (kira-kira lima belas kali setiap hari).
2. Pengendalian saraf kimiawi
: faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekwensi, kecepatan dan
dalamnya gerakan pernafasan. Pusat pernapasan didalam sumsum sangat peka
pada reaksi kadar alkali darah.
Karbondioksida adalah produk asam dari metabolisme, dan bahan kimia yang
asam ini merangsang pusatpernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang
bekerja atas otot pernafasan.
3. Emosi, rasa sakit dan takut
4. Impuls aferen
5. Pengendalian secara sadar.
Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan
membuang karbondioksida ke lingkungan. Pernapasan adalah proses ganda yaitu
terjadinyapertukaran gas di dalam jaringan atau “pernapasan dalam” dan yang terjadi
didalam paru-paru “pernapasan luar”. Pernapasan Luar yang merupakan pertukaran
antara O2 dan CO2 antara darah dan udara. Pernapasan Dalam yang merupakan
pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
G. Metabolisme dan Klasifikasi Bahan Makanan
Metabolisme
: Perubahan kimiawi yg terjadi dlm tubuh utk pelaksanaan berbagai fungsi
vitalnya.Setiap sel terdiri dari protoplasma yg mempunyai kemampuan utk mengambil
oksigen & keperluan lainnya disamping itu menyisihkan bahan tertentu sbg bahan
buangan termasuk karbohidrat. Kecepatan Metabolisme.
: Basal metabolisme merupakan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dalam
keadaan istirahat fisik & mental dalam hal ini oksigen diperlukan sedikit karena
jaringan bekerja paling sedikit.kecepatannya diukur pada orang istirahat,sebelum
makan,sebelum minum &malam hari.
FAKTOR YG MEMPENGARUHI KECEPATAN METABOLISME :
1. Ukuran tubuh
2. Umur
3. Jenis kelamin
4. Iklim
5. Jenis pekerjaan.
6. Ketegangan saraf juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi pernafasan
& kerja jantung.
7. Kalori di dalam tubuh digunakan untuk menghindari berat badan,mempertahankan
suhu tubuh dan membiarkan persedian untuk aktifitas fungsional semua sel
jaringan,kelenjar & organ.
PROSES METABOLISME
Metabolisme hidratarang
Sebagai hasil dari pencernaan dan absorpsi gula dan zat tepung yang ada dalam
darah berupa glukosa ,jumlah gula dalam darah normal 100 mg glukosa dalam 1 cm
darah. Amilase mengubah semua zat tepung menjadi maltosa.
ABSORPSI
Didalam jaringan terjadi oksidasi karbohidrat untuk menyediakan
Panas dan energi. Kelebihannya disimpan sebagai lemak, dan penambahan berat
badan.
METABOLISME LEMAK
Lemak yg tidak segera diperlukan setelah absorpsi disimpan organ tubuh dalam
jaringan adiposa. Bila lemak telah dimetabolisme dihati maka akan terdapat ampas
berupa zat keton yang hanya terbatas dapat digunakan, kalau banyak dihasilkan dihati
maka akan mnjadi kalori dalam darah, hal ini terjadi waktu kelaparan. Pencernaan
lipase lambung menghasilkan sedikit hidrolisa lemak, lipase pankreas dan lipase usus
memecah lemak menjadi gliserin dan asam lemak. Absorpsi gliserin dan asam lemak
oleh lacteal disalurkan ke duktus masuk kealiran darah kemudian dialirkan kesetiap
jaringan tubuh.
Produksi buangan hasil pembakaran lemak dlm jaringan dieksresikan oleh ;
a. Paru paru dlm bentuk air dan karbondioksida.
b. Kulit dlm bentuk keringat.
c. Ginjal slm bentuk air seni.
d. Jalan pencernaan dlm bentuk feses.
METABOLISME PROTEIN.
: Sejumlah besar asam amino dibentuk sebagai hasil pemecahan protein bila
kelebihan protein maka kelebihan asam amino pada metabolism dalam hati untuk
mengeluarkan nitrogen. Hanya karbon, hydrogen dan oksigen dapat digunakan untuk
memproduksi panas dan energy.
Proses pencernaan metabolisme protein meliputi :
a. Dalam lambung, pepsin dan asam lambung (HCL) mengubah protein menjadi
pepton, renin menghasilkan kasein dari kasinogen dan pepsin HCL(asam lambung)
mengubah kasein mnjadi pepton.
b. Dalam usus tripsin memecah protein dan pepton mnjadi polipeptida eripsin
polipeptida mnjadi asam amino.Sel tubuh memisahkan asam amino yang khusus
setiap sel unttk perbaikan dan pertumbuhan.
Pengendalian metabolisme.
Mekanisme pengendalian berfungsi untuk memastikan bahwa setiap sel tidak hanya
berfungsi sebagai unit saja melainkan juga sbg bagian dari sebuah organisasi tubuh.
Dua pengemdalian yg penting :
a. SISTEM PERSARAFAN PUSAT TAK SADAR
apa bila sekelompok otot tidak dipersarafi maka akan terlihat kelumpuhan pada anak
anak otot dan berhenti berfungsi akibatnya pertumbuhan terhambat.
b. ORGAN ENDOKRIN
menghasilkan zat yang bersifat kimiawi yang memelihara kesehatan tubuh dan
menimbulkan aktivitas metabolisme berkurang.sebaiknya sekresi diperbesar
metabolisme berjalan dengan kecepatan tinggi.
CARA MEMPERTAHANKAN SUHU TUBUH
Suhu normal dipertahankan dengan imbangan yang tepat antara panas yang
dihasilkan dan panas yang dihilangkan,hal ini dikendalikan oleh pusat pengatur panas
dalam nipotalamus yang sangat peka trhdp suhu dari darah. Panas dihasilkan oleh
aktivitas metabolic dalam otot, tulang dan hati untuk mempertahankan produksi panas
yang normal diperlukan jumlah bahan bakar yang tepat.
Panas berlebihan bisa disebabkan oleh kombinasi suhu luar kegiatan fisik dan
keringat. Pelepasan panas dirangsang oleh vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah
pada kulit akibat pengeluaran keringat. Suhu turun terjadi karena vasokontriksi
berlangsung lama.
KLASIFIKASI BAHAN MAKANAN
Klasifikasi bahan makanan terdiri dari;
PROTEIN
: kelompok makanan yg mengandung nidrogen,berguna utk pertumbuhan,perbaikan
dan pertumbuhan baru.

Jenis protein terdiri dari :


a. Protein kelas A semua protein hewani
a) Miosin dlm daging ikan.
b) Albumin dlm putih telur dari susu dan darah dlm daging.
c) Kasinogen trdpt dlm susu apabila dibekukan dan dlm keju.
d) Globulin sejenia globulin darah.
e) Vitelin zat mirip globulin trdpt dlm kuning telur.
b. Protein kelas B protein nabati berasal dari tumbuh-tumbuhan :
a) Glutein protein dari gandum dan sejenianya.
b) Ligumen sejenis kacang-kacangan (buncis,kacang polong dan kedele).
2. HIDRAT ARANG (KARBOHIDRAT)
: Kelompok ini menyediakan panas dan energy untuk tubuh, karbon dan oksigen
membentuk karbon dioksida yg menghasilkan energi.
Jenis zat karbohidrat, terdiri atas;
a. Zat tepung :
a) Butir-butir gandum, jagung, terigu, beras dan sagu.
b) Akar umbi-umbian misalnya kentang.
c) Selulosa jenis tepung yang dijumpai daalm batang dan tangkai tanaman misalnya
sagu.
d) Glikogen : zat tepung yang berasal dari hewani, terdapat dalam otot dan hati.
b. Zat gula :
a) Sakarosa,gula tebu dan gula umbi-umbian
b) Maltosa,yg terbentuk krn hidrolisa zat tepung.
c) Dekstrosa : glukosa, gula buah-buahan dan madu.
KELOMPOK KARBOHIDRAT, terdiri dari;
a) Monosakarida,sakarida tunggal misalnya fruktosa dan galaktosa.
b) Disakarida,sakarida rangkap dua misalnya sukrosa,maltose dan laktosa.
c) Polisakarida ialah karbohidrat seperti tepung dan selulosa.
d) Glikogen merupakan hasil perubahan larutan sakarida tunggal dlm tubuh yg menjadi
zat tepung hewani dan merupakan bentuk karbohidrat yg dpt disimpan dlm hati dan
otot saat diperlukan dan dlm keadaan tertentu glikogen hati dpt diubah kembali mnjadi
monosakarida biasa.

3. LEMAK
Diambil dari sumber hewani dan nabati, lemak terdiri dari karbon, hydrogen dan
oksigen. Contoh : lemak hewani, susu, mentega, keju dan kuning telur. Guna lemak
dalam tubuh sama dengan karbohidrat menghasilkan panas dan energi. Lemak dan
karbohidrat merupakan makanan yg mnjadi sumber bahan bakar.
4. AIR
Air sngt penting bagi kesehatan, dua pertiga dari berat tubuh terdiri dari air. Air
merupakan bagian yang besar dari jaringan yang berfungsi untuk melarutkan berbagai
zat, membantu perubahan kimiawi dlm zat pencernaan. Sejumlah air dalam tubuh juga
diperoleh dari hasil oksidasi makanan.
Tiap hari air diterima. Dikeluarkan.
Dari air minum Sebagai urin 1.500 ml
Air dlm makanan Melalui kulit 500 ml
Proses oksidasi Melalui pernafasan 400 ml
Dalam feses 200 ml
Keseimbangan air dalam tubuh, harus dipertahankan supaya yang masuk dan keluar
dibuat seimbang pada beberapa penyakit;
a) Diabetes melitus urin lbh banyak keluar sehingga orgnya akan mnjadi haus dan
banyak minum.
b) Edema,kelebihan air yg diterima sedangkan pengurangan berkurang.
c) Dehidrasi,pengeluaran cairan lbh banyak sedangkan pemasukan berkurang.
5. GARAM-GARAM
Garam kalsium,disediakan oleh susu, keju, kuning telur dan sayuran khusus kol dan
wortel, bahan ini diperlukan oleh semua jaringan dibawa oleh darah dan
penggunaannya oleh sekresi paratiroid diperlukan untuk pembentukan tulang gigi dan
untuk pembekuan darah.
a. Garam belerang, disediakan oleh semua bahan protein yg penting untuk kesehatan
setiap jaringan.
b. Garam zat besi, terdapat dalam daging, telur, keju, roti dan sayuran hijau, ini
diperlukan untuk pembentukan hemoglobin dan mengikat oksigen
mendistribusikannya keseluruh tubuh, kekurangannya menimbulkan anemi
kekurangan zat besi.
c. Garam natrium klorida terdapat dalam sebagian makanan dan garam dapur natrium
klorida.
d. Garam kalium, terdapat hampir semua makanan yang mengandung protein,garam
ini sangat banyak dijumpai dlm cairan jaringan instraseluler.
e. Garam fosfor, terdpt dalam susu, kuning telur, telur ikan dan sayuran berwarna
hijau, terdapat disetiap jaringan tubuh penting untuk energy otot dan energi saraf serta
membuat susunan yang tepat bagi jaringan keras seperti tulang dan gigi.
f. Garam yodium, terdapat dalam bahan hasil laut dan tumbuh-tumbuhan dekat laut,
yodium dalam tubuh mengatur keseimbangan metabolisme yang dirangsang oleh
sekresi kelenjar tiroid.
6. VITAMIN
: unsur penting u/ hidup,kesehatan dan pertumbuhan diperlukan u/ metabolisme
tubuh.
Vitamin ini diklasifikasikan menurut daya larutnya :
a. Vitamin yg larut dlm lemak
b. Vitamin yg larut dlm air.Umumnya vitamin diserap dlm usus halus.
c. Vitamin yg larut dlm lemak,mencakup vitamin A,D,E dan K.
Secara umum klasifikasi bahan pangan dibedakan menjadi 3.

 Bahan pangan nabati yang diklasifikasikan berdasarkan sifat fisik nya


 Bahan pangan nabati yang diklasifikasikan berdasarkan sifat biologi nya
 Bahan pangan nabati yang diklasifikasikan berdasarkan sifat kimia nya

Klasifikasi bahan pangan nabati berdasarkan sifat fisiknya:

1. Bahan pangan yang bertekstur lunak, misalnya sayuran dan beberapa jenis
buah-buahan.
2. Bahan pangan yang bertekstur keras, misalnya berbagai jenis umbi-umbian,
bahan-bahan asal batang, beberapa jenis buah-buahan (apel, pir, jambu biji
etc).

3. Bahan pangan yang bertekstur ulet, misalnya bahan-bahan yang berasal dari
batang atau akar. Bahan-bahan pangan seperti ini biasanya banyak
mengandung serat kasar.

4. Bahan pangan yang bertekstur rapuh, misalnya bahan baku olahan yang
sudah dikeringkan seperti gaplek.

5. Bahan pangan yang bertekstur kenyal, lentur dan elastik, misalnya beberapa
jenis buah-buahan tertentu.

Klasifikasi bahan pangan nabati berdasarkan sifat kimia nya :

1. Bahan pangan nabati berprotein tinggi, misalnya biji-bijian dan kacang-


kacangan.

2. Bahan pangan nabati sumber karbohidrat, contohnya serealia, umbi-umbian.


Bahan pangan sumber karbohidrat masih dibedakan menjadi 3 golongan:

3. Bahan pangan nabati sumber lemak, contohnya kelapa sawit, avocado


4. Bahan pangan nabati sumber mineral, contoh; sayuran hijau dan buah-buahan.
5. Bahan pangan nabati sumber vitamin. comtoh; sayuran dan buah-buahan
6. Bahan pangan nabati yang mengandung banyak air, contoh; tomat, semangkah,
jeruk.
7. Bahan pangan nabati yang menandung racun, contoh: umbi gadung (HCN), koro
benguk (HCN dan asam fitat), biji kecipir, jengkol, kluwak dll.
H. Sistem Endokrim
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan
dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-
kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.

a. Kelenjar endokrin (endocrineglarul) terdiri dari (1) kelenjar hipofise atau pituitari
(hypophysisor pituitary glanrl) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak;
(2) kelenjar tiroid (thyroidglanrl) atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian
depan; (3) kelenjar paratiroid (parathyroidglanrl) dekat kelenjar tiroid; (4) kelenjar
suprarenal (suprarenalglanrl) yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau
Langerhans (islets oflangerhans) di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar
kelamin (gonarl) laki di testis dan indung telur pada wanita. Placenta dapat juga
dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormon.
b. Kelenjar hipofise berukuran tidak lebih besar dari kacang tanah terletak terlindung di
dasar tengkorak. Kelenjar ini terbagi atas 2 bagian, bagian depan dan bagian
belakang. Bagian belakang merupakan kelanjutan dari hiPotalamus (bagian dari
otak). Kelenjar ini menghasilkan hormon pertumbuhan (growth hormone), hormon
perangsang tiroid (TSH), perangsang gonad (FSH), dan lain-lain.
c. Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok berbentuk mirip kupu-kupu yang menempel di
bagian depan batang tenggorok (trachea). Kelenjar ini ikut naik turun pada waktu
menelan. Pembesaran kelenjar tiroid disebut goiter atau struma. Pembesaran ini
dapat disebabkan oleh kebanyakan produksi hormone atau karena kekurangan
iodium hingga produksi hormon berkurang, dan pada kasus lain karena tumor.
Produksi hormon yang berlebihan dapat menyebabkan gejala jantung berdebar, yang
bila berlarut-Iarut akan melemahkan jantung, banyak keringat dan berat badan turun,
serta mata menonjol seperti ikan koki. Pembesaran tiroid yang aktif disebut hot nodule
dan yang tidak aktif disebut cold nodule.
d. Kelenjar paratiroid menghasilkan parathormon yang turut mengatur kadar calcium
darah. Kelenjar ini berukuran sebesar beras, beIjumlah 4, terletak di sudut-sudut
kelenjar tiroid, karena itu kadang-kadang ikut terpotong pada operasi tiroid. Jika itu
terjadi, bagi yang bersangkutan tidak terlalu menjadi masalah jika masih ada 1-2
kelenjar yang tertinggal. Tanpa kelenjar ini yang bersangkutan akan mengalami
kejang otot karena gangguan kadar calcium darah.
e. Kelenjar suprarenal, bagian pinggir (cortex) dan tengah (medulla). Bagian
cortexmenghasilkan hormon pengatur keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
(adrenocorticotrophichormone, ACTH) dan vital untuk kehidupan. Bagian medulla
menghasilkan adrenalin dan juga merupakan bagian dari sistem simpatis. Kelenjar
suprarenal juga menghasilkan sex-hormone dalarn jumlah sedikit.
f. Kelenjar pancreas melalui pulau-pulau langerhans yang tersebar di dalamnya
menghasilkan honnon insulin dan glucagon. Kedua hormon ini mengatur kadar dan
penggunaan glukosa dalarn darah. Gangguan produksi honnon insulin
mengakibatkan terjadinya penyakit diabetes mellitus

I. Sistem Urinaria
: Suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan darah sehingga dara bebas dari
zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih
dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang dipergunakan oleh tubuh larutan dalam air dan
dikeluarkan berupa urine (air kemih).
Sistem urinaria terdiri atas :
a. Ginjal, yang mengeluarkan sekret urine.
b. Ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kencing.
c. Kandung kencing, yang bekerja sebagai penampung.
d. Uretra, yang menyalurkan urine dari kandung kencing.
1. Ginjal
: Suatu kelenjar yang terletak di bagian belakang kavum abdominalis di belakang
peritoneum pada kedua sisi vertebra lumbalis III, melekat langsung pada dinding
belakang abdomen. Bentuk ginjal seperti biji kacang, jumlahnya ada dua buah kiri dan
kanan, ginjal kiri lebih besar dari ginjal kanan dan pada umumnya ginjal laki-laki lebih
panjang dari ginjal wanita.
Fungsi ginjal:
1. Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun.
2. Mempertahankan suasana keseimbangan cairan
3. Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh.
4. Mempertimbangkan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh.
5. Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari ureum protein
Uji fungsi ginjal terdiri dari :
1. Uji protein (albumin). Bila ada kerusakan pada glomerulus atau tubulus, maka
protein dapat bocor dan masuk ke urine.
2. Uji konsentrasi ureum darah. Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan ureum maka
ureum darah naik di atas kadar normal 20-40 mg%.
3. Uji konsentrasi. Pada uji ini dilarang makan dan minum selama 12 jam untuk melihat
sampai berapa tinggi berat jenis naiknya.
Struktur ginjal
Setiap ginjal terbungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsula renalis yang
terdiri dari jaringan fibrus berwarna ungu tua. Lapisan luar terdiri dari lapisan korteks
(subtansia kortekalis), dan lapisan sebelah dalam bagian medulla (subtansia
medularis) berbentuk kerucut yang disebut renal piramid. Puncak kerucut tadi
menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papilla renalis. Masing-
masing piramid dilapisi oleh kolumna renalis, jumlah renalis 15-16 buah.
Fisiologi ginjal. Ginjal berfungsi:
a. Mengatur volume air (cairan dalam tubuh). Kelebihan air dalam tubuh akan
diekskresikan oleh ginjal sebagai urine (kemih) yang encer dalam jumlah besar,
kekurangan air (kelebihan keringat) menyebabkan urine yang diekskresi berkurang
dan konsentrasinya lebih pekat sehingga susunan dan volume cairan tubuh dapat
dipertahankan relatif normal.
b. Mengatur keseimbangan osmitik dan mempertahankan keseimbangan ion yang
optimal dalam plasma (keseimbangan elektrolit). Bila terjadi pemasukan/pengeluaran
yang abnormal ion-ion akibat pemasukan garam yang berlebihan/penyakit
perdarahan (diare, muntah) ginjal akan meningkatkan ekskresi ion-ion yang penting
(mis. Na, K, Cl, Ca dan posfat).
c. Mengatur keseimbangan asam-basa cairan tubuh bergantung pada apa yang
dimakan, campuran makanan menghasilkan urine yang bersifat agak asam, pH
kurang dari 6 ini disebabkan hasil akhir metabolism protein. Apabila banyak makan
sayur-sayuran, urine akan bersifat basa. pH urine bervariasi antara 4,8-8,2. Ginjal
menyekresi urine sesuai dengan perubahan pH darah.
d. Ekskresi sisa hasil metabolism (ureum, asam urat, kreatinin) zat-zat toksik, obat-
obatan, hasil metabolism hemoglobin dan bahan kimia asing (pestisida).
e. Fungsi hormonal dan metabolisme. Ginjal menyekresi hormon renin yang
mempunyai peranan penting mengatur tekanan darah (sistem renin angiotensin
aldesteron) membentuk eritripoiesis mempunyai peranan penting untuk memproses
pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Di samping itu ginjal juga membentuk
hormone dihidroksi kolekalsiferol (vitamin D aktif) yang diperlukan untuk absorsi ion
kalsium di usus.
Filtrasi glomerulus
Kapiler glomerulus secara relatif bersifat impermeabel terhadap protein plasma yang
lebih besar dan permeabel terhadap air dan larutan yang lebih kecil sepeti elektrolit,
asam amino, glukosa dan sisa nitrogen. Glomerulus mengalami kenaikan tekanan
darah 90 mmHg. Kenaikan ini terjadi karena anteriole aferen yang mengarah ke
glomerulus mempunyai diameter yang lebih besar dan memberikan sedikit tahanan
dari kapiler yang lain. Darah didorong ke dalam ruangan yang lebih kecil, sehingga
darah mending air dan partikel yang terlarutdalam plasma masuk ke dalam kapsula
bowman. Tekanan darah terhadap dinding pembuluh ini disebut tekanan hidrostatik
(TH). Gerakan masuknya ke dalam kapsula bowman disebut sebagai filtrasi
glomerulus.
Tiga faktor pada proses filtrasi dalam kapsula bowman menggambarkan integrasi
ketiga faktor tersebut yaitu:
a. Tekanan osmitik (TO). Tekanan yang dikeluarkan oleh air (sebagai pelarut) pada
membrane semipermeabel sebagai usaha untuk menembus membrane
semipermeabel ke dalam area yang mengandung lebih banyak molekul yang dapat
melewati membrane semipermeabel. Pori-pori dalam kapiler glomerulus membuat
membrane semipermeabel memungkinkan untuk melewati yang lebih kecil dari air
tetapi mencegah molekul yang lebih besar misalnya protein dan plasma.
b. Tekanan hidroststik (TH). Sekitar 15 mmHg dihasilkan oleh adanya filtrasi dalam
kapsula dan berlawanan dengan tekanan hidrostatik darah. Filtrasi juga
mengeluarkan tekanan osmitik 1-3 mmHg yang berlawanan dengan osmitik darah.
c. Perbedaan tekanan osmitik plasma dengan cairan dalam kapsula bowman
mencerminkan perbedaan kosentrasi protein, perbedaan ini menimbulkan pori-pori
kapiler mencegah protein plasma untuk difiltrasi.
Proses pembentukan urine
Ada tiga tahap pembentukan urine:
1) Proses filtrasi
Terjadi di glomerulus, proses ini terjadi karena permukaan aferen lebih besar dari
permukaan eferen maka terjadi penyerapan darah. Sedangkan sebagian yang
tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung
oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air, natrium, klorida, sulfat, bikarbonat
dan lain-lain, yang diteruskan ke tubulus ginjal.
2) Proses reabsorpsi
Proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar glukosa, natrium, klorida, fosfat,
dan ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal oblogator reabsorpsi
terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali
penyerapan natrium dan ion bikarbonat. Bila diperlukan akan diserap kembali ke
dalam tublus bagian bawah. Penyerapannya terjadi secara aktif dikenal dengan
reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada papilla renalis.
3) Proses sekresi
Sisanya penyerapan urine kembali yang terjadi pada tubulus dan diteruskan ke piala
ginjal selanjutnya diteruskan ke ureter masuk ke vesika urinaria.
Peredaran darah ginjal

Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai


percabanganarteri arteri renalis. Arteri ini berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis
bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri arkuata. Arteri
interloburalis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk
gumpalan-gumpalan yang disebut glomerulus. Glomerulus ini dikelilingi oleh alat yang
disebut simpai bowman. Di sini terjadi penyaringan pertama dan kapiler darah yang
meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava
inferior

Persarafan ginjal

Ginjal mendapat persarafan dari pleksus renalis (vasomotor). Saraf ini


berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan
bersamaan dengan pembu;uh darah yang masuk ginjal. Di atas ginjal terdapat
kelenjar suprarenalis, kelenjar ini merupakan kelenjar buntu yang menghasilkan dua
macam hormon yaitu hormon adrenalin dan hormon kortison. Adrenal dihasilkan oleh
medulla.

Reabsorpsi dan sekresi tubulus


Sewaktu filtrat glomerulus memasuki tubulus ginjal, filtrat ini mengalir melalui
bagian-bagian tubulus. Sebelum diekskresikan sebagai urine beberapa zat diabsorpsi
kembali secara selektif dari tbulus dan kembali ke dalam darah, sedangkan yang lain
de sekresikandari darah ke dalam lumen tubulus. Pada akhirnya urine terbentuk dan
semua zat dalam urine akan menggambarkan penjumlahan dari tiga proses dasar
ginjal (filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus dan sekresi tubulus).

Ekskresi urine – Filtrasi glomerulus – Reabsorpsi tubulus + Sekresi tubulus

a. Reabsorpsi tubulus : Ginjal menangani beberapa zat yang yang difiltrasi secara
bebas dalam ginjaldan diabsorpsi dengan kecepatan yang berbeda. Kecepatan
masing-masing zat dapat dihitung sebagi berikut.

Filtrasi – Kecepatan filtrasi glomerulus x Kecepatan plasma

Penghitungan ini menganggap bahwa zat-zat difiltrasi secara bebas dan tidak
terikat pada protein plasma.
b. Reabsorpsi tubulus proksimal
Sel tubuh proksimal mempunyai banyak sekali brush boerder. Permukaan
membran brush boerder dimuati molekul protein yang mentranspor ion natrium
melewati membran lumen yang bertalian dengan mekanisme transpor nutrien organik
(asam amino dan glukosa). Tubulus proksimal merupakan tempat penting untuk
sekresi asam dan basa, organik seperti garam garam empedu, oksalat, urat, dan
katekolamin.
Regulasi reabsorpsi tubulus penting untuk mempertahankan suatu keseimbangan
yang tepat antara reabsorpsi tubulus dan filtrasi glomerulus. Adanya mekanisme
saraf, faktor hormonal, dan kontrol setempat yang meregulasi reabsorpsi tubulus
untuk mengatur filtrasi glomerulus maka reabsorpsi beberapa zat terlarut dapat diatur
secara bebas terpisah dari yang lain terutama melalui mekanisme pengontrolan
hormonal.

Abnormalitas congenital. Kelainan kongenital ginjal dapat terjadi, termasuk:


1. Tidak terdaptnya ginjal.
2. Ginjal berbentuk seperti sepatu kuda.
3. Kista ginjal, dimana ginjal mempunyai kista dalam jumlah yang besar sebagai akibat
dari kesalahan perkembangan dalam perkembangan tubulus.
2. Ureter : Terdiri dari 2 saluran pipa, masing–masing bersambung dari ginjal ke
kandung kemih (vesika urinaria), panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang ± 0,5
cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam
rongga pelvis.
Lapisan dinding abdomen terdiri dari:
1. Dinding luar jaringan ikat (jarinagn fibrosa)
2. Lapisan tengah lapisan otot polos
3. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa : Lapisan dinding ureter menimbulkan
gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk
ke dalam kandung kamih (vesika urinaria). Gerakan peristaltik mendorong urine
melalui ureter yang diekskresikan oleh ginjal dan disemprotkan dalam bentuk
pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke dalam kandung kemih
Pars abdominalis ureter dalam kavum abdomen ureter terletak di belakang
peritoneum sebelah media anterior m. psoas mayor dan ditutupi oleh fasia subserosa.
Vasa spermatika/ovarika interna menyilang ureter secara oblique, selanjutnya ureter
akan mencapai kavum pelvis dan menyilang arteri iliaka eksterna.
Ureter kanan terletak pada parscdesendens duodenum. Sewaktu turun ke bawah
terdapat di kanan bawah dan disilang oleh kolon dekstra dan vosa iliaka iliokolika,
dekat apertura pelvis akan dilewati oleh bagian bawah mesenterium dan bagian akhir
ilium. Ureter kiri disilang oleh vasa koplika sinistra dekat apertura pelvis superior dan
berjalan di belakang kolon sigmoid dan mesenterium.
Pars pelvis ureter berjalan pada bagian dinding lateral pada kavum pelvis
sepanjang tepi anterior dari insura iskhiadikamayor dan tertutup olehperitoneum.
Ureter dapt ditemukan di depan arteri hipogastrikabagian dalam nervus obturatoris
arteri vasialia anterior dan arteri hemoroidalis media. Pada bagian bawah insura
iskhiadika mayor, ureter agak miring ke bagian medial untuk mencapai sudut lateral
dari vesika urinaria.
Pembuluh darah ureter :
1. Arteri renalis
2. Arteri spermatika interna
3. Arteri hipogastrika
4. Arteri vesika inferior
Persarafan ureter : Persarafan ureter merupakan cabang dari pleksus
mesenterikus inferior, pleksus spermatikus, dan pleksu pelvis; seperti dari nervus;
rantai eferens dan nervus vagusrantai eferen dari nervus torakalis ke-11 dan ke-12,
nervus lumbalis ke-1, dan nervus vagus mempunyai rantai aferen untuk ureter.

Vesika urinaria : Vesika urinaria (kandung kemih) dapat mengembang dan


mengempis seperti balon karet, terletak di belakang simfisis pubis di dalam rongga
panggul. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat,
berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis medius.

Bagian vesika urinaria terdiri dari:


1. Fundus yaitu, bagian yang menghadap ke arah belakang dan bawah, bagian
ini terpisah dari rektum oleh spatium rectovesikale yang terisi oleh jaringan ikat
duktus deferen, vesika seminalis dan prostat.

2. Korpus, yaitu bagian antara verteks dan fundus.


3. Verteks, bagian yang mancung ke arah muka dan berhubungan dengan
ligamentum vesika umbilikalis.
4. Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan sebelah luar (peritonium), tunika
muskularis (lapisan otot), tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan
bagian dalam). Pembuluh limfe vesika urinaria mengalirkan cairan limfe ke
dalam nadi limfatik iliaka interna dan eksterna.
Lapisan otot vesika urinaria : Lapisan otot vesika urinaria terdiri dari otot
polos yang tersusun dan saling berkaitan dan disebut m. detrusor vesikae. Peredaran
darah vesika urinaria berasal dari arteri vesikalis superior dan inferior yang merupakan
cabang dari arteri iliaka interna. Venanya membentuk pleksus venosus vesikalis yang
berhubungan dengan pleksus prostatikus yang mengalirkan darah ke vena iliaka
interna.
Persarafan vesika urinaria : Persarafan vesika urinaria berasal dari pleksus
hipogastrika inferior. Serabut ganglion simpatikus berasal dari ganglion lumbalis ke-1
dan ke-2 yang berjalan turun ke vesika urinaria melalui pleksus hipogastrikus. Serabut
preganglion parasimpatis yang keluar dari nervus splenikus pelvis yang berasal dari
nervus sakralis 2, 3 dan 4 berjalan melalui hipogastrikus inferior mencapai dinding
vesika urinary.
Uretra : saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi
menyalurkan air kemih keluar
Uretra pria : Pada laki-laki uretra berjalan berkelok kelok melalaui tengah-
tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang fubis ke
bagian penis panjangnya ± 20 cm. uretra pada laki-laki terdiri dari:Uretra prostatia,
Uretra membranosa, dan Uretra kevernosa. Lapisan uretra laki-lakin terdiri lapisan
mukosa (lapisan paling dalam), dan lapisan submukosa. Uretra mulai dari orifisium
uretra interna di dalam vesika urinaria sampai orifisium eksterna. Pada penis
panjangnya 17,5-20 cm yang terdiri dari bagian-bagian berikut:
a. Uretra prostatika merupakan saluran terlebar panjangnya 3 cm, berjalan hampir
vertikulum melalui glandula prostat , mulai dari basis sampai ke apaks dan lebih dekat
ke permukaan anterior.
b. Uretra pars membranasea ini merupakan saluran yang paling pendek dan paling
dangkal, berjalan mengarah ke bawah dan ke depan di antara apaks glandula prostata
dan bulbus uretra. Pars membranesea menembus diagfragma urogenitalis,
panjangnya kira-kira 2,5 cm, di belakang simfisis pubis diliputi oleh jaringan sfingter
uretra membranasea. Di depan saluran ini terdapat vena dorsalis penis yang
mencapai pelvis di antara ligamentum transversal pelvis dan ligamentum arquarta
pubis.
c. Uretra pars kavernosus merupakan saluran terpanjang dari uretra dan terdapat di
dalam korpus kavernosus uretra, panjangnya kira-kira 15 cm, mulai dari pars
membranasea sampai ke orifisium dari diafragma urogenitalis. Pars kavernosus uretra
berjalan ke depan dan ke atas menuju bagian depan simfisis pubis. Pada keadaan
penis berkontraksi, pars kavernosus akan membelok ke bawah dan ke depan. Pars
kavernosus ini dangkal sesuai dengan korpus penis 6 mm dan berdilatasi ke belakang.
Bagian depan berdilatasi di dalam glans penis yang akan membentuk fossa
navikularis uretra.
d. Oriifisium uretra eksterna merupakan bagian erektor yang paling berkontraksi
berupa sebuah celah vertikal ditutupi oleh kedua sisi bibir kecil dan panjangnya 6 mm.
glandula uretralis yang akan bermuara ke dalam uretra dibagi dalam dua bagian, yaitu
glandula dan lakuna. Glandula terdapat di bawah tunika mukosa di dalam korpus
kavernosus uretra (glandula pars uretralis). Lakuna bagian dalam epitelium. Lakuna
yang lebih besar dipermukaan atas di sebut lakuna magma orifisium dan lakuna ini
menyebar ke depan sehingga dengan mudah menghalangi ujung kateter yang dilalui
sepanjang saluran.
Uretra wanita : Uretra pada wanita terletak di belakang simfisis pubis berjalan
miring sedikit ke arah atas, panjangnya ± 3-4 cm. lapisan uretra wanita terdiri dari
tunika muskularis (sebelah luar), lapiosan spongeosa merupakan pleksus dari vena-
vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam). Muara uretra pada wanita terletak
di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai
salura ekskresi. Apabila tidak berdilatasi diameternya 6 cm. uretra ini menembus fasia
diagfragma urogenitalis dan orifisium eksterna langsung di depan permukaan vagina,
2,5 cm di belakang glans klitoris. Glandula uretra bermuara ke uretra, yang terbesar
diantaranya adalah glandula pars uretralis (skene) yang bermuara kedalam orifisium
uretra yang hanya berfungsi sebagai saluran ekskresi.

Ciri-ciri urine yang normal : Jumlahnya rata-rata 1-2 liter sehari, tetapi beda-beda
sesaui jumlah cairan yang dimasukan. Banyaknya bertambah pula bila terlampau
banyak protain dimakan, sehingga tersedia cukup cairan yang diperlukan untuk
melarutkan ureanya.
Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan, tetapi adakalanya jenjot lendir
tipis tanpak terapung di dalamnya.
Baunya tajam.
Reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6.
Berat jenis berkisat dari 1010 sampai 1025.
Komposisi urine normal : Urine terutama terdiri atas air, urea, dan natrium
klorida. Pada seseorang yang menggunakan diet yang rata-rata berisi 80 sampai 100
gram protein dalam 24 jam, jumlah persen air dan benda padat dalam urine adalah
seperti berikut:
Air 96%
Benda padat 4% (terdiri atas urei 2% dan produk metabolik lain 2%)
Ureum adalah hasil akhir metabolisme protein. Berasal dari asam amino yang telah
dipindah amonianya di dalam hati dan mencapai ginjal, dan diekskresikan rata-rata 30
gram sehari. Kadar ureum darah yang normal adalah 30 mg setiap 100 ccm darah,
tetapi hal ini tergantung dari jumlah normal protein yang dimakan dan fungsi hati
dalam pembentukan ureum
Asam urat. Kadar normal asam urat di dalam darah adalah 2 sampai 3 mg setiap
100 cm, sedangkan 1,5 sampai 2 mg setiap hari diekskresikan ke dalam urine.
Kretin adalah hasil buangan kreatin dalam otot. Produk metabolisme lain
mencangkup benda-benda purin, oksalat, fosfat, sulfat, dan urat.
Elektrolit atau garam, seperti natrium kalsium dan kalium klorida, diekskresikan
untuk mengimbangijumlah yang masuk melalui mulut.
J. Sistem Reproduksi Manusia

a. Intrgonadal
1. Pada Pria
a) Alat Kelamin Dalam : Alat kelamin dalam pria terdiri atas : testis, saluran kelamin
dan kelenjar kelamin.
- Testis
Testis disebut juga gonad jantan. Alat ini jumlahnya sepasang, bentuknya bulat
telur. Testis tersimpan di dalam suatu kantong yang disebut skrotum. Kantong ini
terletak di luar rongga perut. Fungsi testis adalah sebagai alat untuk memproduksi sel-
sel sperma dan juga memproduksi hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.
Didalam testis banyak terdapat pembuluh- pembuluh halus disebut tubulus
seminiferus.
- Saluran Reproduksi (Kelamin) Pria
Sperma yang dihasilkan oleh testes akan keluar melalui saluran kelamin, yang
terdiri atas :
Epididimis yaitu saluran yang keluar dari testis. Saluran ini panjang dan berkelok-
kelok di dalam skrotum. Setiap testis mempunyai satu epididimis. Oleh sebab itu,
epididimis manusia berjumlah sepasang kanan dan kiri. Di dalam epididimis ini
sperma disimpan untuk sementara waktu, dan di sinilah sperma menjadi masak dan
dapat bergerak menuju saluran berikutnya, yaitu vas deferens.
Vas Deferens merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Kalau epididimis
merupakan saluran yang berkelok- kelok maka vas deferens merupakan saluran lurus
dan mengarah ke atas. Bagian ujungnya terdapat di dalam kelenjar prostat. Fungsi
vas deferens ini adalah untuk jalanya (mengangkut) sperma dari epididimis menuju ke
kantong sperma atau vesikula seminalis.
Saluran Ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantong
semen dengan uretra. Saluran ini mempunyai keistimewaan, yaitu mampu
menyemrotkan sperma tinggi masuk ke uretra dan selanjutnya keluar.
Uretra adalah saluran yang terdapat di dalam penis. Uretra merupakan saluran akhir
dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis. Saluran ini mempunyai dua
fungsi, yaitu : (1) sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine
keluar tubuh serta (2) sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen
darikantong mani.
- Kelenjar Kelamin
Disamping testis (gonad) dan slauran kelamin, alat kelamin manusia juga di
lengkapi kelenjar- kelenjar kelamin. Kelenjar ini bertugas memproduksi getah- getah
kelamin. Kelenjar tersebut terdiri atas :
Vesikula Seminalis disebut kantong mani atau kantong semen. Jumlahnya
sepasang, tetapi terikat menjadi satu kantong. Dinding vesikula seminalis dapat
menghasilkan getah berwarna kekuningan yang banyak mengandung zat getah
kelamin. Cairan ini yang mencukupi kebutuhan makanan bagi sel- sel sperma.
Kelenjar Prostat menghasilkan getah yang dialirkan ke
 saluran sperma Kelenjar Bulbouretra (Cowper) menghasilkan getah yang
 dialirkan ke uretra. Getah yang dihasilkan berupa lendir.
Sperma yang dihasilkan oleh testis, setelah bercampur dengan getah- getah dari
kelenjar kelamin akan membentuk suatu komponen yang disebut semen. Pada saat
terjadi perkawinan (kopulasi), semen dipancarkan keluar melalui uretra.
b) Alat Kelamin Luar : Alat kelamin luar pria terdiri atas penis dan skrotum.
- Penis
merupakan alat kelamin luar yang penting untuk kopulasi atau persetubuhan.
Kopulasi adalah hubungan kelamin antara pria dan wanita yang bertujuan untuk
memindahkan semen ke saluran kelamin wanita.
Di dalam penis tedapat uretra, yaitu suatu saluran yang dikelilingi oleh jaringan erektil
yang rongganya banyak dan banyak mengandung pembuluh darah. Apabila karena
sesuatu hal, rongga ini berisi penuh oleh darah maka penis akan tegang dan
mengembang disebut Ereksi.
Alat reproduksi pria mulai dapat berfungsi semenjak masa puber, yaitu lebih kurang
usia 14 tahun sampai tua, selama manusia itu dalam keadaan sehat.
Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis
serta mengatur suhu yang sesuasi bagi spermatozoa

2. Pada wanita
a) Alat Kelamin Luar
Alat kelamin luar wanita terdiri atas : vulva, labium, saluran urine dan saluran
kelamin.
- Vulva,
yaitu suatu celah paling luar dari alat kelamin wanita. Dapat di bagi menjadi 2,
yaitu :
- Labium mayor
merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi
vulva. Di depan lambium mayor terdapat tonjolan kecil yang disebut klitoris (kelentit).
Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat berereksi seperti halnya penis
pada laki- laki.
- Labium minor
merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi
vulva.
Ke dalam vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran urine (uretra) dan saluran
kelamin atau vagina.
- Vagina
merupakan saluran akhir dari saluran kelamin. Terdapat sebuah lipatan kulit
menutupi sebagian lubang vagina. Lipatan kulit tersebut disebut himen (selaput dara).

b) Alat Kelamin Dalam


Alat kelamin dalam wanita terdiri atas ovarium atau indung telur, saluran
kelamin dan vagina atau liang peranakan.
- Ovarium
umumnya ovarium seorang wanita berjumlah sepasang. Bentuknya seperti
telur, terdapat di dalam rongga badan, di daerah pinggang dan disebelah kiri dan
kanan tulang kemudi. Di dalam ovarium terdapat kelenjar buntu penghasil hormon dan
sel tubuh yang bertugas membentuk sel telur atau ovum. Sel tubuh penghasil sel telur
ini disebut folikel.
a. Estrogen yang berfungsi untuk mempertahanakan sifat sekunder pada wanita serta
juga membantu dalam proses pematangan sel ovum.
b. Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.
- Fimbriae
merupakan serabut/ silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium
berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang
telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.
- Infundibulum
merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/ membesar dan
berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap
oleh fimbriae.
- Tuba fallopi
meruapakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai
tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada
dindingnya.
- Oviduct
merupakan saluran telur berjumlah sepasang, yaitu kanan dan kiri. Berfungsi
sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia
pada dindingnya.
- Uterus
merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir
dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan
embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang
hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :
- Perimetrium
yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.

b. Ekstragonadal
1. Payudara
Payudara manusia berbentuk kerucut dan memanjang dari iga kedua atau ketiga
sampai iga keenam atau ketujuh.
Payudara memiliki jaringan kelenjar yang terdiri atas 15-25 lobus, masing- masing
bermuara di duktus ekretorius dan berakhir pada putting susu. Tiap duktus melebar
ketika memasuki basis putting susu untuk membentuk sinus susu yang befungsi
sebagai reservoir susu selama masa menyusui. Tiap lobus terdiri dari 50-75 lobulus
yang bermuara ke dalam suatu suatu duktus ekrestorius.
Putting susu dan aerola mengandung otot polos yang berfungsi untuk menyempitkan
aerola dan menekan putting susu sehingga putting susu tegak dan keras, dengan
demikian akan mempermudah pengosongan sinus susu. Kulit putting susu dan
aeropla berpigmen banyak dan tidak berambut, tetapi kadang-kadang pada aerola
mengandung folikel rambut.

3. Kulit
Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dan
responsive secara seksual, misalnya kulit di bagian bokong dan lipat paha dalam.
Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit
epidermal lemak. Yang berfungsi sebagai “parfum” daya tarik seksual. Pheromone
juga ditenukan juga di dalam urine, plasma keringat dan kelenjar air liurOrgan
Reproduksi Wanita
Salah satu hal yang penting untuk diketahui dalam kesehatan reproduksi adalah
memahami anatomi dan organ reproduksi. Organ reproduksi adalah bagian-bagian
tubuh yang berfungsi dalam proses melanjutkan keturunan. Berikut adalah penjelasan
mengenai Organ reproduksi wanita, menurut R. Wahyudi (2002: 13-17):
a) Tuba Fallopii (saluran telur), yaitu saluran yang terdapat di kiri dan kanan rahim
yang berfungsi untuk dilalui oleh ovum dari indung telur menuju rahim.
b) Ovarium (indung telur), yaitu organ di kiri dan kanan rahim yang berfungsi
memproduksi sel telur (ovum). Setiap satu bulan sekali indung telur kiri dan kanan
secara bergiliran akan mengeluarkan sel telur. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka
sel telur akan ikut keluar pada saat menstruasi. Ovarium mengandung 400.000 sel
telur, namun hanya akan mengeluarkan 400 sel telur sepanjang kehidupannya.
c) Uterus (rahim), yaitu tempat janin dibesarkan, bentuknya seperti buah alpukat
gepeng dan berat normalnya 30-50 gram. Pada saat dalam keadaan tidak hamil,
besar rahim hanya sebesar telur ayam kampung.
d) Cervix (leher rahim), yaitu bagian bawah rahim. Pada saat persalinan tiba, maka
leher rahim membuka sehingga bayi dapat keluar.
e) Vagina (lubang senggama), yaitu saluran berbentuk silinder yang sangat elastis
dan berlipat-lipat. Fungsinya adalah sebagai tempat penis pada saat bersenggama,
tempat keluarnya bayi dan menstruasi.
f) Mulut vagina, yaitu awal dari vagina, merupakan rongga penghubung rahim
dengan bagian luar tubuh.
g) Klitoris (klentit), yaitu sebuah benjolan daging kecil yang paling peka dari seluruh
alat kelamin perempuan. Klitoris banyak mengandung pembuluh darah dan syaraf.
h) Bibir vagina, terdiri dari labia mayora dan labia minora. Labia mayora adalah
bagian yang terluar dari mulut vagina yang ditumbuhi oleh bulu, labia minora terletak
dibelakang labia mayora yang banyak menganding pembuluh darah dan syaraf.
i) Vulva, adalah organ seksual perempuan yang paling luar atau sering juga
disebut sebagai bukit kemaluan (mons veneris), tempat tumbuhnya rambut kemaluan.
j) Tulang kemaluan, adalah tulang yang terletak didepan kantung kencing.
k) Rambut kemaluan, terletak pada daerah bukit kemaluan dan labia mayora.
Rambut kemaluan ini berfungsi untuk menyering kotoran agar tidak langsung masuk
ke dalam vagina.
l) Kandung kencing, adalah tempat penampungan sementara air yang berasal
dari ginjal (air seni)
m) Uretra (saluran kencing), adalah saluran untuk mengeluarkan air seni.
n) Mulut uretra, adalah akhir dari uretra.
o) Selaput dara (hymen), adalah selaput tipis yang terletak pada 1/3 luar vagina.
Selaput dara tidak mengandung pembuluh darah. Robeknya selaput dara biasanya
karena hubungan seks (masuknya alat kelamin laki-laki ke dalam vagina), tetapi
selaput dara juga bisa robek akibat dari olah raga berat misal berkuda atau bersepeda

K. Sistem Syaraf Pusat

1. Otak : Otak merupakan pusat pengatur dari segala kegiatan


manusia. Otak terletak di rongga tengkorak dan dibungkus oleh tiga lapis selaput kuat
yang disebut meninges. Selaput paling luar disebut duramater, paling dalam adalah
piamater dan yang tengah disebut arachnoid. Di antara ketiga selaput tersebut
terdapat cairan serebrospinal yang berfungsi untuk mengurangi benturan atau
goncangan. Peradangan yang terjadi pada selaput ini dinamakan meningitis.
Penyebabnya bisa karena infeksi virus. Otak manusia terbagi menjadi tiga bagian
yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan sumsum lanjutan.

a. Otak besar (cerebrum)


Otak besar memiliki permukaan yang berlipat-lipat dan terbagi atas dua
belahan. Belahan otak kiri melayani tubuh sebelah kanan dan belahan otak kanan
melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri atas dua lapisan. Lapisan luar berwarna
kelabu disebut korteks, berisi badan-badan sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih
berisi serabut-serabut saraf (neurit/akson). Otak besar berfungsi sebagai pusat
kegiatan-kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat,
mendengar, dan bergerak.
b. Otak Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terletak di bawah otak besar bagian belakang. Susunan otak kecil
seperti otak besar. Terdiri atas belahan kanan dan kiri. Belahan kanan dan kiri otak
kecil dihubungkan oleh jembatan Varol. Terbagi menjadi dua lapis sama seperti otak
besar yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. Otak kecil
berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot-otot
ketika kita bergerak.
c. Sumsum lanjutan
Sumsum lanjutan (medula Oblongata) terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan
dalam yang berwarna kelabu karena banyak mengandung badan sel-sel saraf dan
lapisan luar berwarna putih karena berisi neurit (akson). Sumsum lanjutan berfungsi
sebagai pusat pengendali pernapasan, menyempitkan pembuluh darah, mengatur
denyut jantung, mengatur suhu tubuh dan kegiatan-kegiatan lain yang tidak disadari.
2) Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)
Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang,
mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang
belakang juga dibungkus oleh selaput
meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang bagian luar
tampak berwarna putih (substansi alba) karena banyak mengandung akson (neurit)
dan bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi
grissea) karena banyak mengandung badan sel-sel saraf. Sumsum tulang belakang
berfungsi untuk:
a) menghantarkan impuls dari dan ke otak,
b) memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.

L. Sistem Saraf Tepi


a. Sistem saraf somatic
Sistem saraf somatis disebut juga dengan sistem saraf sadar Proses yang
dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau
tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini. Misalnya
ketika kita mendengar bel rumah berbunyi, isyarat dari telinga akan sampai ke otak.
Otak menterjemahkan pesan tersebut dan mengirimkan isyarat ke kaki untuk berjalan
mendekati pintu dan mengisyaratkan ke tangan untuk membukakan pintu. Sistem
saraf somatis terdiri atas :
1. Saraf otak (saraf cranial), saraf otak terdapat pada bagian
kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang terdapat pada tulang
tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang.
2. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), saraf sumsum
tulang belakang berjumlah 31 pasang . Saraf sumsum tulang belakang berfungsi
untuk meneruskan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat juga meneruskan impuls
dari sistem saraf pusat ke semua otot rangka tubuh.
3. Sistem saraf autonom (tak sadar) : Sistem saraf autonom
merupakan bagian dari susunan saraf tepi yang bekerjanya tidak dapat disadari dan
bekerja secara otomatis. Sistem saraf autonom mengendalikan kegiatan organ-organ
dalam seperti otot perut, pembuluh darah, jantung dan alat-alat reproduksi.
Menurut fungsinya, saraf autonom terdiri atas dua macam yaitu:
a. Sistem saraf simpatik
b. Sistem saraf parasimpatik
Sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik bekerja secara
antagonis (berlawanan) dalam mengendalikan kerja suatu organ. Organ atau kelenjar
yang dikendalikan oleh sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik disebut
sistem pengendalian ganda.
Fungsi dari sistem saraf simpatik adalah sebagai berikut :
• Mempercepat denyut jantung.
• Memperlebar pembuluh darah.
• Memperlebar bronkus.
• Mempertinggi tekanan darah
• Memperlambat gerak peristaltis.
• Memperlebar pupil.
• Menghambat sekresi empedu.
• Menurunkan sekresi ludah.
• Meningkatkan sekresi adrenalin.
Sistem saraf parasimpatik memiliki fungsi yang berkebalikan dengan fungsi
sistem saraf simpatik. Misalnya pada sistem saraf simpatik berfungsi mempercepat
denyut jantung, sedangkan pada sistem saraf parasimpatik akan memperlambat
denyut jantung
M. Sistem Kulit
KULIT TERBAGI MENJADI 3 LAPISAN:
1. EPIDERMIS
Terbagi atas 4 lapisan:
a. Lapisan basal / stratum germinativum
* terdiri dari sel – sel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis.
* Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade.
* Lapisan terbawah dari epidermis.
* Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin( melindungi
kulit dari sinar matahari.
b. Lapisan Malpighi/ stratum spinosum.
* Lapisan epidermis yang paling tebal.
* Terdiri dari sel polygonal
* Sel – sel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri.
c. Lapisan Granular / s. granulosum.
* Terdiri dari butir – butir granul keratohialinyang basofilik.
d. Lapisan tanduk / korneum.
* Terdiri dari 20 – 25 lapis sel tanduk tanpa inti.
Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous
insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi:
1. Mengusir mikroorganisme patogen.
2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh.
3. Unsure utam yang mengerskan rambut dan kuku.
Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3- 4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel
yaitu:
a. Sel merkel. : Fungsinya belum dipahami dengan jelastapi diyakini berperan dalam
pembentukan kalus dan klavus pada tangan dan kaki.
b. Sel langerhans.: Berperan dalam respon – respon antigen kutaneus.
Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan.
Persambungan antara epidermis dan dermis di sebut rete ridge yang berfunfgsi
sebagai tempat pertukaran nutrisi yang essensial. Dan terdapat kerutan yang disebut
fingers prints.
DERMIS.( korium) : * merupakan lapisan dibawah epidermis.
* Terdiri dari jaringan ikat yang terdiri dari 2 lapisan:pars papilaris.( terdiri dari sel
fibroblast yang memproduksi kolagen DAN Retikularis YG Terdapat banyak p. darah
, limfe, dan akar rambut, kelenjar kerngat dan k. sebaseus.
JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIPODERMIS / SUBCUTIS.
* Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak
lemak.
* Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal
seperti otot dan tulang.
* Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas.
* Sebagai bantalan terhadap trauma.
* Tempat penumpukan energi.
RAMBUT.
Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang
distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir. Terdapat 2 jenis rambut :
a. rambut terminal ( dapat panjang dan pendek.)
b.Rambut velus( pendek, halus dan lembut).
Fungsi rambut :
a.melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar
tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae)
b.menyarig udara.
c.serta berfungsi sebagai pengatur suhu,
d.pendorong penguapan kerngat dan
e.indera peraba yang sensitive.
Rambut terdiri dari akar ( sel tanpa keratin) dan batang ( terdiri sel keratin )
Bagian dermis yang masuk dalam kandung rambut disebut papil.
Terdapat 2 fase :
a.fase pertumbuhan (Anagen): kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut
janggut tercepat diikuti kulit kepela.
Berlangsung sampai dengan usia 6 tahun. 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit
kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.
b.Fase Istirahat( Telogen)
Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan 50 – 100 lembar rambut rontok
dalam tiap harinya. Gerak merinding jika terjadi trauma , stress, dsbt Piloereksi.
Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin . Pertumbuhan rambut pada daerah
tertentu dikontrol oleh hgormon seks( rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung,
di kontrol oleh H. Androgen. Kuantitas dan kualitas distribusi ranbut ditentukan oleh
kondisis Endokrin. Hirsutisme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S.
Cushing(wanita).
KUKU
Permukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang
keras dan transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Berfungsi mengangkat
benda – benda kecil. Pertumbuhan rata- rata 0,1 mm / hari.pembaruan total kuku jari
tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12- 18 bulan.
KELENJAR – KELENJAR PADA KULIT
a.Kelenjar Sebasea : berfungsi mengontrol sekresi minyak ke dalam ruang antara
folikel rambut dan batang rambut yang akan melumasi rambut sehingga menjadi halus
lentur dan lunak.
b.Kelenjar keringat : diklasifikasikan menjadi 2 kategori:
c. kelenjar Ekrin terdapat disemua kulit. : Melepaskan keringat sebgai reaksi
penngkatan suhu lingkungan dan suhu tubuh. Kecepatan sekresi keringat dikendalkan
oleh saraf simpatik.pengekuaran keringat oada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai
reaksi tubuh terhadap setress, nyeri dll.
d. kelenjarApokrin.Terdapat di aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan berm,uara pada
folkel rambut.
e. Kelenjar ininaktif pada masa pubertas,pada wanit a akan membesar dan berkurang
pada sklus haid.
f. Apokrin memproduksi keringat yang keruh seperti susu yang diuraikan oleh bajkteri
menghasilkan bau khas pada aksila. Pada telinga bagian luar terdapat kelenjar
apokrin khusus yang disebut
g. seruminosa yang menghasilkan serumen(wax).
FUNGSI KULIT SECARA UMUM.:
a) SEBAGAI PROTEKSI.
* Masuknya benda- benda dari luar(benda asing ,invasi bacteri.)
* Melindungi dari trauma yang terus menerus.
* Mencegah keluarnya cairan yang berlebihan dari tubuh.
* Menyerap berbagai senyawa lipid vit. Adan D yang larut lemak.
* Memproduksi melanin mencegah kerusakan kulit dari sinar UV.
b) PENGONTROL/PENGATUR SUHU.
* Vasokonstriksi pada suhu dingn dan dilatasi pada kondisi panas peredaran darah
meningkat terjadi penguapan keringat. Proses hilangnya panas dari tubuh:
* Radiasi: pemindahan panas ke benda lain yang suhunya lebih rendah.
* Konduksi : pemindahan panas dari ubuh ke benda lain yang lebih dingin yang
bersentuhan dengan tubuh.
* Evaporasi : membentuk hilangnya panas lewat konduksi
* Kecepatan hilangnya panas dipengaruhi oleh suhu permukaan kulit yang ditentukan
oleh peredaran darah kekulit.(total aliran darah N: 450 ml / menit.)
c) SENSIBILITAS
* mengindera suhu, rasa nyeri, sentuhan dan rabaaan.
d) KESEIMBANGAN AIR
* Sratum korneum dapat menyerap air sehingga mencegah kehilangan air serta
elektrolit yang berlebihan dari bagian internal tubuh dan mempertahankan
kelembaban dalam jaringan subcutan.
* Air mengalami evaporasi (respirasi tidak kasat mata)+ 600 ml / hari untuk dewasa.
e) PRODUKSI VITAMIN.
* Kulit yang terpejan sinar Uvakan mengubah substansi untuk mensintesis vitamin D.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT
1. BIOPSI KULIT. : Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik
dengan cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus ( skin punch) dengan
mengambil bagian tengah jaringan.
2.INDIKASI
Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan warna dan
bentuk yang tidak lazim. Pembentukan lepuh.
3. PATCH TEST : Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien
dibawah plester khusus ( exclusive putches )
INDKASI
Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal- gatal. Reaksi + lemah.
Blister yang halus, papula dan gatal –gatal yang hebat reaksi + sedang.
Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat.
Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelksanaan patch test.
Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl
pelaksanaan.
Sample masing – masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada
plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan jumlah ynag
bervariasi.( 20 – 30 buah.) Pertahankan agar daerah punggung tetap kering pada saat
plester masih menempel. Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit. 2- 3 hari
setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi.
4.PENGEROKAN KULIT. Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang
dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak
sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan
ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop.
5. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD). Menggunakan cahaya UV
gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasilakan cahaya
berpedar berwarna ungu gelap yang khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan
yang gelap, digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan
hipopigmentasi dengan hiperpigmentasi.
6. APUS TZANCK. : Untuk memeriksa sel – sel kulit yang mengalami pelepuhan.
7. INDIKASI Herpes zoster,varisella, herpes simplek dan semua bentuk pemfigus.
Secret dari lesi yang dicurigai dioleskan pada slide kaca diwarnai dan periksa.

Struktur Kulit Beserta Fungsinya

Kulit terdiri dari dua lapisan yaitu epidermis dan dermis. Epidermis tersusun
dari stratum germinativum, stratum granulosum, dan stratum corneum.
Stratum germinativum merupakan lapisan basal yang selselnya aktif membelah
untuk membentuk sel-sel kulit baru ke arah luar. Lapisan ini memproduksi pigmen
melanin. Pigmen inilah yang menentukan warna kulit seseorang. Melanin mampu
melindungi jaringan kulit agar terhindar dari bahaya sinar ultraviolet.
Stratum granulosum berasal dari desakan sel-sel yang terbentuk di lapisan
Malpighi. Pada lapisan ini terjadi akumulasi keratin. Keratin menyebabkan sel-sel
pada lapisan ini kehilangan nukleus dan akhirnya mati.
Stratum corneum merupakan lapisan yang terdapat di permukaan kulit.
Lapisan ini dikenal sebagai lapisan tanduk yang tersusun dari sel-sel mati yang siap
mengelupas. Selsel ini bersifat keras dan tahan terhadap air. Di tempat tertentu
lapisan ini mengalami penebalan seperti penebalan di telapak tangan dan tapak kaki.
Jaringan dermis lebih tebal daripada epidermis. Dermis tersusun oleh jaringan
ikat dan kolagen. Di dalam lapisan ini terdapat bagian-bagian seperti pembuluh darah,
folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat, serabut saraf, dan lapisan lemak
subkutans.
Pembuluh darah berfungsi menyuplai oksigen dan nutrisi ke jaringan epidermis
dan dermis. Selain itu, pembuluh darah juga berperan penting dalam mengatur suhu
tubuh.
Folikel rambut merupakan kantong yang mengelilingi akar rambut. Dari folikel
ini akan tumbuh rambut yang berwarna hitam. Warna hitam pada rambut disebabkan
oleh adanya melanin.
Kelenjar minyak berfungsi menghasilkan minyak untuk mencegah kekeringan
kulit dan rambut, selain itu juga melindungi kulit dari bakteri. Kulit yang mempunyai
jaringan lemak (jaringan adipose), dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan
makanan cadangan.
Kelenjar keringat pada kulit berbentuk seperti pembuluh yang bergelung,
tersusun dari sel-sel yang berfungsi menyerap cairan di sekitar kapiler dan
menyimpannya di dalam pembuluh. Kelenjar ini mengalami desakan ke permukaan
kulit dan jika ada rangsangan dari luar atau dari dalam tubuh akan menghasilkan
keringat.
Kelenjar keringat terdapat di seluruh permukaan tubuh dan jumlahnya lebih
kurang 2,5 juta. Permukaan tubuh yang paling sedikit mengandung kelenjar keringat
adalah telapak tangan, ujung jari, dan kulit wajah. Aktivitas kelenjar keringat berada di
bawah pengaruh pusat pengatur suhu di hipotalamus dengan enzim brandikinin.
Dalam keadaan normal, tubuh kita mengeluarkan keringat sebanyak 50 cc per jam.
Keringat merupakan air yang di dalamnya mengandung garam-garam dan
urea. Keluarnya keringat dari permukaan kulit membantu menurunkan suhu tubuh.
N. Sistem Penginderaan
Saat manusia baru lahir indera penciuman nya lebih kuat dari manusia dewasa
karena dengan indera ini bayi dapat mengenali ibunya. Asal tahu saja indera
penciuman manusia dapat mendeteksi 2000 - 4000 bau yang berbeda.
Bagian-bagian hidung manusia
Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di
sebut dengan Nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari
tulang yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang
mensekresi lendir lengket.
a. Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke
tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan bagian
belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-langit mulut kita yang
di sebut dengan Palate.
b. Mucous membrane berfungsi mengahangatkan udara dan melembabkannya.
Bagian ini membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu,
bagkteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.
Cara kerja alat penciuman (hidung) manusia
Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara.
Dia atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap
molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian pendeteksi bau(smell
receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta.
Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke the
olfactory bulb melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan
kemudian di proses oleh otak bau apakah yang telah tercium oleh hidung kita, apakah
itu harumnya bau sate padang atau menyengat nya bau selokan.
Informasi Penyakit Gangguan Telinga, Hidung, Tenggorokan
THT. Telinga, Hidung & Tenggorokan
>> Lokasi dan fungsi dari telinga, hidung dan tenggorokan berhubungan erat.
Kelainan pada organ-organ tersebut didiagnosis dan diobati oleh dokter spesialis yang
disebut otolaringologis.
1. TELINGA
: organ untuk pendengaran dan keseimbangan, yang terdiri dari telinga luar, telinga
tengah dan telinga dalam.
Telinga luar menangkap gelombang suara yang dirubah menjadi energi mekanis
oleh telinga tengah. Telinga tengah merubah energi mekanis menjadi gelombang
saraf, yang kemudian dihantarkan ke otak. Telinga dalam juga membantu menjaga
keseimbangan tubuh.
a. Telinga Luar
: Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna atau aurikel) dan saluran telinga (meatus
auditorius eksternus).
Telinga luar merupakan tulang rawan (kartilago) yang dilapisi oleh kulit, daun
telinga kaku tetapi juga lentur. Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir
melalui saluran telinga ke gendang telinga.
Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan
telinga tengah dengan telinga luar.
b. Telinga Tengah
Teling tengah terdiri dari gendang telinga (membran timpani) dan sebuah
ruang kecil berisi udara yang memiliki 3 tulang kecil yang menghubungkan gendang
telinga dengan telinga dalam.
# Ketiga tulang tersebut adalah: Maleus (bentuknya seperti palu, melekat pada
gendang telinga)
# Inkus (menghugungkan maleus dan stapes)
# Stapes (melekat pda jendela oval di pintu masuk ke telinga dalam).
Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut
dan dihantarkan ke jendela oval.
Telinga tengah juga memiliki 2 otot yang kecil-kecil:
# Otot tensor timpani (melekat pada maleus dan menjaga agar gendang telinga tetap
menempel)
# Otot stapedius (melekat pada stapes dan menstabilkan hubungan antara
stapedius dengan jendela oval.
Jika telinga menerima suara yang keras, maka otot stapedius akan
berkontraksi sehingga rangkaian tulang-tulang semakin kaku dan hanya sedikit suara
yang dihantarkan.
Respon ini disebut refleks akustik, yang membantu melindungi telinga dalam
yang rapuh dari kerusakan karena suara. Tuba eustakius adalah saluran kecil yang
menghubungkan teling tengah dengan hidung bagian belakang, yang memungkinkan
masuknya udara luar ke dalam telinga tengah.
Tuba eustakius membuka ketika kita menelan, sehingga membantu menjaga tekanan
udara yang sama pada kedua sisi gendang telinga, yang penting untuk fungsi
pendengaran yang normal dan kenyamanan.
c. Telinga Dalam
Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks, yang terdiri dari 2 bagian
utama:
# Koklea (organ pendengaran)
# Kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).
Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti rumah siput,
terdiri dari cairan kental dan organ Corti, yang mengandung ribuan sel-sel kecil (sel
rambut) yang memiliki rambut yang mengarah ke dalam cairan tersebut. Getaran
suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di
telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang
berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan
merubahnya menjadi gelombang saraf.
Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf
pendengaran yang akan membawanya ke otak.
Walaupun ada perlindungan dari refleks akustik, tetapi suara yang gaduh
bisa menyebabkan kerusakan pada sel rambut.
Jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali.
Jika telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi kerusakan sel
rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran.
Kanalis semisirkuler merupakan 3 saluran yang berisi cairan, yang berfungsi
membantu menjaga keseimbangan.
Setiap gerakan kepala menyebabkan ciaran di dalam saluran bergerak.
Gerakan cairan di salah satu saluran bisa lebih besar dari gerakan cairan di saluran
lainnya; hal ini tergantung kepada arah pergerakan kepala.
Saluran ini juga mengandung sel rambut yang memberikan respon terhadap gerakan
cairan.
Sel rambut ini memprakarsai gelombang saraf yang menyampaikan pesan
ke otak, ke arah mana kepala bergerak, sehingga keseimbangan bisa dipertahankan.
Jika terjadi infeksi pada kanalis semisirkuler, (seperti yang terjadi pada infeksi telinga
tengah atau flu) maka bisa timbul vertigo (perasaan berpu
2. HIDUNG
Hidung merupakan organ penciuman dan jalan utama keluar-masuknya udara dari
dan ke paru-paru.
Hidung juga memberikan tambahan resonansi pada suara dan merupakan
tempat bermuaranya sinus paranasalis dan saluran air mata.
Hidung bagian atas terdiri dari tulang dan hidung bagian bawah terdiri dari tulang
rawan (kartilago).
Di dalam hidung terdapat rongga yang dipisahkan menjadi 2 rongga oleh
septum, yang membentang dari lubang hidung sampai ke tenggorokan bagian
belakang.
Tulang yang disebut konka nasalis menonjol ke dalam rongga hidung,
membentuk sejumlah lipatan.
Lipatan ini menyebabkan bertambah luasnya daerah permukaan yang dilalui
udara.
Rongga hidung dilapisi oleh selaput lendir dan pembuluh darah.
Luasnya permukaan dan banyaknya pembuluh darah memungkinkan hidung
menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk dengan segera.
Sel-sel pada selaput lendir menghasilkan lendir dan memiliki tonjolan-tonjolan kecil
seperti rambut (silia).
Biasanya kotoran yang masuk ke hidung ditangkap oleh lendir, lalu disapu
oleh silia ke arah lobang hidung atau ke tenggorokan. Cara ini membantu
membersihkan udara sebelum masuk ke dalam paru-paru.
Bersin secara otomatis membersihkan saluran hidung sebagai respon terhadap iritasi,
sedangkan batuk membersihkan paru-paru.
Sel-sel penghidu terdapat di rongga hidung bagian atas.
Sel-sel ini memiliki silia yang mengarah ke bawah (ke rongga hidung) dan serat saraf
yang mengarah ke atas (ke bulbus olfaktorius, yang merupakan penonjolan pada
setiap saraf olfaktorius/saraf penghidu). Saraf olfaktorius langsung mengarah ke otak.
a. SINUS PARANASALIS
Tulang di sekitar hidung terdiri dari sinus paranasalis, yang merupakan ruang
berrongga dengan lubang yang mengarah ke rongga hidung.
Terdapat 4 kelompok sinus paranasalis:
Sinus maksilaris
Sinus etmoidalis
Sinus frontalis
Sinus sfenoidalis.
Dengan adanya sinus ini maka:
berat dari tulang wajah menjadi berkurang
kekuatan dan bentuk tulang terpelihara
resonansi suara bertambah.
Sinus dilapisi oleh selapus lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir dan silia.
Partikel kotoran yang masuk ditangkap oleh lendir lalu disapu oleh silia ke rongga
hidung.
Pengaliran dari sinus bisa tersumbat, sehingga sinus sangat peka terhadap ifneksi
dan peradangan (sinusitis).
Tenggorokan (faring) terletak di belakang mulut, di bawah rongga hidung dan
diatas kerongkongan dan tabung udara (trakea).
Tenggorokan terbagi lagi menjadi:
- nasofaring (bagian atas)
- orofaring (bagian tengah)
- hipofaring (bagian bawah.
Tenggorokan merupakan saluran berotot tempat jalannya makanan ke
kerongkongan dan tempat jalannya udara ke paru-paru.
Tenggorokan dilapisi oleh selaput lendir yang terdiri dari sel-sel penghasil lendir
dan silia.
Kotoran yang masuk ditangkap oleh lendir dan disapu oleh silia ke arah
kerongkongan lalu ditelan.
Tonsil (amandel) terletak di mulut bagian belakang, sedangkan adenoid terletak
di rongga hidung bagian belakang.
Tonsil dan adenoid terdiri dari jaringan getah bening dan membantu melawan
infeksi. Ukuran terbesar ditemukan pada masa kanak-kanak dan secara perlahan
akan menciut. Pada puncak trakea terdapat kotak suara (laring), yang mengandung
pita suara dan berfungsi menghasilkan suara.
Jika mengendur, maka pita suara membentuk lubang berbentuk huruf V
sehingga udara bisa lewat dengan bebas. Jika mengkerut, pita suara akan bergetar,
menghasilkan suara yang bisa dirubah oleh lidah, hidung dan mulut sehingga
terjadilah percakapan. Epiglotis merupakan suatu lembaran yang terutama terdiri dari
kartilago dan terletak di atas serta di depan laring.
Selama menelan, epiglotis menutup untuk mencegah masuknya makanan dan
cairan ke dalam trakea.
Cara Mengatasinya :
Hidung mempunyai tugas menyaring udara dari segala macam debu yang
masuk ke dalam melalui hidung. Tanpa penyaringan ini mungkin debu ini dapat
mencapai paru-paru. Bagian depan dari rongga hidung terdapat rambut hidung yang
berfungsi menahan butiran debu kasar, sedangkan debu halus dan bakteri menempel
pada mukosa hidung. Dalam rongga hidung udara dihangatkan sehingga terjadi
kelembaban tertentu.
Mukosa hidung tertutup oleh suatu lapisan yang disebut epitel respirateris yang
terdiri dari sel-sel rambut getar dan sel “leher”. Sel-sel rambut getar ini mengeluarkan
lendir yang tersebar rata sehingga merupakan suatu lapisan tipis yang melapisi
mukosa hidung dimana debu dan bakteri ditahan dan melekat. Debu dan bakteri
melekat ini tiap kali dikeluarkan ke arah berlawanan dengan jurusan tenggorokan.
Yang mendorong adalah rambut getar hidung dimana getarannya selalu mengarah
keluar. Gerakannya speerti cambuk, jadi selalu mencambuk keluar, dengan demikian
bagian yang lebih dalam dari lapisan bulu getar ini selalu bersih dan “steril”. Biasanya
pada pagi hari hal ini dapat dicapai.
Dengan penjelasan sepintas tersebut diatas dapat dengan mudah dipahami,
bahwa segala sesuatu yang masuk (khusussnya obat) ke dalam hidung secara
sengaja tidak boleh menghalangi fungsi dari rambut getar sebagaimana dijelaskan di
atas. Harga pH lapisan lendir sekitar 5,5-5,6 pada orang dewasa, sedangkan pada
anak-anak 5-6,7 pada pH kurang dari 6,5 biasanya tidak diketemukan bakteri dan bila
lebih dari 6,5 mulai ada bakteri.
Bila kedinginan pH lendir hidung akan cenderung naik, sebaliknya bila
kepanasan cenderung pH menurun. Pada waktu pilek, pH lendir alkalis, sehingga teori
sebenarnya dapat disembuhkan denan mudah dengan cara menurunkan pHnya, yaitu
kearah asam. Jadi pemberian obat dengan tujuan mengembalikan kondisi normal dari
rongga hidung akan menolong.
Obat hidung biasanya diberikan dengan tiga cara : :
1. Yang biasanya adalah dengan meneteskan pada bagian tiap lubang hidung
dengan menggunakan pipet tetes.
2. Dengan cara disemprotkan, alatnya ada yang jenis untuk mendapatkan hasil
semprotan beruba kabut (atomizer) ada juga yang agak halus (neulizer) artinya lebih
halus dari atomizer.
3. Dengan cara mencucikan dengan alat “nasal douche”
4. Dapat juga dengan cara “inheler”, diisap-isap.
Anatomi fisiologi hidung
Obat untuk hidung sama halnya dengan obat untuk mata, termasuk obat keras
yang diawasi oleh DITJEN POM. Namun demikian ada juga yang dapat dibeli bebas,
oleh karena itu seorang apoteker harus tahu dan menyadari bahwa suatu ketika akan
mengadakan diskusi dengan penderita yang akan beli obat tetes hidung secara
bebas. Disitulah keputusan terletak ditangan apoteker.
Proetz dan yang lain yang ahli dalam bidang fisiologi hidung menyatakan
bahwa “semua infeksi pada rongga hidung bagaimanapun sumbernya hanya satu
yaitu kegagalan system penyaringan dari hidung itu sendiri”, Dia menekankan sekali
lagi bahwa kelembaban (moisture) memegang peranan utama dalam mekanisme
pertahanan hidung yaitu gerakan cilia yang bergerak secara bertahap mendorong
semua yang lengket pada mucus dari arah belakang ke depan lubang hidung tertutup
dengan membran mucus respiratori. Epitel bagian respiratori terdiri dari sel silia yang
diantaranya ada sel-sel goblet. Sel-sel goblet merupakan kelenjar mucus dan setiap
kelenjar ini mukusnya secara teratur didorong keluar oleh aksi cambukan cilia.
Dibagian bawah mucus tersebut terjalin jaringan pembuluhan darah vena yang
mengatur peredaran darah di hidung.
Hingga sekarang gerakan cilia dipengaruhi syaraf atau tidak belum diketahui
dengan jelas. Namun demikian studi Burn menyatakan adanya asetilkholin yang
terbentuk di situ dan bahwa konsentrasi kholinesterase sudah ditetapkan. Ternyata
konsentrasi kholinesterase yang sangat kecil menghambat mempercepat cilia,
sedangkan konsentrasi yang lebih besar memperlambat gerakan. Atropin dan kurare
memperlambat gerakan cilia. Efeknya adalah berlawanan.
Kelenjar mucus nampaknya keluar terus-menerus karena aktivitas kelenjar
bukan karena sesuatu yang pasif, sebagaimana terdahulu diduga. Untuk
membuktikan gejala fisiologis tersebut dilakukan percobaan penyuntikan fluorecein
secara intravena. Ingelstedt dan Ivstam memperlihatkan bahwa fluorecein ini tidak
terdeteksi pada sekresi hidung yang normal, walaupun sekresi ini juga di transfer dari
darah ke cairan lendir hidung. Penderita alergi rhinitis kronik, juga memperlihatkan hal
yang sama. Tetapi pada rhinitis akut atay sinusitis pewarna tadi (fluorecein) terdeteksi
pada sekresi dengan menguji eksudat. Pada rhinitis akut eksudat keluar secar pasif
(dgn sendirinya). Mukus (lendir) melindungi mukosa dari pengaruh larutan histamin,
namun bila mucus dihilangkan maka, fluorecein dapat terdeteksi. Suntikan
antihistamin juga ternyata memacu inflamasi tersebut.
Mukus merupakan system agak kental, pseudoplastik dan merupakan
mukoprotein. Pada keadaan normal benda asing, seperti debu, bakteri, puder dan
tetes minyak semua terperangkap dalam film mucus dan dibawa keluar dari rongga
hidung. Komposisi yang pasti dari mucus tidak diketahui, karena secara kimia sulit
dianalisis.
Telah diketemukan bahwa mukoprotein terdiri dari ikatan polimer dari
glukosamin dan atau ikatan asam glukoronat yang terikat terikat pada suatu
komponen protein. Ikatan ini melalui ikatan ion, kovalen (ester, anhidrad), hydrogen
dan mungkin juga ikatan lain. Selanjutnya dikatakan bahwa mucus hidung 6 kali kental
disbanding cairan lambung/nmukus lambung. Kekentalan mucus hidung ini penting
sehubungan dengan fungsi cilia, kali terlalu encer tidak baik begiitu pun bila sebaliknya
(sulit bagi silia untuk melempar film mucus). Anderson dan Rubin yakin bahwa
sedikitnya 20 % kasus gejala penyakit hidung disebabkan kenaikan kekentalan mucus
tersebut yang mengarah ke keringan. Kekeringan disebabkan banyak factor antara
lain suhu, debu, alergi, obat (atropin, stimulasi atau depresi otonomik) dan serangan
virus.
pH normal mucus hidung dilaporakan oleh Febricant, yaitu sekitar 5,5 sampai
6,5 banyak laporan bahwa pH mucus ini alkali atau lebih alkali dari harga tersebut di
atas (perbedaan tersebut disebabkan cara pemeriksaannya) udara dingin cenderung
menyebabkan pH ke arah alkali. Kemampuan pendaparan hidung kurang baik.
Sejauh ini belum ada laporan cera pengukuran tonisitas lendir hidung dalam
pustaka. Namun demikian secara langsung dapat dikatakan bahwa larutan isotoni
sama dengan darah (0,9 % NaCl), juga harus dibuat untuk tonisitas hidung. Penelitian
juga menyatakan bahwa mucus hidung cukup tinggi toleransinya terhadap tonisitas
pada range hipertoni.
Respon cilia terhadap obat

1. Larutan NaCl baik cilia manusia maupun pada kelinci tetap aktif untuk jangka
waktu yang lama dalam larutan 0,9 % NaCl pada suhu antara 25-30°C. bila
konsentrasi NaCl dinaikkan pada bagian tertentu cilia berhenti bergerak, beberapa
jam kemudian tempat lain dan seterusnya. Pada konsentrasi 4-4,5 % semua silia
berhenti. Bila membran dicuci dengan konsentrasi air suling dan diganti NaCl 0,9 %
cilia aktif kembali. Bila konsentrasi berkurang aktivitasnya, pada 0,2-0,3 % cilia
berhenti. Walaupun sama-sama tidak aktif, namun kejadian belakangan tidak dapat
diperbaiki dengan menaikkan konsentrasi NaCl jadi kerusakan cilia pada keadaan
encer permanen
2. Pengurangan ion kalsium, penggunaan senyawa tartrat, citrat, oksalat dan
bahan penghelat Ca lainnya akan menghentikan gerakan cilia.
3. Minyak, akan tinggal lama melengket pada film mucus dan akan
mempengaruhi aktivitas normal dari cilia. Minyak tidak baik untuk pembawa, karena
menimbulkan lipoid pneumonia. Minyak tumbuhan yang bebas asam lemak dikatakan
tidak menimbulkan masalah, namun minyak mineral atau hewan tetap tidak cocok.
4. Protargol, larutan koloid akan mengurangi gerakan cilia
5. Larutan perak dan Zink, juga demikian. Larutan perak nitrat 0,5 % sudah
menghancurkan cilia begitu juga zink sulfat.
6. Larutan cocain, larutan lebih besar dari 2,5 % menyebabkan paralisisi cilia,
begitu juga efedrin HCl lebih besar dari 1%
7. Kamfer, Timol, Menthol, Eukaliptol dan senyawa eteris lainnya
menyebabkan penurunan kecepatan gerak cilia. Kurang dari 1 %. Dalam bentuk uap
tidak mempengaruhi (inheler)
8. Antibiotik, Soda penisilin tidak merusak cilia bila diberikan dalam bentuk
larutan 250-500 unit/ml (dalam larutan NaCl isotoni). Pada konsentrasi 5000 unit
terjadi penurunan kecepatan cambukan cilia dengan diselingi berhenti. Suspensi
tirotrisina dalam air (1 : 2000 dan 1:5000) menekan sama sekali aktivitas cilia.
9. Atropin, pemberian oral atropin menyebabkan kekeringan atau penghentian
gerakan cilia. Pemberian local mereduksi produksi mucus.
Absorbsi Obat

Absorbsi obat lewat mucus hidung terkadang baik atau lebih baik dari oral. Rute
intranasal nampaknya ideal karena menghasilkan efek langsung ke vascular dan
mudah pemberiannya. Namun demikian cara ini jarang dijumpai sehari-hari.
Tonndorf dan pembantunya mengkaji absorbsi hiosin dan atropin dari selaput
lendir manusia. Mereka mengevaluasi denga cara mengamati hambatan produksi
saliva sebagai cara untuk menguji absorbsi obat. Penemuan mereka
didemonstrasikan sebagai pemberian obat melalui hidung.
Untuk k semua kasus, produksi saliva untuk kontrol berbeda nyata dengan
yang mengandung obat, sediaan kapsul yang paling lambat responnya, diikuti larutan
oral. Perlambatan respon nampaknya tergantung pada waktu yang diperlukan untuk
melarutkan kapsul dan padatan garam alkalod.
Injeksi subkutan memberikan respon yang paling cepat dan tetes hidung
menyusul sesudahnya
Pemberian hiosin dalam bentuk semprotan (spray) responnya tidak sebaik
tetes hidung. Akan tetapi apabila 0,01 % Na-Laurilsulfat ditambahkan pada tempat
absorbsi obat, maka responnya akan sebaik respon tetes hidung.
Pengkajian kelompok lain dengan rute pemberian sublingual (dibawah lidah),
diperoleh hasil yang lebih rendah dibandingkan terhadap baik subkutan maupun tetes
hidung. Tidak dijumpai komplikasi loka. Monto dan Rebuck (DOM 915) melaporkan
pemberian vitamin B 12 melalui rute hidung. Penulis ini menemukan bahwa inhalasi
kristal vitamin B 12 dalam larutan NaCl isotonis dan dalam puder lactose
menghasilkan respon klinik dan hematologis pada 12 penderita anemia pernisiosa,
ada perbaikan.
Obat yang sering diberikan untuk pengobatan hidung :
- Antibiotik
- Sulfasetamide
- Vasokontriktor
- Germisid
- Antiseptik
Yang perlu diperhatikan bahwa rambut getar dalam rongga hidung sangat peka
terhadap beberapa macam obat misalnya obat yang mengandung Efedrin HCl,
konsentrasi paling tinggi yang dapat ditahan adalah 3% lebih tinggi dari kadar tersebut
akan mengerem kerja dari rambut getar.
Larutan adrenalin yang asam (adrenalin 1 % pH 3) juga akan mengerem kerja
dari rambut getar hidung
Larutan kokain HCl hanya dapat digunakan sampai konsentrasi paling tinggi
2,5 %.
Larutan protalgol mempunyai pengaruh yang nyata terhadap rambut getar
hidung karena mengendapklan protein (padahal lendir yang diekskresikan di daerah
rambut getar sebagian bersar terdiri dari protein)
Parafin cair jika digunakan sebagai bahan pembawa (baik sebagai pelarut atau
mengahsilkan suspensi) akan memberikan suatu lapisan pada mukosa hidung,
hingga secara tidak langsung dapat mengurangi kerja rambut getar, jadi tetes hidung
dengan paraffin cair sebaiknya dihindari.
Reaksi alkali seperti misalnya garam sulfat, hendaknya juga dihindari karena
biasanya pH larutan sulfat sangat alkali yaitu pHnya antara 10-11. sebagai pelarut
bukan lagi air yang dipakai melainkan propilenglikol, larutan sulfat dalam propilen
glikol tak perlu dialkalikan, jadi reaksinya sedikit asam (karena sulfa merupakan asam
lemah)
Obat tetes hidung harus isoosmotik dengan secret hidung atau isoosmotik
dengan cairan tubuh lainnya yaitu sama denagn larutan NaCl 0,9% . pengisotonisan
ini perlu sekail maksudnya agar tidak mengganggu fungsi rambut getar, epitel. Sedikit
hipertoni masih diperkenankan. Sebagai bahan pengiisotoni digunakan NaCl atau
glukosa
Tetes hidung harus steril dan untuk untuk menjaga agar oabat terhindar dari
kontaminasi, maka penambahan preservatif juga dilakukan misalnya dengan nipagin
atau nipasol atau kombinasi keduanya. Nipagin dipakai 0,04-0,01 %; sedangkan
campurannya dapat dibuat dengan kombinasi Nipagin (0.026%) + Nipasol (0.014%)
Secara umum untuk obat (tetes) hidung harus diperhatikan :
Sebaiknya digunakan pelarut air
Jangan menggunakan obat yang cenderung akan mengerem fungsi rambut getar
epitel
pH larutan sebaiknya diatur sekitar 5,5-6,5 dan agar pH tersebut stabil hendaknya
ditambahkan dapar (buffer)
Usahakan agar larutan isotonic
Agar supaya obat dapat tinggal lama dalam rongga hidung dapat diusahakan
penambahan bahan yang menaikkan viskositasnya agar mendekati secret lendir
hidung
Hendaknya dihindari larutan obat (tetes) hidung yang bereaksi alkali
Penting untuk diketahui jangan sampai bayi diberi tetes hidung yang mengandung
menthol, karena dapat menyebabkan karam (kejang) pada jalan pernafasan
Harus tetap stabil selama dalam pemakaian pasien
Harus mengandung antibakteri untuk mereduksi pertumbuhan bakteri selama dan
pada saat obat diteteskan.
Dapar fosfat untuk obat tetes hidung (pH 6,5) dapat digunakan dan dibuat
seperti tersebut dibawah ini
NaH2PO4. H2O 0,65
NaH2PO4. 7 H2O 0,54
NaCl 0,45
Benzalkonium klorida 0.01-0,10%
Air suling secukupnya 100 ml
Beberapa obat simpatomimetik (atropin, hiosin, skopolamin) karena mudah
teroksidasi jadi perlu penambahan antioksidan dan juga kontrol pH.

BIOMEDIK BIOKIMA

1. PENGERTIAN SEL
Sel berasal dari kata latin cella yang berarti ruangan kecil. Ukuran sel bermacammacam
dan bentuk sel juga bermacam-macam. Meskipun ukuran sel sangat kecil, strukturnya sangat
rumit dan masing-masing bagian sel memiliki fungsi khusus. Misalnya, mitokondria yang
terdapat di dalam sel berfungsi sebagai penghasil energi, sedangkan lisosom berfungsi
sebagai pencerna.

Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan kehidupan.
Sel disebut sebagai unit terkecil karena sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang
lebih kecil yang berdiri sendiri. Sel dapat melakukan proses kehidupan seperti melakukan
respirasi, perombakan, penyusunan, reproduksi melalui pembelahan sel, dan terhadap
rangsangan. Sel disebut satuan struktural makhluk hidup. Sel juga disebut sebagai satuan
fungsional makhluk hidup. Perkembangbiakan dilakukan melalui pembelahan sel dan
pembelahan sel dilakukan baik oleh organisme bersel satu mengadakan pembelahan secara
langsung sedangkan sel-sel pada organisme bersel banyak mengalami pembelahan secara
mitosis. Sel mengandung materi genetik, yaitu materi penentu sifat-sifat makhluk hidup.
Dengan adanya materi genetik, sifat makhluk hidup dapat diwariskan kepada keturunannya.

Gambar 1.1. Sel


1. Struktur Sel
Struktur sel dibagi menjadi struktuk sel prokariotik dan eukariotik.

 Struktur sel prokariotik


Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA),
dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti
karena tidak mempunyai membran inti maka bahan inti yang berada di dalam sel
mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Ciri lain dari sel prokariotik adalah
tidak memiliki sistem endomembran (embran dalam), seperti reticulum endoplasma dan
kompleks golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloropas,
namun mempunyai struktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofor.
Adapun sel prokariotik meliputi sebagai berikut.

Gambar 1.2. Sel prokariotik

 Dinding sel
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk yang tetap. Pada dinding
sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul.
Gambar 1.3. Dinding Sel

 Membran plasma
Membran sel atau membran plasma tersusun atas molekul lemak dan protein.
Fungsinya sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekitarnya,
dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dan ke dalam sel.

Gambar 1.4. Membran Plasma

 Sitoplasma
Sitoplasma tersusun atas air, protein, lemak, mineral, dan enzim-enzim di pergunakan
untuk mencerna makanan secara ekstraseluler dan untuk melakukan proses
metabolisme sel. Metabolisme terdiri dari proses penyusunan (anabolisme) dan
penguraian (katabolisme) zat-zat.

Gambar 1.5. Sitoplasma

 Mesosom
Pada tempat tertentu, membran plasma melekuk ke dalam membentuk organel yang
disebut mesosom. Mesosom berfungsi sebagai penghasil energi. Biasanya
mesosom terletak di dekat dinding sel yang baru terbentuk pada saat pembelahan
biner sel bakteri. Pada membran mesosom terdapat enzim-enzim pernapasan
yang berperan dalam reaksi-reaksi oksidasi untuk menghasilkan energi.
Gambar 1.6. Mesosom

 Ribosom
Ribosom merupakan organel tempat berlangsungnya sintesis protein.

Gambar 1.7 Ribosom

 DNA
Asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid, disingkat DNA) merupakan
persenyawaan yang tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa-basa
nitrogen. DNA berfungsi sebagai pembawa informasi genetik, yakni sifat-sifat
yang harus di wariskan kepada keturunannya.
 RNA
Asam ribonukleat (ribonucleic acid, disingkat RNA) merupakan persenyawaan hasil
transkripsi DNA. Jadi bagian tertentu, DNA melakukan transkripsi (mengkopi diri)
membentuk RNA. RNA membawa kode-kode genetik sesuai dengan pesanan
DNA. Selanjutnya, kode-kode genetik itu akan diterjemahkan dalam bentuk urutan
asam amino dalam proses sintesis protein.

Gambar 1.9. RNA


 Struktur sel eukariotik
Perbedaan pokok antara sel prokariotik dan eukariotik adalah sel eukariotik memiliki
membran inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu sel, eukariotik memiliki sistem
endomembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum
endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki
sentriol, sedangkan sel prokariotik tidak. adapun sel eukariotik meliputi sebagai berikut:

Gambar 1.10. Sel Eukariotik

 Membran plasma
Membran plasma membatasi sel dengan lingkungan luar, bersifat semi/selektif
permeabel, berfungsi mengatur pemasukan dan pengeluaran zat ke dalam dan
ke luar sel dengan cara difusi, osmosis, dan transport aktif. Membran plasma
disusun oleh fosfolipid, protein dan kolesterol.
Gambar 1.11. Membran plasma

 Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan sel yang berada di luar inti, terdiri atas air dan zatzat
yang terlarut serta berbagai macam organel sel hidup.

Gambar 1.12. Sitoplasma

 Nukleus
Inti sel atau nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel
nukleus berdiameter 10 mikrometer. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan
berbentuk bulat dan oval.
Gambar 1.13. Nukleus

 Sentriol
Sentriol merupakan organel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan.
Pada fase tertentu dalam daur hidupnya sentriol memiliki silia atau flagela. Sentriol
hanya dijumpai pada sel hewan, sedangkan pada sel tumbuhan tidak.

Gambar 1.14. Sentriol

 Retikulum Endoplasma
Retikulum berasal dari kata reticular yang berarti anyaman benang atau
jalakarena letaknya memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma), maka
disebut sebagai retikulum endoplasma (disingkat RE). RE hanya dijumpai di
dalam sel eukariotik, baik sel hewan maupun sel tumbuhan.

Gambar 1.15. Retikulum Endoplasma

 Ribosom
Ribosom tersusun atas RNA-ribosom (RNA-r) dan protein. Ribosom tidak memiliki
membran.
Gambar 1.16. Ribosom

 Kompleks golgi
Kompleks golgi sering disebut golgi saja. Pada sel tumbuhan, kompleks golgi
disebut diktiosom. Organel ini terletak di antara RE dan membran plasma.

Gambar 1.17. Kompleks Golgi

 Lisosom
Lisosom (lyso = pencernaan, soma = tubuh) merupakan membran berbentuk kantong
kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Enzim ini berfungsi dalam
pencernaan intrasel, yaitu mencerna zat-zat yang masuk dalam sel.
Gambar 1.18. Lisosom

 Badan Mikro
Badan mikro disebut karena ukurannya yang kecil, hanya bergaris tengah 0,3-1,5
mikro meter. Badan mikro terdiri atas peroksisom dan glioksisom.

Gambar 1.18. Badan mikro


 Mitokondria
Mitokondria merupakan penghasil energi (ATP) karena berfungsi untuk respirasi.
Secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang.
Mitokondria mempunyai sifat plastis, artinya bentuknya mudah berubah.
Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5-1 mikrometer dan panjang 3-10
mikrometer.

Gambar 1.20. Mitokondria

 Mikrotubulus dan Mikrofilamen


Mikrotubulus merupakan organel berbentuk tabung atau pipa, yang panjangnya 2,5
mikrometer dengan diameter 25 nm. Tabung-tabung kecil itu tersusun atas protein
yang dikenal sebagai tubulin.

Selain mikrotubulus, yang juga berperan dalam gerakan sel adalah mikrofilamen.
Organel ini berbentuk benang-benang halus, tipis yang memanjang. Mikrofilamen tersusun
atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel
otot, dan juga membentuk rangka dalam pada sel. Diameter mikrofilamen hanya 5 nm.
Gambar 1.21. Mikrotubulus dan mikrofilamen
BIOMEDIK HISTOLOGI

A. Pengertian Jaringan
Jaringan adalah gabungan dari beberapa atau banyak sel yang memiliki fungsi yang
sama dalam suatu ikatan.

B. Struktur Jaringan
Jaringan penyusun tubuh dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu jaringan
epitelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

C. Jaringan Epitelium

Jaringan epitelium merupakan jaringan penutup permukaan tubuh, baik permukaan


tubuh sebelah luar maupun sebelah dalam. Permukaan sebelah luar yang memiliki
jaringan epitelium adalah kulit, sedangkan permukaan sebelah dalam tubuh yang
mengandung epitelium adalah permukaan dalam usus, paru-paru, pembuluh darah, dan
rongga tubuh. Jaringan epitelium dapat berasal dari perkembangan lapisan ektoderma,
mesoderma atau endoderma. Nama epitelium sangat erat hubungannya dengan
letaknya di dalam tubuh. Epitelium yang melapisi dinding dalam kapiler darah, pembuluh
limfa, dan jantung disebut endotelium. Endotelium berasal dari perkembangan laoisan
mesoderma. Sedangkan epitelium yang melapisi rongga tubuh, misalnya perikardium,
pleura, dan peritoneum disebut mesotelium. Mesotelium juga berasal dari lapisan
mesoderma. Sel-sel epitelium terikat satu dengan lainnya oleh zat pengikat (semen)
antarsel, sehingga hampir tidak ada ruangan antarsel. Jaringan epitelium dapat
dikelompokkan berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuknya, serta berdasarkan
struktur dan fungsinya.

1) Epitelium berdasarkan jumlah lapisan sel dan bentuk


Dua kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasikan epitelium adalah jumlah
lapisan sel dan bentuknya. Berdasarkan jumlah lapisannya, epitelium dapat
dibedakan menjadi epitelium sederhana dan epitelium berlapis. Epitelium
sederhana adalah epitelium yang sel-selnya hanya selapis. Epitelium berlapis
adalah epitelium yang terdiri atas beberapa lapis sel.
2) Epitelium berdasarkan struktur dan fungsi
Berdasarkan struktur dan fungsinya jaringan epitelium dibedakan menjadi dua, yaitu
jaringan epitelium penutup dan jaringan epitelium kelenjar. a) Jaringan
epitelium penutup

Berperan melapisi permukaan tubuh dan jaringan lainnya, terdapat di permukaan


tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau merupakan lapisan di
sebelah dalam dari saluran yang ada pada tubuh.

b) Jaringan Epitelium kelenjar

Tersusun oleh sel sel khusus yang mampu menghasilkan sekret atau getah cair.
Getah cair ini berbeda dengan darah dan cairan antar sel.

Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya, kelenjar dibedakan menjadi


dua, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.

Gambar 1.22. Jaringan epithelium


b. Jaringan Ikat
Ciri khusus jaringan ikat adalah memiliki komponen intaseluler yang disebut matriks.
Matriks disekresikan oleh sel-sel jaringan ikat. Dengan demikian, secara garis besar,
jaringan ikat terdiri atas sel-sel jaringan ikat dan matriks. Berdasarkan bentuk dan reaksi
kimianya, serat pada matriks dapat dibedakan menjadi tige jenis, yaitu serat kolagen,
elastin, dan retikuler. Serat kolagen berupa berkas beranekaragam yang berwarna
putih. Serat nya mempunyai daya regang yang tinggi dengan elastisitas yang rendah.
Kolagen terdapat pada tendon. Serat elastin berwarna kuning dan lebih tipis dari serat
kolagen. Seratnya mempunyai elastisitas tinggi. Terdapat pada pembuluh darah. Serat
retikuler hamper sama dengan serat kolagen tetapi berukuran lebih kecil. Serat ini
berperan dalam menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan lain. Bahan dasar
penyusun matriks adalah mukopolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Bentuk bahan
dasar ini adalah homogen setengah cair, jika kandungan asam hialuronat tinggi, matriks
bersifat lentur. Sebalinya, jika kandungan mukopolisakarida sulfatnya tinggi, matriks
bersifat kaku. Bahan ini terdapat dalam sendi. Ada berbagai jenis sel yang tertanam
dalam matriks dan memiliki berbagai fungsi, antara lain. Fibroblast (mensekresikan
protein), makrofag (berbentuk tidak teratur dan khusus terdapat pembuluh darah), sel
tiang (menghasilkan subtansi heparin dan histamine), sel lemak (khusus untuk
menyimpan sel lemak), sel darah putih (melawan fatogen dan dapat bergerak bebas).
Gambar 1.23. Jaringan Ikat
1) Jaringan ikat longgar
Susunan seratnya longgar dan memiliki banyak sustansi dasar. Fungsinya antara lain.
Member bentuk organ dalam, misalnya sumsum tulang dan hati. Menyokong,

Gambar 1.24 Jaringan Ikat Longgar


mengelilingi, dan menghubungkan elemen dari seluruh jaringan lain, misalnya
menyelubungi serat otot, melekatkan jaringan di bawah kulit.
2) Jaringan ikat padat
Susunan selnya padat dan memiliki sedikit bahan dasar dan sedikit sel jaringan ikat.
Jaringan ikat padat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jaringan ikat padat tak teratur
yang terdapat pada bagian dermis kulit dan pembungkus tulang, jaringan

ikat
pada teratur, yang terdapat pada tendon.

Gambar 1.25 Jaringan Ikat Padat

3. Jaringan tulang
a. Tulang rawan (Kartilago)
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu tulang rawan hialin (memiliki serat kolagen yang
tersebar dalam bentuk anyaman halus dan rapat), tulang rawan elastin (serat kolagen
tidak tersebar dan bentuk serat elastic bergelombang), tulang rawan fibrosa (serat
kolagen kasar dan tidak teratur, lakuna-lakunanya bulat atau bulat telur dan berisi selsel
kondrosit).
Gambar 1.26. Kartilago

b. Tulang sejati (Osteon)


Sel tulang disebut osteosit. Osteosit terletak di dalam lacuna. Osteosit dibentuk oleh
osteoblas. Antara osteosit yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli.
Matriks penyusun tulang adalah kolegen dan kalsium fosfat yang memperkeras matriks
sehingga tulang lebih keras. Tulang tersusun atas unit-unit yang dinamakan system
havers, setiap havers mengandung pembuluh darah. Tulang dibungkus oleh selaput
yang disebut periosteum.

Gambar 1.27. Tulang Osteon


c. Darah
Sel darah meliputi sel darah merah (eretrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping
darah (trombosit). Sel darah merah berfungsi untuk mengangkut oksigen, sel darah
putih berfungsi untuk melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan
keping darah berperan dalam proses pembekuan darah. Sel darah putih terdiri atas
monosit, limfosit, eosinofil, basofil, dan neutrofil.

Gambar 1.28. Darah

d. Jaringan adipose
Jaringan adipose adalah jaringan ikat yang terdiri atas sel-sel berukuran besar yang
terspesialisasi untuk menyimpan lemak, disebut juga jaringan lemak. Jaringan ini
berfungsi untuk menyimpan lemak sebagai cadangan makanan, mencegah hilangnya
panas secara berlebihan dan sebagai pelindung jaringan yang ada di dalamnya.
Jaringan ini terdstribusi di bawah kulit, di dalam tulang, rongga perut dan dada.
Gambar 1.29 Jaringan adipose

e. Jaringan otot
1. Otot polos
Sel berbentuk gelendong, memiliki satu inti yang terletak di bagian tengah.
Kontraksi otot polos tidak di bawah pengaruh kesadaran sehingga disebut otot
involunter. Contoh saluran pencernaan, kantong kemih, organ reproduksi, saluran
pernapasan.

2. Otot lurik
Sel berbentuk silinder yang panjang dan tidak bercabang, memiliki banyak inti
yang terletak di bagian tepi sel. Kontrasksi otot lurik di bawah kesadaran sehingga
di senut otot volunter. Contoh, otot melekat pada rangga.

3. Otot Jantung
Sel otot jantung membentuk rantai dan sering bercabang dua atau lebih
membentuk sinsitium. Memiliki satu atau dua inti sel yang terletak di bagian
tengah sel. Kontraksi tidak di bawah pengaruh kesadaran.

Gambar 1.30. Otot polos, otot lurik, otot jantung


4. Jaringan Saraf
a. Struktur sel saraf

Gambar 1.31. Struktur Saraf

b. Jenis sel saraf


Neuron sensori (aferen), berfungsi menyampaikan rangsangan dari organ penerima
rangsangan (reseptor) kepada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).
Neuron intermediate, berperan sebagai penghubung implus saraf dari satu neuron ke
neuron lain atau dari neuron mororik ke neuron sensorik. Neuron motor (eferen),
berfungsi mengirimkan implus dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yang akan
melakukan respons tubuh. Pada umumnya, neuron motor menerima implus dari neuron
intermediet. Adakalanya implus ditransmisikan dari neuron sensori ke neuron motor.