Anda di halaman 1dari 17

1. Ketentuan Pasal 1 ayat (2) UUD NRI 1945 yang benar ialah: a.

Pelanggaran Pemilu
a. Kedaulatan berada ditangan pemerintah/ pemerintah b. Pelanggaran Pidana Pemilihan
daerah dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. c. Pelanggaran Administrasi Pemilihan
d. Pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu
b. Kedaulatan berada ditangan Presiden dan dilaksanakan
e. Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota
menurut Undang-Undang Dasar.
c. Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan 11. Pemilu atau pemilihan dilaksanakan secara berkala yakni:
menurut Undang-Undang Dasar. a. 6 tahun sekali
d. Kedaulatan berada ditangan wakil rakyat dan dilaksanakan b. 5 tahun sekali
menurut Undang-Undang Dasar. c. 4 tahun sekali
2. Makna kedaulatan ialah: d. 5,5 tahun sekali
a. Kekuasaan 12. Pasal 18 ayat (4) UUD NRI 1945 menyatakan “Gubenur, Bupati
b. Kekuasaan tertinggi dan Walikota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan
c. Sumber kekuasaan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis.
d. Ciri kekuasaan Makna yang terkandung dalam rumusan ‘dipilih secara
3. Prinsip yang terkandung dalam Pasal 1 ayat (2) UUD NRI 1945 demokratis’ ialah:
ialah: a. Dipilih oleh DPRD Provinsi, atau DPRD Kabupaten, atau
a. Nomokrasi DPRD Kota.
b. Aristokrasi b. Dipilih secara langsung oleh rakyat.
c. Teokrasi c. Dipilih, diangkat dan ditetapkan oleh Presiden.
d. Demokrasi d. Dipilih oleh secara tidak langsung.
4. Secara etimologi, demokrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri 13. Yang dimaksud dengan pelanggaran pemilu adalah:
dari dua suku kata yakni: a. Perbuatan yang melanggar
a. Demos dan cratein. b. Tindakan yang bertentangan atau tidak sesuai dengan
b. Demos dan kratein. peraturan perundang-undangan terkait pemilu
c. Domo dan kratos. c. Sikap atau perilaku yang melanggar norma-norma.
d. Domos dan kratos. d. Niat dan perbuatan melakukan pelanggaran.
5. Pasal 1 ayat (3) UUD NRI 1945 menyatakan “Negara Indonesia 14. Jenis-jenis pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu
adalah negara hukum”. Salah satu makna negara hukum ialah: meliputi:
a. Hukum sebagai panglima. a. Pelanggaran etika dan moral.
b. Hukum sebagai alat kekuasaan. b. Pelanggaran prosedur dan tata cara pelaksanaan pemilu.
c. Hukum sebagai hasil proses politik. c. Pelanggaran norma-norma tahapan pemilu.
d. Hukum sebagai instrumen pengabsah. d. Pelanggaran, etik, pidana, dan administrasi.
6. Pihak-Pihak yang dapat melaporkan dugaan pelanggaran pada 15. Pelanggaran dalam setiap tahapan pemilihan terhadap tata
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, diantaranya oleh: cara yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan
Pemilihan, adalah :
a. KPU
b. Partai Politik a. Pelanggaran Pemilu
c. Pemantau Pemilu b. Pelanggaran Pemilihan
d. Lembaga Swadaya Masyarakat c. Pelanggaran Pidana Pemilihan
e. Pengawas Pemilu Kepala Daerah d. Pelanggaran Administrasi Pemilihan

7. Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh: 16. Lembaga yang menangani dugaan pelanggaran administrasi
a. Partai politik yang memiliki akta pendirian. pemilu ialah:
b. Gabungan partai politik yang memiliki akta pendirian. a. Badan Pengawas Pemilu
c. Partai politik atau gabungan partai politik yang telah b. Komisi Pemilihan Umum
diverifikasi secara faktual. c. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.
d. Partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan d. Mahkamah Kehormatan Penyelenggara Pemilu.
umum. 17. Lembaga yang menangani dugaan pelanggaran pidana pemilu
8. Dugaan Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota meliputi:
di laporkan secara tertulis kepada Pengawasa Pemilu, paling a. Bawaslu dan KPU.
sedikit memuat diantaranya: b. Bawaslu, Polri dan Kejaksaan.
a. Nama dan alamat KPU c. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/ Kota,
b. Nama dan alamat Pelapor Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan,
c. Nama dan alamatKepolisian Pengawas TPS, dan Pengawas Pemilu Luar Negeri.
d. Nama dan alamatPartaiPolitik d. Polri dan Kejaksaan.
9. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ... melalui pemilihan 18. Dugaan pelanggaran pemilu dapat berasal dari:
umum: a. Laporan.
a. dipilih dari setiap provinsi. b. Asumsi
b. dipilih dari setiap gabungan provinsi. c. Temuan pengawas pemilu
c. dipilih dari setiap kabupaten/kota. d. Temuan dan laporan
d. dipilih dari setiap gabungan kabupaten/kota. 19. Laporan pelanggaran pemilu dapat disampaikan oleh:
10. Penyelenggara Pemilu yang melakukan pelanggaran yang a. Warga negara Indonesia atau warga negara asing.
berpedoman pada sumpah dan/janji sebelum menjalankan b. Penduduk.
tugas sebagai penyelenggara Pemilihan, adalah pelanggaran:
c. Warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, a. Perbuatan
pemantau pemilu, atau peserta pemilu. b. Hasil pendengaran
d. Rakyat Indonesia. c. Peristiwa
20. Penerimaan laporan dugaan pelanggaran pemilu dilakukan: d. Keadaan.
a. Pada semua tahapan pemilu 31. Contoh perbuatan pelanggaran pemilu:
b. Pada tahapan pencalonan, kampanye dan pemungutan a. Tidak memenuhi syarat sebagai pemilih
suara. b. Calon tidak bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
c. Pada tahapan pendaftaran pemilih, kampanye, dan c. Calon anggota DPD tidak bertempat tinggal di wilayah
pemungutan suara. NKRI
d. Pada tahapan persiapan. d. Peserta pemilu tidak menyampaikan laporan dana
21. Laporan pelanggaran pemilu disampaikan paling sedikit kampanye.
memuat hal-hal kecuali: 32. Contoh ‘keadaan hukum’ sebagai salah satu fakta dalam
a. Nama pelapor, alamat pelapor, dan pihak terlapor. penanganan dugaan pelanggaran pemilu:
b. Waktu dan tempat kejadian perkara. a. Menjanjikan uang kepada pemilih
c. Uraian kejadian. b. KPU menetapkan calon anggota DPD terpilih dengan
d. Keadaan terlapor. ranking perolehan suara ke-5.
22. Laporan pelanggaran pemilu anggota legislatif disampaikan c. Warga negara Indonesia yang berumur 16 tahun
paling lama ... sejak diketahui dan/atau ditemukannya menyampaikan laporan kepada pengawas pemilu.
pelanggaran pemilu. d. KPPS mulai melaksanakan penghitungan suara pada pukul
a. 5 (lima) hari 11.00.
b. 6 (enam) hari 33. Laporan pelanggaran pemilu dapat disampaikan oleh peserta
c. 7 (tujuh) hari pemilu yang meliputi:
d. 8 (delapan) hari a. Partai politik, bakal calon anggota DPR, bakal calon
23. Temuan dugaan pelanggaran pemilu disampaikan oleh: anggota DPD, bakal calon Presiden dan/atau Wakil
a. Masyarakat. Presiden.
b. Lembaga swadaya masyarakat. b. Partai politik, bakal calon/calon anggota DPR, bakal
c. Komisi Pemilihan Umum calon/calon anggoat DPD
d. Pengawas pemilihan umum. c. Partai politik, bakal calon/calon anggota DPR, bakal
24. Temuan dugaan pelanggaran pemilu disampaikan kepada: calon/calon anggota DPD, bakal calon/calon anggota
a. Kepolisian DPRD Provinsi, bakal calon/calon anggota DPRD
b. Kejaksaan Kabupaten/Kota, bakal calon/calon Gubernur dan/atau
c. Pengawas pemilihan umum Wakil Gubernur, bakal calon/calon Bupati/ Wakil Bupati
d. Sekretaris Jenderal/ sekretaris pengawas pemilu. dan calon/bakal calon Walikota dan/atau Wakil Walikota.
25. Laporan dugaan pelanggaraan pemilu dapat diterima jika: d. Partai politik, bakal calon/calon anggota DPD, bakal
a. Dilaporkan oleh orang atau badan yang berkompeten. calon/calon Presiden dan/atau Wakil Presiden.
b. Memenuhi syarat formal. 34. Salah satu muatan dalam laporan tertulis pelanggaran pemilu
c. Dilaporkan oleh pelapor yang jelas identitasnya. ialah alamat pelapor. Penggunaan alamat pelapor yang tepat
d. Memenuhi syarat formal dan syarat materil. adalah:
26. Pentingnya identitas pelapor sebagai salah satu unsur syarat a. Dapat menggunakan alamat orang tua pelapor.
materil yakni: b. Menggunakan alamat berdasarkan kartu tanda penduduk
a. Untuk kepentingan pengarsipan. elektronik
b. Agar pelapor mudah dikonfrontir dangan terlapor. c. Menggunakan alamat sesuai tempat tinggal
c. Untuk memperlancar proses penanganan pelanggaran. d. Menggunakan alamat berdasarkan domisili
d. Untuk mempermudah menghubungi saksi. 35. Yang tidak dapat dijadikan sebagai terlapor:
27. Tujuan atas perlunya deskripsi peristiwa atau uraian kejadian a. Perempuan hamil
dalam penyampaian laporan dugaan pelanggaran pemilu yakni: b. Anak yatim piatu
a. Untuk memenuhi kelengkapan laporan. c. Warga negara asing
b. Untuk kepentingan administrasi. d. Anak yang berumur 9 tahun.
c. Untuk kepentingan penyidikan dan penuntutan. 36. Laporan pelanggaran pemilu disampaikan paling lama 7 (tujuh)
d. Untuk kepentingan analisis pelanggaran hari sejak diketahui. Arti ‘diketahui’ dalam hal ini kecuali:
28. Hakekat laporan atau temuan pelanggaran pemilu yakni: a. Dilihat langsung
a. Amatan b. Diamati langsung
b. Berita c. Didengar dari orang lain yang tidak mendengar langsung
c. Realita d. Didengar langsung.
d. Kaidah/ norma 37. Salah satu kegiatan dalam proses penanganan pelanggaran
29. Fakta yang digunakan dalam penanganan pelanggaran atau yakni melakukan kajian laporan pelanggaran pemilu. Kajian
temuan dalam konteks pemilu/ pemilihan ialah: laporan mengandung berisi...
a. Fakta pemilu. a. Paparan fakta
b. Fakta sosial b. Klasifikasi hukum
c. Fakta hukum c. Invetaris norma hukum
d. Fakta politik d. Analisis fakta dan hukum
30. Fakta dapat berupa 3 (tiga) hal kecuali:
38. Klasifikasi hukum dalam penanganan pelanggaran pemilu oleh c. Bawaslu Provinsi
pengawas pemilu berguna untuk: d. Bawaslu.
a. Membantu menentukan jenis pelanggaran pemilu 48. Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus
b. Mempercepat penanganan pelanggaran ‘keberatan’ atas Putusan Pelanggaran Administrasi TSM:
c. Memudahkan penyidikan pelanggaran a. Bawaslu Provinsi
d. Membantu penuntut umum. b. Bawaslu
39. Pelanggaran bersifat Terstruktur, Sistimatis, dan Masif (TSM) c. Pengadilan Tata Usaha Negara
dalam penyelenggaraan pemilihan Gubernur/ Bupati/ Walikota d. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.
diatur dalam: 49. Jangka waktu menerima, memeriksa, dan memutus
a. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 pelanggaran administrasi TSM:
b. Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 a. Paling lama 20 (dua puluh) hari.
c. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 b. Paling lama 17 (tujuh belas) hari
d. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 c. Paling lama 14 (empat belas) hari
40. Hakekat penindakan terhadap dugaan pelanggaran pada d. Paling lama 10 (sepuluh) hari.
penyelenggaraan pemilu ialah: 50. Jenis hari yang digunakan dalam menerima, memeriksa, dan
a. Efek jera. memutus pelanggaran administrasi TSM:
b. Kejujuran. a. Hari kalender
c. Kepastian hukum. b. Hari kerja
d. Keadilan. c. Kecuali tanggal merah
41. Laporan dugaan Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati, dan d. Kecuali hari besar keagamaan
Walikota disampaikan kepada Pengawas Pemilu, secara tertulis 51. Lembaga yang menindaklanjuti Putusan Pelanggaran
dengan paling sedikit memuat hal-hal berikut, kecuali? Administrasi TSM:
a. Identitas pelapor a. KPU
b. Nama dan alamat terlapor b. KPU Provinsi atau KPU Kabupaten Kota.
c. Waktu dan tempat kejadian perkara c. Kementerian terkait.
d. Nama-nama peserta Pemilihan d. Gubernur atau Bupati/ Walikota.
42. Unsur terstruktur dalam konsep pelanggaran TSM meliputi: 52. Waktu tindak lanjut Putusan Pelanggaran Administrasi TSM:
a. Aparat pemerintah daerah a. Paling lambat 3 (tiga) hari sejak diterbitkannya Putusan
b. Aparat penyelenggara pemilu TSM.
c. Aparat Pemerintah b. Paling lambat 4 (empat) hari sejak diterbitkannya Putusan
d. Aparat pemerintah dan penyelenggara pemilu TSM.
43. Pelanggaran sistematis mengandung arti: c. Paling lambat 5 (lima) hari sejak diterbitkannya Putusan
a. Pelanggaran direncanakan secara baik dan sangat rapi TSM.
b. Pelanggaran direncanakan sebelum pencalonan d. Paling lambat 6 (enam) hari sejak diterbitkannya Putusan
c. Pelanggaran direncanakan secara matang, tersusun, dan TSM.
sangat rapi. 53. Hari yang digunakan untuk menindaklanjuti Putusan
d. Pelanggaran direncanakan secara koheren Pelanggaran Administrasi TSM:
44. Pelanggaran yang bersifat masif mengandung arti: a. Hari kerja
a. Berdampak luas pada kualitas pemilihan b. Hari kalender
b. Dampak pelanggaran yang sangat luas pengaruhnya c. Kecuali tanggal merah
terhadap hasil pemilihan d. Kecuali hari besar nasional.
c. Berdampak pada kemenangan 54. Keputusan KPU Provinsi atau KPU Kabupaten/ Kota atas
d. Dampak pelanggaran yang sangat luas pengaruhnya tindaklanjut Putusan Pelanggaran Administrasi TSM dapat
terhadap sebagian hasil pemilihan. berupa sanksi administrasi yaitu:
45. Unsur aparat pemerintah yang terlibat dalam pelanggaran TSM a. Peringatan lisan terhadap pasangan calon
dalam pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota mencakup: b. Peringatan tertulis terhadap pasangan calon
a. Pegawai dan pejabat dalam lingkungan pemerintah daerah c. Peringatan tertulis terhadap tim kampanye
b. Pegawai dan pejabat dalam lingkungan pemerintah pusat d. Pembatalan pasangan calon.
c. Pegawai dan pejabat dalam lingkungan pemerintah baik 55. Pasangan calon yang dikenai sanksi administrasi berdasarkan
pusat maupun daerah. Putusan Pelanggaran Administrasi TSM dapat mengajukan
d. Pejabat dalam lingkungan pemerintah baik pusat maupun upaya hukum ke:
daerah. a. Pengadilan Negeri
46. Prinsip-pinsip penanganan pelanggaran TSM dalam pemilihan, b. Pengadilan Tata Usaha Negara
kecuali: c. Mahkamah Agung
a. Cepat d. Mahamah Konstitusi
b. Murah 56. Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, diatur
c. Sederhana tentang masa pelaporan atas dugaan pelanggaran, kapan
d. Tidak memihak laporan atas dugaan pelanggaran harus disampaikan kepada
pengawas pemilu?
47. Lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus
pelanggaran TSM dalam pemilihan: a. Disampaikan paling lama 14 (empat belas) hari sejak
terjadinya pelanggaran Pemilu
a. Panwas Kecamatan
b. Panwas Kabupaten/ Kota
b. Disampaikan paling lama 12 (dua belas) hari sejak 64. Majelis Pemeriksa dalam memeriksa dugaan pelanggaran
terjadinya pelanggaran Pemilu Adminsitrasi TSM dilarang berkomunikasi dengan:
c. Disampaikan paling lama 9 (sembilan) hari sejak terjadinya a. Pelapor dan saksi.
pelanggaran Pemilu b. Terlapor dan saksi.
d.Disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari sejak terjadinya c. Pelapor, terlapor, saksi, dan ahli.
pelanggaran Pemilu d. Pelapor, terlapor, dan saksi.
57. Pemeriksaan Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi TSM 65. Asisten pemeriksa dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran
yang memiliki persamaan yang pada pokoknya dilaporkan oleh Administrasi TSM dilarang berkomunikasi dengan:
lebih dari 1 (satu) Pelapor, dilakukan dengan: a. Terlapor dan saksi.
a. Memisahkan pemeriksaan sesuai jumlah pelapor b. Pelapor dan terlapor.
b. Menggabungkan pemeriksaan c. Saksi pelapor maupun saksi terlapor.
d. Terlapor, pelapor, dan saksi.
c. Dapat diputuskan oleh 1 (satu) orang anggota pengawas
66. Pengambilan putusan atas hasil pemeriksaan dugaan
pemilu
pelanggaran Administrasi TSM diputuskan dalam:
d. Dapat diputuskan oleh 1 (satu) orang anggota pengawas a. Rapat terbatas Majelis Pemeriksa.
pemilu dibantu oleh Sekretaris pengawas pemilu. b. Rapat permusyawaratan Majelis Pemeriksa.
58. Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi TSM yang memiliki c. Rapat tertutup Majelis Pemeriksa.
persamaan yang pada pokoknya dilaporkan oleh lebih dari 1 d. Rapat bersama dengan Sekretaris Jenderal Bawaslu atau
(satu) Pelapor, diputuskan: Sekretaris Bawaslu Provinsi.
a. Dengan masing-masing putusan sesuai jumlah pelapor 67. Pengambilan putusan atas hasil pemeriksaan dugaan
b. Dengan putusan sela pelanggaran Administrasi TSM diputuskan melalui:
c. Dalam satu putusan a. Rapat rutin.
d. Dalam putusan tertentu. b. Rapat kerja.
59. Majelis pemeriksa dugaan pelanggaran Administrasi TSM c. Rapat koordinasi.
berjumlah: d. Rapat pleno.
a. 1 (satu) orang ditambah Tim asistensi 68. Pihak terlapor dalam dugaan pelanggaran Administrasi TSM
b. 3 (tiga) orang kecuali:
c. 4 (empat) orang a. Calon Gubernur dan/atau Wakil Gubernur.
d. 5 (lima) orang b. Calon Bupati dan/atau Wakil Bupati.
60. Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Administrasi TSM c. Calon Walikota dan/atau Wakil Walikota.
dapat dilaksanakan dengan paling sedikit: d. Pemantau pemilihan.
a. 1 (satu) orang Pemeriksa ditambah 1 (satu) orang 69. Laporan dugaan pelanggaran Administrasi TSM dapat
Sekretaris disampaikan oleh beberapa pihak kecuali:
b. 1 (satu) orang Pemeriksa ditambah 1 (satu) orang a. Warga nagara Indonesia yang memiliki hak pilih pada
Sekretaris dan Tim Asistensi pemilihan setempat.
c. 2 (dua) orang Majelis Pemeriksa b. Pemantau pemilihan.
d. Sekretaris Pemeriksa dan Tim Asistensi c. Peserta pemilihan.
61. Majelis Pemeriksa dan asisten pemeriksa dugaan pelanggaran d. Tim relawan.
Administrasi TSM ditetapkan dengan: 70. Potensi pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu Presiden
a. Peraturan Bawaslu dan Wakil Presiden dapat terjadi:
b. Keputusan Ketua Bawaslu a. Pada tahapan pendaftaran calon dan tahapan kampanye.
c. Keputusan Sekretaris Jenderal Bawaslu b. Pada tahapan kampanye.
d. Keputusan Ketua Bawaslu Provinsi c. Pada masa tenang.
62. Untuk membantu Majelis Pemeriksa, Asisten Pemeriksa dapat d. Pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.
berasal dari: 71. Dalam suatu kampanye pemilihan, peserta kampanye
a. Sekretariat Jenderal Bawaslu dan akademisi. menggunakan banyak kendaraan yang tidak menggunakan
b. Sekretariat Jenderal Bawaslu dan pengurus organisasi nomor kendaraan dan pengendara sepeda motor tidak
masyarakat menggunakan helm. Siapakah yang lebih tepat melakukan
c. Sekretariat Jenderal Bawaslu, Sekretariat Bawaslu Provinsi, pemrosesan atas pelanggaran tersebut?
dan/ atau tenaga profesional dibidang kepemiluan atau a. Kepolisian
bidang hukum b. KPU
d. Sekretariat Jenderal Bawaslu dan tenaga profesional c. Bawaslu
dalam bidang apapun. d. KPU Provinsi/Kabupaten/ kota
63. Majelis Pemeriksa dalam pemeriksaan dugaan pelanggaran 72. Laporan dugaan pelanggaran pada penyelenggaraan pemilu
Administrasi TSM dibantu oleh: Presiden dan Wakil Presiden dapat disampaikan oleh:
a. Media cetak atau media elektronik. a. Wartawan/ media.
b. 1 (satu) orang Sekretaris Pemeriksa dan paling sedikit 1 b. Organisasi kemasyarakatan/ organisasi keagamaan.
(satu) orang notulen. c. Partai politik.
c. Sekretaris Jenderal Bawaslu atau Sekretaris Bawaslu d. Pasangan calon/ Tim Kampanye
Provinsi. 73. Laporan dugaan pelanggaran pada penyelenggaraan pemilu
d. Kepala Sub Bagian Pengawasan atau Kepala Sub Bagian Presiden dan Wakil Presiden disampaikan secara tertulis
Hukum dan Penanganan Pelanggaran.
kepada pengawas pemilu dengan memuat beberapa hal, Bawaslu Provinsi dan/atau Panwaslu Kabupaten/Kota paling
kecuali: lama:
a. Nama dan alamat pelapor. a. 2 (dua) hari sejak rekomendasi diterima
b. Pihak pelapor b. 3 (tiga) hari sejak rekomendasi diterima
c. Pihak terkait. c. 7 (tujuh) hari sejak rekomendasi diterima
d. Uraian kejadian. d. 5 (lima) hari sejak rekomendasi diterima
74. Dalam suatu kampanye pemilihan, peserta kampanye
menggunakan banyak kendaraan yang tidak menggunakan
nomor kendaraan dan pengendara sepeda motor tidak 82. Pelanggaran administrasi pada penyelenggaraan pemilu
menggunakan helm. Siapakah yang lebih tepat melakukan Presiden dan wakil Presiden direkomendasikan kepada:
pemrosesan atas pelanggaran tersebut? a. KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.
a. Kepolisian b. KPU, dan KPU Provinsi.
b. KPU c. KPU.
c. Bawaslu
d. Penegak Hukum.
d. KPU Provinsi/Kabupaten/ kota
75. Laporan dugaan pelanggaran pada penyelenggaraan pemilu 83. Laporan dugaan pelanggaran pidana pada penyelenggaraan
Presiden dan Wakil Presiden disampaikan paling lama ... hari pemilu Presiden dan wakil Presiden disampaikan kepada:
sejak terjadinya pelanggaran. a. Kepolisian.
a. 7 (tujuh) hari b. Kejaksaan.
b. 5 (lima) hari c. Pengawas Pemilu.
c. 14 (empat belas) hari d. Pengadilan.
d. 3 (tiga) hari. 84. Laporan pelanggaran pidana pada penyelenggaraan pemilu
76. Setelah menerima laporan, Pengawas Pemilu selanjutnya Presiden dan wakil Presiden diteruskan kepada:
melakukan kegiatan: a. Kepolisian.
a. Mengarsipkan laporan. b. Kejaksaan
b. Mendata laporan c. Pengawas Pemilu
c. Mengkaji laporan. d. Pengadilan
d. Memutus laporan. 85. Kriteria umum pelanggaran administrasi pada penyelenggaraan
77. Jika laporan dugaan pelanggaran pada penyelenggaraan pemilu pemilu Presiden dan wakil Presiden adalah:
Presiden dan Wakil Presiden terbukti kebenarannya, Pengawas a. Pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur
Pemilu menindaklanjuti laporan dalam kurun waktu: penyelenggaraan pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang
a. Paling lama 3 (tiga) hari setelah laporan diterima. bukan merupakan ketentuan pidana dan terhadap
b. Paling lama 4 (empat) hari setelah laporan diterima. ketentuan lain yang diatur dalam Peraturan Bawaslu.
c. Paling lama 7 (tujuh) hari setelah laporan diterima. b. Pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur
d. Paling lama 8 (delapan) hari setelah laporan diterima. penyelenggaraan pemilu Presiden dan wakil Presiden yang
78. Presiden, Menteri, Gubernur, dan Bupati tidak dilarang bukan merupakan ketentuan pidana dan terhadap
melakukan kampanye pada Pemilihan Gubernur, Bupati, dan ketentuan lain yang diatur dalam Peraturan Bawaslu dan
Walikota. Berikut ini adalah salah satu syarat agar Para Pejabat Peraturan KPU.
Negara tersebut dapat melakukan kampanye yaitu: c. Pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur
a. Mendapatkan pengawalan yang ketat penyelenggaraan pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang
b. Menggunakan fasilitas negara yang melekat bukan merupakan ketentuan pidana dan terhadap
c. Cuti diluar tanggungan negara pada masa kampanye yang ketentuan lain yang diatur dalam Peraturan KPU.
diikuti d. Pelanggaran terhadap ketentuan yang mengatur
d. Pada hari libur nasional penyelenggaraan pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang
79. Dalam hal pengawas pemilu pada penyelenggaraan pemilu bukan merupakan ketentuan pidana dan terhadap
Presiden dan wakil Presiden memerlukan keterangan tambahan ketentuan lain yang diatur dalam Keputusan KPU.
dari pelapor, tindak lanjut laporan dilakukan dalam kurun 86. Pelanggaran administrasi pemilu Presiden dan Wakil Presiden
waktu: diselesaikan oleh:
a. Paling lama 4 (empat) hari setelah laporan diterima. a. Bawaslu dan Bawaslu Provinsi
b. Paling lama 5 (lima) hari setelah laporan diterima. b. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Panwaslu Kabupaten/ Kota
c. Paling lama 6 (enam) hari setelah laporan diterima. c. KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota.
d. Paling lama 7 (tujuh) hari setelah laporan diterima. d. KPU
80. Laporan dugaan pelanggaran administrasi pada 87. Penyidik Kepolisian menyampaikan menyampaikan hasil
penyelenggaraan pemilu Presiden dan wakil Presiden penyidikan atas laporan pidana pada penyelenggaraan pemilu
disampaikan kepada: Presiden dan Wakil Presiden beserta berkas perkara kepada
a. KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota penuntut umum dalam kurun waktu:
b. KPU, dan KPU Provinsi a. Paling lama 16 (enam belas) hari sejak menerima laporan
c. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/ Kota, dari pengawas pemilu.
Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan, dan b. Paling lama 14 (empat belas) hari sejak menerima laporan
Pengawas Pemilu Luar Negeri. dari pengawas pemilu.
d. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/ Kota. c. Paling lama 12 (dua belas) hari sejak menerima laporan
81. KPU Provinsi dan/atau KPU Kabupaten/Kota memeriksa dan dari pengawas pemilu.
memutus pelanggaran Administrasi berdasarkan rekomendasi
d. Paling lama 10 (sepuluh) hari sejak menerima laporan dari c. Memastikan laporan yang disampaikan tidak melebihi
pengawas pemilu. waktu pelaporan yang ditetapkan.
88. Apabila hasil penyidikan Kepolisian atas laporan pidana pada d. Memastikan peristiwa yang dilaporkan tidak berubah-
penyelenggaraan pemilu Presiden dan Wakil Presiden belum ubah.
lengkap, penuntut umum mengembalikan berkas perkara 97. Pentingnya untuk menyampaikan ‘tempat peristiwa terjadi’
kepada penyidik dalam kurun waktu: dalam proses pelaporan atas dugaan pelanggaran pemilu:
a. Paling lama 5 (lima) hari. a. Untuk menentukan lembaga pengawas pemilu yang
b. Paling lama 4 (empat) hari. menangani dugaan pelanggaran.
c. Paling lama 3 (tiga) hari. b. Untuk kepentingan penyelidikan.
d. Paling lama 6 (enam) hari. c. Untuk keperluan administratif.
89. Pihak Penuntut umum melimpahkan berkas perkara atas d. Untuk memastikan lokasi peristiwa.
laporan pidana pada penyelenggaraan pemilu Presiden dan 98. Pentingnya barang bukti dalam penanganan dugaan
Wakil Presiden kepada pengadilan negeri dalam kurun waktu: pelanggaran pemilu:
a. Paling lama 6 (enam) hari sejak menerima berkas perkara. a. Memperkuat laporan.
b. Paling lama 5 (lima) hari sejak menerima berkas perkara. b. Membuka tabir pelanggaran.
c. Paling lama 4 (empat hari sejak menerima berkas perkara. c. Mengetahui motif pelanggaran.
d. Paling lama 7 (tujuh) hari sejak menerima berkas perkara. d. Membuat terang fakta.
90. Sidang pemeriksaan perkara pidana pada penyelenggaraan 99. Salah satu syarat formal sebuah laporan dapat diterima ialah
pemilu Presiden dan Wakil Presiden dilakukan oleh: adanya pihak yang berhak melaporkan. Pihak ini sering disebut
a. Hakim tertentu. dengan sebutan lain:
b. Ketua Pengadilan. a. Pihak yang berkompeten.
c. Hakim khusus. b. Pihak yang memiliki kewajiban.
d. Hakim pidana umum. c. Pihak yang memiliki legal standing.
91. Laporan dugaan pelanggaran pemilu diterima oleh petugas d. Berhak.
penerima laporan dari unsur: 100. Saksi kerap diperlukan dalam penanganan dugaan pelanggaran
a. Staf Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota, pemilu. Ada 2 (dua) jenis saksi dalam hal ini, yaitu:
dan Panwaslu Kecamatan. a. Saksi pelapor dan terlapor.
b. Pimpinan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu b. Saksi KPU dan Saksi Bawaslu.
Kabupaten/Kota, dan Panwaslu Kecamatan. c. Saksi fakta dan saksi ahli.
c. Pejabat Sekretariat Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwaslu d. Saksi pemantau pemilu dan saksi penyelenggara pemilu.
Kabupaten/Kota, dan Panwaslu Kecamatan 101. Saksi-saksi dalam penanganan dugaan pelanggaraan pemilu
d. Pejabat struktural dalam lingkungan Bawaslu, Bawaslu diperlukan:
Provinsi, Panwaslu Kabupaten/Kota. a. Untuk memenuhi persyaratan penanganan pelanggaran.
92. Pihak yang menyampaikan laporan pelanggaran pemilu dapat b. Untuk kepentingan administrasi penanganan pelanggaran
disebut sebagai ... c. Untuk hadir dipersidangan
a. Lapor. d. Untuk membuktikan terjadinya pelanggaran.
b. Pelapor. 102. Setelah syarat pelaporan terpenuhi, petugas penerima laporan
c. Terlapor. pelanggaran pemilu selanjutnya:
d. Semua pilihan jawaban salah. a. Meneruskan laporan kepada Ketua pengawas pemilu.
93. Pihak yang dilaporkan dalam pelanggaran pemilu dapat disebut b. Meneruskan kepada petugas yang menangani/mengkaji
sebagai ... pelanggaran.
a. Lapor. c. Meneruskan kepada Sekretariat pengawas pemilu.
b. Pelapor. d. Meneruskan kepada kepolisian atau KPU dan jajarannya.
c. Terlapor. 103. Pengkajian sangat penting dalam proses penanganan dugaan
d. Semua pilihan jawaban salah. pelanggaran pemilu untuk:
94. Objek utama yang dilaporkan dalam pelanggaran pemilu ialah: a. Memberikan gambaran telah terjadi atau tidak terjadi
a. Perbuatan. pelanggaran.
b. Dokumen. b. Kepentingan dokumentasi.
c. Perilaku. c. Kepentingan bagi Kepolisian.
d. Semua pilihan jawaban salah. d. Kepentingan penuntutan.
104. Pengkajian sangat diperlukan dalam proses penanganan
95. Petugas penerima laporan ditetapkan dengan: dugaan pelanggaran pemilu guna:
a. Peraturan Bawaslu a. Membantu proses penyidikan dan penuntutan.
b. Surat edaran Bawaslu b. Membantu Ketua dan Anggota pengawas Pemilu untuk
c. Keputusan Pejabat yang berwenang dalam lingkungan mengambil keputusan.
Sekretariat Pengawas Pemilu. c. Membantu pelapor.
d. Keputusan Ketua Bawaslu, Ketua Bawaslu Provinsi, atau d. Membantu publikasi laporan.
Ketua Panwaslu Kabupaten/Kota. 105. Berkas/dokumen hasil kajian atas dugaan pelanggaran pemilu
96. Perlunya untuk menyampaikan ‘waktu peristiwa terjadi’ dalam bersifat ...selama belum diputuskan dalam rapat pleno.
proses pelaporan atas dugaan pelanggaran pemilu yaitu: a. biasa
a. Menentukan terjadinya pelanggaran. b. tertutup.
b. Untuk kepentingan administrasi pelanggaran. c. Rahasia.
d. Terbuka d. proses penanganan pelanggaran yang meliputi temuan,
106. Kategori hasil kajian dugaan pelanggaran pemilu dapat penerimaan laporan, pengumpulan alat bukti, klarifikasi,
menunjukkan beberapa gambaran, kecuali: pengkajian dan rekomendasi.
a. Terjadi pelanggaran pemilu. 113. Tindakan yang bertentangan atau tidak sesuai dengan
b. Bukan pelanggaran pemilu. peraturan perundang-undangan terkait Pemilu merupakan
c. Sengketa pemilu. pengertian dari:
d. Semi pelanggaran. a. Pelanggaran Kode Etik.
107. Pengawas pemilu dalam menangani dugaan pelanggaran b. Pelanggaran Pidana.
pemilu melakukan klarifikasi kepada beberapa pihak, hasil c. Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala
klarifikasi tersebut dituangkan dalam dokumen: Daerah.
a. Berita acara. d. Pelanggaran Pemilu.
b. Notulen. 114. Pihak-Pihak yang dilarang mengikuti kegiatan Kampanye pada
c. Surat keputusan. pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota, kecuali?
d. Surat biasa a. Kepala desa
108. Status laporan pelanggaran pemilu pada tingkat Bawaslu b. Hakim, hakim agung, hakim konstitusi
Provinsi/ Panwaslu Kabupaten Kota ditanda tangani oleh: c. Pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri
a. Ketua dan anggota Bawaslu Provinsi/ Panwaslu Kabupaten d. Pejabat PSSI, IDI dan KONI
Kota. 115. Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, adakalanya
b. Ketua dan Sekretaris Bawaslu Provinsi/ Panwaslu Bakal Calon yang mendaftar di KPU dilaporkan kepoada
Kabupaten Kota. Pengawas Pemilu karena menggunkan ijazah palsu, untuk
c. Ketua Bawaslu Provinsi/ Panwaslu Kabupaten Kota. menindak lanjuti laporan tersebut, salah satunya dengan
d. Sekretaris Bawaslu Provinsi/ Panwaslu Kabupaten Kota. melakukan?
109. Hasil keputusan pleno Bawaslu Provinsi atas dugaan a. Melakukan verifikasi kepada institusi pendidikan.
pelanggaran pemilu dapat disampaikan kepada pihak-pihak, b. Melakukan penelusuran terhadap riwayat pendidikan
kecuali: calon
a. Pelapor. c. Menghilangkan syarat minimal pendidikan
b. Media cetak atau media elektronik. d. Meningkatkan ancaman hukuman atas tindakan kandidat
c. Bawaslu.
d. Terlapor. 116. Yang dimaksud dengan Pelanggaran Administrasi Pemilihan
110. Keputusan berasal dari akar kata ... Berdasarkan Undang – Undang Nomor 1 tahun 2015 ialah :
a. Putusan a. Pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur yang
b. Putus berkaitan dengan administrasi pelaksanaan pemilihan
c. Mutus dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan;
d. Utus b. Pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur dan
111. Pengawas Pemilu setelah menerima laporan dugaan mekanisme yang berkaitan dengan Administrasi
pelanggaran pada Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pelaksanaan Pemilihan dalam Setiap tahapan
dibawah ini langkah-langkah yang harus dilakukan oleh penyelenggaraan Pemilihan;
pengawas pemilu setelah menerima laporan dugaan c. Pelanggaran yang meliputi tata cara dan mekanisme yang
pelanggaran pemilihan, kecuali ...
berkaitan dengan Administrasi pelaksanaan Pemilihan
a. Mengkaji setiap laporan pelanggaran yang diterima dalam Setiap penyelenggaraan Pemilihan di luar tindak
b. Berkoordinasi dengan pengadilan untuk dilakukan pidana pemilihan;
persidangan. d. Pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur dan
c. Laporan pelanggaran pidana Pemilu diteruskan kepada mekanisme yang berkaitan dengan Administrasi
penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia pelaksanaan Pemilihan dalam Setiap tahapan
d. Laporan pelanggaran administrasi Pemilu diteruskan penyelenggaraan Pemilihan di luar tindak pidana
kepada KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota
pemilihan dan pelanggaran kode etik penyelenggara
112. Badan Pengawas Pemilihan Umum memiliki fungsi
pemilihan.
Pengawasan, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, yang
dimaksud dengan Fungsi Penindakan ialah :
117. Tata Cara Penanganan Pelanggaran Administrasi berupa
a. Proses Penanganan Pelanggaran yang meliputi temuan,
menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya
penerimaan laporan klarifikasi, pengkajian dan
kepada pemilih yang dilakukan secara Terstruktur, Sistematis
rekomendasi.
dan Massif di atur dengan :
b. serangkaian proses penanganan pelanggaran yang
a. Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang
meliputi temuan, penerimaan laporan, pengumpulan
Perubahan Kedua atas Undang – Undang Nomor 1 Tahun
alat bukti, klarifikasi, pengkajian, dan/atau pemberian
2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti
rekomendasi, serta penerusan hasil kajian atas
Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang
temuan/laporan kepada instansi yang berwenang untuk
Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi
ditindaklanjuti.
Undang – Undang;
c. serangkaian proses untuk mengkaji, memeriksa, dan
b. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik
menilai temuan atau laporan serta penerusan kajian atas
Indonesia Nomor 13 Tahun 2016;
penanganan pelanggaran.
c. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik
Indonesia Nomor 11 Tahun 2014;
d. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik b. pembacaan materi laporan oleh Pelapor, pembacaan
Indonesia Nomor 8 Tahun 2015. tanggapan/jawaban Terlapor dan/atau keterangan Pihak
118. Pelanggaran dalam setiap tahapan pemilihan terhadap tata Terkait, pembuktian, dan pembacaan Putusan;
cara yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan c. pembacaan materi Pengaduan oleh Pengadu, pembacaan
Pemilihan, adalah : tanggapan/jawaban Pengadu dan/atau keterangan Pihak
a. PelanggaranPemilu
Terkait, pembuktian, penyampaian kesimpulan pihak
b. PelanggaranPemilihan
c. Pelanggaran Pidana Pemilihan Pengadu, Teradu, dan/atau Pihak Terkait, dan pembacaan
d. Pelanggaran Administrasi Pemilihan Putusan;
119. Di bawah ini yang tidak termasuk dalam pelanggaran d. pembacaan materi Permohonan oleh Pemohon,
Administrasi ialah : pembacaan tanggapan/jawaban Termohon dan/atau
a. Penyebaran bahan kampanye yang tidak sesuai dengan keterangan Pihak Terkait, pembuktian, penyampaian
prosedur; kesimpulan pihak Pemohon, Termohon, dan/atau Pihak
b. Money Politik; Terkait, dan pembacaan Putusan.
c. Pembagian sembako pada tahapan kampanye; 126. Ketentuan yang mengatur berkaitan dengan batasan 60
d. b dan c benar (enam puluh) hari sebelum hari pemungutan suarauntuk
120. Waktu Penanganan Pelanggaran Administrasi Pemilihan menerima laporan TSM diatur dalam:
Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta a. Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2016;
Walikota dan Wakil Walikota ialah : b. ayat (1) Perbawaslu 13 Tahun 2016;
a. 7 hari + 5 hari c. Perbawaslu 13 Tahun 2016;
b. 3 hari + 5 hari d. Perbawaslu 13 Tahun 2016.
c. 3 hari + 2 hari kalender
d. 3 hari + 2 hari kerja 127. Berdasarkan ketentuan Undang – Undang Nomor 8 Tahun
121. Pengadilan Negeri memeriksa, mengadili, dan memutus 2012 bahwa KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota
perkara tindak pidana Pemilihan Gubernur, Bupati dan memeriksa dan memutus pelanggaran administrasi paling
Walikota setelah pelimpahan berkas perkara paling lama : lama ... sejak diterimanya rekomendasi Bawaslu, Bawaslu
a. 3 (tiga) hari Provinsi, dan Panwaslu Kabupaten/Kota.
b. 2 (dua) hari a. 5 hari;
c. 1 (satu) hari b. 3 hari;
d. 7 (tujuh) hari c. 7 hari;
122. Dalam hal Terlapor adalah tim kampanye, relawan, anggota d. 1 x 24 jam.
partai politik, orang atau badan hukum dan/atau
Penyelenggara Pemilihan, maka calon/ pasangan calon dapat 128. Pelanggaran administrasi Pemilu Presiden dan Wakil
menjadi : Presiden diselesaikan oleh KPU, KPU provinsi, dan KPU
a. Saksi; kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan Undang – Undang
b. Terlapor Prinsipal; Nomor 42 Tahun 2008 berdasarkan:
c. Pihak Terkait; a. Rekomendasi dari Bawaslu, Panwaslu provinsi, dan
d. Pemberi Keterangan. Panwaslu kabupaten/kota sesuai dengan tingkatannya;
123. Yang termasuk dalam Lembaga Terkait pada pemeriksaan b. Laporan dari Bawaslu, Bawaslu provinsi, dan Panwaslu
Dugaan Pelanggaran TSM adalah : kabupaten/kota sesuai dengan tingkatannya;
a. Penyelenggara Pemilu; c. Keputusan dari Bawaslu, Panwaslu provinsi, dan
b. Pengadilan; Panwaslu kabupaten/kota sesuai dengan tingkatannya;
c. Pemantau Pemilu; d. Putusan dari Bawaslu, Panwaslu provinsi, dan Panwaslu
d. Semua jawaban benar kabupaten/kota sesuai dengan tingkatannya.
124. Laporan Dugaan Pelanggaran TSM yang dilaporkan ke
Bawaslu Provinsi dibuat dalam rangkap : 129. KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota memeriksa dan
a. 8 (delapan) yang terdiri dari 1 (satu) rangkap asli dan 7 memutus pelanggaran administrasi Pemilu Presiden dan
(tujuh) rangkap salinan dan format digital; Wakil Presiden dalam waktu paling lama:
b. 7 (tujuh) yang terdiri dari 1 (satu) rangkap asli dan 6 a. 3 hari;
(enam) rangkap salinan dan format digital; b. 5 hari;
c. 8 (delapan) yang terdiri dari 1 (satu) rangkap asli dan 7 c. 6 hari;
(tujuh) rangkap salinan; d. 7 hari.
d. 7 (tujuh) yang terdiri dari 1 (satu) rangkap asli dan 6 130. Laporan Dugaan pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum
(enam) rangkap salinan. Presiden dan Wakil Presiden disampaikan kepada Pengawas
125. Pemeriksaan dugaan pelanggaran TSM dilaksanakan Pemilu paling lama :
melalui tahapan: a. 3 hari sejak terjadinya pelanggaran;
a. pembacaan materi laporan oleh Pelapor, pembacaan b. 5 hari sejak terjadinya pelanggaran;
tanggapan/jawaban Terlapor dan/atau keterangan c. 7 hari sejak terjadinya pelanggaran;
Pihak Terkait, pembuktian, penyampaian kesimpulan d. Semua jawaban salah.
pihak Pelapor, Terlapor, dan/atau Pihak Terkait, dan 131. Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum
pembacaan Putusan; Presiden dan Wakil Presiden disampaikan kepada Pengawas
Pemilu paling sedikit memuat :
a. Nama dan alamat pelapor, pihak terlapor, waktu dan d. klarifikasi.
tempat kejadian perkara, dan uraian kejadian; 132. Proses penanganan Laporan Dugaan Pelanggaran
b. Nama dan alamat pelapor, waktu dan tempat kejadian Administrasi oleh Pengawas Pemilu dilakukan melalui
perkara, dan uraian kejadian; prosedur :
c. Nama dan alamat pelapor, para pihak, waktu dan tempat a. Menerima Laporan, memberikan tanda bukti laporan
kejadian perkara, dan uraian kejadian; kepada pelapor, Klarifikasi, Kajian, Pleno, Rekomendasi
d. Nama dan alamat pelapor, waktu dan peristiwa perkara dan Penerbitan Status laporan;
dan uraian kejadian. b. Menerima Laporan, Memberikan tanda Bukti laporan
132. Yang dimaksud Pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum kepada Pelapor, Kajian dan Pleno;
Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan Undang – Undang c. Menerima Laporan, Klarifikasi, Kajian dan Pleno;
Nomor 42 Tahun 2008 adalah : d. semua jawaban salah.
a. Pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur dan 133. Untuk menggali dan menemukan fakta hukum terhadap
mekanisme yang berkaitan dengan administrasi laporan dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu, Pengawas
pelaksanaan pemilihan dalam setiap tahapan Pemilu melakukan ...
penyelenggaraan pemilihan di luar tindak pidana a. Penyidikan;
pemilihan dan pelanggaran kode etik penyelenggara b. Pemeriksaan;
pemilihan; c. Kajian;
b. Pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang ini yang d. klarifikasi.
bukan merupakan ketentuan pidana Pemilu Presiden dan 134. Terhadap Laporan Dugaan pelanggaran Administrasi yang
Wakil Presiden dan terhadap ketentuan lain yang diatur tidak memenuhi ketentuan syarat formal dan materil,
dalam peraturan KPU; Pengawas Pemilu dapat menjadikan laporan tersebut
c. Perlanggaran yang atas tahapan pemilihan umum sebagai:
presiden dan wakil presiden yang diluar ketentuan Pidana a. Petunjuk;
Pemilu dan Kode etik penyelenggara Pemilu; b. Informasi awal;
d. jawaban a, dan b benar. c. Bahan Pengawasn
d. Semua Jawaban Benar.
127. Pengadilan Negeri dalam memeriksa, mengadili, dan 135. Penerbitan Status Laporan Pelanggaran Administrasi
memutuskan perkara tindak pidana Pemilihan Gubernur, berdasarkan Ketentuan Perbawaslu 11 Tahun 2014
Bupati dan Walikota menggunakan:
ditandatangani oleh :
a. KUHAP Kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang a. Pengawas Pemilu;
yang mengatur Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. b. Kepala Sekretariat;
b. Undang-Undang Yang mengatur Pemilihan Gubernur, c. Kasubbag;
Bupati dan Walikota. d. Staf.
c. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum. 136. Rekomendasi Pengawas Pemilu kepada Komisi Pemilihan
d. Kitab Undang Undang Hukum Pidana Umum bersifat ...
128. Ketentuan mengenai tata cara pelaporan pelanggaran Pemilu a. Pertimbangan;
Presiden dan Wakil Presiden diatur dalam: b. Wajib;
a. Peraturan Bersama; c. Masukan;
b. Keputusan Bawaslu; d. semua jawaban benar.
c. Peraturan Bawaslu;
d. Pleno. 137. Jika Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pengawas Pemilu
129. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyelesaian tidak ditindaklanjuti oleh Komisi Pemilihan Umum, maka
pelanggaran administrasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Pengawas Pemilu dapat memberikan sanksi :
diatur dalam: a. Pemberhetian sementara;
a. Peraturan KPU; b. Pidana pemilihan;
b. Keputusan Bawaslu; c. Teguran lisan dan tertulis;
c. Peraturan Bawaslu; d. Pemberhentian tetap.
d. Pleno. 138. Pengawas Pemilu dapat menugaskan jajaran kesekretariatan
untuk melakukan klarifikasi terhadap para pihak dengan
130. Untuk membantu menentukan status laporan sebagai menggunakan instrumen wewenang bersifat:
Pelanggaran atau bukan Pelanggaran Administrasi, Pengawas a. Penugasan;
Pemilu memutuskan berdasarkan hasil ... b. Perintah;
a. Pleno; c. Mandat;
b. Konsultasi; d. Semua jawaban Benar.
c. Kajian; 139. Hasil dari Proses Penanganan Pelanggaran Administrasi
d. klarifikasi. Pemilu oleh Pengawas Pemilu berupa :
131. Pengawas Pemilu dalam memutuskan tindaklanjut laporan a. Putusan;
baik ditindaklanjuti atau tidak ditindaklanjuti dilakukan b. Rekomendasi;
melalui ... c. Keputusan;
a. Pleno; d. Saran
b. Konsultasi; 140. Pemeriksaan Laporan Pelanggaran TSM oleh Bawaslu Provinsi
c. Kajian; dilakukan secara :
a. Tertutup; 150. Laporan dugaan pelanggaran administrasi dapat diterima
b. Terbuka; apabila memenuhi syarat minimal ...
c. Terbuka dan Tertutup; a. 1 alat bukti;
d. semua jawaban benar. b. 3 alat bukti;
141. Mahkamah Agung memutus upaya hukum pelanggaran c. 2 alat bukti;
Administrasi TSM dalam jangka waktu paling lama d. 4 alat bukti.
a. 12 hari kerja; 151. Dugaan pelanggaran yang bersumber dari temuan, maka
b. 10 hari kalender; beban pembuktian berada pada ...
c. 12 hari kalender a. Peserta Pemilihan;
d. 14 hari kerja. b. Pemantau Pemilihan;
142. Pasangan calon yang dikenai sanksi administrasi pembatalan c. Pelapor;
dapat mengajukan upaya hukum ke Mahkamah Agung dalam d. Pengawas Pemilihan.
jangka waktu paling lambat :
a. 1 X 24 Jam; 152. Terhadap Temuan dugaan pelanggaran Pemilu Presiden dan
b. 3 X 24 jam; Wakil Presiden, Pengawas Pemilu menindaklanjuti dengan
c. 3 hari kerja; proses penindakan pelanggaran paling lambat :
d. 3 hari Kalender. a. 3 hari sejak terjadinya pelanggaran;
143. Putusan Mahkamah Agung terhadap Pelanggaran b. 7 hari sejak terjadinya pelanggaran;
Administrasi TSM bersifat : c. 5 hari sejak terjadinya pelanggaran;
a. Final; d. 2 hari sejak terjadinya pelanggaran.
b. Mengikat dan Final; 153. Untuk menyamakan pemahaman dan pola penanganan
c. Erga Omnes tindak pidana Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota,
d. Final dan Mengikat. Bawaslu, Kepolisian Republik Indonesia, dan Kejaksaan
144. Terhadap Laporan Dugaan Pelanggaran Administrasi TSM, Agung, membentuk wadah bersama yaitu :
Panwas Kabupaten/Kota dapat melakukan : a. Sentra Pelayanan Hukum Terpadu
a. Pemeriksaan dan memutus; b. Sentra Penegakan Hukum Terpadu
b. Menerima dan meneruskan ke Bawaslu RI;
c. Sentra Penanganan Hukum terpadu
c. Menerima dan menyidangkan
d. Sentra Pelaporan Pelanggaran Terpadu
d. Semua jawaban salah.
154. Pihak terkait dalam pelanggaran Administrasi TSM adalah :
145. Sebelum menuangkan hasil pengawasan ke dalam formulir
a. Penyelenggara Pemilihan;
temuan, panwas terlebih dahulu melakukan :
b. Pemantau Pemilihan;
a. Kajian;
c. Pasangan Calon;
b. Rapat Umum;
d. Partai Politik.
c. Pleno;
155. Salah satu dari unsur pelanggaran Administrasi TSM adalah :
d. Rapat Terbatas.
a. Perilaku;
b. Perbuatan;
146. Yang tidak termasuk memberikan uang atau materi lainnya
c. Kegiatan;
berdasarkan penjelasan Undang – Undang Nomor 10 Tahun
d. Tindakan.
2016 adalah:
156. Unsur dari Pelanggaran Administrasi TSM bersifat ...
a. pemberian biaya transpor peserta kampanye;
a. Kumulatif;
b. pemberian sembako;
b. Komulatif alternatif;
c. Pemberian alat – alat bangunan;
c. Alternatif;
d. semua jawaban benar
d. distributif.
147. Rekomendasi Pelanggaran Administrasi Pemilihan
157. Perbuatan Pelanggaran Administrasi TSM pada prinsipnya
berdasarkan ketentuan Undang – Undang Nomor 1 Tahun
merupakan perbuatan:
2015 diteruskan kepada :
a. Administrasi Murni;
a. KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;
b. Perbuatan Pidana;
b. Lembaga atau instansi Lain;
c. Perbuatan Pidana Pemilihan;
c. Kepolisian;
d. Prilaku etika.
d. jawaban a dan b benar.
158. Konsep ‘keberatan’ yang digunakan pada penanganan
148. Hal yang paling utama dilakukan pada saat menerima laporan
pelanggaran Adminitrasi TSM, mengacu kepada konsep :
ialah :
a. Peradilan Umum;
a. Memeriksa keterpenuhan alat bukti;
b. Peradilan Etika;
b. Memeriksa daftar saksi;
c. Peradilalan Tata Usaha Negara;
c. Memeriksa keterpenuhan syarat formil dan materil;
d. Upaya Administrasi.
d. Memeriksa barang Bukti.
159. Tujuan dari keberatan dalam penanganan pelanggaran
149. Salah jenis alat bukti yang diatur dalam Perbawaslu 11 Tahun
Administrasi TSM adalah :
2014 adalah :
a. Mencari Keadilan;
a. Surat atau Dokumen;
b. Mencari Kepastian Hukum;
b. Foto;
c. Mencari Kebenaran;
c. Keterangan;
d. Semua Jawaban benar.
d. Semua Jawaban benar.
160. Laporan Dugaan pelanggaran dapat disampaikan secara : a. Preventif;
a. Langsung; b. Pencegahan;
b. Tidak Langsung; c. Represif
c. Melalui permohonan; d. Rektroaktif;
d. a, dan b benar 170. Yang dimaksud dengan ‘represif’ adalah :
a. Tindakan untuk mencegah terjadinya perbuatan melawan
161. Tujuan dari melakukan Klarifikasi terhadap Para Pihak dalam hukum;
Penanganan Pelanggaran adalah : b. Tindakan yang dilakukan setelah terjadinya akibat
a. Menggungkap Fakta Hukum terhadap Pelanggaran; hukum;
b. Menelusuri Peristiwa Hukum; c. Tindakan untuk mengembalikan hak konstitusional Warga
c. Mencari kebenaran; Masyarakat;
d. Menemukan perbuatan Hukum. d. Tindakan untuk menyelamatkan hak konstitusional Warga
162. Fakta Hukum dibutuhkan dalam penangganan pelanggaran Masyarakat .
untuk : 171. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran pemilu, Pengawas
a. Kebutuhan Kajian; Pemilu dapat melakukan tindakan :
b. Kebutuhan Pleno; a. Preventif;
c. Kebutuhan untuk menentukan status pelanggaran; b. Preemtive;
d. Semua pilihan jawaban Benar. c. Partisipasi masyarakat;
d. Semua Jawaban Benar.
163. Hari Temuan dugaan pelanggaran Pemilu pada Pemilu 172. Penyampaian status laporan kepada pelapor berdasarkan
Presiden dan Wakil Presiden adalah: Perbawaslu 11 Tahun 2014 bersifat :
a. hari pada saat Pengawas Pemilu mengetahui dan/atau a. Wajib;
menemukan dugaan pelanggaran; b. alternatif;
b. hari pada saat Pengawas Pemilu diinformasikan; c. harus;
c. hari pada saat pengawas pemilu menangani temuan; d. perintah
d. hari pada saat pengawas pemilu melakukan pleno. 173. Tujuan dari mencantumkan waktu terjadinya peristiwa dalam
164. Hasil Pleno Pengawas Pemilu terhadap pelanggaran dibuat laporan dugaan pelanggaran adalah :
dalam bentuk ... a. Untuk memudahkan penanganan pelanggaran;
a. Surat Keputusan; b. Untuk mengetahui batasan waktu penanganan
b. Peraturan Bawaslu; pelanggaran;
c. Berita Acara; c. Untuk mengetahui apakah laporan masih memenuhi
d. Notulensi. syarat materil;
165. Pleno Pengawas Pemilu terhadap pelanggaran bersifat; d. Untuk mempercepat penanganan pelanggaran.
a. Terbuka; 174. Untuk memudahkan proses penanganan pelanggaran maka
b. Tertutup; pengawas pemilu dapat membentuk :
c. Rahasia; a. Tim Penangan Pelanggaran;
d. semua jawaban salah. b. Standar Oprasional Prosedur Penanganan Pelanggaran;
166. Sebelum dimintai keterangan oleh pengawas pemilu, Pelapor, c. Satuan Kerja Penanganan Pelanggaran;
Terlapor atau Saksi harus diambil sumpahnya terlebih dahulu. d. Pokja Penanganan Pelanggaran.
Tujuan dari pengambilan sumpah adalah : 175. Dalam Penanganan Pelanggaran, Pengawas Pemilu harus
a. agar pelapor, terlapor dan saksi memberikan keterangan memperhatikan:
tidak lain dari yang sebenarnya; a. Kehadiran saksi.
b. agar pelapor, terlapor dan saksi bisa memberikan b. Kehadiran pelapor.
keterangan dengan benar; c. Batas waktu penanganan pelanggaran.
c. agar pelapor, terlapor dan saksi memberikan keterangan d. Kehadiran terlapor.
sesuai yang dia alami;
d. agar pelapor, terlapor dan saksi memberikan keterangan 176. Wewenang untuk menangani pelanggaran administrasi
sesuai peristiwa. pemilihan umum oleh Bawaslu merupakan jenis wewenang
167. Kajian Dugaan Pelanggaran terhadap laporan atau temuan yang bersifat:
bersifat: a. Atribusi;
a. Umum; b. Delegasi;
b. Rahasia; c. Mandat;
c. Terbuka; d. Delegasi dan Mandat.
d. Tertutup 177. Peraturan Bawaslu merupakan aturan yang bersifat :
168. Hakekat dari sanksi pembatalan Pasangan Calon yang terbukti a. Umum;
melakukan politik uang adalah: b. Abstrak;
a. Keadilan; c. Kongkrit;
b. Kepastian hukum; d. Teknis.
c. Pemerintahan yang bersih; 178. Peraturan Bawaslu Nomor 13 Tahun 2016 merupakan aturan
d. Kemanfaatan yang bersumber dari ..., kecuali:
169. Penanganan pelanggaran pemilu merupakan upaya yang a. Penjabaran Undang – Undang terkait dengan pemilihan;
bersifat : b. Perintah Undang – Undang terkait dengan pemilihan;
c. Pelaksanaan Undang – Undang terkait dengan pemilihan; b. Menerima, mengadili, memutus laporan dugaan
d. Penemuan Hukum. pelanggaran Administras Pemilihan Calon Gubernur dan
179. Organ Bawaslu RI saat ini mempunyai divisi penindakan. Kata Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil
‘penindakan’ berasal dari akar kata ... Bupati, atau Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota
a. Tindak. terkait penjatuhan sanksi diskualifikasi dan/atau tidak
diijinkannya Partai Politik/gabungan partai politik untuk
b. Penindak.
mengusung pasangan calon dalam Pemilihan berikutnya;
c. Tindakan.
d. Nindak
c. Menerima, memeriksa, memutus keberatan atas Putusan
Bawaslu Provinsi Pemilihan Calon Gubernur dan Calon
180. Salah satu tugas pengawas pemilu ialah melakukan Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati,
penanganan pelanggaran pemilu. Kata ‘penanganan’ berasal atau Calon Walikota dan Calon Wakil Walikotaterkait
dari kata ... penjatuhan sanksi diskualifikasi dan/atau tidak
a. Nangan. diijinkannya Partai Politik/gabungan partai politik untuk
b. Nangani. mengusung pasangan calon dalam Pemilihan berikutnya;
c. Tangan. d. Menerima, memeriksa, mengadili Pelanggaran
d. Tangani Administratif oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil
Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, atau
181. Pelanggaran berasal dari akar kata ...
Calon Walikota dan Calon Wakil Walikotaterkait
a. Pelanggar penjatuhan sanksi diskualifikasi dan/atau tidak
b. Langgar diijinkannya Partai Politik/gabungan partai politik untuk
c. Langgaran mengusung pasangan calon dalam Pemilihan berikutnya;
d. Semua jawaban salah. 188. Keputusan terhadap laporan dugaan pelanggaran
182. Penanganan pelanggaran mengandung arti ... administrasi pemilu yang tidak memenuhi syarat ialah:
a. Proses menangani pelanggaran. a. Dialihkan menjadi pelanggaran pidana.
b. Cara menangani pelanggaran. b. Dialihkan menjadi pelanggaran etik.
c. Bentuk menangani pelanggaran. c. Dipaksakan sebagai pelanggaran pemilu.
d. Jawaban a dan b benar. d. Semua pilihan jawaban salah.
183. Klasifikasi status seseorang yang terbukti melakukan 189. Temuan dugaan pelanggaran administrasi diperoleh melalui
pelanggaran pidana pemilu ialah: kegiatan ...
a. Terduga dan tersangka. a. Penelusuran.
b. Terlapor, dan terperiksa. b. Pengawasan.
c. Terlapor, terperiksa, tersangka, terdakwa, dan terpidana. c. Pendengaran
d. Semua pilihan jawaban salah. d. Keputusan.
184. Pihak yang menemukan dugaan pelanggaran administrasi 190. Kekuatan temuan dugaan pelanggaran administrasi dapat
pemilu dapat disebut sebagai ... ditentukan dengan ...
a. Penemu. a. Alat bukti
b. Pelapor. b. Barang bukti.
c. Pihak terkait. c. Dokumen pendukung.
d. Pahlawan pemilu d. A, b, dan c benar.
185. Temuan berasal dari kata ... 191. Pihak yang bertugas untuk mencari barang bukti permulaan
a. Bertemu. atas dugaan pelanggaraan administrasi ialah:
b. Temu. a. Pelapor.
c. Penemuan. b. Pengawas pemilu.
d. Semua pilihan jawaban salah. c. Pemantau pemilu.
186. Objek temuan dugaan pelanggaran pemilu ialah: d. KPU.
a. Perbuatan melanggar. 192. Pelanggaran yang dilakukan terhadap ketentuan Undang-
b. Keadaan pelanggar. Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang
c. Peristiwa pelanggaran. bukan merupakan ketentuan pidana Pemilu dan terhadap
d. Jawaban a, b, dan c benar. ketentuan lain yang diatur dalam peraturan KPU, merupakan
187. Tugas dan wewenang Bawaslu dalam pengawasan pengertian dari ...
penyelenggaraan Pemilihan, terkait penjatuhan sanksi a. Sengketa administrasi pemilu
diskualifikasi dan/atau tidak diijinkannya Partai b. Tidak ada jawaban yang benar.
Politik/gabungan partai politik untuk mengusung pasangan c. Pelanggaran perselisihan hasil pemilu
calon dalam Pemilihan berikutnya, oleh Putusan Bawaslu
d. Pelanggaran administrasi pemilu
Provinsi pada Pemilihan Calon Gubernur dan Calon Wakil
193. Calon Bupati yang diduga melakukan Pelanggaran larangan
Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, atau Calon Menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya
Walikota dan Calon Wakil Walikota, yaitu: untuk mempengaruhi Penyelenggara Pemilihan dan/atau
a. Menerima, memeriksa, memutus Pelanggaran Pemilih yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif,
Administratif oleh Calon Gubernur dan Calon Wakil dialaporkan untuk diperiksa dan diputuskan oleh ...
Gubernur, Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, atau a. Bawaslu.
Calon Walikota dan Calon Wakil Walikotaterkait b. Bawaslu Provinsi
penjatuhan sanksi diskualifikasi dan/atau tidak
diijinkannya Partai Politik/gabungan partai politik untuk
c. Panwaslu Kabupaten/Kota
mengusung pasangan calon dalam Pemilihan berikutnya. d. KPU Provinsi
194. Selain calon atau pasangan calon, yang juga di larang dengan a. Menerima pengaduan sengketa pemilihan
sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan b. Menyamakan pemahaman dan pola penanganan tindak
atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan pidana pemilihan
kepada WNI baik secara langsung ataupun tidak langsung c. Memutuskan apakah seorang tersangka dapat ditahan
untuk mempengaruhi pemilih untuk tidak menggunakan hak atau tidak
pilih, menggunakn hak pilih dengan cara tertentu sehingga d. Melakukan penuntutan di pengadilan
mengakibatkan suara tidak sah, danmempengaruhi untuk
memilih calon tertentu atau tidak memilih calon tertentu, 201. Secara teknis, Sentra GAKUMDU diatur dalam:
adalah : a. Peraturan bersama Kapolri, Jaksa Agung dan Ketua
a. Anggota partai politik, tim kampanye, tim sukses, Bawaslu
b. Nota Kesepakatan antara Kapolri, Jaksa Agung dan Ketua
b. Anggota partai politik, tim kampanye, dan relawan, atau
Bawaslu
pihak lain.
c. Peraturan Pemerintah
c. Pimpinan partai politik, tim kampanye, dan pihak lain. d. Semua jawaban salah
d. Tim Kampanye, relawan, atau pihak lain.
195. Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Calon Bupati dan Wakil 202. Kepolisian yang tergabung dalam Sentra GAKUMDU dapat
Bupati, dan Calon Walikota dan Wakilwalikota yang terbukti melakukan penyelidikan setelah adanya laporan pelanggaran
melakukan perbuatan Menjanjikan dan/atau memberikan yang diterima oleh Bawaslu Provinsi atau Panwas
uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi Kabupaten/Kota. Dalam melakukan penyelidikan itu,
Penyelenggara Pemilihan dan/atau Pemilih yang terjadi kepolisian mempunyai kewenangan untuk:
secara terstruktur, sistematis, dan masif dapat dikenakan a. Penggeledahan
sanksi administrasi pembatalan, berdasarkan: b. Penyitaan
c. Pengumpulan alat bukti
a. Putusan DKPP
d. Semua jawaban benar
b. Putusan KPU 203. Sentra GAKUMDU melakukan pembahasan laporan
c. Putusan KPU Provinsi pelanggaran dalam penanganan tindak pidana pemilihan.
d. Putusan Bawaslu Provinsi Berikut ini merupakan pembahasan yang dilakukan:
a. Pembahasan untuk menentukan pasal-pasal yang akan
disangkakan terhadap peristiwa yang
196. Tindak Pidana Pemilihan adalah?
dilaporkan/ditemukan
a. Pelanggaran yang meliputi tata cara, prosedur, dan
b. Pembahasan untuk menentukan apakah laporan/temuan
mekanisme yang berkaitan dengan administrasi
telah memenuhi unsur atau tidak memenuhi unsur tindak
pelaksanaan pemilihan dalam setiap tahapan
pidana pemilihan
penyelenggaraan pemilihan
c. Pembahsan hasil penyidikan dari kepolisian
b. Pelanggaran terhadap etika penyelenggara pemilihan
d. Semua jawaban benar
yang berpedoman pada sumpah dan/ atau janji sebelum
204. Anggaran operasional Sentra GAKUMDU dibebankan pada ...
menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan
a. Anggaran Bawaslu
c. Pelanggaran atau kejahatan terhadap ketentuan
b. Anggaran Kepolisian
pemilihan
c. Anggaran Kejaksaan
d. Sengketa yang timbul antar peserta pemilihan atau
d. Anggaran masing-masing lembaga
antara peserta pemilihan dengan penyelenggara
205. Berikut ini merupakan tindak pidana dalam pemilihan,
pemilihan akibat dikeluarkannya keputusan KPU
kecuali:
Provinsidan KPU Kabupaten/Kota.
a. Pemilih memberikan suara lebih dari satu kali saat
197. Asas legalitas dikenal dalam hukum pidana, rumusan dari asal
pemungutan suara
legalitas adalah sebagai berikut?
b. Pengawas Pemilihan menolak laporan yang disampaikan
a. Tidak ada perbuatan yang dapat dipidana, apabila
oleh masyarakat
perbuatan itu belum diatur dalam suatu perundang-
c. Mendampingi seorang pemilih yang bukan pemilih tuna
undangan
netra, tundaksa atau mempunyai halangan fisik lain
b. Keterangan satu saksi bukan saksi
d. Majikan atau atasan yang tidak memberikan kesempatan
c. Pemberlakuan surut (mundur) suatu ketentuan
kepada seorang pekerja untuk memberikan suaranya
perundang-undangan
206. Laporan pelanggaran pemilihan dapat dilaporkan oleh ...
d. Semua jawaban salah
a. WNI yang memiliki hak pilih, Pemantau Pemilihan dan
198. Dalam hukum juga dikenal asas retroaktif, yaitu asas yang
Peserta Pemilihan
bermakna:
b. Setiap WNI, Pemantau Pemilihan dan Peserta Pemilihan
a. Tidak ada perbuatan yang dapat dipidana, apabila
c. Setiap orang, Pemantau Pemilihan dan Peserta Pemilihan
perbuatan itu belum diatur dalam suatu perundang-
d. WNI yang memiliki hak pilih, Tim Kampanye dan Peserta
undangan
Pemilihan
b. Keterangan satu saksi bukan saksi
207. Laporan pelanggaran pemilihan disampaikan paling lama?
c. Pemberlakuan surut (mundur) suatu ketentuan
a. 7 hari sejak terjadinya pelanggaran Pemilihan
perundang-undangan
b. 7 hari sejak diketahuinya/ditemukannya pelanggaran
d. Semua jawaban salah
Pemilihan
c. 3 hari sejak terjadinya pelanggaran pemilihan
199. Dalam penanganan tindak pidana pemilihan, terdapat Sentra
d. 3 hari sejak diketahuinya/ ditemukannya pelanggaran
Penegakan Hukum Terpadu (GAKUMDU) yang terdiri dari:
Pemilihan
a. Bawaslu Provinsi, Kepolisian Daerah dan Kejaksaan Tinggi
b. Panwas Kabupaten/Kota, Kepolisian Resor dan Kejaksaan
208. Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Panwas Kabupaten/ Kota, Panwas
Negeri
Kecamatan, PPL dan Pengawas TPS wajib menindaklanjuti
c. Kepolisian Daerah, Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Negeri
laporan paling lama?
d. Jawaban a dan b benar
a. 3 hari setelah laporan diterima
b. 3 hari setelah laporan diterima dan dapat diperpanjang
200. Tujuan dibentuknya Sentra GAKUMDU adalah:
dalam waktu paling lama 2 hari
c. 7 hari setelah laporan diterima 217. Andi salah satu simpatisan pendukung calon Bupati, pada
d. 5 hari setelah laporan diterima dan dapat diperpanjang masa tenang melakukan kampanye kepada masyarakat
dalam waktu paling lama 2 hari dengan menyampaikan visi dan misi calon Bupati,
209. Batas waktu penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dalam pelanggaran apa yang sudah dilakukan oleh Andi adalah:
tindak pidana pemilihan adalah? a. Pelanggaran Administrasi
a. 7 hari kerja sejak laporan diterima dari Bawaslu Provinsi b. Tindak Pidana Pemilihan
atau Panwas Kabupaten/Kota c. Pelanggaran Kode Etik
b. 7 hari kalender sejak laporan diterima dari Bawaslu d. Bukan Pelanggaran
Provinsi atau Panwas Kabupaten/Kota
c. 14 hari kerja sejak laporan diterima dari Bawaslu 218. Manakah di bawah ini yang merupakan tindak pidana
Provinsi atau Panwas Kabupaten/Kota pemilihan?
d. 14 hari kalender sejak laporan diterima dari Bawaslu a. Menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya
Provinsi atau Panwas Kabupaten/Kota kepada pemilih agar memilih pasangan calon tertentu
b. Mencoblos lebih dari satu kali di satu TPS
210. Dalam hal hasil penyidikan dari penyidik kepolisian dianggap c. Partai Politik menerima imbalan uang dari pasangan calon
belum lengkap oleh penuntut umum, maka penuntut umum terkait dengan proses pencalonan
memberikan petunjuk tentang hal yang harus dilengkapi dan d. Semua jawaban benar
mengembalikan berkas kepada penyidik kepolisian dalam
jangka waktu: 219. Pelanggaran apakah yang terjadi ketika Pengawas Pemilihan
a. Paling lambat 3 hari kerja menolak menerima atau tidak menindaklanjuti laporan
b. Paling lambat 5 hari kerja dugaan pelanggaran?
c. Paling lambat 7 hari kerja a. Pelanggaran Administrasi
d. Tidak ada batasan waktu b. Pelanggaran Kode Etik dan Tindak Pidana Pemilihan
c. Sengketa Pemilihan
211. Penyidik kepolisian yang menerima pengembalian berkas dari d. Semua jawaban benar
penuntut umum, harus melangkapi kelengkapan berkas 220. Siapakah yang dapat diberi sanksi pidana dalam sebuah
perkara sesuai petunjuk dan menyampaikan kembali berkas tindakan politik uang dalam pemilihan Gubernur, Bupati dan
perkara tersebut kepada penuntut umum dalam jangka Walikota?
waktu: a. Pemberi uang atau materi
a. Paling lambat 3 hari kerja b. Penerima uang atau materi
b. Paling lambat 5 hari kerja c. Pemberi dan penerima uang atau materi
c. Paling lambat 7 hari kerja d. Semua jawaban salah
d. Tidak ada batasan waktu 221. Budi sebagai Calon Wakil Bupati menyatakan mundur sebagai
Calon Wakil Bupati kepada KPU Kabupaten/Kota setelah
212. Penuntut umum dalam tindak pidana pemilihan, melimpahkan ditetapkan sebagai pasangan calon peserta pemilihan. Alasan
berkas perkara kepada Pengadilan Negeri paling lama: pengunduran diri Budi dikarenakan ketidakcocokan dengan
a. 3 hari kerja sejak menerima berkas dari penyidik pasangannya Agus, Calon Bupati. Pengunduran diri Budi
b. 5 hari kerja sejak menerima laporan dari Bawaslu Provinsi tersebut termasuk pelanggaran?
atau Panwas Kabupaten/Kota a. Administrasi
c. 5 hari kerja sejak menerima berkas perkara dari penyidik b. Kode etik
d. 7 hari kerja sejak menerima berkas perkara dari penyidik c. Tindak pidana pemilihan
d. Sengketa pemilihan
213. Batas waktu Pengadilan Negeri memeriksa, mengadili dan
memutus perkara tindak pidana pemilihan adalah? 222. Partai Politik atau Gabungan Partai Politik menarik pasangan
a. Paling lama 7 hari setelah pelimpahan berkas perkara calon yang didukungnya, setelah ditetapkan oleh KPU
b. Paling lama 14 hari setelah pelimpahan berkas perkara Provinsi atau KPU Kabupaten/Kota dengan maksud akan
c. Paling lama 20 hari setelah pelimpahan berkas perkara menganti dengan pasangan calon lain. Apakah tindakan itu
d. Tidak ada batasan waktu diperbolehkan?
a. Boleh, karena itu menjadi hak dari partai politik
214. Batas waktu Pengadilan Tinggi memeriksa dan memutus pendukung
perkara banding tindak pidana pemilihan adalah? b. Tidak boleh, karena itu merupaka tindak pidana
a. Paling lama 7 hari setelah pelimpahan berkas perkara pemilihan
b. Paling lama 14 hari setelah pelimpahan berkas perkara c. Boleh, sepanjang yang menggantikan memenuhi
c. Paling lama 20 hari setelah pelimpahan berkas perkara persyaratan
d. Tidak ada batasan waktu d. Semua jawaban salah

215. Putusan Pengadilan Tinggi atas perkara tindak pidana 223. Berikut ini adalah wewenang Pengawas Pemilihan dalam
pemilihan bersifat: proses penindakan dugaan pelanggaran Pemilihan, kecuali:
a. Dapat diajukan kasasi ke mahkamah agung a. Menerima laporan
b. Terakhir dan mengikat b. Meminta keterangan
c. Dapat diajukan peninjauan kembali c. Melakukan kajian
d. Jawaban a dan c benar d. Melakukan penyidikan

216. Berikut ini merupakan tindakan yang dapat dilakukan oleh 224. Melibatkan Kepala Desa dalam Kampanye Pemilihan
Pengawas Pemilihan dalam menangani pelanggaran Gubernur, Bupati dan Walikota, termasuk pelanggaran apa?
pemilihan, kecuali: a. Pelanggaran Administrasi Pemilihan
a. Meminta keterangan pelapor dan saksi-saksi b. Tindak Pidana Pemilihan
b. Memanggil paksa terlapor c. Pelanggaran Kode Etik
c. Melakukan analisa terhadap dokumen-dokumen terkait d. Bukan Pelanggaran
d. Membuat kajian laporan
225. Sanksi pidana Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota b. Harjono
diatur di dalam UU berikut ini, kecuali: c. Jimly Asshiddiqie
a. Undang-Undang Nomor 1Tahun 2015 d. Nur Hidayat Sardini
b. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011
c. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 235. Kode Etik Penyelenggara Pemilu diatur dalam?
d. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 a. Peraturan DKPP No.1 Tahun 2015
b. Peraturan DKPP No.2 Tahun 2015
226. Pengawas Pemilu harus sudah menyampaikan c. Peraturan DKPP No.3 Tahun 2015
laporan/temuan dugaan tindak pidana pemilihan kepada d. Peraturan Bersama KPU, Bawaslu dan DKPP
Sentra Gakumdu untuk dilakukan pembahasan?
a. 7 hari sejak diketahui atau ditemukan 236. DKPP dapat memberikan sanksi kepada penyelengara
b. 7 hari sejak kejadian pemilihan yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik.
c. 3 hari sejak diketahui atau ditemukan Sanksi itu dapat berupa?
d. 1 X 24 Jam sejak laporan/temuan diterima Pengawas a. Teguran tertulis
Pemilihan. b. Pemberhentian sementara
c. Pemberhentian tetap
227. Dalam hal laporan dugaan tindak pidana Pemilihan Gubernur, d. Semua jawaban benar
Bupati dan Walikota, tidak memenuhi unsur dugaan
pelanggaran Pemilihan dan waktu penanganan sudah habis, 237. Tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh Penyelenggara
maka pengawas pemilihan melakukan tindakan: Pemilihan adalah?
a. Memanggil para pihak untuk dimintai keterangan a. Memberitahukan pilihan politiknya secara terbuka
tambahan b. Bertindak netral dan tidak memihak pada salah satu
b. Diputuskan dalam rapat pleno Pengawas Pemilihan peserta pemilihan
c. Melakukan kajian ulang c. Tidak mengeluarkan pendapat atau pernyataan yang
d. Merekomendasikan kepada penyidik kepolisian bersifat partisan
d. Tidak menerima hadiah dalam bentuka papun dari
228. Keterangan yang disampaikan oleh pelapor pada saat peserta pemilihan
menyampaikan laporan dapat dijadikan sebagai:
a. Barang bukti 238. Berikut ini merupakan ciri-ciri kerja penyelenggara pemilihan
b. Keterangan saksi yang profesional, kecuali:
c. Rekomendasi a. Menjamin kualitas pelayanan kepada pemilih dan peserta
d. Alat bukti pemilihan
b. Bertindakhati-hati dalam melakukan perencanaan dan
229. Yang dapat dijadikan sebagai saksi adalah: penggunaan anggaran agar tidak terjadi pemborosan dan
a. Orang yang mendapat informasi dari pelapor penyimpangan
b. Orang yang mengetahui secara langsung terjadinya c. Melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pemilihan
peristiwa dengan komitmen tinggi
c. Orang yang dilaporkan sebagai pelaku pelanggaran d. Bekerja sesuai keinginan dan kehendak sendiri tanpa
d. Orang yang mengetahuiperistiwadari orang lain memperhatikan keadaan rekan kerja
239. Manakah tindakan di bawah ini yang tidak boleh dilakukan
230. Dalam hukum dikenal istilah testimonium de auditu terkait oleh Pengawas Pemilihan?
dengan keterangan saksi, istilah tersebut bermakna: a. Melakukan pemantauan terhadap DPS
a. Keterangan yang diperoleh dari orang lain b. Mengawasi pelaksanaan kampanye yang diadakan di
b. Keterangan berdasarkan apa yang dialami sendiri dalam ruangan
c. Keterangan yeng diberikan merupakan dusta c. Menolak laporan dugaan pelanggaran yang dilaporkan
d. Keterangan yang diberikan saling bertentangan oleh masyarakat dengan alasan sudah daluarsa
d. Melakukan Koordinasi dengan Partai Politik sebagai
231. Dewan KehormatanPenyelenggara Pemilu (DKPP) langkah pencegahan terjadinya pelanggaran
berkedudukan di? 240. Berikut ini merupakan etos kerja yang harus dimiliki oleh
a. Ibu Kota Negara Pengawas Pemilu, kecuali:
b. Di setiap Ibukota Provinsi a. Menyelesaikan semua tugas yang menjadi tanggung
c. Di setiap IbukotaKabupaten/Kota jawab
d. Jawaban a dan b benar b. Menjaga keharmonisan dengan sesame rekan kerja
c. Melakukan kritik secara terbuka terhadap rekan sekerja
232. Tugas DKPP adalah sebagai berikut, kecuali? yang dianggap keliru
a. Menerima pengaduandan/ atau laporan dugaan adanya d. Membiarkan rekan sekerja yang sedang kesulitan
pelanggaran kode etik oleh Penyelenggara Pemilu bekerja sendiri, dengan alasan berbeda divisi.
b. Melakukan penyelidikan dan verifikasi, serta pemeriksaan 241. Berikut ini merupakan keterampilan yang mesti dimiliki oleh
atas pengaduan dan/atau laporan dugaan adanya Pengawas Pemilu:
pelanggaran kode etik oleh Penyelenggara Pemilu a. Luwes dalam berkomunikasi dengan para pihak
c. Menetapkan putusan b. Memahami dan mampu menggunakan teknologi
d. Memeriksa tindak pidana pemilihan informasi
c. Cakap dalam berbicara di depan umum
233. Ketua DKPP periode 2012-2017adalah? d. Semua jawaban benar
a. Muhammad
b. Harjono 242. Berikut merupakan sikap yang harus dihindari oleh Pengawas
c. Jimly Asshiddiqie Pemilihan, kecuali:
d. Nur Hidayat Sardini a. Tidak percaya diri
b. Tidak memiliki ketegasan
234. Ketua DKPP periode 2017-2022 adalah? c. Tidak berkompromi dengan kemalasan
a. Muhammad d. Tidak memiliki keberanian
243. Tim Kampanye yang terbukti melakukan perbuatan Rp200.000.000,00 (dua ratus juta) rupiah dan paling
Menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar) rupiah.
untuk mempengaruhi Penyelenggara Pemilihan dan/atau 247. Dalam Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, Perbuatan
Pemilih dikenai sanksi; yang dilakukan pasangan calon dan/atau tim kampanye
a. Administrasi berdasarkan Putusan Bawaslu Provinsi pasangan calon yang dapat di kategorikan sebagai politik
uang, kecuali?
b. Etik berdasarkan Puitusan Dewan Kehormatan
Penyelenggara Pemilu. a. Memberikan sembako kepada masyarakat miskin
c. Pidana Berdasarkan Putusan Pengadilan yang telah b. Memberikan bahan bangunan untuk pembangunan
mempunyai kekuatan hukum tetap rumah ibadah
d. Pembatalan berdasarkan Putusan Pengadilan Tata Usaha c. Memberikan uang transport kepada saksi yang bertugas
Negara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. di TPS.
244. Pemberian sanksi administrasi terhadap Calon yang terbukti d. Memberikan cinderamata kepda majelis taklim
melakukan perbuatan Menjanjikan dan/atau memberikan 248. Penyelesaian tindak pidana pemilu dilakukan melalui sistem
uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi peradilan pidana. Lembaga-lembaga yang tergabung dalam
Penyelenggara Pemilihan dan/atau Pemilih tidak sistem peradilan pidana adalah sebagai berikut, kecuali?
menggugurkan sanksi: a. Pengawas Pemilu
a. Etik b. Polisi dan Jaksa
b. Administrasi c. Pengadilan
c. Disiplin d. Lembaga Pemasyarakatan.
d. Pidana 249. TindakPidana Pemilu adalah pelanggaran terhadap ketentuan
245. Berapa lama ancaman sanksi pidana dan denda yang diatur pidana Pemilu yang diatur dalam Undang-Undang Pemilu
dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, terhadap yang penyelesaiannya dilaksanakan melalui pengadilan dalam
anggota partai politik atau anggota gabungan partai politik lingkungan peradilan umum. Berikut ini yang bukan
yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum merupakan tindak pidana pemilu adalah?
menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses a. Pelaksana kampanye yang dengan sengaja menjanjikan
pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai
Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota? imbalan kepada peserta kampanye secara langsung
a. Paling singkat 16 (enam belas) bulan, dan paling lama 32 ataupun tidak langsung agar tidak menggunakan haknya
(tiga puluh dua) bulan, dan denda paling sedikit untuk memilih, atau memilih Peserta Pemilu tertentu,
Rp50.000.000,00 (lima puluh juta) rupiah dan paling atau menggunakan haknya untuk memilih dengan cara
banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta) rupiah. tertentu sehingga surat suaranya tidak sah.
b. Paling singkat 20 (dua puluh) bulan, dan paling lama 40 b. Seseorang dengan sengaja memberikan keterangan yang
(empat puluh) bulan, dan denda paling sedikit tidak benar mengenai diri sendiri atau diri orang lain
Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta) rupiah dan paling tentang suatu hal yang diperlukan untuk pengisian daftar
banyak Rp1500.000.000,00 (seratus lima puluh juta) pemilih
rupiah. c. Setiap orang yang memberi atau menerima dana
c. Paling singkat 25 (dua puluh lima) bulan, dan paling lama kampanye melebihi batas yang ditentukan sebagaimana
50 (lima puluh) bulan, dan denda paling sedikit diatur dalam UU Pemilu
Rp100.000.000,00 (seratus juta) rupiah dan paling banyak d. Pemilih yang dengan sengaja membubuhkan tulisan
Rp200.000.000,00 (dua seratus juta) rupiah. dan/atau catatan lain pada surat suara yang telah
d. Paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan, dan paling ditandai.
lama 72 (tujuh puluh dua) bulan, dan denda paling sedikit 250. Pada pelaksanaan kampanye dalam pemilihan Gubernur,
Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta) rupiah dan paling Bupati, dan Walikota, kerap muncul black campaign atau
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar) rupiah. kampanye hitam. Apa tindakan saudara sebagai pengawas
246. Berapa lama ancaman sanksi pidana dan denda yang diatur pemilu jika mengetahui kejadian seperti itu?
dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, terhadap a. Melaporkan kepada KPU
orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan
hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi
b. Melaporkan kepada kejaksaan
lainnya sebagai imbalan kepada warga negara indonesia baik c. Menunggu laporan pelanggaran dari korban
secara langsung ataupun tidak langsung untuk d. Segera melakukan tindakan karena perbuatan tersebut
mempengaruhi pemilih. merupakan tindak pidana Pemilihan yang merupakan
a. Paling singkat 16 (enam belas) bulan, dan paling lama 32 salah satu larangan dalam kampanye.
(tiga puluh dua) bulan, dan denda paling sedikit 251. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota wajib meneruskan
Rp50.000.000,00 (lima puluh juta) rupiah dan paling dugaan Tindak Pidana Pemilihan kepada Penyidik Kepolisian
banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta) rupiah. Republik Indonesia, pada ?
b. Paling singkat 20 (dua puluh) bulan, dan paling lama 40 a. Kepolisian Daerah Setempat.
(empat puluh) bulan, dan denda paling sedikit b. Kepolisian Resort Setempat.
Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta) rupiah dan paling c. Sentra Penegakan Hukum Terpadu
banyak Rp1500.000.000,00 (seratus lima puluh juta)
rupiah.
d.Kejaksaan Negeri
252. Dibawah ini terdapat beberapa pernyataan, yang manakah
c. Paling singkat 25 (dua puluh lima) bulan, dan paling lama pernyataan yang merupakan tindak pidana pemilihan
50 (lima puluh) bulan, dan denda paling sedikit Gubernur, Bupati dan Walikota:
Rp100.000.000,00 (seratus juta) rupiah dan paling banyak
Rp200.000.000,00 (dua seratus juta) rupiah.
a. Saksi parpol tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih

d. Paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan, dan paling


b. PPS tidak mendaftarkan warga yang berasal dari dari
daerah lain pada hari pemungutan suara.
lama 72 (tujuh puluh dua) bulan, dan denda paling sedikit
c. Seseorang yang dengan sengaja memberikan keterangan Pada kegiatan kampanye rapat umum dalam Pemilihan Bupati atau
yang tidak benar mengenai Lokasi TPS. Walikota, ada seorang oknum guru berstatus PNS diluar jam dinas
ikut menghadiri kampanye salah satu pasangan calon serta turut
d.
Setiap orang yang menggunakan hak pilih orang lain pada
berteriak sambil mengatakan slogan-slogan pasangan calon. Apa
hari pemungutan suara di TPS.
yang hendak dilakukan oleh seorang pengawas pemilu?
253. Dugaan Pelanggaran pada Pemilihan Gubernur, Bupati dan
Walikota dilaporkan kepada...
Jawaban: ..............
a. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)
b. Kejaksaan (Jawaban: Meneruskan laporan kepada instansi yang berwenang di
c. Kepolisian bidang kepegawaian atau instansi yang bersangkutan bekerja).
d. PengawasPemilu
254. Pihak yang dapat melaporkan dugaan pelanggaran kode etik
pada Pemilihan Gubernur, Bupati, danWalikota, diantaranya
Keterangan: Jawaban yang BENAR berwarna MERAH.
oleh:
a. KPU
b. Partai Politik pengusung
c. Pemantau Pemilu
d. Lembaga Swadaya Masyarakat
255. Penyelenggara pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota
yang melakukan pelanggaran yang berpedoman pada sumpah
dan/janji sebelum menjalankan tugas sebagai penyelenggara
Pemilihan, termasuk pelanggaran ...
a. Pelanggaran Pidana Pemilihan
b. Pelanggaran Administrasi Pemilihan
c. Pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu
d. Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati/Walikota
256. Dugaan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara tingkat
Kabupaten/Kota pada penyelenggaraan pemilihan Gubernur,
Bupati, dan Walikota yang di laporkan ke Bawaslu Provinsi,
oleh Bawaslu Provinsi diteruskan kepada :
a. Bawaslu RI
b. Kepolisian
c. DKPP
d. KPU RI
257. Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilihan yang diduga
dilakukan oleh Penyelenggara Pemilihan di Provinsi,
dilaporkan kepada ...
a. Bawaslu RI
b. Dilaporkan langsung ke DKPP
c. a, dan b, benar
d. KPU Provinsi dan diteruskan ke DKPP

258. Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu dalam


penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota,
yang diduga dilakukan oleh Bawaslu, dilaporkan kepada ...
a. Sekretariat Bawaslu RI
b. DKPP
c. KPU dan diteruskan ke DKPP
d. a, dan c, benar

259. Pelanggaran Kode Etik dalam penyelenggaraan Pemilihan


Gubernur, Bupati, dan Walikota, yang diduga dilakukan oleh
Sekretaris/ staf Bawaslu Provinsi, dilaporkan kepada ...
a. Sekretaris Jenderal Bawaslu RI dan diteruskan ke DKPP
b. KPU Provinsi dan diteruskan ke DKPP
c. Ketua atau anggota Bawaslu Provinsi dan diteruskan ke
DKPP
d. Bawaslu RI dan diteruskan kepada DKPP
260. Pelanggaran Kode Etik dalam penyelenggaraan Pemilihan
Gubernur, Bupati, dan Walikota, yang diduga dilakukan oleh
Sekretaris/ staf Panwas Kabupaten/ Kota, dilaporkan kepada
...
a. Sekretaris Bawaslu Provinsi dan diteruskan ke DKPP
b. KPU Kabupaten/ Kota dan diteruskan kepada DKPP
c. Bawaslu Provinsi dan diteruskan ke DKPP
d. Bawaslu RI dan diteruskan kepada DKPP

Soal essay:

Anda mungkin juga menyukai