Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Good corporate governance (GCG) adalah struktur dan mekanisme yang mengatur
pengelolaan perusahaan sehingga menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang yang
berkesinambung bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.

Secara umum istilah good corporate governance (GCG) merupakan sistem


pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara
berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun ditinjau dari "nilai-
nilai" yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri (soft definition)
Perusahaan merupakan unit bisnis yang keberadaannya tak dapat dilepas dari
lingkungan masyarakat sekitar. Untuk itu, ekesistensi perusahaan harus sesuai (congrience)
dengan harapan masyarakat sekitar. Secara teoretis, cakupan stakeholder (pemangku
kepentingan) dijelaskan dalam teori Stakeholde
Perusahaan tidak hanya sekedar bertanggung jawab terhadap para pemilik atau
pemegang saham (shareholder) sebagaimana yang terjadi selama ini, tetapi bergeser menjadi
lebih luas, yaitu sampai pada ranah sosial kemasyarakatan (stakeholder), selanjutnya disebut
tanggung jawab sosial (social responsibility). Fenomena seperti itu terjadi karena adanya
tuntutan dari masyarakat akibat negative externalities yang timbul serta ketimpangan sosial
yang terjadi. Untuk itu, tanggung jawab perusahaan yang semula hanya diukur sebatas pada
indikator ekonomi (economic focused) dalam laporan keuangan, kini harus bergeser dengan
memperhitungkan faktor-faktor sosial (social dimentions) terhadap stakeholder, baik internal
maupun eksternal.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Good corporate governance (GCG)?

1.2.2 Apa tujuan Good corporate governance (GCG)?

1.2.3 Apa yang dimaksud dengan Stake Holders ?

1.2.4 Apa saja Kepentingan Stake Holders ?

1.2.5 Bagaimana meningkatkan nilai saham ?

1.2.6 Faktor – Faktor apa saja yang dapat meningkat nilai saham?

1
1.2.7 Apa yang dimaksud nilai perusahaan ?

1.2.8 bagaimana cara meningkatkan nilai perusahaan ?

1.3 TUJUAN

1.3.1 Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang Good corporate governance (GCG)
dan Stake Holders?

1.3.2 Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi meningkatnya Nilai
Saham dan Nilai Perusahaan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Tujuan Good Corporate Governance (GCG)


Good corporate governance (GCG) adalah konsep untuk meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas dengan tujuan untuk menjamin agar tujuan rumah sakit
tercapai dengan penggunaan sumberdaya se-efisien mungkin.GCG secara definitive
merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan
nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder.
Good corporate governance (GCG) memiliki beberapa tujuan, tujuan-
tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan nilai perusahaan.
b. Untuk dapat mengelola sumber daya dan resiko secara lebih efektif dan
efisien.
c. Untuk dapat meningkatkan disiplin dan tanggung jawab dari organ perusahaan
demi menjaga kepentingan para shareholder dan stakeholder perusahaan.
d. Untuk meningkatkan kontribusi perusahaan (khusunya perusahaan-perusahaan
pemerintah) terhadap perekonomian nasional.
e. Meningkatkan investasi nasional, dan
f. Mensukseskan program privat-isasi perusahaan-perusahaan pemerintah

2.2 Kepentingan Stake Holders


Stakeholder adalah suatu masyarakat, kelompok, komunitas ataupun individu
manusia yang memiliki hubungan dan kepentingan terhadap suatu organisasi atau
perusahaan. Suatu masyarakat, kelompok, komunitas ataupun individu tersebut dapat
dikatakan sebagai stakeholder jika mereka memiliki karekteristik seperti memiliki
kekuasaan dan kepentingan terhadap organisasi atau perusahaan.
Kepentingan Stakeholder dalam perusahaan yaitu :

a. Pemegang Saham
Pemegang saham adalah pihak yang memiliki saham di perusahaan anda.
Investasi dalam bentuk saham yang ditaruh di perusahaan anda jelas
menyebabkan para pemegang saham memiliki kepentingan terhadap
keberlangsungan perusahaan, pencapaian kinerja dan profitabilitas perusahaan,
dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk bisa memastikan bahwa
perusahaan anda dapat mencapai target yang telah ditetapkan oleh Perusahaan.

b. Regulator
Regulator adalah pihak yang melakukan pengawasan terhadap industri yang
perusahaan anda geluti. Sebagai contoh misalnya Otoritas Jasa Keuangan yang
mengawasi berbagai lembaga keuangan. Sangat penting untuk membangun
hubungan baik dengan regulator untuk menciptakan hubungan kemitraan
untuk perkembangan industri dan tentu saja memastikan perusahaan anda
menerapkan kepatuhan pada aspek peraturan dan ketentuan yang telah
ditetapkan.

3
c. Pemerintah
Pemerintah juga memiliki kepentingan terhadap perusahaan anda. Tidak hanya
terbatas dalam bentuk dukungan dan partisipasi perusahaan anda
dalam program pemerintah yang diharapkan juga adalah Perusahaan anda
dapat memiliki dampak kepada masyarakat. Selain itu Pemerintah juga
memiliki kepentingan terhadap kepatuhan Perusahaan anda pada aspek
peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

d. Masyarakat
Masyarakat memiliki keterkaitan terhadap perusahaan anda yang diantaranya
meliputi Kebutuhan akan lapangan pekerjaan, Masyarakat juga tentu saja akan
selalu mengharapkan partisipasi perusahaan dalam mendukung kesejahteraan
dan pemberdayaan masyarakat.

e. Pelanggan
Pelanggan adalah nyawa utama dari perusahaan. Dari pelangganlah, anda bisa
meraih keuntungan. Kebutuhan utama dari pelanggan tentu saja berputar
sekitar kepuasan dari kualitas pelayanan perusahaan, Pelanggan juga
menginginkan transparansi dari perusahaan, apapun itu, apakah tentang
produk, tentang tarif harga. Pelanggan juga ternyata memiliki concern
terhadap keberlangsungan perusahaan berikut dengan produk perusahaan.

f. Lembaga Swadaya Masyarakat


Lembaga Swadaya adalah perpanjangan tangan dari masyarakat. Mereka
menginginkan adanya transparansi dari perusahaan, keterbukaan serta akses
informasi mengenai aspek kinerja perusahaan. Karenanya Perusahaan anda
perlu membangun hubungan sebagai check and balance partner dengan
Lembaga Swadaya Masyarakat.

g. Media Massa
Media massa sudah semakin berkembang pesat. Media massa selalu menjadi
referensi utama masyarakat dalam mencari informasi. Karenanya pastikan
Perusahaan anda membangun hubungan baik dengan media massa dimana
perusahaan anda juga harus membangun transparansi, keterbukaan serta akses
informasi mengenai aspek kinerja perusahaan serta hubungan sebagai check
and balance partner

h. Asosiasi Industri
Asosiasi Industri adalah kumpulan dari perusahaan-perusahaan yang berada
dalam industri anda. Asosiasi Industri pun juga membutuhkan transparansi,
keterbukaan serta akses informasi mengenai aspek kinerja perusahaan anda
dan sangat penting untuk membangun hubungan kemitraan dengan Asosiasi
Industri untuk perkembangan industri.

i. Pesaing
Siapa bilang pesaing anda tidak punya kepentingan terhadap Perusahaan anda.
Memang semua persaingan tidak akan selalu berjalan dengan baik dan sehat,
tetapi pesaing yang baik, akan selalu memiliki kepedulian terhadap persaingan
usaha yang sehat dan adil serta beretika bisnis dan penerapan tata kelola
perusahaan yang baik.

4
j. Mitra Kerja
Mitra kerja disini diartikan sebagai suplier atau mitra yang mendukung kinerja
perusahaan anda baik melalui keahlian jasa ataupun barang-barang yang
ditawarkan kepada Perusahaan anda. karenanya suplier akan selalu
menekankan pada pentingnya Mekanisme pengadaan barang dan jasa yang
baik dan transparansi penyeleksian pengadaan barang dan jasa yang
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

k. Karyawan
Karyawan dan juga keluarganya sering kali mendapatkan perhatian yang
kurang dari Manajemen Perusahaan, padahal banyak perusahaan yang
mengklaim bahwa karyawan adalah aset terbesar mereka. Perusahaan yang
baik akan selalu menciptakan iklim kerja yang kondusif, dan kesempatan kerja
yang sama serta transparansi terhadap kebijakan-kebijakan yang berkaitan
dengan sumber daya manusia.

2.3 Meningkatkan Nilai Saham


Nilai saham biasanya diistilahkan sebagai tanda penyertaan modal seseorang
atau badan usaha dalam suatu perusahaan/perseroaan terbatas. Saham biasanya
berbentuk selembar kertas yang didalamnya menjelaskan tentang siapa pemilik saham
tersebut. Istilah harga saham lebih banyak dipakai dalam pasar modal, karena harga
saham sangat penting bagi investor yang ingin berinvestasi. Harga saham
menunjukkan nilai suatu perusahaan tersebut. oleh sebab itu, setiap perusahaan atau
perseroan terbatas yang menerbitkan saham sangat memperhatikan harga pasar saham
tersebut.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan nilai saham adalah sebagai berikut :

1. Tingkat Bunga, Jika semakin rendah suatu suku bunga maka akan semakin
tinggi laba perusahaan tersebut. Selain itu, suku bunga juga dapat
mempengaruhi kegiatan perekonomian yang dapat mempengaruhi laba
perusahaan atau badan usaha.

2. Jumlah Kas Deviden Yang Diberikan, Pembagian deviden dapat dilakukan


dengan dua kebijakan , yaitu sebagian dibagikan sebagai deviden dan
sebagiannya lagi dibagikan sebagai laba ditahan. Peningkatan sebagian
deviden meruapakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham dapat
meningkatkan kepercayaan dari pemegang saham karena apabila jumlah kas
deviden besar hal itu sangat diinginkan oleh investor sehingga harga saham
akan naik.
3. Laba Per Lembar Saham (EPS), Setiap investor yang berinvestasi dalam suatu
perusahaan akan mendapatkan laba dari hasil investasi tersebut. Apabila laba
per saham tinggi dalam suatu perusahaan maka akan memberikan
pengembalian yang cukup baik. Hal ini akan meningkatkan investor untuk
melakukan investasi yang lebih besar dari sebelumnya sehingga akan
meningkatkan harga saham perusahaan
4. Jumlah Laba Yang Didapat Dari Perusahaan, seorang investor akan
melakukan kegiatan investasi pada suatu perusahaan yang memiliki laba atau
profit yang cukup baik karena menunjukkan pengaruh atau dampak yang besar

5
sehingga para investor tertarik untuk melakukan investasi yang pada akhirnya
akan mempengaruhi harga saham suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
5. Tingkat Resiko dan Pengembalian, Apabila proyeksi laba dan tingkat resiko
suatu perusahaan atau perseroan terbatas meningkat maka akan mempengaruhi
harga saham perusahaan tersebut. Pada dasarnya, semakin tinggi suatu resiko
maka akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham yang akan
diterima.
6. Kebijakan Pemerintah, Kebijakan pemerintah juga merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi nilai atau harga saham suatu perusahaan meskipun
kebijakan tersebut belum teralisasi atau dalam tahap wacana. Contoh
kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi harga saham adalah
kebijakan perseroan, kebijakan utang, kebijakan ekspor impor, dan lain
sebagainya

7. Fluktuasi Kurs Rupiah Terhadap Mata Uang Asing, Tinggi kurs rupiah
terhadap mata uang asing merupakan salah satu faktor yang menyebabkan naik
nilia atau harga saham diperusahaan atau perseroan terbatas. Khususnya bagi
perusahaan yang memiliki beban utang mata

2.4 Meningkatkan Nilai Perusahaan


Nilai perusahaan adalah merupakan nilai yang dihasilkan dari kinerja
perusahaan sebagai implementasi dari kebijakan-kebijakan perusahaan selama
usianya. Nilai perusahaan merupakan harga yang bersedia di bayar oleh calon
pembeli apabila perusahaan tersebut di jual.
Hal yang dapat meingkatkan nilai perusahan yaitu :
1. Meningkatkan performance
2. Meningkatkan profit

Meningkatkan nilai saham sama dengan meningkatkan laba perusahaan.


Meningkatkan nilai laba perusahaan dengan cara meningkatkan pendapatan dan
menekan biaya (untuk mendapatkan laba yang maksimal). Namun perlu diingat di sini
bahwa meningkatkan laba bukan berarti menaikkan setinggi-tingginya harga jual
produk, sehingga harga produk menjadi lebih mahal, karena hal ini malah bisa
menurunkan daya beli konsumen. Ketika daya beli konsumen turun, apa yang terjadi?
Konsumen tidak lagi membeli produk kita, sehingga pendapatan kita malah menjadi
turun. Meningkatkan pendapatan bisa dicapai dengan pemberian better service kepada
konsumen, meningkatkan kualitas produk, dll.
Sedangkan dalam penekanan biaya, ini bukan berarti kita menurunkan atau
mengurangi biaya menjadi serendah – rendahnya, namun lebih pada cost effiency.
Karena ketika biaya dituturnkan, hal ini akan cenderung mengabaikan tujuan – tujuan
yang hendak dicapai.

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Secara umum istilah good corporate governance (GCG) merupakan sistem
pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme
hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun
ditinjau dari "nilai-nilai" yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri
(soft definition)
GCG secara definitive merupakan sistem yang mengatur dan mengendalikan
perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) untuk semua stakeholder.

Nilai saham biasanya diistilahkan sebagai tanda penyertaan modal seseorang


atau badan usaha dalam suatu perusahaan/perseroaan terbatas. Saham biasanya
berbentuk selembar kertas yang didalamnya menjelaskan tentang siapa pemilik saham
tersebut. Istilah harga saham lebih banyak dipakai dalam pasar modal, karena harga
saham sangat penting bagi investor yang ingin berinvestasi
Meningkatkan nilai saham sama dengan meningkatkan laba perusahaan.
Meningkatkan nilai laba perusahaan dengan cara meningkatkan pendapatan dan
menekan biaya (untuk mendapatkan laba yang maksimal).

7
8