Anda di halaman 1dari 3

Di dalam persamaan differensial dapat di bagi menajadi dua jenis yaitu persamaan differensial

biasa (PDB) dan Persamaan Differensial Parsial (PDP). Berikut penjelasan dari masing masing-
masing jenis Persamaan Differensial :

 Persamaan Differansial Biasa (PDB) adalah persamaan differensial yang mengandung


hanya satu variable bebas. Mengenai pengaplikasian PDB ini yaitu biasa digunakan pada
permodelan analisa rangkaian listrik dan permodelan analisa kinematika hokum Newton.

Contoh :

1. 𝑥 2 + 3𝑥𝑦 = 3𝑥
𝑑2 𝑦 𝑑𝑦
2. −3 + 2𝑦 = 0
𝑑𝑥 2 𝑑𝑥
3.

Solusi untuk menyelesaikan persamaan diferensial biasa yaitu dengan cara pemisahan
variabel kemudian mengintegralkan kedua sisi

 Persamaan Differensial Parsial (PDP) adalah persamaan differensial yang mengandung


lebih dari satu variable bebas. Dalam pengaplikasiannya yaitu digunakan pada
permodelan persamaan getaran atau gelombang satu dimensi dan permodelan matematis
konduksi panas.

Contoh:
𝛿𝑧 𝑑𝑧
1. + 𝑑𝑦 + 2𝑧 = 0
𝑑𝑥
𝛿2 𝑧 𝛿2 𝑧
2. + 𝛿𝑦 2 = 𝑥 2 + 𝑦 2
𝛿𝑥 2

Selain klasifikasi PD di atas, suatu PD juga dapat dikelompokkan berdasarkanTingkat (order)


dan Derajat (degree). Tingkat suatu PD adalah tingkat tertinggi dari derivatif-derivatif
didalamnya, sedangkan derajat suatu PD adalah derajat tertinggi dari derivatif tingkat tertinggi
PD tersebut.
Contoh:

1. +5 + 3y = sin x, PD tingkat 4, derajat 1

o + xy = 0, PD tingkat 2, derajat 1

o +3 = 0, PD tingkat 3, derajat 1

Klasifikasi lainnya adalah berdasarkan Linear dan Nonlinear. Suatu PD biasa tingkat n disebut
linear jika PD tersebut dapat ditulis ke dalam bentuk
o an(x) + an-1(x) + … + a1(x) + a0(x)y = g(y)
Selain PD bentuk tersebut adalah PD nonlinier

Didalam Persamaan Diferensial Orde Satu dibagi lagi dalam jenis –jenis berikut :
1. Persamaan Diferensial dengan Variabel Terpisah
Persamaan diferensial ini dapat dicari dengan cara mengintegralkan kedua ruas (variabel
yang sama yakni x)
Contoh :
Carilah solusi umum persamaan diferensial 2x dx + y dy = 0
Jawab :
∫ 2𝑥𝑑𝑥 + ∫ 𝑦𝑑𝑦 = 𝐶1, 𝐶1 konstan sebarang
1
𝑥 2 + 𝑦 2 = 𝐶2 , 𝐶2 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔
2
2x2 + y2 = C, C konstan sebarang
2. Persamaan Diferensial dengan Koefisien Homogen
3. Persamaan Diferensial Homogen
4. Persamaan Diferensial dengan Koefisien Linier
5. Persamaan Diferensial Eksak
Misalkan 𝜇(𝑥, 𝑦) suatu fungsi dalam dua variabel sehingga 𝜇 memiliki turunan parsial
pertama yang kontinu pada suatu dominan D. Diferensial total 𝑑𝜇 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑓𝑢𝑛𝑔𝑠𝑖 𝜇
didefinisikan dengan
𝜕𝜇(𝑥,𝑦) 𝜕𝜇(𝑥,𝑦)
𝜇(𝑥, 𝑦) = 𝜕𝑥 𝑑𝑥 + 𝜕𝑦 𝑑𝑦
Untuk semua (x,y) ∈ 𝐷
Bentuk M(x,y)dx + N(x,y) disebut diferensial eksak pada domain D jika terdapat fungsi
dengan dua variabel real 𝜇 sehingga bentuk tersebut sama dengan diferensial total
𝑑𝜇(𝑥, 𝑦) untuk semua (x,y) ∈ 𝐷. Yakni, bentuk M(x,y) dx + N(x,y)dy adalah suatu
diferensial eksak jika terdapat fungsi 𝜇 sehingga
𝜕𝜇(𝑥, 𝑦) 𝜕𝜇(𝑥, 𝑦)
= 𝑀(𝑥, 𝑦)𝑑𝑎𝑛 = 𝑁(𝑥, 𝑦)
𝜕𝑥 𝜕𝑦
Untuk semua (x,y) ) ∈ 𝐷. Bila M(x,y) dx + N(x,y) dy merupakan suatu diferensial eksak,
maka persamaan diferensial M(x,y) dx + N(x,y = 0 disebut suatu persamaan diferensial
eksak. Dengan M(x) dan N(y) berturut-turut adalah fungsi dalam variabel x dan y.
Persamaan diferensial diatas adalah persamaan diferensial dengan variabel terpisah .
Solusi umum persamaan diferensial seperti ini dapat dicari dengan cara mengintegralkan
masing-masing suku dalam persamaan
∫ 𝑀(𝑥)𝑑𝑥 + ∫ 𝑁(𝑦)𝑑𝑦 = ∫ 0𝑑𝑥

∫ 𝑀(𝑥)𝑑𝑥 + ∫ 𝑁(𝑦)𝑑𝑦 = 𝐶, 𝐶 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔

Contoh :
Carilah solusi persamaan diferensial (2x + 3y – 2)dx + (3x – 4y + 1) dy = 0
Jawab :
Pertama – tama diselidiki apakah persamaan diferensial ini eksak atau tidak
𝜕𝑀
𝑀(𝑥, 𝑦) = 2𝑥 + 3𝑦 − 2 → =3
𝜕𝑦
𝜕𝑁
𝑁(𝑥, 𝑦) = 3𝑥 − 4𝑦 + 1 → =3
𝜕𝑥
𝜕𝑀 𝜕𝑁
Ternyata 𝜕𝑦 = 𝜕𝑥 = 3, dengan demikian perrsamaan tersebut adalah persamaan
diferensial eksak.