Anda di halaman 1dari 41

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH


1.1.1. Gambaran Umum Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
1.1.1.1. Keadaan Geografis
a. Letak Wilayah
Kecamatan Cempaka Putih adalah salah satu kecamatan yang berada di
wilayah Kotamadya Jakarta Pusat, terdiri dari Kelurahan Cempaka Putih Timur,
Cempaka Putih Barat dan Rawasari.
b. Batas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
1. Sebelah Utara : wilayah RW 04 dan RW 09 Kelurahan Cempaka Putih Barat
2. Sebelah Barat : Jl. Rawa Selatan, Jl. Mardani (Kecamatan Johar Baru)
3. Sebelah Selatan : Jl. Raya Percetakan Negara
4. Sebelah Timur :Sungai Cempaka Putih (Jembatan Serong)

Gambar 1.1 Peta Kecamatan Cempaka Putih


Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016

1
c. Luas Wilayah

Tabel 1.1 Luas Wilayah Kecamatan Cempaka Putih

Kelurahan Luas Wilayah Jumlah RW Jumlah RT


(Ha)
Cempaka Putih Barat 121.87 Ha 13 151
Cempaka Putih Timur 222.06 Ha 8 106
Rawasari 124.75 Ha 9 109
Jumlah 468.68 Ha 30 366
(Sumber : Laporan Tahunan Kantor KecamatanCempaka Putih dan Kantor Lurah CPB I, CPB
II,CPT dan Rawasari)

Dilihat dari data pada tabel di atas Cempaka Putih Timur memiliki wilayah sekitar
222.06 Ha dan merupakan wilayah terluas dibandingkan dengan Cempaka Putih Barat
dan Rawasari.

1.1.1.2. Keadaan Demografi

Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Kecamatan Cempaka Putih sampai akhir bulan Desember 2015
adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Kecamatan Cempaka Putih


Jumlah Penduduk
No. Kelurahan WNI WNA Jumlah
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1 Cempaka Putih Barat 20.402 19.935 21 10 40.368
2 Cempaka Putih Timur 14.151 13.948 19 17 28.135
3 Rawasari 13.418 13.235 7 8 26.668
Jumlah 47.971 47.118 47 35 95.171
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB, CPT dan
Rawasari)

2
Jumlah penduduk di Kelurahan Cempaka Putih Barat merupakan yang
tertinggidibandingkan dengan Kelurahan Cempaka Putih Timur dan Kelurahan
Rawasari. Disusul oleh Kelurahan Cempaka Putih Timur dengan 28.135 penduduk dan
Kelurahan Rawasari sebesar 26.668 penduduk.

Tabel 1.3 Pertumbuhan Alamiah dan Mobilitas Penduduk


No Kelurahan Lahir Mati Pindah Datang
Lk Pr Lk Pr Lk Pr Lk Pr
1 Cempaka Putih Barat 89 82 7 4 127 132 168 220
2 Cempaka Putih Timur 12 14 4 4 38 40 24 14
3 Rawasari 131 136 95 61 350 324 255 273
Jumlah 232 232 106 69 515 496 447 507
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB, CPT dan
Rawasari)

Dari data di atas bahwa didapatkan data terbanyak pada kasus perpindahan didapat
pada Kelurahan Rawasari dan data kedatangan didapat pada Kelurahan Cempaka Putih
Barat.

Tabel 1.4 Gambaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan


No Jenis Pendidikan Kelurahan Jumlah
CPB CPT Rawasari Penduduk
1 Tidak Sekolah - 385 1.090 1.475
2 Tidak Tamat SD 158 4.388 523 5.069
3 Tamat SD/Sederajat 2.170 4.933 1.076 8.179
4 Tamat SLTP/Sederajat 2.809 7.558 1.945 12.312
5 Tamat SMU/Sederajat 19.103 6.886 759 26.748
6 Tamat Universitas/PT 3.410 1.963 158 5.531
Jumlah 27.650 26.113 5.551 59.314
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB, CPT dan
Rawasari)

Menurut data di atas mayoritas penduduk di Kelurahan Rawasari memiliki tingkat


pendidikan yang lebih rendah di bandingkan dengan Kelurahan Cempaka Putih Barat
dan Timur. Di lihat berdasarkan jumlah penduduk di Kelurahan Rawasari yang tidak
sekolah sebesar 1.090 dan yang tamat Universitas/PT hanya sebesar 158 orang.

3
Sedangkan Kelurahan Cempaka Putih Barat merupakan Kelurahan yang lebih baik
tingkat pendidikan pada penduduknya dilihat dari tidak adanya penduduk yang tidak
sekolah dan jumlah penduduk yang tamat universitas/PT sebesar 3.410.

Tabel 1.5 Gambaran Penduduk Menurut Agama


No Kelurahan Jumlah Agama
Penduduk Islam Protestan Katolik Hindu Budha
1 Cempaka Putih Barat 35.490 32.971 1.225 1.089 111 94
2 Cempaka Putih Timur 25.335 14.555 4.762 3.111 1.667 1.240
3 Rawasari 16.164 14.585 323 1.169 116 7
Jumlah 76.989 62.111 6.310 5.369 1.894 1.341
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB,CPT dan
Rawasari)

Agama Islam merupakan agama terbanyak dari ketiga Kelurahan. Hal tersebut
dilihat dari jumlah penduduk yang memeluk agama Islam sebesar 62.111 penduduk.

Tabel 1.6 Gambaran Penduduk Menurut Tenaga Kerja


No Jenis Kelurahan Jumlah
Pencaharian CPB CPT Rawasari Penduduk
1 Karyawan 6.099 6.294 3.312 15.705
2 Pedagang 9.156 2.915 398 12.469
3 Pegawai 2.567 4.891 2.389 9.856
Negeri Sipil
4 TNI/Polri 1.710 41 25 1.776
5 Pensiunan 3.385 2.954 881 7.220
TNI/Polri/PNS
6 Pertukangan 73 1.149 21 1.243
7 Lain-lain 111 6.323 3.407 9.841
Jumlah 23.110 24.567 10.433 58.110

(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah


CPB,CPT dan Rawasari)
Dari data di atas, terlihat penduduk di Kecamatan Cempaka Putih paling banyak
bekerja sebagai karyawan dengan total 15.705 penduduk.

4
1.1.1.3. Fasilitas Umum

Tabel 1.7 Jumlah Rumah Menurut Jenis Bangunan


No Jenis Bangunan Kelurahan Jumlah
CPB CPT Rawasari
1 Rumah Permanen 3.570 2.700 1.529 7.799
2 Rumah Semi Permanen 1.003 4.205 982 6.190
3 Rumah Biasa 1.500 807 775 3.082
4 Rusun Apartemen 1 - 1 2
5 Rumah Susun - - - -
Jumlah 6.074 7.712 3.287 17.073
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB,CPT dan
Rawasari)

Mayoritas penduduk di Kecamatan Cempaka Putih bertempat tinggal di rumah


yang permanen dan semi-permanen berdasarkan jumlah masing-masing yaitu 7.799 dan
6.190. Di daerah Cempaka Putih Barat menyumbangkan nilai terbesar dari rumah
permanen sebesar 3.570 dibandingkan dengan wilayah yang lain. Untuk Cempaka Putih
Timur mayoritas penduduknya masih bertempat tinggal pada rumah yang semi-
permanen.

Tabel 1.8 Sarana Tempat Ibadah


No Kelurahan Tempat Ibadah
Musholla Masjid
Majelis Gereja Wihara
Ta’lim
1 Cempaka Putih Barat 13 14 27 2 -
2 Cempaka Putih Timur 4 14 29 4 -
3 Rawasari 16 10 26 - -
Jumlah 33 38 82 6 -
(Sumber: Laporan Tahunan Kantor Kecamatan Cempaka Putih danKantor Lurah CPB, CPT dan
Rawasari)

Dari data tabel diatas didapatkan terdapat banyak masjid dan majelis ta’lim yang
didirikan disana yaitu sekitar 38 dan 82 tempat ibadah.

5
Tabel 1.9 Fasilitas Kesehatan di Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
No Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Rumah Sakit 3
2 Puskesmas 3
3 Pos Kesehatan 16
4 Balai Pengobatan 0
5 Apotik 3
6 Rumah/Toko Obat 0
7 Posyandu 16
8 Klinik KB 9
9 Karang Balita/Pos Penimbangan 9
10 PPKB 23
11 Panti Pijat 0
12 Laboratorium Klinik 2
13 Tenaga Medis
1. Dokter Spesialis 0
2. Dokter Umum 10
3. Dokter Gigi 5
4. Sarjana Kesehatan 3
5. Bidan 17
6. Perawat 20
7. Perawat Gigi 1
8. Analisa Kesehatan 2
9. Nutrisionis 2
10. Apoteker 2
11. Ass Apoteker 5
14 Rumah Bersalin 2
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

Dari data tabel di atas bahwa didapatkan fasilitas kesehatan di wilayah Kecamatan
Cempaka Putih terbanyak yaitu Pos Kesehatan sebanyak 16, Posyandu sebanyak 16 dan
PPKB sebanyak 23.

1.1.2 Gambaran Umum Puskesmas

1.1.2.1 Definisi

Puskesmas ialah suatu unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja.
Puskesmas merupakan suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan

6
kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya yakni satu atau sebagian
wilayah kecamatan, mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan
masyarakat di wilayah kerjanya, memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan
keterjangkauan pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya, memelihara dan
meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga, dan masyarakat beserta lingkungannya.
Seiring dengan semangat otonomi daerah maka puskesmas dituntut untuk
mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanannya yang akan dilaksanakan tetapi
pembiayaannya tetap didukung oleh pemerintah. Sebagai organisasi pelayanan mandiri,
kewenangan yang dimiliki puskesmas juga meliputikewenangan merencanakan kegiatan
sesuai masalah kesehatan di wilayahnya, kewenangan menentukan kegiatan yang
termasuk public goods atau private goods serta kewenangan menentukan target
kegiatan sesuai kondisi geografi puskesmas. Jumlah kegiatan pokok puskesmas
diserahkan pada setiap puskesmas sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan
sumber daya yang dimiliki namun puskesmas tetap melaksanakan kegiatan pelayanan
dasar yang menjadi kesepakatan nasional.
Peran puskesmas adalah sebagai ujung tombak dalam mewujudkan kesehatan
nasional secara komprehensif yang meliputi promotif (peningkatan kesehatan), preventif
(pencegahan), kuratif (pengobatan), rehabilitatif (pemulihan kesehatan). Tidak sebatas
pada aspek kuratif dan rehabilatatif saja seperti rumah sakit. Puskesmas merupakan salah
satu jenis organisasi yang sangat dirasakan oleh masyarakat umum. Seiring dengan
semangat reformasi dan otonomi daerah maka banyak terjadi perubahan yang mendasar
dalam sektor kesehatan yaituterjadinya perubahanparadigma pembangunan kesehatan
menjadi paradigma sehat.
Dengan paradigm baru ini, mendorong terjadi perubahan konsep yangsangat
mendasar dalam pembangunan kesehatan, antara lain:

1. Pembangunan kesehatan yang semula lebih menekankan pada upaya kuratif dan
rehabilitatif menjadi lebih fokus pada upaya preventif dan kuratif tanpa mengabaikan
kuratif – rehabilitative.

7
2. Pelaksanaan upaya kesehatan yang semula lebih bersifat terpilah-pilah (fragmented)
berubah menjadi kegiatan yang terpadu (integrated).
3. Sumber pembiayaan kesehatan yang semula lebih banyak dari pemerintah berubah
menjadi pembiayaan kesehatan lebih banyak dari masyarakat.
4. Pergeseran pola pembayaran dalam pelayanan kesehatan yang semula fee for
service menjadi pembayaran secara pra-upaya.
5. Pergeseran pemahaman tentang kesehatan dari pandangan komsutif menjadi
investasi.
6. Upaya kesehatan yang semula lebih banyak dilakukan oleh pemerintah akan bergeser
lebih banyak dilakukan oleh masyarakat sebagai mitra pemerintah (partnership).
7. Pembangunan kesehatan yang semula bersifat terpusat (centralization) menjadi otonomi
daerah (decentralization).
8. Pergeseran proses perencanaan dari top down menjadi bottom up seiring dengan era
desentralisasi.

1.1.2.2 Wilayah Kerja

Wilayah kerja puskesmas meliputi satu kecamatan atau sebagian dari kecamatan.
Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografik dan keadaan infrakstruktur
lainnya merupakan pertimbangan dalam penentuan wilayah kerja puskesmas. Puskesmas
merupakan perangkat pemerintah daerah tingkat II sehingga pembagian wilayah kerja
puskesmas ditetapkan oleh walikota/bupati dengan saran teknis dari kepala dinas
kesehatan kabupaten/kota. Sasaran penduduk yang dilayani oleh satu puskesmas adalah
sekitar 30.000 – 50.000 penduduk. Untuk jangkuan yang lebih luas dibantu oleh
puskesmas pembantu dan puskesmas keliling. Puskesmas di kecamatan dengan jumlah
penduduk 371.335 jiwa atau lebih merupakan puskesmas pembina yang berfungsi
sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi
koordinasi.

8
1.1.2.3 Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan menyeluruh yang diberikan puskesmas meliputi :


a. Promotif (peningkatan kesehatan)
b. Preventif (upaya pencegahan)
c. Kuratif (pengobatan)
d. Rehabilitatif (pemulihan kesehatan)

1.1.2.4 Visi Puskesmas

Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah


tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Kecamatan sehat
adalah gambaran masyarakat Kecamatan di masa depan yang ingin dicapai melalui
pembangunan kesehatan, yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan
perilaku sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Indikator Kecamatan sehat yang ingin dicapai mencakup empat indikator utama, yaitu:

1. Lingkungan sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu
4. Derajat kesehatan penduduk Kecamatan.

Rumusan visi untuk masing-masing Puskesmas harus mengacu pada visi


pembangunan kesehatan Puskesmas di atas yakni, terwujudnya Kecamatan sehat yang
harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah Kecamatan
setempat.

9
1.1.2.5 Misi Puskesmas

a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya.


Puskesmasakan selalu menggerakkan pembangunan sektor lain yangdiselenggarakan
di wilayah kerjanya, agar memperhatikan aspekkesehatan, yaitupembangunan yang
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan,setidak-tidaknya terhadap
lingkungan dan perilaku masyarakat.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah
kerjanya.
Puskesmas akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat
tinggal di wilayah kerjanya makin berdaya di bidang kesehatan, melalui peningkatan
pengetahuan dan kemampuan, menuju kemandirian hidup.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan
kesehatan yang diselenggarakan.
Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai
dengan standar dan memuaskan masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan
kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dana, sehingga dapat dijangkau
oleh seluruh anggota masyarakat.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat
beserta lingkungannya.
Puskesmas akan selalu berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah
dan menyembuhkan penyakit, serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat yang berkunjung dan bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa
diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang
sesuai.

10
1.1.2.6 Strategi Puskesmas

a. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan


b. Mengembangkan dan menetapkan azas kemitraan serta pemberdayaan masyarakat
dan keluarga
c. Meningkatkan profesionalisme petugas
d. Mengembangkan kemandirian puskesmas sesuai dengan kewenangan yang diberikan
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

1.1.2.7 Fungsi Puskesmas

1. Pusat penggerak pembanguan berwawasan kesehatan.

Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan


pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah
kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di
samping itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari
penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk
pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan
pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan
penyakit dan pemulihan kesehatan.

2. Pusat pemberdayaan masyarakat.

Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat,


keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan
kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif
dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya,
serta ikut menerapkan, menyelenggarakan dan memantau progran kesehatan.
Pemberadayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan
memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya sosisal budaya masyarakat setempat.

11
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat


pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi:

a. Pelayanan kesehatan perorangan.

Pelayanan yang bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama


menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa
mengabaikan pemeliharan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan
perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah
dengan rawat inap.

b. Pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara
dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat
tersebut antara lain adalah promosi kesehatan, pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga
berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai programkesehatan
masyarakat lainnya.

12
Diagram1.1 Fungsi Puskesmas

Untuk tercapainya visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas, puskesmas


bertanggung jawab menyelenggarakan program kesehatan perorangan dan program
kesehatan masyarakat, yang bila ditinjau dalam sistem kesehatan nasional, keduanya
merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Program kesehatan tersebut
dikelompokkan menjadi dua yaitu program kesehatan wajib dan program kesehatan
pengembangan.

1.1.2.8 Upaya Kesehatan Wajib

Program yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional, regional dan global


serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Program kesehatan wajib ini diselenggarakan oleh setiap Puskesmas yang ada di wilayah
Indonesia. Program kesehatan wajib Puskesmas adalah:
a. Program Promosi Kesehatan
b. Program Kesehatan Lingkungan
c. Program Kesehatan Ibu dan Anak
d. Program Keluarga Berencana
e. Program Perbaikan Gizi Masyarakat

13
f. Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
g. Program Pengobatan Dasar
Berikut ini akan ditampilkan upaya kesehatan wajib yang ditampilkan dalam
bentuk tabel, yaitu sebagai berikut:

Tabel 1.20 Indikator Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas


Program Kegiatan Indikator
Kesehatan Wajib
Promosi Promosi hidup bersih dan Tatanan sehat
Kesehatan sehat
Perbaikan perilaku sehat
Kesehatan Penyehatan pemukiman Cakupan air bersih
Lingkungan Cakupan jamban keluarga
Cakupan SPAL
Cakupan rumah sehat
Kesehatan Ibu dan ANC Cakupan K1, K4
Anak Pertolongan persalinan Cakupan linakes
MTBS Cakupan MTBS
Imunisasi Cakupan imunisasi, terdiri
dari :
HB0, BCG, Polio 1,
DPT/HB1, Polio 2,
DPT/HB2, Polio 3,
DPT/HB3, Polio 4,
Campak
Keluarga Pelayanan Keluarga Cakupan MKET
Berencana Berencana
Pengendalian Diare Cakupan kasus diare
Penyakit Menular ISPA Cakupan kasus ISPA
Malaria Cakupan kasus malaria
Cakupan kelambunisasi
Tuberkulosis Cakupan penemuan kasus
Angka penyembuhan
Gizi Distribusi vit A/ Fe / cap Cakupan vit A /Fe / cap
yodium yodium
PSG % gizi kurang / buruk,
SKDN
Promosi Kesehatan % kadar gizi

14
Pengobatan Medik dasar Cakupan pelayanan
UGD Jumlah kasus yang
ditangani
Laboratorium sederhana Jumlah pemeriksaan

1.1.2.9 Upaya Kesehatan Pengembangan

Program yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di


masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan puskesmas. Program kesehatan
pengembangan dipilih dari daftar program kesehatan pokok puskesmas yang telah ada
yakni :

a. Program Kesehatan Sekolah


b. Program Kesehatan Olahraga
c. Program Perawatan Kesehatan Masyarakat
d. Program Kesehatan Kerja
e. Program Kesehatan Gigi & Mulut
f. Program Kesehatan Jiwa
g. Program Kesehatan Mata
h. Program Kesehatan Usia Lanjut
i. Program Pembinaan Pengobatan Tradisional

Pemilihan program kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh puskesmas


bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dengan mempertimbangkan masukan dari
Konkes/BPKM/BPP. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila program
kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan
serta peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. Penetapan program kesehatan
pengembangan pilihan puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota.
Dalam keadaan tertentu program kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula
ditetapkan sebagai penugasan oleh dinas kabupaten/kota. Penyelenggaraan program
kesehatan wajib dan upaya pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan

15
puskesmas secara terpadu. Azas penyelenggaraan tersebut dikembangkan dari ketiga
fungsi puskesmas. Dasar pemikirannya adalah pentingnya menerapkan prinsip dasar dari
setiap fungsi puskesmas dalam menyelenggarakan setiap program puskesmas, baik
program kesehatan wajib maupun program kesehatan pengembangan.

Tabel 1.21Indikator Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas

Upaya kesehatan Kegiatan Indikator


pengembangan
Upaya Kesehatan UKS/UKGS Jumlah Sekolah dg
Sekolah UKS/UKGS
% sekolah sehat

Upaya kesehatan olah Memasyarakatkan Jumlah kelompok senam


raga olah raga untuk Jumlah klub jantung sehat
kesehatan
Upaya perawatan Kunjungan rumah % keluarga rawan yang
kesehatan masyarakat konseling dikunjungi

Upaya kesehatan kerja Memasyarakatkan % pos UKK


masker (norma sehat Tingkat perkembangan pos
dalam bekerja) UKK

Upaya kesehatan gigi Poliklinik gigi Jumlah kasus gigi


dan mulut

Upaya kesehatan jiwa Konseling Jumlah kasus penyakit


jiwa

Upaya kesehatan mata Mencegah kebutaan Jml pend. katarak yg


dioperasi
Jml kelainan visus yang
dikoreksi

Upaya kesehatan usia Memasyarakatkan % Posyandu Usila


lanjut perilaku sehat di usia Tingkat perkembangan
lanjut Posyandu Usila

Usaha Membina pengobatan Jumlah sarasehan battra


pembinaanpengobatan tradisional yang Jumlah battra yang dibina
tradisional rasional

16
1.1.2.10 Azas Puskesmas

1. Azas pertanggungjawaban wilayah

Puskesmas bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan


masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. Untuk ini puskesmas
harus melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain sebagai berikut :

a. Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat kecamatan sehingga


berwawasan kesehatan.
b. Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan
masyarakat di wilayah kerjanya.
c. Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh
masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya.
d. Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama (primer) secara merata
dan terjangkau di wilayah kerjanya.

2. Azas Pemberdayaan Masyarakat

Puskesmas wajib memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat,


agar berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap program puskesmas. Untuk ini,
berbagai potensi masyarakat perlu dihimpun melalui pembentukan Badan
Penyantun Puskesmas (BPP). Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh
puskesmas dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara lain :

a. KIA : Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Balita (BKB)


b. Pengobatan : Posyandu, Pos Obat Desa (POD)
c. Perbaikan Gizi : Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
d. Kesehatan Lingkungan : Kelompok Pemakai Air (Pokmair), Desa percontohan
Kesehatan Lingkungan (DPKL)

17
e. UKS : Dokter Kecil, Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren
(Pokestren)
f. Kesehatan Usia Lanjut : Posyandu Usila, Panti Wreda
g. Kesehatan Kerja : Pos Program Kesehatan Kerja (Pos UKK)
h. Kesehatan Jiwa : Tim Pelaksana Kesehatan jiwa Masyarakat (TPKJM)
i. Pembinaan Pengobatan Tradisional: Tanaman Obat Keluarga (TOGA),Pembinaan
Pengobatan Tradisional (Battra)

3. Azas Keterpaduan

Untuk mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperolehnya hasil yang optimal,
penyelenggaraan setiap program puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu. Ada dua
macam keterpaduan yang perlu diperhatikan yakni :

a. Keterpaduan Lintas Program

Program memadukan penyelengaraan berbagai program kesehatan yang menjadi


tanggung jawab puskesmas. Contoh : MTBS, UKS, Puskesmas Keliling, Posyandu

b. Keterpaduan Lintas Sektor

Program memadukan penyelenggaraan program puskesmas dengan program dari sektor


terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatn dan dunia usaha. Contoh
keterpaduan lintas sektoral antara lain

1. UKS, Keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, pendidikan &
agama.
2. Promosi Kesehatan, keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan camat,
lurah/kepala desa, pendidikan, agama & pertanian.

18
3. Perbaikan Gizi, keterpaduan sektor kesehatan dengan dengan camat, lurah/kepala
desa, pendidikan, agama, pertanian, koperasi, dunia usaha dan organisasi
kemsyarakatan.
4. Kesehatan kerja, keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa,
tenaga kerja & dunia usaha.

4. Azas Rujukan

Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas penyakit atau
masalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik secara vertikal dalam arti
dari satu strata sarana pelayanan kesehatan ke strata sarana pelayanan kesehatan lainnya,
maupun secara horizontal dalam arti antar strata sarana pelayanan kesehatan yang sama. Ada
dua macam rujukan yang dikenal yakni:

a. Rujukan Kesehatan Perorangan (Medis)

Apabila suatu puskesmas tidak mampu menangani suatu penyakit tertentu, maka
puskesmas tersebut dapat merujuk ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih mampu
(baik vertikal maupun horizontal). Rujukan program kesehatan perorangan dibedakan
atas :

1. Rujukan kasus untuk keperluan diagnostik, pengobatan tindakan medis (contoh:


operasi) dan lain-lain.
2. Rujukan Bahan Pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium yang
lebih lengkap.
3. Rujukan Ilmu Pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga yang lebih kompeten
untuk melakukan bimbingan tenaga puskesmas dan atau menyelenggarakan
pelayanan medis spesialis di puskesmas.

19
b. Rujukan Kesehatan Masyarakat (Kesehatan)

Cakupan rujukan pelayanan kesehatan masyarakat adalah masalah kesehatan


masyarakat, misalnya kejadian luar biasa, pencemaran lingkungan dan bencana. Rujukan
kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam:

1. Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan fogging, peminjaman
alat laboratorium kesehatan, peminjaman alat audio visual, bantuan obat, vaksin,
bahan habis pakai dan bahan pakaian.
2. Rujukan tenaga, antara lain tenaga ahli untuk penyidikan kejadian luar biasa,
bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan, gangguan kesehatan karena
bencana alam.

3. Rujukan operasional, yakni menyerahkan sepenuhnya kewenangan dan tanggung


jawab penyelesaian masalah kesehatan masyarakat dan atau penyelenggaraan
kesehatan masyarakat kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. Rujukan operasional
diselenggarakan apabila puskesmas tidak mampu.

Gambar 1.2 Sistem Rujukan Puskesmas

20
1.1.3 Gambaran Umum Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih mulai beroperasi pada bulan Juli 1990
setelah terjadi pemisahan wilayah dengan Kecamatan Johar Baru. Puskesmas Kecamatan
Cempaka Putih menempati gedung baru di Jl. Cempaka Putih Barat 19 No. 2 RT 07 RW
07, Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih sesuai dengan instruksi
Ka Sudinkes Jakarta Pusat, dengan bangunan tiga lantai memiliki Unit Siaga 24 Jam dan
Rumah Bersalin.
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih membawahi tiga Puskesmas Kelurahan
yaitu Kelurahan Cempaka Putih Barat I, Cempaka Putih Barat II,dan Rawasari.Sejak bulan
Maret 2001 Puskesmas ini ditetapkan sebagai Puskesmas Swadana, kemudian tahun ini
ditetapkan juga oleh Gubernur DKI Jakarta bahwa setiap Puskesmas Kecamatan harus
membuka Unit Puskesmas Siaga 24 jam.. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Propinsi
DKI Jakarta nomor 2086/2006 tanggal 28 Desember 2006 tentang penetapan 44 Puskesmas
Kecamatan sebagai Unit Kerja Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta yang menerapkan
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah secara bertahap. Maka Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih sejak tahun 2007 menjalankan keputusan tersebut.

Gambar 1.3 Skema Puskesmas di wilayah Kecamatan Cempaka Putih


Keterangan : Puskesmas Kecamatan
: Puskesmas Kelurahan
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih2016)

21
1.1.3.1 Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

Dengan surat keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No 15


Tahun 2001 tentang uji coba Puskesmas Kecamatan di Daerah Khusus Ibukota DKI
Jakarta sebagai unit swadana daerah maka Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih resmi
menjadi “Puskesmas Unit Swadana Kecamatan Cempaka Putih” terhitung mulai tanggal
14 Februari 2001.
Puskesmas Unit Swadana merupakan Puskesmas yang diberi wewenang
mengelola sendiri penerimaan fungsionalnya untuk keperluan operasional secara
langsung dan mengoptimalkan mobilisasi potensi pembiayaan masyarakat dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

A. Visi Puskesmas adalah menjadikan Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih sebagai


Puskesmas pilihan utama di DKI Jakarta.

B. Misi Puskesmas sebagai berikut :


1. Meningkatkan SDM yang berkualitas dan kompeten secara berkelanjutan.
2. Meningkatkan mutu pelayanan secara menyeluruh yang berorientasi pada
kebutuhan pelanggan.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana yang aman, nyaman, dan berkualitas.
4. Menciptakan suasana kerja yang nyaman dan harmonis.
5. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan lintas sektoral.

C. Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih adalah memberikan


pelayanan kesehatan profesional yang berorientasi pada peningkatan kepuasan
pelanggan melalui pemenuhan persyaratan pelanggan serta peraturan terkait.

D. Tujuan Puskesmas adalah sebagai berikut :


1. Memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif
2. Memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang bersifat preventif
3. Memperbanyak ragam pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif

22
4. Memperbanyak ragam pelayanan kesehatan yang bersifat rehabilitatif
5. Mengembangkan proses Perencanaan (P1), Pengorganisasian dan Pelaksanaan
(P2), Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3) dan pelayanan kesehatan
6. Mengembangkan pengorganisasian pelayanan kesehatan
7. Mengembangkan sistem pelaksanaan tugas pelayanan kesehatan
8. Mengembangkan sistem pengendalian dan evaluasi pelayanan kesehatan
9. Meningkatkan kemampuan manajemen dan teknis petugas medis dan paramedik
10. Meningkatkan kemampuan teknis petugas-petugas non medis
11. Mensosialisasikan paradigma baru

1.1.3.2 Tugas Pokok

Puskesmas Kecamatan merupakan unit pelaksana teknik Dinas Kesehatan yang


mempunyai tugas melaksanakan pelayanan, pembinaan, pengendalian, Puskesmas
Kelurahan, pengembangan upaya kesehatan, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan
di wilayah kerjanya.

1.1.3.3 Fungsi Puskesmas

1. Puskesmas Kecamatan merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang


mempunyai tugas melaksanakan pelayanan, pembinaan, pengendalian Puskesmas
Kelurahan, pengembangan upaya kesehatan dan pendidikan di wilayah kerjanya
2. Melakukan pembinaan, pengawasan, pengendalian terhadap pengelolaan dan
pelayanan Puskesmas Kelurahan
3. Memberikan pelayanan kesehatan klinis meliputi: loket, rekam medis, klinik umum,
ibu anak, KB, gigi, spesialis, konsultasi remaja, gizi, geriatri, klinik 24 jam,
persalinan
4. Rawat inap, laboratorium klinik, apotek, farmasi komunikasi, radiologi, optik, serta
klinik lainnya sesuai kebutuhan
5. Mengkoordinasi temu lintas batas, lintas sektoral dalam penanggulangan masalah
kesehatan.

23
6. Mengkoordinasikan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang meliputi
Kader Kesehatan, Posyandu, Karang wredha dan lain-lain.

1.1.3.4 Sarana dan Prasarana

a. Gedung Puskesmas di Kecamatan Cempaka Putih


Tabel 1.22 Uraian Gedung Puskesmas di Kecamatan Cempaka Putih
Uraian Kecamatan Kelurahan Kelurahan Kelurahan
Cempaka Cempaka Cempaka Rawasari
Putih Putih Barat I Putih Barat
II
Luas Tanah (m2) 1.350 621 138 287
Luas Bangunan (m2) 3.499 855 284 195,98
4,5 lantai 3 lantai 2 lantai 1 lantai
Pembangunan Gedung Renovasi total 2011 Renovasi 1977
tahun 2010 tahun 2006
Atap Genteng Genteng Genteng Genteng
Plafon Gypsum Gypsum Gypsum Eternit
Dinding Tembok Tembok Tembok Tembok
Lantai Keramik Keramik Keramik Keramik
Pagar Besi Besi Stainless Besi
WC 31 7 6 2
Listrik (watt) 161.000 23.000 16.500 3.500
Telepon Ada Ada Ada Ada
Internet Ada Ada Ada Ada
Air PAM Pump PAM Pump
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih2016)

24
b. Alat transportasi

1. Lima buah sepeda motor di Puskesmas Kecamatan


2. Pada awal tahun 2004 menerima satu unit Mobil Ambulance Mitsubishi L 300
untuk operasional Puskesmas
3. Tahun 2005 menerima satu Unit Mobil Dinas Suzuki APV untuk Operasional
Puskesmas
4. Tahun 2014 menerima satu Unit Mobil Ambulance KIA Travelo untuk
Operasional Puskesmas

c. Alat medis dan non medis

1. Alat Rontgen diruangan khusus


2. Peralatan Laboratorium lengkap
3. Alat pemeriksaan khusus untuk kasus THT sudah dioprasikan
4. Alat audiometri untuk sementara belum bisa dioperasikan
5. Alat pemeriksaan empat unit EKG
6. Enam Dental unit di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih, dan masing-masing 1
unit di Puskesmas Kelurahan. (dari 6 Dental Unit Puskesmas Kecamatan Cempaka
Putih, karena keterbatasan hanya bisa dioperasionalkan 5 Dental Unit)
7. Satu Unit alat USG belum bisa dioperasikan karena belum ada SDM yang memadai
8. Obat-obatan. (perencanaan obat-obatan disesuaikan dengan kebutuhan masing-
masing Puskesmas dengan melihat jumlah kunjungan pada tahun sebelumnya).

25
Gambar 1.4 Denah Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih
(Sumber : Arsip Profil Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih)

26
1.1.3.5 Sumber Daya Manusia

Potensi tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas wilayah Kecamatan Cempaka


Putih Periode Januari – Desember 2015 berjumlah 88 orang, dengan perincian:

Tabel 1.23Ketenagaan di Puskesmas Se-kecamatan Cempaka PutihTenaga PNS


Tenaga Kesehatan
PUSKESMAS
PENDIDIKAN Kec. Kel. Kel. Rawasari Jumlah
Cemput CPB CPT
1
S2
Kesmas 0 0 0 0 0
Spesialis 1 0 0 0 1
Dokter 6 0 1 1 8
Umum
Dokter gigi 3 1 1 1 6
S1 Perawat 4 0 2 0 6
Apoteker 1 0 0 0 1
TENAGA KESEHATAN

SKM 1 0 0 0 1
D 4 Kebidanan 0 0 0 0 0
Perawat 12 1 0 0 13
Kebidanan 3 2 2 2 9
Radiologi 2 0 0 0 2
D 3 Akfis 1 0 0 0 1
Gizi 2 0 0 0 2
Kesling 1 0 0 0 1
Farmasi 0 0 0 0 0
Analis 1 0 0 0 1
Kesehatan
Rekam 0 0 0 0 0
Medis
D1 Gizi 2 0 0 0 2
D1 Kesling 0 0 0 0 0
Lain- D1 Bidan 2 0 0 0 2
lain SPK 1 0 0 0 1
SAA 0 0 0 1 1
SPRG 2 0 0 0 2
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

27
Tabel 1.24Tenaga Non Kesehatan

PENDIDIKAN PUSKESMAS Jumlah


Kec. Kel. Kel. Kel.
Cemput CPB1 CPB2 Rawasari
Analis
1 0 0 0 1
Kesehatan
Non SPAG 0 0 0 0 0
Kesehatan Pek. Kes 1 1 0 0 2
S 1 Adm 1 0 0 0 1
D 3 Komputer 0
0 0 0 0
Lain- SLTA 3 0 0 0 3
lain SLTP 0 0 0 0 0
SD 0 0 0 0
JUMLAH 51 5 6 5 67
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

28
Tabel 1.25Tenaga PTT/ Honorer/ Kontrak

PENDIDIKAN PUSKESMAS Jumlah


Kec. Kel. Kel. Rawasari
Cemput CPB1 CPB2
S2 Kesmas 0 0 0 0 0
Spesialis 0 0 0 0 0
Dokter 4 1 0 0 5
S Dokter 1 0 0 0 1
1 gigi
Perawat 0 0 0 0 0
Apoteker 2 0 0 0 2
SKM 0 0 0 0 0
D Kebidanan 0 0 0 0 0
TENAGA 4
KESEHATAN Perawat 4 0 0 1 5
Kebidanan 8 0 0 0 8
Radiologi 0 0 0 0 0
D Akfis 0 0 0 0 0
3 Gizi 0 0 0 0 0
Kesling 0 0 0 0 0
Farmasi 0 1 0 0 1
Rekam 1 0 0 0 1
medik
Analis 1 0 0 0 1
Kesehatan
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

29
Tabel 1.25Tenaga PTT/ Honorer/ Kontrak (lanjutan)

PUSKESMAS
PENDIDIKAN Jumlah
Kec. Kel. Kel. Rawasari
TENAGA KESEHATAN

Cemput CPB1 CPB2


Lain- SPK 0 0 0 0 0
lain
SPRG 0 0 0 0 0
SAA 3 0 1 0 4
Analish 0 0 0 0 0
Kesh
SPAG 0 0 0 0 0
Pek Kes 0 0 0 0 0
NON S1 Adm 4 0 1 0 5
KESEHATAN D3 Komputer 2 0 0 0 2
Lain- SLTA 7 1 0 1 9
lain
SLTP 0 0 0 0 0
SD 0 0 0 0 0
JUMLAH 37 3 2 2 44
(Sumber: Arsip Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

30
1.1.3.6 Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

Stuktur organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih tahun 2016, terdiri atas
Kepala Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih yang dibantu oleh Tata Usaha, Satuan
Pengawas Internal, seksi Kesehatan Masyarakat, seksi Pelayanan Kesehatan dan
bertanggung jawab terhadap Puskesmas Kelurahan Cempaka Putih Barat 1, Puskesmas
Kelurahan Cempaka Putih Barat 2, dan Puskesmas Kelurahan Rawasari. Seksi Upaya
Kesehatan Masyarakat terdiri dari Program Esensial yang bertanggung jawab terhadap
bagian Pomosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan-DBD, KIA-KB, Gizi, P2M, Pelatihan
Keperawatan Kesehatan Masyarakat, serta Program Pengembangan yang bertanggung
jawab terhadap bagianKesehatan Jiwa, Kesehatan Gigi Masyarakat-UKGS, Kesehatan
Lansia. Seksi Upaya Kesehatan Perorangan bertanggung jawab terhadap pelayanan rawat
jalan, ruang bersalin, farmasi, laboratorium, peningkatan dan penjaminan mutu
pelayanan, patient safety, pengelolaan limbah medis, dan pemeriksaan jenazah.

31
Kepala
Puskesmas

SPI (Satuan
Ka Subag TU
Pengawas
Internal)

UKM UKP Puskesmas


Kelurahan

Esensial Pengembangan Rawat Jalan

Promkes-UKS Kesehatan Jiwa RB

Kesling-DBD Kes. Gigi Farmasi


Masyarakat-
UKGS

KIA-KB Laboratorium
Kesehatan
Lansia

Gizi Peningkatan &


Penjaminan
Mutu Pelayanan

Pencegahan &
Pengendalian
Penyakit
Patient Safety
-IMS/HIV/PM
- PTM
- Surveilans
Pengelolaan
Limbah Medis

Pel. Perawatan Kes.


Masyarakat
Pemeriksaan
Jenazah

Diagram 1.2Struktur Organisasi Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih

(Sumber: Arsip Profil Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016)

32
1.2 Program Gizi yang Diselenggarakan Di Kecamatan Cempaka Putih

Upaya Kesehatan Gizi masuk ke dalam program dasar puskesmas atau yang dikenal dengan
basic six. Sasaran pembangunan kesehatan tertuang dalam rencana pembangunan jangka
menengah yaitu meningkatnya derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses
masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, yang salah satunya tercermin dari gizi komunitas dan
peningkatan peran serta masyarakat.
Puskesmas Kecamatan Cempaka Putihmerupakan salah satu Puskesmas yang memasukkan
kesehatan gizi ke dalam program wajib puskesmas dan melaksanakan kegiatan promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif masalah kesehatan gizi yang terdapat di wilayah kerjanya.
Program Gizi di Puskesmas Cempaka Putih Tahun 2016 meliputi :
a. Presentase balita 6-59 bulan mendapat kapsul Vitamin A dosis tinggi
b. Presentasi bayi 0-6 bulan mendapatkan ASI eksklusif
c. Presentase balita gizi buruk mendapat perawatan
d. Presentase balita ditimbang berat badannya
e. Presentase ibu hamil mendapat 90 tablet tambah darah

Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan program gizi maka perlu ditetapkan indikator atau
parameter objektif yang dapat di pahami dan diterima oleh semua pihak. Dengan menggunakan
indikator tersebut di harapkan dapat diketahui keberhasilan kegiatan surveilans gizi, dan dapat
pula digunakan untuk membandingkan keberhasilan kegiatan program gizi antar wilayah.

33
Tabel 1.7 Indikator Kinerja Program Gizi di Wilayah Puskesmas
Kecamatan Cempaka Putih Periode 2012-2016

Target (%)
No. Indikator
2012 2013 2014 2015 2016

Presentase balita 6-59 bulan


mendapat kapsul Vitamin A
1 90 90 90 90 90
dosis tinggi

Presentasi bayi 0-6 bulan


2 mendapatkan ASI eksklusif 80 80 80 80 80

Presentase balita ditimbang


3 berat badannya 90 90 90 90 90

Presentase balita gizi buruk


4 mendapat perawatan 100 100 100 100 100

Presentase ibu hamil


mendapat 90 tablet tambah
5 90 90 90 90 90
darah

Sumber : Laporan Tahunan Gizi & PPSM Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih 2016

A. Presentase Balita 6-59 Bulan Mendapat Kapsul Vitamin A Dosis Tinggi


Dalam rangka mencegah terjadinya kekurangan Vitamin A di wilayah Kecamatan Cempaka
Putih, dilakukan akselerasi Vitamin A yang bertujuan meningkatkan cakupan pemberian vitamin
A, kegiatan yang dilaksanakan adalah pemasangan leaflet ditiap PKM kelurahan dan PKM
kecamatan, penyebaran leaflet dan dengan bantuan kader posyandu, mendatangi balita-balita
yang pada bulan Februari dan Agustus belum mendapat vitamin A untuk diberikan vitaminA
sesuai umur balita. Untuk kegiatan pemberian vitamin A padaibu nifas pelaksanaannya
melakukan koordinasi dengan lintas program yaitu program Kesehatan Ibu & Anak (KIA) dan
Rumah Bersalin (RB).

Tabel 1.8 Sasaran Suplementasi Vitamin A

Sasaran Dosis Frekuensi


Bayi 6-11 bulan Kapsul biru (100.000 SI) 2 kali
Balita 12-59 bulan Kapsul merah (200.000 SI) 2 kali
Ibu Nifas (0-42 hari) Kapsul merah (200.000 SI) 2 kali

34
Adapun hasil pelaksanaan kegiatan pemberian vitamin A diKecamatan Cempaka Putih Pada
Bayi 6-11 Bulan dan Balita 12-59 Bulan di tahun 2016 ialah sebagai berikut :

Tabel 1.9 Data Vitamin AWilayah PuskesmasKecamatan Cempaka PutihPeriode Februari 2016
(Dalam Persen)

Balita 6-59 Bulan yang


Puskesmas
No Mendapatkan Vit A Indikator
Kelurahan
(dalam Persen)
1 Cempaka Putih Timur 100,50 90
2 Cempaka Putih Barat 108,50 90
3 Rawasari 109,50 90
Se-Kecamatan 106,16 90

B. Presentasi Bayi 0-6 Bulan Mendapatkan ASI Eksklusif

Tabel 1.10 Laporan ASI Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 BulanWilayah PuskesmasKecamatan Cempaka
PutihPeriode Januari-April 2016 (Dalam Persen)

Bayi 0-6 Bulan yang


Puskesmas
No Mendapatkan ASI Eksklusif Indikator
Kelurahan
(dalam Persen)
1 Cempaka Putih Timur 17,50 80
2 Cempaka Putih Barat 47,07 80
3 Rawasari 45,24 80
Se-Kecamatan 36,60 80

35
C. Presentase Balita Ditimbang Berat Badannya

Penimbangan rutin di Posyandu merupakan salah satu cara untuk memantau pertumbuhan
berat badan balita dengan menggunakan KMS (Kartu Menuju Sehat). Didalam KMS berat badan
balita hasil penimbangan diisikan dengan titik dan dihubungkan dengan garis sehingga
membentuk garis pertumbuhan anak. Berdasarkan garis pertumbuhan ini dapat dinilai apakah
berat badan anak hasil penimbangan NAIK(N) atau TIDAK NAIK(T). Selain itu dari kegiatan
penimbangan dicatat pula JUMLAH ANAK YANG DATANG KE POSYANDU DAN
DITIMBANG(D), JUMLAH ANAK YANG TIDAK DITIMBANG BULAN LALU(O),
JUMLAH ANAK YANG BARU PERTAMA KALI DITIMBANG(B) banyaknya anak yang
berat badannya di BAWAH GARIS MERAH(BGM). Catatan lain yang ada di posyandu adalah
jumlah seluruh balita yang ada di wilayah kerja posyandu (S), dan jumlah balita yang memiliki
KMS pada bulan yang bersangkutan (K).
Alur pencatatan dan pelaporan yang selama ini dijalankan yaitu kader mencatat dan
melaporkan hasil kegiatan posyandu didalam lembar F1 Posyandu, kemudian mengirimkan
laporan tersebut ke Puskesmas Kelurahan. Petugas gizi Puskesmas Kelurahan membuat
rekapitulasi F1 hasil penimbangan seluruh Posyandu yang ada di wilayahnya kedalam formulir
LB3 Gizi dan dikirimkan ke Puskesmas Kecamatan. Petugas gizi Puskesmas Kecamatan
membuat rekapitulasi LB3 Gizi seluruh Puskesmas Kelurahan untuk dikirimkan ke Suku Dinas
Kesehatan Masyarakat.
Hal penting yang tidak boleh dilewatkan dalam setiap kegiatan penimbangan adalah
pembuatan balok SKDN, yang dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan kegiatan
program disuatu wilayah kerja. Tujuan pembuatan balok SKDN adalah agar:
- Semua BALITA yang ada di wilayah kerja terdaftar dan mendapat KMS.
- Semua BALITA hadir untuk ditimbang dan semua BALITA naik berat badannya sehingga :
S=K=D=N
Berdasarkan laporan LB3 setiap bulan dari Puskesmas kelurahan diketahui kondisi SKDN
Kecamatan Cempaka Putih sebagai berikut :
S = Jumlah S proyeksi
S = Jumlah seluruh balita pendataan
K = Jumlah balita yang mempunyai KMS

36
D = Jumlah balita yg ditimbang di posyandu
N = Jumlah balita yg ditimbang & naik BB-nya

Data SKDN juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan program, yaitu untuk memotivasi
masyarakat agar berpartisipasi dalam kegiatan posyandu dengan indikator yang didasarkan pada
data S dan D, selain itu juga untuk menghitung ketersediaan dan kebutuhan KMS dalam rangka
menunjang kegiatan pemantauan pertumbuhan yang didasarkan pada data S dan K. Berikut ini
adalah indikator-indikator yang digunakan dalam penilaian kegiatan posyandu :
a. Cakupan Program (K/S)
Cakupan program adalah jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat dibagi dengan
jumlah balita yang ada di wilayah kerja kemudian dikali 100%.Persentase dari cakupan
program menggambarkan berapa jumlah balita di wilayah tersebut yang telah memiliki
KMS atau berapa besar cakupan program di daerah tersebut yang telah tercapai. Target dari
K/S ialah 100%.

b. Cakupan Partisipasi Masyarakat (D/S)


Cakupan partisipasi masyarakat adalah jumlah balita yang ditimbang di wilayah kerja
dibagi dengan jumlah balita yang ada di wilayah kerja kemudian dikali 100%. Persentase
cakupan partisipasi masyarakat ini menggambarkan berapa besar jumlah partisipasi
masyarakat di daerah tersebut untuk menimbang balitanya ke Posyandu. Target dari D/S
ialah 90%.

c. Cakupan kelangsungan penimbangan (D/K)


Cakupan kelangsungan penimbangan adalah jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan
jumlah balita yang telah memiliki KMS kemudian dikali 100%.Persentase menggambarkan
berapa besar kelangsungan penimbangan didaerah tersebut yang telah tercapai dan untuk
memantau balita yang memiliki KMS dan ditimbang di posyandu. Target dari D/K ialah
60%.

37
d. Cakupan hasil penimbangan (N/D)
Cakupan hasil penimbangan adalah rata-rata jumlah balita yang naik berat badannya
dibagi dengan jumlah balita yang ditimbang kemudian dikali 100%.Persentase ini
menggambarkan berapa besar hasil penimbangan di daerah tersebut yang telah tercapai.
Memantau efektifitas perbaikan gizi dengan melihat jumlah balita yang naik berat
badannya selama 2 kali berturut-turut datang ke posyandu. Target dari N/D ialah 80%.

e. Cakupan Keefektifan Kegiatan (N/S)


Cakupan keefektifan kegiatan adalah jumlah balita yang naik berat badannya dibagi
dengan jumlah balita yang ada di wilayah kerja Puskesmas kemudian dikali 100%. Target
dari N/S ialah 60%.

Tabel 1.2 Persentase rata-rata SKDN Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Periode Januari-
April Tahun 2016 (Dalam Persen)
NO K/S D/S D/K N/D N/S

WILAYAH C T C T C T C T C T

1. Cempaka Putih 100 100 65,43 90 65,43 60 55,24 80 36,14 60


Timur

2. Cempaka Putih 100 100 82,59 90 82,59 60 61,46 80 50,77 60


Barat

3. Rawasari 100 100 84,27 90 84,27 60 47,31 80 39,87 60

Se-Kecamatan 100 100 77,43 90 77,43 60 54,67 80 42,26 60


Cempaka Putih

38
Keterangan:

a) C : Capaian yang telah diperoleh oleh puskesmas Cempaka Putih


b) T : Target yang ingin diperoleh oleh puskesmas Cempaka Putih

D. Presentase Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Periode Januari-April 2016 (Dalam
Persen)
Setelah melaksanakan kegiatan penimbangan berat badan balita, didapatkan balita dengan
berat badan di bawah garis merah (BGM) atau dapat diartikan dengan balita gizi buruk. Balita
dengan gizi buruk akan mendapatkan intervensi berupa konseling langsung di tempat
penimbangan dan rujukan ke Poli Gizi Puskesmas, dan selanjutnya akan diberikan Pemberian
Makanan Tambahan (PMT) selama 3 bulan. Adapun jenis PMT yang diberikan berupa susu
balita serta biskuit. Untuk pemantauan keberhasilan program ini, diadakan penimbangan berat
badan setiap bulannya. Berikut disajikan data hasil pengumpulan data balita gizi buruk yang
mendapat perawatan periode Januari-April 2016.

Tabel 1.11 Laporan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Wilayah PuskesmasKecamatan Cempaka
PutihPeriode Januari-April 2016 (Dalam Persen)
No Balita Gizi Buruk
Mendapat Perawatan
Nama Puskesmas Indikator
Periode Januari-April
2016 (dalam Persen)
1 Cempaka Putih Timur 100 100
2 Cempaka Putih Barat 100 100
3 Rawasari 100 100

E. Presentase Ibu Hamil Mendapat 90 Tablet Tambah Darah

Pemberian Fe pada Bumil dilakukan melalui 2 kegiatan yaitu Pemberian Tablet Besi dan
Penyuluhan (Kelompok dan Individu). Pemberian tablet besi untuk ibu hamil dilakukan di
posyandu, PKM Kelurahan dan PKM Kecamatan. Pemberiannya diberikan pada trimester ketiga
sebanyak 90 tablet.

39
Tabel 1.17 Laporan Fe 3 WilayahPuskesmasKecamatan Cempaka PutihPeriode Januari-April 2016 (Dalam
Persen)

Bumil yang
Puskesmas
No Mendapatkan Fe3 Indikator
Kelurahan
(dalam Persen)
1 Cempaka Putih Timur 82,73 90
2 Cempaka Putih Barat 100 90
3 Rawasari 94,64 90
Se-Kecamatan 92,45 90

1.4 Rumusan Masalah


Setelah identifikasi masalah dari program-program tersebut pada Puskesmas se-Kecamatan
Cempaka Putih periode Januari 2016 – April 2016 terdapat 5cakupan program yang menjadi
masalah. Kemudian dilakukan perhitungan dan pembandingan nilai kesenjangan antara apa yang
diharapkan (expected) dengan apa yang telah terjadi (observed), dilakukan perumusan masalah
untuk membuat perencanaan yang baik sehingga masalah yang ada dapat diselesaikan. Rumusan
masalah dari program kesehatan gizi di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih adalah sebagai
berikut :

1. Persentasi balita yang mendapat vitamin A di wilayah Puskesmas se-Kecamatan


Cempaka Putih pada Periode Januari-April 2016 adalah sebesar 106,16% lebih dari
target sebesar 90%
2. Persentasi bayi 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif di wilayah Puskesmas se-
Kecamatan Cempaka Putih pada Periode Januari-April 2016 adalah sebesar 36,60%
kurang dari target sebesar 80%
3. Partisipasi balita yang ditimbang (D/S) di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cempaka
Putih pada Periode Januari-April 2016 adalah sebesar 77,43% kurang dari target
sebesar 90%
4. Persentasi balita yang telah ditimbang per jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju
Sehat (D/K) di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cempaka Putih adalah sebesar
77,43% lebih dari target sebesar 60%

40
5. Persentasi balita yang memiliki kenaikan berat badan per jumlah balita yang ditimbang
(N/D)di wilayah Puskesmas se-Kecamatan Cempaka Putih adalah sebesar 54,67%
kurang dari target sebesar 80%
6. Persentasi efektifitas program pemantauan berat badan balita (N/S) di wilayah
Puskesmas se-Kecamatan Cempaka Putih adalah sebesar 42,26% kurang dari target
sebesar 60%
7. Persentasi ibu hamil trimester 3 yang mendapatkan tablet besi (Fe3) di wilayah
Puskesmas se-Kelurahan Cempaka Putih Timur pada Periode Januari-April 2016
adalah sebesar 82,73% kurang dari target sebesar 90%
8. Persentasi ibu hamil trimester 3 yang mendapatkan tablet besi (Fe3) di wilayah
Puskesmas se-Kelurahan Cempaka Putih Barat pada Periode Januari-April 2016
adalah sebesar 100% lebih dari target sebesar 90%
9. Persentasi ibu hamil trimester 3 yang mendapatkan tablet besi (Fe3) di wilayah
Puskesmas se-Kelurahan Rawasari pada Periode Januari-April 2016 adalah sebesar
94,64% lebih dari target sebesar 90%

41