Anda di halaman 1dari 9

DEFENISI TENTANG ISTILAH

BERBICARA DAN ISTILAH TEKS


NAMA MAHASISWA : 1. FEBRINA AZURA (2181111029)

2. FERI HIDAYAT PURBA (2182111002)

3. ISRIN RAMADANI (2181111013)

4. LISA KIRANTI (2181111007)

5. RISKA WAHYUNI LUBIS (2183111038)

DOSEN PENGAMPU : DRS. SANGGUP BARUS, M.PD.

MATA KULIAH : KETERAMPILAN BAHASA PRODUKTIF

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

DESEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya kami dapat menyelasaikan laporan mini riset ini. Alasan kami menyelasaikan
tugas wajib ini dari 6 tugas pokok KKNI karena untuk memenuhi penyelesaian tugas dari
mata kuliah Keterampilan Bahasa Produktif. Semoga hasil laporan ini dapat menambah
wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.

Dalam menyelesaikan laporan rekayasa ide ini, kami juga ingin mengucapkan terima
kasih kepada kedua orang tua kami yang selalu mendoakan, dan dosen pengampu yang telah
membimbing mata kuliah ini.

Kami menyadari bahwa laporan rekayasa ide ini masih jauh dari kata sempurna dan
banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami meminta maaf dan mengharapkan kritik serta
saran agar ke depannya kami mampu menyempurnakan tugas ini untuk lebih baik lagi. Akhir
kata kami mengucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca.

Medan, 08 November 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

A. Latar belakang ......................................................................................................... 1


B. Rumusan masalah ................................................................................................... 1
C. Tujuan ..................................................................................................................... 1
D. Manfaat ................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 2

A. Defenisi istilah berbicara ........................................................................................ 2


B. Defenisi istilah teks ................................................................................................. 3

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 5

A. Kesimpulan ............................................................................................................. 5
B. Saran ....................................................................................................................... 5

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 6

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi.Komunikasi


merupakan salah satu kebutuhan terpenting manusia selain sandang, pangan, dan papan.
Manusia berkomunikasi satu sama lainnya dengan berbicara. Dengan berbicara, maksud dan
tujuan serta buah pikiran kita dapat dengan cepat tersampaikan. Banyak orang berpendapat
bahwa berbicara itu mudah. Namun, tanpa disadari, terkadang mereka melupakan tata cara
serta unsur-unsur berbicara yang benar. Dan bahkan, penting diketahui bahwa berbicara bisa
dikatakan problema publik yang sering terjadi. Seperti halnya,orang-orang yang ketakutan
saat akan mendeklarasikan atau menyampaikan sesuatu di depan publik. Untuk itu, saran dan
solusi yang baik dan benar sangat berguna untuk menyelesaikan problematika ini.

Di samping itu Sebelum melakukan penulisan, setiap orang pasti sudah memikirkan
apa yang ingin ditulisnya. Tentu hal-hal yang akan ditulis berhubungan dengan segala yang
telah diketahui. Jika hal tersebut merupakan hal yang baru, maka setidaknya ia akan
mengaitkan hal yang ingin ditulis dan hal yang telah diketahuinya atau ia akan
mengumpulkan bahan-bahan informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang ingin ditulis.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Menjabarkan defenisi mengenai berbicara
2. Menjabarkan defenisi mengenai teks

C. TUJUAN

Memaparkan hasil analisis mengenai makna dari istilah berbicara dan istilah teks.

D. MANFAAT

Para pembaca mampu memahami istilah tentang berbicara dan istilah teks.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. DEFENISI ISTILAH BERBICARA

Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam kehidupan sehari-hari.


Seseorang lebih sering memilih berbicara untuk berkomunikasi, karena komunikasi lebih
efektif jika dilakukan dengan berbicara. Berbicara memegang peranan penting dalam
kehidupan sehari-hari. Beberapa ahli bahasa telah mendefinisikan pengertian berbicara,
diantaranya sebagai berikut.

Hariyadi dan Zamzami (1996/1997:13) mengatakan berbicara pada hakikatnya


merupakan suatu proses berkomunikasi, sebab di dalamnya terjadi pesan dari suatu sumber
ke tempat lain. Dari pengertian yang sudah disebutkan dapat disimpulkan bahwa berbicara
merupakan suatu proses untuk, menyatakan, serta menyampaikan ide, pikiran, gagasan, atau
isi hati kepada orang lain dengan menggunakan bahasa lisan yang dapat dipahami oleh orang
lain.

Burhan Nurgiyantoro (2001:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang


dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan.
Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan
dan akhirnya terampil berbicara.

Berbicara juga diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau


kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan, serta
perasaan (Tarigan, 2008:14). Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem
tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan
sejumlah otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan atau ide-ide yang
dikombinasikan. Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan
faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik.

Selanjutnya berbicara menurut Mulgrave (melalui Tarigan, 2008:16) merupakan suatu


alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai
dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak. Berbicara merupakan
instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah
pembicara memahami atau tidak, baik bahan pembicaraannya maupun para penyimaknya;

2
apakah ia bersikap tenang atau dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia
mengkomunikasikan gagasan-gagasannya; dan apakah dia waspada serta antusias atau tidak.
Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi sebab di dalamnya terjadi
pemindahan pesan dari suatu sumber ke tempat lain. Proses komunikasi itu dapat
digambarkan dalam bentuk diagram berikut ini Ahmad Rofi'udin dan Darmayati Zuhdi
(2001/2002 : 13).

Maka, dari defenisi di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa berbicara adalah aktivitas
mengeluarkan kata-kata atau bunyi berwujud ungkapan, gagasan, informasi yang
mengandung makna tertentu secara lisan.

B. DEFENISI ISTILAH TEKS

Teks ialah ungkapan bahasa yang menurut isi, sintaksis, dan pragmatik merupakan satu
kesatuan (Luxemburg dkk, 1989:86). Dari pengertian tersebut dapat diartikan teks adalah
suatu kesatuan bahasa yang memiliki isi dan bentuk, baik lisan maupun tulisan yang
disampaikan oleh seorang pengirim kepada penerima untuk menyampaikan pesan tertentu.
Istilah teks sebenarnya berasal dari kata text yang berarti ‘tenunan’.

Teks dalam filologi diartikan sebagai ‘tenunan kata-kata’, yakni serangkaian kata-kata
yang berinteraksi membentuk satu kesatuan makna yang utuh. Teks dapat terdiri dari
beberapa kata, namun dapat pula terdiri dari milyaran kata yang tertulis dalam sebuah naskah
berisi cerita yang panjang (Sudardi, 2001:4-5).

Menurut Baried (1985:56), teks artinya kandungan atau muatan naskah, sesuatu yang
abstrak hanya dapat dibayangkan saja. Teks terdiri atas isi, yaitu ide-ide atau amanat yang
hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Dan bentuk, yaitu cerita dalam teks yang
dapat dibaca dan dipelajari menurut berbagai pendekatan melalui alur, perwatakan, gaya
bahasa, dan sebagainya.

Menurut Barthes (1981:32), teks adalah permukaan fenomena karya sastra. Teks adalah
kata-kata yang membentuk karya dan yang disusun dengan cara sedemikian rupa untuk
membelokkan arti yang tetap dan seunik mungkin.

Lain lagi pendapat pengertian teks dari Biner Ambarita (2018:98) yang mengemukakan
bahwa teks adalah bahasa yang berfungsi, maksudnya ialah bahasa yang sedng melaksanakan
tugas tertentu (menyampaikan pesan atau informasi) dalam konteks situasi, berlainan dengan

3
kata-kata atau kalimat-kalimat lepas yang mungkin dituliskan di papan tulis. Bentuknya bis
percakapan dan tulisan (bentuk-bentuk yang kita gunakan untuk menyatidakan apa saja yang
kita pikirkan).

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa teks adalah jenis karangan atau tulisan yang berisi
paparan kejadian sesuai dengan konteks dan tujuan yang ingin dibahas di dalam tulisan
tersebut.

4
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berbicara adalah aktivitas mengeluarkan kata-kata atau bunyi berwujud ungkapan,


gagasan, informasi yang mengandung makna tertentu secara lisan.

Adapun teks adalah jenis karangan atau tulisan yang berisi paparan kejadian sesuai
dengan konteks dan tujuan yang ingin dibahas di dalam tulisan tersebut.

B. SARAN

Saya harap untuk sumber pengertian dari teks dapat lebih banyak lagi, sehingga dalam
penulisan landasan teori ke depannya mampu mencantumkan istilah ini dengan baik.

5
DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Biner & Atika Wasilah. 2018. Pengantar Ilmu Sastra. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara (Sebagai Sesuatu Keterampilan Membaca).


Bandung: Angkasa Bandung.

Anda mungkin juga menyukai