Anda di halaman 1dari 14

Budidaya Belatung Untung Melambung

Belatung atau maggots, Black Soldier Fly (BSF)

Cara Membuat Pelet Apung Tanpa Mesin

dan videonya ada di youtube, klik saja link ini https://youtu.be/674yW0mC65A

Pengantar admin, naskah ini dikirim oleh mitra boosterfish.com dari Trenggalek, Indra,
semoga naskah Budidaya Belatung Untung Melambung ini memberi inspirasi bagi kita
semua bagaimana semua benda ciptaan Tuhan itu memberi faedah. Belatung atau maggots
(Black Soldier Flyatau BSF), lalat, cacing tanah, cacing sutra, jentik, atau daphnia, artemia
dll.

Maggots adalah istilah dalam bahasa Inggris yang artinya larva.

Booming maggots sungguh fenomenal, penggunaan maggot sebagai pakan alami sudah ada
dimana mana, tercatat (Juli 2018) 4000an peternak mengandalkan BSF, sambutan luar biasa
dibanding saat muncul trend pakan alternatif seperti cacing lumbrikus, keong mas dan ayam
tiren. Para pembudidaya langsung menyambut baik. Tercatat saat ini ada 20an group
maggots terbentuk di facebook dengan total 27.000 members dan komunitas melalui group
Whatshap. Maggots memberi harapan baru ditengah keputus-asaan. Maggots keluar sebagai
juaranya.

 10 keuntungan Beternak Maggots BSF (Black soldier fly) untuk pakan ikan dan
ternak

1. Mampu mengurai limbah organik. Larva BSF masuk dalam golongan organisme
pemakan tumbuhan dan hewan yang bisa mengalami pembusukan. Dibanding dengan
larva lalat Muscidae, larva ini tidak bau waktu mengurai limbah sehingga dapat
diproduksi di rumah. Sesudah mengurai sampah, maggots dalam tiga hari akan
bermetamorfosa menjadi prepupa. Di tengah upaya memerangi sampah, garnizun lalat
ini tangguh melawan limbah sampah. BSF mengurai bakteri yang terdapat sistem
pencernaan dan mampu mengurangi limbah hingga 50% dan menurunkan konsentrasi
populasi nitrogen di kandang. BSF mampu mengurai sampah organik di TPS. BSF
bisa dihasilkan dari kotoran ayam.
2. BSF bukan vektor suatu penyakit. BSF mampu menurunkan populasi bakteri
Salmonella sp. mampu menurunkan populasi e-colli dan Salmonella pada kotoran
unggas dan e.colli pada kotoran sapi. BSF memangsa obyek yang mengandung
bakteri pathogen. Larva BSF menurunkan daya tahan hidup virus.
3. Populasi lalat BSF mampu mengurangi populasi lalat rumah atau M. domestica. lalat
M. domestica kalah bersaing sama BSF dan tidak bertelur diwilayah teritori BSF.
4. BSF hewan koloni. koloni BSF mengurangi kotoran ayam hingga 50%.
5. BSF secara alamiah mengeluarkan senyawa kimia yang mencegah lalat M. domestica
untuk bertelur di tempat yang sama.
6. BSF bersifat sebagai antibiotik. Riset menunjukkan larva BSF yang diekstrak dengan
pelarut metanol memiliki sifat sebagai antibiotik. Ekstrak metanol BSF menghambat
proliferasi bakteri gram negatif yang merugikan.
7. BSF ideal untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani. BSF cukup andal
sebagai pengganti bahan pakan protein hewani yang mahal seperti tepung ikan,
MBM, tepung udang, casein, rajungan, kerang, kepiting, tepung cumi dan tepung
bekicot. Melalui proses pengolahan yang baik dari protein 45% (sebelum pengolahan)
bisa menjadi 55%. Hasilnya, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakan
pabrik. Selain maggots yang menjadi pakan, penggiat budidaya juga mendapatkan
keuntungan lain berupa ampas limbah pembiakan maggots. Ampas yang sudah tidak
digunakan untuk membiakkan maggot, memiliki unsur hara tinggi. limbah pembiakan
itu sama bagusnya dengan pupuk organik. Dengan maggot, para pembudidaya tidak
hanya berhasil melawan mahalnya pakan pabrik, tetapi bisa memproduksi tanaman
organik bernilai ekonomi tinggi. Dimasa mendatang perikanan akan menjadi tumpuan
asa masyarakat dunia dalam menyediakan protein hewani. kecenderungan
menurunnya produksi perikanan tangkap dan peralihan kegemaran masyarakat dari
protein asal hewan daging ruminansia dan unggas ke protein ikan.
8. BSF sebagai sumber biodiesel alternatif. Kotoran ayam dan sapi yang diurai oleh
larva BSF dapat menghasilkan biodiesel.
9. Ongkos produksi maggots jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pakan pabrik.
Ongkos produksi maggot hanya Rp.1500-3.500/kg. Maggot bisa dibiakkan dengan
semua limbah. Limbah pabrik gula, pabrik kelapa sawit, tahu, roti, kecap dan lain-
lain. Limbah pengolahan ini membuat ongkos produksi bisa ditekan. Peternak dan
pabrik juga bisa saling membutuhkan karena limbah menjadi masalahpelik bagi
pabrik. Riset tentang sumber pakan pengganti ikan untuk mengurangi ketergantungan
dengan pakan pabrikan telah banyak dilakukan. Budidaya maggots murah, mudah,
aplikatif, tidak menimbulkan dampak negatif.
10. BSF mampu mengurangi bau amoniak dalam kandang. Bukankah amoniak adalah
sumber munculnya bakteri e-colli, salmonella, vibrio dan colli-form. Gank bakteri
inilah malaikat pencabut nyawa hewan ternak seisi kandang. point inilah berita terbaik
dari BSF. Untuk mencegah penularan bakteri pathogen dlm tubuh BSF maka BSF
untuk pakan ternak idealnya dilakukan pengolahan. Ozonisasi, enzimasi, steam dan
fermentasi sebagai tahapan awal pengolahan BSF dan diakhiri dengan peletting.

Kini, dunia agro kembali sumringah berkat sukses uji coba penggunaan maggot diberbagai
wilayah sebagai pakan alami. Belakangan harga pakan pabrik yang membumbung peternak
tidak ada pilihan selain menutup usaha karena labanya tipis.

Aplikasi maggot bisa secara langsung diberikan sebagai pakan ikan dan juga bisa dijadikan
sebagai bahan pengganti tepung ikan, MBM, tepung udang, tepung cumi. Namun sebaiknya
agar nilai nutrisi dan bacteri pathogen yang masih menempel pada maggots dilakukan
pengolahan terdahulu. Level penyertaan tepung maggots pada pakan benih lele sampai 60-
80% memberi performa bagus pertumbuhan ikan. Subtitusi pakan ikan dengan maggot adalah
solusi mengurangi biaya HPP.

 Filosofi habitat belatung adalah binatang yang hidup, tumbuh dan berkembang di
ekologi yang mudah busuk seperti limbah sayur dan kulit buah.

Membuat tepung belatung bermutu tinggi

Belatung murni 80 kg

Tepung beras ketan 13 kg


Tepung tapioka 1kg

Kates mateng 5 kg

Nenas mateng 1 buah

Lidah buaya 1 kg

Air kelapa 3 liter

Mikroba 1300 strain 30 ml

Cara buat

Bahan yang berkulit kecuali lidah buaya kupas, ambil isinya,cuci bersih, blender bersama
belatung. Masukkan mikroba dan air kelapa aduk hingga rata. Jemur matahari hingga kering,
kadar air maksimum 12%. Jadilah tepung belatung atau maggots

Aplikasi

Tepung belatung 2-3 gram dibibiskan ke pakan ayam atau ke pakan ikan.

Kemasan dalam wadah dobel plastik kedap udara. Tepung belatung ini mengandung omega
3, vitamin lengkap, lysin, leusin, methionine dan dcarbonat phospor.

Potensi bisnis

Belatung sekarang sudah dibuat dalam bentuk tepung maggots, sangat disukai oleh peternak
lele fase pembenihan, belatung berfungsi bukan sebagai pengenyang tapi efektifnya untuk
mempercepat matang gonad indukan lele.

Dipasaran tepung maggots ternyata bermerk dan berasal dari luar negeri, salah satu alasan
inilah penulis termotivasi menulis artikel ini dan berharap ada pengusaha yang segera terjun
diceruk ini.
Bisnis

Bisa dijual dengan harga Rp.60.000 sd Rp.75.000 perkg.

————————————————————————————————–

Artikel dari admin

Trik Beternak belatung diatas kolam ikan

Foto diatas adalah kolam lele pembesaran . Ban bekas kami ikatkan kebambu.

Rongga yang ada ditengah ban dan ditiap ban kami taburi :

1. Ampas tahu 0,5 kg

2. Sayur afkir dari pasar 0,5kg

3. Kulit nangka 0,5kg

4. Enzim 5 ml

5. Sejumput tepung ikan tebarkan diatas tumpukan bahan point 1 sd 5

(Adonan diatas bisa diganti dengan sayuran apa saja karena filosofinya belatung hidup dan
tumbuh dari benda atau bahan yang mudah membusuk)
Tiap pagi antara jam 10-12 pagi disemprot dengan air sehingga temperatur dalam ban dalam
keadaan tidak kering dan tidak basah (mamel) kadar air sekitar 50 sd 70%.

Dalam 24-36 jam akan lahir anak-anak belatung dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam 2-
3 hari belatung membesar dan berdesak-desakan. Tumpukan puluhan ribu belatung akhirnya
jatuh merata diseluruh permukaan kolam. Hal ini berlangsung selama 24 jam.

Apa yang terjadi berikutnya…!!! dalam hitungan detik belatung yang terjun bebas disambar
oleh lele.

Apa saja keuntungan berbudidaya lele pembesaran dengan cara ini,

1. Mengurangi kanibalisme. Angka mortalitas menurun drastis karena lele tidak pernah
kelaparan karena asupan pakan yang bergizi (belatung berprotein minimal 55%) atau 1kg
belatung stara dengan 2,5 kali pakan komersial.

2. Mengurangi biaya pakan ikan lele. Semakin banyak ditaruh ban, semakin berkurang
biaya pakan.

3. Dibanding pakan buatan belatung tidak menimbulkan aroma busuk.

4. Tingkat kekeruhan air cenderung menurun.

5. Ban juga memberi tempat berteduh saat udara panas siang hari menyengat.

6. Tempat bermain (tebaran) lebih merata tidak disatu sudut saja dan kecenderungan ini
juga turut berperan menurunkan tingkat kanibalisme. Cobalah sistem inspiratif dan
excellent ini.

Anda harus hati-hati jika hendak menerapkan sistem ini dipemukiman padat penduduk karena
aroma ampas tahu yang menyengat hidung. Cara mengurangi bau ampas tahu dengan cara
dibawah ini

1. Di treatment dengan mesin ATM (Agroculture Treatment Machine)

2. Menambahkan enzim adalah salah satu cara mengurangi bau kolam dan ampas tahu dan
perhatikan fungsi sentral drain.

3. Sistem re-sirkulasi juga akan mengurangi bau, meningkatkan kadar oksigen terlarut,
menurunkan kadar amoniak secara drastis dan lain-lain.

Hasil dari budidaya belatung dari sistem ban ini berbeda dengan tulisa Mas Indra diatas.
Belatung dalam ban berwarna putih ukurannya kecil-kecil sebesar nasi. Belatung ini bagi lele
bergizi tinggi dengan kadar protein 55-65%.

Selamat mencoba, tanya jawab jika dirasa kurang jelas silahkan hubungi kami di 0812-2421-
7112 (Free atau gratis. Kami melayani kontak via telepon langsung, tidak melayani SMS,
BBM atau WA)

Uji lapangan
Fakta lapangan lain di Kecamatan Badegan Ponorogo, peternak bernama Goes Tomo disaat
musim bediding atau cuaca ekstrim tetap bisa memijahkan dengan bantuan enzim
dan pemberian belatung secara simultan setiap hari. Lebih dari 75 pembenih yang berada di
kabupaten ponorogo gagal melakukan pemijahan namun Goes Tomo tetap sukses
memproduksi larva lele dimusim anomali suhu yang menakutkan itu.
Solihin, seorang pembenih dari Pati Jateng pemilik 100 indukan strain sangkuriang sebangun
dengan Goes Tomo, tidak pernah kuatir, musim penghujanpun indukan lelenya tetap matang
gonad dan memijah dengan baik. Belatung, cacing tanah dan probiotik milik Goes tomo
meningkatkan kualitas seksual indukan jantan.

Sejatinya naskah Budidaya Belatung Untung Melambung kiriman dari Trenggalek ini
hendaknya berguna.

Akhirul Kalam

—————————————————————————————————————
————————

UJI COBA MESIN ATM (AGROCULTURE TREATMENT MACHINE) pada kolam


indukan lele

Team boosterfish.com melakukan ujicoba terhadap 2 buah kolam indukan lele dengan data
sbb

Data masing-masing kolam :

Luas kolam : 2,5m x 1,5m x 0,9m

Jumlah induk : 30 ekor per kolam

Strain : Jantan Afrika, Betina Masamo

Air : Tidak diganti selama 20 hari

Kolam 1 Ditreatment dengan mesin ATM (baca artikel Agroculture Treatment Machine)
selama 1jam pagi hari dan 1 jam sore hari

Kolam 2 Tidak ditreatment (kolam berwarna pekat, berbau dan kental, gerakan induk lambat
dan malas)

7 (tujuh) unsur parameter mikrobiologi yang kami uji adalah :

1. Bacteri e-colli

2. Bacteri salmonella

3. Bacteri colli form

4. Nitrit
5. Nitrat

6. Amoniak

7. Kadar oksigen terlarut (DO)

Hasil uji lab ini bisa dilihat pada report yang kami lampirkan dibawah ini. Data labor
menunjukkan perubahan yang siginifikan baik terhadap kesehatan indukan lele, jumlah larva
maupun SR (survival rate) benih.

Colli form dari 240 cfu/100ml menjadi 23 cfu/100ml

E-colli dari 1200 cfu/100ml menjadi 100 cfu/100ml

Salmonella dari 1500 cfu/100ml menjadi 200 cfu/100ml


Nitrat dari 1717 ppm menjadi 1613 ppm

Nitrit dari 0,064 ppm menjadi 0,255 ppm

Amoniak dari 3% menjadi 1%

DO dari 2 ppm menjadi 4 ppm

Jika anda bermasalah dalam menyelenggarakan budidaya disegmen pembenihan lele,


referensi kami adalah melakukan treatment air dengan mesin Agroculture Treatment Machine
(ATM) pada perhatian utama pada mutu air. Baik mutu air dikolam pemeliharaan induk, air
kolam pemijahan, air kolam penyimpanan benih dan persiapan air pada kolam pendederan.
(baca artikel menarik ini : Air Ideal Untuk Habitat ikan)

Mesin ini juga sudah bertebaran diseluruh propinsi di Indonesia. Banyak diaplikasikan ke
budidaya ayam pedaging, ayam petelor, bebek, kalkun, nila, patin, gurame, ikan hias,
ruminansia, pengawetan daging, ikan dan sayur, udang, dan marak digunakan di komunitas
kicau mania dan burung-burung kontes dan mempercepat proses fermentasi. Semoga
berguna. (info, kontak langsung 081224217112. Tidak SMS)

Hasil uji lab mesin ATM untuk produksi pengolahan lele asap organik (silahkan telusuri
link warna biru ini)

Ransum tempe gembus untuk lele


Ditengah pro-kontra tentang pendapat bahwa penggunaan pakan alternatif lele adalah sebuah
kemunduran atau pemberian pakan alternatif lele justru merugikan peternak itu sendiri namun
pendapat lain mengatakan bahwa pakan pabrik yang mahal akan membuat peternak
kewalahan untuk memperoleh profit dibawah ini kami coba memberi solusi dengan pakan
berupa tempe dengan bahan dan mutu yang tidak kalah dengan pakan pabrik, berbiaya murah
dan proses pembuatannya tidak memerlukan mesin-mesin yang mahal.

Foto diatas adalah pembuatan tempe gembus untuk lele

Ramuan pakan olahan ini mengadopsi pembuatan tempe gembus. pakan tetap mengapung
diatas air, tidak mencemari air, murah dan mudah membuatnya.

Tempe gembus ini diberikan untuk lele kecil mulai tebar 1cm-2cm.

Menghitung kadar protein


Ampas tahu 45 kg kadar protein 17,14% : 45 x 17,14% = 7,71%

Cacing lumbrikus 5 kg kadar protein 76% : 5 x 76% = 3,80%

Tepung ikan 10 kg kadar protein 52% : 10 x 52% = 5,20%

tepung kulit 20 kg kadar protein 38% : 20 x 38% = 7,60%

Tepung singkong 20 kg kadar protein 2% : 20 x 2% = 0,40%

Total protein = 25,71%

Enzima Star 0,1%

penggunaan enzima Star peningkatan protein menjadi 31%

Mengitung Biaya

Ampas tahu 45 kg x Rp. 500 = Rp. 22.500.

Cacing lumbrikus 5 kg = Rp. – (ternak sendiri)

Tepung ikan 10 kg x Rp.7.500 = Rp. 75.000.

tepung kulit 20 kg x Rp.6.000 = Rp.120.000.

Tepung singkong 20 kg x Rp.3.500 = Rp. 70.000.

Enzima Star 0,1% = Rp. 2.500.

Biaya tak terduga dan biaya lain-lain (bbm, transport, plastik, ragi, penyusutan)

= Rp.30.000

Total biaya = Rp.320.000

Bobot setelah proses pembuatan menjadi 56kg

Jumlah modal Rp.320.000 dibagi 56kg = Rp.5.714 per kg

INFO TERKINI
Beberapa analisa laboratorium yang dilakukan team boosterfish baik pemanfaatan mesin
ATM, pengujian mutu enzima star milik boosterfish maupun analisa laboratorium pakan
ayam organik, bisa dilihat banner nya dibawah ini :

Analisa labor air minum sapi penggemukan milik Pt. Pasir Tengah Cianjur Jabar
Analisa labor air minum ayam broiler milik Bapak I Made Dinda di Pulau Bali
Analisa labor mutu Enzima Star milik boosterfish
Analisa labor pemanfaatan enzim dan mesin ATM terhadap lele asap. Lele asap ini disebut
Lele asap organik
Hasil uji lab enzim terhadap onggok (limbah tepung tapioka)

Hasil uji lab mesin ATM terhadap kolam pembesaran lele

Dibawah ini adalah report analisa lab kemampuan mesin ATM (Agroculture Treatment
Machine) terhadap bakteri e-colli, salmonella dan colli form. Uji lab diambil sampel dua
kolam lele. Kolam pertama tidak dilakukan treatment dengan mesin ATM dan kolam yang
kedua dilakukan treatment . Hasilnya bacteri colliform awalnya 460 cpu per 100 ml menjadi
93 cpu, salmonela dan e-colli menjadi negatif. Terjadi perubahan yang signifikan. Disinilah
terlihat tanpa bacteri pathogen membuat ikan lebih tumbuh antara 25%-40% lebih cepat.
Dalam uji coba berikutnya sedang diteliti lebih lanjut akan kandungan nitrit, nitrat dan
amoniak.

Artikel menarik lainnya silahkan dibaca

Mengapa Pakan Harus Dikukus Atau Steam

Lele Organik, Resirkulasi, Enzim Dan Ozonizer

Enzim, Anugerah Terindah Kepada Bioteknologi

Fermentor pakan ternak tercepat

Peternakan Dan Perikanan Sistem Modern

Agroculture Treatment Machine

———————————————————————————————

Ratusan artikel sudah kami rilis, sebuah artikel yang banyak yang dianggap paling
memberikan pencerahan oleh peternak Indonesia. Jika Audiens belum membacanya silahkan
klik judul ini Air Ideal Untuk Habitat Ikan

Salam sukses ber-agrobisnis