Anda di halaman 1dari 104

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Pendidikan S1 Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Ekonomi Kesehatan AK008 (Peminatan Semester 6) Bagian

Ekonomi Kesehatan

AK008

(Peminatan Semester 6)

Bagian

Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

AK008 (Peminatan Semester 6) Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarak at
AK008 (Peminatan Semester 6) Bagian Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarak at

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarak at

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Daftar Isi

Daftar Isi

i

Kata Pengantar

ii

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

3

Beban Kredit

3

Prasyarat

3

Kompetensi

3

Staff pengajar

3

Situasi Pembelajaran

4

Penilaian

4

Daftar Pustaka

4

Jadwal Perkuliahan

6

4 Penilaian 4 Daftar Pustaka 4 Jadwal Perkuliahan 6 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page i
4 Penilaian 4 Daftar Pustaka 4 Jadwal Perkuliahan 6 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page i

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Kata Pengantar

Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi, yaitu persoalan yang menghendaki seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat membuat keputusan tentang cara yang terbaik untuk melakukan suatu kegiatan ekonomi. Dalam dunia kesehatan, ilmu ekonomi dapat dipergunakan untuk mengetahui perilaku pemberi pelayanan kesehatan yang kemudian dicocokkan dengan perilaku masyarakat sebagai pembeli atau penerima subsidi pelayanan kesehatan. Dengan pemahaman seperti ini maka pelayanan kesehatan sebenarnya dapat disebut sebagai suatu komoditi dagang yang harus diperlakukan secara hati-hati. Ilmu ekonomi kesehatan sangat penting dan menarik dilihat dari : 1) Peranan bidang kesehatan terhadap perekonomian secara keseluruhan, 2) Konsen pemerintah terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi yang di hadapi oleh suatu Negara dan 3) Banyaknya isu – isu kesehatan yang erat kaitannya dengan masalah perekonomian. Study Guide ini dibuat sebagai pedoman mahasiswa peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan semester 6 dalam mengikuti semua kegiatan pembelajaran dari mata kuliah ini. Dalam Study Guide ini disajikan mengenai beban kredit, prasyarat, kompetensi, hasil pembelajaran, tujuan pembelajaran, staf pengajar, cara penilaian, daftar pustaka, jadwal perkuliahan dan rencana perkuliahan. Dalam rencana perkuliahan dirinci kegiatan pembelajaran dalam setiap minggu, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan diri agar hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh setiap mahasiswa. Selain itu, Study Guide ini juga dilampiri dengan bahan ajar yang diperlukan untuk mendukung perkuliahan ini. Semoga Study Guide ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya

Denpasar, Januari 2018 Team Teaching

dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya Denpasar, Januari 2018 Team Teaching Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page ii
dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya Denpasar, Januari 2018 Team Teaching Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page ii

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini membahas mengenai konsep ilmu ekonomi di dunia kesehatan khususnya secara mikro dan makro serta bagaimana mengevaluasi program kesehatan dengan metode economic evaluation.

Beban Kredit

Beban kredit yang diberikan untuk mata kuliah Ekonomi Kesehatan adalah 2 SKS yang untuk kegiatan kuliah/tatap muka setara dengan, 100 menit pertemuan dalam kelas, 100 menit kegiatan terstruktur dan 100 menit belajar mandiri.

Prasyarat

Tidak ada persyaratan dalam mata kuliah ini

Kompetensi

Sarjana kesehatan masyarakat (SKM) mampu memahami berbagai konsep penting dalam bidang ekonomi kesehatan .Untuk mencapai kompetensi di atas, setelah mengikuti kuliah Ekonomi Kesehatan ini mahasiswa mampu:

1. Menjelaskan konsep ekonomi kesehatan dan peranannya dalam pelayanan kesehatan.

2. Menggunakan konsep ekonomi kesehatan dalam mengatasi persoalan-persoalan ekonomis dalam bidang kesehatan masyarakat.

3. Menggunakan konsep program evaluation dalam pelayanan kesehatan

Staff pengajar

Mata kuliah ini akan diampu oleh:

kesehatan Staff pengajar Mata kuliah ini akan diampu oleh: Putu Ayu Indrayathi,SE, MPH/PAI (

Putu Ayu Indrayathi,SE, MPH/PAI ( pa_indrayathi@unud.ac.id/081339570537 )

Rini Noviyani,SSi,MSi,.Apt/RN (rini.noviyani@gmail.com/081999914774) Ni Putu Santi Suryatini,SE,.MM/ SS (santisuryantini@gmail.com)

Ni Putu Santi Suryatini,SE,.MM/ SS (santisuryantini@gmail.com) Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 3
Ni Putu Santi Suryatini,SE,.MM/ SS (santisuryantini@gmail.com) Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 3

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Situasi Pembelajaran

Metode pembelajaran yang diterapkan pada mata kuliah ini adalah metode pembelajaran

orang dewasa (adult education) dimana mahasiswa menjadi subjek dan dosen berfungsi

sebagai nara sumber dan sebagai fasilitator. Situasi pembelajaran yang akan diterapkan

adalah:

1. Belajar mandiri dengan membaca dan mereview bahan bacaan yang disediakan

sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya.

2. Diskusi Kelompok untuk mendiskusikan isu penting yang berkaitan dengan topik

kuliah.

Penilaian

Hasil belajar mahasiswa akan dinilai dari tingkat pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan

skill (behavior) sebagai berikut:

1. Ujian Tengah Semester dengan bobot 30%

2. Ujian Akhir Semester dengan bobot 30%.

3. Absensi,Penugasan melalui kuis,tugas individu maupun kelompok dengan bobot 40%

4. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kehadirannya di kelas (75% dari 14 kali tatap

muka) tidak diperkenankan untuk mengikuti UTS dan UAS tanpa pengecualian.

Kriteria Penilaian

:

Standar penilaian dibagi menjadi 8 tingkat kelulusan yaitu:

A : total nilai 80-100

B+: total nilai 75-79

B : total nilai 70-74

C+: total nilai 62-69

C : total nilai 56-61

D+: total nilai 50-55

D : total nilai 40-49

E : total nilai 0-39

56-61 D+: total nilai 50-55 D : total nilai 40-49 E : total nilai 0-39 Program
56-61 D+: total nilai 50-55 D : total nilai 40-49 E : total nilai 0-39 Program

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Daftar Pustaka

Bahan pembelajaran dalam perkuliahan ini terdiri dari:

1. Daftar bacaan dan referensi lain yang tersedia di Perpustakaan PS KM Unud.

2. Artikel dari jurnal terkait

Buku teks

1. Witter S, et al. Health Economics for Developing Country, BUPA, 2000

2. Thabrany H (ed). Pendanaan Kesehatan dan Alternatif Mobilisasi Dana Kesehatan di Indonesia, Rajawali, 2006

3. Berger et.al (2003). Health care cost,quality and outcomes, ISPOR

4. Jack,W. Principles of Health economics for Developing country ( e-book), WBI Development Studies,1999

5. GTZ,(2004). Social Security System Reform in Indonesia

6. Rokx,C, et.al. Health Financing in Indonesia : A reform Road map( e-book), The World

Bank,2008

Websites

Jurnal:

http://jmpk-online.net (gratis)

http://www.who.int/buletin/en (gratis)

http://highwire.stanford.edu/lists/devecon.dtl (gratis untuk artikel tertentu bagi pengakses di

negara berkembang)

http://bmj.bmjjournals.com

berkembang)

negara

(gratis

untuk

artikel

tertentu

bagi

pengakses

di

Penelusuran data:

http://scholar.google.com

http://www.eldis.org

http://id21.org

Badan-badan internasional::

http://www.who.int

http://www.worldbank.org

http://www.globalhealth.org

http://www.who.int http://www.worldbank.org http://www.globalhealth.org Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 5
http://www.who.int http://www.worldbank.org http://www.globalhealth.org Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 5

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Lembaga pemerintahan dan badan-badan nasional http://depkes.go.id http://sjsn.menkokesra.go.id http://www.desentralisasi-kesehatan.net/id/home

http://www.desentralisasi-kesehatan.net/id/home Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 6
http://www.desentralisasi-kesehatan.net/id/home Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 6

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Jadwal Perkuliahan SKM ber-SKS

Waktu

: Setiap hari Selasa pukul 08.00 – 09.40 Wita

Tempat

: Ruang Kuliah, Gedung PS. IKM FK Unud Jl PB Sudirman Denpasar

Sesi

Topik

 

Sub topik

PBM/Dosen

Sesi 1

Study Guide Kontrak Perkuliahan Pendahuluan

Struktur dan Kontrak perkuliahan

 

Peranan ilmu ekonomi dalam kesehatan

Kuliah

 

Tanya jawab

Karakteristik Industri Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan

PAI

Sesi 2

Prinsip Ekonomi,Konsep,dan etika bisnis rumah sakit

Industri farmasi,profit dan etika

 

Kuliah

Tanya jawab

Transisi ekonomi RS

Etika RS

PAI

Sesi 3

Perilaku Ekonomi Rumah Sakit

Model standar perusahaan for profit

 

Model RS Pemerintah dan RS Swasta

Kuliah

Tanya jawab

Model ekonomi RS non profit

Hal-hal terkait dengan perilaku RS

PAI

Sesi 4

Privatisasi Pelayanan Kesehatan

Definisi Privatisasi

 

Bentuk-bentuk privatisasi

Kuliah

 

Implementasi privatisasi pelayanan kesehatan di negara berkembang

Tanya jawab

PAI

Sesi 5

Public Private partnership (PPP)

Definisi PPP

Kuliah

Metode PPP

Tanya jawab

 

Implementasi PPP dalam dunia kesehatan

PAI

   

Konsep asuransi kesehatan

 

Sesi 6

Asuransi kesehatan

Permasalahan dalam asuransi kesehatan

Kuliah,tanya jawab dan Diskusi

Asuransi kesehatan swasta dan pemerintah

PAI

• Asuransi kesehatan swasta dan pemerintah PAI • Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 7
• Asuransi kesehatan swasta dan pemerintah PAI • Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 7

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

 

Definisi cost of care

Kuliah,tanya jawab dan Diskusi SS

Sesi 7

Cost of care dalam dunia kesehatan

Komponen cost of care

Case Study

 

Ujian Tengah Semester

Sesi 8

Cost of Illness

Definisi COI

Kuliah

Konsep pelaksanaan COI

Tanya jawab

Metode penelitian COI

RN

Sesi 9

Economic

   

Evaluation

Pengertian economic evaluation

Penentuan cost dalam EE

Penentuan outcome

Kuliah

Tanya jawab

RN

Case study

Sesi 10

 

Health account

 

NHA/DHA

Kuliah

 

National Health Account

District Health account

Tanya jawab

PAI

Sesi 11

Priority Setting

Definisi priority setting

 

Kriteria priority setting

Seminar dan

diskusi

Case study – Cave Rescue

PAI

Sesi 12

Budgeting

Konsep budgeting

 

Cara penyusunan budget

Case study penyusunan budget dalam lembaga kesehatan

Seminar dan

diskusi

SS

Sesi 13

Student presentation

Case Study Economic evaluation

Seminar dan

diskusi

Presentasi klp 1,2, dan 3

PAI

 

Student presentation

Case Study Economic evaluation

Seminar dan

Sesi 14

diskusi

Presentasi klp 4 dan 5

PAI

 

Ujian Akhir Semester (UAS)

 
klp 4 dan 5 PAI   Ujian Akhir Semester (UAS)   Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
klp 4 dan 5 PAI   Ujian Akhir Semester (UAS)   Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Rencana Pembelajaran

Sesi 1: PENDAHULUAN
Sesi 1: PENDAHULUAN

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI,SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

1. Mahasiswa mengetahui tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, penugasan serta penilaian yang dipergunakan dalam mata kuliah analisa kebijakan kesehatan

2. Mahasiswa mampu membedakan karakteristik industry kesehatan dan pelayanan kesehatan ditinjau dari sisi demand dan supply

Ringkasan

Sesi ini merupakan perkenalan terhadap mata kuliah analisa kebijakan dimana mahasiswa akan diberikan gambaran umum tentang mata kuliah AKK meliputi tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, penugasan, para pengampu serta metode penilaian yang dipergunakan. Pada sesi ini, mahaiswa juga akan diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar dalam kebijakan kesehatan serta beberapa model pendekatan yang banyak dipergunakan dalam analisa kebijakan kesehatan.

Aktivitas Pembelajaran

1. Kuliah pengantar

2. Diskusi dan tanya jawab

Evaluasi Diri

Jelaskan hal-hal berikut:

1. Apakah perbedaan demand secara umum dengan demand pada d unia kesehatan?

2. Konsep penting apakah yang harus diperhatikan dari sisi supply kesehatan?

3. Apakah terdapat perbedaan antara pasar dalam ilmu ekonomi dengan pasar pada dunia kesehatan?

antara pasar dalam ilmu ekonomi dengan pasar pada dunia kesehatan? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
antara pasar dalam ilmu ekonomi dengan pasar pada dunia kesehatan? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 2: PRINSIP EKONOMI, KONSEP DAN ETIKA BISNIS RUMAH SAKIT
Sesi 2: PRINSIP EKONOMI, KONSEP DAN ETIKA BISNIS RUMAH SAKIT

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI,SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

1. Mahasiswa mengetahui prinsip ekonomi,konsep ekonomi,dan etika bisnis rumah sakit

2. Mahasiswa mampu membedakan karakteristik industry farmasi dan industry rumah sakit yang profit dan non for profit

Ringkasan

Pada sesi ini akan dijelaskan mengenai dimensi dari kekuasaan dan penerapannya dalam

proses kebijakan. Disamping itu, mahasiswa juga akan diperkenalkan teori-teori yang

membahas pembagian kekuasaan di masyarakat dan memahami terhadap yang menentukan

kebijakan kesehatan. Sesi ini kemudian akan memberikan mahasiswa pengetahuan

mengenai perbandingan teori-teori pembuatan keputusan yang didasarkan pada peran

kekuasaan dalam proses kebijakan.

Aktivitas Pembelajaran

1. Ceramah (Handout presentasi)

2. Diskusi dan tanya jawab

Evaluasi Diri

Mampu menjawab :

1. Bagaimana transisis ekonomi sebuah rumah sakit?

2. Apa saja etika bisnis yang harus dilaksanakan oleh RS?

rumah sakit? 2. Apa saja etika bisnis yang harus dilaksanakan oleh RS? Program Studi Ilmu Kesehatan
rumah sakit? 2. Apa saja etika bisnis yang harus dilaksanakan oleh RS? Program Studi Ilmu Kesehatan

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 3: PERILAKU EKONOMI RUMAH SAKIT
Sesi 3: PERILAKU EKONOMI RUMAH SAKIT

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI, SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu menggunakan berbagai teori ekonomi untuk menjelaskan bagaimana

model perusahaan bekerja dalam sistem rumah sakit dan pelayanan kesehatan

Ringkasan

Pada sesi ini akan dijelaskan mengenai model standar perusahaan for profit,model RS

Pemerintah dan RS Swasta serta hal-hal yang terkait dengan perilaku RS

Aktivitas Pembelajaran

1. Ceramah (Handout presentasi)

2. Diskusi dan tanya jawab

Evaluasi Diri

1. Apakah beda dari model ekonomi RS Pemerintah dan RS Swasta

2. Hal-hal apa sajakh yang terkait dengan perilaku RS?

dan RS Swasta 2. Hal-hal apa sajakh yang terkait dengan perilaku RS? Program Studi Ilmu Kesehatan
dan RS Swasta 2. Hal-hal apa sajakh yang terkait dengan perilaku RS? Program Studi Ilmu Kesehatan

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 4: PRIVATISASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN
Sesi 4: PRIVATISASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI,SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa mampu memahami peran dari pihak swasta dalam sistem pelayanan kesehatan

serta dampak yang mungkin muncul dari adanya privatisasi dalam pelayanan kesehatan

Ringkasan

Pada sesi ini mahasiswa akan diberikan penjelasan mengenai system pelayanan kesehatan

dan permasalahan dari sector kesehatan,bagaimana peran sector swasta dalam pelayanan

kesehatan dan masalah yang muncul

Aktivitas Pembelajaran

Ceramah (Handout presentasi)

Diskusi dan tanya jawab

Evaluasi Diri

1. Apa yang dimaksud dengan privatisatisi ?

2. Apa sajakah bentuk dari privatisasi dalam pelayanan kesehatan ?

3. Apakah dampak ynag mungkin muncul dari privatisasi ditinjau dari sisi demand dan supply?

mungkin muncul dari privatisasi ditinjau dari sisi demand dan supply? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
mungkin muncul dari privatisasi ditinjau dari sisi demand dan supply? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 5: PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP
Sesi 5: PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI, SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

Menganalisis peran dan kepentingan berbagai kepentingan termasuk sektor publik dan

swasta dalam proses pembiayaan kesehatan

Ringkasan

Pada sesi ini mahasiswa akan diperkenalkan dengan konsep public private partnership dalam

pembiayaan kesehatan dimana pemerintah dan swasta bersinergi dalam pembiayaan

kesehatan

Aktivitas Pembelajaran

Kuliah,tanya jawab dan Diskusi

Evaluasi Diri

1 Sebutkan definisi public private partnership !

2 Metode pelaksanaan kerjasama pemerintah dan swasta dilaksanakan dalm bentuk apa saja?

3 Bagaimana implementasi konsep PPP dalam dunia kesehatan?

apa saja? 3 Bagaimana implementasi konsep PPP dalam dunia kesehatan? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
apa saja? 3 Bagaimana implementasi konsep PPP dalam dunia kesehatan? Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 6: ASURANSI KESEHATAN
Sesi 6: ASURANSI KESEHATAN

Pengampu Mata Kuliah

PUTU AYU INDRAYATHI, SE,.MPH

Tujuan Pembelajaran

Menganalisis tentang perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia

Ringkasan

Pada sesi ini mahasiswa akan diperkenalkan dengan konsep asuransi kesehatan serta

menjelaskan bagaimana pokok persoalan pembiayaan kesehatan di Indonesia dalam

upayanya mencapai universal health coverage

Aktivitas Pembelajaran

1. Kuliah pengantar

2. Kunjungan lapangan ke kantor BPJS Kesehatan

Evaluasi Diri

1. Definisi dari asu ransi kesehatan?

2. Sejarah perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia

ransi kesehatan? 2. Sejarah perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 14
ransi kesehatan? 2. Sejarah perkembangan asuransi kesehatan di Indonesia Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 14

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 7 : COST OF CARE DALAM DUNIA KESEHATAN
Sesi 7 : COST OF CARE DALAM DUNIA KESEHATAN

Pengampu Mata Kuliah

NI PUTU SANTI SURYANTINI,SE,.MM

Tujuan Pembelajaran

Pada sesi iniBerisi hal2 yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan topik ini. Lebih rinci dari tujuan instruksional dan terukur. Sama dengan indikator pencapaian di P2KBK

Ringkasan

Berisi ringkasan pendek tentang apa yang dibicarakan pada sesi ini.

Aktivitas Pembelajaran

(diisi sesuai dengan aktivitas pembelajaran setiap sesi)

1. Tugas baca (sebelum sesi) Artikel, bab spesifik dlm buku, dll “……judul………….” Ditulis tentang aspek-aspek penting yang perlu dipahami dari bahan bacaan tersebut

2. Kuliah pengantar

3. Tutorial/Diskusi Kelompok (Group Discussion) Ditulis tujuan dan topic/pertanyaan diskusi

4. Kunjungan lapangan Ditulis tujuan, lokasi

5. Presentasi Ditulis topic presentasi

Evaluasi Diri

Berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dapat dijawab sendiri oleh mahasiswa untuk

mengukur kompetensi dirinya terkait topik bahasan

oleh mahasiswa untuk mengukur kompetensi dirinya terkait topik bahasan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 15
oleh mahasiswa untuk mengukur kompetensi dirinya terkait topik bahasan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 15

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 8 : COST OF ILLNESS
Sesi 8 : COST OF ILLNESS

Pengampu Mata Kuliah

RINI NOVIYANI,SSi,Apt,MSi

Tujuan Pembelajaran

Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan konsep cost of illness dalam kasus pelayanan kesehatan

Ringkasan

Pada sesi ini mahasiswa akan diajarkan tentan definisi COI,cara penghitungan COI,dan

metode yang dipakai

Aktivitas Pembelajaran

1. Tugas baca bahan ajar yang ditulis oleh pengampu mata kuliah

2. Kuliah pengantar

3. Case Study

Lampiran

BACALAH DIKTAT YANG BERJUDUL COST OF ILLNESS (BEBAN EKONOMI PENYAKIT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN

COST OF ILLNESS (BEBAN EKONOMI PENYAKIT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 16
COST OF ILLNESS (BEBAN EKONOMI PENYAKIT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 16

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

BAHAN AJAR

COST OF ILLNESS (BEBAN EKONOMI PENYAKIT DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN )

OLEH :

PUTU AYU INDRAYATHI RINI NOVIYANTI

PEMBANGUNAN KESEHATAN ) OLEH : PUTU AYU INDRAYATHI RINI NOVIYANTI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
PEMBANGUNAN KESEHATAN ) OLEH : PUTU AYU INDRAYATHI RINI NOVIYANTI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
PEMBANGUNAN KESEHATAN ) OLEH : PUTU AYU INDRAYATHI RINI NOVIYANTI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
PEMBANGUNAN KESEHATAN ) OLEH : PUTU AYU INDRAYATHI RINI NOVIYANTI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

KATA PENGANTAR

Pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi pembangunan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pendidikan juga dapat mempengaruhi kesehatan, semakin tinggi taraf pendidikan seseorang maka tingkat kesadaran akan kesehatan meningkat. Pada saat ini, pemerintah fokus dalam permasalahan kesehatan karena rendahnya permasalahan kesehatan mendorong terciptanya manusia produktif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Demikian pula dengan pembangunan kesehatan, sesuai dengan program pemerintah yang ingin menciptakan Indonesia sehat sebagai salah satu pendorong yang bersinergi dengan pembangunan ekonomi maka banyak dilakukan perubahan – perubahan baik di ruang lingkup skala daerah dan nasional. Pembangunan kesehatan lebih terfokus ke preventive serta mengedepankan pendekatan persuasif. Serta adanya perbaikan – perbaikan sistem kesehatan yang ada di Indonesia. Dalam dunia kesehatan, ilmu ekonomi dapat dipergunakan untuk mengetahui perilaku pemberi pelayanan kesehatan yang kemudian dicocokkan dengan perilaku masyarakat sebagai pembeli atau penerima subsidi pelayanan kesehatan. Dengan pemahaman seperti ini maka pelayanan kesehatan sebenarnya dapat disebut sebagai suatu komoditi yang harus diperlakukan secara hati-hati. Bahan ajar ini akan memberikan pemahaman kepada mahasiswa konsep Cost of Illness yang diterapkan pada sektor kesehatan. Bahan ajar ini dibuat sebagai pedoman mahasiswa dalam mengikuti semua kegiatan pembelajaran dari mata kuliah ini. Semoga bahan ajar ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang pembelajaran di Program Studi Kesehatan Masyarakat.

untuk menunjang pembelajaran di Program Studi Kesehatan Masyarakat. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 18
untuk menunjang pembelajaran di Program Studi Kesehatan Masyarakat. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 18

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

2016

DAFTAR ISI

Denpasar,

Desember

Tim Pengajar

Daftar Isi

i

Kata Pengantar

ii

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

3

Beban Kredit

3

Prasyarat

3

Kompetensi

3

Staff pengaja r

3

Situasi Pembelajaran

4

Penilaian

4

Daftar Pustaka

5

Jadwal Perkuliahan SKM ber - SKS

7

Rencana Pembelajaran

9

Sesi 1: PENDAHULUAN

9

P engampu Mata Kuliah

9

Tujuan Pembelajaran

9

Ringkasan

9

engampu Mata Kuliah 9 Tujuan Pembelajaran 9 Ringkasan 9 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 19
engampu Mata Kuliah 9 Tujuan Pembelajaran 9 Ringkasan 9 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 19

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi ini merupakan perkenalan terhadap mata kuliah analisa kebijakan dimana mahasiswa akan diberikan gambaran umum tentang mata kulia h AKK meliputi tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, penugasan, para pengampu serta metode penilaian yang dipergunakan. Pada sesi ini, mahaiswa juga akan diperkenalkan dengan konsep - konsep dasar dalam kebijakan kesehatan serta beberapa model pendekatan yang banyak dipergunakan dalam analisa kebijakan Aktivitas Pembelajaran Evaluasi Diri

9

9

9

Sesi 2: PRINSIP EKONOMI, KONSEP DAN ETIKA BISNIS RUMAH SAKIT

10

P engampu Mata Kuliah

10

Tujuan Pembelajaran

10

Ringkasan

10

Pada sesi ini akan dijelaskan me ngenai dimensi dari kekuasaan dan penerapannya dalam proses kebijakan. Disamping itu, mahasiswa juga akan diperkenalkan teori - teori yang membahas pembagian kekuasaan di masyarakat dan memahami terhadap yang menentukan kebijakan kesehatan. Sesi ini kemudian akan memberikan mahasiswa pengetahuan mengenai perbandingan teori - teori pembuatan keputusan yang didasarkan pada peran kekuasaan dalam

proses

10

Aktivitas Pembelajaran

10

Evaluasi Diri

10

Sesi 3: PERILAKU EKONOMI RUMAH SAKIT

11

P engampu Mata Kuliah

11

Tujuan Pembelajaran

11

Ringkasan

11

Aktivitas Pembelajaran

11

Evaluasi Diri

11

Sesi 4: PRIVATISASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN

12

P engampu Mata Kuliah

12

Tujuan Pembelajaran

12

Mahasiswa mampu memahami peran dari pihak swasta dalam sistem pelayanan kesehatan serta dampak yang mungkin muncul dari adanya privatisasi dalam pelayanan kesehatan

12

Ringkasan

12

Aktivitas Pembelajaran

12

Diskusi dan tanya jawab

12

Evaluasi Diri

12

Sesi 5: PUBLIC PRIVATE PARTNERSHIP

13

P engampu Mata Kuliah

13

Tujuan Pembelajaran

13

Ringkasan

13

Aktivitas Pembelajaran

13

Evaluasi Diri

13

Sesi 6: ASURANSI KESEHATAN

14

P engampu Mata Kuliah

14

Tujuan Pembelajaran

14

Rin gkasan

14

Aktivitas Pembelajaran

14

Evaluasi Diri

14

gkasan 14 Aktivitas Pembelajaran 14 Evaluasi Diri 14 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 20
gkasan 14 Aktivitas Pembelajaran 14 Evaluasi Diri 14 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 20

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Sesi 7 : COST OF CARE DALAM DUNIA KESEHATAN

 

15

P engampu Mata Kuliah

15

Tujuan P embelajaran

15

Ringkasan

15

Aktivitas Pembelajaran

15

Evaluasi D iri

15

Sesi 8 : COST OF ILLNESS

16

P engampu Mata Kuliah

16

Tujuan Pembelajaran

16

Ringkasan

16

Aktivitas Pembelajaran

16

Lampiran

16

KATA PENGANTAR

18

DAFTAR ISI

19

PENDAHULUAN

23

PENELITIAN EVALUATIF

26

b.

Biaya

28

d.

Jenis Jenis Cost

31

Sesi 1: TOPIK

 

64

P engampu Mata Kuliah

64

Tujuan Pembelajaran

64

Ringkasan

64

Aktivitas Pe mbelajaran

64

Evaluasi Diri

64

Lampiran

64

Sesi 1: TOPIK

 

100

P engampu Mata Kuliah

100

Tujuan Pembelajaran

100

Ringkasan

100

Aktivitas Pembelajaran

100

Evaluasi Diri

100

Lampiran

Error! Bookmark not defined.

Sesi 1: TOPIK

 

101

P engampu Mata Kuliah

101

Tujuan Pembelajaran

101

Ringkasan

101

Aktivitas Pe mbelajaran

101

Evaluasi Diri

101

Lampiran

Error! Bookmark not defined.

Sesi 1: TOPIK

 

102

P engampu Mata Kuliah

102

Tujuan Pembelajaran

102

102 P engampu Mata Kuliah 102 Tujuan Pembelajaran 102 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 21
102 P engampu Mata Kuliah 102 Tujuan Pembelajaran 102 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 21

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Ringkasan

102

Aktivitas Pembelajaran

102

Evaluasi Diri

102

Lampiran

Error! Bookmark not defined.

Sesi 1: TOPIK

103

P engampu Mata Kuliah

103

Tujuan Pembelajaran

103

Ringkasan

103

Aktivitas Pe mbelajaran

103

Evaluasi Diri

103

Lampiran

Error! Bookmark not defined.

Sesi 1: TOPIK P engampu Mata Kuliah Tujuan Pembelajaran Ringkasan Aktivitas Pembelajaran Evaluasi Diri Lampiran

Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not d efined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined.

not d efined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
not d efined. Error! Bookmark not defined. Error! Bookmark not defined. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

PENDAHULUAN

Sehat adalah sebuah kondisi maksimal, baik dari fisik, mental dan sosial sehingga dapat melakukan suatu aktifitas yang menghasilkan sesuatu. Kondisi tubuh yang sehat pada manusia dapat kita lihat dari kebugaran tubuh. Dalam sebuah lingkungan masyarakat terkadang mengalami beberapa masalah kesehatan, baik yang muda, tua, wanita maupun pria. Kesehatan dapat diartikan sebuah investasi penting untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan adalah salah satu komponen utama selain pendidikan dan pendapatan Dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tujuan dasar pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan sering dikaitkan oleh pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia. Berdasarkan United National Development Program, terdapat 3 (tiga) indikator pembangunan manusia yaitu dengan mengukur kesehatan, pendidikan dan kemampuan ekonomi. (UNDP, 2003-2006) Pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi pembangunan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pendidikan juga dapat mempengaruhi kesehatan, semakin tinggi taraf pendidikan seseorang maka tingkat kesadaran akan kesehatan meningkat. Pada saat ini, pemerintah fokus dalam permasalahan kesehatan karena rendahnya permasalahan kesehatan mendorong terciptanya manusia produktif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Demikian pula dengan pembangunan kesehatan, sesuai dengan program pemerintah yang ingin menciptakan Indonesia sehat sebagai salah satu pendorong yang bersinergi dengan pembangunan ekonomi maka banyak dilakukan perubahan – perubahan baik di ruang lingkup skala daerah dan nasional. Pembangunan kesehatan lebih terfokus ke preventive serta mengedepankan pendekatan persuasif. Serta adanya perbaikan – perbaikan sistem kesehatan yang ada di Indonesia.

Tujuan dasar pembangunan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan sering dikaitkan oleh pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan manusia. Berdasarkan United National Development Program, terdapat 3

manusia. Berdasarkan United National Development Program, terdapat 3 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 23
manusia. Berdasarkan United National Development Program, terdapat 3 Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 23

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

(tiga) indikator pembangunan manusia yaitu dengan mengukur kesehatan, pendidikan dan kemampuan ekonomi. (UNDP, 2003-2006) Pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi pembangunan di sektor kesehatan dan pendidikan. Pendidikan juga dapat mempengaruhi kesehatan, semakin tinggi taraf pendidikan seseorang maka tingkat kesadaran akan kesehatan meningkat. Pada saat ini, pemerintah fokus dalam permasalahan kesehatan karena rendahnya permasalahan kesehatan mendorong terciptanya manusia produktif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Demikian pula dengan pembangunan kesehatan, sesuai dengan program pemerintah yang ingin menciptakan Indonesia sehat sebagai salah satu pendorong yang bersinergi dengan pembangunan ekonomi maka banyak dilakukan perubahan – perubahan baik di ruang lingkup skala daerah dan nasional. Pembangunan kesehatan lebih terfokus ke preventive serta mengedepankan pendekatan persuasif. Serta adanya perbaikan – perbaikan sistem kesehatan yang ada di Indonesia.

Meningkatnya biaya pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun sudah merupakan hal yang umum diketahui, dan industri penyedia pelayanan kesehatan sudah berupaya mengendalikannya utuk tetap bisa bertahan. Peningkatan biaya pelayanan kesehatan ini diikuti suasana perubahan struktur pengeluaran pembiayaan pelayanan kesehatan dalam hal sumber dan penggunaannya. Perubahan yang nyata adalah pergeseran pembiayaan pemeliharaan kesehatan dari - pembiayaan perorangan sistim out- of-pocket dan pembiayaan pemerintah bagi masyarakat kurang mampu sampai miskin - kearah asuransi kesehatan sosial (social health insurance) (Villaverde & Manog, 2004). Pergeseran beban pembiayaan pemeliharaan kesehatan dari out-of-pocket dan pembiayaan anggaran pemerintah menjadi asuaransi kesehatan sosial diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara lebih adil dan merata. Melalui asuransi kesehatan sosial, dharapkan sikaya dan sedang sehat akan mensubsidi simiskin dan sedang sakit yang akan menghasilkan suatu jaminan sosial disektor kesehatan (Villaverde& Manog, 2004). Pelayanan kesehatan di rumah sakit merupakan komponen paling mahal dalam sistim pelayanan kesehatan (the most expensive component of the health care system). Tingginya biaya infrastruktur, pengembangan teknologi dan biaya operasional dan besarnya jumlah staf di rumahsakit, rumahsakit akan menyerap jumlah terbesar anggaran pemerintah yang akan mempengaruhi sistim pelayanan kesehatan. Pada tahun 1999 Philippine National Health Accounts, kombinasi pengeluaran RS Pemerintah Daerah dan Pusat menyerap hampir 50 % pengeluaran pemerintah disektor pelayanan kesehatan. Bahkan RS Daerah menyerap hampir 68 percent alokasi biaya kesehatan daerah. Hal ini

menyerap hampir 68 percent alokasi biaya kesehatan daerah. Hal ini Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
menyerap hampir 68 percent alokasi biaya kesehatan daerah. Hal ini Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

menyebabkan komponen sistim pelayanan kesehatanlainnya seperti public health, health regulation, and other support services – mejadi seperti tertingal (Villaverde& Manog, 2004). Melakukan reformasi untuk transformasi RS Pemerintah menjadi otonom secara finansial akan memungkinkan pemerintah untuk mensosialisasikan dan mengutip biaya pemanfaatan pelayanan kesehatan, mengupayakan sumber pemasukan, membuat suatu drug revolving funds, rasionalisasi penetapan pelayanan yang dikenai biaya dan kebijakan tarif. Mekanisme ini akan mengurangi ketergantungan RS Pemerintah pada subsidi dan anggaran langsung dari pemerintah. Jumlah uang dan sumberdaya yang terbebaskan karena mekanisme ini akan dapat dipakai untuk disektor public health programs, local health systems development, health regulation and quality assurance. Namun tidak dapat dipungkiri adanya tekanan mengikuti tatanan safety net, seperti mengadakan social health insurance, sebagai strategi melindungi kelompok miskin dan kurang mampu terutama kelompok yang sangat tergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Oleh karenanya perlu memngikuti tatanan ini dengan menyelenggarakan suatu pembiayaan pelayanan kesehatan yang lebih adil dan merata yang mensubsidi pelayanan rumahsakit atau melalui suatu social health insurance.(Villaverde& Manog, 2004) Kebutuhan penghematan karena peningkatan biaya pemeliharaan kesehatan merupakan tantangan utama yang dihadapi sistim pelayanan kesehatan dewasa ini. Sering menjadi perdebatan bahwa kontrol biaya merupakan tools yang efektif mengurangi baik level mapun kecepatan peningkatan pengeluaran biaya kesehatan. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa penghematan merupakan sebagian kecil dari volume peningkatan. Peningkatan biaya biasanya terjadi pada pemberi pelayanan kesehatan, terutama oleh dokter, yang cenderung menyediakan bahan – bahan pelayanan kesehatan dan pelayanan dalam upayanya meningkatkan pemasukan atau menarik kembali pemasukan yang hilang (recapture lost revenues). Fenomena ini dikenal sebagai the behavioral offset or volume response (Nguyen, 1995). Perkembangan perilaku ini menghasilkan banyak implikasi pada sistim pembiayaan pelayanan kesehatan diberbagai negara. Karena keterbatasan data, tidak selalu mungkin menganalisis dampak kontrol biaya terhadap perilaku pemberi pelayanan kesehatan. Lebih spesifik, dapat dilihat reaksi perilaku dokter terhadap pengurangan biaya pada level praktek pelayanan dokter pada Medicare program for 1989 and 1990. Dapat diamati bahwa kontrol biaya saja tidak cukup menahan peningkatan biaya pelayanan kesehatan yang berarti perlu tools tambahan untuk melakukan upaya penghematan biaya (Nguyen, 1995). Penyelenggaraan program kesehatan masyarakat, selalu terkait dengan efektifitas program (outcome assessment), efisiensi (economic evaluation), akses (reachability of services) dan rasa

( economic evaluation ), akses ( reachability of services ) dan rasa Program Studi Ilmu Kesehatan
( economic evaluation ), akses ( reachability of services ) dan rasa Program Studi Ilmu Kesehatan

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

keadilan (equal provision for equal needs). Evaluasi ekonomi memberikan informasi objektif menyangkut jumlah biaya yang diserap program (Lim, 1999).

PENELITIAN EVALUATIF

Meningkatnya perhatian terhadap evaluasi menjadikan terciptanya suatu jenis riset yang disebut penelitian evaluatif (evaluation research). Jenis penelitian ini relatif baru. Ada dua penyebab ketertarikan terhadap jenis penelitian evaluatif ini. Pertama, evaluasi diharapkan menyertai setiap program sosial. Kedua, terdapat suatu kebutuhan suatu keberhasilan program yang didasarkan atas suatu proses yang sistematik dan objektif. Salah satu definisi penelitian evaluatif menjelaskan sebagai sebuah proses penerapan applying scientific procedures untuk mengumpulkan bukti yang dapat dipercaya dan sahih yang dengannya suatu kegiatan khusus menghasilkan suatu efek atau outcomes (Rutman 1977). Sesuai dengan definisi lain, suatu penerapan teknik ilmu sosial dalam pendekatan program kegiatan sosial disebut sebagai evaluation research (Wright 1967). Penelitian dimaksud disini termasuk epidemiology dan penelitian disektor kesehatan Susser (1975) dalam Trisnantoro (1993) tetapi tidak termasuk pada laboratorium, biologi atau penelitian yang tidak melibatkan manusia lainnya (nonhumans).

Pada awal tahun 1970, artikel tentang economic evaluation diterbitkan. Disusul terbitnya artikel tetang perlunya economic evaluation di sektor pelayanan kesehatan pada 1974 oleh Alan Williams dari York University, Toronto, Ontario. Menyusul publikasi Drummond et.al (1987) yang menerbitkan buku tentang evaluasi ekonomi dengan tujuan konsumsi akademisi. Fokus health care economic evaluations mulai bergeser karena beberapa keputusan beberapa pemerintah negara mengharuskan perlunya evaluasi ekonomi bagi beberapa obat sebelum ditetapkan anggarannya. Dari perspektif sosial, unsur – unsur sumberdaya yang termasuk biaya langsung dalam biaya pelayanan kesehatan harus dimasukkan dalam perhitungan adalah: biaya langsung pelayanan, biaya pelayanan sosial, dan biaya pasien beserta biaya keluarganya (direct patient costs, time costs and productivity costs). Dalam kenyataan, belum ada ksepakatan umum biaya apa saja yang harus dicantumkan dalam perhitungan biaya pelayanan kesehatan (nonhealth care cost benefits of new technologies) dan bagaimana biaya dihitung (indirect costs). Pengukuran outcome manakah yang harus digunakan? Specific outcome menentukan jenis teknik

manakah yang harus digunakan? Specific outcome menentukan jenis teknik Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 26
manakah yang harus digunakan? Specific outcome menentukan jenis teknik Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 26

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

analisis yang digunakan (cost effectiveness, cost benefit or cost utility analysis). Outcomes bisa saja klinis, biaya atau pemanfaatan pelayanan (clinical, costs or utilities). Meskipun quality of life sudah merupakan bagian dari industri pelayanan kesehatan, evaluasi dan pengukurannya sering menjadi masalah karena minimnya instrumen yang ada. Faktor terkait pada kesehatan yang mana dalam quality of life yang akan disertakan pada suatu economic evaluation? Apakah quality-adjusted life years (QALY) dapat dianggap sebagai suatu gold standard? Sering jawabannya tergantung pada ekonom kesehatan yang melakukan analisis (Menon, 2001).

Policy research dan evaluation research sangat terkait erat. Menurut Majchrzak (1984) dalam Trisnantoro (1996), policy research adalah suatu proses yang menuntun penelitian, atau suatu analisis masalah sosial yang mendasar dalam memungkinkan para pembuat keputusan menghasilkan rekomendasi yang pragmatis dan action oriented untuk mengatasi masalah yang ada. Policy research merupakan riset empirik yang dilakukan untuk menjelaskan beberapa aspek hubungan dalam membuat dan melaksanakan kebijakan.

KOMPONEN EVALUASI EKONOMI

Drummond et al (1987) hearts Trisnantoro (1996) mengidentifikasi empat komponen dalam evaluasi pelayanan kesehatan programmer yaitu: khasiat, efektivitas, ketersediaan, dan efisiensi. ahli lainnya mengusulkan istilah "ekuitas" sebagai komponen penting dari evaluasi program kesehatan.

a. Analisis Ekonomi Analisis ekonomi merupakan suatu analisis perbandingan alternatif kegiatan baik biaya maupun dampaknya (Drummond et al. ,1997). Disektor yang lebih spesifik seperti sektor pelayanan kesehatan, analisis ekonomi mengamati hubungan dan membandingkan biaya dengan konsekuensi pada penerapan teknologi baru dalam hal memilah, mendiagnosa,mengobati dan upaya rehabilitasi pasien (Poulsen). Analisis ekonomi dengan demikian dilakukan bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah teknologi kesehatan yang baru lebih cost-effective dibandingkan dengan yang digunakan saat ini yang semestinya dapat digunakan untuk menggantikan (CCOHTA 1997). Banyak pengertian tujuan dilakukannya evaluasi ekonomi di sektor pelayanan kesehatan. Williams in 1985 menyebutkan tujuan evaluasi ekonomi adalah untuk menarik manfaat sebanyak mungkin dari penggunaan sumber daya pada upaya pelayanan kesehatan. Drummond, (1987) mendefinisikan evaluasi ekonomi sebagai identifikasi, pengukuran, penilaian dan membandingkan biaya dan outcome pengobatan atau proses pengobatan yang akan dipertimbangkan. Evaluasi ekonomi ini juga dapat ditinjau dari berbagai perspektif: sosial, pasien dan ICU yang berakibat perbedaan

berbagai perspektif: sosial, pasien dan ICU yang berakibat perbedaan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 27
berbagai perspektif: sosial, pasien dan ICU yang berakibat perbedaan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 27

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

penggunaan metode evaluasi (Edbrooke). Peran evaluasi ekonomi dalam pelayanan intensive care dimasa depan akan sangat tergantung pada komitmen para intensivists, industri pelayanan kesehatan dan pemerintah. Banyak metode penelitian standar yang dapat dipakai pelayanan. Penggunaan proxies for costing, seperti severity of illness ataupun workload scoring systems tidak cukup memadai untuk mengamati biaya pelayanan perorangan. Penelusuran metodologi lebih lanjut dibutuhkan untuk menghasilkan economic tools dalam penerapan cost-effectiveness study di ICU. b. Biaya Secara definisi, biaya dipahami sebagai konsumsi atas sumber daya (nilai sumber daya yang dikonsumsi). Konsumsi sumber daya dalam kaitannya dengan aktivitas dalam sektor pelayanan kesehatan membutuhkan sumber daya kesehatan, sumber daya non kesehatan, waktu caregivers informal yang diberikan oleh keluarga dan teman, penggunaan waktu pasien dalam hubungannya dengan aktivitas mereka sendiri, juga lost production sebagai akibat dari penyakit dan kematian (Luce et al. 1996, Drummond et al. 1997) dalam (Poulsen). Jika dikaitkan dengan teknologi yang ada, semua penggunaan sumber daya ini harus diukur dalam economic analysis dengan perspektif sosial. Sebagai contohnya, apakah suatu analisis dengan perspektif rumah sakit hanya memfokuskan pada penggunaan sumber daya di rumah sakit? Sehingga, perspektif yang terpilih untuk economic analysis menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan penggunaan sumber daya, sehingga biaya, dapat diidentifikasi dan dihitung. Segala sesuatu yang tidak berkaitan dengan penggunaan sumber daya bukan merupakan cost sehingga tidak dimasukkan dalam economic analysis. Dalam terminologi economic analysis pengeluaran sama dengan cost, karena biasanya berkaitan dengan budget dan tidak mengungkapkan opportunity cost untuk suatu kegiatan (Poulsen). Inilah sebabnya kegiatan perawatan dibagi atas tiga jenis biaya: Start-up cost, Point cost; dan Interval cost (Edbrooke). Ongkos rata-rata untuk rawat inap seringkali tidak memperdulikan kenyataan bahwa cost biasanya bervariasi selama tinggal di rumah sakit, dimana hari-hari terakhir seringkali menjadi yang termurah (Brooks 1996). Penting untuk diingat bahwa analisis biaya dapat diatasi dari perspektif yang berbeda. Misalnya, Greenhalgh (1997) menawarkan sudut pandang model perawatan kesehatan yang didanai pemerintah di Inggris dengan menyatakan "Dari titik Treasury pandang, intervensi kesehatan biaya yang paling efektif adalah salah satu yang mengembalikan semua warga segera status wajib pajak dan, ketika Status ini tidak lagi dapat dipertahankan, menyebabkan langsung, kematian mendadak. Tabel 1. Deskripsi Jenis Biaya Berdasarkan Perspektif

Perspektif

Jenis Biaya

Contoh

Jenis Biaya Berdasarkan Perspektif Perspektif Jenis Biaya Contoh Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 28
Jenis Biaya Berdasarkan Perspektif Perspektif Jenis Biaya Contoh Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 28

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Perspektif

Sektor

Rumah

Direct

cost

di

Staf perawatan kesehatan, obat- obatan, tes, biaya modal (peralatan dan bangunan), rawat inap tinggal (htel), kunjungan rawat jalan, biaya overhead (e. g. makanan, cahaya, panas), (penelitian dan pendidikan)

Sosial

Pelayanan

Sakit

Rumah Sakit

Kesehatan

 
 

Direct

cost

di

Kunjungi untuk kunjungan dokter umum, spesialis swasta, fisioterapis, dll; obat resep (pangsa dibayar oleh asuransi kesehatan masyarakat), skrining program.

sektor private

   

Direct

cost

di

Perawatan rumah dan perawatan di rumah, pengaturan sosial (dukungan keuangan untuk obat-obatan dari pemerintah kota, bantu dan alat).

sektor lainnya

   

Direct cost untuk

Pembayaran pengguna (obat-obatan, dokter gigi), biaya perjalanan, biaya waktu karena waktu pasien digunakan untuk pengobatan, keluarga atau teman-teman (dibayar), penggunaan waktu pasien

pasien

dan

keluarganya

   

Produktivitas yang hilang

Ketidakhadiran sementara pasien dari pekerjaan karena sakit, mengurangi kapasitas kerja karena sakit dan kecacatan, atau kehilangan produksi akibat kematian dini

   

Biaya kesehatan dimasa yang akan datang.

Biaya perawatan kesehatan yang tidak terkait masa depan yang disebabkan oleh obat dari pasien dengan pengobatan ini

EVALUASI FARMAKOEKONOMI

oleh obat dari pasien dengan pengobatan ini EVALUASI FARMAKOEKONOMI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 29
oleh obat dari pasien dengan pengobatan ini EVALUASI FARMAKOEKONOMI Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 29

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

a. Pengertian Farmakoekonomi

Farmakoekonomi adalah deskripsi dan analisis biaya terapi menggunakan obat untuk memelihara fungsi kesehatan dan sosial. Penelitian farmakoekonomi adalah proses identifikasi, mengukur, dan membandingkan harga (yang akan dikeluarkan konsumen) dengan konsekuensi (klinik, ekonomi, humanistic) dari produk dan pelayanan kefarmasian (Bootman, 2005).

b. Kategori Biaya

1) Biaya medis langsung (direct medical cost) adalah biaya yang harus dibayarkan untuk pelayanan kesehatan. Biaya ini meliputi biaya pengobatan, tenaga medis, biaya tes laboraturium, dan biaya pemantauan efektivitas dan efek samping (Budiharto & Soewarta,

2008).

2) Biaya medis tidak langsung (direct non medical cost) adalah biaya yang harus dikeluarkan

3)

secara langsung yang tidak terkait langsung dengan pembelian produk atau jasa pelayanan kesehatan. Biaya yang termasuk didalamnya adalah biaya transportasi dari dan ke rumah sakit, makanan untuk keluarga pasien (Budiharto & Soewarta, 2008). Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang dapat mengurangi produktivitas pasien maupun keluarga, kehilangan pendapatan karena tidak biasa bekerja akibat sakit, kehilangan

4)

waktu (Budiharto & Soewarta, 2008). Biaya tidak teraba (intangible cost) adalah biaya yang berhubungan dengan rasa sakit pasien dan penderitaannya, khawatir tertekan, efek nya pada kualitas hidup. Kategori ini tidak bias diukur dalam matar uang, namun sangat penting bagi pasien maupun dokter (Budiharto & Soewarta, 2008).

c. Perspektif Analisis

Perspektif adalah sudut pandang mana yang diambil peneliti dalam melakukan evaluasi farmakoekonomi. Perspektif analisis terbagi menjadi empat, yaitu :

1)

Perspektif pasien yaitu pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang murah

2)

Perspektif penyedia pelayanan kesehatan yaitu menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan masyarakat.

yaitu menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 30
yaitu menyediakan pelayanan kesehatan yang diperlukan masyarakat. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 30

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Perspektif pembayar (perusahaan asuransi) yaitu membayarkan biaya terkait dengan pelayanan kesehatan yang digunakan peserta asuransi selama pelayanan kesehatan yang digunakan peserta termasuk dalam tanggungan perusahaan bersangkutan. Menyusun program pelayanan kesehatan yang lebih efektif sehingga nantinya dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan.

4) Perspektif masyarakat yaitu masyarakat menggunakan pelayanan kesehatan untuk mencegah terjangkitnya berbagai penyakit, seperti program pencegahan penyakit dengan imunisasi (Anny, 2007).

3)

d. Jenis Jenis Cost Tergantung perspektif yang dipilih, seluruh biaya yang terkait harus diikutkan dalam analisis (Poulsen). Biaya bahan habis pakai/obat/bahan farmasi dan (kadang-kadang) insentif karyawan. Komposisi biaya ini akan berbeda bila di RS Swasta yang sudah menerapkan unit cost analysis secara lebih konsekuen dimana sudah menambahkan unsur profit dan discounted price dalam price setting nya.

Tabel 2. Perilaku biaya dan Komponen biaya

 

Dicount

       

List

 

Profit

       

Price

Indirect

Biaya/Harga Jual

     

Cost

Biaya Overhead

Fixed

 
 

Peralatan

Selling

Cost

Total

Medik/Sarana

Manuf

Price

Direct

Cost

cost

Gaji/Insentif/Dokter

Variable

Cost

Bahan Habis Pakai

Cost

Obat/Farmasi

Pelayanan Kesehatan memiliki banyak bentuk-bentuk yang nyata yang mengandung:

ketidakpastian, asuransi, masalah-masalah informasi, usaha non-profit, batasan dalam

asuransi, masalah-masalah informasi, usaha non-profit, batasan dalam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 31
asuransi, masalah-masalah informasi, usaha non-profit, batasan dalam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 31

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

kompetisi, peran kebutuhan; dan, intervensi pemerintah melalui subsidi dan bantuan masyarakat (Martinez-Giralt). Sektor pelayanan kesehatan terutama menyangkut pembiayaan, tidak hanya perspektif penyelenggara, perspspektif lain misalnya pelanggan mesti dipertimbang kan (Edbrooke). Perspective merupakan sudut pandang ekonomi suatu analisis dilakukan, dan menentukan jenis elemen biaya yang terlibat (Smith), luasnya analisis; dan, konsekuensi dan manfaat apa yang dapat dihasilkan dari analisis untuk bahan pengambilan (Poulsen). Alternatif perspektif termasuk society, public payers, insurance companies, providers, and patients. Hubungan perspektif dengan elemen biaya terilustrasi pada tabel:-2, yang menunjukkan bahwa elemen biaya dipertimbangkan dari perspektif society, the provider/payer, and the patient (Smith). Perspektif yang paling komprehensif adalah yang berkaitan dengan sosial, dimana semua biaya terkait dan konsekuensinya dari teknologi kesehatan harus diidentifikasi, diukur dan dinilai, tidak perduli biaya dan konsekuensinya berdampak pada siapa. Akan tetapi, seringkali, analisa ekonomi dilakukan dari perspektif yang sempit, seperti perspektif sektor pelayanan kesehatan, perspektif rumah sakit saja; atau perspektif pasien saja (Poulsen). Lebih sempit lagi adalah bila evaluasi ekonomi dilakukan dari sudut kepentingan kebijakan pengambilan keputusan penetapan anggaran; misalnya oleh pemerintah atau asuransi kesehatan nasional. Melakukan analisa ekonomi sebaiknya dilakukan dari perspektif yang terluas, dan memiliki perspektif budget. Jika suatu ekonomi analisis digunakan untuk memprioritaskan pada suatu tingkat sosial tertentu, agar prioritas menjadi optimal; analisis yang ada harus dilakukan berdasarkan perspektif sosial. Hal ini untuk menghindarkan situasi dimana teknologi ditunjukkan cost

effective dari perspektif yang sempit, tetapi tidak cost-effective dari perspektif sosial (Coyle).

.

Tabel 3. Cost elements under alternative perspectives

Cost Elemen

Societal

Veteran Affairs

Patient

and

Patient’s

Family

Medical care (total cost)

All costs

All covered costs

Out-of-pocket

 

payments

Pateint time for treatment

All costs

None

Atient’s

opportunity

costs

Paid caregiving

All costs

All covered costs

Out-of-pocket

 

payments

All costs All covered costs Out-of-pocket   payments Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 32
All costs All covered costs Out-of-pocket   payments Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 32

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Unpaid caregiving

 

All costs

 

Opportunity

costs

of

 

caregiver time

Transportation

and

non

All costs

All

covered

costs

(if

Al costs

medical services

any)

Sick/disability

leave,

Administrative

Amount

paid

+

Amount

received

transfer payments

cost only

administrative costs

(negative cost)

 

Source: Luce et al. (1996) dalam Smith et al

Karena adanya ketidakpastian dalam memperkirakan penggunaan sumber daya dan effectiveness, analisa sensitivitas yang lengkap harus diterapkan untuk menilai seberapa sensitif hasil penelitian dapat diubah dalam hal parameter atau anggapan inti (Coyle). Evaluasi pelayanan kesehatan harus memberi jawaban menyangkut efficacy, effectiveness dan availability dari program. Efikasi disini berarti; apakah program bermanfaat dan terlaksana semestinya. Effectiveness dari program menjawab pertanyaan mutu dan relevansinya, dan menilai availability menjawab apakah program menyentuh populasi target. Jika ketiga pertanyaan ini terjawab positif, masih harus dinilai secara ekonomis (economically oriented questions), untuk menjawab pertanyaan apakah biaya dan sumber daya yang dikeluarkan program yang sekarang lebih pantas dibandingkan program alternatif. Para ahli ekonomi menyebut hal ini sebagai opportunity cost dari program (Martinez-Giralt). Empat jenis utama metode analisis adalah: costminimization analysis, CEA, CUA dan CBA. Keempat jenis ini dalam penerapannya berbeda datam outcome yang diestimasi, begitu juga rekomendasi untuk pengambilan keputusan yang dihasilkan (Shea-Lewis, 2000) (Poulsen).

1. Cost Minimzation Analysis (CMA)

CMA merupakan jenis khusus EE (Zierler, 2000). Penggunaan analisis ekonomi jenis ini adalah dengan pemahaman yang nyata bahwa kedua program atau teknologi yang dibandingkan menghasilkan dampak (health outcome) yang sama atau ekivalen; berupa efektivitas yang sama, setara secara klinis dan statistik; berbeda dalam biaya, oleh karenanya jenis analisis ini hanya menyoroti dan memperhitungkan biaya saja dengan kata kunci yang harus diperhatikan yaitu "equivalent outcome" (Shea-Lewis, 2000) (Zierler, 2000) (Poulsen) (Coyle) (WHO)(Balekdjian, 2002). Analisis jenis ini sangat berguna bagi manajer rumah sakit ketika akan memutuskan rasio perawat dan pasien. Kombinasi ketenagaan paramedik keperawatan, pembantu perawat, paramedik non perawatan, dan teknisi; untuk

pembantu perawat, paramedik non perawatan, dan teknisi; untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 33
pembantu perawat, paramedik non perawatan, dan teknisi; untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 33

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

hasil yang sama, akan tebih murah biayanya bila petayanan keperawatan hanya diselenggarakan oleh paramedik keperawatan saja (Shea-Lewis, 2000).

2. Cost–Effectiveness Analysis (CEA)

Dalam CEA, effectiveness pembanding diukur dengan single outcome. Perbandingan yang dibuat dengan tambahan cost sumber daya yang dibutuhkan untuk mendapatkan unit effectiveness tambahan (Coyle). Outcome diukur dalam hasil bentuk natural; misalnya berapa tahun umur bertambah oleh penerapan teknologi kesehatan tersebut. (Gyrd-Hansen et al. 1998). Sama halnya dengan CMA; CEA merupakan jenis evaluasi yang paling jarang digunakan dalam pengambilan keputusan. Hanya mungkin menyimpulkan kondisi cost-effective dan seberapa besarnya nilai costeffectiveness-nya (Drummond et al. 1987). CEA dapat dilakukan bila tujuan evaluasi ada(ah untuk membandingkan beberapa alternatif strategi dengan both different cost and different effectiveness. Tujuannya adalah melihat strategi mana yang lebih murah biayanya per unit output atau memberi output terbanyak untuk sejumlah biaya yang tersedia (the lowest cost per unit of output, or alternatively the strategy that delivers the highest output for a given fixed budget). Dalam cost-effectiveness analysis, indikator yang dibandingkan haruslah sama dengan pengukuran yang lazim digunakan pada sektor pelayanan kesehatan (WHOICDS/TB12002. 305 a). CEA digunakan untuk menetapkan biaya dan manfaat suatu program pengobatan untuk mencari program yang paling memberi manfaat untuk sejumlah biaya tertentu (Russell, Gold, Siegel, Daniels

& Weinstein, 1996). Cost effectiveness analysis berusaha untuk menunjukkan benefit yang relatif terhadap intervensi medis versus beberapa intervensi atau benefit yang relatif terhadap satu treatment dengan yang lain. Hal ini merupakan cost analysis yang paling sering digunakan dalam pelayanan kesehatan. (Shea-Lewis, 2000).

3. Cost-utility analysis (CUA)

Analisis jenis ini mencakup biaya dan pengukuran quality of life sebagai outcome pengukuran. Sebagai hasil, cost-utility analysis memungkinkan doctors dan manajer untuk membandingkan pilihan investasi bagi berbagai upaya penyembuhan dengan berpatokan kepada skala "Quality-Adjusted Life" (Edbrooke). CUA berbeda dari CEA dalam hal outcome yang diukur yaitu dalam bentuk quality-adjusted life-years (QALY). Selain pertambahan umur dan mutu penambahan umur, penurunan insidens morbidity dan mortality, juga penting menilai penggunaan teknologi kesehatan itu pada penderita

kronis. Pada cost-utility analysis pertambahan umur dikaitkan dengan mutu tahun-tahun sehat

analysis pertambahan umur dikaitkan dengan mutu tahun-tahun sehat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 34
analysis pertambahan umur dikaitkan dengan mutu tahun-tahun sehat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 34

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

kehidupan (Poulsen). CUA adalah kategori analisa pharmacoeconomic yang paling kontroversial, karena merupakan inti dari penghitungan quality of life (QoL). Karena quality of life sulit dinilai, metode ini jarang dilakukan kecuali pada penelitian khusus pasien kanker (Shea-Lewis, 2000). Dengan penekanan pada persepsi dan perasaan individu, studi seperti ini dapat digunakan untuk kasus-kasus

yang membutuhkan outcome yang lebih konkrit seperti kanker dan AIDS stadium lanjut (Balekdjian, 2002). CUA lebih merupakan pendekatan komprehensif karena perbandingan nilai ekonomisnya adalah outcome yang dinilai pada suatu populasi atau cohort hipotetis, diukur sejak awal program sampai akhir periode observasi (Zierler, 2000). Seperti halnya dengan CEA, CUA relevan dilakukan jika tujuan adalah membandingkan pelayanan kesehatan yang terkait dengan biaya berbeda dan outcome yang berbeda pula; inilah sebabnya sering juga dianggap sebagai suatu bentuk CEA. Hal yang membedakan adalah bahwa CUA lebih mengukur utilitas pada berbagai program. Secara umum utility berarti kegunaan (usefulness). (WHO/CDSITBI2002. 305 a).

4. CBA (CBA) CBA mengukur biaya dan outcome dalam bentuk moneter mengacu perbandingan langsung

biaya dan outcome dalm unit yang sama. Langkahlangkah yang umum ditempuh adalah sebagai berikut (Edbrooke):

a) Identifikasi sifat biaya dan manfaat

b) Mengukur biaya dan manfaat dalam nilai moneter (uang)

c) Kalkufasi nilai awal dari biaya dan manfaat

d) Membandingkan nilai awal biaya dan manfaat dan menginterpretasikannya hasilnya untuk

membantu pengambilan keputusan. CBA kurang luas digunakan di ICU karena sulitnya menilai kehidupan (life) dalam nilai uang. CBA membandingkan beberapa program, menghitung total biaya program, mengestimasi manfaat dan membandingkan total biaya dengan manfaat (Shea-Lewis, 2000). Kebaikan anilisis jenis ini adalah bahwa biaya dan outcome diukur dalam bentuk nilai uang yang memungkinkan net benefit dapat dihitung, dan menilai teknologi yang diukur dibutuhkan atau tidak dan apakah manfaat lebih tinggi dari biaya yang dikeluarkan (Poulsen). Pengukuran ini tidak hanya terkait dengan biaya (cost) merawat suatu penyakit tetapi juga benefit (manfaat) keuangan didapatkan berdasarkan outcome kesehatan yang meningkat. Laporan disajikan sebagai benefit keuangan secara keseluruhan atau sebagai suatu perbandingan: savings per dollar yang dihabiskan (Balekdjian, 2002), (WHOICDSITB/2002.305 a). Program atau intervensi disebut "cost-beneficial' jika nilai manfaat (benefits) melebihi biaya (cost) yang dikeluarkan. Akan tetapi, tehnik untuk menempatkan nilai

(cost) yang dikeluarkan. Akan tetapi, tehnik untuk menempatkan nilai Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 35
(cost) yang dikeluarkan. Akan tetapi, tehnik untuk menempatkan nilai Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 35

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

keuangan pada intangible outcome pelayanan kesehatan seringkali tidak dapat diterima, sehingga CBAs menjadi jarang digunakan (Coyle).

Tabel 4. Pilihan Jenis Analisis Ekonomi

 

Jenis

Analisis

   

Ekonomi

Jenis Analisis Ekonomi Spesifik

 

Keterangan

 
   

Bila

teknologi

yang

dibandingkan

setara

 

1

CMA

(equally effective

 

Hanya membutuhkan data biaya

   

Bila teknologi yang dibandingkan berbeda (different)

Biaya yang berbeda dinilai untuk effektifitas an berbeda

2

CEA

Salah satu teknologi mendominasi yang lain Aktifitas-aktifitas memiliki tujuan yang sama, effektifitas dibandin kan

Kemungkinan lebih efektif dan lebih murah dari an lain

   

Bila quality of life penting sebagai hasil

 

3

CUA

keluaran Bila aktifitas lintas spesialisasi dibandingkan

   

Bila effek non-health juga penting Bila hanya satu teknologi an di assess

 

Proses

pengobatan

dan

informasi

4

CBA

Bila kehidupan individu dinilai secara moneter Bila aktifitas sosial lintas sosial diperbandingkan

utilisasi

Jenis analisis lain adalah cost of illness analysis (COI) yang mengkaitkan biaya penyakit ini terhadap kehidupan sosial; misalnya outcome dan biaya yang dikeluarkan masyarakat terhadap penyakit sakit pungung (back pain) disuatu negara. Jenis analisis ini tidak membandingkan teknologi kesehatan, hanya menghitung total biaya yang dikeluarkan masyarakat; juga tidak memberikan informasi tentang opportunity cost sehingga sering dianggap bukan jenis analisis ekonomi (Drummond et al. 1997). (Poulsen). Evaluasi ekonomi merupakan analisis perbandingan pilihan atas beberapa alernatif baik biaya maupun konsekuensinya (Martinez-Giralt). Dikenal dua komponen dalam evaluasi ekonomi yaitu: biaya dan outcome.

Dikenal dua komponen dalam evaluasi ekonomi yaitu: biaya dan outcome. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
Dikenal dua komponen dalam evaluasi ekonomi yaitu: biaya dan outcome. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Terkait dengan pelayanan kesehatan, dikenal biaya-biaya: cost dokter, rumah sakit, obat (c1), kepada pasien dan keluarganya termasuk biaya cost of lost production dan waktu senggang (c2) dan sektor lain (c3). Pada sisi konsekuensi, ditandai dengan tiga kategori: identifikasi (identification), pengukuran (measurement) dan valuasi (valuation). Pertama, ditetapkan lebih dahulu bahwa status kesehatan pasien akan meningkat sebagai konsekuensi dari pelaksanaan program. Ini bisa diukur dalam bentuk efek pertambahan umur kehidupan dan hari kecacatan yang berkurang (life-years gained, disability days reduced) dan kita bisa menilai juga efek tersebut dalam bentuk utility, u, (health state preferences) atau dalam nilai maneter, w, (willingness-to-pay). Kedua, program pelayanan kesehatan dapat mengarah pada nilai yang lain (v) seperti informasi tentang kesehatan seseorang, treatments alternatif. Akhirnya, program kesehatan dapat menghemat sumberdaya di sektor pelayanan kesehatan (s1), kepada pasien dan keluarga (s2), dan sektor lain (s3). Tergantung alternatif program, biaya dan konsekuensi selalu terkombinasi, yang membedakan ciri evaluasi ekonomi yang diterapkan (see Drummond et al, 1997) CMA hanya berkaitan dengan cost tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Sehingga, haf ini merupakan sebagian bentuk evaluasi ekonomi. Dalam hal evaluasi ekonomi yang dijelaskan sebelumnya, hal ini akan membandingkan cost savings dalam suatu program: (c1 + c2 + c3) - (s1 + s2 + s3).

CEA tidak hanya mempertimbangkan cost tetapi juga outcome peningkatan kesehatan: [(c1 + c2 + c3) - (s1 + s2 + s3)]/e. Sama halnya, CUA berkaitan dengan cost penilaian status kesehatan ((c1 + c2 + c3) - (s1 + s2 + s3)]/u. Akhirnya, CBA dapat memastikan jumlah total seseorang mau untuk membayar program tertentu, dan membandingkannya secara langsung dengan cost untuk menilai apakah programnya berharga untuk dilakukan: (w+v+s1+s2+s3) - (c1+c2+c3). Untuk membedakan beberapa teknik evaluasi ekonomi ini adalah sebagai berikut:

CEA menilai cost-effectiveness ratio. Hasilnya adalah berupa sejumlah nilai uang untuk setiap tahun kehidupan yang bertambah (per life-year gained). CEA berguna biia alternatif program yang dibandingkan diukur effeknya dalam unit yang sama, tidak bermanfaat bila dilakukan dalam suatu program tunggal dimana tidak bisa dilakukan cost-effectiveness ratio. CUA adalah bentuk khusus CEA untuk mengukur setiap effek penambahan QALYs. Kelebihan CUA terhadap CEA adalah menggunakan unit pengukuran yang umum sehingga mudah membandingkan beberapa program alternatif, tetapi CUA baik dilakukan bila quality of life merupakan isu utama dari pelaksanaan program. CBA melihat manfaat sosial dari program. Penetapan keputusannya sederhana: semua program yang memberikan manfaat sosial yang positif pantas dilaksanakan. Panduan sederhana tentang

sosial yang positif pantas dilaksanakan. Panduan sederhana tentang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 37
sosial yang positif pantas dilaksanakan. Panduan sederhana tentang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 37

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

ketiga tehnik analisis yang berbeda ini juga informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan di Jacobs

(1997).

ini juga informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan di Jacobs (1997). Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
ini juga informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan di Jacobs (1997). Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

COST OF ILLNESS

Analisis Cost of Illness (COI) merupakan bentuk evaluasi ekonomi yang paling awal di sektor pelayanan kesehatan. Tujuan utama COI adalah untuk mngevaluasi beban ekonomi dari suatu penyakit pada masyarakat, meliputi seluruh sumber daya pelayanan kesehatan yang dikonsumsi. Studi COI dapat menggambarkan penyakit mana yang membutuhkan peningkatan alokasi sumber daya untuk pencegahan atau terapi, tetapi mempunyai keterbatasan dalam menjelaskan bagaimana sumber daya dialokasikan, karena tidak dilakukan pengukuran benefit. Selain itu, dalam studi ini dikembangkan berbagai metode, yang dapat membatasi perbandingan dari hasil studi. Studi dapat bervariasi berdasarkan sudut pandang, sumber data yang digunakan, kriteria biaya tidak langsung, dan kerangka waktu untuk menghitung biaya. Studi COI yang komprehensif meliputi baik biaya langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung mengukur opportunity cost dari sumber daya yang digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu, sedangkan biaya tidak langsung mengukur nilai sumber daya yang hilang karena penyakit tertentu. Meskipun beberapa studi juga memasukkan intangible cost dari nyeri atau sakit, biasanya pada pengukuran kualitas hidup, kategori biaya tidak dihitung karena kesulitan menghitung biaya secara tepat. Biaya medik langsung meliputi pengeluaran pelayanan kesehatan untuk diagnosis, terapi, terapi pemeliharaan, dan rehabilitasi, sedangkan biaya non-medik langsung adalah sumber daya sumber daya yang tidak terkait langsung dengan pelayanan kesehatan, misalnya transportasi dari atau ke tempat pelayanan kesehatan, pengeluaran untuk keluarga, dan waktu dari anggota keluarga untuk merawat pasien. Istilah biaya tidak langsung digunakan untuk menilai produktivitas yang hilang terkait dengan penyakit atau kematian. Istilah ini tidak sama artinya jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Dalam akuntasi, biaya tidak langsung mengacu pada aktivitas tambahan atau pendukung yang dibutuhkan unit pengguna, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan istilah biaya produktivitas yang terkait dengan morbiditas dan mortalitas. Studi COI dapat dilakukan dari beberapa sudut pandang yang berbeda, dimana masing-masing sudut pandang biaya yang dihitung berbeda. Berdasarkan sudut pandang (perspektif) tersebut dapat diukur biaya masyarakat, sistem pelayanan kesehatan, pihak ketiga, pemerintah, atau pasien.

Tipe Cost of Illness

kesehatan, pihak ketiga, pemerintah, atau pasien. Tipe Cost of Illness Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
kesehatan, pihak ketiga, pemerintah, atau pasien. Tipe Cost of Illness Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Studi cost of illness dapat dilakukan berdasarkan data epidemiologi, yaitu pendekatan prevalensi atau insidensi, metode yang dipilih untuk menghitung biaya, yaitu top down atau bottom up, dan hubungan antara awal penelitian dan pengumpulan data, yaitu studi retrospektif dan prospektif.

a. Pendekatan Prevalensi vs Insidensi Studi COI dapat didasarkan pada prevalensi atau insidensi. Studi prevalensi mengacu pada jumlah total dari kasus pada periode tertentu (biasanya dalam satu tahun), sedangkan insidensi mengacu pada jumlah kasus baru yang muncul dalam periode waktu tertentu. Pendekatan prevalensi memperkirakan biaya penyakit atau kelompok penyakit pada semua kasus yang terjadi dalam periode satu tahun, baik biaya langsung maupun produktivitas yang hilang. Pendekatan insidensi memperkirakan biaya seumur hidup kasus baru dari suatu keadaan atau kelompok keadaan dalam periode tertentu. Analisis COI yang didasarkan pada prevalensi dapat bermanfaat jika tujuan studi

adalah :

1. Memberikan gambaran kepada pembuat keputusan pada suatu keadaan dimana pengeluaran tidak sesuai dengan biaya riil. Karena terdapat perbedaan numerik antara pendekatan prevalensi dan insidensi, tujuan dari pendekatan prevalensi lebih baik daripada insidensi.

2. Merencanakan kebiajakn cost containment, karena studi ini memberikan gambaran kepada pembuat keputusan pengeluaran secara menyeluruh dan lebih penting lagi komponen biaya utama. Analisis COI yang iddasarkan insidensi khususnya bermanfaat jika tujuannya adalah:

1. Penilaian terhadap pencegahan. Analisis ini memperkirakan penghematan yang dapat diperoleh jika dilakukan tindakan pencegahan.

2. Menganalisa manajemen penyakit dari awal terjadinya penyakit sampai sembuh atau meninggal. Pendekatan insidensi menganalisis stage atau keparahan penyakit sehingga menggambarkan bagaimana biaya didistribusikan jika penyakit berkembang. Hal ini dapat membangkitkan, misalnya pengembangan pedoman klinik atau terapi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi baik manajemen penyakit secara keseluruhan dan untuk setiap tahapan dari clinical pathway.

Studi COI yang didasarkan pada prevalensi lebih sering dilakukan karena data yang diperlukan lebih sedikit dan asumsi yang digunakan lebih kecil dibandingkan dengan insidensi. Data yang diperlukan cukup data satu tahun dan tidak diperlukan asumsi mengenai survival rate dan lama sakit. Lifetime cost dapat dihitung dari biaya per tahun, asumsi steady state insidensi penyakit, perkembangan

biaya per tahun, asumsi steady state insidensi penyakit, perkembangan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 40
biaya per tahun, asumsi steady state insidensi penyakit, perkembangan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 40

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

penyakit, survival rate, dan terapi; tetapi perkiraannya mungkin tidak tepat seperti jika digunakan data riil dari terapi (data longitudinal) pada penyakit tersebut karena kemungkinan dilakukan perubahan terapi.

Metode khusus untuk menghitung lifetime cost menggunakan data biaya per tahun berbeda, pendekatan dasar untuk masing-masing metode adalah menggunakan data satu tahun sebagai cross- section dari bagaimana biaya didistribusikan berdasarkan umur. Asumsinya adalah biaya secara cros- sectional pada usia yang berbeda menggambarkan perkembangan dari penyakit. Metode ini dapat digunakan untuk memperkirakan perbedaan biaya karena adanya penyakit dan tanpa penyakit berdasarkan usia. Metode ini menggambarkan tambahan per person cost berdasarkan usia, yang dapat digabungkan dengan data jumlah pasien dengan penyakit yang diperkirakan survive pada masing- masing usia untuk memperkirakan lifetime cost. Metode lain untuk memperkirakan lifetime cost adalah dengan mengalikan data biaya per unit dalam 1 tahun dengan opini ahli mengenai kurun waktu penyakit. Metode yang ketiga adalah menggunakan data presentase biaya pada tahun pertama untuk memperkirakan lifetime cost total.

Studi COI khususnya berguna untuk mengukur penghematan potensial dari kasus yang bisa dicegah dari suatu penyakit. Lebih jauh lagi dapat digunakan sebagai data untuk melakukan analisis efektivitas-biaya, analisis cost-benefit atau analisis pencegahan penyakit. Untuk penyakit akut dimana hanya biaya dalam satu tahun yang dihitung, maka pendekatan berdasarkan prevalensi dan insidensi akan memberikan hasil yang sama. Untuk penyakit kronis dimana biaya bisa lebih dari satu tahun, maka studi yang didasarkan pada insidensi memberikan informasi lebih mengenai biaya dari kasus yang bisa dicegah. Studi berdasarkan prevalensi dapat dilakukan untuk penyakit kronis, tetapi perlu interpretasi sebagai gambaran dari biaya dalam satu tahun, daripada biaya yang dapat dihemat jika semua kasus penyakit dapat dicegah.

b. Pendekatan Top Down vs Bottom-up

Perbedaan lain antara kedua pendekatan di atas adalah bahwa pada pendekatan insidensi analisis dilakukan secara bottom up, meliputi semua biaya penyakit selama hidup. Data yang diperlukan lebih detail dibandingkan pendekatan prevalensi. Pendekatan prevalensi dilakukan secara top down, mengalokasikan total biaya untuk masing-masing kategori penyakit secara umum. Pada pendekatann bottom up, perkiraan biaya dapat dibagi menjadi 2 langkah. Langkah pertama, adalah memperkirakan jumlah input yang diperlukan dan langkan kedua adalah memperkirakan unit cost dari input yang digunakan. Biaya diperhitungkan dengan mengalikan unit cost dengan jumlahnya. Data yang diperlukan akan bervariasi, tergantung dari cakupan penelitian. Pada studi yang komprehensif, biasanya dilakukan survei secara nasional sehingga dapat disajikan data yang

dilakukan survei secara nasional sehingga dapat disajikan data yang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 41
dilakukan survei secara nasional sehingga dapat disajikan data yang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 41

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

sesungguhnya dari sumber daya yang digunakan. COI top down dapat menyebabkan alokasi biaya kurang tepat, pertama disebabkan pengeluaran biaya pelayanan kesehatan nasional bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari biaya langsung total. Kedua, eksklusi dari kategori biaya tidak dipertimbangkan (misalnya biaya transportasi atau pelayanan informal), sehingga akan menyebabkan bias karena perkiraan biaya berdasarkan kategori penyakit, kategori penyakit yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan biaya non medik. Ketiga, biaya total menggambarkan diagnosis primer. Hal ini akan menyebabkan masalah jika pasien mengalami multiple diagnosis.

c. Cost of Illness Prospektif vs Retrospektif

COI dapat dilakukan secara prosfektif dan retrospektif tergantung dari hubungan antara waktu penelitian dilakukan dan pengumpulan data. Pada studi COI retrospektif, saat studi dilakukan, semua kejadian yang relevan sudah terjadi. Proses pengumpulan data mengacu pada data yang sudah ada, sedangkan pada studi SOI prospektif kejadian yang relevan belum terjadi saat penelitian dilakukan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan mengikuti pasien setiap waktu. COI berdasarkan prevalensi maupun insidensi dapat dilakukan secara prospektif atau retrospektif. Kelebihan dari COI retrospektif adalah lebih murah dan waktu yang diperlukan lebih pendek dibandingkan dengan prospektif karena data yang diperlukan sudah tersedia saat penelitian dilakukan. Desain retrospektif lebih efisien terutama untuk penelitian pada penyakit yang durasinya panjang dan memerlukan waktu beberapa tahun untuk mencapai end point nya. COI retrospektif bisa dilakukan jika data yang diperlukan tersedia. Sebaliknya, pada COI prospektif, peneliti dapat merancang sistem pengumpulan data yang diperlukan. Data penyakit dan penggunaan sumber daya pelayanan kesehatan dapat diperoleh data yang lengkap untuk setiap intervensi yang dilakukan. Kedua, kepada pasien dapat diberikan buku harian untuk mendapatkan data biaya yang belum tercatat oleh organisasi pelayanan kesehatan. Dengan cara ini dengan mudah dapat dilakukan pengukuran biaya non medik langsung, seperti biaya transportasi. Perkiraan waktu tidak bekerja bisa diperkirakan dengan lebih tepat. Namun demikian, jika penyakit memerlukan waktu yang sangat lama untuk mencapai end point misalnya penyakit hepatitis C yang memerlukan waktu terapi 30 sampai 40 tahun maka kalau dilakukan COI prospektif akan memerlukan biaya yang mahal dan waktu yang sangat lama. Pada kasus ini, COI retrospektif lebih efisien untuk mengukur beban penyakit.

d. Evaluasi biaya dalam Cost of Illness

COI diperkirakan dnegan mengidentifikasi komponen biaya dan menilai dalam unit moneter. Kategori biaya yang dihitung dalam memperkirakan biaya total dari COI adalah biaya langsung dan produktivitas yang hilang.

total dari COI adalah biaya langsung dan produktivitas yang hilang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
total dari COI adalah biaya langsung dan produktivitas yang hilang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Metode yang digunakan untuk menghitung biaya pelayanan adalah dengan pendekatan micro-costing atau gross-costing. Pada metode micro-costing, biaya pelayanan dinilai dengan menjumlahkan masing- masing komponen biaya-biaya kunjungan ke rumah sakit, maka dilakukan identifikasi , pengukuran, dan evaluasi terhadap sumber daya seperti misalnya personel, terapi, dan test laboratorium. Dengan kata lain bahwa micro-costing menggunakan pendekatan bottom up yaitu perhitungan komponen biaya produksi (input) untuk mendapatkan output. Sebaliknya, dengan pendekatann gross-costing, biaya pelayanan (misalnya kunjungan ke rumah sakit) dinilai secara top down, yaitu dengan cara membagi total biaya pelayanan dengan jumlah total pelayanan yang dihasilkan dalam periode waktu tertentu. Kedua pendekatan ini tujuannya adalah untuk menghitung unit cost dari pelayanan, namun demikian tingkat ketepatan dari kedua metode tersebut sedikit berbeda. Hasil dari pendekatan micro- costing menggambarkan biaya pelayanan yang aktual sedangkan pendekatan gross-costing menghasilkan nilai rata-rata. Pendekatan micro-costing sangat akurat dan merupakan gold standard untuk penilaian biaya, namun demikian pendekatan ini memerlukan biaya yang mahal dan waktu lebih lama. Pendekatan micro-costing direkomendasikan jika tujuan dari analisis adalah untuk menegaskan perbedaan biaya dari suatu pelayanan kesehatan. Sudi COI merupakan salah satu pendekatan yang penting dalam ekonomi kesehatan sebagai alat untuk membuat keputusan. COI berbeda dengan evaluasi ekonomi yang lain karena tidak membandingkan biaya dan outcome.

e. Tujuan utama dari COI adalah:

1. Untuk menilaai beban ekonomi suatu penyakit dalam masyarakat. Hasil studi dapat digunakan sebagai informasi tentang jumlah sumber daya yang digunakan karena penyakit dan berdasarkan data epidemiologi morbiditas dan mortalitas dapat diketahui peringkat penyakit berdasarkan beban ekonominya.

2. Untuk mengidentifikasi komponen biaya utama dan biaya total berdasarkan insidensi. Hal ini dapat membantu pembuat kebijakan untuk menetapkan dan/atau membatasi:

a. Kebijakan penetapan biaya pada komponen yang memberikan porsi terbesar dari total biaya.

b. Mengontrol implementasi nyata dari kebijakan kesehatan sebelumnya.

3. Untuk mengidentifikasi manajemen klinik dari suatu penyakit pada tingkat nasional. Hasil evaluasi COI dapat membantu pembuat keputusan dan manajer untuk menganalisa fungsi produksi yang digunakan untuk menghubungkan input dan/atau pelayanan intermediate untuk

untuk menghubungkan input dan/atau pelayanan intermediate untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 43
untuk menghubungkan input dan/atau pelayanan intermediate untuk Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 43

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

mencapai output. Pedoman klinik merupakan salah satu contoh hasil akhir pada kasus ini, dapat digunakan untuk identifikasi manajemen penyakit terutama jika dinilai tidak efektif atau sangat beragam.

4. Menjelaskan variasi biaya. Pada kasus ini dapat dilakukan analisis statistik untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variasi biaya dan variabel penyakit ( misalnya keparahan), pasien (misalnya variabel demografi) atau penyelenggara pelayanan kesehatan (misalnya rumah sakit pendidikan dibandingkan rumah sakit daerah). Hasil penelitian ini akan membantu manajer untuk membuat perencanaan dengan informasi yang lebih akurat untuk menentukan pelayanan ke depan. Pola dari sumber daya yang digunakan dalam pelayanan sangat penting untuk merencanakan pelayanan kesehatan.

Studi COI mengukur beban ekonomi dari suatu penyakit dan memperkirakan nlai maksimum yang dapat dihemat atau diperoleh jika penyakit dapat disembuhkan. Pengetahuan COI dapat membantu pembuat kebijakan untuk memutuskan penyakit apa yang diprioritaskan untuk ditentukan kebijakan pelayanan kesehatan dan pencegahannya. Selain itu, studi ini dapat menjelaskan regimen terapi mana pada suatu penyakit yang dapat menurunkan beban penyakit tersebut. Bagi pemegang kebijakan, studi COI dapat menggambarkan pengaruh finansial dari suatu penyakit pada program kesehatan di masyarakat. Bagi manajer, dapat diketahui penyakit apa yang mempunyai pengaruh besar pada biaya. Studi COI menyediakan informasi yang penting untu cost-effectiveness analysis dan cost benefit analysis, memberikan kerangka kerja untuk perkiraan biayanya. Analisis Biaya

Analisis biaya (cost analysis) menilai biaya - biaya dalam penyelenggaraan pelayanan, program atau intervensi. Dilakukan untuk menilai jenis biaya apa saja yang terlibat dalam mengembangkan atau mengontrak suatu pelayanan tertentu, atau program yang diterapkan. Analisis biaya tidak sampai jauh memperhitungkan effectiveness program, sehingga tidak dapat mengatakan sesuatu tentang apa yang dimasukkan dalam pembiayaan. Pelayanan Kesehatan memiliki banyak bentuk-bentuk yang nyata yang mengandung: ketidakpastian, asuransi, masalah-masalah informasi, usaha non-profit, batasan dalam kompetisi, peran kebutuhan; dan, intervensi pemerintah melalui subsidi dan bantuan masyarakat (Martinez-Giralt). Pertama, cost yang langsung berkaitan dengan sektor kesehatan dalam bentuk sumber daya rumah sakit berupa: treatment, bed days, out-patient attendance, overheads dan sumber daya perawatan komunitas: kunjungan visite dokter dan perawat, ambulans. Kedua, perlu dipertimbangkan cost secara langsung oleh pasien dan keluarganya. Disini, perlu dipertimbangkan treatment dan cuti, waktu untuk

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

keluarga perawat, menemani pasien di rumah sakit, dan pengeluaran dengan uangnya sendiri seperti biaya transportasi, makanan di rumah sakit, dll. Akhirnya, sumber daya sektor lain dapat juga dimasukkan seperti kunjungan pekerja sosial, bantuan nursing home, waktu untuk volunteers, dll. (Martinez-Giralt).

Pengukuran Biaya:

Banyak cara pengumpulan data biaya, salah satunya adalah melalui rekaman catatan dari pemberi pelayanan kesehatan (Evers). Beberapa masalah dapat muncul dengan menggunakan cara ini. Pertama, sangat sulit merekam seluruh konsumsi medik karena pemberi pelayanan kesehatan maupun perusahaan asuransi hanya mencatat sebagian biaya terkait sistim pelayanan kesehatan tertentu saja. Kedua, menggunakan sumber data tersebut tidak akan memungkinkan mengukur biaya pasien dan keluarganya. Ketiga, informasi hanya tersedia pada tingkat rerata biaya, tidak pada level perpasien. Untuk mengukur informasi biaya pada level pasien hanya dapat dilakukan dengan mengamati biaya perpasien. Cara ini sering digunakan beberapa peneliti dengan menggunakan instrument yang dirancang khusus. Cara lain adalah dengan menghubungi seluruh pemberi pelayanan kesehatan, penanggung biaya fasilitas pelayanan dengan melihat bllling dan medical records mereka (Evers). Sering cara lain digunakan terutama dalam menghitung cost-of illness.

Jika seseorang ingin mendapatkan gambaran penuh dari biaya dan terutama jika seseorang ingin menyertakan out-of-saku biaya dan biaya tidak langsung, seseorang dapat mewawancarai pasien dan / atau keluarga pasien atau mengirim kuesioner kepada mereka (Evers). Sejumlah peneliti dilengkapi data biaya yang telah mereka peroleh sendiri dengan mengadaptasi data dari penelitian lain atau dengan membuat model untuk menemukan seberapa besar biaya yang. Jika data tidak tersedia dari sumber-sumber ini, seseorang dapat memperkirakan biaya. Sejumlah penelitian tidak menjelaskan bagaimana biaya benar-benar diukur (Evers). Valuasi biaya: Hanya beberapa penelitian menghitung harga biaya yang sebenarnya. Seperti umum di Evaluasi studi Ekonomi, biaya yang digunakan sebagai proxy untuk biaya dalam banyak studi. Biaya yang tidak dikenakan biaya melainkan 'negosiasi harga'. Dalam pasar yang sempurna, harga sama dengan biaya peluang. Di pasar perawatan kesehatan, harga terdistorsi oleh berbagai kekuatan, termasuk subsidi silang dan costhifting. Oleh karena itu biaya bukan merupakan cara yang tepat memperkirakan biaya. Banyak penelitian juga digunakan biaya rata-rata. Untuk atribut nilai moneter

penelitian juga digunakan biaya rata-rata. Untuk atribut nilai moneter Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 45
penelitian juga digunakan biaya rata-rata. Untuk atribut nilai moneter Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 45

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

untuk item biaya, berbagai sumber yang tersedia, seperti survei, waktu dan gerak penelitian, statistik nasional, penelitian lain dan klaim asuransi (Evers).

Marjinal Biaya Dan Kesempatan Biaya:

Dua concept Utama Yang menjiwai analisis Ekonomi adalaha: analisis marjinal Dan biaya kesempatan. Dalam analisis marjinal, Manfaat Investasi tambahan Tambahan PADA sumeberdaya Yang ADA also diamati sebagai engamatan Terhadap mencakup biaya Tambahan Dan penghematan. Biaya kesempatan dari suatu kegiatan adalah nilai usaha alternatif yang mungkin telah dilakukan dengan sumber daya yang sama (Evers). Sebagian besar keputusan yang dibuat dalam konteks anggaran: tidak setiap intervensi dapat dilakukan, sehingga memilih salah satu alternatif memerlukan memboikot manfaat yang mungkin telah berasal dari alternatif terbaik berikutnya (Evers). evaluasi ekonomi penuh yang dibangun di atas konsep ekonomi dasar biaya kesempatan dan kesepakatan dengan biaya ini setidaknya secara implisit (Evers). Secara keseluruhan tampak bahwa klien menerima perawatan fasilitas yang biaya yang lebih besar kepada pemerintah dari klien menerima rumah / komunitas perawatan berbasis. Namun, ada variasi yang signifikan dengan tingkat perawatan. Ada juga biaya perbedaan antara klien yang tetap dalam jenis yang sama dan tingkat perawatan untuk waktu yang cukup lama dan mereka yang memiliki perubahan status selama periode waktu. Ini harus, bagaimanapun, harus diingat bahwa ada komponen gaji swasta untuk sebagian besar layanan perawatan penerus. biaya pengguna akan perlu dimasukkan dalam analisis biaya yang lebih lengkap. Contoh ekstrim dari implikasi dari berat relatif pembayaran oleh individu terhadap pembayaran oleh pemerintah adalah bahwa di Atlantic Kanada fasilitas perumahan klien mungkin pendapatan diuji dan mungkin harus membayar sampai biaya penuh perawatan. Dengan demikian, individu kaya mungkin membayar biaya penuh perawatan di fasilitas tapi mungkin menerima perawatan di rumah subsidi pemerintah jika mereka di masyarakat. Dengan demikian, bagi individu tersebut perawatan di rumah akan merupakan biaya yang lebih besar kepada pemerintah dari perawatan perumahan. Penghasilan kena pajak admisi untuk review erawatan Pertama, mencakup biaya Dan utilisasi cenderung menurun SETIAP kalinya. Ada perbedaan tajam antara klien rumah / masyarakat dan klien perumahan dalam penggunaan pelayanan rumah sakit. rumah klien / masyarakat menggunakan pelayanan rumah sakit kurang sebelum perawatan pertama mereka tetapi menggunakan pelayanan rumah sakit lebih dari klien fasilitas setelah dimulainya perawatan. Ini adalah karena penurunan yang sangat tajam dalam pemanfaatan rumah sakit setelah klien dirawat fasilitas perawatan jangka panjang.

rumah sakit setelah klien dirawat fasilitas perawatan jangka panjang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 46
rumah sakit setelah klien dirawat fasilitas perawatan jangka panjang. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 46

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

biaya pharmacare cenderung memiliki sedikit peningkatan dari waktu ke waktu dan tidak menunjukkan biaya dan "puncak" Pemanfaatan saat masuk peduli. Pola-pola ini adalah konsisten di tiga kohort dipelajari dan di tingkat perawatan. Penurunan berat pada hari rumah sakit untuk klien fasilitas keseluruhan, dan khususnya di tingkat perawatan diperpanjang, harus dicatat. Tampaknya bahwa fasilitas dapat merawat klien dengan cara seperti untuk mengurangi penerimaan ke rumah sakit. Untuk klien perawatan diperpanjang, mereka sudah di rumah sakit dan ada kemungkinan bahwa mereka akan menerima perawatan lebih, sesuai kebutuhan, di bangsal perawatan diperpanjang daripada ditransfer ke sayap lain dari rumah sakit perawatan akut. Temuan ini tampaknya menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang mengaku perawatan berkelanjutan tampaknya telah memiliki insiden pencetus, atau krisis kesehatan, yang mungkin telah menyebabkan penerimaan mereka untuk melanjutkan perawatan, bukannya mengaku peduli karena kerusakan bertahap status fungsional mereka. Ini adalah kebiasaan untuk melakukan analisis sensitivitas hasil Ekonomi Evaluasi. Analisis sensitivitas dapat dilakukan pada asumsi yang melekat dalam penelitian dan pada asumsi tentang data seperti perkiraan biaya satuan. Kedua jenis asumsi akan ditinjau dalam bagian ini. Tujuan dari analisis dalam penelitian ini adalah untuk melakukan analisis biaya komparatif rumah klien / masyarakat versus klien perumahan. Mencakup biaya Pelayanan di Rumahsakit LEBIH Murah dibandingkan rawat rumah. Tampaknya bahwa ketika klien masuk ke fasilitas perawatan jangka panjang biaya fasilitas mereka naik tapi pemanfaatannya layanan lainnya, termasuk pelayanan rumah sakit, menurun. Mengingat tingginya proporsi biaya untuk klien perawatan rumah dicatat oleh perawatan di rumah sakit, ada dasarnya adalah trade-off biaya antara perawatan di rumah sakit dan perawatan perumahan sebagai klien berpindah dari perawatan rumah untuk perawatan perumahan. Temuan dalam penelitian ini agak sensitif, untuk klien perawatan di rumah, ke rumah sakit per diem tingkat yang dipilih dan jumlah rata-rata hari klien perawatan di rumah menghabiskan waktu di rumah sakit, terutama untuk klien di tingkat perawatan yang lebih tinggi. Secara umum, peningkatan 50 persen dalam biaya unit rumah sakit atau dalam pemanfaatan akan meningkatkan biaya keseluruhan untuk klien perawatan di rumah sekitar 25 persen. Sebuah proporsi yang signifikan dari diferensial yang dicatat dengan jumlah yang lebih besar dari hari di rumah sakit yang digunakan oleh klien perawatan diperpanjang dalam kelompok itu. Dalam hal perawatan fasilitas, hasilnya cukup sensitif terhadap tingkat per diem perawatan fasilitas seperti mereka account untuk sebagian besar biaya untuk klien fasilitas. Perencana dan pembuat kebijakan akan ingin mempertimbangkan biaya perawatan fasilitas sebagai bagian dari analisis mereka untuk melihat apakah perawatan di rumah memang alternatif costeffective untuk perawatan perumahan. Ini adalah masalah yang signifikan karena Hollander (1994) menemukan variasi dalam biaya per diem perawatan fasilitas

(1994) menemukan variasi dalam biaya per diem perawatan fasilitas Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 47
(1994) menemukan variasi dalam biaya per diem perawatan fasilitas Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 47

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

di Kanada untuk fasilitas pemerintah menjalankan, tidak-untuk-profit sarana dan fasilitas milik. Dia juga menemukan bahwa fasilitas yang sangat kecil (yaitu, sekitar 15 tempat tidur atau kurang) umumnya memiliki jauh lebih rendah per diem daripada fasilitas lain, yang lebih besar. Harus diingat bahwa relatif efektivitas biaya perawatan di rumah tidak hanya tergantung pada biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan untuk klien perawatan di rumah, tetapi juga pada biaya perawatan fasilitas. Ada jauh lebih banyak ruang untuk membuat substitusi hemat biaya di daerah dengan fasilitas yang relatif lebih tinggi per diem, dengan asumsi biaya perawatan di rumah tidak juga secara proporsional lebih tinggi.

Analisis Biaya: Analisis di mana hanya biaya alternatif dibandingkan.

Biaya-Minimalisasi Analisis: Analisis di mana biaya alternatif dibandingkan dan konsekuensi dari layanan yang dianggap setara, misalnya, pencarian untuk alternatif biaya terendah. Analisis Biaya- Efektivitas: Sebuah analisis di mana biaya dan konsekuensi dari program diukur dalam sebanding, sesuai, unit fisik alami, misalnya, biaya yang berkaitan dengan efek tunggal yang mungkin berbeda

alternatif.

dalam

Biaya-Utilitas Analisis: Analisis di mana biaya dan konsekuensi dari program yang diukur dalam satuan waktu disesuaikan bobot utilitas kesehatan, misalnya, biaya yang terkait dengan satu atau lebih efek,

yang belum tentu umum untuk setiap alternatif, oleh standar mengukur utilitas seperti hidup tahun kualitas yang disesuaikan. Analisa Cost-Benefit: Analisis di mana biaya dan konsekuensi dari program yang baik dihargai dalam hal moneter, misalnya, biaya yang terkait dengan satu atau lebih efek, yang belum tentu umum untuk setiap alternatif, dengan ukuran standar uang.

besarnya

di

seluruh

Economic Outcome Economic outcome tidak mudah dikaitkan dengan pengeluaran intervensi kesehatan pada tingkat pelayanan kesehatan yang berbeda. Sebaliknya, figur seperti ini seringkali disediakan oleh provider, payer atau pemerintahan. Di masa lalu, utilisasi pelayanan kesehatan digunakan sebagai bukti status kesehatan. Akan tetapi, sulit untuk mengartikan standard kesehatan karena perbedaan akses pelayanan dan faktor lain yang berhubungan dengan penggunaan pelayanan kesehatan di masyarakat. Faktor-faktor kebudayaan dan ekonomi di masyarakat mungkin dapat mengubah hubungan antara kesehatan dan penggunaan informasi (Zollner). Economic outcome yang merefleksikan nilai keuangan manfaat kesehatan atau ukuran-ukuran status kesehatan dan pilihan pasien (quality-adjusted life years) adalah inti dari metode evaluasi ekonomi yang berbeda. Semua metode evaluasi ekonomi menguji satu

ekonomi yang berbeda. Semua metode evaluasi ekonomi menguji satu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 48
ekonomi yang berbeda. Semua metode evaluasi ekonomi menguji satu Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 48

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

intervensi atau lebih dan membandingkan sumber daya yang penting untuk menjalankan intervensi (input) dengan konsekuensi atau manfaatnya (output). Metode evaluasi ekonomi cost-minimization analysis, cost-effectiveness analysis, cost-utility analysis and cost-benefit analysis - yang bermacam- macam berbeda dalam hal memperinci dan menilai input dan konsekuensinya. Meskipun penilaian input dan konsekuensi mengikuti pendekatan yang sama - (i) identifikasi input dan konsekuensi, (ii) mengukur dengan menggunakan unit fisik yang sesuai, dan (iii) penilaiannya. Beberapa pembiayaan intervensi pelayanan kesehatan dapat disembunyikan atau tidak diketahui. Tidak seluruh input dan outcome dapat dievaluasi dalam satuan yang tepat, misalnya outcome intangible berupa: berkurangnya rasa sakit karena penyembuhan fungsi fisik (Zollner). Menilai input dan konsekuensinya adalah aspek yang paling sulit dalam melaksanakan evaluasi ekonomi. Hal ini karena ukuran standar nilai dan harga hanya muncul di real market, dan hal ini hanya mengcover minoritas input dan konsekuensi kesehatan. Salah satu tugas prinsip pengambil keputusan kesehatan adalah memutuskan bagaimana menterjemahkan pengeluaran kesehatan dengan manfaat (benefit) yang lebih. Pengambil keputusan menanyakan bahwa setiap pengeluaran tambahan dapat dibuktikan berdasarkan outcome yang diharapkan. Penilaian outcome pada tingkat yang lebih luas menggunakan morbidity dan mortality - meskipun tersedia dari sumber data nasional - seringkali tidak sensitif untuk menghitung outcome intervensi kesehatan tertentu, terutama peningkatan target dalam fungsi fisik, mental dan sosial. Sebaliknya, pengukuran mencakup bidang kesehatan yang multiple, seperti pengukuran umum atau kondisi yang khusus, membutuhkan sumber daya yang penting ketika diterapkan dalam skala yang lebih luas. Hal ini dapat mengarah kepada diseminasi yang luas (Zollner).

Gambaran Evaluasi Ekonomi (Zierler, 2000) Untuk suatu sumberdaya pada tingkat yang tersedia, tujuannya dalam memaksimalkan outcome kesehatan total diasumsikan bahwa peningkatan dalam status kesehatan dapat dicapai melalui intervensi klinis yang memiliki beberapa pembiayaan yang dapat diukur, dengan menyediakan cost effectiveness yang dapat dinilai dengan baik (Zierler, 2000). Salah satu analisa formal cost adalah bahwa anggapan eksplisit benefits harus diantisipasi dengan suatu intervensi dan dilakukan untuk mencapainya. Beberapa alternatif treatment dapat dibandingkan dalam hal perkiraan cost dan outcome dan penilaian penjualan dibuat dengan dikaitkan etikal, politikal dan keputusan-keputusan lain yang relevan. Bentuk dasar cost analysis yang komparatif adalah perbandingan pembiayaan yang sederhana yang semata-mata menanyakan tentang seberapa banyak biaya intervensi yang harus dibandingkan. Tahap pertama ini mungkin dapat membantu menunjukkan apakah investigasinya terjamin (Zierler, 2000). Akan tetapi, hasil analysis seperti ini tidak dapat diartikan secara penuh tanpa informasi

analysis seperti ini tidak dapat diartikan secara penuh tanpa informasi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page
analysis seperti ini tidak dapat diartikan secara penuh tanpa informasi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

klinis atas suatu pendekatan; a procedure not worth doing is not worth doing well (yaitu, secara efisien). Sehingga, perbandingan simple cost menunjukkan departure points rather than destinations (Zierler, 2000). Cost-effectiveness analysis dan cost-benefit analysis adalah dua pendekatan yang secara bersama-sama mempertimbangkan cost dan outcome terapi. Kebingungan tentang penggunaan terminologi ini menjadi semakin luas, dan studi yang diberi label analisa cost-effectiveness seringkali merupakan kenyataan CBA, dan kebalikannya. Cost-benefit dan cost-effectiveness analysis adalah sama karena keduanya menghitung monetary cost intervensi klinis. Perbedaan utama antara dua pendekatan ini adalah CBA mengharuskan cost dan benefits untuk digambarkan dalam unit monetary (utamanya, mata uang) dan cost-effectiveness analysis menjatuhkan tidak adanya persyaratan dalam ekspresi benefits (Zierler, 2000). Meskipun cost-effectiveness analysis juga mengukur cost dalam unit monetary, outcome klinik seringkali tertinggal dalam unit yang natural daripada yang telah diconvert pada mata uang tertentu. Pendekatan cost-effectiveness menghindari penilaian outcome tertentu dalam hal mata uang tetapi terbatas pada perbandingan dengan tujuan yang dapat diungkapkan dalam unit yang sama (contohnya, perubahan yang berdampak pada mortality yang diharapkan) (Zierler, 2000). Dokter dan pembuat keputusan secara implisit menetapkan nilai-nilai monetary pada outcome dengan cara memilih menyediakan pelayanan klinis yang khusus. Contohnya, keputusan untuk menjalankan terapi yang dapat meningkatkan rata-rata kelangsungan hidup dengan 1 tahun untuk setiap uang $50,000 yang dihabiskan berarti life-year nya paling sedikit $50,000. Jika intervensi yang tersedia dengan 1 tambahan life-year dapat menghemat $500,000, hal ini akan mengarah pada kesimpulan bahwa pengambil keputusan yang tidak mempertimbangkan outcome ini akan menjadi berharga dengan pengeluaran yang diharapkan. Akan tetapi, keputusan ini tidak selalu dibuat konsisten, dengan beberapa intervensi biaya per life-year lebih tinggi yang dapat disediakan dan yang lain dengan cost per life-year saved lebih rendah bukan (Zierler, 2000).

Mengumpulkan Cost Data

Pada setiap tingkat Pengambilan Keputusan, data yang kegunaan mencakup biaya menyangkut Tujuh kategori telkom (tugas): (1) anggaran, (2) penilaian varians, (3) profitabilitas, (4) peningkatan efisiensi (baik efisiensi alokatif dan teknis), (5) ekspansi atau kontraksi jasa, (6) kontrak layanan di luar, dan (7) meningkatkan efektivitas biaya (misalnya membandingkan pendekatan alternatif seperti operasi vs rawat inap rawat jalan untuk mengendalikan kondisi medis tertentu) (Shepard). Achallenging unsur analisis efektivitas biaya adalah pengukuran yang tepat biaya. data biaya biasanya datang dari dana catatan keuangan dari penyedia atau asuransi, namun data administrasi tersebut tidak cukup akurat

atau asuransi, namun data administrasi tersebut tidak cukup akurat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 50
atau asuransi, namun data administrasi tersebut tidak cukup akurat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 50

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

untuk semua studi. Misalnya, biaya ditanggung oleh pasien dan perawat yang belum dibayar tidak terwakili. Data administrasi juga tidak memberikan biaya perawatan inovatif dan mungkin tidak sensitif terhadap perubahan penggunaan sumber daya yang disebabkan oleh intervensi. Selain itu, penyedia data fromone atau perusahaan asuransi tidak menangkap kegiatan penyedia lain dan asuransi (Smith).

Mencakup biaya terdiri dari Bagian Utama; biaya langsung, biaya tidak langsung Biaya Langsung adalah pengeluaran untuk merawat penyakit sendiri dengan biaya yang dikeluarkan. Beberapa contoh biaya adalah pengobatan yang nyata, peralatan untuk review pengantaran obat, masa tinggal di rumah sakit, waktu bagi dokter dan perawat, tes-tes, perawatan untuk review efek samping, dan transportasi darurat. Biaya tidak langsung menempatkan nilai biaya pada moneter yang bukan merupakan bagian dari proses perawatan. Hal ini termasuk kehilangan pendapatan, kurangnya kewaspadaan, kelemahan, dan equity berbaring kualitas hearts hidup pasien. Biaya ini merupakan suatu tantangan untuk review menjelaskan apa yang sesuai untuk review untuk memasukkan penghitungan biaya. Praktikal dan etikal adalah kuncinya. Tetapi untuk review banyak hal, biaya dikembangkan dengan model using aktivitas berdasarkan yang beroperasi sistematis bisa mencakup biaya peralatan dan waktu. Sehingga termasuk didalamnya pengantaran obat untuk review pembuluh darah akan memiliki biaya yang diatur dari perusahaan farmasinya sendiri, waktu untuk review perawat, penggunaan ruangan di rumah sakit, pengantaran peralatan-kateter, tubing, desinfektan, pembuangan biohazards, dan pemantauan Peralatan. (Balekdjian, 2002).

Konsep Pembangunan Pengertian pembangunan menurut Siagian (1994) suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building). Pengertian pembangunan menurut Ginanjar Kartasasmita (1994) yaitu suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana. Deddy T. Tikson (2005) menyatakan bahwa pembangunan nasional dapat pula diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. Dengan demikian, pembangunan adalah proses perubahan yang terencana dalam segi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan manusia yang lebih baik. Manusia merupakan pelaku terciptanya pertumbuhan ekonomi diukur dari pertumbuhan pendapatan penduduk per kapita yang akan menentukan pembangunan dalam meningkatkan kualitas

per kapita yang akan menentukan pembangunan dalam meningkatkan kualitas Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 51
per kapita yang akan menentukan pembangunan dalam meningkatkan kualitas Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 51

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

hidup manusia tersebut. Kegagalan dalam sistem pembangunan terjadi dilihat dari tingginya angka pengangguran, kesenjangan social dan meningkatnya kemiskinan. Konsep Pembangunan Ekonomi Pembangunan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis atau gradual, tetapi merupakan perubahan yang spontan dan tidak terputus-putus. Pembangunan ekonomi disebabkan oleh perubahan terutama dalam lapangan industri dan perdagangan. Pembangunan ekonomi berkaitan dengan pendapatan perkapita dan pendapatan nasional. Menurut Adam Smith (Suryana, 2000), pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Profesor Simon Kuznets (Jhingan, 2000), pembangunan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan (teknologi) suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang- barang ekonomi kepada penduduknya. Profesor Meier (Adisasmita, 2005) mendefinisikan pembangunan ekonomi sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang. Pembangunan ekonomi (Sirojuzilam: 2005) dipandang sebagai suatu proses yang menyebabkan naiknya pendapatan per kapita masyarakat dalam suatau masyarakat untuk jangka panjang, maka pembangunan ekonomi mempunyai 3 sifat penting yaitu :

1. Suatu proses, yang berarti terjadinya perubahan secara teru menerus.

2. Adanya usaha untuk menaikkan pendapatan perkapita masyarakat.

3. Kenaikan pendapatan masyarakat tersebut terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Maka pembangunan ekonomi adalah proses pertumbuhan ekonomi di ikuti dengan perubahan- perubahan pada kegiatan ekonomi (pendapatan perkapita dan pendapatan nasional) dengan memanfaatkan sumber daya (alam dan manusia) dan kemajuan teknologi. Salah satu faktor pertumbuhan ekonomi yaitu kemajuan teknologi yang dibagi menjadi dua bentuk, yaitu inovasi produk dan inovasi proses. Inovasi produk berkaitan dengan produk-produk baru yang sebelumnya tidak ada atau pengembangan produk-produk sebelumnya sedangkan inovasi proses merupakan penggunaan teknik-teknik baru yang lebih murah dalam memproduksi produk-produk yang telah ada. Konsep Pembangunan Kesehatan Tjiptoherijanto (1993) menyatakan bahwa kesehatan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui beberapa cara, seperti perbaikan kesehatan seseorang akan menyebabkan pertambahan dalam partisipasi tenaga kerja, perbaikan kesehatan dapat pula membawa perbaikan dalam tingkat pendidikan yang kemudian menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi, ataupun perbaikan kesehatan menyebabkan bertambahnya penduduk yang akan membawa tingkat partisipasi angkatan kerja.

penduduk yang akan membawa tingkat partisipasi angkatan kerja. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 52
penduduk yang akan membawa tingkat partisipasi angkatan kerja. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 52

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Mills dan Gillson (1999) mendefinisikan ekonomi kesehatan sebagai penerapan teori, konsep dan teknik ilmu ekonomi dalam sektor kesehatan. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang tinggi. Salah satu program pemerintah dalam mewujudkan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk adalah peningkatan pelayanan kesehatan yang didukung oleh sarana dan prasarana kesehatan yang memadai di tiap daerah. Penyediaan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang

disampaikan kepada pasien oleh kombinasi antara tenaga pelayanan kesehatan dan fasilitas kesehatan (rumah sakit, klinik dan laboratorium klinis). Beberapa faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan, yaitu:

1. Sumber daya manusia seperti dokter (umum atau spesialis), bidan, perawat dan sebagainya.

2. Biaya yang muncul dalam penyediaan seperti biaya operasional dan lain-lain.

3. Logistik pelayanan kesehatan seperti obat, alat suntik dan sebagainya.

4. Standar operasional pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti tindakan medis.

5. Peralatan yang digunakan dalam penyediaan layanan kesehatan seperti peralatan medis dan lain-lain.

6. Wilayah pelayanan kesehatan

7. Teknologi yang digunakan dalam pelayanan kesehatan

8. Waktu yang digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan

9. Informasi terkait pelayanan kesehatan seperti internet atau famplet.

Maka pembangunan kesehatan adalah kesehatan yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan ekonomi karena manusia yang sehat menciptakan manusia yang produktif dan mampu meningkatkan derajat kesehatan dirinya sendiri. Setiap manusia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesehatan, pemerintah membuat program untuk pembangunan kesehatan seperti Millennium Development Goals (MDGs). Millennium Development Goals (MDGs) bertujuan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat yang memiliki tujuan yang terbatas dan target terukur. Terdapat 8 (delapan) tujuan Millennium Development Goals (MDGs), yaitu :

1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan.

2. Mencapai pendidikan dasar untuk semua.

3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

untuk semua. 3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 53
untuk semua. 3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 53

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

4. Menurunkan kematian anak.

5. Meningkatkan kesehatan ibu.

6. Mengendalikan hiv dan aids, malaria dan penyakit menular lainnya (tb).

7. Menjamin kelestarian lingkungan hidup.

8. Mengembangkan kemitraan pembangunan di tingkat global.

Kebijakan umum untuk pembangunan kesehatan dikelompokkan menjadi, sebagai berikut :

1. Peningkatan Kerjasama Lintas Sektor.

Untuk optimalisasi hasil pembangunan berwawasan kesehatan, kerjasama lintas sektor berupa sosialisasi masalah-masalah kesehatan pada sektor lain perlu dilakukan secara intensif dan berkala. Kerjasama lintas sektor harus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta melandaskan pembangunan kesehatan.

2. Peningkatan perilaku, Pemberdayaan Masyarakat dan Kemitraan Swasta.

Masyarakat berperan aktif dalam penyelenggaraan upaya kesehatan melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

3. Peningkatan Kesehatan Lingkungan.

Kualitas lingkungan yang sehat mewujudkan keadaan lingkungan yang bebas dari bahaya resiko dan keselamatan.

4. Peningkatan Upaya Kesehatannya.

Penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, melalui upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pennyembuhan penyakit dan peyuluhan kesehatan serta upaya khusus melalui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau kritis. Pemerintah bertanggung jawab terhadap biaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin pada sektor ekonomi. Status kesehatan masyarakat ditingkatkan melalui pencegahan dan panganguran morbiditas, mortalitas, dan kecacatan dalam masyarakat terutama pada bayi, anak balita, dan wanita hamil, melahirkan dan masa nifas, melalui upaya peningkatan (promosi) hidup sehat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta pengobatan penyakit dan rehabilitas

5. Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

pengobatan penyakit dan rehabilitas 5. Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 54
pengobatan penyakit dan rehabilitas 5. Peningkatan Sumber Daya Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 54

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Pengembangan sumber daya kesehatan (tenaga kesehatan) bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jumlah serta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan.

6. Peningkatan Kebijakan dan Manajemen Pembangunan Kesehatan.

Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan perlu makin ditingkatkan terutama melalui peningkatan secara strategis dalam kerjasama antara sektor kesehatan dan sektor lain yang yang terkait, dan antara berbagai program kesehatan serta antara para pelaku dalam pembangunan kesehatan sendiri.

7. Peningkatan Ilmu Pengetahuan dan teknologi Kesehatan.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, gizi, penyalahgunaan obat dan pemberatasan penyakit dan perbaikan lingkungan. Penelitian yang berkaitan dengan ekonomi kesehatan dikembangkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pembiayaan kesehatan dari pemerintah dan swasta. Penelitian bidang sosial budaya dan perilaku sehat dilakukan untuk mengembangkan gaya hidup sehat dan mengurangi masalah kesehatan masyarakat yang ada.

8. Peningkatan Lingkungan Sosial Budaya.

Selain berpengaruh positif, globalisasi juga menimbulkan perubahan lingkungan sosial dan budaya masyarakat yang dapat berpengaruh negatif terhadap pembangunan kesehatan. Misalnya perubahan gaya hidup yang tidak sehat akan timbul penyakit degeneratif seperti hipertensi atau diabetes. Hubungan Antara Ekonomi Dan Kesehatan Dalam Konsep Pembangunan Aspek ekonomi seperti pendapatan merupakan syarat utama untuk dapat menikmati fasilitas kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan antara lain, tersedianya sarana kesehatan, keadaan lingkungan yang memadai dan mutu makanan yang di konsumsi. Penanganan faktor tersebut harus dilakukan terarah dan terpadu dengan memperhatikan kondisi sosial ekonomi yang berkaitan (Rahmi, 2008). Keadaan faktor sosial ekonomi juga berpengaruh dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, seperti pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga (Yulia, 2009). Hubungan antara kesehatan dan pembangunan ekonomi berdasarkan tingkat, yaitu :

antara kesehatan dan pembangunan ekonomi berdasarkan tingkat, yaitu : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 55
antara kesehatan dan pembangunan ekonomi berdasarkan tingkat, yaitu : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 55

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

a. Pada tingkat mikro yaitu tingkat individual dan keluarga, kesehatan adalah dasar bagi produktivitas kerja dan kapasitas untuk mendapatkan pendidikan. Tenaga kerja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih produktif dan mendapatkan penghasilan yang tinggi.

b. Pada tingkat makro yaitu penduduk dengan tingkat kesehatan yang baik merupakan masukan (input) penting untuk menurunkan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi yang cepat didukung oleh terobosan penting di bidang kesehatan masyarakat, pemberantasan penyakit dan peningkatan gizi. Pada tingkat makro ekonomi menjelaskan bahwa kondisi kesehatan dan pendidikan yang rendah, mengalami tantangan dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan jika dibandingkan dengan kesehatan dan pendidikan yang tinggi. Angka harapan hidup yang tinggi dapat meningkatan kesejahteraan ekonomi.

Cesario, Simon dan Kinne 1980 (dalam Tjiptoherijanto, 1993) menjelaskan hubungan antara program gizi dan pertumbuhan ekonomi, menyatakan bahwa :

a. Perbaikan di dalam status gizi akan menurunkan tingkat kematian dan kesakitan, khususnya bagi penduduk usia kerja, sehingga dapat meningkatkan partisipasi bagi yang belum kerja dan meningkatkan hari kerja bagi yang sedang melakukan kegiatan kerja.

b. Perbaikan dalam status gizi dan kesehatan tenaga kerja akan meningkatkan efisiensi kerja melalui peningkatan kemampuan individualnya. Pengaruh dari program kesehatan serta gizi terhadap penduduk usia muda akan terlihat pada peningkatan GNP( Gross National Product) melalui pertumbuhan ekonomi, yakni dengan bertambahnya tingkat partisipasi angkatan kerja dan secara tidak langsung melalui tingkat partisipasi dalam dunia

pendidikan.

Pendapatan perkapita penduduk juga dapat mempengaruhi status gizi karena jika pendapatan yang tinggi maka status gizi menjadi baik sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian. Sebaliknya. pendapatan yang rendah akan menimbulkan status gizi yang buruk sehingga meningkatnya angka kesakitan dan kematian biasanya hal ini terjadi pada penduduk miskin. Kemiskinan merupakan salah satu faktor yang menghambat dalam pembangunan ekonomi dan kesehatan. Penduduk miskin memiliki beban penyakit yang tinggi karena terbatasnya akses terhadap air bersih dan sanitasi serta kecukupan gizi. Selain itu biaya yang cukup tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan membuat penduduk miskin lebih memilih pengobatan alternatif serta rendahnya pendidikan membuat keterbatasan pengetahuan dalam menghadapi suatu penyakit. Komunikasi

keterbatasan pengetahuan dalam menghadapi suatu penyakit. Komunikasi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 56
keterbatasan pengetahuan dalam menghadapi suatu penyakit. Komunikasi Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 56

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

kesehatan adalah suatu cara yang dilakukan pelayanan kesehatan untuk mengajak penduduk miskin untuk merubah perilaku dan memperbaiki kesehatan mereka.

Interaksi Antara Ekonomi Dan Kesehatan

Kesehatan hanya memiliki value in use dan bukannya value in exchange (Mills : 1909). Berarti kesehatan bukanlah suatu komoditi sedangkan pelayanan kesehatan adalah suatu komoditi. Dari sudut pandang supply (persediaan) produksi yang terpenting dari pelayanan kesehatan adalah kesehatan dan sekaligus akan menghasilkan output lainnya. Dari sudut pandang demand (permintaan) masyarakat ingin memperbaiki status kesehatannya, sehingga perlu pelayanan kesehatan sebagai salah satu cara untuk mencapai status kesehatan yang lebih tinggi karena adanya keinginan untuk dapat menikmati hidup sebaik mungkin dibandingkan bila mengalami gangguan kesehatan. Demand diukur dengan tingkat keterpakaian tempat tidur, jumlah kunjungan, jumlah tes diagnostik, dan sebagainya. Demand terhadap pelayanan kesehatan secara dominan sangat dipengaruhi beberapa faktor yaitu harga, penghasilan pasien dan preferensi pasien. Need (kebutuhan) adalah kuantitas barang atau pelayanan yang secara objektif dipandang terbaik untuk digunakan memperbaiki kondisi kesehatan pasien. Need biasanya ditentukan oleh dokter, tetapi kualitas pertimbangan dokter tergantung pendidikan, peralatan, dan kompetensi dokter. Wants (keinginan) adalah pelayanaan yang diinginkan pasien dianggap terbaik bagi mereka (misalnya, obat yang bekerja cepat). Wants bisa sama atau berbeda dengan need.

obat yang bekerja cepat). Wants bisa sama atau berbeda dengan need. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
obat yang bekerja cepat). Wants bisa sama atau berbeda dengan need. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

.

Kesimpulan

PENUTUP

1. Evaluasi ekonomi membantu penyedia pelayanan kesehatan dan pembuat kebijakan dalam meupaya mengalokasikan sumberdaya melalui perbandingan praktik pelayanan, teknologi, efisiensi dan manfaat yang diperoleh (Evers). Prinsip dasar evaluasi ekonomi adalah bahwa pilihan – pilihan dilakukan antara sumberdaya alternatif dan keputusan yang harus diambil menyangkut biaya dan outcome. Evaluasi tidak harus dilakukan menyeluruh (full evaluation) (Evers). Beberapa evaluasi hanya membatasi pada biaya saja, atau hanya outcome saja seperti yang dilakukan pada level perorangan (a case-study) atau pada kelompok (cost-of-illness study) (Evers). Hanya saja, meskipun evaluasi dilakukan untuk meng-assess biaya, evaluasi jenis ini bukan termasuk evaluasi ekonomi yang lazim. Suatu studi cost-of-illnessu kondisi penyakit disuatu negara tertentu pada tahun tertentu. (Evers)

2. Jika pertimbangan ekonomi menjadi kemestian, maka suatu full economic evaluation harus membandingkan paling tidak dua alternatif. Evaluasi dapat dilakukan pada beberapa alternatif termasuk: prosedur diagnostic, kebijakan publik, program pencegahan penyakit dan rehabilitasi. Dalam beberapa kasus adalah membandingkan pasien rawat inap dan pasien rawat jalan, community care, day-care, intermediate care for acute situations, drug therapy, non-pharmaceutical therapies, comparing different therapies, pengaruh surat rujukan ada pada kegiatan praktik dokter (Evers).

3. Menurut Drummond et al, ADA empat dalam Beroperasi uatama evaluasi ekonomi penuh Yaitu:. Analisis biaya-minimisasi (CMA), analisis efektivitas biaya (CEA), analisis biaya-manfaat (CBA) dan analisis costutility (CUA). Ulasan ini termasuk salah satu CMA, yang membandingkan 'singkat' dengan 'standar' rawat inap. yang paling sering digunakan evaluasi ekonomi penuh dalam review kami adalah CEA. Salah satu keterbatasan utama dari CEA adalah bahwa hal itu tidak mengizinkan perbandingan dengan intervensi dievaluasi dalam penelitian lain, bahkan di sektor perawatan kesehatan mental, sebagai ukuran hasil yang tidak sama. Sebuah CUA, bagaimanapun, tidak peningkatan kesehatan mengungkapkan dalam satu ukuran seragam, kualitas disesuaikan kehidupan-tahun (QALY) yang diperoleh. Sebuah QALY adalah ukuran hasil yang

(QALY) yang diperoleh. Sebuah QALY adalah ukuran hasil yang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 58
(QALY) yang diperoleh. Sebuah QALY adalah ukuran hasil yang Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 58

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

komprehensif tunggal yang menggabungkan kedua efek dari segi kualitas hidup dan efek dalam hal kelangsungan hidup (life-tahun naik). Drummond et al. digunakan ukuran QALY untuk menilai kualitas perawatan-pemberi kehidupan, sebagai bagian dari Evaluasi Ekonomi dari program dukungan untuk perawatan-pemberi dari orang tua gila. Akhirnya, CBA mencoba untuk mengungkapkan peningkatan kesehatan dalam istilah moneter. Biaya dan manfaat kemudian diukur dalam satuan yang sama dan satu dapat melihat langsung apakah manfaat lebih besar daripada biaya.

4. Pembangunan adalah proses perubahan yang terencana dalam segi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan manusia yang lebih baik. Pertumbuhan pendapatan penduduk per kapita yang akan menentukan pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup manusia tersebut.

5. Pembangunan ekonomi adalah proses pertumbuhan ekonomi di ikuti dengan perubahan- perubahan pada kegiatan ekonomi (pendapatan perkapita dan pendapatan nasional) dengan memanfaatkan sumber daya (alam dan manusia) dan kemajuan teknologi.

6. Pembangunan kesehatan adalah kesehatan yang dapat mempengaruhi proses pertumbuhan ekonomi karena manusia yang sehat menciptakan manusia yang produktif dan mampu meningkatkan derajat kesehatan dirinya sendiri, program pembangunan kesehatan yaitu Millennium Development Goals (MDGs).

7. Hubungan antara ekonomi dan kesehatan berkaitan dengan pendapatan penduduk, status gizi, tingkat kemingkinan, dan pendidikan.

8. Interaksi antara ekonomi dan kesehatan berawal dari keinginan untuk meningkatkan derajat kesehatan, kebutuhan akan pelayanan kesehatan dan permintaan untuk sembuh dari penyakit.

akan pelayanan kesehatan dan permintaan untuk sembuh dari penyakit. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 59
akan pelayanan kesehatan dan permintaan untuk sembuh dari penyakit. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Page 59

KURIKULUM PS IKM STUDY GUIDE

201

8

Adisasmita. H.R

DAFTAR PUSTAKA

2005. Dasar-dasar Ekonomi Wilayah. Jakarta: Graha Ilmu

Alwiah,A. & Habsi. (2001). Kerugian Ekonomi (ECONOMIC LOST ) Pasien Rawat Inap

Usia

Produktif Pada Lima Penyakit Utama di Kota Palu.

Andayani TM. 2013. Farmakoekonomi: Prinsip dan Metodelogi. Jakarta: Bursa Ilmu

Anny VP. 2007. Perspektif Internasional Penelitian Farmakoekonomi dan Outcome, Simposium Farmakoekonomi Badan Litbang Kesehatan.

Ascobat G. 2000. "Current and Future Issues" dalam Ceramah Umum tentang Desentralisasi Bidang Kesehatan. Jakarta : Magister Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Program Pasca Sarana Universitas Indonesia.

Balekdjian, D and Russo, M. 2002. Outcome Based Access: Raising the Bar. Pharmaceutical Executive. www. PharmExec. com

Bejo. 2010. Pembiayaan Kesehatan. http://bejocommunity.blogspot.com

Bootman JL. 2005. Principles of Pharmaeconomics, W Harvey Whitney Books Company. Budiharto, Martuti, Soewarta Kosen. 2008. Peranan Farmakoekonomi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan Vol 11: 337-

340.