Anda di halaman 1dari 13

39

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun
sedemikian rupa sehingga seorang peneliti dapat memperoleh jawaban
terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitiannya. Desain penelitian mengacu
pada jenis atau macam penelitian yang dipilih untuk mencapai tujuan
tersebut. Desain penelitian membantu peneliti untuk mendapatkan jawaban
dari pertanyaan penelitian dengan sahih, objektif, akurat serta hemat (Setiadi,
2007). Bentuk dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif studi
kasus/case studi, yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan cara meneliti
suatu permasalahan melalui kasus yang terdiri dari unit tunggal yang berarti
suatu individu, kelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Dalam studi
kasus unit yang menjadi masalah tersebut akan dianalisa secara mendalam
baik dari segi yang berhubungan dengan kasus, faktor resiko, kejadian yang
berhubungan dengan kasus tersebut maupun tindakan dan reaksi dari suatu
unit tersebut bila dilakukan sebuah perlakuan atau pemaparan tertentu. Unit
yang diteliti pada penelitian deskriptif studi kasus berjumlah sedikit/kecil,
tetapi variabel dan kondisi yang besar/banyak jumlahnya. Tujuan dari
penelitian deskriptif studi kasus adalah untuk mempelajari secara intensif
tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan dari suatu
unit tersebut (Setiadi, 2013).
Dalam penelitian ini peniliti ingin mengetahui perilaku pencegahan
kekambuhan penyakit gastritis sebelum dan sesudah dilakukan edukasi
tentang penyakit gastritis.
3.2 Subyek Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan satu subyek penelitian.
Subyek yang diteliti sesuai dengan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi yang
sudah ditetapkan oleh peneliti.
1. Kriteria inklusi
Kriteria inkulusi adalah Karakteristik umum subyek
penelitian dari suatu populasi yang akan diteliti dan terjangkau untuk
40

diteliti, suatu pertimbangan ilmiah harus menjadi pedoman dalam


menenntukan suatu kriteria inklusi (Setiadi, 2013).
Kriteria inklusi dalam kriteria ini adalah sebagai berikut :
a. Masyarakat/penduduk di wilayah kerja Puskesmas......
b. Individu yang mengalami/menderita penyakit gastritis.
c. Bersedia menjadi responden dan kooperatif
2. Kriteria Ekslusi
Kriteria eksklusi adalah mengeluarkan subyek yang tidak
memenuhi kriteria inklusi (Setiadi, 2013).
Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Individu yang menolak menjadi responden
b. Individu yang tidak menderita gastritis.
Dalam penelitian ini peneliti menenntukan subyek lebih mengarah
pada teknik purposive sampling, dimana purposive sampling ini adalah suatu
teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi
sesuai dengan yang dikehendaki oleh peneliti, sehingga sampel dapat
mewakili populasi tersebut (Nursalam, 2008). Dalam penelitian ini, peneliti
mengambil sampel sesuai dengan kriteria inklusi.
3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3.1 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas ...... Kecamatan .....
Kabupaten Malang.
3.3.2 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakakukan pada tanggal ....... ....... 2017.
3.4 Fokus Studi & Definisi Operasional
3.4.1 Fokus Studi
Fokus studi adalah kajian utama dari masalah yang dijadikan titik
acuan studi kasus. Fokus studi pada penelitian ini adalah untuk mengetahui
perilaku pencegahan kekambuhan gastritis sebelum dan sesudah diberikan
pendidikan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas x.
41

3.4.2 Definisi Operasional


Definisi operasional merupakan penjelasan semua variabel dan
istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara operasional sehingga
penjelasan tersebut akan mempermudah pembaca dalam mengartikan makna
enelitian. Pada definisi operasional peneliti akan menjelaskan mengenai
unsur-unsur penelitian yang meliputi bagaimana seorang peneliti menentukan
variabel dan bagaimana cara peneliti mengukur variabel (Setiadi, 2013).
42

TABEL DEFINISI OPERASIONAL

Variabel Definisi Operasional Parameter Alat Ukur Skala Skoring


Perilaku Upaya seorang individu untuk a. Pengetahuan Kuisioner Ordinal Kategori
pencegahan mencegah kekambuhan  Mengerti tentang Gastritis. Pengetahuan :
kekambuhan penyakit gastritis dengan  Mengerti tentang penyebab  Baik : 76% - 100%
gastritis berperilaku sehat, perilaku Gastritis.  Cukup : 56% -
tersebut dapat berupa  Mengerti tentang proses 75%
pengetahuan tentang terjadinya kekambuhan  Buruk : <56 %
pencegahan kekambuhan Gastritis.
penyakit gastritis, sikap tentang  Mengerti tentang tanda dan Kategori sikap:
pencegahan kekambuhan gejala Gastritis.  Positif = 50% -
penyakit gastritis, maupun dari  Mengerti tentang cara 100%
tindakan atau kegiatan-kegiatan pencegahan kekambuhan  Negatif = <
yang dilakukan untuk Gastritis. 50%
mencegah kekambuhan
penyakit gastritis b. Sikap
 Frekuensi makan
 Jenis makanan
43

 Jumlah makanan
 Kerutinan pemeriksaan di
puskesmas/layanan
kesehatan lainnya.
 Kerutinan berolahraga.
 Kebersihan makanan.
 Penggunaan obat-obatan.
 Frekuensi stress.

c. Tindakan/kegiatan Kategori tindakan :

 Frekuensi makan yang Lembar  Baik : 76% -


observasi 100%
dilakukan setiap harinya.
 Jenis makan yang dimakan
dan  Cukup : 56% -
wawancara 75%
setiap harinya.
 Jumlah makanan yang  Buruk : <56 %

dimakan setiap harinya.


 Tingkat stress setiap harinya.
 Tindakan berolahraga.
44

 Obat yang dikonsumsi setiap


harinya.
 Berolahraga setiap hari atau
beberapa hari sekali.
Suatu upaya mengedukasi atau
memberikan informasi kepada
seorang individu, kelompok,
maupun masyarakat tentang
kesehatan dalam hal ini tentang
pencegahan penyakit gastritis
Pendidikan
dimana pendidikan kesehatan
kesehatan
dapat mempegaruhi
pengetahuan, sikap, cara fikir
dan perbuatan seorang
individu, kelompok maupun
masyarakat atau mempegaruhi
perilaku kesehatan.
45

1.3 Tempat dan Waktu


1.3.1 Tempat
Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas ...... Kecamatan .....
Kabupaten Malang.
1.3.2 Waktu
Penelitian ini dilakakukan pada tanggal ....... ....... 2017.
1.4 Pengumpulan Data
Menurut Hidayat (2008) pengumpulan data merupakan kegiatan
penelitian untuk mengumpulkan data. Sebelum melakukan pengumpulan
data, perlu dilihat alat ukur dari pengumpulan data tersebut agar dapat
memperkuat hasil dari penelitian. Alat ukur dari penelitian data tersebut
anatara lain dapat berupa observasi, wawancara, kuesioner maupun gabungan
dari dua atau tiga metode tersebut. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
metode pengumpulan data kuosioner, wawancara serta observasi.
1.4.1 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah menggunakan metode kuisioner, observasi serta wawancara.
Dalam penelitian ini responden akan diberikan kuosioner, dimana
kuisioner ini digunakan untuk mengukur pengetahuan responden
tentang gastritis dan sikap responden tentang perilaku pencegahan
kekambuhan gastritis, pengisian kuisioner ini akan dilakukan sebelum
dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang gastritis, sedangkan
wawancara dan observasi digunakan untuk mengetahui tindakan yang
dilakukan untuk mencegah penyakit gastritis ataupun kegiatan/tindakan
yang dapat menimbulkan penyakit gastritis.
1.4.2 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat untuk menggambar suatu metoda
pengumpulan data tertentu. Instrumen yang dapat digunakan meliputi
test tulis, wawancara, perlatan mekanik, pengamatan langsung
(observasi), dan lain-lain (Brockopp & Tolsma, 2000).
46

Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah


kuisioner/angket, wawancara, dan observasi, yaitu peneliti melakukan
pemberian kuisioner tentang pengetahuan dan sikap responden tentang
penyakit gastritis kemudian hasil kuisioner akan diprosentasekan serta
diklasifikasikan, pertanyaan dan pernyataan pada kuisioner dibuat
dengan berdasarkan acuan tinjauan teoritis yang mengacu pada perilaku
pencegahan kekambuhan penyakit gastritis. Pertanyaan mengenai
sikap dalam pencegahan kekambuhan penyakit gastritis dengan
menggunakan skala Linkert, sedangkan pertanyaan untuk pengetahuan
akan menggunakan skala Gutman. Selain itu peneliti juga melakukan
pendidikan kesehatan tentang penyakit Gastritis yang dalam
pelaksanaannya akan menggunakan media-media penyampaian materi
seperti Leaflet, gambar-gambar dan lain sebagainya. Kemudian peneliti
juga meggunakan alat ukur/instrumen wawancara dan observasi yang
dilakukan secara bersamaan dan dilakukan setiap harinya guna
memperoleh data perkembangan/perubahan pada responden.
1.4.3 Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subyek
penelitian dan proses pengumpulan karakteristik suatu subyek yang
diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam, 2008). Adapun langkah-
langkah atau prosedur pengumpulan data adalah sebagai berikut :
1. Sebelum melakukan pengumpulan data dan penelitian,
peneliti mendapatkan ijin dari Jurusan Keperawatan poltekkes
Kemenkes Malang.
2. Peneliti mendapatkan ijin dari kesatuan kebangsaan dan
Politik Kabupaten Malang.
3. Peneliti mendapatkan ijin dari Dinas Kesehatan Kabupaten
Malang.
4. Peneliti mendapatkan ijin dari Puskesmas .......
5. Peneliti mengajukan permohonan ijin kepada Bapak Lurah
dan Ibu kader desa untuk melakukan penelitian di dusun .....
desa ..... kecamatan .... Kabupaten Malang.
47

6. Peneliti menjelaskan maksud, tujuan, manfaat, dan prosedur


selama penelitian kepada responden.
7. Peneliti meminta persetujuan responden/subyek untuk
dijadikan subyek penelitian dengan mengisi informed consent.
8. Peneliti memberikan kuisoner kepada responden tentang
pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan gastritis.
9. Peneliti melakukan observasi terhadap perilaku pencegahan
kekambuhan gastritis.
10. Peneliti memberikan edukasi tentang gastritis.
11. Peneliti memberikan kuisioner kembali pada responden.
12. Peneliti kembali melakukan observasi dan wawancara
terhadap responden tentang kegiatan/tindakan yang dilakukan
untuk mencegah gastritis atau bahkan tindakan yang membuat
kekambuhan gastritis.
13. Peneliti mengumpulkan hasil data-data yang diperoleh
kemudian menganalisanya.
14. Peneliti menyajikan dalam bentuk tabel dan naratif.
1.5 Analisa Data dan Penyajian Data
1.5.1 Analisa Data
Pengolahan data pada dasarnya merupakan suatu proses
untuk memperoleh data atau data ringkasan berdasarkan suatu
kelompok data mentah dengan menggunakan rumus terntentu
sehingga menghasilkan informasi yang diperlukan (Setiadi, 2013).
Setelah data terkumpul, maka dilakukan pengolahan data
teknik skoring, skoring yaitu pemberian nilai-nilai setelah
angket/kuisioner terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data
yang memberikan skor dan penilaian sikap satu sistem pertanyaan,
bila pertanyaan yang diberikan dalam bentuk pertanyaan positif maka
jawaban dengan “Sering / Setuju” skor 3, jawaban dengan “Kadang-
kadang / Ragu-ragu” skor 2, Jawaban dengan “Jarang / Kurang setuju”
skor diberi skor 1, sedangkan jawaban dengan “Tidak setuju / Tidak
pernah” skor 0, sedangkan untuk pernyataan negatif nilai skornya:
48

“Setuju / Sering” = 0, “Ragu-ragu / Kadang-kadang” = 1, “Kurang


setuju / Jarang” = 2, “Tidak setuju / Tidak pernah” = 3.
Selanjutnya data sikap dikategorikan kedalam klasifikasi
sebagai berikut :
1. Positif = 50% - 100%
2. Negatif = < 50%
Penilian meggunakan rumus sebagai berikut:

P = SP x 100%
SM

Keterangan :
P : Presentase
SP : Skor yang diperoleh responden
SM : Skor maksimum
Kemudian untuk angket lainnya yaitu angket tentang
pengetahuan, penilian menggunakan skala Gutman yang merupakan
skala pengukuran dengan pilihan jawaban “Ya” dan “Tidak”, untuk
pertanyaan positif (Ya = 1 dan tidak = 10), sedangkan untuk
pertanyaan negatif (Ya = 0 dan tidak = 1).
kemudian untuk data tersebut diprosentasekan dengan
menggunakan rumus (Setiadi, 2007) :

𝒇
𝑷 = 𝒏 x 100%

Keterangan :
P : prosentase
f : jumlah jawaban yang benar
n : jumlah skor maksimal
Kemudian hasil prosentase pengetahuan tersebut
dikategorikan dalam klasifikasi sebagai berikut :
1. Baik : 76% - 100%
2. Cukup : 56% - 75%
49

3. Buruk : <56 %
Sedangkan untuk data tentang tindakan yang menggunakan
metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara secara
recall terhadap tindakan yang dilakukan sehari-hari, sehingga penilaian
menggunakan skala pengukuran “benar” dan “salah”, untuk jawaban
yang “Benar” maka diberi skor 1 kemudian untuk jawaban yang
“Salah” maka skor diberi nilai 0, selain meggunakan skoring pada
observasi hasil wawancara juga dijelaskan secara naratif. Observasi dan
wawancara dilakukan setiap harinya untuk mengukur perkembangan
perilaku dari responden. Selanjutnya peneliti memprosentasekan hasil
dari data observasi dan wawancara secara recall dengan menggunakan
rumus sebagai berikut :

P = SP x 100%
SM

Keterangan :
P : Presentase
SP : Skor yang diperoleh responden
SM : Skor maksimum
Kemudian hasil dari prosentase dari data tindakan tersebut
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Baik : 76% - 100%
2. Cukup : 56% - 75%
3. Buruk : <56 %
2.7.2 Penyajian Data
Teknik penyajian data adalah cara bagaimana peneliti untuk
meyajikan data sebaik-baiknya sehingga akan mudah dipahami oleh
pembaca (Hidayat, 2008). Dalam penelitian ini, peneliti akan
menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tabel yang berisi prosentase,
deskripsi naratif, dan juga tabel yang berupa gambaran responden
setiap harinya untuk mengambarkan perkembangan dan hasil
penelitian yang dilakukan peneliti.
50

2.8 Etika Penelitian


Setiadi (2013) setiap penelitian yang menggunakan subyek manusia
harus mengikuti aturan etik, etika yang perlu dituliskan pada penelitian antara
lain sebagai berikut :
a. Informed consent (persetujuan)
Subyek/responden harus mendapatkan informasi secara
lengkap tentang tujuan penelitian yang akan dilakukan, kemudian
responden/subyek mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau
menolak menjadi responden. Pada informed consent perlu
dicantumkan bahwa data yang diperoleh dari subyek/responden hanya
akan dippergunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan
(Nursalam, 2008).
Tujuan dari diberikannya informed consent adalah, agar
subyek/responden mengetahu tentang judul penelitian, tujuan
penelitian, manfaat penelitian, dan dampak yang diteliti selama proses
pengambilan data, jika subyek/responden bersedia untuk diteliti maka
subyek/responden akan menandatangani lembar informed consent,
namun jika subyek/responden menolak untuk berpartisipasi, maka
peneliti tidak memaksa da tetap menghormati hak-hak mereka yaitu
untuk menerima atau menolak menjadi responden (Setiadi, 2013).
b. Anonimity (tanpa nama)
Untuk menjaga privasi maupnn kerahasiaan dari responden/subyek
penelitian , peneliti harus memberikan jaminan kepada
responden/subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau
mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data,
cukup dengan memberikan nomer kode pada masing-masing lembar
tersebut (Setiadi, 2013)

c. Confidentiality (kerahasiaan)
Prinsip etika ini adalah prinsip etik dengan memberikan
kerahasiaan hasil penelitian, baik dari segi informasi maupun masalah-
masalah lainnya. Semua informasi yang diperoleh/dikumpulkan dari
51

responden harus dijamin kerahasiannya oleh peneliti demi privasi


responden, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada
hasil penelitian (Hidayat, 2008).