Anda di halaman 1dari 6

Sing di buang

Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang memiliki kriteria
yang telah ditetapkan oleh seorang peneliti (Nursalam, 2008), sedangkan
menurut setiadi (2013) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari
atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
telah ditentukan oleh peneliti sebelumnya yang mana digunakan untuk
mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seorang individu yang memilik atau
menderita penyakit gastritis yang berada atau tinggal di wilayah kerja
puskesmas ...........
3.2.2 Sampel
Nursalam (2008) sample adalah bagian dari populasi terjangkau yang
dapat dipergunakan sebagai subyek penelitian melalui sampling.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah responden yang
memilik atau menderita peyakit gastritis yang ada atau tinggal diwilayah kerja
puskesmas .... yang berjumlah satu orang tentunya dengan memenuhi syarat dari
kriteria-kriteria yang telah dibuat oleh peneliti. Dalam penelitian ini kriteria-
kriteria tersebut meliputi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi, yaitu :
a. Kriteria inklusi (kriteria yang layak diteliti)
Karakteristik umum subyek penelitian dari suatu populasi yang
akan diteliti dan terjangkau untuk diteliti, suatu pertimbangan ilmiah
harus menjadi pedoman dalam menenntukan suatu kriteria inklusi
(Setiadi, 2013).
Kriteria inklusi dalam kriteria ini adalah sebagai berikut :
1. Masyarakat/penduduk di wilayah kerja Puskesmas......
2. Individu yang mengalami/menderita penyakit gastritis.
3. Bersedia menjadi responden dan kooperatif

b. Kriteria ekslusi (kriteria yang tidak layak diteliti)


Kriteria eklusi adalah dimana suatu subyek penelitian tidak dapat
mewakili sampel penelitian yang penyebabnya adalah terdapat
hambatan etik, responden menolak menjadi responden, terdapat suatu
keadaan yang tidak memungkinkan melakukan penelitian pada subyek
tersebut, terdapat keadaan atau penyakit yang mengganggu suatu
penelitian (Sibagarian Dkk, 2010).
Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Individu yang menolak menjadi responden
2. Individu yang tidak menderita gastritis.
3.2.3 Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari suatu populasi sehingga
dapat mewakili suatu populasi tersebut. Teknik sampling adalah cara-cara yang
ditempuh dalam pengambilan sampel, agar memperoleh suatu sampel yang
benar-benar sesuai dengan apa yang diharpkan suatu peneliti (Nursalam, 2008).
Dalam penelitian ini, peneliti memakai teknik sampling purposive
sampling, dimana purposive sampling ini adalah suatu teknik penetapan sampel
dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki
oleh peneliti, sehingga sampel dapat mewakili populasi tersebut (Nursalam,
2008). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sesuai dengan kriteria
inklusi.
2.3 Variabel Penelitian
Variabel adalah karakterisktik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan
meruppakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris atau
ditentukan tingkatan-tingkatannya, variabel juga bisa diartikan segala sesuatu yang
ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
sesuatu tersebut, kemudian dapat ditarik kesumpulannya (Setiadi, 2013).
Variabel penelitian menurut Nursalam (2008) dapat dibagi menjadi enam, yaitu
:
a. Variabel independen (bebas)
Variabel ini merupakan variabel yang nilainya mempengaruhi variabel
lain. Variabel bebas biasanya diamati dan diukur untuk diketahui hubungannya
atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Dalam keperawatan biasanya variabel
bebas berupa stimulus atau intervensi keperawatan kepada klien untuk
mempegaruhi tingkah laku pasien.
b. Variabel dependen (terikat)
Variabel ini nilainya ditentukan oleh variabel lain, dalam ilmu tingkah
laku variabel terikat adalah aspek tingkah laku yang diamati dari suatu objek
yang dikenai stimulus atau intervensi keperawatan, dalam arti lain variabel
terikat adalah variiabel yang menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh
dari variabel bebas.
c. Variabel moderator (intervening)
Variabel ini dapat berperan sebagai variabel bebas dan terikat.
d. Variabel pemacu (confounding)
Variabel pemacu adalah variabel yang berhubungan dengan variabel
bebas dan juga variabel terikat, tetapi bukan merupakan variabel antara.
e. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang nilainya dikendalikan dalam
penelitian, variabel kontrol adalah variabel yang faktor-faktornya dinetralkan
pengaruhnya oleh peneliti karena jika tidak maka akan mempegaruhi hubungan
antara variabel terikat dan variabel bebas.
f. Variabel random
Variabel random adalah variabel yang tanpa diduga berperan dalam
mekanisme yang sedang diteliti atau dipelajari.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel interdependen (bebas)
dan variabel dependen (terikat) yaitu, variabel bebasnya adalah pendidikan kesehatan
sedangkan untuk variabel terikatnya adalah perilaku pencegahan kekambuhan penyakit
gastritis.
Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang memiliki kriteria
yang telah ditetapkan oleh seorang peneliti (Nursalam, 2008), sedangkan
menurut setiadi (2013) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari
atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
telah ditentukan oleh peneliti sebelumnya yang mana digunakan untuk
mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seorang individu yang memilik atau
menderita penyakit gastritis yang berada atau tinggal di wilayah kerja
puskesmas ...........
3.2.2 Sampel
Nursalam (2008) sample adalah bagian dari populasi terjangkau yang
dapat dipergunakan sebagai subyek penelitian melalui sampling.
Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah responden yang
memilik atau menderita peyakit gastritis yang ada atau tinggal diwilayah kerja
puskesmas .... yang berjumlah satu orang tentunya dengan memenuhi syarat dari
kriteria-kriteria yang telah dibuat oleh peneliti. Dalam penelitian ini kriteria-
kriteria tersebut meliputi kriteria inklusi dan kriteria ekslusi, yaitu :
c. Kriteria inklusi (kriteria yang layak diteliti)
Karakteristik umum subyek penelitian dari suatu populasi yang
akan diteliti dan terjangkau untuk diteliti, suatu pertimbangan ilmiah
harus menjadi pedoman dalam menenntukan suatu kriteria inklusi
(Setiadi, 2013).
Kriteria inklusi dalam kriteria ini adalah sebagai berikut :
4. Masyarakat/penduduk di wilayah kerja Puskesmas......
5. Individu yang mengalami/menderita penyakit gastritis.
6. Bersedia menjadi responden dan kooperatif

d. Kriteria ekslusi (kriteria yang tidak layak diteliti)


Kriteria eklusi adalah dimana suatu subyek penelitian tidak dapat
mewakili sampel penelitian yang penyebabnya adalah terdapat
hambatan etik, responden menolak menjadi responden, terdapat suatu
keadaan yang tidak memungkinkan melakukan penelitian pada subyek
tersebut, terdapat keadaan atau penyakit yang mengganggu suatu
penelitian (Sibagarian Dkk, 2010).
Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3. Individu yang menolak menjadi responden
4. Individu yang tidak menderita gastritis.
3.2.3 Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari suatu populasi sehingga
dapat mewakili suatu populasi tersebut. Teknik sampling adalah cara-cara yang
ditempuh dalam pengambilan sampel, agar memperoleh suatu sampel yang
benar-benar sesuai dengan apa yang diharpkan suatu peneliti (Nursalam, 2008).
Dalam penelitian ini, peneliti memakai teknik sampling purposive
sampling, dimana purposive sampling ini adalah suatu teknik penetapan sampel
dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki
oleh peneliti, sehingga sampel dapat mewakili populasi tersebut (Nursalam,
2008). Dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel sesuai dengan kriteria
inklusi.
4.3 Variabel Penelitian
Variabel adalah karakterisktik yang diamati yang mempunyai variasi nilai dan
meruppakan operasionalisasi dari suatu konsep agar dapat diteliti secara empiris atau
ditentukan tingkatan-tingkatannya, variabel juga bisa diartikan segala sesuatu yang
ditetapkan oleh seorang peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang
sesuatu tersebut, kemudian dapat ditarik kesumpulannya (Setiadi, 2013).
Variabel penelitian menurut Nursalam (2008) dapat dibagi menjadi enam, yaitu
:
g. Variabel independen (bebas)
Variabel ini merupakan variabel yang nilainya mempengaruhi variabel
lain. Variabel bebas biasanya diamati dan diukur untuk diketahui hubungannya
atau pengaruhnya terhadap variabel lain. Dalam keperawatan biasanya variabel
bebas berupa stimulus atau intervensi keperawatan kepada klien untuk
mempegaruhi tingkah laku pasien.
h. Variabel dependen (terikat)
Variabel ini nilainya ditentukan oleh variabel lain, dalam ilmu tingkah
laku variabel terikat adalah aspek tingkah laku yang diamati dari suatu objek
yang dikenai stimulus atau intervensi keperawatan, dalam arti lain variabel
terikat adalah variiabel yang menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh
dari variabel bebas.
i. Variabel moderator (intervening)
Variabel ini dapat berperan sebagai variabel bebas dan terikat.
j. Variabel pemacu (confounding)
Variabel pemacu adalah variabel yang berhubungan dengan variabel
bebas dan juga variabel terikat, tetapi bukan merupakan variabel antara.
k. Variabel kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang nilainya dikendalikan dalam
penelitian, variabel kontrol adalah variabel yang faktor-faktornya dinetralkan
pengaruhnya oleh peneliti karena jika tidak maka akan mempegaruhi hubungan
antara variabel terikat dan variabel bebas.
l. Variabel random
Variabel random adalah variabel yang tanpa diduga berperan dalam
mekanisme yang sedang diteliti atau dipelajari.
Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel interdependen (bebas)
dan variabel dependen (terikat) yaitu, variabel bebasnya adalah pendidikan kesehatan
sedangkan untuk variabel terikatnya adalah perilaku pencegahan kekambuhan penyakit
gastritis.