Anda di halaman 1dari 12

Abstrak

Pengaruh Tingkat Ekonomi Keluarga dan Motivasi Orang Tua Menyekolahkan


Anak Terhadap Angka Putus Sekolah

(Ajeng Tiara nurmalinda, Irawan Suntoro, Yunisca Nurmalisa)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan dan menganalisis pengaruh


Pengaruh tingkat ekonomi keluarga dan motivasi menyekolahkan anak terhadap
angka putus sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data
menggunakan angket. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga
yang berjumlah 388 orang. Sedangkan sampel diambil yaitu 64 responden.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan


antara tingkat ekonomi keluarga dan motivasi menyekolahkan anak terhadap
angka putus sekolah. Artinya, semakin rendah tingkat ekonomi orang tua dan
motivasi menyekolahkan anak rendah maka semakin tinggi angka putus sekolah
dan begitu pula sebaliknya.

Kata kunci : Ekonomi, Motivasi , Sekolah.


Abstract

Association of Family and Motivation Economic Levels


Choosing Children to The Numbers Dropout

(Ajeng Tiara Nurmalinda, Irawan Suntoro, Yunisca Nurmalisa)

The purpose of this study was to describe and analyze the effect of the influence
of the family's economic level and the motivation of sending children to school
dropout rates. The method used in this research was a descriptive method with a
quantitative approach and data collection technique using questionnaire. The
population of this study was the entire head of the family, amounting to 388
people. While the sample taken is 64 respondents. Based on the results of the
study, it was known that there is a significant influence on the economic level of
the family and the motivation of sending children to school dropout rates. That is,
the lower the economic level of parents and the motivation of sending children to
school is lower, the higher the drop out rate and vice versa.

Keywords: Economic, Motivation, School.


PENDAHULUAN pendidikan sangat penting untuk
anak dalam perkembangan zaman
Latar Belakang Masalah ini.

Pentingnya pendidikan tercermin


dalam UUD 1945 yang Di Indonesia sudah ada program dari
mengamanatkan bahwa pendidikan pemerintah untuk mengurangi angka
merupakan hak setiap warga negara putus sekolah, yaitu program wajib
yang bertujuan “Mencerdaskan belajar. Konsep tentang program
Kehidupan Bangsa” (Alenia ke-4 pendidikan wajib belajar Sembilan
Pembukaan UUD 1945). Tujuan tahun ini dinyatakan dalam pasal 31
pendidikan dapat tercapai apabila ayat (1) Undang Undang Dasar 1945
mendapat dukungan dari semua pihak, (UUD 1945) yang menyatakan
diantaranya sekolah, keluarga, dan bahwa setiap warga negara berhak
masyarakat. Pendidikan dalam mendapat pendidikan. Ayat (2)
lingkungan keluarga di perlukan menegaskan bahwa setiap warga
partisipasi orang tua dalam menunjang negara wajib mengikuti pendidikan
kemajuan dan pendidikan seorang dasar dan pemerintah wajib
anak. Apabila orang tua memperoleh membiayainya. Ayat (3) menetapkan
pemahaman yang benar mengenai bahwa Pemerintah mengusahakan
pentingnya pendidikan bagi anak, dan menyelenggarakan suatu sistem
maka terbentuk keyakinan mengarah pendidikan nasional, yang
pada pembentukan sikap yang positif meningkatkan keimanan dan
tentang arti pentngnya pendidikan bagi ketaqwaan serta akhlak mulia dalam
anak. rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, yang diatur dengan undang -
Pendidikan merupakan kebutuhan undang.
bagi anak untuk meningkatkan
kualitas hidupnya serta menentukan Hal ini belum sepenuhnya menjamin
diri anak dalam perkembangannya ketuntasan masalah putus sekolah
menuju ke arah yang lebih baik. bagi anak. Sudah banyak dari
Apalagi di zaman modern ini yang program-program pemerintah
segala sesuatu dapat berubah dengan tersebut yang berhasil, namun upaya-
serba cepat adalah akibat dari upaya yang dilakukan pemerintah
perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak semuanya berhasil. Masih
teknologi (IPTEK), sehingga dapat banyak upaya pemerintah yang
menciptakan bermacam- macam alat kurang berhasil bahkan bisa juga
yang canggih. Oleh sebab itu disebut gagal dalam pelaksanaannya.
Pendidikan dari sekolah akan UMR (Upah Minimum Regional ) .
membantu seorang anak bukan hanya Kurangnya pendapatan keluarga
mengerti teori dari mata pelajaran menyebabkan orang tua terpaksa
yang diajarkan, namun juga bekerja keras mencukupi kebutuhan
mengajarkan sikap dan perilaku yang pokok sehari-hari, sehingga
baik. Pendidikan yang baik, pendidikan anak kurang
membentuk masa depan anak terperhatikan dengan baik dan
terencana dan terjamin, bahkan membantu orang tua dalam
mengembangkan bakat dan potensi mencukupi keperluan pokok untuk
anak ke nilai- nilai yang ada dalam makan sehari-hari karena di anggap
masyarakat. Melalui sekolah anak meringankan beban orang tua anak di
juga dapat mewujudkan cita-citanya. ajak ikut orang tua ke tempat kerja
yang jauh dan meninggalkan sekolah
Pendanaan pendidikan yang menjadi dalam waktu yang cukup lama.
tanggung jawab bersama antara
pemerintah dan masyarakat , sampai Pendapatan orang tua rendah maka
saat ini kenyataannya ditanggung motivasi orang tua untuk
oleh orang tua siswa akibatnya mernyekolahkan anaknya juga
sekolah memungut berbagai iuran rendah, hal ini dikarenakan
dan sumbangan kepada orang tua pendapatan yang diperoleh
siswa, sehingga pendidikan menjadi digunakan untuk mencukupi
mahal dan hanya menyentuh kebutuhan utamanya yaitu pangan.
kelompok masyarakat menengah ke Selain faktor ekonomi atau
atas. Anak – anak dari kelompok pendapatan, faktor lain yang
keluarga tidak mampu tidak sanggup mempengaruhi anak tidak
membiayai sekolah anaknya, Oleh melanjutkan sekolah adalah motivasi
karena itu langkah pemerintah orang tua. Meskipun motivasi anak
dengan membebankan pembiayaan kuat akan tetapi kalau motivasi orang
pendidikan kepada orang tua siswa tua rendah maka anak tidak
tidaklah tepat mereka yang tidak melanjutkan sekolah. Demikian pula
mampu lebih memilih untuk tidak sebaliknya, kalau motivasi anak
meneruskan sekolah anaknya dan rendah tapi motivasi orang tua tinggi,
lebih diprioritaskan untuk maka anak akan tetap melanjutkan
pemenuhan kebutuhan hidupnya sekolah karena adanya semangat dan
sehari –hari. dorongan dari orang tua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa TINJAUAN PUSTAKA


ada faktor lain yang menyebabkan
anak putus sekolah. Faktor tersebut Deskripsi Teori
(1) Tingkat ekonomi keluarga (2) Tinjauan Mengenai Putus Sekolah
Motivasi orang tua menyekolahkan
anak (3) Apresiasi orang tua terhadap
pendidikan (4) Lingkungan sosial. Gunawan dalam bukunya (2010)
Orang tua mereka memiliki menuliskan putus sekolah adalah
pekerjaan seperti supir angkot, buruh predikat yang diberikan kepada
bangunan, tukang cuci dan mereka mantan peserta didik yang tidak
rata-rata setiap bulannya mampu menyelesaikan suatu jenjang
berpenghasilan di bawah standart pendidikan, sehingga tidak dapat
melanjutkan studinya ke jenjang merupakan hasil dari sebuah ikatan
pendidikan berikutnya. perkawinan yang sah yang dapat
membentuk sebuah keluarga. Orang
tua memiliki tanggung jawab untuk
Putus sekolah identik dengan mendidik, mengasuh dan
kegiatan remaja yang masih tinggi membimbing anak-anaknya untuk
tingkat kengingin tahuan nya mencapai tahapan tertentu yang
terhadap sesuatu yang baru. Dan hal menghantarkan anak untuk siap
inilah yang menyebabkan banyak dalam kehidupan bermasyarakat.
remaja yang mengalami putus Dalam ketentuan umum Undang-
sekolah. Undang-Undang nomor 4 undang Nomor 23 Tahun 2002
tahun 1979, anak terlantar diartikan tentang Perlindungan Anak,
sebagai anak yang orang tuanya dijabarkan bahwa “ayah dan/atau
karena suatu sebab, tidak mampu ibu kandung, atau ayah dan/atau ibu
memenuhi kebutuhan anak sehingga tiri, atau ayah dan/atau ibu angkat,
anak menjadi terlantar. dan wali adalah orang atau badan
yang dalam kenyataannya
menjalankan kekuasaan asuh”
Pengertian Motivasi
Pengertian Pekerjaan Orang Tua
Menurut Moekijat dalam Dwi
Secara umum menurut Deliarnov
Prasetia Danarjati, dkk (2013:77)
(1997 : 7) pengertian ekonomi
dalam bukunya “Dasar-dasar
keluarga dapat diambil dari bahasa
Motivasi” bahwa motivasi adalah
Yunani. Dalam bahasa Yunani
dorongan/menggerakkan, sebagai
ekonomi berasal dari kata oikos dan
suatu rangsangan dari dalam, suatu
nomos. Oikos berarti rumah tangga
gerak hati yang menyebabkan
(House, Hald), sedangkan nomos
seseorang melakukan sesuatu”.
berarti aturan, kaidah atau
pengelolaan. Dengan demikian secara
sederhana ekonomi dapat diartikan
Menurut Sadirman (2007), “motivasi
sebagai kaidah- kaidah, aturan-aturan
adalah perubahan energi diri
atau cara pengelolaan suatu rumah
seseorang yang ditandai dengan
tangga.
munculnya “feeling” dan didahului
dengan tanggapan terhadap adanya
Kewajiban orang tua adalah memberi
tujuan”. Menurut pendapat para ahli
nafkah kepada anak-anaknya, baik
di atas dapat disimpulkan bahwa
laki-laki maupun perempuan semenjak
motivasi adalah suatu dorongan
lahir. Namun hal ini tidak menutup
kehendak yang menyebabkan
kemungkinan bagi orang tua untuk
seseorang melakukan suatu
memberikan semaksimal mungkin,
perbuatan untuk mencapai tujuan
karena memberi nafkah dalam arti
tertentu.
memenuhi kebutuhan baik bersifat
Pengertian Orang Tua material maupun mental spiritual
membutuhkan suatu tindakan-tindakan
yaitu dengan jalan bekerja, dengan
Orang tua adalah komponen keluarga jalan bekerja orang tua akan
yang terdiri dari ayah dan ibu, dan memperoleh apa yang dinamkan
nafkah lahir yang bersifat jasmaniah Subyek Penelitian
anak pun membutuhkan kebutuhan
rohani atau mental spiritual seperti Sugiyono (2008:117) menyatakan
halnya (Darajat,( 2000:35) bahwa populasi adalah wilayah
kesejahteraan, agama, pendidikan dan generalisasi yang terdiri atas,
sebagainya. Situasi pendidikan itu objek/subjek yang mempunyai
terwujud berkat adanya pergaulan dan kualitas dan karakteristik tertentu
hubungan pengaruh mempengaruhi yang ditetapkan oleh peneliti untuk
secara timbal balik antara orang tua dipelajari dan kemudian di tarik
dan anak. kesimpulannya. Maka yang menjadi
populasi dalam penelitian ini adalah
Tujuan Penelitian keseluruhan mata pencarian orang
tua di Kelurahan Kupang Teba Kota
Tujuan dari penelitian ini adalah Bandar Lampung.
untuk mengetahui, menguji dan
menjelaskanPengaruh pergaulan
teman sebaya terhadap sikap Variabel Penelitian
materialistis dan sikap hedonism
remaja di Desa Candi Rejo Menurut Steel And Torrie dalam
Kecamatan Way Pengubuan Benyamin Lakitan (1998:96) “variabel
Kabupaten Lampung Tengah. adalah suatu karakteristik atau ciri atau
sifat yang bila diukur atau diamati dari
satu individu ke individu lain
METODE PENELITIAN menunjukkan perbedaan”. Dan
menurut Sumadi Suryabrata (2002:72)
Jenis Penelitian “variabel penelitian adalah segala
sesuatu yang akan menjadi
Jenis penelitian yang digunakan pengamatan penelitian. Variabel yang
peneliti adalah penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini adalah
ex post facto, yaitu penelitian :
penelusuran kembali terhadap suatu Variabel bebas (Variabel X)
peristiwa atau suatu kejadian dan Variabel bebas dalam penelitian ini
kemudian meruntut ke belakang adalah motivasi orang tua
untuk mengetahui faktor-faktor yang menyekolahkan anak dan tingkat
dapat menimbulkan kejadian ekonomi keluarga.
tersebut, dengan Variabel terikat (Variabel Y)
menggunakanpendekatan kuantitatif Variabel terikat dalam penelitian ini
asosiatif. adalah angka putus sekolah.
Menurut Suharsimi (2002:36) Definisi Konseptual dan
Penelitian deskriptif adalah metode Operasional
penelitian yang berusaha
menggambarkan dan Definisi Konseptual
menginterpretasikan objek apa
adanya. Penelitian ini sering disebut Definisi konseptual variabel adalah
penelitian non-eksperimen karena penegasan serta penjelasan sesuatu
peneliti tidak melakukan kontrol dan konsep dengan menggunakan konsep-
tidak memanipulasi variabel konsep (kata-kata), yang tidak harus
penelitian.
menunjukkan deskriptor, indikatornya Maka dapat dijabarkan indikator
dan bagaimana mengukurnya.Definisi yang dapat diukur adalah:
konseptual diperlukan dalam Kuat
penelitian karena definisi itu akan Sedang
mempertegas masalah apa yang akan Lemah
diteliti. Dalam penelitian ini
membahas tentang: Motivasi orang tua sekolah siswa

Tingkat Ekonomi Keluarga (X1) (X2)

Ekonomi adalah aturan-aturan atau


cara pengelolaan suatu rumah tangga. Maka dapat dijabarkan indikator
Ekonomi sering diukur dengan yang dapat diukur adalah:
“uang”. Keluarga yang memiliki Kuat
tingkat ekonomi tinggi akan dengan Sedang
mudah mengaturnya untuk kebutuhan Lemah
keluarganya,sedangkan keluarga yang
memiliki ekonomi rendah akan Angka Putus Sekolah (Y)
kesulitan untuk mengaturnya.
Maka dapat dijabarkan indikator
Motivasi orang tua yang dapat diukur adalah:
Rendah
Menyekolahkan Anak (X2) Sedang
Tinggi
Motivasi adalah dorongan atau
menggerakkan, sebagai suatu Teknik Pengumpulan Data
rangsangan dari dalam, suatu
gerak hati yang menyebabkan Menurut Aziz Firdaus (2012:26) “data
seseorang melakukan sesuatu. dapat diartikan sebagai sesuatu yang
Indikator dalam variabel ini adalah diketahui, atau sesuatu yang dianggap.
motivasi dari dalam diri siswa Data sebagai sesuatu yang dianggap
(intrisik) dan motivasi dari luar diri menunjukkan sesuatu yang masih
siswa (ekstrisik). harus dibuktikan kebenarannya
(hipotesis), dan dapat juga sebagai
sesuatu yang belum terjadi
Angka Putus Sekolah (Y) (forcasting)”.

Selain keluarga, sekolah juga Teknik Pokok


merupakan tempat yang memiliki
peran penting dalam mendidik anak- Angket
anak. Diharapkan dengan sekolah,
anak-anak dapat mempersiapkan Teknik penunjang
mentalnya agar mampu hidup di dalam
masyarakat. Wawancara
Study Kepustakaan
Definisi operasional Observasi
Tingkat Ekonomi Keluarga (X1)
Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji Validitas =Koefisien korelasi item ganjil
dan genap
Menurut Suharsimi Arikunto (Sutrisno Hadi ,
(2006:168) bahwa “sebuah instrumen 1989:318).
dikatakan valid apabila mampu 5. Hasil analisis kemudian
mengukur apa yang diinginkan. dibandingkan dengan tingkat
Sebuah instrumen dikatakan valid reliabilitas.
apabila dapat mengungkap data dari AdapuncriteriareliabilitasmenurutM
asaneMallo (1989:139)
variabel yang diteliti secara tepat”.
adalahsebagaiberikut:
Untuk uji validitas dilihat dari logical 0,90 – 1,00 = Reliabilitastinggi
validity dengan cara “judgement” yaitu 0,50 – 0,89 = Reliabilitassedang
dengan cara mengkonsultasikan 0,00 – 0,49 = Reliabilitasrendah
kepada beberapa ahli penelitian dan Teknik Analisis Data
tenaga pengajar. Dalam penelitian ini
penulis mengkonsultasikan kepada Tindak lanjut dari pengumpulan data
pembimbing skripsi yang dianggap adalah menganalisis data.Dalam
penulis sebagai ahli penelitian dan penelitian ini menggunakan suatu
menyatakan angket ini valid. analisis data kuantitatif yaitu atau
data yang berupa angka dari tiap-tiap
Uji Reliabilitas item angket yang disebarkan kepada
responden.
Menurut Arikunto (2006:178)
menyatakan bahwa “untuk menumbuhkan Adapun penggolongan data ini
kemantapan alat pengumpulan data maka
adalah menggunakan rumus interval
akan digunakan uji coba angket,
reliabilitas menunjukkan bahwa suatu yaitu :
instrumen tersebut sudah baik”. Keterangan :
Adapun langkah-langkah yang I = Interval
akanditempuhadalahsebagaiberikut: NT = Nilai Tinggi
1. Menyebarkanangketataumengujico NR = Nilai Rendah
bakankepada 10 orang di K = Kategori
luarresponden.
2. Untukmengujireliabilitasangketdigu Selanjutnya disajikan dalam bentuk
nakanteknikbelahdua, presentase pada setiap tabel
ganjildangenap. kesimpulan.
3. Kemudian hasil item ganjil dan
P = Besarnya Presentase
genap dikorelasikan ke dalam
rumus product momentyaitu: F = Jumlahskor yang diperoleh dari
Keterangan: seluruh item
Hubungan variabel x dan y N = Jumlah perkalian seluruh item
X = Variabel bebas dengan responden
Y = Variabel terikat (Mohammad Ali,1985:184)
N = Jumlah sampel
4. Untuk mengetahui kofesien Untuk menafsirkan banyaknya
reliabilitas seluruh item angket presentase menggunakan rumus
digunakan rumus Sperman Brown: Suharsimi Arikunto (1998:196) yang
Keterangan: diperoleh digunakan kriteria sebagai
= Koefisien seluruh tes
berikut :
76% - 100% = Baik
56% - 75% = Cukup
40% - 55% = KurangBaik Jkreg = jumlah kuadrat regresi
0% - 39% = TidakBaik ∑y2 = jumlah kuadrat dari
pengamatan variabel Y
Pengujian hipotesis secara sendiri-
sendiri HASILPENELITIAN DAN
Koefisien-koefisien regresi a dan b PEMBAHASAN
untuk regresi linier
Y = subjek dalam variabel yang Pembahasan
diprediksi
A=nilai intercept (konstanta) harga Y Setelah penulis melakukan
jika X = 0 penelitian, kemudian penulis
B= koefisien arah regresi penentu menganalisis data yang diperoleh
ramalah (prediksi) yang maka penulis akan mencoba
menunjukkan nilai peningkatan atau menjelaskan bagaimana pengaruh
penurunan variabel Y pergaulan teman sebaya terhadap
X= subjek pada variabel bebas yang sikap materialistis dan sikap
mempunyai nilai tertentu. hedonisme remaja di Desa Candi
Rejo Kecamatan Way Pengubuan
Setelah menguji hipotesis regresi linier Kabupaten Lampung Tengah,
sederhana sebagai berikut:
penguji hipotesis yaitu:
Jika thitung> ttabelmaka Hoditolak
Jika thitung< ttabel maka Hoditerima. 1. Pengaruh Tingkat Ekonomi
Ttabeldiperoleh dari daftar distribusi t Keluarga (X1) Terhadap Angka
dengan peluang ( 1- α) dengan α = Putus Sekolah (Y)
0,005 dan dk = n – 2
Berdasarkan hasil penelitian
Selanjutnya data akan diuji dengan untuk variabel tingkat ekonomi
menggunaka rumus regresi berganda, keluarga, termasuk dalam
Y = Variabel dependen kategori rendah menyatakan
bahwa ekonomi orang tua dapat
a =Harga konstanta
memberikan pengaruh terhadap
b1= Koefisien regresi pertama
sebagian orang tua yang tidak
b2 = Koefisien regresi kedua
memiliki penghasilan yang cukup
Y1 = Variabel independen pertama
tinggi . Mereka lebih terarah
Y2 = Variabel independen kedua
kepada pemenuhan kebutuhan
pokok yang layak seperti
Selanjutnya data akan diuji dengan
sandang, pangan dan papan,
menggunakan uji determinasi X
sehingga anak merasa minder
dengan Model Summary
untuk bersekolah karena orang
tua tidak memiliki pendapatan
Selanjutnya untuk membedakan
yang cukup tinggi. Kemudian
dengan korelasi antara dua variabel
untuk kategori tinggi karena
X dan Y, yang dinyatakan dengan r,
ekonomi orang tua tidak
maka untuk mengukur derajat
memberikan pengaruh terhadap
hubungan antara tiga variabel atau
sebagian orang tua yang
lebih digunakan simbol R ditentukan
berpenghasilan tinggi. Dimana
oleh:
mereka akan mememenuhi segala
R2 = nilai koefisien determinasi
keinginan yang mereka Berdasarkan hasil pengolahan
ingininkan termasuk keinginan data dan pengujian hipotesis,
untuk menyekolahkan anak dapat diketahui bahwa ada
mereka ke jenjang pendidikan pengaruh yang signifikan antara
yang lebih tinggi dan dimana motivasi orang tua
mereka sudah melebihi kriteria di menyekolahkan anak terhadap
lebel sebagai masyarakat modern angka putus sekolah di Kelurahan
atau kaum raya. Dan kategori Kupang Teba Kota Bandar
sedang bahwa ekonomi orang tua Lampung. Berdasarkan hasil
sedikit memberikan pengaruh penelitian untuk variabel
terhadap sebagian orang tua yang motivasi menyekolahkan anak,
berpenghasilan pas-pasan. termasuk dalam kategori sedang
Dimana keluarga tersebut yaitu dimana dorongan orang tua
memiliki pendapatan yang pas untuk menyekolahkan anaknya
untuk memenuhi kebutuhan masih standart karena orang tua
sandang dan papan, dimana masih belum mengerti dengan
pendapatan mereka tidak kurang pentingnya pendidikan untuk
dari standart yang diberikan oleh anak melanjutkan pendidikan
BPS (Badan Pusat statistik) yang lebih tinggi. Kemudian
sebagai acuan untuk kategori rendah yaitu dimana
penggolongan status ekonomi dorongan orang tua untuk
dikalangan masyarakat menyekolahkan anaknya masih
Indonesia. Faktor ekonomi rendah karena orang tua masih
keluarga banyak menentukan belum sama sekali mengerti
dalam belajar anak. Misalnya dengan pentingnya pendidikan
anak dalam keluarga mampu untuk anak melanjutkan
dapat membeli alat-alat sekolah pendidikan yang lebih tinggi.
lengkap, sebaliknya anak-anak Selanjutnya termasuk kategori
dari keluarga miskin tidak dapat tinggi yaitu dimana dorongan
membeli alat – alat itu. Dengan orang tua untuk menyekolahkan
alat serba tidak lengkap inilah anaknya tinggi karena orang tua
maka hati anak – anak kecewa, sudah mengerti dengan
mundur , putus asa sehingga pentingnya pendidikan untuk
dorongan belajar mereka kurang. anak melanjutkan pendidikan
Dengan demikian, pernyataan yang lebih tinggi dan masa depan
tersebut menyiratkan bahwa untuk anaknya.
betapa pentingnya orang tua
memiliki kondisi ekonomi yang Motivasi orang tua
baik karena dapat mempengaruhi menyekolahkan anak itu sendiri
kelangsungan pendidikan merupakan dorongan orang tua
anaknya. yang timbul karena
kemampuanya, dimana
2. Pengaruh Motivasi Orang kemampuan orang tua karena
Tua Menyekolahkan Anak kondisi sosial yang baik. Kondisi
(X2) Terhadap Angka Putus sosial keluarga meliputi kondisi
Sekolah (Y) ekonomi yaitu pendapatan dan
kondisi sosial yang baik yaitu
latar belakang pendidikan orang
tua, harapan atau keinginan orang Berdasarkan hasil pengelolan
tua, cita-cita, lingkungan sekitar, data, dapat dilihat dari 64
dan teman sebaya. Orang tua responden, yang terdiri dari
sebenarnya kunci motivasi dalam orang tua anak putus sekolah di
pendidikan anaknya. Timbulnya lingkungan I, II, dan III
motivasi orang tua ditunjang oleh menyatakan bahwa pengaruh
keseraian-keseraian yang ada di tingkat ekonomi keluarga dan
dalam suatu keluarga. motivasi orang tua
Keseraian-keseraian itu timbul menyekolahkan anaknya
dari adanya kedisiplinan dan berpengaruh terhadap angka
pengertian orang tua mendidik putus sekolah di Kelurahan
anaknya. Kupang Teba Kota Bandar
Lampung Dari pengujian
Dalam hal ini peran orang tua hipotesis antara variable X
sangat dibutuhkan untuk anak. (tingkat ekonomi keluarga)
Orang tua diharapkan mampu dengan variable Y (motivasi
mendorong anak untuk tetep orang tua menyekolahkan
mengenyam pendidikan yang anaknya) dengan menggunakan
lebih tinggi. Cara dan gaya yang uji signifikan dimana F hitung
digunakan orang tua untuk sebesar 2,832 sedangkan F tabel
mendidik anak akan menentukan sebesar 1,998. Demikian F
seberapa baik konsep diri anak, hitung> F tabel sehingga dapat
maka semakin mudah anak untuk disimpulkan ada pengaruh yang
mencapai kesuksesan yang ia signifikan antara variable
inginkan dalam hidup dimasa pendapatan orang tua terhadap
depan dan begitu juga motivasi menyekolakan anak ke
sebaliknya. Motivasi orang tua SMA atau menolak hipotesis nol.
muncul akibat adanya
rangsangan atau pengaruh dari Dengan demikian H0 ditolak
dalam diri orang tua dan dari dengan Ha diterima berarti
luar. Orang tua yang tidak terdapat pengaruh yang positif
memiliki keinginan antara pengaruh tingkat ekonomi
menyekolahkan anak dapat keluarga dan motivasi orang tua
menyebabkan putus sekolah. menyekolahkan anaknya
Orang tua dengan pemikiran berpengaruh terhadap angka
yang tidak berkembang dan tidak putus sekolah di Kelurahan
memprioritaskan pendidikan Kupang Teba Kota Bandar
akan menjadi pola pikir anak Lampung.
sama dengannya. Hal demikian
tentu menjadikan anak tidak anak putus sekolah adalah
mengenyam tingkat pendidikan keadaan dimana anak mengalami
yang lebih baik. keterlantaran karena sikap dan
perlakuan orang tua yang tidak
3. Pengaruh Tingkat Ekonomi memberikan perhatiann yang
Keluarga (X1) dan Motivasi layak terhadap proses tumbuh
Orang Tua Menyekolahkan kembang anak tanpa
Anak (X2) Tehadap Angka memperhatikan hak-hak anak
Putus Sekolah (Y) untuk mendapatkan pendidikan
yang layak. Baik seorang anak
yang putus sekolah karena
sesuatu hal biasa disebabkan SARAN
karena malu, malas takut, sekedar
ikut-ikutan dengan temannya Berdasarkan hasil penelitian diatas dan
atau karena alasan lain sehingga berdasarkan pengamatan penulis,
mereka keluar dari sekolah dan maka penulis memberikan saran-saran
tidak masuk lagi untuk selama- sebagai berikut:
lamanya. Seperti tingkat ekonomi
keluarga dan motivasi orang tua 1. Hendaknya anak yang ingin
menyekolahkan anak jika belajar harus sesuai dengan
ekonomi orang tua rendah dan beasiswa anak miskin atau
motivasi menyekolahkan anak keadaan keluarganya.
juga rendah maka akan 2. Orang tua di harapkan memiliki
berpengaruh terhadap angka pekerjaan sampingan untuk
putus sekolah. Jadi, dari uraian memenuhi kebutuhan anak
tersebut dapat disimpulkkan untuk bersekolah.
bahwa angka putus sekolah 3. Bagi orang tua dapat memberi
berpengaruh terhadap ekonomi peringatan agar memberikan
orang tua dan motivasi orang tua perhatian dan peranan yang
terhadap angka putus sekolah. lebih mengarahkan dan
mendukung baik secara moral
maupun material terhadap
pendidikan anak-anaknya.
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
Daftar Pustaka
Berdasarkan analisis data dan
pembahasan hasil penelitian, maka Abdussalam R. 1990. Hukum
dapat disimpulkan bahwa terdapat Perlindungan Anak. Jakarta:
pengaruh positif dan signifikan Grafindo Persada.
antara tingkat ekonomi keluarga dan
Ahmadi. 1990. Sumber Pekerjaan.
motivasi orang tua menyekolahkan
Jakarta. Bina Aksara.
anak terhadap angka putus sekolah di
Kelurahan Kupang Teba Kota Baharuddin M.1997. Putus Sekolah.
Bandar Lampung, yaitu ekonomi Jakarta. Gramedia.
orang tua dan motivasi orang tua
menyekolahkan anak rendah Dalyono. 2008. Psikologi
mempengaruhi angka putus sekolah. Pendidikan. Jakarta. Rineka
Faktor penyebab anak putus sekolah Cipta.
di pengaruhi dengan kondisi
ekonomi keluarga, pengaruh temen Darajat. 2000. Pekerjaan dan
yang tidak sekolah, sering Tanggung Jawab Orang
membolos, dan kurangnya minat Tua. Jakarta. Gramedia.
untuk meraih pendidikan atau Firdaus, Aziz. 2012. Metode
mengeyam pendidikan dari anak Penelitian. Tangerang Selatan:
didik itu sendiri. Jelajah Nusa.