Anda di halaman 1dari 23

PROYEK

BANGUNAN PERKANTORAN MEGA KUNINGAN


JAKARTA

Laporan Perencanaan
Pekerjaan Instalasi
PEMADAM KEBAKARAN

Ir. Yesualdus Wahyatmoko


SIBP No. : 0549/P/SDP-A/DPPB/X-2010

18 Nopember 2011
DAFTAR ISI Halaman

1. UMUM ……………………………………………………………………………. 2
1.1 Data Proyek ………………………….……………………………….. . 2
1.2 Fungsi Bangunan …………………………………………………….. . 2
1.3 Data Bangunan ………………………………………………………. . 2

2. MAKSUD DAN TUJUAN ………………………………….……………………. 5

3. STANDARD DAN PERATURAN YANG BERLAKU …….……………………. 5


3.1 Standard dan Peraturan yang Berlaku ………………………………. 5
3.2 Referensi yang dipakai …….………………………………………….. 5

4. KRITERIA PERANCANGAN ……………………………...……………………. 5

5. KONSEP PERANCANGAN …………………………………………………….. 7


5.1 Kapasitas Pompa Utama …………………………….……………….. 7
5.2 Kapasitas Tangki Air untuk Pemadam Kebakaran ..……………….. 7

6. PERHITUNGAN …….……………………………………...……………………. 8

7. URAIAN CARA KERJA SISTEM ………………………...……………………. 8


7.1 Alat Pemadam Api Ringan ….……………………….……………….. 8
7.2 Pompa Jockey ……………….……………………….……………….. 8
7.3 Pompa Utama Kebakaran …..……………………….……………….. 8

LAMPIRAN :

Lampiran 1 Tabel Kebutuhan Alat Kebakaran Per Lantai


Lampiran 2 Isometrik Pemipaan Fire Hidran
Lampiran 3 Kapasitas & Head Pompa Pemadam Kebakaran
Lampiran 4 Perhitungan Hidrolik Sprinkler
Lampiran 5 Kurva Pompa
Lampiran 6 Perhitungan Hidrolik
Lampiran 7 Tabel Perhitungan Orifice Hidran
Lampiran 8 Acuan Perhitungan Orifice Hidran
Lampiran 9 Gambar Skematik Pemadam Kebakaran

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -1-


LAPORAN PERENCANAAN
PEKERJAAN INSTALASI
PEMADAM KEBAKARAN

PROYEK BANGUNAN PERKANTORAN MEGA KUNINGAN


JAKARTA

1. UMUM

1.1 DATA PROYEK

Nama Proyek : MEGA KUNINGAN

Lokasi : Jl. Lingkar Mega Kuningan, Kav. 67 – Jakarta

1.2 FUNGSI BANGUNAN

Bangunan ini secara umum berfungsi sebagai Hunian (Kantor), terdiri dari 30 Lantai + 4
Basemen.

1.3 DATA BANGUNAN

1.3.1 Parkir / Basement

Luas Luasan/ Jumlah Ketinggian


No Lantai Fungsi Lantai Orang Penghuni Peil
(m2) (m2) Lantai
1 Basemen 4 - Parkir 3261 30 109 -13,50
- Kantor Keamanan 22 10 2
- Ruang MEP 435 -
- Lobby Lift & Koridor 107 -

2 Basemen 3 - Parkir 3014 30 100 -10.50


- Kantor Pengelola 40 10 4
- Ruang MEP 718 -
- Gudang 10 -
- Lobby Lift & Koridor 105 -

3 Basemen 2 - Parkir 2950 30 98 -7.50


- Kantor Pengelola 40 10 4
- Gudang 10 -
- Ruang MEP 754 -
- Lobby Lift & Koridor 105 -

4 Basemen 1 - Parkir & Loading Zone 2743 30 91 -4.50


- Ruang Securiti 10 10 1
- Kantor Pengelola 17 10 2
- Tempat sampah basah & kering 68 -
- Ruang MEP 616 -
- Ruang Operator Telepon 17 10 2
- Ruang Kontrol 7 10 1
- Lobby Lift & Koridor 144 -

TOTAL 15.193 414

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -2-


1.3.2 Perkantoran

Luas Luasan/ Jumlah Ketinggian


No Lantai Fungsi Lantai Orang Penghuni Peil
(m2) (m2) Lantai
1 Lantai Dasar - Food & Beverage 491 5 98 +0.00
- Retail 349 5 70
- Ruang MEP 155 -
- Ruang PLN 22 -
- Toilet Executive 4 -
- Lobby Kantor, Lobby Lift & 833 -
Koridor -

2 Lantai 2 - Parkir 1244 30 41 +7.00


- Ruang MEP 169 -
- Gudang 77 -
- Lobby lift 64 -

3 Lantai 2A - Parkir 1298 30 43 +10.20


- Ruang MEP 166
- Gudang 77
- Lobby Lift 64

4 Lantai 3 - Parkir 2001 30 67 +13.40


- Ruang MEP 164 -
- Gudang 14 -
- Lobby Lift & Koridor 151 -

5 Lantai 4 - Parkir 2783 30 93 +16.60


- Ruang MEP 164 -
- Gudang 14 -
- Lobby Lift & Koridor 149 -

6 Lantai 5 - Ruang senam / fitness centre 482 10 48 +20.90


- SPA 691 10 69
- Ruang MEP 173 -
- Toilet 4 -
- Dapur bersih & Gudang 4 -
pembersih
- Lobby lift & Koridor 151 -

7 Lantai 6 - Kantor 1340 10 134 +26.90


- Ruang MEP 155 -
- Toilet 30 -
- Dapur bersih & Gudang 4 -
bersih
- Lobby lift & Koridor 127 -

8 Lantai 7 - Kantor @1340x13 = 17420 10 1742 +31.20


s/d - Ruang MEP @155x13 = 2015 - s/d
Lantai 19 - Toilet @30x13 = 390 - +82.80
(13 Lantai) - Dapur bersih & gudang @4x13 = 52 -
pembersih
- Lobby lift & Koridor @125x13 = 1625 -

9 Lantai 20 - Kantor 1289 10 129 +88.30


- Ruang MEP 190 -
- Dapur bersih & Gudang 4 -
pembersih
- Toilet 31 -
- Lobby lift & Koridor 143 -

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -3-


Luas Luasan/ Jumlah Ketinggian
No Lantai Fungsi Lantai Orang Penghuni Peil
(m2) (m2) Lantai
10 Lantai 21 - Kantor @1470x10 = 14700 10 1470 +92.60
s/d - Ruang MEP @104x10 = 1040 - s/d
Lantai 30 - Dapur bersih & Gudang @4x10 = 40 - +131.30
(10 Lantai) pembersih
- Toilet @29x10 = 290 -
- Lobby lift & Koridor @123x10 = 1230 -

11 Lantai Ruang - Ruang MEP 105 - +140.65


Mesin dan - Atap 1489 -
ME (Atap)

TOTAL 55.667 3.937

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -4-


2. MAKSUD DAN TUJUAN

Sistem pemadam kebakaran bertujuan untuk menyediakan peralatan-peralatan yang diharapkan


mampu memadamkan api pada saat terjadi kebakaran.

3. STANDAR PERATURAN & REFERENSI

3.1 Standar Peraturan Yang Berlaku

1. SNI 03–1745–2000, Tata Cara Perencanaan dan pemasangan sistem pipa tegak dan slang
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

2. SNI 03-3989-2000, Tata Cara Perencanaan dan pemasangan sistem sprinkler otomatik
untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung.

3. SNI 03-6570-2001, Instalasi pompa yang dipasang tetap untuk proteksi kebakaran

4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No.26/PRT/M/2008, Tgl. 30


Desember 2008 tentang “Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan
Gedung dan Lingkungan”.

5. PERDA DKI No. 8 Tahun 2008 tentang “Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya
Kebakaran”.

6. Standar NFPA 13 tentang “Installation of Sprinkler System”


7. Standar NFPA 14 tentang “Installation of Stand Pipe and Hose System”
8. Standar NFPA 20 tentang “Centrifugal Fire Pumps”

3.2 Referensi yang dipakai

a. Buku Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem Plambing oleh Soufyan M. Noerbambang dan
Morimura.

4. KRITERIA PERANCANGAN

a. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Hidran Gedung

1. Tingkat bahaya kebakaran :


• Kantor : bahaya kebakaran ringan.
• Parkir : bahaya kebakaran sedang kelompok I
(lihat SNI 03-3989-2000 pasal 4.2.2)

2. Sisa tekanan minimum pada landing valve hidran terjauh sebesar 6,9 kg/cm2 (diujung
nozzle ∅ 65 mm), tekanan maksimum pada landing valve hidran sebesar 12 kg/cm2.

3. Sumber air dari PAM dan sumur dalam.

4. Kapasitas reservoir untuk 60 menit durasi kebakaran.

5. Kapasitas dan head pompa kebakaran mampu menanggulangi kebakaran pada setiap
tekanan minimum yang dipersyaratkan.

6. Jumlah hidran gedung sesuai dengan peraturan untuk gedung bertingkat yaitu 800 m2
per satu buah hidran gedung dan diletakan dengan jarak maksimum 30 m dari area
terjauh. Disediakan minimum dua sambungan dinas kebakaran yang terletak di pintu
masuk gedung.

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -5-


b. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Hidran Halaman

1. Perletakan hidran halaman maksimum 90 m antar hidran halaman.

2. Sisa tekanan minimum pada hidran terjauh sebesar 6,9 kg/cm2 (untuk Ø 65mm).

3. Sumber air dari PAM dan sumur dalam.

4. Kapasitas reservoir untuk 60 menit durasi kebakaran (sistem kombinasi dengan hidran
gedung).

5. Kapasitas dan head pompa kebakaran menggunakan kapasitas dan head yang sama
dengan hidran gedung (sistem kombinasi dengan hidran gedung).

6. Jumlah dan perletakan hidran halaman sesuai dengan peraturan untuk gedung
bertingkat yaitu di sekeliling gedung dengan jarak minimum 10 m dari bangunan.

7. Sambungan dinas kebakaran dibeberapa tempat tidak digabungkan menjadi satu


sebelum masuk ke masing – masing pipa tegak.

c. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Sprinkler

1. Perletakan katup kendali utama dibeberapa lantai, antara lain :


• Basemen 03 : 1 buah katup kendali
• Basemen 1 : 1 buah katup kendali
• Lantai 2 : 1 buah katup kendali
• Lantai 4 : 1 buah katup kendali
• Lantai 9 : 1 buah katup kendali
• Lantai 14 : 1 buah katup kendali
• Lantai 19 : 1 buah katup kendali
• Lantai 24 : 1 buah katup kendali

2. Perletakan katup pengetesan berada di shaft riser sprinkler.

3. Sisa tekanan minimum pada kepala sprinkler terjauh sebesar 0,62 kg/cm2 untuk
kebakaran ringan dan 0,56 kg/cm2 untuk kebakaran sedang kelompok I.

4. Sumber air dari PAM dan sumur dalam.

5. Kapasitas reservoir untuk 60 menit durasi kebakaran.

6. Kapasitas dan head pompa kebakaran menggunakan kapasitas dan head yang sama
dengan hidran gedung (sistem kombinasi).

7. Jumlah dan perletakan kepala Sprinkler :

• Kantor : minimum 1 buah springkler per 20 m2, jarak maksimum antar


springkler 4,6 m (bahaya kebakaran ringan).

• Parkir : minimum 1 buah sprinkler per 12 m2, jarak maksimum antar


sprinkler 3,6 m (bahaya kebakaran sedang kelompok I).

8. Jumlah kepala sprinkler per riser untuk bahaya kebakaran ringan adalah maksimum 500
sprinkler sesuai dengan SNI 03-3989-2000 (bahaya kebakaran ringan).

9. Jumlah kepala sprinkler per riser/area parkir untuk bahaya kebakaran sedang adalah
maksimum 1000 sprinkler sesuai dengan SNI 03-3989-2000 (bahaya kebakaran
sedang).

10. Jumlah cadangan kepala sprinkler sebanyak 36 buah, sesuai dengan SNI 03-3989-2000
dimana klasifikasi bahaya terberat adalah kebakaran sedang.

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -6-


d. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan APAR

1. Tingkat bahaya kebakaran


• Kantor : bahaya kebakaran ringan
• Parkir : bahaya kebakaran sedang
2. Jumlah APAR
• Kantor : maksimal 3 kg APAR per 279 m2
• Parkir : maksimal 3 kg APAR per 139 m2

3. Perletakan APAR
• Kantor : jarak jangkauan maksimum ke APAR 23 m
• Parkir : jarak jangkauan maksimum ke APAR 23 m

4. Jenis dan daya padam APAR


• Area Umum : bubuk kimia kering ABC 3 kg
• Ruang Pompa, Genset, Listrik : CO2 23 kg (Beroda)
• Ruang Panel, Ruang Mekanik : CO2 5 kg

e. Sambungan mobil kebakaran dengan seamese connection (SMC)

1. Perletakan SMC, 2 SMC pada jalan masuk dan 2 SMC pada jalan keluar.

2. Sumber air dari mobil pemadam kebakaran

5. KONSEP PERANCANGAN

Bangunan ini terdiri dari :

• 5 lantai parkir
• 4 lantai basemen
• 24 kantor
• 1 ruang serbaguna

Ketinggian bangunan = 158,10 m

5.1 Kapasitas Pompa

• Kapasitas Pompa Utama

Sesuai SNI 03-1745-2000 pasal 7.9.1.1 dan 7.9.1.3, maka kapasitas pompa kebakaran
dihitung untuk sistem kombinasi / pasokan bersama hidran dan sprinkler. Jumlah pipa
tegak 2 untuk hidran dan 1 untuk sprinkler, maka kapasitas pompa kebakaran adalah :

- Kapasitas pompa utama = 1000 GPM


- Kapasitas pompa pemacu (jockey pump) = 7,5 GPM

5.2 Kapasitas Tangki Air Untuk Pemadaman Kebakaran

Perhitungan kapasitas tangki air pemadam mampu menampung air untuk kebutuhan
kapasitas (laju aliran) pompa sistem pemadam kebakaran sesuai NFPA 14 (1996), bagian 7
– 2 minimum 30 menit dan Kep Men PU No.26/PRT/M/2008, bagian 3.3.a.2.b minimum 45
menit, yang terletak pada Basemen 1, ditentukan untuk durasi 60 menit.

FWT = 1000 GPM x 60 menit


= 3785 liter/menit x 60 menit
= 227100 liter = 228 m3

Pengambilan kapasitas tangki untuk pemadam kebakaran = 228 m3.

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -7-


6. PERHITUNGAN

1. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Hidran :

Perhitungan ukuran pipa :


• Pipa riser hidran = 150 mm (ukuran riser berdasarkan panjang pipa terjauh hidran
terhadap pompa lebih dari 30 m).
• Pipa riser hidran gedung menggunakan pipa diameter 150 mm apabila panjang pipa
hidran terjauh tidak lebih dari 30 m).
• Pipa utama = 200 mm.

2. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Sprinkler

Zona pelayanan alarm gong melayani beberapa lantai, sehingga jumlah springkler mencapai
500 buah per riser (bahaya kebakaran ringan) dan 1000 buah per riser (bahaya kebakaran
sedang).

3. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan Hidran Gedung

Penentuan jumlah hidran gedung berdasarkan jarak maksimum antar hidran gedung sejauh
60 m.

4. Sistem Pemadaman kebakaran dengan Hidran Halaman

Penentuan jumlah hidran dan sambungan dinas kebakaran sesuai dengan peraturan yang
berlaku.

5. Sistem Pemadaman Kebakaran dengan APAR.

Penentuan jumlah APAR, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

7. URAIAN CARA KERJA SISTEM

7.1 APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

APAR adalah pemadam api yang ringan, mudah dibawa/dipindahkan dan dikerjakan/dilayani oleh
satu orang. Alat ini hanya digunakan untuk memadamkan api pada awal terjadinya kebakaran,
bila diketahui oleh orang pada saat api belum terlalu besar, yaitu dengan cara penyemprotan ke
sumber api.

7.2 Pompa Jockey

Pompa jockey berfungsi untuk menjaga tekanan air pada instalasi sprinkler dan hidran tetap
berada pada batas tekanan yang ditentukan dengan cara membuat sistim kontrol otomatis untuk
pompa agar hidup pada saat tekanan turun akibat kebocoran pada seal pompa dan mati pada
saat tekanan yang ditentukan telah tercapai.

7.3 Pompa Utama Kebakaran

Pompa utama pemadam kebakaran berfungsi untuk mengalirkan air secara otomatis pada saat
sprinkler pecah akibat kebakaran atau pada saat dilakukan penyemprotan dengan menggunakan
hidran.

a. Pompa utama kebakaran :

Churn Pressure = 376 Psi = 260 mka

JP Stop = Churn pressure + H static suction


= 260 mka + 2 mka
= 262 mka (378 Psi)

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -8-


JP Start – 10 Psi

JP Start = JP Stop – 7 mka


= 262 mka – 7 mka
= 255 mka (368 Psi)

JP Start – 5 Psi

EFP Start = JP start – 3 mka


= 255 mka – 3 mka
= 252 mka (364 Psi)

EFP Stop = Manual

DFP Start = EFP Start – 10 Psi

= EFP Start – 7 mka


= 252 mka – 7 mka
= 245 mka (354 Psi)

Laporan Perencanaan - PEMADAM KEBAKARAN -9-


LAMPIRAN
LAMPIRAN 1
PROYEK BANGUNAN PERKANTORAN MEGA KUNINGAN

TABEL KEBUTUHAN ALAT KEBAKARAN PER LANTAI

18/11/11
JUMLAH PIPA TEGAK KLASIFIKASI JENIS & JUMLAH ALAT KEBAKARAN
NAMA LANTAI FUNGSI ELEVASI
IHB SPRINKLER KEBAKARAN PH/OHB SMC IHB SPR / SPARE FE CO2 CO2 Trolley

BASEMENT

BASEMENT 4 6 1 PARKIR -13.500 SP. SEDANG - - 6 359/24 18 1 1


BASEMENT 3 6 1 PARKIR -10.500 SP. SEDANG - - 6 343/24 17 1 1
BASEMENT 2 6 1 PARKIR -7.500 SP. SEDANG - - 6 366/24 16 1 -
BASEMENT 1 6 1 PARKIR -4.500 SP. SEDANG - - 6 354/24 18 4 2

DENAH SITUASI - - - 4 4 - - - - -

LANTAI 1 2 1 PARKIR ±0.0 SP. SEDANG - - 3 103/24 8 2 -


LANTAI 2 2 1 PARKIR +7.000 SP. SEDANG - - 2 136/24 6 1 -
LANTAI 2A 2 1 PARKIR +10.200 SP. SEDANG - - 2 174/24 6 1 -
LANTAI 3 2 1 PARKIR +13.400 SP. SEDANG 4 175/24 9 1 -
LANTAI 4 2 1 PARKIR +16.600 SP. SEDANG - - 4 175/24 9 1 -
LANTAI 5 2 1 KANTOR +20.400 SP. RINGAN - - 3 96/6 4 2 -
LANTAI 6 2 1 KANTOR +26.900 SP. RINGAN - - 3 109/6 10 2 -
LANTAI 7-19 2 1 KANTOR +31.200 - +82.800 SP. RINGAN - - 3 1392/6 10 2 -
LANTAI 20 2 1 KANTOR +88.300 SP. RINGAN - - 3 113/6 10 3 -
LANTAI 21-30 2 1 KANTOR +22.600 - +131.300 SP. RINGAN - - 3 1071/6 10 2 -
LANTAI ATAP 1 1 KANTOR +140.650 SP. RINGAN - - 1 - 2 1 -

MP2\PK-TPIB LAMP1-ALAT KEBKRN


Printed 11/17/2011 1 of 1
LAMPIRAN 3

KAPASITAS & HEAD POMPA PEMADAM KEBAKARAN

1. KAPASITAS POMPA UTAMA

Kapasitas Pompa Utama yang diambil = 1000 GPM

2. KAPASITAS POMPA PEMACU (JOCKEY PUMP)

= 7,5 Gpm

3. HEAD POMPA UTAMA

Aliran Dia Panjang Panjang Ekivalen Total Kerugian Kerugian


NO Jalur Pipa Pipa Panjang Gesek Tekanan
(l/min) (mm) (m) (m) (m) (mka/m) (mka)
1 X–Z 1000 200 6,169 ELB90 = 1 x 6,5 = 6,5 12,669 0,028 0,35
(3785)

2 A–B 1000 200 2,4 ELB90 = 1 x 6,5 = 6,5


(3785) GV = 1 x 1,4 = 1,4
CV = 1 x 15 = 15
TB = 1 x 14 = 14
= 36,9 39,3 0,028 1,1

3 B–C 1000 250 1,9 Tee Branch = 1 x 20 = 20


(3785) T.STG = 1x5 = 5
= 25 26,9 0,009 0,24

4 C–D 1000 200 20,8 ELB90 = 6 x 6,5 = 39


(3785) Tee Branch = 1x4 = 4
= 43 63,8 0,028 1,78

5 D–E 750 200 140,65 ELB90 = 2 x 6,5 = 13


(2840) Tee Branch = 5x4 = 20
33 173,65 0,014 2,43

6 E–F 500 150 3,5 ELB90 = 1x6 = 6


(1893) Tee Branch = 1x9 = 9
T.STG = 1 x 1,8 = 1,8
= 16,8 20,3 0,026 0,527

7 F–G 500 100 19,6 ELB90 = 1 x 4,2 = 4,2


(1893) T.STG = 2 x 1,2 = 2,4
= 6,6 26,2 0,18 4,71

8 G–H 500 100 3.475 ELB90 = 3 x 4,2 = 12,6


(1893) T.STG = 1 x 1,2 = 1,2
= 13,8 17,2 0,18 3

9 H–I 250 80 9,54 ELB90 = 1x3 = 3 12,54 0,19 2,34


(946)

16,4

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP3-head pompa Hal - 1/2 -


H rugi-rugi = 16,4 mka
H Statis = 140,65 + 10,5 = 151,15 mka
H servis = 69 mka

H total = (16,4 + 151,15 + 69) mka


= 236,55 mka ≈ 237 mka

4. HEAD POMPA PEMACU (JOCKEY PUMP)

= 5 ~ 10 mka + Head total Pompa Utama


= 5 mka + 240 mka
= 245 mka

5. DATA-DATA POMPA PEMADAM KEBAKARAN

a. Pompa Utama

i) Listrik (EFP)

Kapasitas = 1000 GPM (3785 LPM)


Tekanan (Head) = 240 mka (346 psi)
Putaran = 1800 Rpm
Daya = 298 kW (400 BHP)
Tipe = Centrifugal Submersible, Multi Stage
Jumlah = 1 unit

ii) Diesel (DFP)

Kapasitas = 1000 GPM (3785 LPM)


Tekanan (Head) = 240 mka (346 psi)
Putaran = 1800 Rpm
Daya = 298 kW (400 BHP)
Tipe = Centrifugal Submersible, Multi Stage
Jumlah = 1 unit

b. Pompa Pemacu (JFP)

Kapasitas = 7,5 GPM (28,4 LPM)


Tekanan (Head) = 250 mka (361 psi)
Putaran = .. Rpm
Daya = 3 Kw (4 BHP)
Tipe = Self Priming Multi Stage
Jumlah = 1 unit

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP3-head pompa Hal - 2/2 -


LAMPIRAN 4
PERHITUNGAN HIDROLIK SPRINKLER
1. HIDROLIK SPRINKLER RINGAN

• Tingkat bahaya kebakaran ringan


• Jarak maksimal antara kepala sprinkler = 4,6 m
• Kepadatan air per satuan luas = 2,25 mm/mnt
• Tekanan keluar sprinkler 0,62 bar = 0,62 kg/cm2
• Area yang diproteksi per sprinkler = 20 m2
• Ukuran kepala sprinkler ∅ 10 mm
• Kepekaan terhadap suhu = 57 – 68 °C
• Sesuai dengan SNI 03-3989-2000 pasal 7.15.6 : untuk klasifikasi bahaya kebakaran ringan, jumlah
kepala sprinkler adalah maksimal 1000 per riser (katup kendali).

TABEL : PERHITUNGAN HIDROLIK PADA SISTEM SPRINKLER KELAS RINGAN


DIA
1,85
NO. JALUR ALIRAN PIPA Q K PANJANG EKIVALEN TEKANAN K = 57
(l/min.) (mm) (m) (Bar)
-2
1 1–2 25 1144 1,19 x 10 L = = 44 Pt = 0,62
ELB90 = 1x0,9 = 0,9 Pf = 0,2 Area per Sprinkler 20 m2
5,3 Q = 2,25x20 = 45 L/m
Q = 45 P = 45) ² = 0,62 Bar
57
-2
2 2–3 25 1144 1,19 x 10 L = = 4,4 Pt = 0,8
T.STR = 1x0,36 = 0,36 Pf = 0,57 K = q = 45
4,76 √ P √ 0,8
Q = 45
= 60
-3
3 3–A q = 80 32 1658 2,86 x 10 L = = 3,6 Pt = 1,7 _____
T. STR = 1x0,45 = 0,45 Pf = 0,9 q = k√ P
4,1 ____
Q = 125 = 60 √ 1,7
= 80
-3
4 A–B q = 110 40 11275 1,32 x 10 L = = 4,4 Pt = 2,67 _____
T. STR = 1x0,45 = 0,6 Pf = 1 q = k√ P
5 ____
Q = 1235 = 60 √ 2,67
= 110
-3
5 B–C q = 150 50 26698 4,06 x 10 L = = 4,4 Pt = 3,67 _____
T. STR = 1x1,5 = 4,5 Pf = 0,9 q = k√ P
8,9 ____
Q = 385 = 60 √ 3,6
= 150
-5
6 C – Pipa Q = 180 50 124531 4,06 x 10 L = 10 Pt = 4,6 _____
Pembagi T. BRC = 2x3 = 6 Pf = 2,7 q = k√ P
Q = 565 ELB 90 = 2x0,6 = 10,5 ____
(150 gpm) 26,5 = 60 √ 4,6
= 180
Pf = 7,3
• 0
Note : ELB90 = Elbow 90
T. BRC = Tee Branch

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP4-HIDROLIK - 1/3 -


2. HIDROLIK SPRINKLER SEDANG II

• Tingkat bahaya kebakaran sedang I


• Jarak maksimal antara kepala sprinkler = 3,7 m
• Kepadatan air per satuan luas = 5 mm/mnt
• Tekanan keluar sprinkler 0,56 bar = 0,56 kg/cm2
• Area yang diproteksi per sprinkler = 12 m2
• Ukuran kepala sprinkler ∅ 15 mm
• Kepekaan terhadap suhu = 57 – 68 °C
• Sesuai dengan SNI 03-3989-2000 pasal 7.15.6 : untuk klasifikasi bahaya kebakaran sedang, jumlah
kepala sprinkler adalah maksimal 1000 per riser (katup kendali).

TABEL : PERHITUNGAN HIDROLIK PADA SISTEM SPRINKLER KELAS SEDANG


DIA
1,85
NO. JALUR ALIRAN PIPA Q K PANJANG EKIVALEN TEKANAN K = 80
(l/min.) (mm) (m) (Bar)
-2
1 1–2 25 1947 1,19 x 10 L = 3,4 Pt = 0,56
ELB90 = 2x0,6 = 0,9 Pf = 0,9 Area per Sprinkler 12 m2
4,3 Q = 5x12 = 60 L/m
Q = 60 P = 60) ² = 0,56 Bar
80
-2
2 2–3 q = 100 25 3016 1,19 x 10 L = 3,4 Pt = 1,46 ____
T. BRC = 1x0,36 = 0,36 Pf = 1 q = k√ P
3,76 ____
Q = 160 = 80 √ 1,46
= 100
-3
3 3–A q = 118 32 3472 2,86 x 10 L = 0,9 Pt = 2,46 _____
T. STR = 1x0,45 = 0,45 Pf = 0,8 q = k√ P
ELB90 = 1x1,2 = 1,2 ____
Q = 278 2,55 = 80 √ 2,46
= 118
-3
4 A–B q = ….. 32 33226 2,86 x 10 L = 3,4 Pt = 3,25
T. STR = 1x0,36 = 0,36 Pf = 0,175 K= q
3,76 √P
Q = 278 = 278
3,25
= 154
-3
5 B–C q = 284 40 34565 1,32 x 10 L = 3,4 Pt = 3,4 ____
T. STR = 1x0,45 = 0,45 Pf = 0,4 q = k√ P
3,85 ____
Q = 562 = 154 √ 3,4
= 284

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP4-HIDROLIK - 2/3 -


DIA
1,85
NO. JALUR ALIRAN PIPA Q K PANJANG EKIVALEN TEKANAN K = 80
(l/min.) (mm) (m) (Bar)
-4
6 C–D q = 284 50 34565 4,06 x 10 L = 3,4 Pt = 3,8 ____
T. STR = 1x0,6 = 0,36 Pf = 0,7 q = k√ P
3,76 ____
Q = 846 = 154 √ 3,8
= 284
-4
7 D–E q = 327 50 45374 4,06 x 10 L = 3,4 Pt = 4,5 ____
T.STR = 1x0,6 = 0,6 Pf = 0,7 q = k√ P
4 ____
Q = 1173 = 154 √ 4,5
= 327
-4
8 E–F q = 351 40 51146 4,06 x 10 L = 3,4 Pt = 5,2 ____
T. STR = 1x0,6 = 0,6 Pf = 0,9 q = k√ P
4 ____
Q = 1524 = 154 √ 5,2
= 351
6 -4
9 F – Pipa q = 369 65 1,1 x 10 1,11 x 10 L = 3,4 Pt = 6,1 ____
Pembagi T. STR = 1x0,75 = 0,36 Pf = 0,3 q = k√ P
4,15 ____
Q = 1893 = 154 √ 6,1
(500 Gpm) = 380
Pf = 6,4
• 0
Note : ELB90 = Elbow 90
T. BRC = Tee Branch

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP4-HIDROLIK - 3/3 -


KURVA POMPA LAMPIRAN 4

Perumusan titik-titik untuk membentuk kurva instalasi dengan memakai


persamaan :

H2 = ( Q2 )2
H1 ( Q1 )2

Contoh :
23,6 = ( 1000 )2
H1 ( 750 )2

H1 = 23,6 = 13,2 Psi


1,78

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP5-KURVA POMPA - 1/1 -


PERHITUNGAN HIDROLIK PRV LAMPIRAN 6

1. PERHITUNGAN HIDROLIK PRV SPRINKLER

Aliran Beda Panjang Kerugian


Jalur (LPM) Tinggi Ekivalen Pipa Gesekan Gesekan Pin PRV Δ PRV Pout PRV
No (Code PRV) Diameter Statis
(mm) (m) (m) (mka/m) (mka) (mka) (mka) (mka)

1 B0 1893 10,5 L = = 15 0.03 1.65 87 + 10,5 - 1,65 Δ = 35,85 95,85 - 35,85 = 60


P-S-A (150) ELB 90 = 5x6 = 30 = 95,85
TEE B = 1x9 = 9
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 55.2

2 B2 - B1 1893 4,5 L = = 9 0.03 1.5 87 + 4,5 - 1,52 Δ = 29,98 89,98 - 29,98 = 60


P-S-B (150) ELB 90 = 5x6 = 30 = 89,98
TEE B = 1x9 = 9
TST = 1 x 1.5 = 1.5
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 50.7

3 L1 - L4 1893 7 L = = 11.5 0.03 1.1 95 - 7 - 1,1 Δ = 27 87 - 27 = 60


P-S-C (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 87
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 36.7

4 L5 - L8 567 6 L = = 10.5 0.032 1.37 95 - 6 - 1,37 Δ = 27,6 87,6 - 27,6 = 60


P-S-D (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 87,6
TEE B = 2x9 = 18
TST = 4 x 1.8 = 7.2
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 42.9

5 L9 - L12 567 23,2 L = = 27.7 0.032 1.7 95 - 23,2 - 1,7 Δ = 10,1 70,1 - 10,1 = 60
P-S-E (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 70,1
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 52.9

6 L13 - L16 567 12,9 L = = 17.4 0.032 1.6 95 - 12,9 - 1,6 Δ = 20,5 80,5 - 20,5 = 60
P-S-F (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 80,5
TEE B = 2x9 = 18
TEE S = 4 x 1.8 = 7.2
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 49.8

7 L17 - L20 567 4,3 L = = 8.8 0.032 1.3 95 - 4,3 - 1,3 Δ = 29,4 89,4 - 29,4 = 60
P-S-G (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 89,4
TST = 4 x 1,8 = 7.2
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 41.2

8 L21 - L24 567 22,7 L = = 27.2 0.032 1.9 95 - 22,7 - 1,9 Δ = 10,4 70,4 - 10,4 = 60
P-S-H (150) ELB 90 = 1x6 = 6 = 70,4
TST = 4 x 1,8 = 7.2
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1.2 = 1.2
= 59.6

9 L25 - L28 567 12,9 L = = 17.4 0.032 2.4 95 - 12,9 - 2,4 Δ = 19,7 79,7 - 19,7 = 60
P-S-I (150) ELB 90 = 5x6 = 30 = 79,7
TST = 4 x 1,8 = 7.2
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1,2 = 1.2
= 73.8

10 L29 - L30 567 131,3 L = = 135.8 0.032 6.2 240 - 131,3 - 6,2 Δ = 42,5 102,5 - 42,5 = 60
P-S-J (150) ELB 90 = 5x6 = 30 = 102,5
TST = 4 x 1,8 = 7.2
TEE B = 2x9 = 18
GV = 1 x 1,2 = 1.2
= 192.2

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP6-HIDROLIK 1/2


2. PERHITUNGAN HIDROLIK PRV HIDRAN

Aliran Beda Panjang Kerugian


Jalur (LPM) Tinggi Ekivalen Pipa Gesekan Gesekan Pin PRV Δ PRV Pout PRV
No (Code PRV) Diameter Statis
(mm) (m) (m) (mka/m) (mka) (mka) (mka) (mka)

1 B1 - L3 3785 4,5 L = = 25.5 0.11 7.92 240 - 45 - 7,92 Δ = 92 187 - 92 = 95


(P - H - 1) (150) ELB 90 = 5 x 6,5 = 32.5 = 187
(P - H - 2) TEE B = 1 x 14 = 14
= 72

2 L4 - L9 2838 25,4 L = = 46.4 0.065 3.86 240 - 25,4 - 3,86 Δ = 115,74 210,74 - 115,74
(P - H - 3) (150) ELB 90 = 2 x 6,5 = 13 = 210,74 = 95
= 59.4

3 L10 - L15 2838 52,9 L = = 73.9 0.065 5.90 240 - 52,9 - 5,9 Δ = 86,2 181,2 - 86,2 = 95
(P - H - 4) (150) ELB 90 = 2 x 6,5 = 13 = 181,2
TEE S = 1x4 = 4
= 90.9

4 L16 - L21 2838 78,7 L = = 99.7 0.065 7.58 240 - 78,7 - 7,58 Δ = 58,72 153,72 - 58,72 = 95
(P - H - 5) (150) ELB 90 = 2 x 6,5 = 13 = 153,72
TEE S = 1x4 = 4
= 116.7

5 L22 - L27 2838 105,7 L = = 126.7 0.065 9.34 240 - 105,7 - 9,34 Δ = 29,96 124,94 - 29,96
(P - H - 6) (150) ELB 90 = 2 x 6,5 = 13 = 124,96 = 95
TEE S = 1x4 = 4
= 143.7

MEGA KUNINGAN\PK-TPIB LAMP6-HIDROLIK 2/2


LAMPIRAN 7

TABEL PERHITUNGAN ORIFICE HIDRAN

Pin Pout ΔP Diameter Q. (GPM) Po Diameter


Lantai (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) Orifice L/mnt (kg/cm2) Pipa
(mm)
B4 10 7,5 2,5 55,82 (500) 6,6 80
1892,7
B4 7,5 7 0,5 42,7 (500) 0,1 40
1892,7
B3 9,75 7,25 2,5 55,82 (500) 6,6 80
1892,7
B2 9,45 7 2,45 33,25 (500) 0,65 40
1892,7
B1 9,15 7 2,15 34,1 (500) 0,56 40
1892,7
L1 8,7 7 1,7 59 (500) 4,5 40
1892,7
L2 8 7 1 38,4 (500) 0,26 40
1892,7
L2A 7,7 7 0,7 40,3 (500) 0,18 40
1892,7
L3 7,36 7 0,36 42,7 (500) 0,1 40
1892,7
L4 9,5 7 2,5 33,1 (500) 0,66 40
1892,7
L5 9,07 7 2,07 34,3 (500) 0,54 40
1892,7
L6 8,47 7 1,47 36,2 (500) 0,38 40
1892,7
L7 8,04 7 1,04 38,4 (500) 0,26 40
1892,7
L8 7,61 7 0,61 40,9 (500) 0,16 40
1892,7
L10 9,5 7 2,5 33,1 (500) 0,66 40
1892,7
L11 9,07 7 2,07 34,3 (500) 0,54 40
1892,7
L12 8,64 7 1,64 35,5 (500) 0,43 40
1892,7
L13 8,21 7 1,21 37,5 (500) 0,3 40
1892,7
L14 7,78 7 0,78 39,7 (500) 0,2 40
1892,7
L15 7,35 7 0,35 42,7 (500) 0,1 40
1892,7
L16 9,5 7 2,5 33,1 (500) 0,66 40
1892,7
L17 9,07 7 2,07 34,3 (500) 0,54 40
1892,7
L18 8,64 7 1,64 35,5 (500) 0,43 40
1892,7
L19 8,21 7 1,21 37,5 (500) 0,3 40
1892,7
L20 7,66 7 0,66 39,7 (500) 0,2 40
1892,7
L22 9,5 7 2,5 33,1 (500) 0,66 40
1892,7
L23 9,07 7 2,07 34,3 (500) 0,54 40
1892,7
L24 8,64 7 1,64 35,5 (500) 0,43 40
1892,7
L25 8,21 7 1,21 37,5 (500) 0,3 40
1892,7
L26 7,78 7 0,78 39,7 (500) 0,2 40
1892,7
L27 7,35 7 0,35 42,7 (500) 0,1 40
1892,7

MEGA KUNINGANPK-TPIB LAMP7-ORIFICE HIDRAN - 1/2 -


Pin Pout ΔP Diameter Q. (GPM) Po Diameter
Lantai (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm2) Orifice L/mnt (kg/cm2) Pipa
(mm)
L29 11 8,5 2,5 55,82 (500) 6,6 80
1892,7
L29 8,5 7 1,5 35,9 (500) 0,4 40
1892,7
L30 10,57 8,07 2,5 55,82 (500) 6,6 80
1892,7
L30 8,07 7 1,07 37,94 (500) 0,28 40
1892,7
L. ATAP 9,6 7,1 2,5 33,1 (500) 0,66 40
1892,7

Contoh Perhitungan Pipa ∅ 40

Po = ΔP 500 ( Bar )
Qx
= 1,9 500 .
1892,7
= 0,5

Dari tabel A.1(1) untuk : Po = 0,5 Kg/cm2


Diameter = 34,7 mm

Contoh Perhitungan Pipa ∅ 80

Po = ΔP 5000 ( Bar )
Qx
= 2 5000 .
1892,7
= 5,2

Dari tabel A.1(1) untuk : Po = 5,2 Kg/cm2


Diameter = 57 mm

MEGA KUNINGANPK-TPIB LAMP7-ORIFICE HIDRAN - 2/2 -