Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

INJEKSI SUBKUTAN

Disusun oleh :
Kelompok 2

1. Dian Ristina H. (14.401.16.013)

2. Dias Mutiara Kasih (14.401.16.014)

3. Dita Puri Rahayu (14.401.16.015)

4. Dony Prasetyo (14.401.16.016)

5. Dwi Ariska Styaningrum (14.401.16.017)

6. Efendi (14.401.16.018)

7. Elika Sriwulan (14.401.16.019)

8. Endah Kuusumawati (14.401.16.020)

9. Endang Nurul Solekah (14.401.16.021)

10. Erina Triwiyanti (14.401.16.022)

11. Ervin Nurdiana (14.401.16.022)

12. Evatul Hasanah (14.401.16.023)


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah S.W.T, karena berkat rahmat dan taufiq-
Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “INJEKSI SUBKUTAN” tepat
pada waktunya.
Dalam penyelesaian tugas kelompok ini, penulis banyak mendapat ini dari berbagai
pihak, antara lain dosen pembimbing, dan teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu
persatu namanya yang telah banyak memberikan sumbangan, masukan, dukungan, dalam
menyelesaian tugas makalah ini. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tugas kelompok ini belum lah sempurna.Untuk
itu segala saran dan kritikan yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan dari semua
pihak demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
Semoga dengan adanya tugas kelompok ini akan dapat memberikan manfaat besar bagi
penulis khususnya, dan bagi pembaca semua pada umumnya.

Krikilan,3 Maret 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah ...................................................................................................... 1
1.3 Tujuan ........................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep injeksi subkutan ........................................................................................... 3
2.2 Indikasi pemberian obat ............................................................................................ 3
2.3 Kelebihan dan kekurangan injeksi subkutan ............................................................. 5
2.4 Hal yang harus diperhatikan ..................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................ 7
3.2 Saran ......................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pemberian obat parenteral merupakan pemberian obat yang di lakukan dengan
menyuntikan obat tersebut kejaringan tubu. Pemberian obat melalui parenteral dapat
dilakukan dengan cara :
1. Subcutaneous (SC) yaitu penyuntikan obat kedalam jaringan yang berada dibawah
lapisan dermis.
2. Intradermal (ID) yaitu penyuntikan obat kedalam lapisan dermis, dibawah epidermis.
3. Intramuscular (IM) yaitu menyuntikkan obat kedalam lapisan otot tubuh.
4. Intravenous (IV) yaitu menyuntika obat kedalam vena.
Selain empat cara di atas dokter sering menggunakan cara intratechal atau intraspinal,
intrakardial, intrapleural, intra arteliar, dan intra articular untuk pemberian obat parential ini.

Subkutan (SC) (‘Onset of action” lebih cepat daripada sedian suspensi,


determinan dari kecepatan absorbsi ialah total luas permukaan dimana terjadi penyerapan
menyebabkan konstriksi pembulu darah lokal sehingga difusi obat tertahan/diperlama, obat
dapat dipercepat dengan menambahkan hyaluronidase, suatu enzim yang memecah
mukopolisakarida dari matriks jaringan). Subkutan atau dibawah kulit (s.c) yaitu disuntikan
kedalam tubuh melalui bagian yang sedikit lemaknya dan masuk kedalam jaringan dibawah
kulit ; volume yang di berikan tidak lebih dari 1 ml. (Wagiran, 2015)

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1. Bagaimana konsep injeksi subkutan ?
1.2.2. Bagaimana cara indikasi pemberian obat ?
1.2.3. Apa saja kelebihan dan kekurangan injeksi subkutan ?
1.2.4. Apa saja hal yang harus diperhatikan dalam injeksi subkutan ?

1
1.3. Tujuan
Setelah membaca makalah ini, diharapkan mahasiswa dan pembaca dapat :
1.3.1. Memahami dan mengerti konsepi injeksi subkutan
1.3.2. Memahami dan mengerti indikasi pemberian obat
1.3.3. Memahami dan mengerti kelebihan dan kekurangan injeksi subkutan
1.3.4. Memahami dan mengerti hal – hal yang harus diperhatikan dalam injeksi subkutan

2
BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Konsep Injeksi Subkutan


1.1.1. Definisi
Pemeberian obat Subkutan adalah tindakan pemberian obat kedalam tubuh
dengan cara memasukkan obat kedalam jaringan di bawah kulit dengan
menggunakan suit. Metode penyintikan melalui rute ini biasanya dilakukan untuk
memberi insulin dan imunisasi. Ada beberapa area tibuh yang dapat digunakan
untuk memeberi obat dengan metode ini, antata lain lengan atas bagian dalam,
paha bagian depan, daerah perut, dan daerah punggung atas. (Wagiran, 2015)
1.1.2. Tujuan
a. Mengntrol kadar gula darah
b. Memasukkan sejumlah toksin atau obat untuk di absorbsi
1.1.3. Lokasi Injeksi
a. Lengan atas bagian luar
b. Paha anterior
c. Daerah abdomen
d. Area scapula pada punggung atas
e. Daerah ventrogluteal dan dorsogluteal bagian atas

1.2.Indikasi Pemberian Obat


Indikasi: bisa dilakukan pada pasien yang tidak sadar, tidak mau bekerja sama karena
tidak memungkinkan untuk diberikan obat secara oral, tidak alergi. Lokasinya yang ideal
adalah lengan bawah dalam dan punggung bagian atas. (Sigalingging, 2013)
Kontra indikasi: luka, berbulu, alergi, infeksi kulit.
1.2.1. Alat dan Baha
Baki berisi:
1. Bak injeksi steril.
2. Obat yang diperlukan.
3. Kapas alkohol.

3
4. Spuit sesuai ukuran penggunaan.
5. Buku daftar obat.
6. Piala ginjal.
7. Sarung tangan.
8. Pengalas.

1.2.2. Persiapan`Pasien
Jelaskan kepada pasien mengenai tujuan dan tindakan yang akan dilakukan.
Menurut (Sigalingging, 2013) Prosedur kerja
1. Periksa kembali order obat : nama pasien , nama dan dosis obat , rute
pemberian dan waktu pemberian.
2. Siapkan obat
3. Letakkan peralatan dan obat kedekat pasien
4. Cuci tangan
5. Posisikan pasien senyaman mungkin
6. Letakkan pengalas dan piala ginjal dekat dengan area yang diinjeksi
7. Pasang sarung tangan
8. Buka oabat dengan cara :
 Flakon/vial : buka tutup metal , lakukan desinfeksi tutup karet dengan
kapas alkohol apabila persediaan dlam flakol masih berupa bubuk ,
larutkan dengan aquabidest sebanyak yang tercantum pada petunjuk
penggunaan obat
 Ampuls : ketuk oabat yang ada diujung ampuls , patahkan leher
ampuls dengan tangan menggunakan kain kasa
9. Isi spuit dengan obat sesuai dosis yang ditentukan
 Isap udara sebanyak cairan yang diperlukan tusuk jarum dengan posisi
bevel tegak . suntikan udara kedalam flakon. Balik flakon , dengan
tangan kiri memegang flakon dengan ibu jari dan jari tengah
sedangkan tangan kanan memegang ujung barrel dan plugger. Jaga
ujung jarum dibawa cairan. Biarkan tekanan udara membantu mengisi
obat kedalam spuit. Setelah selsaitarik jarum dari ampuls.

4
10. Buang udara dalam spuit kemudian tutup masukkan kedalam bak injeksi.
11. Pilih area penusukan kemudian lakukan desinfeksi dengan kapas alkohol
12. Lakukan penyuntikan dengan lubang jarum menghapad keatas membentuk
sudut 450apabila menggunakan spuit 3 cc dan sudut 90 derajat , apabila
menggunakan spuit 1cc terhadap permukaan kulit.
13. Lakukan aspirasi
14. Masukkan obat secara perlahan
15. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alkohol
16. Letakkan spuit dan kapas ke dalam piala ginjal
17. Rapikan pasien dan perhatikan reaksi pasien
18. Cuci tangan
19. Dokumentasikan tindakan

1.2.3. Jenis obat yang diberikan secara subkutan


a. Vaksin
b. Obat – obatan pre oprasi
c. Narkotik
d. Insulin
e. Heparin

1.3.Kelebihan dan Kekurangan Injeksi Subkutan


Kekurangan dan Kelebihan injeksi Sub Cutan (Abdullah, 2014)
1. Kelebihan
A. Diperlukan latihan sederhana
B. Absorpsi obat capat larut dalam air
C. Mencegah keruskan sekitar salran cerna
2. Kekurangan
A. Rasa sakit dan kerusakan kulit
B. Tidak dapat dipakai jika volume obat besar
C. Bioavibilitas berfariasi, sesuai lokasi
D. Harus menggunakan tekhnik steril

5
E. Lebih mahal diandingkan oral
F. Lebih lambat dibandingkan pemberian IM
G. Dapat menyebabkan ansietas (kecemasan yang berlebihan dan lebih bersifat
subyektif)

1.4.Hal yang Harus Diperhatikan


1.4.1. Pastikan syarat dan indikasi suntikan pada pasien sudah terpenuhi sebelum melakukan
penyuntikan subkutan.
1.4.2. Jagalah kesterilan alat dan bahan yang digunakan.
1.4.3. Lakukan pencegahan infeksi pada pasien melalui tindakan desinfeksi.
1.4.4. Lakukan tindakan penyuntikan dalam ruangan yang sesuai dengan standar.
1.4.5. Perhatikan prinsip penyuntikan subkutan.
1.4.6. Pastikan privacy pasien benar – benar terjaga.
1.4.7. Lakukan tekhnik pembuangan sampah/ limbah bekas pakai sesuai prosedur.

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Injeksi subkutan diberikan dengan menusuk area dibawah kulit yaitu jaringan konektif
atau lemak dibawah dermis. Setiap jaringan subkutan dapat dipakai untuk area injeksi ini, yang
lazim adalah pada lengan atas bagian luar, paha bagian depan, dan area perut. Injeksi harus tidak
diberikan pada area yang nyeri, merah, pruitis atau edema. Pada pemakaian injeksi subkutan
jangka lama, maka injeksi perlu di rencanakan untuk diberikan secara rotasi pada area yang
berbeda.
Jenis obat yang lazim diberikan secara subkutan adalah vaksin, obat – obatan preoprasi,
narkotika insulin, dan heparin.
3.2 Saran
Sebagai petugas pelayanan kesehatan ketika akan memberikan injeksi subkutan harus
sesuai dengan Standar Oprasinal Prosedurnya (SOP). Karena pemberian obat melalui subkutan
memiliki kekurangan yaitu harus menggunakan tekhnik steril, maka dalam pemberian obat
melalui subkutan harus dilakukan secara teliti.

7
DAFTAR PUSTAKA

Abdullah. (2014). Kebutuhan dasar Manusia Untuk Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.
Sigalingging, G. (2013). Kebutuhan Dasar manusia. Jakarta: EGC.
Wagiran. (2015). Keterampilan Dasar. Jakarta: Trans Info Media.

Anda mungkin juga menyukai