Anda di halaman 1dari 17

Tugas

Bedah Minor

Pembimbing :
dr. Santi Andiani Sp. B

Disusun oleh:
Rini Risnawati Tardi
030.13.168

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH
PERIODE 2 OKTOBER-9 DESEMBER 2017
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
1. Teknik Penjahitan
Teknik penjahitan yang digunakan dalam menjahit luka disesuaikan dengan keadaan/
kondisi luka dan tujuan penjahitan. Secara umum, teknik penjahitan dibedakan menjadi :

a. Simple Interupted Suture (Jahitan Terputus/Satu-Satu)

Teknik penjahitan ini dapat dilakukan pada semua luka, dan apabila tidak ada teknik
penjahitan lain yang memungkinkan untuk diterapkan. Terbanyak digunakan karena sederhana
dan mudah. Tiap jahitan disimpul sendiri. Dapat dilakukan pada kulit atau bagian tubuh lain,
dan cocok untuk daerah yang banyak bergerak karena tiap jahitan saling menunjang satu
dengan lain. Digunakan juga untuk jahitan situasi. Cara jahitan terputus dibuat dengan jarak
kira-kira 1 cm antar jahitan. Keuntungan jahitan ini adalah bila benang putus, hanya satu
tempat yang terbuka, dan bila terjadi infeksi luka, cukup dibuka jahitan di tempat yang
terinfeksi. Akan tetapi, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakannya.

Teknik jahitan terputus sederhana dilakukan sebagai berikut:


1. Jarum ditusukkan jauh dari kulit sisi luka, melintasi luka dan kulit sisi lainnya,
kemudian keluar pada kulit tepi yang jauh, sisi yang kedua.
2. Jarum kemudian ditusukkan kembali pada tepi kulit sisi kedua secara tipis,
menyeberangi luka dan dikeluarkan kembali pada tepi dekat kulit sisi yang pertama
3. Dibuat simpul dan benang diikat.

b. Running Suture/ Simple Continous Suture (Jahitan Jelujur)


Jahitan jelujur menempatkan simpul hanya pada ujung-ujung jahitan, jadi hanya dua
simpul. Bila salah satu simpul terbuka, maka jahitan akan terbuka seluruhnya. Jahitan ini
sangat sederhana, sama dengan kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan hasil kosmetik
yang baik, tidak disarankan penggunaannya pada jaringan ikat yang longgar, dan sebaiknya
tidak dipakai untuk menjahit kulit.
Teknik jahitan jelujur dilakukan sebagai berikut:
1. Diawali dengan menempatkan simpul 1 cm di atas puncak luka yang terikat tetapi
tidak dipotong

2. Serangkaian jahitan sederhana ditempatkan berturut-turut tanpa mengikat atau


memotong bahan jahitan setelah melalui satu simpul

3. Spasi jahitan dan ketegangan harus merata, sepanjang garis jahitan

4. Setelah selesai pada ujung luka, maka dilakukan pengikatan pada simpul terakhir
pada akhir garis jahitan

5. Simpul diikat di antara ujung ekor dari benang yang keluar dari luka/ penempatan
jahitan terakhir.

c. Running Locked Suture (Jahitan Pengunci/ Jelujur Terkunci/ Feston)

Jahitan jelujur terkunci merupakan variasi jahitan jelujur biasa, dikenal sebagai stitch
bisbol karena penampilan akhir dari garis jahitan berjalan terkunci. Teknik ini biasa
digunakan untuk menutup peritoneum. Teknik jahitan ini dikunci bukan disimpul, dengan
simpul pertama dan terakhir dari jahitan jelujur terkunci adalah terikat. Cara melakukan
penjahitan dengan teknik ini hampir sama dengan teknik jahitan jelujur, bedanya pada jahitan
jelujur terkunci dilakukan dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, sebelum
beralih ke tusukan berikutnya.

d. Subcuticuler Continuous Suture (Subkutis)

Jahitan subkutis dilakukan untuk luka pada daerah yang memerlukan kosmetik, untuk
menyatukan jaringan dermis/ kulit. Teknik ini tidak dapat diterapkan untuk jaringan luka
dengan tegangan besar. Pada teknik ini benang ditempatkan bersembunyi di bawah jaringan
dermis sehingga yang terlihat hanya bagian kedua ujung benang yang terletak di dekat kedua
ujung luka. Hasil akhir pada teknik ini berupa satu garis saja. Teknik ini dilakukan sebagai
berikut :
1. Tusukkan jarum pada kulit sekitar 1-2 cm dari ujung luka keluar di daerah dermis
kulit salah satu dari tepi luka

2. Benang kemudian dilewatkan pada jaringan dermis kulit sisi yang lain, secara
bergantian terus menerus sampai pada ujung luka yang lain, untuk kemudian
dikeluarkan pada kulit 1-2 cm dari ujung luka yang lain

3. Dengan demikian maka benang berjalan menyusuri kulit pada kedua sisi secara
parallel di sepanjang luka tersebut.

e. Mattress Suture (Matras : Vertikal dan Horisontal)

Jahitan matras dibagi menjadi dua, yaitu matras vertical dan matras horizontal.
Prinsip teknik penjahitan ini sama, yang berbeda adalah hasil akhir tampilan permukaan.
Teknik ini sangat berguna dalam memaksimalkan eversi luka, mengurangi ruang mati, dan
mengurangi ketegangan luka. Namun, salah satu kelemahan teknik penjahitan ini adalah
penggarisan silang. Risiko penggarisan silang lebih besar karena peningkatan ketegangan di
seluruh luka dan masuknya 4 dan exit point dari jahitan di kulit. Teknik jahitan matras
vertical dilakukan dengan menjahit secara mendalam di bawah luka kemudian dilanjutkan
dengan menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang cepat karena
didekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini. Teknik jahitan matras horizontal dilakukan
dengan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan penusukan sejajar
sejauh 1 cm dari tusukan pertama. keuntungannya adalah memberikan hasil jahitan yang
kuat.
Waktu yang dianjurkan untuk menghilangkan benang ini adalah 5-7 hari (sebelum
pembentukan epitel trek jahit selesai) untuk mengurangi risiko jaringan parut. Penggunaan
bantalan pada luka, dapat meminimalkan pencekikan jaringan ketika luka membengkak
dalam menanggapi edema pascaoperasi. Menempatkan/mengambil tusukan pada setiap
jahitan secara tepat dan simetris sangat penting dalam teknik jahitan ini.
2.Perawatan Luka Operasi
Dalam bahasan ini, perawatan luka operasi terdiri dari tindakan ganti balutan dan angkat
jahitan

A. Ganti Balutan
Perawatan luka umumnya diawali dengan tindakan penggantian balutan. Ganti
balutan/ verban merupakan suatu tindakan mengganti verban untuk melindungi luka dengan
drainase minimal terhadap kontaminasi mikroorganisme. Ganti balutan dilakukan sesuai
kebutuhan tidak hanya berdasarkan kebiasaan, melainkan disesuaikan terlebih dahulu
dengan: kondisi klinis pasien, sifat operasi, tipe/jenis luka dan tampilan luka. Penggunaan
antiseptic hanya untuk yang memerlukan saja karena efek toksinnya terhadap sel sehat.
Untuk membersihkan luka hanya memakai normal saline (NaCl). Citotoxic agent seperti
povidine iodine, asam asetat, sebaiknya tidak sering digunakan untuk membersihkan luka
karena dapat menghambat penyembuhan dan mencegah reepitelisasi. Luka dengan sedikit
debris dipermukaannya dapat dibersihkan dengan kassa yang dibasahi dengan sodium klorida
dan tidak terlalu banyak manipulasi gerakan.

B. Angkat Jahitan
Angkat jahitan adalah suatu tindakan melepas jahitan yang biasanya dilakukan pada
hari ke-14 atau sesuai dengan proses penyembuhan luka. Tujuan dilakukan angkat jahitan
adalah untuk mempercepat proses penyembuhan luka dan mencegah terjadinya infeksi.
Pertimbangan dilakukan angkat jahitan adalah tegangan pada tepi luka operasi/luka jahitan.
Hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan tindakan angkat jahitan adalah :
1. Tepi luka yang searah dengan garis lipatan kulit tidak akan tegang
2. Luka yang arahnya tegak lurus terhadap garis kulit atau yang dijahit setelah banyak
bagian kulit diambil, akan menyebabkan tegangan tepi luka yang besar
pengambilan jahitan ditunda lebih lama, sampai dicapai kekuatan jaringan yang
cukup, sehingga bekas jahitan tidak mudah terbuka lagi
3. Jahitan yang dibiarkan terlalu lama, akan memperlambat penyembuhan luka.

3.Jenis-jenis insisi

Irisan operasi yang sejajar dengan garis regangan kulit alami akan membuat jarinngan
parut kurang terlihat. Arah garis ini biasanya tegak lurus terhadap otot dibawahnya, juga bila
irisan tampak searah dengan lipatan anatomis kulit seperti lipatan nasolabial akan kurang
tampak. Tujuan operasi adalah mengangkat lesi kulit. Pada pengangkatan yang tidak seusai
dengan garis atau lipatan kulitatau mempengaruhi organ sekitarnya dapat dilakukan penitupan
dengan macam-macam flap atau plasti. Penutupan yang lebih mudah adalah dengan
menggukanan tandur kulit.
1. Insisi elips (fusiform)

Merupakan bentuk insisi dasar, dengan arah yang sejajar dengan garis dan lipatan kulit.
Perbandingan panjang dan lebar minimal 3:1 dengan sudut 30 derajat. Irisan tegak lurus
atau lebih meluas ke dalam sampai ke subkutis. Bila perlu dapat dilakukan undermining
yang kalau dimuka tepat dibawah dermis dan kalau di skalp di daerah subgaleal.
Pendarahan yang terjadi di kulit dapat ditekan beberapa saat dan bila perlu dilakukan
hemostasis dengan elektrokoagulasi, tetapi jangan berlebihan terutama pada pendarahan
dermis. Pendarahan dari pembuluh darah kecil dapat dielektrokoagulasikan tetapi yang
besar harus diikat. Lesi-lesi yang di insisi berbentuk elips akan menghasilkan parut yang
lebih panjang dari lesi aslinya. Tujuan utama menginsisi lesi bebentuk elips adalah
mengurangi terbentuknya sisa kulit.

2. Insisi sirkular
Pada kulit wajah yang terletak diatas jaringan kartilago seperti batang hidung atau
permukaan anterior telinga, lesi-lesi dapat diinsisi dengan bentu sirkular dan defek
ditutup dengan skin graft full thickness. Tehnik ini dapat juga digunakan pada bagian
tubuh lain dengan lesi yang sangat luas. Jika terdapat keraguan dalam merencanakan
insisi elips makan dapatdilaukan insisi sirkular dengan kulit direnggangkan dan
perhatikan
No Nama Etiologi Patofisiologi Klinis Gambar Tindakan Edukasi
penyakit

1 Kista Sumbatan pada Hormone androgen menstimulasi Inspeksi Ekstirpasi seluruh -ekstirpasi kapsul dan
ateroma muara kelenjar kelenjar sebasea. Kelenjar sebasea kapsula. irisan ellips untuk
sebasea, dapat membesar dan mensekresi sebum.  Bulat mencegah kista
disebabkan oleh Sebum akan naik hingga puncak  Menonol residif
infeksi, trauma folikel rambut. Mengalir ke luar  Puncta (+) : muara
-Irisan linear
(luka/benturan), permukaan kulit. Duktus kelenjar sebasea yang
apabila kista < 2 cm
atau jerawat. polisebaseus tersumbat sebum. tersumbat tampak titik
-jaga dan rawat
Sekret kelenjar keringat yaitu berwarna kebiruan -Irisan ellips kebersihan kulit
sebum dan sel-sel mati tertimbun apabila kista > 2 cm
Palpasi
dan berkumpul dalam kantung
kelenjar. Lama kelamaan akan  Konsistensi
membesar dan terlihat sebagai kistik/peudofklutuasi
massa tumor yang berbentuk  dimping pada daerah
lonjong sampai bulat, lunak- puncta
kenyal, berbatas tegas, berdinding  dapat digerakkan dari
tipis, tidak terfiksir ke dasar. kulit, fascia dan tulang.
 Nyeri (-)

Tempat predileksi

Daerah yang mengandung


kelenjar sebasea kecuali
telapak tangan dan kaki

2 Ganglion Merupakan Jaringan lemak berasal dari Inspeksi Ekstirpasi in toto Edukasi pasien bila
benjolan non jaringan ikat yang berfungsi sudah timbul gejala
kanker berisi sebagai depot lemak. Jaringan  Benjolan yang Ekstirpasi beserta seperti nyeri dan

1
cairan (kista) lemak ini adalah jaringan yang membesar di dekat kapsulnya tanda-tanda
yang paling spesial terdiri dari sel spesifik pergelangan tangan peradangan segera
sering yang mempunyai vaskularisasi atau sendi jar konsultasikan ke
berkembang di tinggi, berlobus dan berfungsi dokter
sepanjang tendon sebagai depot lemak untuk Palpasi
atau sendi pada keperluan metabolisme. Sel-sel  benjolan bulat
pergelangan lemak primitif biasanya berupa  konsistensi kenyal
tangan atau butir-butir halus didalam
 permukaan rata dan
tangan. sitoplasma. Sel ini akan membesar
halus
seperti mulberry sehingga
Penyebab kista  mobile (+) ke semua
akhirnya derajat deposisi lemak
ganglion ini tidak arah
menggeser inti ke arah perifer.
jelas.  Nyeri Tekan (-)
Terjadinya suatu lipoma
Kista tersebut dapat juga disebabkan oleh karena Predileksi
tumbuh dari sendi adanya gangguan metabolisme
lemak. Pada lipoma terjadi Benjolan yang membesar di
dan tampaknya
proliferasi baik histologi dan dekat pergelangan tangan atau
terjadi ketika
kimiawi, termasuk komposisi sendi jari
jaringan yang
mengelilingi asam lemak dari jaringan lemak
sendi atau tendon normal. Metabolisme lemak pada
keluar dari lipoma berbeda dengan
tempatnya metabolisme lemak normal,
walaupun secara histologi
Di dalam kista gambaran sel lemaknya sama.
tersebut adalah Pada lipoma dijumpai
cairan kental aktivitas lipoprotein lipase
mirip dengan menurun. Lipoprotein
yang ditemukan lipasepenting untuk transformasi
pada sendi atau lemak di dalam darah. Oleh karena

2
sekitar tendon itu asam lemak pada lipoma lebih
banyak dibandingkan dengan
lemak normal. Apabila lipoma
membesar akan tampak sebagai
suatu penonjolan yang dapat
menekan jaringan di sekitarnya.
3 Kista Kista Epidermal Kista epidermal terjadi akibat Inspeksi ekstirpase
epidermoid biasanya proliferasi sel epidermal dalam
merupakan akibat ruang yang sirkumskrip pada -Bulat dan berdinding tebal
inflamasi atau dermis. Kista epidermis
akibat implantasi mengekspresikan sitokeratin 1 dan
fragmen 10. Sumber dari epidermis ini Palpasi
epidermis karena hampir selalu dari infundibulum
-konsistensi kenyal,
trauma tusuk. dari folikel rambut. Pada
permukaan rata, Nyeri tekan
penelitian, ekstrak keratin ini
(+)
bersifat kemotaktif untuk PMN.
Penelitian menyebutkan HPV
(Human Papilloma Virus) dan
paparan sinar UV berperan dalam Predileksi
pembentukan kista epidermal.
Telapak tangan-kaki yang
epidermisnya tebal dan sering
mengalami trauma

4 Kista Etiologi kista ini Terdapat teori yang menyatakan Inspeksi Ekstirpasi kista
dermoid berkembang dari bahwa kista dermoid kongenital dengan mengangkat
sekuesterasi epitel merupakan lesi disembriogenik -nodul intrakutan/subkutan, seluruh kista
sepanjang garis yang berasal dari elemen ektoderm soliter, ukuran 1-4 cm beserta kapsulnya
fusi embrionik. yang terjebak pada saat -kadang mengandung unsur dan kuretose tulang.
penggabungan antara arkus

3
Kista dermoid brankial pertama dan kedua yang rambut atau lanugo Bila terdapat
merupakan suatu terjadi pada saat gestasi 3 sampai 4 traktus sinus maka
massa kistik minggu. Sedangkan kista dermoid Palpasi harus dilakukan
(choristoma) yang didapat terjadi akibat trauma -permukaannya halus, eksplorasi dan
yang dilapisi oleh yang menyebabkan implantasi sel konsistensi lunak dan kenyal eksisi guna
keratinizing epitel ke jaringan yang lebih dalam mencegah
epidermis dengan atau karena oklusi duktus kelenjar - mudah digerakkan dari kulit rekurensi.
dermal sebassea. diatasnya dan dari jaringan di
appendages pada bawahnya
dindingnya
Predileksi
seperti folikel
rambut, kelenjar Lokasi tumor biasanya pada
sebasea, dan kepala dan leher, pada garis
kelenjar keringat. fusi embrionik kadang juga
pada ovarium

4
2 Lipoma Tumor jinak Jaringan lemak berasal dari Inspeksi Ekstirpasi Edukasi pasien bila
jaringan lemak jaringan ikat yang berfungsi sudah timbul gejala
terjadi karena sebagai depot lemak. Jaringan  benjolan bulat Ekstirpasi beserta seperti nyeri dan
akumulasi sel sel lemak ini adalah jaringan yang  warna senada dengan kapsulnya tanda-tanda
lemak. Penyebab spesial terdiri dari sel spesifik kulit peradangan segera
dari lipoma belum yang mempunyai vaskularisasi  berbatas tegas konsultasikan ke
diketahui namun tinggi, berlobus dan berfungsi dokter
Palpasi
dapat dipengaruhi sebagai depot lemak untuk
oleh bahan kimia, keperluan metabolisme. Sel-sel  benjolan bulat
lingkungan, lemak primitif biasanya berupa  konsistensi kenyal
genetic,imunologi butir-butir halus didalam  permukaan rata
, virus. sitoplasma. Sel ini akan membesar  dapat digerakkan dari
seperti mulberry sehingga dasar
akhirnya derajat deposisi lemak  mobile (+) ke semua
menggeser inti ke arah perifer. arah
Terjadinya suatu lipoma  Nyeri Tekan (-)
dapat juga disebabkan oleh karena
adanya gangguan metabolisme
lemak. Pada lipoma terjadi
proliferasi baik histologi dan
kimiawi, termasuk komposisi
asam lemak dari jaringan lemak
normal. Metabolisme lemak pada
lipoma berbeda dengan
metabolisme lemak normal,
walaupun secara histologi
gambaran sel lemaknya sama.
Pada lipoma dijumpai
aktivitas lipoprotein lipase

5
menurun. Lipoprotein
lipasepenting untuk transformasi
lemak di dalam darah. Oleh karena
itu asam lemak pada lipoma lebih
banyak dibandingkan dengan
lemak normal. Apabila lipoma
membesar akan tampak sebagai
suatu penonjolan yang dapat
menekan jaringan di sekitarnya.

6 Fibroma Belum diketahui lesi benign mesenkimal jaringan Gejala: -Eksisi ekiliptik Edukasi penderita
secara pasti lunak. Merupakan reaksi penting agar
apakah lesi ini hiperplasia dari jaringan ikat  gatal dan nyeri pada -Mengikis daerah melakukan
murni karena fibrosa terhadap iritasi atau trauma lesi lesi dengan bisturi pemeriksaan kulit
neoplasma atau lokal no. 15 agar dapat periodik dan
Inspeksi terjadi luka yang
reaksi fibrotik menghindari segala
dari trauma  Nodul/papul/plak/nodul diharapkan akan faktor risiko
minor, gigitan , batas tegas bergranulasi dan
serangga, infeksi reepitelisasi
virus, folikulitis. Palpasi

 menetap dalam kulit,


“dample sign”

6
7 Neurofibro Neurofibroma Ini terjadi setelah mutasi pada Inspeksi Tidak terdapat terapi Melakukan skrining
ma adalah benjolan kromosom neurofibromin 17. yang spesifik kesehatan dan
(tumor) Neurofibromin adalah tumor  Terdapat 6 atau lebih terhadap menjaga pola makan
yang berisi supresor gen yang berfungsi untuk café-au-lait spot neurofibroblastoma dan gizi seimbang
jaringan saraf danmenghambat onkoprotein p21 ras.  Beberapa
Evaluasi menyeluruh
bersifat jinak. Dalam tidak adanya control neurofibroma (tumor
setiap tahun
penghambatan ini supresor pada, di bawah, atau
Neurofibroma tumor pada onkoprotein ras, terjadi menggantung kulit Perbaiki komplikasi
terjadi akibat proliferasi seluler tidak menentu  Freckling (di bawah yang terjadi
adanya cacat dan tidak terkendali, yang ketiak dan daerah
genetik, mengakibatkan proliferasi lipatan kulit seperti
dimana Neurofibr seluler dan perkembangan tumor selangkangan)
oma tipe 1 dan yang tidak seimbang.
Neurofibroma Palpasi
tipe 2 terjadi
Konsistensi kenyal
sebagai akibat
dari cacat pada
gen yang berbeda.
Neurofibroma
tipe 1 disebabkan
oleh mutasi pada
gen yang terletak
dikromosom 17
dan
Neurofibroma
tipe 2 pada
kromosom 22

7
Papilloma Human HPV menginvasi kulit yang Inspeksi salep salisilat Vaksinasi
Papilloma Virus berepitel gepeng.
(HPV) yang ↓  Benjolan bulat, batas -cryotherapy -Menjaga kebersihan
ditularkan DNA virus masuk ke dalam sel tegas, NT (-), kulit daerah
-elektrodesikasi
melalui kontak kulit  warna predileksi, kenali
kulit ataupun ↓ keputihan/pinkish/cokl -bedah laser tanda awal terjadinya
otoinokulasi. Inokulasi virus pada sel basal at. kutil.
dan terjadi diferensiasi sel -Hindari menyentuh
menjadi keranosit kutil
↓ Palpasi
HPV menyebabkan -Hindari berbagi
multiplikasi sel kulit yang Permukaan dapat halus / kasar, pemakaian barang
terinfeksi dan menimbulkan tipis/tebal pribadi (pisau cukur,
kutil gunting kuku,
↓ handuk)
Virus dapat keluar dan sangat Predileksi
infeksius
Punggung tangan, jari tangan,
punggung kaki, ajari kaki,
telapak kaki.

8
9 Klavus clavus disebabkan
Klavus merupakan akibat dari gerakan Inspeksi Non bedah: -menghindari kaki
oleh virus Humansecara mekanik atau gaya gesek pada dari tekanan yang
Papillomavirus kulit yang berlebihan dan  papul keratotik -mengganti alas terus menerus
(HPV) terjadi dalam jangka waktu  kulit tebal kaki dan
yang lama. Pada teorinya  helomas plantar yang menggunakan -memilih alas kaki
sering dijelaskan bahwa gaya tersebut memiliki plug keratin bantalan alas kaki yang baik
menggunakan mengakibatkan terjadinya pusat
- injeksi artificial -selalu menjaga
sepatu yang hiperkeratinisasi yang  bentuknya bulat
sempit filler kebersihan kaki
m enyeb ab kan t er j ad in ya p berbatas tegas
enebalan stratum corneum.  puncaknya runcing dan - pemberian krim
dalamnya cekung asam salisilat
Pada klavus terdapat sumbatan
parakeratotik yang tebal pada depresi Palpasi Bedah
permukaan epidermis dengan bentuk
 rasa nyeri terbakar - eksisi klavus
cup-shape, biasanya diikuti dengan
didaerah luka
hilangnya lapisan sel granular
 permukaan kasar

Predileksi

Sering terjadi pada kaki pada


daerah dorso lateral yang
terjadi oleh trauma gesekan
kronis

9
10 Kalus Kalus merupakan Tekanan atau gesekan berulang Inspeksi Eksisi -menghindari kaki
kelainan kulit dengan intensitas yang rendah dari tekanan yang
yang timbul mampu menimbulkan  papul keratotik terus menerus
akibat respon hiperkeratosis dan akantosis 14  berbatas tegas
terhadap tekanan tergantung pada tebalnya  tidak terdapat penetrasi -memilih alas kaki
mekanis kronis epidermis. Hiperkeratosis terjadi pada bagian tengah yang baik
akibat meningkatnya kohesi antar -selalu menjaga
Palpasi
sel-sel di lapisan korneum dan kebersihan kaki
berkurangnya kemampuan untuk  terba kasar
melepaskan lapisan tersebut,  tidak nyeri
sehingga menyebabkan kalus.
Kalus menyebabkan kulit terasa Predileksi
kasar dan menebal, biasanya tidak
Kulit diatas tonjolan tulang
nyeri ataupun terasa sedikit nyeri
dan sensasi seperti terbakar. - Telapak kaki
Kadang-kadang kelainan ini dapat - Metatarsal
menghilang dengan sendirinya - Tumit
apabila faktor tekanannya - Telapak tangan
dihilangkan. Tetapi apabila kalus
terus terbentuk, tanpa ada usaha
untuk mengurangi dengan
menggosoknya, kalus dapat
menjadi sangat tebal, keras dan
dapat terjadi fissura

10
11 Veruka Veruka vulgaris Inokulasi virus ke dalam epidermis Inspeksi -Eksisi veruka -Jangan mencungkil
atau kutil adalah melalui defek pada epithelium kutil, menyikat,
pertumbuhan  Tonjolan dengan -Krioterapi menjepit atau
epitel akibat virus ↓ permukaan tak rata -Asam salisilat 12-26% menyisir kutil untuk
HPV tipe 2 dan 4  Tunggal atau Efek keratolitik asam mencegah
virus terikat melalui reseptor salisilat mampu penyebaran.
berkelompok
selular HPV tipe integrin α6β4 di
 berbemtuk bulat membantu
permukaan sel keratinosit
 batas tegas, seperti mengurangi -Hindari kebiasaan
↓ bunga kol ketebalan veruka menggigit kuku
 besarnya lenticular atau dan menstimulasi
pembelahan sel basal respon inflamasi -Gunakan alas kaki di
plakat kamar mandi atau
-Glutaraldehid
↓ kamar mandi umum.
Palpasi
Jaga kebersihan diri.
Replikasi
 Permukaan kasar
↓  Gatal (-)
 Nyeri(-)
virus bermigrasi ke permukaan 
kulit untuk membentuk lapisan
epitel Predileksi

↓  kulit tangan atau jari


 bibir atau lidah karena
veruka
kebiasaan menggigit
kuku

11