Anda di halaman 1dari 12

JURNAL TUGAS AKHIR

STUDI KINERJA PENANGANAN BAGASI PADA TERMINAL KEDATANGAN


DOMESTIK BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN
MAKASSAR

DISUSUN OLEH :

RYAN GAZALI HAMSAR


D111 08 856

JURUSAN SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2012

0
STUDI KINERJA PENANGANAN BAGASI PADA TERMINAL KEDATANGAN DOMESTIK
BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
S.A.Adisasmitha1, H.I.Renta1, .R.G.Hamsar2

Abstrak : Peningkatan jumlah penumpang dan pesawat setiap tahunnya berdampak pada kebutuhan Bagasi Pada Terminal
Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar khususnya gedung bandar udara baru yang
dioperasikan sejak Agustus 2008. Dengan ruang pengambilan Bagasi pada Terminal Kedatangan Domestik yang
berkapasitas 628,9012333 m2 dan memiliki total dari 4 unit Conveyor Belt (Baggage 1 s/d Baggage 4 : Conveyor Belt
Domestik) serta 750 unit trolley pada Bandar Sultan Hasanuddin dan 350 unit trolley pada Terminal Kedatangan Domestik
pada kondisi eksisting. Analisis kebutuhan ruang pengambilan bagasi (Baggagge Claim Area) dan panjang conveyor belt
menggunakan persamaan SKEP, SNI, dan JICA dan peramalan dengan metode trend linear untuk memperkirakan kebutuhan
kapasitas ruang pengambilan bagasi (baggage claim area) dan panjang conveyor belt kedatangan domestik hingga tahun
2021. Bandar Udara Sultan Hasanuddin akan melayani 720 penumpang datang pada waktu sibuk dengan membutuhkan luas
area pengambilan bagasi ideal yang harus dimilki sebesar yaitu sebesar 648,10 m2 saat kondisi jam puncak pada kondisi
eksisting, Sedangkan dengan menggunakan asumsi pesawat jam puncak saat ini yakni B737 dibutuhkan pengembangan luas
area pengambilan bagasi (baggage claim area) sebesar 672,67 m2 untuk tahun 2016 dan sebesar 711,82 m2 tahun 2021 per 1
baggage claim area. Hasil analisis kinerja baggage conveyor belt pada kondisi eksisting pada Bandar Udara Internasional
Sultan Hasanuddin ditinjau dari kondisi panjang (dimensi) conveyor belt pada kondisi eksisting sebesar 193,3333 m2
terhadap kebutuhan tempat barang bagasi pada jam puncak sudah tidak mampu lagi melayani sehingga perlu adanya
pengembangan dengan penambahan panjang (dimensi) conveyor belt sebesar 240 m2untuk tahun 2016 dan sebesar
306,6666667 m2 untuk tahun 2021 dengan asumsi jumlah pesawat udara pada saat jam puncak terus meningkat hingga tahun
2021. Untuk perencanaan ruang pengambilan bagasi (Baggage Claim Area) dan penambahan panjang conveyor belt serta
penambahan jumlah trolley dengan kapasitas saat ini dilihat dari kondisi eksisting maka diperlukan penambahan luas ruang
pengambilan bagasi dan penambahan panjang conveyor belt serta penambahan jumlah trolley sampai pada tahun 2021.

Kata kunci : Ruang pengambilan bagasi pada terminal kedatangan domestik, Conveyor Belt, Trolley, kapasitas, bandar
udara, penumpang.

PENDAHULUAN

Bandar Udara Internasional Sultan (Baggage 1 s/d Baggage 4 : Conveyor Belt


Hasanuddin yang sebelumnya bernama Bandar Domestik). Serta Total Dimensi Baggage
Udara Internasional Hasanuddin,. merupakan Conveyor Belt terminal kedatangan domestik:
salah satu jenis moda transportasi yang berada 138, 7710 m2. Site plan pengembangan
pada kawasan timur Indonesia, saat ini telah terminal mencapai sekitar 78 ribu meter
mengalami perkembangan yang semakin pesat persegi beserta lapangan parkir kendaraan akan
dan prospektif untuk beragam kegiatan bisnis dimulai pada tahun 2012. Pengembangan
karena potensi kekayaan alam yang sangat terminal kedatangan akan dilakukan guna
besar di wilayah timur Indonesia. mengantisipasi pertumbuhan penumpang
Bandara tersebut mengalami proses datang.
perluasan dan pengembangan dimulai pada Kondisi saat ini ruang pengambilan bagasi
tahun 2004 dan selesai pada tahun 2009, antara kedatangan domestik bandara memiliki 4
lain bagian dari pengembangannya adalah baggage kedatangan domestik, sedangkan
terminal penumpang baru berkapasitas 7 juta kondisi jumlah pesawat pada jam puncak yang
penumpang per tahun dengan peningkatan pernah tercatat telah mencapai 29 pesawat
penumpang sebesar 9,4%. Ruang pengambilan yaitu : pada senin, 9 april dan jum’at, 13 april
bagasi (baggage claim area) kedatangan 2012.
domestik yang memiliki luas 628,9012333 m2 Bandar udara atau bandara merupakan
dan memiliki total dari 4 unit Conveyor Belt sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat

1
1 Dosen , Universitas Hasanuddin, Makassar 90245, INDONESIA
2 Mahasiswa , Universitas Hasanuddin, Makassar 90245,
INDONESIA
lepas landas dan mendarat, serta tempat b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh
penumpang melakukan perjalan berangkat dan dalam bentuk data yang tersedia yakni
datang dimana peningkatan jumlah jumlah penumpang pesawat baik yang
penumpang yang akan sejalan dengan berangkat maupun yang tiba dari tahun
peningkatan jumlah pesawat, hal tersebut 1999-2011 berdasarkan catatan statistik lalu
berdampak pada kebutuhan akan ruang lintas udara dari PT.Angkasa Pura 1,
pengambilan bagasi (baggage claim area) dan laporan pergerakan udara lalu lintas pesawat
baggage conveyor belt demi melayani pada jam puncak dari PT.Angkasa Pura 1,
kebutuhan penumpang datang dalam luas baggage claim area bandar udara
mengantisipasi kondisi tersebut perlu Internasional Sultan Hasanuddin Makassar,
dilakukan analisis evaluasi kinerja penanganan dimensi Trolley, dimensi baggage conveyor
bagasi pada terminal kedatngan dimestik belt, dan lay out terminal bandar udara
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
Makassar pada kondisi eksisting sampai
dengan 10 tahun ke depan. Klasifikasi dan Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan
METODOLOGI PENELITIAN dilapangan diolah, dan dianalisis. Metode
analisis data yang digunakan dalam penelitian
Lokasi Penelitian ini adalah analisis trend linier. Tahapan-
Penelitian ini dilaksanakan di bagian ruang tahapan analisisnya sebagai berikut :
Bagasi Pada Terminal Kedatangan Domestik
Bandar Udara International Sultan Hasanuddin Persyaratan Kapasitas Trolley
Makassar dilakukan kurang lebih 1 minggu Pada trolley dapat diasumsikan bahwa 10
penumpang harus mendapat trolley 6 untuk
dengan waktu pengambilan data obeservasi
pengamanan bagasi tersebut.
pada tanggal 14 Mei – 20 Mei 2012 dilakukan
mulai hari Senin sampai Minggu pada jam Fasilitas Baggage Claim Area
kerja dari pukul 09.00 – 17.00 WITA. Fasilitas Baggage Claim Area ditinjau dari
Kinerja Ukur adalah : waktu menunggu
Jenis Data ( waktu menunggu terpendek adalah sekitar 20
Dalam proses pengambilan data, terdapat dua menit, waktu menunggu sedang sekitar 30
jenis data yang akan diambil, yaitu : menit sedangkan waktu menunggu lama
a. Data Primer, yaitu data yang langsung sekitar lebih dari 30 menit ). Terdapat
diambil atau dikumpulkan dari lapangan akumulasi penumpang di sekitar perangkat
berupa wawancara yang dilakukan kepada Conveyor Belt.
personel PT. Angkasa Pura I yang bertugas Dalam tugas akhir ini persyaratan yang
baik mengenai aktifitas penumpang yang digunakan untuk menentukan kinerja ukur dari
berada pada area ruang pengambilan bagasi fasilitas terminal kedatangan yang dibutuhkan
serta dilakukan pengamatan aktifitas adalah Omer, K.F & Khan, A.M (1988).
penumpang datang dengan tujuan tentang terminal penumpang bandar udara
mengetahui kebutuhan lama menunggu akan tetapi persyaratan ini juga mengadopsi
barang bagasi serta kebutuhan ruang dari kriteria standar ruang menurut
pengambilan bagasi. Khususnya data : International Air Transport Association
Jumlah penumpang datang yang memiliki (IATA) diatas.
barang Bagasi Pada Terminal Untuk standar lama waktu menunggu
Kedatangan Domestik Bandar Udara Sultan barang bagasi adalah : waktu pendek sekitar 20
Hasanuddin, Jumlah Trolley yang tersedia menit, waktu sedang sekitar 30 menit
didalam setiap ruang Kedatangan Domestik, sedangkan waktu laam sekitar lebih dari 30
dan Luas ruang Bagasi pada terminal menit.
Kedatangan Domestik.

2
Ketentuan :
L ≤ 12 m menggunakan tipe linier
Pergerakan Pesawat Pada Jam Sibuk L > 12 m menggunakan tipe circle
Untuk menganalisis besarnya penumpang L ≤ 3 m menggunakan tipe gravity roller
dan pergerakan pesawat pada jam sibuk perlu
dirumuskan terlebih dahulu nilai koefisien HASIL DAN PEMBAHASAN
permintaan angkutan lalulintas pada jam sibuk Adapun data Waktu tempuh barang bagasi
(Cp) . Untuk kondisi Indonesia menurut pada saat penurunan Bagasi dari pesawat
Japan International Coorporatian Agency sampai Conveyor Belt adalah sebagai berikut :
(JICA), 1991 dengan persamaan berikut: 10 menit 38 detik. ( Pesawat Lion Air serie
Boeing 737-800 JT-796 Jakarta ) hari. Selasa,
15 Mei 2012 Pukul. 14.30. WITA. Di garbarata
Md = My .......................................... (1)
3. Tergantung penurunan loading pesawat ke
gerobak , jenis dan tipe peswat, serta tempat
(1)
parkiran pesawat. Rata-rata 42-45 Coli per satu
365
kali pengangkutan barang bagasi dari pesawat
Cp = 1,38 ......................................... (2) sampai ke Conveyor Belt. Sampai full gerobak
yang berkisar 5 cm dari atas gerobak. Hasil
dari survey kali ini : ( Pesawat Lion Air serie
Mp = Cp x Md ................................... (3) Boeing 737-800 JT-796 Jakarta ) hari. Selasa,
15 Mei 2012 Pukul. 14.30. WITA. Mengangkut
Dimana : 44 Coli barang.
Cp = faktor jam puncak
Md = pergerakan pesawat udara harian Serta waktu tempuh dari Conveyor Belt
Mp = pergerakan pesawat jam puncak sampai pada terminal kedatangan Domestik ( 1
My = pergerakan pesawat tahunan Barang per 1 Putaran Conveyor Belt ) adalah
sebagai berikut :
Untuk menganalisis besarnya Luas area 4 menit 15 detik. (Pesawat Lion Air JT-796
baggage claim area digunakan rumus sebagai Jakarta).
berikut : Ada pun untuk mengetahui Level Of
Service ( LOS ) dari data waktu tempuh ini
A = 0,9 x C + 10% ................... (4) dapat di hitung dari pada saat block on pesawat
mendarat sampai dengan baggage conveyor
Dimana : belt pertama dan sampai baggage conveyor
A = Luas area Ruang Baggage Claim Area belt terakhir.
c = Jumlah penumpang datang pada waktu Kondisi ruang bagasi pada terminal
sibuk kedatangan domestik Bandar Udara Sultan
Hasanuddin Makassar tanggal 14 Mei – 20
Untuk menganalisis besarnya panjang Mei 2012 (26- 28°C).
(dimensi) baggage conveyor belt digunakan Adapun data sekunder jumlah Trolley yang
rumus sebagai berikut: digunakan di Ruang Bagasi Terminal
Kedatangan Domestik bersumber dari
L = ∑ p x n . ............................................ (5) pengolahan data instansi yang terkait adalah
3 sebagai berikut :
Dimana : -Total jumlah trolley di Bandar Udara
L = Panjang Conveyor Belt Internasional Sultan Hasanuddin Makassar :
∑ p = Jumlah Pesawat Udara saat jam puncak 750 unit trolley.
Terminal Keberangkatan : 300 unit
n = Konstanta dari jenis Pesawat Udara dan trolley.Terminal Kedatangan : 450 unit trolley.
Jumlah Seat Dimensi ruang pengambilan bagasi ( baggage
claim area ) kedatangan domestik pada Bandar

3
Udara Sultan Hasanuddin Makassar adalah Makassar dapat dilihat pada grafik 2 di bawah
3.154,041733 m2 total dari 5 unit Baggage ini :
Claim Area (Baggage 1 s/d Baggage 4 :
Baggage Claim Area Domestik) dan (Baggage
5 : Baggage Claim Area Internasional).
Masing-masing dengan perincian sebagai
berikut :

Baggage 1, baggage 2, Baggage 3,
Baggage 4 (Baggage Domestik) dengan luas
2.515,604933 m2

Baggage 5 ( Baggage Internasional )
dengan luas 638,4368 m2
Gambar 2. Pergerakan Pesawat
Perincian diatas meliputi baggage 5 ( PT.Angkasa Pura I, 2012 )
merupakan bagggage claim area kedatangan
internasional sedangkan untuk baggage 1, Dari gambar 2 di atas, memperlihatkan
baggage 2 dan baggage 3, dan baggage 4 indeks pertumbuhan pergerakan pesawat
adalah baggage claim area (ruang domestik dan Internasional dari tahun 2008
pengambilan bagasi) kedatangan domestik. sampai tahun 2011 yang memperlihatkan
bahwa indeks pergerakan pesawat terus
Kondisi Pergerakan Penumpang dan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun dan
Pesawat kondisi tersebut berbanding lurus dengan
Kondisi pergerakan penumpang pada indeks pertumbuhan penumpang (Grafik
Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin 4.1.3.1 Pergerakan penumpang ). Indeks
Makassar dapat dilihat pada grafik 1 di bawah pergerakan pesawat tertinggi terdapat pada
ini : tahun 2010 sekitar 18,97 % dan terendah pada
tahun 2008 ke 2009 sebesar 6,27 % dan untuk
pertumbuhan rata-rata pergerakan pesawat
dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011
adalah sebesar 12,57 %.
Jam Puncak (Peak hour)
Data jumlah pesawat pada jam puncak
(peak hour) diambil dari Agustus 2008 sampai
dengan Mei 2012 yang diperoleh selama
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin
Gambar 1. Pergerakan Penumpang Makassar dioperasikan pada kondisi terpadat
( PT.Angkasa Pura I, 2012 ) yaitu hari Senin, 9 April 2012 dan hari Jum’at,
13 April 2012 : 29 pesawat. Jam puncak ini
Dari gambar 1 di atas, menunjukkan diambil pada periode Agustus 2008 – Mei
pertumbuhan penumpang yang mengalami 2012 atau mulai awal Bandara Internasional
peningkatan dari tahun 2008 sampai pada Sultan Hasanuddin Makassar dioperasikan.
tahun 2011, dan peningkatan pergerakan
penumpang sangat signifikan diperlihatkan Analisis Kinerja Baggage Claim Area dan
pada tahun 2010 sebesar 21,16 % dari tahun Baggage Conveyoer Belt pada Kondisi
sebelumnya , yang tentunya peningkatan Eksisting
penumpang berbanding lurus dengan Analisis kebutuhan Luas Area baggage
peningkatan kebutuhan pesawat. claim area pada Bandar Udara Internasional
Kondisi pergerakan pesawat pada Bandar Sultan Hasanuddin Makassar untuk kondisi
Udara Internasional Sultan Hasanuddin

4
sekarang (eksisting) dapat di lihat pada tabel 1 datang. Untuk melakukan peramalan dengan
dibawah : baik maka dibutuhkan berbagai macam
informasi banyak dan diamati dalam periode
Analisis tabel 1, memperlihatkan kebutuhan waktu yang relatif cukup panjang, sehingga
Luas baggage claim area tahun 2012 khusunya dari hasil analisis tersebut dapat diketahui
bulan mei 2012 yang pada kondisi peak hour sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi.
dengan penumpang datang pada waktu sibuk, Dari hasil permodelan trend linier diperoleh
kebutuhan Luas baggage claim area tahun hasil yakni, Koefisien Korelasi adalah sebesar
2012 ideal yang harus dimilki yaitu sebesar 0,975 sedangkan koefisien determinasi adalah
648,10 m2 untuk melayani jumlah penumpang sebesar 0,950 dengan standar error sebesar
datang pada waktu sibuk dengan 10 181.415,855. Hasil pengujian ANOVA
penumpang mendapat trolley 6 untuk memperlihatkan nilai F hitung sebesar 190,545
pengamanan bagasi tersebut. Kondisi tersebut dengan nilai Sig F adalah 0,000. Pada tabel F
memperlihatkan bahwa Luas Baggage Claim kita bisa mencari nilai F tabel dengan v1 (df1)
Area yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk sebesar 1, v2 (df2) sebesar 10 sehingga
melayani jumlah penumpang datang pada jam diperoleh nilai F tabel sebesar 10,04. Dengan
puncak yang mencapai 720 orang penumpang hasil tersebut,dimana nilai F hitung lebih besar
datang pada waktu sibuk. Dimana Luas daripada F tabel dan nilai signifikan lebih kecil
baggage claim area kedatangan domestik di daripada alpha 0,01 maka kesimpulan yang
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar ini bisa diambil ialah koefisien korelasi signifikan
adalah sebesar 628,9012333 m2. secara statistik. Hasil pengujian parameter
Analisis tabel 2, memperlihatkan kebutuhan regresi menunjukkan nilai t hitung untuk
Panjang baggage conveyor belt tahun 2012 konstanta adalah sebesar 1,199 dengan nilai sig
khusunya bulan mei 2012 yang pada kondisi t sebesar 0,258. Nilai t hitung untuk koefisien x
peak hour dengan penumpang datang pada adalah 13,804 dengan sig t sebesar 0,000, nilai
waktu sibuk, kebutuhan Panjang baggage t tabel dicari pada tabel t dengan alpha 0,01
conveyor belt tahun 2012 ideal yang harus dan df sebesar 11 dengan nilai t sebesar 2,718.
dimilki yaitu sebesar 193,3333 m2 untuk Dengan hasil tersebut dimana nilai t hitung
melayani jumlah penumpang datang pada lebih besar dari t tabel dan nilai sig yang lebih
waktu sibuk dan jumlah peswat udara saat jam kecil dari alpha maka koefisien persamaan
pucak dengan 10 penumpang mendapat trolley regresi linier adalah signifikan.
6 untuk pengamanan bagasi tersebut.. Kondisi
tersebut memperlihatkan bahwa Panjang Prakiraan (forecasting) Arus Penumpang
baggage conveyor belt yang tersedia tidak lagi dan Pergerakan Pesawat
mencukupi untuk melayani jumlah penumpang Hasil prediksi arus penumpang dan
datang pada jam puncak, dimana Panjang pergerakan pesawat berdasarkan pemodelan
baggage conveyor belt di Bandar Udara Sultan regresi dapat dilihat di bawah ini :
Hasanuddin Makassar ini adalah sebesar 138,
7710 m2. Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Datang
(Domestik dan Internasional)
Permodelan Arus Penumpang Dan
Pergerakan Pesawat
Permodelan yang dipakai dalam peramalan
arus penumpang dan pesawat yangdatang dan
berangkat (domestik dan internasional),
dilakukan beberapa pendekatan model dengan
menggunakan program SPSS 16.0. dan metode
yang digunakan adalah metode trend linier.
Metode trend linier adalah suatu metode Gambar 3. Proyeksi Pergerakan Penumpang
analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu Datang (Domestik dan Internasional)
estimasi atau peramalan pada masa yang akan

5
Dari gambar 3 di atas, menggambarkan yang akan datang (tahun 2016) persentase
indeks pertumbuhan penumpang datang baik pertumbuhan penumpang menjadi 6,72 % dan
domestik maupun internasional, garis berwarna pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2021)
merah adalan arus penumpang berangkat indeks pertumbuhan penumpang menjadi 8,45
kondisi eksisting berdasarkan catatan PT. %.
Angkasa Pura I Makassar dan garis berwarna Dari tabel 4, diperoleh proyeksi jumlah
biru adalah hasil analisis menggunakan model penumpang berangkat (domestik dan
trend linier. Dari grafik proyeksi linear terlihat internasional) pada tahun 2016 (5 tahun)
bahwa indeks pertumbuhan penumpang terus sebanyak 3.644.679,96 penumpang dan pada
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 (10 tahun) sebanyak 4.583.620,92
5 tahun yang akan datang (tahun 2016) penumpang. Hasil analisis ini berdasarkan
persentase pertumbuhan penumpang menjadi model trend linier pada rumus :
6,73% dan pada 10 tahun yang akan datang
(tahun 2021) persentase pertumbuhan Y = 168.214,385 + 187.788,192 X......... (7)
penumpang menjadi 8,44 %.
Dari tabel 3, diperoleh proyeksi jumlah Jumlah penumpang yang berangkat dan
penumpang datang (domestik dan yang datang berbanding lurus.
internasional) pada tahun 2016 (5 tahun)
sebanyak 3.964.841,95 penumpang dan pada Proyeksi Pertumbuhan Pesawat Datang
tahun 2021 (10 tahun) sebanyak 4.977.411,89 (Domestik dan Internasional)
penumpang. Hasil analisis ini berdasarkan
model trend linier pada rumus :

Y = 191.329,297 + 202.513,989 X.......... (6)

Proyeksi Pertumbuhan Penumpang


Berangkat (Domestik dan Internasional)

Gambar 5. Proyeksi Pergerakan Pesawat


Datang (Domestik dan Internasional)

Dari gambar 5 di atas, menggambarkan


indeks pertumbuhan pesawat datang baik
domestik maupun internasional, garis berwarna
merah adalah arus pesawat berangkat kondisi
Gambar 4. Proyeksi Pergerakan Penumpang eksisting berdasarkan catatan PT. Angkasa
Berangkat (Domestik dan Internasional) Pura I Makassar dan garis berwarna biru
adalah hasil analisis menggunakan model trend
Dari gambar 4 di atas, menggambarkan linier. Dari grafik proyeksi linear terlihat
indeks pertumbuhan penumpang berangkat bahwa indeks pertumbuhan pesawat terus
baik domestik maupun internasional, garis mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada
berwarna merah adalah arus penumpang 5 tahun yang akan datang (tahun 2016)
berangkat kondisi eksisting berdasarkan presentase pertumbuhan pesawat menjadi 6,24
catatan PT. Angkasa Pura I Makassar dan garis % dan pada 10 tahun yang akan datang (tahun
berwarna biru adalah hasil analisis 2021) presentase pertumbuhan pesawat
menggunakan model trend linier. Dari grafik menjadi 7,61 %.
proyeksi linear terlihat bahwa indeks Dari tabel 5, diperoleh proyeksi jumlah
pertumbuhan penumpang terus mengalami pesawat datang (domestik dan internasional)
kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 5 tahun pada tahun 2016 (5 tahun) sebanyak 48.048,81
6
pesawat dan pada tahun 2021 (10 tahun) Pada 5 tahun yang akan datang (tahun
sebanyak 58.635,63 pesawat. Hasil analisis ini 2016).
berdasarkan model trend linier pada rumus :
Dari tabel 7, Proyeksi jumlah pesawat yang
Y = 8.795,055 + 2.117,363 X.................. (8) berangkat pada tahun 2016 adalah 22 pesawat
dengan pergerakan pesawat tahunan sebesar
Proyeksi Pertumbuhan Pesawat Berangkat 95.994 pesawat.
(Domestik dan Internasional)
Tabel 7. Jumlah pesawat pada jam puncak
pada 5 tahun yang akan datang (tahun 2016)
Permintaan angkutan
Variabel
No. lalulintas pada jam sibuk
1 Faktor jam puncak (Cp) 0,0851
Pergerakan pesawat udara
2 263,00
harian (Md)
Pergerakan pesawat jam
3 22
puncak (Mp)
Gambar 6. Proyeksi Pergerakan Pesawat Pergerakan pesawat tahunan
4 95.994
Berangkat (Domestik dan Internasional) (My)

Dari gambar 6 di atas, mienggambarkan Pada 10 tahun yang akan datang (tahun
indeks pertumbuhan pesawat berangkat baik 2021).
domestik maupun internasional, garis berwarna
merah adalan arus pesawat berangkat kondisi Dari tabel 8, proyeksi pergerakan pesawat
eksisting berdasarkan catatan PT. Angkasa yang akan datang pada tahun 2021 adalah 25
Pura I Makassar dan garis berwarna biru pesawat dengan pergerakan pesawat tahunan
adalah hasil analisis menggunakan model trend sebesar 117.125.
linier. Dari grafik proyeksi linear terlihat
bahwa indeks pertumbuhan pesawat terus Tabel 8. Jumlah pesawat pada jam puncak
mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada pada 10 tahun yang akan datang (tahun 2021)
5 tahun yang akan datang (tahun 2016) Permintaan angkutan
persentase pertumbuhan pesawat menjadi No Variabel
lalulintas pada jam sibuk
6,24% dan pada 10 tahun yang akan datang
(tahun 2021) persentase pertumbuhan pesawat 1 Faktor jam puncak (Cp) 0,0770
menjadi 7,61 %. Pergerakan pesawat udara
2 320,89
Dari tabel 6, diperoleh proyeksi jumlah hrian (Md)
pesawat berangkat (domestik dan Pergerakan pesawat jam
3 25
internasional) pada tahun 2016 (5 tahun) puncak (Mp)
sebanyak 47.945,31 pesawat dan pada tahun Pergerakan pesawat tahunan
4 117.125
2021 (10 tahun) sebanyak 58.489,63 pesawat. (My)
Hasil analisis ini berdasarkan model trend
linier pada rumus :
Prakiraan Baggage Claim Area Pada Masa
Y = 8.762,747 + 2.108,863 X.................. (9) Yang Akan Datang

Jumlah pesawat yang berangkat dan yang Berdasarkan hasil peramalan tersebut maka
dianalisis kebutuhan bagggage claim area
datang berbanding lurus.
untuk 5 dan 10 tahun yang akan datang:
Pengaruh Proyeksi Pesawat pada Jam
Puncak (Peak Hour)

7
Pada masa 5 tahun yang akan datang mendapat trolley 6 untuk pengamanan bagasi
(tahun 2016) tersebut.
Kebutuhan baggage claim area pada tahun
2016 yang didapatkan berdasarkan perhitungan Pada masa 10 tahun yang akan datang
membutuhkan luas area sebesar 672,67 m2, ini (tahun2021)
berarti luas area baggage claim area khusunya Kebutuhan baggage conveyor belt pada
pesawat B737 pada kondisi eksisting sebesar tahun 2021 yang didapatkan berdasarkan
648,10 m2 memerlukan penambahan untuk perhitungan membutuhkan panjang conveyor
melayani penumpang datang pada waktu sibuk belt ( dimensi ) sebesar 306,6666667 m2, ini
mengambil barang bagasi di baggage claim berarti panjang conveyor belt ( dimensi )
area pada kondisi jam puncak (peak hour) jika khusunya pesawat merpati nusantara B737-200
10 penumpang mendapat trolley 6 untuk pada kondisi eksisting sebesar 193,3333 m2
pengamanan bagasi tersebut. memerlukan penambahan untuk melayani
penumpang datang mengambil barang bagasi
Pada masa 10 tahun yang akan datang di baggage conveyor belt pada kondisi jam
(tahun 2021) puncak (peak hour) jika 10 penumpang
Kebutuhan baggage claim area pada tahun mendapat trolley 6 untuk pengamanan bagasi
2021 yang didapatkan berdasarkan perhitungan tersebut.
membutuhkan luas area sebesar 711,82 m2, ini
berarti luas area baggage claim area khusunya Level of Service (LOS) dari Kinerja
pesawat B737 pada kondisi eksisting sebesar Penanganan Bagasi pada Terminal
648,10 m2 memerlukan penambahan untuk Kedatangan Domestik Bandar Udara
melayani penumpang datang pada waktu sibuk Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.
mengambil barang bagasi di baggage claim
area pada kondisi jam puncak (peak hour) jika Hasil dari survey di Bandar Udara Sultan
10 penumpang mendapat trolley 6 untuk Hasanuddin Makassar yang diperoleh yaitu : “
pengamanan bagasi tersebut. Tingkat pelayanan C “dimana Level Of Service
(LOS) dari Kinerja Penanganan Bagasi
( Baggage Claim Area ) pada Terminal
Prakiraan Baggage Conveyor Belt Pada Kedatangan Domestik Bandar Udara
Masa Yang Akan Datang Internasional Sultan Hasanuddin Makassar
adalah : 1,2 dimana Tingkat pelayanan baik,
Berdasarkan hasil peramalan tersebut maka tingkat yang dapat diterima kepadatan dan
dianalisis kebutuhan bagggage conveyor belt keterlambatan, subsistem yang terkait dalam
untuk 5 dan 10 tahun yang akan datang: keseimbangan. Sesuai data angkasa pura,hasil
survey dan forecasting ( peramalan )
Pada masa 5 tahun yang akan datang penumpang datang pada jam puncak pada
(tahun 2016) kondisi eksisting di Baggage Claim Area.
Kebutuhan baggage conveyor belt pada Misal : Untuk menghitung Level Of Service
tahun 2016 yang didapatkan berdasarkan dari baggage claim area pada kondisi eksisting.
perhitungan membutuhkan panjang conveyor Forecasting jumlah penumpang datang pada
belt ( dimensi ) sebesar 240 m2, ini berarti waktu sibuk pada tahun 2012 kondisi eksisting
panjang conveyor belt ( dimensi ) khusunya dibagi dengan design LOS C. 713 : 1,2 =
pesawat merpati nusantara B737-200 pada 593,75 m2 mendekati nilai pada kondisi
kondisi eksisting sebesar 193,3333 m2 eksisting yaitu : 648,10 m2.
memerlukan penambahan untuk melayani Hasil dari forecasting (peramalan) Baggage
penumpang datang mengambil barang bagasi Claim Area pada masa 5 tahun dan masa 10
di baggage conveyor belt pada kondisi jam tahun diperoleh yaitu: “ Tingkat pelayanan C
puncak (peak hour) jika 10 penumpang “dimana Level Of Service (LOS) dari Kinerja
Penanganan Bagasi ( Baggage Claim Area )

8
pada Terminal Kedatangan Domestik Bandar Claim Area) pada Terminal Kedatangan
Udara Internasional Sultan Hasanuddin Domestik Bandar Udara
Makassar adalah : 1,2 dimana Tingkat Internasional Sultan Hasanuddin
pelayanan baik, tingkat yang dapat diterima Makassar adalah : 1,2 dimana Tingkat
kepadatan dan keterlambatan, subsistem yang pelayanan baik, tingkat yang dapat
terkait dalam keseimbangan. Sesuai data diterima kepadatan dan keterlambatan,
Angkasa Pura 1 & Table dan Standard Level of subsistem yang terkait dalam
Service. . Misal : 1 Untuk menghitung Level keseimbangan. Sesuai data angkasa
Of Service dari baggage claim area pada masa pura, hasil survey dan forecasting
5 tahun yang akan datang (tahun 2016). ( peramalan ) penumpang datang pada
Forecasting jumlah penumpang datang pada jam puncak pada kondisi eksisting di
waktu sibuk pada tahun 2016 dibagi dengan Baggage Claim Area. Misal : Untuk
design LOS C. 747 : 1,2 = 622,75 m 2 menghitung Level Of Service dari
mendekati nilai forecasting (peramalan) tahun baggage claim area pada kondisi
2016 dari luas area baggage claim area yaitu : eksisting. Forecasting jumlah
672,67 m2. Dimana luas pengambilan bagasi penumpang datang pada waktu sibuk
( baggage claim area ) pada tahun 2016 pada tahun 2012 kondisi eksisting
memiliki pelayanan yang optimal. 2. Untuk dibagi dengan design LOS C. 713 :
menghitung Level Of Service dari baggage 1,2 = 593,75 m2 mendekati nilai pada
claim area pada masa 10 tahun yang akan kondisi eksisting yaitu : 648,10 m2.
datang (tahun 2021). Forecasting jumlah sedangkan Hasil dari forecasting
penumpang datang pada waktu sibuk pada (peramalan) Baggage Claim Area pada
tahun 2021 dibagi dengan design LOS C. 791 : masa 5 tahun dan masa 10 tahun
1,2 = 659 m2 mendekati nilai forecasting diperoleh yaitu: “ Tingkat Pelayanan C
(peramalan) tahun 2021 dari luas area baggage “ 1,2 dimana Tingkat pelayanan baik,
claim area yaitu : 711,82 m2. Dimana luas tingkat yang dapat diterima kepadatan
pengambilan bagasi ( baggage claim area ) dan keterlambatan, subsistem yang
pada tahun 2021 memiliki pelayanan yang terkait dalam keseimbangan sesuai data
optimal. angkasa pura & Table dan Standard
Level of Service.
KESIMPULAN DAN SARAN c. Hasil analisis kinerja baggage claim
Kesimpulan area kondisi eksisting pada Bandar
a. Kinerja Penanganan Bagasi Pada Udara Internasional Sultan
terminal Kedatangan Domestik Bandar Hasanuddin ditinjau dari luas
Udara Sultan Hasanuddin Makassar keseluruhan luas baggage claim
pada kondisi eksisting sudah baik area terminal kedatangan domestik
dimana memiliki fasilitas ruang yang yaitu : sebesar 628,9012333m2 terhadap
baik dan baggage claim area serta kebutuhan luas ruang pengambilan
baggage conveyor belt yang baik bagasi penumpang jam puncak masih
melayani penumpang datang. mampu melayani sampai dengan tahun
b. Level of service dari Kinerja 2021 dengan asumsi bahwa
Penanganan Bagasi pada Terminal pergerakan pesawat sampai pada tahun
Kedatangan Domestik Bandar Udara 2021 menggunakan tipe saat ini.
Internasional Sultan Hasanuddin Sedangkan dengan menggunakan
Makassar, dengan hasil survey adalah : asumsi pesawat jam puncak saat ini
Hasil dari survey di Bandar Udara yakni B737 dibutuhkan pengembangan
Sultan Hasanuddin Makassar yang luas area pengambilan bagasi
diperoleh yaitu : “Tingkat pelayanan ( baggage claim area ) sebesar 672,67
C“ dimana Level Of Service (LOS) dari m2 untuk tahun 2016 dan sebesar
Kinerja Penanganan Bagasi (Baggage

9
711,82 m2 tahun 2021 per 1 baggage pada bab sebelumnya telah terbukti
claim area. kebenarannya.
d. Hasil analisis kinerja baggage conveyor
belt pada kondisi eksisting pada Saran
Bandar Udara Internasional Sultan a. Diharapkan adanya penelitian yang
Hasanuddin ditinjau dari kondisi dilakukan menggunakan metode lain,
panjang ( dimensi ) conveyor belt pada sehingga didapatkan hasil yang sangat
kondisi eksisting sebesar 193,3333 akurat dan saling melengkapi antara satu
m2 terhadap kebutuhan tempat barang dengan lainnya.
bagasi pada jam puncak sudah b. Untuk mengantisipasi kondisi eksisting
tidak mampu lagi melayani sehingga pada saat jam puncak diharapkan pihak
perlu adanya pengembangan dengan Bandar Udara Internasional Sultan
penambahan panjang ( dimensi ) Hasanuddin melakukan pendistribusian
conveyor belt sebesar 240 m2untuk penumpang datang dan barang bagasi
tahun 2016 dan sebesar 306,6666667 datang secara merata ke 4 baggage
m2 untuk tahun 2021 dengan asumsi kedatangan domestik yang tersedia serta
jumlah pesawat udara pada saat jam mengantisipasi dengan penambahan
puncak terus meningkat hingga tahun panjang conveyor belt dan penambahan
2021. jumlah trolley pada baggage claim
e. Dari hasil pengamatan di lokasi area yang terpadat penumpangnya.
penelitian adapun terjadi penumpukan c. Mengacu pada hasil peramalan
barang bagasi terutama pada baggage penumpang pada tahun-tahun yang akan
2-3 diakibatkan tidak terdistribusinya datang diharapkan adanya kesiapan
dengan sempurna proses waktu tempuh pengembangan Bandar Udara
bagasi dari waktu block-on ke Internasional Sultan Hasanuddin guna
penyerahan pelayanan bagasi pertama melayani jumlah penumpang yang
hingga penyerahan pelayanan bagasi semakin bertambah dalam hal ini kapasitas
terakhir serta jumlah barang bagasi ruang baggage claim area ( ruang
yang terlalu banyak sehingga pengambilan bagasi ) serta panjang
mengakibatkan hanya pada beberapa baggage conveyor belt.
baggage tertentu terjadi d. Dengan dibukanya rute penerbangan
penumpukan. internasional yang baru yakni Makassar-
f. Sebagai kesimpulan tambahan setelah Singapore, diharapkan kepada pihak
penelitian ini dilakukan, telah Angkasa Pura I melakukan antisipasi
dilakukan pula penambahan ruang terhadap jumlah penumpang internasional
baggage claim area kedatangan yang berupa kesiapan petugas yang melayani,
baru yakni baggage 5 untuk melayani kebutuhan ruang yang steril, serta
penerbangan internasional, sehingga ketersediaan fasilitas penunjang
untuk ruang baggage claim area 1-4 lainnya baik berupa jumlah trolley,
diperuntukkan untuk kedatangan kenyamanan ruang baggage claim area
domestik saja. ( ruang pengambilan bagasi ), toilet, dll.
g. Dengan melihat perhitungan trend
linier dan grafik forecasting
(peramalan) penumpang datang, DAFTAR PUSTAKA
penumpang berangkat, pesawat datang Adisasmita, A,S. 2008. Perancangan Bandar Udara.
dan pesawat berangkat serta Makassar.
Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional
perhitungan trend linier forecasting Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from :
(peramalan) baggage claim area dan http://www.angkasapura1.co.id/, diakses 04 April
baggage conveyor belt, maka dapat 2012.
disimpulkan bahwa rumusan hypotesis Basuki, H. 1990. Merancang dan Merencana Lapangan
Terbang. Penerbit Alumni. Bandung.

10
Didipu, A. 2010. Trolley di Bandar Udara, (Online), Practices, Aerodromes – Annex 14 Third Edition.
from:http://broerand.blogspot.com/2010/01/trolle ICAO. Washington DC.USA.
y-di-bandar-udara.html, diakses 27 Agustus 2012. Kementerian Perhubungan. 2002. Keputusan Menteri
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 1999. No. Perhubungan No. KM 44 tentang Tatanan
SKEP/347/XII/1999 tentang Standar Rancang Kebandarudaraan Nasional. Sekretariat Negara
Bangun dan/atau Rekayasa Fasilitas dan Republik. Jakarta. Indonesia.
Peralatan Bandar Udara. Direktorat Jenderal Mahasiswa, K. K. 2011. Definsi dan Klasifikasi Bagasi
Perhubungan Udara. Jakarta. Penumpang, (Online), from: :
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. 2005. http://kumpulankaryasiswa.wordpress.com/2011/
No.Skep/77/VI/2005 tentang Persyaratan Teknis 05/05/definisi-dan-klasifikasi-bagasi-
Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara. penumpang/, diakses 30 Agustus 2012.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Jakarta. Morlok, Edward, K. 1988. Pengantar Teknik dan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, (Online), from : Perencanaan Transportasi. Penerbit Erlangga.
dephub.go.id, diakses 27 Agustus 2012. Jakarta.
Elmika, C. 2009. Analisis Kinerja Curbside pada N.A.M., Bethesda. 2011. Analisis Kapasitas Ruang
Bandar Udara Inrernasional Hasanuddin Tunggu Pada Bandar Udara Internasional Sultan
Makassar. Tugas Akhir Jurusan Sipil Universitas Hasanuddin Makassar. Tugas Akhir Jurusan Sipil
Hasanuddin. Makassar. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Federation Aviation Administration (FAA). 2004. PT. Angkasa Pura I. 2012. Data Pergerakan Penumpang
Standars For Airport Systems: ACC dan Pesawat Domestik & Internasional.
NO.150/5340-18D. FAA. Washington DC. USA. Sandhyavitri, A. Agustus. 2005. teknik lapangan
Haryoto, E. 2012. Bagasi Hilang di Penerbangan, terbang 1 (teori dasar). Jurusan Teknik Sipil
(Online), from : http://protespublik.com/bagasi- Universitas Riau. Pekanbaru.
hilang-dipenerbangan/, diakeses 29 Agustus 2012. Thandy, N. 2009. Analisa Peramalan Penumpang Pada
Horonjeff, R. MCKelvey, F. 1988. Perencanaan dan Bandar Udara International Sultan Hasanuddin.
Perancangan Bandar Udara Jilid I. Erlangga. Tugas Akhir jurusan Sipil Universitas
Jakarta. Hasanuddin. Makassar.

International Civil Aviation Organization (ICAO).1999.


International Standards and Recommended

11