Anda di halaman 1dari 19

LA P O R A N

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (P.K.L)

PT. SPORT GLOVE INDONESIA


BIDANG LINGKUNGAN KERJA DAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN
(B3)

PELATIHAN CALON AHLI K3 UMUM ANGKATAN KE - 17

KELOMPOK 4
1. AHMAD RIFAI SALIM
2. HUTOMO PANJI AHMAD
3. KEREN HAPUKH BAKIUL
4. PASCAL FARINO RESALIAN
5. RADITA OLVA
6. SHELFIAN DUMAS PRIMADI
7. TEZAR
8. WALUYO RAHMAD HIDAYAT

PENYELENGGARA
PT. DUTA SELARAS SOLUSINDO
Yogyakarta, Agustus 2017
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................1
I.1. Latar Belakang.........................................................................................1
I.2. Maksud dan Tujuan..................................................................................1
I.3. Ruang Lingkup.........................................................................................2
I.4. Dasar Hukum............................................................................................2
BAB II KONDISI PERUSAHAAN....................................................................3
II.1. ambaran Umum Tempat Kerja................................................................3
II.2. emuan Positif dan Negatif......................................................................7
BAB III ANALISA TEMUAN..........................................................................10
BAB IV PENUTUP.............................................................................................17
IV.1. . Kesimpulan......................................................................................17
IV.2. . Saran................................................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Laporan Kunjungan Praktek Kerja Lapangan ini merupakan salah satu
persyaratan untuk mendapatkan sertifikat AK3 Umum yang diadakan oleh PT.
Duta Selaras Solusindo bekerjasama dengan Kementrian Ketenagakerjaan. Dilatar
belakangi oleh hal tersebut, maka pada tanggal 2 Agustus 2017, kami melakukan
Kunjungan Praktek Kerja Lapangan di PT. Sport Glove Indonesia termasuk
tempat kerja dimana terdapat sumber-sumber bahaya yang dapat menyebabkan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja harus diminimalisir agar tidak menyebabkan kerugian dan cidera baik
ringan, berat bahkan kematian, atau terhentinya proses kerja dan kerusakan
peralatan
Pada kegiatan PKL di PT. Sport Glove Indonesia, kami mendapatkan
tugas terkait K3 Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya beracun untuk
melihat temuan-temuan baik positif dan negatif di lapangan. Dalam bidang
Housekeeping, K3 kimia, NAB Kimia, NAB Fisika, APD, K3 confined space, K3
deteksi gas, dan Personil K3. Sumber-sumber bahaya tersebut dapat dikendalikan
agar tidak menimbulkan kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja.
Berangkat dari hal tersebut kami merasa perlu untuk melakukan checklist
terkait, K3 Lingkungan kerja dan bahan kimia berbahaya beracun dengan acuan
peraturan perundangan yang berlaku. Hasil dari dilakukannya checklist ini
bertujuan sebagai pembelajaran bagi kami khususnya kelompok 3 dan upaya
perbaikan atau bahan masukan bagi PT. Sport Glove Indonesia.

I.2. Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah :
1. Untuk mempraktikan teori yang telah diterima selama kegiatan
pembinaan.

1
2

2. Untuk mendapatkan gambaran dan pemahaman mengenai aplikasi K3 di


lapangan khususnya di bidang Listrik, Penanggulangan Kebakaran, dan
Konstruksi Bangunan
3. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi peserta Calon Ahli K3
Umum.
4. Calon peserta Ahli K3 umum dapat mengidentifikasi, menganalisa dan
memberikan saran atau rekomendasi.

I.3. Ruang Lingkup


Ruang Lingkup Kerja Praktek Lapangan ini:
1. Pelaksanaan di Bidang Lingkungan Kerja
2. Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

I.4. Dasar Hukum


Dasar Hukum Pengawasan Lingkungan Kerja dan Bahan Kimia Berbahaya
1. Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-187/MEN/1999 tentang
Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja
3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-
08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per-13/MEN/2011
tentang NAB Fisika dan Kimia di Tempat Kerja
5. Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 Tahun 1964 pasal 6 (ayat 9) tentang
Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan dalam Tempat Kerja
6. Konvensi ILO (No. 120) mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan
Kantor-kantor Konferensi Umum Organisasi Peburuhan Pasal 12
7. Permen No.7 Tahun 1964 Pasal 12 tentang syarat kesehatan, kebersihan
serta penerangan dalam tempat kerja.
BAB II
KONDISI PERUSAHAAN

II.1. Gambaran Umum Tempat Kerja


A. Sejarah dan perkembangan perusahaan
PT. Sport Glove Indonesia adalah perusahaan PMA (Penanaman Modal
Asing) yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi sarung tangan
olahraga, khususnya olahraga golf untuk pasar ekspor, antara lain ke Amerika dan
negara-negara Eropa seperti Kanada, Belanda dan Perancis.
PT. Sport Glove Indonesia Jogjakarta yang berlokasi di Desa Krandon,
Pendowoharjo, Sleman, Jogjakarta adalah pengembangan dari pabrik dengan
nama sama yang telah berdiri sebelumnya di Tangerang, hal ini disebabkan karena
permintaan dari konsumen yang terus meningkat.
PT. Sport Glove Indonesia Jogjakarta didirikan pada bulan Agustus 2002
Sedangkan PT. Sport Glove Indonesia Tangerang didirikan bulan September
1997. Pendirinya adalah Mr. Mark C. Robba, warga negara Amerika. Selain di
Indonesia, pabrik ini juga di India. Pabrik yang berlokasi di Jogjakarta ini murni
digunakan untuk proses produksi, sedangkan untuk proses pemasaran dan head
officenya berada di Tangerang. Dan jenis usahanya termasuk dalam perusahaan
Make To Order atau memproduksi berdasarkan kebutuhan pemesanan dari
konsumen.
B. Letak perusahaan
Pemilihan lokasi perusahaan sangatlah penting, maka pemilihannya harus
dilaksanakan secara cermat dengan memperhatikan beberapa faktor, karena hal ini
akan menyangkut kehidupan perusahaan dimasa yang akan datang. Demikian pula
dengan PT. sport glove indonesia yang telah memperhatikan faktor-faktor yang
penting dalam memilih lokasi. Adapun lokasi PT. SGI berlokasi di desa krandon,
pendowoharjo. Sleman, yogyakarta.
C. Tujuan perusahaan
Setiap perusahaan yang telah didirikan pasti mempunyai tujuan, adapun
tujuan didirikannya PT. Sport Glove Indonesia adalah sebagai berikut:

3
1

1. Tujuan Umum
a. Membantu pemerintah dalam rangka peningkatan hasil devisa negara dari
sektor industri non migas.
b. Bertujuan ikut serta dalam meningkatkan kehidupan perekonomian yang
ada di indonesia.
c. Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, khususnya untuk
masyarakat sleman, yogyakarta.
2. Tujuan Khusus
Meningkatkan pendapatan (income) perusahaan, yang diharapkan
dari hasil penjualan produk-produknya, sehingga dapat menambah
kekayaan dan loyalitas perusahaan.
D. Struktur Organisasi Perusahaan
Setiap organisasi membutuhkan sebuah struktur sebagai mekanisme
pengelolaan organisasi. Struktur organisasi ini menunjukkan kerangka, susunan
perwujudan dan pola tetap hubungan antara fungsi dan bagian yang menunjukkan
kedudukan seseorang mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
Demikian halnya dengan PT. Sport Glove Indonesia sebagai suatu
organisasi perusahaan, struktur organisasi dibuat sebagai sarana untuk
memperlancar tugas pekerjaan dengan menekankan pada bagian tugas,
wewenang, dan tanggung jawab koordinasi dan pelimpahan kekuasaan diantara
para pimpinan perusahaan dengan karyawan perusahaan.
Dengan adanya struktur ini, diharapkan agar setiap karyawan dapat
menjalankan tugas masing-masing dengan baik tanpa menunggu perintah dari
atasan. Adapun struktur organisasi PT. Sport Glove Inndonesia.
Presiden Direktur

Factory Manager

PPIC / Accounting Marketing HRD


Pembelian

Kepala Produksi

Quality Cutting Sewing Pakcing &


Control Finissing

Gambar 1. Struktur Organisasi PT. Sports Glove Indonesia

E. Jam dan waktu Kerja Karyawan


Pengaturan jam kerja dan jam istirahat yang diberlakukan pada perusahaan
PT. Sport Glove Indonesia adalah hari Senin sampai dengan Jumat, Jam kerja hari
Senin sampai dengan hari Jumat pukul 07.30-16.30 WIB, Jam istirahat pukul
12.00-13.00 WIB (kecuali hari Jumat 11.30-13.00). Perusahaan juga
memberlakukan jam kerja lembur, yang pelaksanaan jam kerja lembur biasanya
tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri.
F. Pemetaan proses bisnis
Adalah suatu pemetaan seluruh aktivitas perusahaan yang dimulai dari
customer order sampai dengan barang dikirim kepada pemberi order termasuk
pembayarannya.
Berikut ini adalah diagram pemetaan proses bisnis:

Keterangan :

: Aliran informasi
: Aliran cashflow
: Aliran barang
Gambar 2. Proses produksi PT. Sports Glove Indonesia
II.2. Temuan-temuan yang Ditemukan
A. Housekeeping
1. Housekeeping / 5S
a) Temuan Positif:
Terdapat petugas housekeeping dan telah disediakan beberapa alat-alat
kebersihan di setiap ruang perusahaan.
2. Penydiaan Air Minum
a) Temuan Positif:
Tersedia air minum yang sehat dan cukup
3. Toilet
a) Temuan Negatif
Kamar mandi yang tersedia adalah sebanyak 23 toilet masih kurang dari
persentasi kariyawan yang ada, seharusnya sekurang-kurangnya tersedia
57 toilet untuk 975 karyawan.
B. K3 Kimia
1. Penanganan bahan B3/meledak /terbakar/beracun (ada prosedur,MSDS, dll)
a) Temuan Positif:
Tempat penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya sudah dilengkapi dengan
Secondary containment, MSDS,label tersedia
C. NAB Fisika
1. Kebisingan
a) Temuan Positif
Ruang genset jauh dari area produksi dan mempunyai ruangan tersendiri,
hasil nilai uji dibawah nilai NAB.
2. Pencahayaan
a) Temuan Positif
Penerangan pada Ruang TPR dan Ruang Sewing rata-rata sudah
memenuhi baku mutu yaitu dangan minimal 200 Lux.
b) Temuan Negatif
Diruang Sewing lampu masih ada yang tidak dinyalakan sehingga
pencahayaan kurang.
3. Getaran
a) Temuan Positif
Getaran yang dihasilkan oleh alat produksi maupun alat pembangkit
listrik sudah memenuhi standart dan tidak menganggu proses produksi
4. Temperatur/ Suhu
a) Temuan Positif
Berdasarkan hasil pengukuran nila sudah berada dibawah NAB.
b) Temuan Negatif
Di beberapa tempat produksi suhunya masih terasa panas.
5. Udara Lingkungan Kerja (Debu/Gas)
a) Temuan Positif
Perusahaan sudah melakukan pengujian Udara dengan nilai berada
dibawah NAB.
b) Temuan Negatif
Tidak ada detector gas, Sebagian pekerja tidak menggunakan APD, dan
sebagian menggunakan APD akan tetapi tidak sesuai standart.
D. Personil K3
1. Petugas Ahli K3 Umum
a) Temuan positif:
Pada PT.SGI telah memiliki petugas ahli K3 Umum
2. Petugas & Ahli K3 Kimia
a) Temuan negatif
Pada PT.SGI yang menggunakan bahan kimia belum memiliki petugas
&Ahli K3 Kimia.
E. K3 confined space (prosedur kerja, petugas, dll)
a) Temuan Positif:
Operator bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).
F. Rambu/Sign
1. Jalur Evakuasi (evacuation route)
a) Temuan Positif
Perusahaan sudah menerapkan penggunaan rambu-rambu jalur
evakuasi baik di dalam gedung kerja maupun diluar sampai titik berkumpul.
b) Temuan Negatif
Untuk jalur evakuasi yang seharusnya kosong di PT.Sport glove
Indonesia digunakan untuk parkir motor.
2. Rambu-rambu Keselamatan
a) Temuan Positif
Perusahaan sudah memasang Poster dilarang merokok, Standar
operasional presedur (SOP), Pemasangan Poster K3, Poster tentang intalasi
listrik & Poster P3K
G. Penggunaan APD
1. Masker
a) Temuan Positif
Prusahaan sudah menerapkan
b) Temuan Negatif
Masih banyak pekerja tidak menggunakan masker.
2. Sarung tangan (Gloves)
a) Temuan Positif
Perusahaan sudah menerapkan
b) Temuan Negatif
Masih banyak pekerja tidak menggunakan masker.
3. Penutup telinga (Earplug)
a) Temuan Positif
Prusahaan sudah menerapkan
4. Pengamanan pada mesin jahit
a) Temuan Positif
Sebagian mesin sudah menggunakan perlindungan
b) Temuan Negatif
Harus menggunakan sarung tangan (Gloves) agar tidak membahayakan
pekerja.
10

5. Pemberian Label dan Lembar Data Keselmatan Bahan (LDKB)


1. Temuan Positif
Prusahaan sudah menerapkan
BAB III
ANALISA TEMUAN

No Data Temuan Analis Saran Dasar Hukum


HOUSEKEEPING
1 Housekeeping / 5S Temuan Positif: Untuk area dengan Peraturan Menteri Perburuhan No. 7
Terdapat petugas housekeeping potensi bahaya yang Tahun 1964 pasal 6 (ayat 9) tentang
dan telah disediakan beberapa tinggi, pekerja Syarat Kesehatan, Kebersihan serta
alat-alat kebersihan di setiap housekeeping harus Penerangan dalam Tempat Kerja
ruang perusahaan. diberikan edukasi
mengenai APD.

2 Toilet Temuan Negatif: Jumlah toilet Konvensi ILO (No. 120) mengenai
Kamar mandi yang tersedia sebaiknya ditambah Hygiene dalam Perniagaan dan
adalah sebanyak 23 toilet. agar sesuai dengan Kantor-kantor Konferensi Umum
Masih kurang dari persentasi ketentuan yang ada Organisasi Peburuhan Pasal 13
kariyawan yang ada sesuai jumlah
karyawan, yaitu
sekurang-kurangnya
tersedia 50 toilet
NAB KIMIA
1 K3 Kimia: penanganan bahan Temuan Positif: Perlu prosedur Keputusan Menteri Tenaga Kerja
B3/meledak /terbakar/beracun Tempat penyimpanan Bahan standar kerja aman No. KEP 187/MEN/1999 Tentang
(ada prosedur,MSDS, dll) Kimia Berbahaya sudah dan penunjukan Pengendalian Bahan Kimia
dilengkapi dengan Secondary petugas K3 kimia Berbahaya Di Tempat Kerja
containment, MSDS,label

11
1

tersedia

NAB FISIKA
1 Kebisingan Temuan Positif: Permen No.13/MEN/X/2011 Tahun
Ruang genset jauh dari area 2011Pasal 5 Tentang Nilai Ambang
produksi dan mempunyai batas Fisika dan Faktor Kimia di
ruangan tersendiri, hasil nilai uji tempat Kerja
dibawah nilai NAB.

2 Pencahayaan Temuan Positif: Menghindari Permen No.7 Tahun 1964 Pasal 12


Penerangan pada Ruang TPR kekurangaan tentang syarat kesehatan, kebersihan
dan Ruang Sewing rata-rata pencahaayan serta penerangan dalam tempat kerja
sudah memenuhi baku mutu sebaiknya lampu
yaitu dangan minimal 200 Lux. dinyalakan
Temuan Negatif:
Diruang Sewing lampu masih
ada yang tidak dinyalakan
sehingga pencahayaan kurang.
3 Getaran Positif: Getaran yang dihasilkan Permen No.13/MEN/X/2011 Tahun
oleh alat produksi maupun alat 2011Pasal 6 Tentang Nilai Ambang
pembangkit listrik sudah batas Fisika dan Faktor Kimia di
memenuhi standart dan tidak tempat Kerja
menganggu proses produksi
4 Temperatur/ Positif: Telah dipasangi kipas Perlu penambahan Konvensi ILO, Bab I pasal 10,
Suhu tambahan, serta beberapa tempat pendingin ruangan tentang Hygiene dalam perniagaan
menggunakan ventilasi alami. seperti kipas angin dan kantor-kantor konferensi umum
Negatif: Di beberapa tempat untuk menurunkan organisasi perburuhan international
produksi suhunya masih terasa suhu ruangan. dan
panas. Permen No.13/MEN/X/2011 Tahun
2011Pasal 6 Tentang Nilai Ambang
batas Fisika dan Faktor Kimia di
tempat Kerja
5 Udara Lingkungan Kerja Positif: Perusahaan sudah Perlu adanya Permenakertrans
(Debu/Gas) melakukan pengujian Udara dan pengadaan alat gas No.13/MENX/2011 tentang nilai
dibawah ambang batas (NAB). monitor untuk ambang batas faktor fisika dan
Negatif: Tidak ada detector gas, memonitoring faktor kimia ditempat kerja
Sebagian pekerja tidak perubahan diudara
menggunakan APD, dan lingkungan kerja
sebagian menggunakan APD yang bisa berubah.
akan tetapi tidak sesuai standart. Pengawasan
pemakaian APD
perlu ditingkatkan.
PERSONIL K3
1 Petugas Ahli K3 Umum Temuan positif: Terus ditigkatkan Permenaker No. PER. 02/Men/1992
Pada PT.SGI telah memiliki keahlian bila tentang tata cara penunjukan
petugas ahli K3 Umum memungkinkan kewajiban dan wewenang ahli
diikutkan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja
Ahli K3 spesialis. pasal 2 ayat 2 berbunyi bahwa
perusahan wajib memiliki ahli
keselamatan dan kesehatan kerja,
setiap tempat kerja dimana
pengurus mempekerjakan tenaga
kerja lebih dari 100 orang.
2 Petugas & Ahli K3 Kimia Temuan negatif: Dengan demikian Menurut peraturan Permenaker No.
Pada PT.SGI yang saran kami yaitu 187 Tahun 1999 pasal 2 yang
menggunakan bahan kimia sebaiknya pengurus berbunyi Pengurus wajib menunjuk
belum memiliki petugas &Ahli menunjuk salah satu petugas K3 Umum dan Ahli K3
K3 Kimia. staff K3 untuk Kimia sebagai upaya untuk
mengikuti pelatihan mengendalikan bahan kimia
Ahli K3 Kimia. berbahaya

3 K3 confined space (prosedur Temuan Positif: Tenaga kerja punya Undang-Undang Republik Indonesia
kerja, petugas, dll) Operator bekerja sesuai SOP standart kerja Nomor 1 Tahun 2017 Tentang
(Standar Operasional Prosedur). sehingga faktor Keselamatan Kerja. Bab IX.
keamanan lebih Kewajiban Bila Memasuki Tempat
terjamin Kerja. Pasal 13
RAMBU/SIGN
1 Jalur Evakuasi (evacuation route) Temuan Positif Untuk tempat jalur UU No. 1 Tahun 1970 tentang
Perusahaan sudah menerapkan evakuasi itu diharapkan keselamatan kerja pasal 14b, PP No. 50
penggunaan rambu-rambu jalur tidak digunakan untuk Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem
evakuasi baik di dalam gedung tempat parkir motor Manajemen Keselamatan dan
bagi pekerja. Kesehatan Kerja.
kerja maupun diluar sampai
titik berkumpul.
Temuan Negatif
Untuk jalur evakuasi yang
seharusnya kosong di PT.Sport
glove Indonesia digunakan
untuk parkir motor.
2 Rambu-rambu Keselamatan Temuan Positif Perlu ditingkat kan lagi Undang-undang No.1 Tahun 1970
a.Poster dilarang merokok Prusahaan sudah menerapkan pemasangan poster pasal 14b
b.Standar operasional presedur (SOP) tentang kesehatan
c.Pemasangan Poster K3 kerja. PP No. 50 Tahun 2012 tentang
d.Poster tentang intalasi listrik & Poster Penerapan Sistem Manajemen
P3K Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

PENGGUNAAN APD
1 Masker Temuan Positif Perlu adanya Kewajiban dalam penggunaan APD
Prusahaan sudah menerapkan sosialisasi lagi di tempat kerja diatur dalam undang
Temuan Negatif tentang bahaya undang No.1 Tahun 1970 tentang
Masih banyak pekerja tidak didalam tempat
menggunakan masker.
keselamatan kerja dan
kerja yang Permenakertrans No. PER. 08 /
berhubungan dengan MEN / VII / 2010 Tentang alat
kesehatan pelindung diri Kep.Menaker
pernapasan 187/1999 pasal 3, Pengendalian
bahan kimia berbahaya
2 Sarung tangan (Gloves) Temuan Positif Perlu adanya
Prusahaan sudah menerapkan sosialisasi lagi
Temuan Negatif tentang bahaya
Masih banyak pekerja tidak penggunaan alat
menggunakan masker. pengopenan bahan
pembuatan sarung
tangan.

3 Penutup telinga (Ear muff) Temuan Positif


Prusahaan sudah menerapkan
4 Pengamanan pada mesin jahit Temuan Positif Perlu adanya
Sebagian mesin sudah pemasangan
menggunakan perlindungan pengamanan pada
Temuan Negatif mesin jahit yang
Harus menggunakan sarung tidak menggunakan
tangan (Gloves) agar tidak perlindungan.
membahayakan pekerja.
5 Pemberian Label dan Lembar Data Temuan Positif Kep.Menaker 187/1999 pasal 3,
Keselmatan Bahan (LDKB) Prusahaan sudah menerapkan Pengendalian bahan kimia
berbahaya
BAB IV
PENUTUP

IV.1. Kesimpulan
1. PT. Sport Glove Indonesia secara umum telah melakukan syarat-syarat K3
yang diwajibkan di lingkungan kerja.
2. PT. Sport Glove Indonesia telah memberikan fasilitas Alat Pelindung Diri
(APD) pada pekerja di area yang berisiko tinggi terutama pada bagian
produksi. Namun pada kenyataannya, didapati ada pekerja yang tidak
menggunakan APD yang tidak standard perusahaan tersebut, hal ini
dikarenakan kesadaran tentang resiko yang rendah.
3. PT. Sport Glove Indonesia sudah memenuhi standar APD terhadap NAB
Fisika yaitu kebisingan dan pencahayaan, sedangkan untuk NAK Bahan
Kimia Berbahaya juga sudah memenuhi syarat-syarat K3 yang diwajibkan,
seperti perusahaan sudah memiliki LDKB (MSDS) untuk bahan kimia
berbahaya yang digunakan oleh pihak perusahaan, namun perusahaan belum
memiliki petugas kimia dan Ahli K3 Kimia..

IV.2. Saran
1. Diharapkan kepada pihak PT. Sport Glove Indonesia untuk terus
mensosialisasikan dan membina pekerja terkait penggunaan APD di tiap
satuan kerja, untuk memenuhi Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi no. 8/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri.
2. Dengan demikian saran kami yaitu sebaiknya pengurus menunjuk salah
satu staff K3 untuk mengikuti pelatihan Ahli K3 Kimia.
3. Meningkatkan kesadaran tenaga kerja akan pentingnya K3 di tempat kerja
dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi.

17