Anda di halaman 1dari 17

DEPARTEMEN PKK: DIVISI LOMBA

Herlinayati Ritonga
4142121019

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada allah swt, yang telah melimpahkan
rahmat, taufiq dan hidayat-nya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah mengenai DEPARTEMEN PKK: DIVISI LOMBA
Penulis menyusun makalah ini yang bersumber dari buku dan jurnal. Dan
penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan dalam membahas masalah ini. Dalam penyusunan makalah ini
tidak terlepas dari bantuan pihak yang mendorong atau memotivasi pembuatan
makalah ini supaya lebih baik dan lebih efisien.
Oleh sebab itu, diharapkan kritik dan saran dari pembaca agar menjadi
acuan serta perbaikan untuk makalah berikutnya. Demikianlah hal yang dapat
saya sampaikan. Jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini saya mohon
maaf. Dan akhirnya saya mengucapkan terima kasih.

Medan, 25 april 2017

Herlinayati Ritonga
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................i
Daftar Isi..........................................................................................................ii
Daftar Tabel.....................................................................................................iii
Bab. I Pendahuluan.........................................................................................1
1.1 Latar Belakang…..................................................................................1
1.2 Identifikasi Masalah..............................................................................2
1.3 Batasan Masalah....................................................................................2
1.4 Rumusan Masalah..................................................................................2
1.5 Tujuan....................................................................................................3
1.6 Manfaat..................................................................................................3
Bab II. Pembahasan..........................................................................................4
2.1 Konsep...................................................................................................4
2.2 Analisis SWOT......................................................................................5
2.3 Program Divisi Lomba..........................................................................7
2.4 Kelebihan Program.................................................................................7
Bab III. Penutup...............................................................................................9
3.1 Kesimpulan............................................................................................9
3.2 Saran......................................................................................................9
Daftar pustaka..................................................................................................10
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Tabel analisis SWOT divisi lomb..........................................................5


BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Lembaga keilmuan memiliki peranan yang sangat signifikan untuk


meningkatkan ilkim keilmuan kampus, yang sesuai dengan visi misi setiap
lembaga keilmuan kampus salah satunya adalah LP2IM yang memiliki visi yaitu
Mengembangkan potensi mahasiswa dalam bidang riset, penalaran, dan profesi
keguruan sebagai asas pembangunan peradaban serta melahirkan generasi
cendikia yang berintelektual, kompeten, profesional dan kontributif (KPK), dan
misi sebagai berikut

 Membangun paradigma tentang pentingnya keilmuan dan wilayah kerja


akademik sebagai piranti pendukung agent of change
 Membantu meningkatkan kualitas keilmuan dan akademis mahasiswa
pada umumnya, khususnya kader LP2IM Unimed.
 Membangun sistem keberjalanan organisasi keilmuan yang kokoh.
 Membangun jaringan komunikasi dan kerjasama pendukung keilmuan
yang diharapkan dapat mewujudkan pribadi yang KPK

Untuk mewujudkan visi dan misi yang telah disusun memerlukan waku
yang tidak sedikit dan persiapn yang cukup matangsalah satunya adalah perlunya
rencana pengembangan strategi untuk setiap sendi dari lembaga tersebut baik dari
SDM, sarana dan prasarana maupun dari susunan keorganisasiannya.

Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka


mencapai tujuan memerlukan perencanaan Sumber daya manusia yang efektif,
khususnya dalam lembaga keilmuan diperlukan pemberdayaan sumber daya
manusianya untuk mewujudkan eksistensi dari lembaga keilmuan tersebut. Salah
satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berkontribusi dalam setiap event
lomba yang dapat mendulang prestasi.
Kenyataanya iklim prestasi mahasiswa unimed masih tergolong rendah hal
ini ditunjukkan dengan hasil PKM yang lolos dan mendapat pendanaan hanya
sekitar 20 proposal, dibanding dengan universitas lain yang mencapai ratusan
bahkan ribuan proposal yang lolos. Berdasarkan permasalahan iklim kontribusi
prestasi yangmasih rendah ini melalui lembaga keilmuan LP2IM setidaknya dapat
meningkatkan prestasi yang dapat berdampak baik bagi kampus tersebut, dimulai
dengan meningkatkan semangat berprestasi bagi kader – kadernya terlebih dahulu.

Berdasarkan hal tersebut untuk pengajuan grand design dalam pemenuhan


pesrsyaratan untuk training akademik 3 saya mengajukan pembukaan divisi baru
bagi departemen PKK yaitu divisi lomba.

1.2. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi beberapa masalah


yaitu sebagai berikut:

 Semangat mahasiswa untuk berprestasi yang rendah


 Peranan lembaga keilmuan di kampus
 Dukungan pihak kampus terhadap lembaga keilmuan
 Iklim prestasi mahasiswa Unimed yang masih rendah
 Pembentukan kader LP2IM yang siap untuk berprestasi dan meningkatkan
eksistensi LP2IM
1.3. Batasan masalah

Berdasarkan beberapa identifikasi masalah diatas dapat dibatasi, seperti


dibawa ini:

 Iklim prestasi mahasiswa Unimed yang masih rendah


 Peranan lembaga keilmuan dikampus
 Pembentukan kader LP2IM yang siap untuk berprestasi dan meningkatkan
eksistensi LP2IM
1.4. Rumusan masalah

Berikut rumusan masalah yang dibuat berdasarkan batasan masalah diatas:

 Bagaimana iklim prestasi mahasiswa Unimed?


 Apa peranan lembaga keilmuan dikampus?
 Bagaimana upaya yang dapat dilkukan untuk pembentukan kader LP2IM
yang siap untuk berprestasi dan meningkatkan eksistensi LP2IM?

1.5. Tujuan
 Mengetahui iklim prestasi mahasiswa Unimed
 Mengetahui peranan lembaga keilmuan kampus
 Mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk pembentukan kader LP2IM
yang siap untuk berprestasi dan meningkatkan eksistensi LP2IM

1.6. Manfaat
 Dapat meningkatkan prestasi mahasiswa Unimed baik tingkat kampus
maupun Nasional
 Dapat menumbuhkan semangat berprestasi dari kader LP2IM maupun
mahasiswa Unimed
BAB II
ISI
2.1. Konsep
Pengembangan Organisasi (PO) merupakan cara pendekatan terhadap
perubahan yang berjangka panjang dan lebih luas ruang lingkupnya dengan tujuan
untuk menggerakkan seluruh organisasi ke arah tingkat fungsional yang lebih
tinggi. (Indrawijaya, 1989:203).
Pembinaan/pengembangan penalaran dan keilmuan bertujuan untuk
merangsang, mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara ilmiah,
mendorong mahasiswa agar mengembangkan wawasan dan sikap ilmiah secara
profesional. Bidang Penalaran dan keilmuan dikembangkan melalui berbagai
kegiatan.

1. Forum akademik yaitu pertemuan sekelompok warga sivitas akademika


untuk membahas topik tertentu secara ilmiah dengan tujuan menumbuhkan
dan memupuk kemampuan sikap ilmiah dan sikap profesional melalui
pemikiran yang objektif.
2. Simposium merupakan suatu pertemuan ilmiah yang membahas topik
tertentu dari berbagai sudut pandang yang saling berkaitan.
3. Kolokium adalah hasil modifikasi dari metoda diskusi panel yang
melibatkan nara sumber dan peserta.
4. Lokakarya merupakan temu karya yang bertujuan meningkatkan
kemampuan dan keterampilan peserta dengan menggunakan berbagai jenis
metoda yang menghasilkan produk tertentu.
5. Seminar merupakan pertemuan ilmiah suatu kelompok intelektual yang
dengan sistematis membahas suatu topik di bawah pimpinan seorang ahli
yang berwewenang dalam bidang tersebut untuk memecahkan suatu
permasalahan.
6. Diskusi Ilmiah adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai
suatu masalah.
7. Diskusi Panel adalah suatu pembicaraan atau pertukaran pikiran yang
dilakukan oleh panelis mengenai suatu topik tertentu.
8. Studium Generale (kuliah umum) merupakan suatu bentuk atau metoda
penyampaian informasi secara lisan tertang suatu topik tertentu oleh
seorang yang berkualifikasi, dengan maksud memberikan wawasan umum
dan memperluas wawasan ilmiah serta mengembangkan sikap
interdisipliner tentang suatu bidang ilmu kepada para ilmuwan atau calon
ilmuwan dengan latar belakang disiplin ilmu yang beragam dan berbeda
dengan penceramah.
9. Lomba Karya Ilmiah adalah program/kegiatan yang dilakukan untuk dapat
melatih dan meningkatkan kemampuan serta sikap ilmiah mahasiswa.
10. LKTM, LKIM, PKM dan Seleksi mahasiswa berprestasi adalah kegiatan
pengembangan penalaran mahasiswa melalui penulisan karya-karya ilmiah
yang diorientasikan pada temuan dari penelitian yang dilakukan oleh
mahasiswa. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan kemampuan
menemukan karya-karya ilmiah untuk kepentingan pengembangan ilmu,
teknologi maupun seni.
11. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Pekan Mahasiswa Daerah
(PIMDA) dan Karya Alternatif Mahasiswa (KAM) adalah kegiatan
kemahasiswaan yang mengembangkan dan mempersiapkan mahasiswa
agar memiliki keterampilan tambahan sebagai alternatif untuk profesi yang
digelutinya.

Maka dari itu rencana pengembangan yang saya pilih adalah untuk
pengembangan departemen PKK dengan menambah jumlah divisi yang ada di
departmen PKK yitu divisi lomba. Mengingat kegiatan lembaga keilmuan tidak
terlepas dari kegiatan lomba.
2.2. Analisis SWOT
Tabel 1.1 Analisis SWOT program Divisi Lomba
Variabel Strength weakness Opportunity Threat
SDM Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia Pembentukan divisi Kemauan serta semangat
di LP2IM adalah salah juga dapat menjadi lomba ini memberikan untuk berprestasi
satu kekuatan ynag dapat sumber kelemahan kesempatan kepada merupakan tantangan yang
menyukseskan divisi sehingga program – setiap anggota LP2IM sangat besar bagi setiap
yang akan dibentuk ini, program yang ada di untuk meningkatkan Individu untuk
divisi ini tidak berjalan, semangat berprestasi dan menyukseskan berjalnnya
karena divisi ini menghasilkan karya divisi ini
menuntut kontribusi serta untuk nantinya
komitmen anggota untuk diikutsertakan pada event
menyukseskannya, jadi – even loma yang lain
apabila sedikit yang dan sudah jauh hari
berkontribusi akan sangat dipersiapkan
berpengaruh
Sarana Tempat untuk Manajemen waktu Keterbatasan sarana dan Ketidakbersediaan pihak
dan melangsungkan kegiatan merupakan salah satu prasarana dapat diatasi kampus untuk
prasarana yang akan di adakan oleh kelemhan untuk dengan kerjasama dan meminjamkan sarana dan
divisi lomba nantinya keberlangsungan saling tolong menolong prasarana untuk
sudah ada tersedia yaitu prodram – program yang antar kader LP2IM melangsungkan kegiatan
dengan memanfaatkan ada untuk divisi lomba,
sekretariat LP2IM untuk mengatur jadwal
kegiatan divisi lomba
harus sangat disesuaikan
dengan divisi – divisi
dari departemen yang
lain
Juri Banyaknya kandidat Padatnya jadwal yang Perlombaan yang Kesesuaian jadwal, antara
yang dapat dijadikan dimiliki oleh diadakan langsung dinilai jadwal kegiatan dengan
sebagai juri untuk setiap dosen/akademisi kampus oleh dosen/ akademisi jadwal juri
perlombaan yang untuk bersedia menjadi kampus utuk melatih
diadakan mengingat juri perlombaan yang kader agar terbiasa untuk
banyak dosen / diadakan event – event lomba yang
akademisi kampus yang besar
kompeten
2.3. Program divisi lomba
Program divisi lomba adalah program yang saya ajukan untuk departemen
PKK, dimana divisi lomba ini dibentuk untuk follow up dari kegiatan – kegiatan
yang telah dilakukan oleh dua divisi sebelumnya yaitu divisi pengkajian dan
divisi SIC (Smart Intensive Class). Kedua divisi ini sudah berjalan secara
berkesinambungan dimana sesudah diadakannya sebuah event pengkajian
misalnya membuat pelatihan atau kajian tentang menulis, maka sudah ada untuk
follow up selanjutnya yang dapat dilakukan oleh divisi SIC untuk keberlanjutan
kegiatan menulis tersebut, namun untuk follow up selanjutnya belum ada kegiatan
yang dilakukan, maka dari itu saya mengajukan pembuatan divisi baru untuk
departemen PKK yaitu pembuatan divisi lomba, dimana divisi ini sangat berguna
untuk keberlangsungan lembaga keilmuan dengan menghasilkan kader – kader
yang berprestasi dalam banyak event lomba.
Divisi lomba ini akan berfungsi sebagai perwujudan dari pelatihan yang
sudah dilalui oleh kader LP2IM khususnya untuk persiapan mengikuti berbagai
event lomba yang banyak diadakan. Adapun rancangankegiatan divisi lomba ini
adalah setelah kader LP2IM mendapat ilmu seputar menulis karya ilmiah
misalnya dan dilanjutkan dalam bentuk pelatihan yang dilakukan oleh divisi SIC
maka karya yang telah dihasilkan pada saat mengikuti kelas yang diadakan oleh
SIC, maka karya – karya tersebut akan diperlombakan antar sesama kader yang
tergabung dalam LP2IM yang diselenggarakan oleh pihak divisi lomba ini.
Kegiatan lomba yang akan dilaksanakan oleh divisi lomba ini berupa
lomba essai, karya tulis ilmiah, lomba debat, olimpiade, dan sebagainya, yang
nantinya karya – karya hasil sobat cendikia LP2IM dapat diikutsertakan untuk
event – event lomba nasional dan juga sebagai wujud persiapan untuk lebih
matang dalam mengikuti perlombaan.
2.4. Keunggulan program
Program ini dapat mempersiapkan kader untuk kontribusi dalam berbagai
event lomba, dimana program ini nantinya menghasilkan kader – kader yang siap
mengikuti berbagai perlombaan yang diadakan baik tingkat kampus maupun
nasional, karena melalui kegiatan lomba yang diadakan antar kader dapat
meningkatkan kemampuan kader LP2IM, sehingga ketika ada event perlombaan
banyak kader yang berkontribusi dikarenakan persiapan yang sudah matang baik
dari segi mental, pengetahuan, dan pengalaman.
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Pengembangan organisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu


dan kualitas serta kontribusi dari organisasai atau lembaga keilmuan tersebu.
Pengembangan yang saya ajukan adalah pembntukan divisi baru bagi departemen
PKK LP2IM yaitu divisi lomba yang sangat berguna untuk iklim keilmuan
LP2IM dan akan berpengaruh besar untuk iklim keilmun kampus juga

3.2. Saran

Untuk pembuatan grand design selanjutnya agar memaparkan tingkat


keberhasilan program, rincian dana dan sumber dana untuk program yang
diadakan serta jaringan atau kerjasama dengan pihak lain.
DAFTAR PUSTAKA

Indrawijaya, Adam. 1989. Perubahan dan Pengembangan Organisasi. Bandung :


Sinar Baru

UPI. 2016. Penalaran Dan Keilmuan


.http://www.upi.edu/kemahasiswaan/aktivitas/penalaran-dan-keilmuan.
Diakses 25 April 2017
Lampiran

Kontribusiku Untuk Indonesia

Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan


suatu bangsa dan negara, namun pemerataan pendidikan yang terjadi di Indonesia
masih sangat jauh dari kata berhasil, berdasarkan data dari unicef pada tahun 2015
sekitar 2,5 juta anak Indonesia putus sekolah yang terbagi menjadi, 600 ribu anak
usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP)
yang dimana 2,5 juta anak Indonesia ini akan menjadi fondasi keberhasilan dan
kemajuan bangsa Indonesia untuk 20-30 tahun kedepan. Alasan putusnya sekolah
2,5 juta anak ini kebanyakan adalah faktor finansial dan faktor sosial.
Penanggulangan keterbatasan finansial untuk seseorang menempuh jenjang
pendidikan sudah banyak upaya yang dilakukan seperti dengan banyaknya jumlah
beasiswa yang sudah tersebar hampir di seluruh di Indonesia akan tetapi masih
banyak jumlah anak yang tidak bersekolah atau menempuh jenjang pendidikan
disebabkan faktor utama nya adalah permasalahan sosial, seperti seorang anak
jalanan, pengamen, anak – anak pemulung, selain dari keterbatasan finansial juga
memiliki keterbatasan sosial yaitu tidak adanya dukungan dari lingkungan sekitar
unuk menempuh jenjang pendidikan sehingga banyak dari anak Indonesia yang
masih banyak tidak menempuh pendidikan di sekolah formal.

Untuk itu penting bagi para akdemisi untuk memikirkan bagaimana


penanggulangan atau upaya apa yang dapat dilakukan. Salah satu upaya yang
didapat dilakukan adalah dengan pemberdayaan para calon guru yang banyak
tersebar di LPTK seluruh Indonesia, salah satunya dengan pembangunan sejenis
rumah belajar untuk menolong tunas bangs yang merupakan fondasi untuk negeri
ini 20 – 30 tahun kedepan. Sebagai calon seorang guru saya berkeinginan untuk
membuat sebuah rumah belajar yang berbeda dari kebanyakan rumah belajar
dimana di rumah belajar yang akan dibuat dengan nama rumah bengkel ku, yaitu
sianak bukan hanya dituntut untuk belajar tetapi juga untuk menghasilkan produk
sesuai dengan rentang umur yang ada, sistem pembuatan kelas nya berdasarkan
gaya belajar mereka, jenis gaya berpikir mereka, dan jenis kecerdasan yang
mereka miliki. Sehingga seorang anak dengan kemampuannya masing – masing
dan ahli dalam bidangnya. Kelas dalam rumah bengkel ini teridiri dari jenis –
jenis kelas bukan lagi tingkatan kelas, misalnya anak dengan gaya berpikir
intuiting akan digabung dengan anak – anak yang berpikir intuiting juga, dan akan
dipisah lagi berdasarkan kemampuan dan kemauan mereka sesuai bidangnya,
untuk memajukan bangsa Indoesia ke depannya.