Anda di halaman 1dari 9

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN

ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 7 – 11 BULAN DI WILAYAH


KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR

Ainun Mardiah1, Esse Puji Pawenrusi1, Suarni1


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar
Program Studi Ilmu Keperawatan

ABSTRACT
Exclusive breastfeeding is breastfeed without additional liquids such as formula milk ,
orange juice, honey , tea water , white water and additional solid foods such as banana ,
papaya milk porridge , biscuits , rice porridge and teams . Based on secondary data obtained
from Maccini Sawah PHC Makassar showed that the amount of coverage of exclusive
breastfeeding in 2012 as much as 98.17 % , in 2013 as much as 76 % , and by 2014 as much
as 78 %.
The aim of this research is to know association between mother’s occupation,
advertising, and aesthetics and exclusive breastfeeding on infants aged 7-11 months
This was analytic observational with cross sectional design. Sample was infant aged 7-
11 month who visited to Maccini Sawah PHC Makassar. The number of sample was 51
respondents. sampling technique was purposive sampling. data processing using SPSS and
analyzed using chi square test and fisher exact test as alternative.
This study showed that occupation (p=0,001), advertising (p=0,002) were associated
to exclusive breatfeeding. Meanwhile, aesthetich has no relationship to esclusive
breastfeeding on infant aged 7-11 month.
There is not relationship between aesthetics and exclusive breastfeeding . While the
mother's occupation and advertising were associated to exclusive breastfeeding . Suggestion
for health providers Maccini Sawah Makassar to keep improving their role in providing
information to mothers on exclusive breastfeeding.

Keyword : Exclusive breastfeeding, mother’s occupation, advertising, aesthetics

ABSTRAK
ASI eksklusif dikatakan sebagai pemberian ASI secara eksklusif saja, tanpa tambahan
cairan seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih dan tambahan makanan padat
seperti pisang, pepaya bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim. Berdasarkan data sekunder
yang di peroleh dari Puskesmas Maccini Sawah Makassar menunjukkan jumlah cakupan ASI
Eksklusif tahun 2012 sebanyak 98,17%, tahun 2013 sebanyak 76%, dan tahun 2014 sebanyak
78%.
Tujuan penelitian diketahuinya hubungan pekerjaan ibu, iklan, dan estetika dengan
pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 11 bulan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross
sectional, Sampel penelitian ini adalah bayi berusia 7 – 11 bulan yang berkunjung ke
Puskesmas Maccini Sawah Makassar. Jumlah sampel sebanyak 51 responden. Pengambilan
sampel dengan cara Purposive sampling menggunakan uji chi square dan uji alternatif fisher
exact test, pengolahan data hasil penelitian menggunakan SPSS dalam bentuk tabel disertai
penjelasan.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pekerjaan (nilai p=0,001<0,05), iklan (nilai
p=0.002<0,05), berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 7 – 11 bulan,
sedangkan estetika (nilai p=1,000>0,05) tidak berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif
pada bayi usia 7 – 11 bulan.
Simpulan tidak ada hubungan antara estetika dengan pemberian ASI eksklusif,
sedangkan pekerjaan ibu dan iklan ada hubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Saran
kepada staf Puskesmas Maccini Sawah Makassar agar tetap meningkatkan perannya dalam
memberikan informasi kepada ibu tentang pemberian ASI eksklusif.

Kata kunci : Asi Eksklusif, Pekerjaan Ibu, Iklan, Estetika.

PENDAHULUAN
Pertumbuhan anak sangat cepat di Survei demografi World Health
dua tahun pertama kehidupannya dan dua Organization (WHO) tahun 2000
tahun pertama kehidupan anak itulah yang menemukan bahwa pemberian ASI
disebut periode emas (golden period). Jika eksklusif selama 4 bulan pertama sangat
pada rentang usia tersebut anak rendah terutama di Afrika Tengah dan
mendapatkan asupan gizi yang optimal, Utara, Asia dan Amerika Latin.
seperti ASI, penurunan status gizi anak Berdasarkan penelitian WHO (2000) di
bisa dicegah. enam negara berkembang, resiko
Bayi mendapatkan manfaat yang kematian bayi antara 9 – 12 bulan
besar dari ASI. Selain memberikan nutrisi meningkat 40% jika bayi tersebut tidak
terbaik yang dibutuhkan bayi, ASI juga disusui, untuk bayi berusia di bawah dua
berperan penting dalam melindungi dan bulan, angka kematian ini meningkat
meningkatkan kesehatan bayi. UNICEF menjadi 48% (Wenas, 2012).
menyatakan bahwa ASI menyelamatkan Penelitian yang dilakukan oleh
jiwa bayi terutama di negara – negara Joseph di Nigeria bagian tenggara, terdapat
berkembang (Monika, 2014). 143 (35,9%) dari wanita yang
Menurut Utami (2005), ASI mempraktekkan ASI Eksklusif. Alasan
eksklusif dikatakan sebagai pemberian ASI utama untuk tidak mempraktekkan ASI
secara eksklusif saja, tanpa tambahan Eksklusif adalah bahwa ASI Eksklusif
cairan seperti susu formula, jeruk, madu, membuat sangat stres (26,2%; n = 67),
air teh, air putih dan tambahan makanan penolakan ibu (23,5%; n = 60) dan
padat seperti pisang, pepaya bubur susu, perasaan bahwa ASI Eksklusif tidak
biskuit, bubur nasi dan tim (Yanti, 2011). diperlukan (18,1%; n = 46). 35 (13,7%)
ASI sebagai sumber utama laktosa dari perempuan dibatasi oleh waktu dan
apabila berhasil secara eksklusif diberikan kurangnya dukungan suami 1,5% (n = 3)
kepada bayi sampai usia 4-6 bulan akan dari orang-orang yang tidak melakukan
menjamin kebutuhan energi dan komponen eksklusif menyusui (Ugboaja, 2013).
untuk pertumbuhan sel-sel syaraf dan otak Cakupan ASI Eksklusif di negara
(cerebrocide dan myelin) sebagai ASEAN seperti India sudah mencapai
persiapan kualitas tumbuh kembang 46%, di Philippines 34%, di Vietnam 27%
(Suprijati, 2014). dan di Myanmar 24% (Wowor, 2013).
ASI eksklusif menurut WHO Cakupan pemberian ASI eksklusif
adalah pemberian ASI saja pada bayi pada bayi usia 0 sampai 6 bulan di
sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan Indonesia pada tahun 2012 berdasarkan
ataupun makanan lain. ASI dapat di laporan sementara hasil Survei Demografi
berikan sampai bayi berusia 2 tahun dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012
(Yanti, 2011). masih cukup rendah yakni sebesar 42%
dimana target pencapaian pemberian ASI
eksklusif pada tahun 2014 sebesar 80%. karena tidak ingin payudara mereka
Salah satu penyebab rendahnya cakupan kendur/melorot (Chidinma Eze, 2014).
pemberian ASI eksklusif bagi bayi Dari penelitian Ira Yunia Pratiwi pada
dibawah usia enam bulan karena produksi tahun 2012 di Salatiga, terdapat 46,6% ibu
ASI pada ibu post partum yang terhambat tidak memberikan ASI Eksklusif pada
pada hari- hari pertama pasca persalinan. bayi, karena takut merusak bentuk
(Venny, 2014). payudara menjadi lebih kendor (Pratiwi,
Dalam sebuah survei yang 2012).
dilakukan oleh Phuong Hong Nguyen pada Persentase pemberian ASI
ibu rumah tangga di pedesaan Vietnam, eksklusif di Sulawesi Selatan sebesar
menunjukkan bahwa hampir sepertiga 56,02% (Profil Kesehatan Indonesia 2013).
(31%) dari ibu di kota Ho Chi Minh Persentase pemberian ASI ekslusif
mengatakan bahwa mereka tidak dapat pada bayi 0-6 bulan di wilayah Puskesmas
menyusui secara eksklusif pada waktu se-Kota Makassar Tahun 2013 sebesar
yang dijadwalkan karena pekerjaan 67,8% meningkat dibanding tahun 2011
(Phuong Hong Nguyen, 2011). sebesar 36,8% (Profil kesehatan kota
Penelitian yang dilakukan oleh Makassar 2013).
Wirawati (2014) di Malang menemukan Data dari Puskesmas Maccini
bahwa ibu yang bekerja mempunyai resiko Sawah menunjukkan bahwa jumlah
4,5 kali gagal memberikan ASI selama 2 cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2012
bulan kepada bayinya (Amin, 2014). sebanyak 98,17%, tahun 2013 sebanyak
Sebuah studi tahun 2012 oleh 76%, dan tahun 2014 sebanyak 78%.
Centers for Disease Control and Berdasarkan data diatas, melihat
Prevention (CDC) menunjukkan bahwa jumlah bayi yang masih sangat banyak
mayoritas (54,5 persen) dari rumah sakit di dengan kurangnya pemberian ASI
Amerika Serikat terus mendistribusikan eksklusif, maka dari itu diperlukan
sampel susu formula yang disponsori oleh penelitian tentang faktor-faktor apa saja
industri susu formula untuk ibu menyusui yang berhubungan dengan pemberian ASI
(CDC staff, 2012). eksklusif, penelitian ini dipilih untuk
Hasil penelitian yang dilakukan mengetahui secara jelas tentang data
oleh Lilik Hidayanti dan Nur Lina (2010) sesungguhnya/data primer guna menjawab
di kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa faktor yang paling menonjol mengapa
paparan iklan susu formula berdampak pemberian ASI secara ekslusif tidak
sebesar 4 % untuk menurunkan status berhasil dengan baik.
pemberian ASI secara eksklusif (Lilik,
2010). Dan hasil penelitian yang dilakukan METODE PENELITIAN
oleh Budiyanto di Rumah Sakit Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal
Muhammadiyah Gombong, salah satu 30 Maret – 8 April 2015 di Wilayah Kerja
faktor yang mempengaruhi kegagalan ASI Puskesmas Maccini Sawah Makassar.
Eksklusif disebabkan oleh gencarnya Jenis penelitian ini adalah penelitian
promosi susu formula (16%), dimana ibu- observasional analitik dengan rancangan
ibu menghentikan pemberian ASI karena cross sectional yaitu penelitian pada
pengaruh iklan susu formula (Budiyanto, beberapa populasi yang diamati pada
2014). waktu yang sama. Sampel pada penelitian
Sebuah laporan oleh Survei ini sebanyak 51 orang ibu yang membawa
Demografi dan Kesehatan Nigeria (NDHS) bayi berusia 7 – 11 bulan yang melakukan
dilakukan pada tahun 2013, hanya 9 % ibu kunjungan di Puskesmas Maccini Sawah
menyusui di Abuja, selama enam bulan Makassar dengan menggunakan metode
pertama. Sebagian besar ibu tidak purposive sampling. Tekhnik
melakukan pemberian ASI eksklusif pengumpulan data primer dengan
menggunakan kuesioner dan data yang bayi usia 11 bulan sebanyak 9 bayi
diperoleh diolah dengan metode statistik (17,6%).
menggunakan software SPSS. c. Jenis Persalinan

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 3


1. Analisa Univariat Distribusi Frekuensi Berdasarkan
a. Umur Ibu Jenis Persalinan Bayi di wilayah
Tabel 1 kerja Puskesmas Maccini Sawah
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Makassar Tahun 2015
Umur Ibu di wilayah kerja Jenis Persalinan n %
Puskesmas Maccini Sawah Normal 38 74,5
Makassar Tahun 2015 Sectio Caesarea 13 25,5
Umur Jumlah 51 100,0
n %
(tahun) Sumber : Data Primer
18-26 20 39,2 Tabel 4 menunjukkan bahwa
27-35 28 54,9 jumlah bayi yang di lahirkan secara
36-44 3 5,9 normal lebih banyak yaitu
Jumlah 51 100,0 sebanyak 38 bayi (74,5%),
Sumber : Data Primer sedangkan jumlah bayi yang
Tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah dilahirkan secara sectio caesarea
ibu terbanyak berada pada kelompok sebanyak 13 bayi (25,5%).
umur 27-35 tahun yaitu sebanyak 28 d. Pendidikan Ibu
orang (54,9 %), kemudian ibu pada
kelompok umur 18-26 tahun Tabel 4
sebanyak 20 orang (39,2%) dan yang Distribusi Frekuensi Berdasarkan
terakhir pada kelompok umur 36-44 Pendidikan Ibu di wilayah kerja
tahun yaitu sebanyak 3 orang Puskesmas Maccini Sawah
(5,9%). Makassar Tahun 2015
b. Usia Bayi Pendidikan n %
SD 2 3,9
Tabel 2 SLTP 11 21,6
Distribusi Frekuensi Berdasarkan SLTA 29 56,9
Usia Bayi di wilayah kerja S1 9 17,6
Puskesmas Maccini Sawah Jumlah 51 100,0
MakassarTahun 2015 Sumber : Data Primer
Usia (bulan) n % Tabel 5 menunjukkan bahwa ibu
7–8 33 64,7 dengan pendidikan akhir SLTA
9 – 10 9 17, 6 lebih banyak yaitu sebanyak 29
11 9 17, 6 orang (56,9%), selanjutnya ibu
Jumlah 51 100,0 dengan pendidikan akhir SLTP
Sumber : Data Primer sebanyak 11 orang (21,6%),
Tabel 3 menunjukkan bahwa kemudian ibu dengan pendidikan
jumlah tertinggi terdapat pada bayi akhir S1 (Perguruan Tinggi)
yang berusia 7 – 8 bulan yaitu sebanyak 9 orang (17,6%),
sebanyak 33 bayi (64,7%), sedangkan ibu dengan pendidikan
sedangkan pada bayi usia 9 – 10 akhir SD terdapat 2 orang (3,9%).
bulan sebanyak 9 bayi (17,6%)
hasil yang sama juga terdapat pada
e. Pekerjaan Ibu khawatir akan estetika bentuk
badan dan payudaranya yaitu
Tabel 5 sebanyak 43 orang (84,3%),
Distribusi Frekuensi Berdasarkan sedangkan jumlah ibu yang merasa
Pekerjaan Ibu di wilayah kerja khawatir yaitu hanya sebanyak 8
Puskesmas Maccini Sawah orang (15,7%).
Makassar Tahun 2015 h. ASI Eksklusif
Pekerjaan Ibu n %
Bekerja 16 31,4 Tabel 8
Tidak bekerja 35 68,6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan
Jumlah 51 100,0 ASI Eksklusif di wilayah kerja
Sumber : Data Primer Puskesmas Maccini Sawah Makassar
Tabel 6 menunjukkan bahwa Tahun 2015
jumlah ibu yang tidak bekerja lebih ASI n %
banyak yaitu sebanyak 35 orang Eksklusif 20 39,2
(68,6%), sedangkan ibu yang Tidak Eksklusif 31 60,8
bekerja sebanyak 16 orang Jumlah 51 100,0
(31,4%). Sumber : Data Primer
f. Iklan Tabel 9 menunjukkan bahwa
jumlah ibu yang tidak memberikan
Tabel 6 ASI Eksklusif lebih banyak yaitu
Distribusi Frekuensi Berdasarkan sebanyak 31 orang (60,8%),
Iklan di wilayah kerja Puskesmas sedangkan jumlah ibu yang
Maccini Sawah Makassar memberikan ASI Eksklusif
Tahun 2015 sebanyak 20 orang (39,2%).
Iklan n %
Pernah 18 35,3 2. Analisa Bivariat
Tidak Pernah 33 64,7 a. Hubungan antara Pekerjaan Ibu
Jumlah 51 100,0 dengan Pemberian ASI Eksklusif
Sumber : Data Primer pada Bayi Usia 7 – 11 Bulan.
Tabel 7 menunjukkan bahwa Tabel 9
jumlah ibu yang pernah mendapat Hubungan antara Pekerjaan Ibu
tawaran iklan atau promosi susu dengan Pemberian ASI Eksklusif
formula sebanyak 18 orang pada Bayi Usia 7 – 11 Bulan di
(35,3%), sedangkan ibu yang tidak Wilayah Kerja Puskesmas Maccini
pernah sebanyak 33 orang (64,7%). Sawah Makassar Tahun 2015
g. Estetika ASI Uji
Tidak Jumlah statistik
Pekerjaan Eksklusif
Eksklusif (nilai p)
Tabel 7 n % n % n %
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Bekerja 15 93,7 1 6,3 16 100,0
Estetika di wilayah kerja Tidak
16 45,7 19 54,3 35 100,0 0,001
Bekerja
Puskesmas Maccini Sawah
Jumlah 31 60,8 20 39,2 51 100,0
Makassar Tahun 2015
Sumber : Data Primer
Estetika n %
Tabel 10 menunjukkan
Khawatir 8 15,7
bahwa dari 51 responden (100,0%)
Tidak Khawatir 43 84,3
menurut kategori pekerjaan, yang
Jumlah 51 100,0 bekerja dan tidak memberikan ASI
Sumber : Data Primer Eksklusif terdapat 15 orang
Tabel 8 menunjukkan bahwa (93,7%) dan yang bekerja dan
jumlah ibu yang merasa tidak
memberikan ASI eksklusif Berdasarkan uji statistik
terdapat 1 orang (6,3%). Chi-Square diperoleh hasil yang
Sedangkan responden yang tidak bermakna dimana nilai p = 0,002,
bekerja yang tidak memberikan ketentuan significancy apabila
ASI eksklusif sebanyak 16 orang p<0,05. Hasil uji statistik lebih
(45,7%), dan yang tidak bekerja lanjut memperlihatkan nilai p =
yang memberikan ASI eksklusif 0,002, oleh karena p<0,05
sebanyak 19 orang (54,3%). (0,002<0,05) maka, terdapat
Berdasarkan uji statistik hubungan antara iklan dengan
dengan Chi Square diperoleh hasil pemberian ASI eksklusif.
yang bermakna dimana nilai p = c. Hubungan antara Estetika dengan
0,001, ketentuan significancy Pemberian ASI Eksklusif pada
apabila p<0,05. Hasil uji statistik Bayi Usia 7 – 11 Bulan
memperlihatkan nilai p = 0,001, Tabel 12
oleh karena p<0,05 (0,001<0,05) Hubungan antara Estetika dengan
maka, terdapat hubungan antara Pemberian ASI Eksklusif pada
pekerjaan dengan pemberian ASI Bayi Usia 7 – 11 Bulan di Wilayah
eksklusif. Kerja Puskesmas Maccini Sawah
b. Hubungan antara Iklan dengan Makassar Tahun 2015
Pemberian ASI Eksklusif pada ASI
Uji
Tidak Jumlah
Bayi Usia 7 – 11 Bulan Estetika
Eksklusif
Eksklusif statistik
Tabel 11 (nilai p)
n % n % n %
Hubungan antara Iklan dengan Khawatir 5 62,5 3 37,5 8 100,0
Pemberian ASI Eksklusif pada Tidak
26 60,5 17 39,5 43 100,0 1,000
Khawatir
Bayi Usia 7 – 11 Bulan di Wilayah Jumlah 31 60,8 20 39,2 51 100,0
Kerja Puskesmas Maccini Sawah Sumber : Data Primer
Makassar Tahun 2015 Tabel 12 menunjukkan
ASI
Tidak Jumlah
Uji bahwa dari 51 responden pada
Iklan Eksklusif statistik kategori estetika, yang merasa
Eksklusif
(nilai p)
n % n % n % khawatir dan tidak memberikan
Pernah 16 88,9 2 11,1 18 100,0 ASI eksklusif terdapat 5 orang
Tidak
Pernah
15 45,5 18 54,5 33 100,0 0,002 (62,5%) dan yang merasa khawatir
Jumlah 31 60,8 20 39,2 51 100,0 dan memberikan ASI eksklusif
Sumber : Data Primer sebanyak 3 orang (37,5%).
Tabel 11 menunjukkan Sedangkan yang merasa tidak
bahwa dari 51 responden, yang khawatir yang memberikan ASI
pernah mendapat tawaran dari eksklusif sebanyak 26 orang
iklan/promosi susu formula yang (60,5%) dan yang merasa tidak
tidak memberikan ASI eksklusif khawatir yang memberikan ASI
terdapat 16 orang (88,9%) dan eksklusif sebanyak 17 orang
yang pernah mendapat iklan yang (39,5%).
memberikan ASI eksklusif Berdasarkan uji statistik
sebanyak 2 orang (11,1%). Fisher exact diperoleh hasil yang
Sedangkan yang tidak pernah bermakna dimana nilai p = 1,000,
mendapat iklan dan tidak ketentuan significancy apabila
memberikan ASI eksklusif p<0,05. Hasil uji statistik lebih
sebanyak 15 orang (45,5%) dan lanjut memperlihatkan nilai p =
yang tidak pernah mendapat iklan 1,000, oleh karena p>0,05
dan memberikan ASI eksklusif (1,000>0,05) maka, tidak terdapat
terdapat 18 orang (54,5%).
hubungan antara estetika dengan Budiyanto, 2014. Hubungan ketersediaan
pemberian ASI eksklusif. fasilitas penunjang terhadap
keberhasilan pemberian ASI
PENUTUP Ekslusif pada Ibu yang bekerja
A. Simpulan sebagai tenaga kesehatan, (online),
Dari hasil penelitian dan pembahasan (http://digilib.stikesmuhgombong.a
diatas maka dapat ditarik simpulan : c.id/files/disk1/31/jtstikesmuhgo-
1. Ada hubungan pekerjaan ibu gdl-budiyantoa-1518-1-bab1-3-
dengan pemberian ASI eksklusif. o.pdf, diakses 10 maret 2015).
2. Ada hubungan iklan dengan CDC Staff, 2012. Fact Sheet: Infant
pemberian ASI eksklusif. Formula Marketing in Healthcare
3. Tidak ada hubungan estetika Facilities, (online),
dengan pemberian ASI eksklusif. (http://www.citizen.org/Page.aspx?
B. Saran pid=5383, diakses 10 Maret 2015).
1. Diharapkan ibu yang bekerja tetap
memberikan bayinya ASI eksklusif Dewi, Vivian Nanny Lia & Tri Sunarsih,
hingga bayi berusia 6 bulan dengan 2013. Asuhan Kebidanan Pada Ibu
cara menyusui bayinya kemudian Nifas, Jakarta : Salemba Medika.
memompa ASInya untuk disimpan Eze, Chidinma, 2014. Abuja Mothers deny
di lemari pendingin sebelum babies breastfeeding over fear of
berangkat kerja. sagging breasts, (online),
2. Diharapkan kepada ibu agar tidak (http://dailypost.ng/2014/09/12/abu
langsung terpengaruh oleh iklan ja-mothers-deny-babies-
atau promosi susu formula dari breastfeeding-fear-sagging-breasts/,
media cetak ataupun media diakses 10 Maret 2015).
elektronik. Ibu harus teliti dan
cermat sebelum memberikan Hidayanti, Lilik, 2011. Penurunan
bayinya susu formula, harus Pemberian ASI Eksklusif Sebagai
mengatahui kandungan, dampak Salah Satu Dampak Paparan Iklan
bagi bayi dan ibu, kelebihan ASI Susu Formula, (online),
daripada susu formula dan (http://journal.unsil.ac.id/jurnal/pro
sebagainnya. siding/9/9lilik_unsil%283%29.pdf.
3. Diharapkan kepada staf Puskesmas pdf, diakses 10 Maret 2015).
Maccini Sawah Makassar tetap Hidayat, A. Aziz Alimul, 2011. Metode
meningkatkan perannya dalam Penilitian keperawatan dan Teknik
memberikan informasi dan Analisa Data, Jakarta : Salemba
pelayanan kepada ibu tentang Medika.
pemberian ASI eksklusif.
Kuyper, Edye, dkk, 2014. Insight Alive &
DAFTAR PUSTAKA Thrive : Implications of Cesarean
Amin, Wirawati, 2014. Pengaruh Faktor Delivery for Breastfeeding
Sosial Ibu terhadap Keberhasilan Outcomes and Strategies to
Menyusui pada Dua Bulan Support Breastfeeding, Washington
Pertama. Jurnal Kedokteran DC. A&T Technical Brief, Issue 8,
Brawijaya, (online), Vol. 28, No. 2 (online)
(http://jkb.ub.ac.id/index.php/jkb/ar http://www.aliveandthrive.org/sites
ticle/download/475/427, diakses 24 /default/files/TechBrief%208_2.27.
Februari 2015). 2014.pdf, di akses 22 februari
2015).
Astutik, Reni Yuli, 2014. Payudara Dan
Laktasi, Jakarta : Salemba Medika.
Monika, F.B, 2014. Buku Pintar ASI Dan Profil Kesehatan Kota Makassar Tahun
Menyusui, Jakarta : Noura Books 2013, 2014. Makassar : Dinas
(PT Mizan Publika). Kesehatan Pemerintah Kota
Makassar.
Nguyen, Phuong Hong, dkk, 2011. A
review of Asia Pacific Journal of Rahmawati, Meiyana Dianning, 2010.
Clinical Nutrition: A situational Faktor – Faktor Yang
review of infant and young child Mempengaruhi Pemberian ASI
feeding practices and interventions Eksklusif Pada Ibu Menyusui,
in Viet Nam, (online), (online),
(http://apjcn.nhri.org.tw/server/APJ (http://jurnal.stikeskusumahusada.a
CN/20/3/359.pdf di akses 22 c.id/index.php/JK/article/view/17.
februari 2015). diakses 20 April 2015).
Pawenrusi, Esse Puji, dkk, 2015. Pedoman Sekertaris Jendral KKRI, 2014. Profil
Penulisan Skripsi edisi 11, Kesehatan Indonesia Tahun 2013
Makassar: Sekolah Tinggi Ilmu tentang ASI Eksklusif, Jakarta :
Kesehatan Makassar. Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia.
Pertiwi, Putri, 2012. Gambaran Faktor -
Faktor Yang Mempengaruhi Suprijati, 2014. Faktor-Faktor Yang
Pemberian ASI Eksklusif, (online), Menghambat Ibu Dalam
(http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2 Pemberian Asi Ekslusif. Jurnal
0312381-S 43138-Gambaran Kebidanan. (Online), Vol. 2, No. 1,
faktor-full text.pdf, diakses 20 (http://akbidharapanmulya.ac.id/at
April 2015). m/konten/editor/samples/jurnal/file
_jurnal/t_27.pdf, diakses tanggal 10
Februari 2015).
Pinem, Susanti Eriva Sari, 2010. Faktor-
Tinia H, Stella, 2012. Benarkah menyusui
Faktor Penghambat Ibu Dalam
merusak keindahan payudara?,
Pemberian ASI Eksklusif, Skripsi
(online),
tidak diterbitkan, Fakultas
(http://drstella.net/2012/05/21/bena
Keperawatan Universitas Sumatera
rkah-menyusui-merusak-
Utara.
keindahan-payudara/, Diakases
Puskesmas Maccini Sawah, 2015. tanggal 20 April 2015).
Cakupan ASI Eksklusif, Makassar.
Ugboaja, Joseph, O, dkk, 2013. Barriers to
Purnama, Utari, 2011. Hubungan Antara postnatal care and exclusive
Status Ibu Bekerja Atau Ibu Tidak breastfeeding among urbanwomen
Bekerja Dengan Status Gizi Anak in southeastern Nigeria. Medical
Balita, (online), Journal. (Online), Vol. 54, Issue 5,
(http://repository.usu.ac.id/bitstrea (http://www.nigeriamedj.com,
m/123456789/32433/4/Chapter%2 diakses tanggal 10 Februari 2015).
0II.pdf, diakses 20 April 2015).
Venny, Vidayanti, 2014. Pengaruh pijat
Pratiwi, Ira Yunia, 2012. Hubungan punggung menggunakan minyak
Pengetahuan dan Motivasi Ibu esensial Lavender terhadap
Hamil dalam Memberikan ASI produksi asi pasca bedah sesar,
Eksklusif, (online), Tesis tidak diterbitkan, Fakultas
(http://perpusnwu.web.id/karyailmi Kesehatan Universitas Gadjah
ah/documents/3764.docx, diakses Mada Yogyakarta.
10 Maret 2015).
Wenas, Winly, dkk, 2012. Hubungan
Antara Pengetahuan Dan Sikap Ibu
Menyusui dengan Pemberian Air
Susu Ibu Eksklusif. Jurnal Ilmu
Kesehatan, (online),
(http://fkm.unsrat.ac.id/wp-
content/uploads/2012/10/Winly-
Wenas.pdf, diakses 10 Februari
2015).
Wowor, Mariane dkk, 2013. Hubungan
Pengetahuan Dan Sikap Dengan
Pemberian ASI Eksklusif Pada ibu
Menyusui, Jurnal Ilmu kesehatan,
(online), Vol.1, No.1
(http://ejournal.unsrat.ac.id/index.p
hp/jkp/article/download/2199/1757,
diakses 18 Februari 2015).
Yanti, Damai & Dian Sundawati, 2011.
Asuhan Kebidanan Masa Nifas,
Bandung : PT. Refika Aditama.

Minat Terkait