Anda di halaman 1dari 21

1.

Tumbuhan Lumut

a. Kelompok Jugermanniidae
Kelompok lumut hati berdaun terlihat sangat mirip dengan
lumut pada umumnya. Jenis lumut ini mempunyai daun yang lebih
sederhana dari lumut dan tidak memiliki tulang tengah yang
disebut costa. Tangkai dari sporofitnya berwarna transparan
(bening) sampai ke arah putih. Sporofit dari lumut hati mempunyai
struktur sederhana yang terdiri atas kaki yang melekat pada
gametofit dan suatu kapsul. Kapsulnya biasanya berwarna hitam
dan berbentuk telur. Salah satu contoh jenis lumut hati berdaun
adalah Scapania sp.

Scapania sp.
(sumber gambar : bryophytes.plant.siu.edu)
b. Kelompok Marchantiopsida
Kelompok lumut hati bertalus lebih mudah ditemukan
daripada lumut hati berdaun dan strukturnya berbentuk talus.
Gametofitnya pipih, berwarna hijau dan berbentuk seperti rajutan
berpilin. Pada saat gametofitnya tumbuh subur dan siap
menghasilkan generasi sporofitnya, tumbuhan ini dapat tumbuh
seperti struktur berbentuk payung berwarna hijau yang
disebut carpocephalum. Sporofit tumbuh di bawah struktur payung
tersebut dan sering sekali terlindung dari penglihatan.

Ada dua struktur payung, yaitu payung yang tepinya rata yang
menunjukkan anteridium dan payung yang memiliki lekuk-lekuk
pada tepinya yang menunjukkan arkegonium. tahap ini merupakan
tahap reproduksi generatif. Sementara itu, reproduksi vegetatif
dengan membentuk gemma atau kuncup. Salah satu contoh jenis
lumut hati bertalus adalah Asterella Californica.

Asterella california
(sumber gambar : nathistoc.bio.uci.edu)
Marchantia polymorpha
(sumber gambar : forestis.rsvs.ulaval.ca)
2. KELAS ANTHOCEROTOPSIDA (LUMUT TANDUK)
Lumut tanduk tidak menghasilkan spora dalam kapsul di
ujung tangkai, melainkan di dalam tangkai berbentuk seperti
tanduk berwarna hijau. Di bawah pengamatan mikroskop, sel
lumut tanduk terlihat agak berbeda dengan jenis lumut yang lain.
Lumut tanduk memiliki satu kloroplas besar dalam setiap selnya.
Tumbuhan lumut jenis lain biasanya mempunyai kloroplas kecil
dalam setiap selnya. Salah satu contoh lumut tanduk
adalah Anthoceros sp.

Anthoceros sp.
(sumber gambar : forestis.rsvs.ulaval.ca)
3. KELAS BRYOPSIDA (LUMUT SEJATI/LUMUT DAUN)
Lumut sejati/lumut daun terdiri atas tangkai yang panjang
dan kecil serta daun, tapi semuanya tidak memiliki jaringan
pembuluh. Gigi peristom merupakan ciri khusus dari lumut sejati,
yaitu organ yang terletak di ujung tangkai gametofit untuk
melepaskan spora. Beberapa contoh spesies lumut sejati
yaitu Hommolathecium natalli, Sphagnum (lumut janggut),
dan Polytrichum.

Sphagnum sp. (Lumut janggut)


(sumber gambar : sevcikphoto.com)

Polytrichum sp.
(sumber gambar : sevcikphoto.com)
1. KELAS PSILOPHYTINAE (PAKU PURBA)
Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis, Sporofit
paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki
daun sejati, Paku purba yang memilki daun pada umumnya
berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik, Batang paku purba
bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m.
Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut, Batang
paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan
fotosintesis, Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan
sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang. Contoh
tumbuhan paku purba yaitu : Paku purba tidak berdaun
(Rhynia) dan Paku purba berdaun kecil (Psilotum).

Psilotum sp.
(sumber gambar : en.wikipedia.org)
2. KELAS LYCOPODIINAE (PAKU KAWAT)
Paku kawat mencakup 1.000 spesies tumbuhan paku,
terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella.Paku kawat
banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis, Paku
kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah, Anggota
paku kawat memiliki akar, batang, dan daun sejati, Daun
tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat,
Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk
strobilus pada ujung batang, Strobilus berbentuk kerucut seperti
konus pada pinus. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus
tanah.
Berdasarkan ada tidaknya ligula (lidah-lidah pada daun),
divisi ini dibagi menjadi dua kelas yaitu Kelas Eligulopsida dan
Kelas Ligulopsida. Kelas Eligulopsida merupakan paku kawat yang
tidak memiliki ligula, contohnya Lycopodium sp. Sedangkan
Ligulopsida merupakan paku kawat yang memiliki ligula,
contohnya paku rane (Selaginella sp.). Perhatikan Gambar 5 dan
6.

Gambar 5. Lycopodium dendroideum


(Wikimedia Commons)
Gambar 6. Selaginella canaliculata
(Wikimedia Commons)
3. KELAS EQUISETINAE (PAKU EKOR KUDA)
Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari
satu genus, yaitu Equisetum, Equisetum terutama hidup pada
habitat lembab di daerah subtropis, Equisetum yang tertinggi
hanya mencapai 4,5 m sedangkan rata-rata
tinggi Equisetum kurang dari 1 m,Equisetum memiliki akar,
batang, dan daun sejati, Batangnya beruas dan pada setiap
ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik, Equisetum disebut paku
ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda, Batangnya
yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika.

Gambar 7. Paku ekor kuda (Equisetum debile)


4. KELAS FILICINAE (PAKU SEJATI)
Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling
sering kita lihat, Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di
darat pada daerah tropis dan subtropis, Paku sejati diperkirakan
berjumlah 12.000 jenis dari kelas Filicinae, Filicinae memiliki akar,
batang, dan daun sejati, Batang dapat berupa batang dalam
(rizom) atau batang di atas permukaan tanah, Daun Filicinae
umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang,
Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung
(circinnatus). Contoh tanaman paku sejati adalah paku tanduk
rusa (Plathycerium coronarium), paku sarang burung (Asplenium
nidus), paku suplir (Adiantum sp.), paku sawah (Azolla pinnata),
dan semanggi (Marsilea crenata). Perhatikan Gambar 8 dan 9.

Gambar 8. Marsilea crenata


(Wikimedia Commons)
Gambar 9. Asplenium nidus
(Wikimedia Commons)

Pakis (Polystichum setiferum)


(Wikimedia Commons)
Azolla sp.
(sumber gambar : en.wikipedia.org)

Paku tiang ( Cyathea medullaris)


(Wikimedia Commons)
2. Tumbuhan Berbiji ( Gymnospermae )

Gambar 1. Pakis haji (Cycas rumphii) (Wikimedia Commons)


Gambar 2. Ginkgo biloba (Wikipedia Commons)

Gambar 3. Bunga jantan Ginkgo biloba (Wikipedia Commons)

Gambar 4. Bunga betina Ginkgo biloba (Wikimedia Commons)


Gambar 6. Abies nordmanniana (havlis.cz)

Gambar 7. Gnetum gnemon (a) Strobilus betina dan (b) Strobilus betina
3. Tumbuhan berbiji ( Angiospermae )

Gambar 2. Hydrilla verticillata (iisgcp.org)

Gambar 3. Bawang merah (Allium cepa) (Israel Adão Buzatti / Flickr)


Gambar 4. Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) (Wikimedia Commons)

Gambar 5. Jahe (Zingiber officinale) (Reinaldo Aguilar / Flickr)


Gambar 7. Piper nigrum (Christian Defferrard / Flickr)

Gambar 8. Buah sirsak (Annona muricata) (Vilma Bharatan / Flickr)


Gambar 8. Passiflora foetida (Troup Dresser / Flickr)

Gambar 9. Bunga matahari (Helianthus annus) (Rudo Jureček / Flickr)


Gambar 10. Alamanda (Allamanda cathartica) (Leonora Enking / Flickr)

Gambar 11. Bunga kecubung (Datura metel) (Kyle Wicomb / Flickr)


Gambar 12. Bunga leng-lengan (Leucas lavandulifolia) (Dinesh Valke / Flickr)