Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KEMACETAN LALU LINTAS

Disusun oleh :

SMA NEGERI 3 PAMEKASAN


2016/2017
KATA PENGANTAR

Permasalahan kemacetan di Indonesia telah menjadi permasalahan yang


lumrah namun belum terpecahkan hingga kini. Berbagai aspek telah terkena
imbasnya sehingga menyebabkan pemborosan dan penggunaan energi secara tidak
efisien. Akibatnya pembangunan dan mobilisasi masyrakat terganggu yang
berdampak pada menurunnya produktivitas dalam berbagai bidang pekerjaan.
Tidak hanya masyarakat Jakarta saja yang kewalahan, masyarakat luar
Jakarta yang bermata pencarian di Ibu Kota pun ikut menjadi korban dari
permasalahan kemacetan Jakarta yang tidak kunjung selesai. Hal ini merupakan hal
vital yang dapat menghambat proses pembangunan masyrakat Jakarta pada
khususnya dan daerah – daerah disekitarnya.
Ini adalah salah satu kajian yang sangat menarik karena saya sebagai siswa
dituntut juga untuk krisis dalam menghadapi masalah ini. Dan bagaimanapun dan
kemungkinan apapun bisa saja terjadi, namun bila kita menyikapinya secara kritis,
paling tidak kita dapat memebantu menemukan solusi dari permasalahan yang
sangat vital ini dimasa depan sehingga dapat menjadi tonggak meningkatnya
pembangunan negeri tercinta kita Indonesia.

Pamekasan, 14 November 2016


Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI

BAB I. PENDAHULUAN

A. LATAR
BELAKANG
B. TUJUAN
PENULISAN
C. RUMUSAN MASALAH
D. MANFAAT
PENELITIAN

BAB II. LANDASAN TEORI


A. Telaah pustaka
B. Cara mencegah

BAB III . ANALISIS DATA


A. Latar belakang objek penelitian
B. Analisis data

BAB IV. PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR
PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia sebagai negara berkembang terus mencoba untuk meningkatkan
kualitas sumber daya yang ada. Seiring berjalannya waktu peningkatan kualitas
mendorong semakin meningkatnya mobilitas manusia. Pergerakkan manusia dari
satu tempat ke tempat lain memerlukan alat transportasi. Dapat dijumpai bahwa saat
ini hampir setiap orang memiliki kendaraan pribadi. Transportasi menjadi
kebutuhan setiap orang yang memiliki mobilitas tinggi apalagi di negara-negara
maju. Transportasi merupakan usaha memindahkan, mengangkut, menggerakkan,
atau mengalihkan suatu pemindahan pergerakan barang dari tempat asal ketempat
tujuan (Abbas : 1993). Transportasi memang menjadi kebutuhan yang paling penting
saat ini namun penggunaan transportasi yang berlebihan dapat menyebabkan
kemacetan. Setiap orang ingin bergerak dengan cepat sehingga mereka lebih
menyukai menggunakan kendaraan pribadi. Akibatnya jalan yang dilalui tidak muat
untuk dilalui kendaraan yang begitu banyak. Hal ini tidak menyelesaikan masalah
setiap orang yang sebenarnya ingin lebih mudah dan cepat sampai tujuan tetapi
malah menyebabkan kemacetan.
1.2 Rumusan Masalah
Kemacetan merupakan kondisi yang sering kali terjadi di kota-kota besar
dimana jumlah penduduknya banyak/padat. Hal ini disebabkan karena sebagian
besar orang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi daripada
transportasi masa. Selain itu juga karena kapasitas prasarana lalu lintas yang tidak
mencukupi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang permasalahan kemacetan serta
pemecahan masalah dari masalah kemacetan itu sendiri.
1.3 Maksud dan Tujuan
Makalah ini dibuat untuk menjelaskan permasalahan kemacetan yang sering
terjadi dan dampak negatif yang ditimbulkan. Diharapkan nantinya dapat
memberikan langkah-langkah pemecahan dari masalah kemacetan yang sering
terjadi untuk kenyamanan semua pengguna jalan.
1.4 Manfaat penelitian
 Individu
Dapat membantu menemukan solusi sebagai pemecah dari kemacetan
tersebut.
 Masyarakat
Dapat menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat untuk mengurangi
menggunakan kendaraan pribadi agar dapat mengurangi kemacetan .
 Sekolah
Dapat memberikan informasi / nasehat kepada warga sekolah tentang cara
mengurangi kemacetan lalu lintas.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Kemacetan


Saat ini kemacetan merupakan masalah paling sering terjadi seperti yang
disebutkan dalam Wikipedia. Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya
bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan
melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya
yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai.
2.2 Dampak Negatif
Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar antara lain :
· Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah. Bila terjadi kemacetan
pasti kita akan rugi waktu yang seharusnya 60 km = 1 jam bila terjadi kemacetan
bisa 10 - 20 km = 1 jam, sehingga yang seharusnya kita bisa menyelesaikan 2 urusan
di tempat yang berbeda dalam 1 hari bila macet kita hanya bisa menyelesaikan 1
urusan dalam 1 hari.
· Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar
lebihtinggi. Salah satunya yaitu pemborosan BBM, saat lalu lintas
macet pembakaranmenjadi tidak efektif, yang seharusnya 1 liter = 10 km bila
keadaan macet akan ada pemborosan 0,5 liter untuk 1 orang. Menurut catatan
Ditlantas Polri Tahun2005 menyebutkan “Jumlah kendaraan bermotor di Jakarta
sekitar 8,86 juta kendaraan meliputi mobil (35,74%), bus (7,8%), dan motor
(56,35%).” Data tersebut dapat dijadikan tolak ukur berapa banyak pemborosan
BBM yang telah terjadi.
· Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih
tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal. Kemacetan
menyebabkan laju kendaraan melambat dan pembakaran pun semakin lama,
pembakaran akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan menimbulkan polusi
udara yang semakin banyak. Karbondioksida mengandung racun yang menggangu
kesehatan penduduk sehingga produktivitas menurun, bila produktivitas menurun
maka perekonomian akan terganggu.
· Meningkatkan stress pengguna jalan seringkali akibat terburu-buru menyebabkan
kecelakaan.
· Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran
dalam menjalankan tugasnya
2.3 Pemecahan Masalah
Langkah-langkah yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan
harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehesif seperti yang disebutkan
dalam buku Perencanaan Kota, Wahyudi (1996: 373) meliputi langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Peningkatan kapasitas
· Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan,
· Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,
· Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya
yang paling dominan membatasi arus belok kanan,
· Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan
tidak sebidang/flyover,
· Mengembangkan inteligent transport sistem,
b. Mengoptimalkan angkutan umum yang efisien dalam penggunaan ruang jalan
· Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum
· Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus
seperti diJakarta yang dikenal sebagai Busway,
· Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai metro di Perancis, Subway
di Amerika, MRT di Singapura
· Pembatasan kendaraan pribadi
c. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi
Dapat dilakukan melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan
bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
d. Pembatasan lalu lintas
Ketika memasuki kawasan atau jalan tertentu dilakukan pembatasan lalu lintas,
seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1. Contoh lain
pembatasan sepeda motor masuk jalan tol dan pembatasan mobil pribadi masuk jalur
busway.
BAB III
ANALISIS DATA

A. Latar belakang objek penelitian


Penyebab terjadinya kemacetan :

 Jumlah kendaraanmeningkat tajam sementara jalan yang ada tidak mampu


menampung seluruh kendaraan.
 Pengurangan lebar jalan karena berbagai aktifitas seperti pedagang, parkir
di pinggir jalan, dan lain sebagainya.
 Sedang berlangsung proyek seperti perbaikan jalan, dan lainnya.
 Terjadi kecelakaan lalu lintas sehingga meenghambat laju kendaraan, dan
lain sebagainya.
B. Analisis data
Menurut pendapat masyarakat kemacetan ini sudah sangat parah dan
mengganggu aktifitas mastarakat di bandingkan dengan kemacetan di negara
negara lain.
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Kemacetan tidak hanya merugikan masyarakat tetapi dampak yang diakibatkan
oleh kemacetan lalu-lintas sangat luas mulai dari kesehatan, ekonomi, dan
produktivitas kerja. Masalah kemacetan dapat diatasi apabila baik masyarakat
maupun pemerintah memiliki kesadaran untuk bertindak agar kemacetan tidak
terjadi. Perlunya langkah yang komprehensif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
2. Saran
Masyarakat harus lebih sering bepergian dengan kendaraan umum untuk
mengurangi jumlah kendaraan. Selain itu pemerintah perlu melakukan perbaikan
sarana dan prasarana lalu lintas untuk mengimbangi dengan jumlah penduduk yang
semakin banyak serta melakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi.
DAFTAR PUSTAKA

Abbas. 2011. Transportasi. Bandung: Alumni


http://id.wikipedia.org/wiki/Kemacetan. 2011. “Kemacetan.” dalam Wikipedia.
http://tekniksipil-45.blogspot.com/2011/08/pengertian-transportasi.html. 2011.