Anda di halaman 1dari 10

pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan

antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :

Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.

pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan


antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :
Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.

pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan


antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :

Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.
pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan
antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�
Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :

Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.
pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan
antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :

Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.

pelatihan memperoleh pemahaman, ketrampilan, dan sikap positif terhadap penggunaan


antiobiotik secara bijak dan pengendalian infeksi secara optimal�

Dalam sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Utama RSUP Persahabatan dr.
Mohammad Ali Toha, MARS, disampaikan bahwa �Di negara kita angka infeksi masih
tinggi dikarenakan berbagai faktor, sementara behavior masayarakat sangat mungkin
mendorong terjadinya resistensinya antimikroba. Masalah resistensi antimikroba
menjadi sangat serius dinegara kita karena perhatian tehadap masalah ini praktis
hanya dilakukan oleh jajaran kesehatan, padahal sektor lain seperti kementerian
pertanian, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Lingkungan Hidup serta sektor lain
sangat besar perannya dalam mencegah memburuknya tingkat resistensi antimikroba.
Salah satu langkah penting adalah pengendalian penggunaan antibiotika melalui PPRA
ini.�

Pelaksanaan workshop PRA ini diikuti oleh 113 peserta yang berasal dari berbagai
daerah menghadirkan narasumber-narasumber dan materi yang berkompeten pada
bidangnya yang dibagi menjadi beberapa sesi dan diskusi, antara lain :

Sesi pertama dengan moderator dr. Irwin Tedja, Sp.PD diisi oleh :
dr. Djoni Dharmaja, SpB.FINACS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menyampaikan materi
Program Pengendalian Resistensi Antimikroba sebagai Standar Pelayanan Patient
Safety dalam Akreditasi KARS
Prof.dr. Rianto Setiabudy, SpFK dengan materi Farmakokinetik dan farmakodinamik
antibiotik (PK/PD
dr.Anis Karuniawati, PhD, SpMK(K) (KPRA Kementeria Kesehatan) dengan materi
Interpretasi Tim Pengendalian Resistensi Antimikroba dalam menangani kasus � kasus
infeksi dan implementasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.
Sesi kedua dengan moderator dr. Doddi Hamiseno, Sp.BU diisi oleh :
dr.Seno Budi Santoso, SpB(K)BD dengan materi Program Pengendalian Resistensi
Antimikroba di RSUP Persahabatan.
Dr.Ezy Barnita, SpA dengan materi Prinsip dasar pengendalian infeksi dengan benar
(kewaspadaan isolasi) sebagai upaya pengendalian resistensi antimikroba.
dr.Tri Apriliawan, SpOG(K)Onk dengan materi Prinsip Penggunaan Antibiotika
Profilaksis.
Sesi ketiga dengan moderator dr. Deasi Anggraeni, SP. THT.KL
dr.Eppy, SpPD-KPTI dengan materi De-eskalasi terapi Antibiotik .
dr. Budhi Antariksa, SpP(K) dengan materi Panduan Penggunaan Antibiotika pada kasus
infeksi Paru.
dr.Navy G.H.M.Lolong, SpAn.KIC dengan materi Implementasi pemakaian antibiotik di
ICU.
Sesi keempat yang dilaksanakan hari berikutnya dengan moderator dr. Cahyarini, SpMK
diisi oleh :
dr.Hari Paraton, Sp.OG(K) (KPRA Kementerian Kesehatan RI) membawakan tiga materi
yaitu Global Problem of AMR (Antimicrobial Resistance), Terapi Secara Bijak
Mencegah AMR (Antimicrobial Resistance) dan Prinsip Penggunaan Antibiotik Secara
Bijak.
Dra.Mariyatul Qibtiyah, Apt., SpFRS (KPRA Kementeria Kesehatan RI) dengan materi
Surveilans Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit.
Sesi terakhir dengan moderator dr.Irwin Tedja, SpPD diisi oleh :
dr. Hari Paraton, SpOG(K) menyampaikan materi Dasar Dalam Penyusunan Kebijakan &
PPAB (Pedoman Penggunaan Antimikroba) dan Plan of Action Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit

Selain itu praktik audit penggunaan antibiotik secara kuantitas (DDD) + Kualitas
(Gyssen) juga dilakukan oleh para peserta workshop. Diakhir acara pembagian
doorprize diberikan kepada peserta yang beruntung.