Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

“Mineral dan Tanah”


Disusun untuk memenuhi syarat mata kuliah Fisiologi Tumbuhan
Dosen pengampu : Erda Muhartati, M. Si.

DISUSUN OLEH :

ADITAMA PUTRA DAMANIK (160384205027)


ANGGI ROSA ANZELIKA (160384205062)
SITI NURBAYA (160384205079)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2019
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur tidak henti-hentinya kita panjatkan kehadirat Tuhan
yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat, nikmat dan anugerahNya
sehingga makalah fisiologi tumbuhan ini dapat terselesaikan dengan baik, meski
jauh dari kata sempurna. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dan terlihat dalam proses pembuatan makalah ini, terkhusus
kepada:
1. Ibu Erda Muhartati, M.Si. , selaku dosen pengampu mata kuliah Fisiologi
tumbuhan.
2. Kepada para orang tua yang tak pernah putus mendoakan agar kuliah kami
berjalan dengan baik.
3. Dan seluruh teman-teman yang berkenan membantu hingga makalah ini
dapat terselesaikan.
Demikianlah makalah ini kami buat dengan sepenuh hati. Tidak lupa kritik
dan saran kami harapkan agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi.
Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua dan terkhusus bagi kami
selaku penulis. Terima Kasih.

Tanjungpinang, 12 Februari 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................ i
Daftar Isi .......................................................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan ........................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 2

BAB II Pembahasan ........................................................................................................ 3


2.1 Hubungan Mineral Dengan Tumbuhan ....................................................................... 3
2.2 Hubungan Tanah Dengan Tumbuhan ......................................................................... 9

BAB III Penutup ........................................................................................................... 13


3.1 Kesimpulan ............................................................................................................... 13
3.2 Saran ......................................................................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Suatu ciri khas dari mahluk hidup adalah kemampuan atau kapabilitas sel –
sel untuk mengambil zat-zat makanan dari komponen sel itu sendiri sebagai
sumber energi. Suplai dan absorpsi dari senyawa-senyawa kimia yang diperlukan
untuk proses pertumbuhan dan metabolisme disebut nutrisi. Dan senyawa kimia
yang diperlukan oleh organisme disebut nutrien (unsur hara). Mekanisme
bagaimana unsur hara dikonversi menjadi material selular atau digunakan sebagai
sumber energi dikenal dengan proses metabolisme. Istilah metabolisme
mencakup berbagai reaksi yang terjadi pada sel hidup untuk mempertahankan
hidup dan untuk pertumbuhan. Dengan demikian nutrisi dan metabolisme
mempunyai hubungan timbal balik. Pada dasarnya tumbuhan-tumbuhan hijau
sangat berbeda dengan manusia, hewan dan mikroorganisme lainnya yang
membutuhkan senyawa organik dari luar. Elemen esensial adalah elemen yang
harus ada agar siklus hidup yang normal dari organisme bisa terjadi dan
fungsinya tidak bisa diganti oleh senyawa kimia lainnya. Tambahan pula unsur-
unsur itu harus mencakup nutrisi sebagai bahan pokok untuk proses metabolisme
yang diperlukan dalam aktivitas enzim. Mineral juga merupakan salah satu nutrien
(zat hara) yang dibtuhkan oleh suatu tanaman untuk melakukan aktiivitas sel yang
ada didalam tubuhnya.
Tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan tumbuhan,
karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup di atasnya, sumber
nutrisi, dan tempat melekatkan diri dengan akarnya.
Tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana
tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tak kalah penting adalah unsur hara
yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi untuk
pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan menyerap
tanah yang mengandung unsur hara dengan berbagai proses.
1.2 Rumusan Masalah

1
2

Adapun rumusan masalah dari pemaparan materi sebelumnya adalah sebagai


berikut:
a) Apakah ada pengaruh mineral dengan tumbuhan?
b) Apakah ada pengaruh tanah dengan tumbuhan?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
a) Untuk mengetahui pengaruh mineral dengan tumbuhan
b) Untuk mengetahui pengaruh tanah dengan tumbuhan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hubungan Mineral Dengan Tumbuhan
Nutrisi mineral merupakan elemen utama yang diperoleh dalam bentuk
anorganik ion dari dalam tanah. Meskipun nutrisi mineral sikl;usnya
berkelanjutan pada semua organisme, mereka memasuki predominan biosfer
ke seluruh sistem akar pada tumbuhan, jadi dalam aksi tumbuhan sebagai
mineral kerak bumi. Daerah permukaan terluas akar dan kemampuan mereka
untuk meneyerap ion-ion anorganik pada konsentrasi rendah dari tanah
membuat penyerapan mineral berlangsung sangat efektif prosesnya pada
tumbuhan setelah dilakukan penyerapan oleh akar, elemen mineral akan
ditranslokasikan ke berbagai bagian tumbuhan dimana mereka digunakan
dalam banyak fungsi biologi. Organisme lain seperti mikorhiza, fungi, dan
Nitrogen pada bekteri sering bekerja sama dengan akar dalam penyerapan
nutrisi.
Mineral bagi tumbuhan :
a. Ketersediaan unsur-unsur hara (mineral) makro dan mikro tersebut sangat
penting karena setiap zat mempunyai kegunaan yang berbeda-beda.
b. Hal itu pula yang mengakibatkan kebutuhan tumbuhan untuk setiap zat
berbeda-beda jumlahnya.
c. Tumbuhan memerlukan banyak unsur Nitrogen, Phosphor dan Kalium
dalam jumlah banyak, sedangkan mineral lain diperlukan lebih sedikit.

A. Unsur Makro
1. Nitrogen (N)
 Nitrogen diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- (nitrat)
dan NH4 (amonium)
 Protoplasma mengandung nitrogen kira-kira antara 2-2,5%.
 Dengan adanya pemungutan hasil tanaman secara besar-besaran
maka banyak sekali zat nitrogen yang hilang.

3
4

 Pemberian N akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun


dan batang tetapi pemberian N yang banyak dapat memperlambat
masaknya biji.
 Pemberian N yang banyak mempengaruhi juga perkembangan
susunan akar, dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam
masuk kedalam tanah.
 Masuknya susunan akar kedalam tanah yang tidak sepadan dengan
kesuburan pada bagian atas tanah, maka tanaman dalam keadaan
demikian akan lebih lekas kekeringan.
2. Phosphor (P)
 Fosfor diambil oleh akar dalam bentuk H2PO4- HPO4- sebagian
besar fosfor didalam tanaman adalah sebagai zat pembangun dan
terikat dalam senyawa-senyawa organik dan hanya sebagian kecil
terdapat dalam bentuk anorganik sebagai ion-ion phosphat.
 Beberapa bagian tanaman sangat banyak mengandung zat ini, yaitu
bagian-bagain yang bersangkutan dengan pembiakan generatif,
seperti daun-daun bunga, tangkai sari, kepala sari, butir tepung sari,
daun buah dan bakal biji.
 Pembentukan bunga dan buah sangat banyak diperlukan unsur
fosfor. Selain itu fosfor berperan juga pada sintesa hijau daun.
Fosfor mendorong pertumbuhan akar-akar muda yang berguna bagi
resistensi terhadap kekeringan.
3. Kalium
 Kalium diserap dalam bentuk K+
 Sebagai ion didalam cairan sel, Kalium berperan dalam
melaksanakan "turgor" yang disebabkan oleh tekanan osmotis.
 Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada asimilasi
karbohidrat.
 Kalium berfungsi pula pada pembelahan sel dan pada sintesa
protein.
5

 Fungsi lain dari Kalium adalah pada pembentukan jaringan


penguat.
 Kalium berpengaruh baik pada pembentukan serat-serat seperti
pada rosela, kapas dan rami.; dinding-dinding sel lebih baik
keadaannya dan lebih baik kandungan airnya, sel-sel ini tumbuh
lebih baik, lebih kuat dan lebih panjang.
4. Calsium (Ca)
 Unsur ini diserap dalam Ca++
 Kalsium terdapat sebagai kalsium pectinat pada lamela-lamela
tengah dari dinding-dinding sel
 Fungsi ion Kalsium yang penting adalah mengatur permeabilitas
dari dinding sel.
 Telah diketahui bahwa ion-ion Kalium itu mempertinggi
permeabilitas dinding sel dan ion-ion Kalsium adalah sebaliknya.
 Peranan yang penting dari kalsium pada pertumbuhan ujung-ujung
akar dan pembentukan bulu-bulu akar.
 Bila tumbuhan kekurangan kalsium maka pertumbuhan keduanya
akan terhenti dan bagian-bagian yang telah terbentuk akan mati dan
berwarna coklat kemerah-merahan.
5. Magnesium
 Magnesium diserap dalam bentuk Mg++ dan merupakan bagian
dari hijau daun yang tidak dapat digantikan oleh unsur lain
 Selain didalam hijau daum Mg terdapat pula sebagai ion didalam
protoplasma sel.
 Kadar Mg didalam bagian-bagian vegetatif lebih rendah dari pada
kadar Kalsium, tetapi pada bagian generatif adalah sebaliknya
6. Belerang / Sulfur (S)
 Unsur ini diserap oleh tanaman dalam bentuk ion HSO4 dan SO4.
 Ion SO4 dalam jumlah banyak air berbalik meracuni tanaman.
 Unsur S mempunyai dua peranan utama pada tanaman yaitu:
6

a) Unsur S berperan sebagai senyawa penyusun dan


pembentukan asam amino yang mengandung S yaitu
sistein, sistin dan methionim.
b) Unsur berperan sebagai penyusun Asetil CoA ( koenzin A),
bila Asetil CoAtidak terbentuk, kan menghambat proses
respirasi siklus kreb akibatnya ATP tidak ada yang
terbentuk menyebabkan proses fotosintesis, pembelahan
sel, pembungaan, absorbsi, trans-parasi, translokasi
menjadi terhambat akibatnya per-tumbuhan terhambat.
Bila Asetil CoA tidak terbentuk, akan menghambat proses
respirasi siklus kreb akibatnya ATP tidak ada yang
terbentuk menyebabkan proses fotosintesis, pembelahan
sel, pembungaan, absorbsi, transpirasi, translokasi menjadi
terhambat akibatnya per-tumbuhan terhambat.

B. Unsur Makro pada Tumbuhan Tertentu


1. Natrium (Na)
 Natrium terdapat pada semua abu tanaman, terlebih pada tanaman
yang timbuh pada tanah yang banyak mengandung garam dapur
seperti pada tanah asin atau payau, air laut dsb.
 Biasanya pada tanaman demikian (halophyta) terdapat pula ion-ion
klor.
 Natrium yang terbentuk sebagai ion mempunyai arti biologis
karena turut serta memelihara keadaan turgor.
 Unsur ini dapat pula menggantikan Kalium dalam hal tersebut dan
memang sering terjadi, bahwa kadar Natriumnya naik bila keadaan
unsur Kalium sangat kurang.
2. Klor (Cl)
 Cl diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Cl.
 Ion ini mempunyai fungsi fisiologis yang sangat penting dalam
proses fotosintesis tanaman terutama pada fase terang.
7

 Mendorong pembentukan klorofil, dan pengaruhnya pada


kandungan didalam tanaman. Klor dapat mengurangi transpirasi
sehingga daun-daun akan menjadi lebih berair.
 Banyak terdapat pada tumbuhan halophyta
3. Boron (B)
 Boron diserap oleh tanaman dalam bentuk BO3 .Unsur Boron
mempunyai dua fungsi fisiologis utama adalah:
a) Membentuk ester dengan sukrosa sehingga sukrosa yang
merupakan bentuk gula terlarut dalam tubuh tanaman lebih
mudah diangkut dari tempat fotosintesis ke tempat
pengisian buah. Proses ini menyebabkan buah melon akan
terasa lebih manis dengan aroma yang khas.
b) Boron juga memudahkan pengikatan molekul glukosa dan
fruktosa menjadi selulosa untuk mempertebal dinding sel
sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap serangan hama
dan penyakit.

Bila tanaman kekurangan unsur Boron maka:


a. Dinding sel yang terbentuk sangat tipis, sel menjadi besar
yang diikuti dengan penebalan suberin atau terbentuk ruang
- ruang reksigen karena sel menjadi retak dan pecah akibat
tidak terbentuk selulosa untuk mempertebal dinding sel. Hal
ini menyebabkan rasa buah melon menjadi tidak manis,
karena terlalu banyak air didalam ruang sel.
b. Pertumbuhan vegetatif akan terhambat karena akan
terhambat karena Boron berfungsi sebagai aktifator maupun
inaktifator hormon auxsin dalam pembelahan dan
pembesaran sel.
c. Laju proses fotosintesis akan menurun. Hal ini disebabkan
karena gula yang terbentuk dari karbohidrat hasil
fotosintesis akan tertumpuk didaun.
8

C. Unsur Mikro
1. Besi (F)
 Besi diserap dalam bentuk Fe++ dan mempunyai fungsi yang tidak
dapat digantikan pada pembentukan hijau daun.
 Besi juga merupakan salah satu unsur yang diperlukan pada
pembentukan enzym-enzym pernapasan yang mengoksidasikan
karbohidrat menjadi karbondioksida dan air.
 Besi didalam tanaman kurang bergerak, oleh karena itu bila
kekurangan besi maka akan segera tampak gejala-gejala pada
bagian tanaman yang masih muda.
2. Mangan (Mn)
 Mn diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++, dengan tidak
adanya unsur Mn maka tanaman tidak bisa hidup, bila kekurangan
Mn tanaman akan menjadi klorosis.
 Mn berpengaruh pula terhadap proses dessimilasi yaitu pernafasan.
 Enzym-enzym yang mengatur proses ini mengandung Mn.
 Bila terlalu banyak Mn terjadi klorosis seperti kekurangan Fe, juga
susunan akar akan mati dan berwarna merah coklat.
 Kelebihan Mn dapat diberikan sedikit garam-garam besi yang larut,
maka klorose hilang karena kedua unsur tersebut merupakan
antagonis satu sama lainnya.
3. Borium (BO)
 Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk BO.
 Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan kuncup-kuncup dan
pucuk daun jadi mati.
 Pertumbuhan didalam meristem akan terganggu, yang
menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan dalam pembentukan
bekas pembuluh, Sehingga pengangkutan makanan akan
terganggu.
9

4. Tembaga (Cu)
 Unsur tembaga diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu++.
 Cu diperlukan pada pembentukan beberapa macam enzym, oleh
karena itu sangat diperlukan walaupun dalam jumlah yang kecil.

5. Zink (Zn)
 Zink diserap dalam bentuk Zn++. Zink dalam kadar rendah
memberikan dorongan terhadap pertumbuhan.
 Sedangkan bila kadar berlebih walau sedikit akan menjadi racun
bagi tanaman.
 Persenyawaan-persenyawaan Zn mempunyai fungsi pada
pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi
keseimbangan psikologis.
 Gejala-gejala kekurangan Zn ialah daun antara tulang-tulang daun
berwarna merah coklat.

6. Mo (Molibdin)
 Unsur ini diserap dalam bentuk MoO4- . Esensi unsur ini:
a) Peranannya penting dalam pengikatan Nitrogen yang
bermanfaat pada tanaman Leguminose.
b) Sebagai aktivator dan penyusun enzim sitrat reduktase yaitu
enzim yang bekerja membantu perubahan ion NO3-
menjadi NH3 yang siap dipakai untuk pem-bentukan asam
amino dan protein untuk pembelahan dan pembesaran sel

2.2 Hubungan Tanah Dengan Tumbuhan


A. Peranan Tanah Sebagai Sumber Nutrisi
Tanah merupakan bagian yang tidak dapat terpisah dari kehidupan
tumbuhan karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup
10

diatasnya, tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana


tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tidak kalah penting adalah unsur
hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi
untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan
menyerap unsur hara yang terkandung di dalam tanah.
Tumbuhan memerlukan kombinasi yang tepat dari berbagai nutrisi untuk
tumbuh, berkembang, dan bereproduksi. Ketika tumbuhan mengalami
malnutrisi, tumbuhan menunjukkan gejala-gejala tidak sehat. Nutrisi yang
terlalu sedikit atau yang terlalu banyak dapat menimbulkan masalah.
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi
normal dari pertumbuhan suatu pohon. Nutrisi didapatkan dari makanan dan
cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh tubuh tumbuhan contoh nutrisi di
dalam tanah adalah berupa air dan mineral.
Berikut merupakan sifat-sifat tanah meliputi tekstur tanah, struktur tanah dan
koloid tanah.
a. Tekstur tanah
Tekstur tanah bergantung pada ukuran partikel-partikelnya. Partikel tanah
dapat berkisar dari pasir yang kasar ( diameter 0,02-2 mm), lempung (0,002-
0,02 mm), hingga partikel tanah liat mikroskopis ( kurang dari 0,002 mm).
partikel-partikel yang berukuran berbeda ini akhirnya muncul dari pengikisan
bebatuan. Pembekuan air di dalam retakan bebatuan menyebabkan bebatuan
pecah secara mekanis, dan asam lemak di dalam tanah menghancurkan
bebatuan secara kimiawi. Ketika organisme-organisme menembus batu,
mereka memepercepat penghancuran melalui agen-agen kimiawi dan
mekanik. Akar tumbuhan, misalnya menyekrasikan asam yang melarutkan
bebatuan, dan pertumbuhannya di celah-celah bebatuan menyebabkan
pemecahan secara mekanis. Partikel-partikel mineral yang dilepaskan oleh
pengikisan menjadi tercampur dengan organisme-organisme hidup dan humus,
sisa-sisa organisme mati dan zat-zat organik lainnya membentuk top soil. Top
soil dan lapisan-lapisan tanah yang berbeda atau horizon tanah (soil horizon)
sering kali terlihat jika ada retakan jalan atau lubang yang cukup dalam.
11

Kedalaman top soil atau horizon A, dapat berkisar dari beberapa millimeter
hingga beberapa meter
Di dalam top soil, tumbuhan memperoleh nutrisi dari larutan tanah, yaitu
air dan mineral-mineral terlarut di dalam pori-pori di antara partikel-partikel
tanah. Pori-pori tersebut juga mengandung kantong udara setelah hujan lebat,
air mengalir dari rongga-rongga yang besar di dalam tanah, namun rongga-
rongga yang lebih kecil mempertahankan air karena molekul-molekul air
tertarik ke permukaan tanah liat dan partikel tanah lain yang bermuatan
negatif.
b. Struktur Tanah
Top soil yang paling fertil mengandung sebagian besar pertumbuhan
adalah loam, yang tersusun atas pasir, lempung dan tanah liat dalam jumlah
yang kira-kira setara. Tanah loam memiliki cukup banyak partikel lempung
dan tanah liat yasng berukuran kecil untuk menyediakan area permukaan yang
cukup besar bagi adhesi dan retensi mineral serta air. Biasanya top soil yang
paling subur memiliki pori-pori yang berisi sekitar separuh air dan separuh
udara, sehingga menyediakan keseimbangan yang baik antara airasi, drainase
dan kapasitas penyimpanan air. Komposisi top soil meliputi komponen
kimiawi anorganik (mineral) dan organik.
 Komponen Anorganik
Sebagian besar tanah bermuatan negatif. Ion-ion bermuatan positif (positif) –
seperti kalium (K+), kalsium (Ca2+), Dan Magnesium (Mg2+) – melekat ke
partikel-partikel ini sehingga tidak mudah hilang akibat leaching yaitu
perembesan air melalui tanah. Akan tetapi akar tidak menyerap kation mineral
secara langsung dari partikel tanah. Sebagai gantinya, kation tersedia di dalam
larutan tanah, melalui pertukaran kation (cation exchange). Dalam proses ini,
kation mineral digantikan dari partikel tanah oleh kation lain, terutama H+, dan
memasuki larutan tanah, yang kemudian diserap oleh rambut-rambut akar.
 Komponen Organik
Humus merupakan komponen organaik utama topsoil, terdiri dari materi
organik yang dihasilkan oleh dekomposer yang mati, feses, dedaunan yang
12

gugur dan zat organisme lainnya oleh bakteri dan fungi. Humus juga
meningkatkan kapasitas tanah untuk bertukar kation dan berperan sebagai
penampung nutrient mineral yang kembali secara perlahan-lahan ke tanah
seiring dekomposisi zat organik oleh mikroorganisme.
Topsoil juga merupakan komponen organik oleh mikroorganisme.
Organisme yang jumlahnya sangat banyak. Sesendok teh topsoil memiliki
sekitar 5 miliar bakteri yang hidup bersama dengan fungi, alga dan Protista
yang lain, serangga,cacing tanah,nematode, serta akar tumbuh.
c. Koloid Tanah
Koloid adalah suatu campuran heterogen(dua fase) antara dua zat ataulebih
dimana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi atau
dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain ( medium pendispersi atau
pemecah). Koloid tanah adalah bahan organic dan bahan mineral tanah yang
sangat halus sehingga mempunyai luas permukaan yang sangat tinggi
persatuan berat. Koloid tanah terdiri dari liat (koloid anorganik) dan humus
(koloid organik).
Koloid anorganik terdiri dari mineral liat seperti alsilikat, oksida-oksida
Fe, dan Al, serta mineral mineral primer. Koloik organik adalah humus yang
tersusun oleh unsur C, H, dan O. humus diperkirakan disusun oleh tiga jenis
bagian utama, yaitu fulvik, humik, dan humin. Humus menyusun 90% bagian
bahan organik tanah. Humus adalah senyawa yang kompleks tersusun oleh
asam fulvat, humat, humin, lignoprotein dan lainnya. Humus memiliki sifat
resisten terhadap perombakan jasad renik (mikroorganisme), bersifat amorf
(tidak memiliki bentuk tertentu), berwarna cokelat hitam, bersifat koloid dan
berasal dari proses humifikasi bahan organik dari mikroba tanah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Nutrisi mineral merupakan elemen utama yang diperoleh dalam bentuk
anorganik ion dari dalam tanah. Meskipun nutrisi mineral sikl;usnya
berkelanjutan pada semua organisme, mereka memasuki predominan biosfer
ke seluruh sistem akar pada tumbuhan.
Tanah merupakan bagian yang tidak dapat terpisah dari kehidupan
tumbuhan karena tanah merupakan media bagi tumbuhan yang hidup
diatasnya, tanah diperlukan tumbuhan sebagai tempat hidup (habitat) dimana
tumbuhan tersebut ditanam. Namun yang tidak kalah penting adalah unsur
hara yang terkandung dalam tanah yang diperlukan tumbuhan sebagai nutrisi
untuk pertumbuhannya. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, tumbuhan
menyerap unsur hara yang terkandung di dalam tanah.

3.2 Saran
Mahasiswa diharapkan lebih bereksplorasi belajar fisiologi tumbuhan, karena
dengan belajar fisiologi tumbuhan maka semakin paham bagaimana manfaat, dan
pentingnya air dan tanah untuk tumbuhan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Advinda, L. (2018). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Yogyakarta: Deepublish


Publisher

14