Anda di halaman 1dari 4

PROSES TERJADINYA KANKER

Oleh : dr. Daan Khambri, SpB (K)Onk, M.Kes

Dokter Spesialis Bedah, Konsultan Onkologi (Bedah Tumor), RS. M. Djamil Padang/
Dosen Fak. Kedokteran UNAND.

Proses perubahan dari sel normal menjadi kanker, atau proses terjadinya kanker
disebut karsinogenesis. Untuk dapat memahami proses ini, perlu diketahui terlebih
dahulu sifat sel normal dan juga beberapa istilah yang berhubungan dengannya.

Sel Normal

Tubuh manusia terdiri dari organ dan jaringan. Contoh organ adalah jantung, paru,
otak, liver, mata dan lainnya. Contoh jaringan adalah otot, jaringan saraf dan pembuluh
darah, jaringan ikat dan lainnya. Organ dan jaringanterbentuk dari kumpulan sel. Dengan
kata lain bagian terkecil tubuh manusia adalah sel. Sel tubuh manusia adalah
multiseluler, berasal dari satu sel telur yang telah difertilisasi oleh satu sel sperma,
menjadi sel yang multipotent, menjadi bermacam-macam system organ. Sel itu
mengadakan generasi dan regenarasi yaitu tumbuh dan berkembang biak,
berdifferinsiasi membentuk system organ dan jaringan sampai terbentuk sel organ
dewasa. Setelah dewasa, sel akan mengalami degenerasi dan berakhir dengan
kematian. Di dalam tubuh, selamanya ada sel-sel baru yang timbul dan tumbuh untuk
menggantikan dan memperbaiki sel-sel yang mati. Proses penggantian dan pertumbuhan
sel ini diatur oleh gen yang terdapat di dalam inti sel. Sel terdiri dari selaput sel
(membrane sel), siitoplasma, inti sel. Sitoplasma terdiri dari massa seperti lendir yang
terdiri dari air, protein, lipid, glikogen, dan elektrolit.

Di dalam sitoplasma terdapat macam-macam organel besar dan kecil, seperti


mitochondria, reticulum, ribosom, lisosom, dsb dengan fungsinya masing-masing.
Sebagian besar Ribosom terdiri dari molekul RNA. Pada intinya dalam sitoplasma inilah
terdapat pabrik enzim, protein, hormon, dll yang hasil produksinya sangat diperlukan
untuk kehidupan.
Inti sel terdiri dari selaput inti, inti sel (nucleus) dan anak inti (nucleolus). Di dalam inti
sel terdapat kromosom yang spesifik untuk individu bersangkutan.

Kromosom terdiri dari DNA (Deoxyribo Nycleic Acid), sedikir RNA (Ribo Nucleic Acid),
dan protein inti Gen, merupakan unit fungsional terkecil dari makhluk hidup.

Gen terbentuk dari tiga pasangan base nukelitida (triplet) yang merupakan kode
genetic. Gen terdapat dalam kromosom atau DNA yang mengandung kode genetic yang
spesifik untuk suatu makhluk hidup.

Terdapat bermacam-macam gen yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri.


Protoonkogen adalah gen yang mengkode dan mengatur pembentukan protein untuk
pertumbuhan. Sedangkan gen yang menghambar pertumbuhan disebut juga gen
supresor. Selin itu ada juga gen yang bertugas memperbaiki DNA yang rusak atau gen
DNA repair.

Pertumbuhan Sel Normal

Dalam keadaan normal pada orang dewasa, sebagian besar sel tubuh (kurang
lebih 90%) yang jumlahnya sekitar 50-100 triliun berada dalam fasse istirahat atau fase
GO dan hanya 10% saja yang tumbuh untuk menggantikan sel yang mati atau rusak.
Untuk tumbuh sel itu mengadakan pembelahan sel (mitosis).

Proses pembentukan sel baru dengan jalan mitosis merupakan proses yang sangat
kompleks dan melalui beberapa tapahan dan beberapa jalan. Pertumbuhan sel normal
diatur oleh protein terlaruy yang disebut factor pertumbuhan. Secara garis besar proses
itu adalah factor pertumbuhan menyampaikan sinyal kepada reseptor pertumbuhan.
Reseptor pertumbuhan yang berada pada selaput sel menerima rangsang dari factor
pertumbuhan yang berasal dari luar sel. Hal ini menimbilkan rangsangan dan diteruskan
ke dalam sitoplasma.

Di dalam sitoplasma, signal rangsangan ini diterima dan mengaktifkan proses


enzimatik yang sangat rumit dan merupakan signal trasnduksi yang akan diteruskan ke
inti sel. Di dalam inti sel, signal rangsangan dari sitpolasma diterima, kemudian inti sel
mengadakan transkripsi gen dalam DNA.
Di dalam gen, setelah menerima signal tersebut, akan terjadi duplikasi DNA yang
pada akhirnya menimbulkan mitosis dan proliferasi sel. Pengaturan pertumbuhan
dilakukan dengan mengatur produksi hormone, factor pertumbuhan, enzim dll. Semua itu
diproduksi oleh protoonkogen dan atau gen supresos (anti onkogen)

Cara kerja gen itu dengan system on/off (hidup.mati), system feed back (umpan balik),
system waktu (kapan mulai/berhenti) dsn yang belum seluruhnya diketahui.

Pertumbuhan sel kanker

Perubahan kode genetic sel normal merupakan dasar dari perkembangan


penyakit kanker. Perubahan kode genetic ini dapat mengenai gen-gen tertentu seperti
gen pengatur pertumbuhan, gen penghambar, pertumbuhan, gen untuk perbaikan DNA.

Akibat perubahan ini semua, ekpresi gen menjadi berlebihan dan mengakibatkan
pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sebagai sifat dasar sel kanker.

Perubahan gen berupa mutase gen dan lainnya, disebabkan oleh karsinogen
penyebab kanker, yaitu karsinogen fisik, karsinogen kimia, karsinogen virus, karsinogen
biologis, dan factor keturunan/genetic. Memang hingga saat ini belum ada penyebab
tunggal untuk terjadinya kanker, namun merupakan penyebab yang multifactor

Sel kanker itu timbul dari sel normal tubuh kita sendiri yang mengalami transformasi
menjadi ganas, karena adanya mutase spontan atau induksi karsinogen.

Bila suatu sel norma, gennya telah mengalami kerusakan karena suatu karsiogen,
kemudian tidak dapat diperbaiki oleh gen perbaikan dan menjadi cacat gen yang
permanen, maka disinilah dimulai timbulnya penyakit kanker.

Gen yang telah mengalami kerusakan atau cacat atau sudah terjadi mutasi ini ikut
dalam siklus pembelahan sel, yang nanti hasil akhirnya berbeda dengan yang
seharusnya terjadi, dengan pembelahan sel yang tidak terkontrol dan pertumbuhan sel
yang cepat membesar.

Pada fase pertumbuhan local, sel-sel kanker masih terbatas letaknya pada organ atau
bagian organ tempat kanker itu pertama kali tumbuh, pada fase penyebaran atau
metastasis, sel-sel kanker sudah menyebar ke organ lain yang letakya jauh dari tumos
itu pertama kali tumbuh, yaitu menyebar ke kelenjar getah bening regional dan atau
menyebar ke organ-organ jauh melalui pembuluh darah ke paru, liver, tulang, otak,ginjal,
kulit.

Pertumbuhan sel kanker tumbuh binear, secara eksponensial dari satu sel menjadi
2,4,8, sel dan seterusnya menjadi 2n sel sampai terbentuk gerombolan sel berupa
benjolan atau tumor. Setelah mencapai besar tertentu pertumbuhan sel kanker
berubah menjadi Gompertz, yaitu pertumbuhannya makin lambat, karena makin
besarnya ukuran tumor, karena keterbatasan pasokan darah dan ruang tempat
tumbuh dan daya imunitas tubuh

Bagaimana cara mencegah penyakit kanker?

Oleh karena actor risiko terjadinya kanker tersebut banyak (multifactor),


sebaiknya dihindari sedapat mungkin dari zat/bahan karsinogen yang dapat
menyebabkan kanker. Temukan dan obati penyakit kanker tersebut pada stadium
awal (dini). Memberiskan ketiak dengan mencabuti, bukan dicukur, bukanlah
penyebab kanker pada payudara.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab dari ulasan di atas. Terimakasih.


(*)