Anda di halaman 1dari 2

SOP PEMERIKSAAN FESES LENGKAP

No Dokumen No Revisi Halaman

.... .... 1/1


Tanggal Terbit Disetujui oleh,
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
……………………… ………………………………….

Pengertian Cara pemeriksaan laboratorium yang menggunakan spesimen feses


untuk mengidentifikasi adanya telur atau cacing pada sampel feses
seseorang
Tujuan Melihat adanya kelainan-kelainan dalam tinja, baik secara
makroskopis maupun mikroskopis
Kebijakan Pasien sering mengalami gatal-gatal pada bagian dubur, badan
cenderung kurus tetapi perut terlihat membuncit
Petugas Perawat
Persiapan 1. Pasien
a. pasien tidak dibenarkan makan obat pencahar sebelum
pemeriksaan
2. Spesimen
a. Sebaiknya feses diambil pada pagi hari
b. Sebaiknya spesimen segera diperiksa. Untuk pemeriksaan
amuba harus dilakukan maksimal 2 jam dari pasien defekasi
3. Alat untuk pemeriksaan feses
4. Reagensia untuk pemeriksaan feses
5. Tempat sampah/ember tertutup
Prosedur A. Cara pemeriksaan feses secara makroskopis
1. Amati feses ditempat yang terang, meliputi : warna, bau,
konsistensi, adanya darah, lendir, cacing dan serat
B. Cara pemeriksaan feses secara mikroskopis :
1. Spesimen feses diambil menggunakan ujung lidi dan
diletakkan pada obyek glass yang sudah ditetesi larutan
cosin/lugol 2%/NaCl 0,9%
2. Setelah ditutup dengan cover glass, segera periksa dibawah
mikroskop dengan perbesaran 10x dan 40x
C. Pencatatan hasil :
1. Sebagai arsip : catat hasil pemeriksaan di buku register
laboratorium
2. Untuk pasien : catat hasil pemeriksaan di blanko hasil
laboratorium
D. Pembuangan sisa spesimen:
Sisa spesimen dituangi desinfektan. Kemudian dimasukkan
kedalam tempat sampah medis.

Unit terkait Poli Umum