Anda di halaman 1dari 2

TRIASE

No.Dokumen :
No.Revisi :
SOP Tgl Terbit :
Halaman :

Fahmiridho MZ, SKM


PUSKESMAS NIP.196908021992031008
SULIKI

1. Pengertian Triase adalah memilah-milah korban sesuai dengan tingkat kegawatannya


untuk menentukan prioritas tindakan.
2. Tujuan Sebagai acuan menentukan prioritas tindakan penanganan pasien sesuai
dengan tingkat kegawatan pasien.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No. 400/ /SK.P.Pusk.SLG/2019 tentang triage
4. Referensi 1. Undang –Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia No. 701 tahun 1991
tentang Pedoman Pelayanan Gawat Darurat
3. Pedoman Kerja Perawat Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit

5. Prosedur/ 1. Pasein datang diruang tindakan dan diterima petugas ruang tindakan.
Langkah- 2. Petugas ruang tindakan menyiapkan Inform consern (penandatanganan
langkah persetujuan tindakan) oleh keluarga pasien.
3. Petugas diruang di tindakan ruang tindakan melakukan anamnesa dan
pemeriksaan singkat dan cepat (selintas) untuk menentukan derajat kegawatannya
oleh paramedis yang terlatih / dokter.
4. Pasien diruang tindakan dibedakan menurut kegawatannya dengan memberi
kode warna :
a. HIJAU adalah warna untuk penderita tidak gawat dan tidak darurat.
Misalnya: penderita Common Cold, gastritis, abses.
b. KUNING adalah warna untuk penderita yang kegawat daruratan masih tidak
urgent (mendesak).
Misalnya : luka sayat dangkal
c. MERAH adalah warna untuk penderita gawat darurat (pasien dengan kondisi
mengancam).
Misalnya: fraktur terbuka, trauma kepala, stroke trombosis, luka bakar,
appendicitis akut, KLL, CVA, MIA, Asma Bronchial.
d. HITAM adalah warna untuk penderita yang telah meninggal dunia
5. Pasien diruang tindakan mendapatkan prioritas pelayanan dengan urutan warna :
MERAH - KUNING – HIJAU - HITAM.
6. Petugas diruang tindakan Pada waktu jam kerja, jika ada pasien dengan warna
KUNING maka dikirim ke ruang pemeriksaan umum.
7. Petugas diruang tindakan mendokumentasikan identitas pasien, hasil pemeriksaan,
tindakan yang telah dilakukan, dan evaluasi tindakan.
8. Petugas diruang tindakan merencanakan tindakan selanjutnya
6. Bagan alir
7. Hal - hal yang
perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Unit pendaftaran, Poli Umum,Poli Gigi, Poli KIA, Poli KB, Ruang
tindakan /UGD, Laboratorium, Konseling
9. Dokumen 1. Rekam Medis
terkait
10. Rekaman
historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan