Anda di halaman 1dari 2

PENEMPATAN PASIEN

No. Dokumen :

No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit :
PEMERINTAH
KAB. TEGAL Halaman : 1/2

Tanda Tangan
UPTD
dr. JAKA SUYATNA
PUSKESMAS
NIP.196111031987111001
BALAPULANG

1. Pengertian Penempatan pasien dengan penyakit menular atau suspek adalah menempatkan
pasien dalam satu ruangan tersendiri (jika tidak tersedia) kelompokan kasus yang
telah dikonfirmasi secara terpisah didalam ruangan dengan beberapa tempat tidur
dari kasus yang belum dikonfirmasi atau sedang didiagnosis (kohorting). Bila
ditempatkan dalam satu ruangan, jarak antara tempat tidur harus lebih dari dua
meter dan diantara tempat tidur harus ditempatkan penghalang fisik seperti tirai
atau sekat.

2. Tujuan Menghindari penularan penyakit melalui kontak langsung, droplet, airbone, dan
vechicle.

3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Balapulang Nomor 046 Tahun 2017
Tentang Pelayanan Klinis.

4. Referensi PMK No. 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian
infeksi di fasyankes.

5. Prosedur a. Tempatkan pasien infeksius terpisah dengan pasien non infeksius.


/Langkah-
b. Penempatan pasien disesuaikan dengan pola transmisi infeksi penyakit
langkah
pasien (kontak, droplet, airborne) sebaiknya ruangan tersendiri.
c. Bila tidak tersedia ruang tersendiri, dibolehkan dirawat bersama pasien lain
yang jenis infeksinya sama dengan menerapkan sistem cohorting. Jarak
antara tempat tidur minimal 1 meter. Untuk menentukan pasien yang dapat
disatukan dalam satu ruangan, dikonsultasikan terlebih dahulu kepada
Komite atau Tim PPI.
d. Semua ruangan terkait cohorting harus diberi tanda kewaspadaan
berdasarkan jenis transmisinya (kontak,droplet, airborne).
e. Pasien yang tidak dapat menjaga kebersihan diri atau lingkungannya
seyogyanya dipisahkan tersendiri.
f. Mobilisasi pasien infeksius yang jenis transmisinya melalui udara (airborne)
agar dibatasi di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghindari
terjadinya transmisi penyakit yang tidak perlu kepada yang lain.
g. Pasien HIV tidak diperkenankan dirawat bersama dengan pasien TB dalam
satu ruangan tetapi pasien TB-HIV dapat dirawat dengan sesama pasien TB.
6. Diagram Alir
Penempatan pasien
infeksius terpisah
dengan non infeksius

Disesuaikan dengan pola


transmisi infeksi

Bila tidak tersedia ruangan tersendiri,


dilakukan kohorting

7. Unit Terkait Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Gawat Darurat

8. Dokumen Pedoman PPI


terkait

9. Rekam
historis Tanggal Mulai
No Yang Diubah Isi Perubahan
perubahan diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai