Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
kesehatan, kekuatan, serta keberkahan baik waktu maupun pikiran kepada penulis sehingga
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kerugian Keuangan Negara” dalam waktu yang
telah ditentukan.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis terdapat beberapa kesulitan, namun dengan
dukungan dan bantuan dari teman-teman kelas 3-8 Program Diploma III Akuntansi (Alih
Program) segala kesulitan tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu penulis
ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman atas bantuan
yang telah diberikan.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penulisan makalah ini.
Maka dari itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca
sekalian. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya.

Tangerang, September 2017

Penulis
A. Latar Belakang
Korupsi sudah menjadi fenomena yang biasa di dalam masyarakat di Indonesia
dapat dikatakan bahwa sepertinya korupsi sudah menjadi budaya. Korupsi telah
mengakibatkan kerugian materiil keuangan negara yang sangat besar sehingga sebagian
besar rakyat Indonesia menderita dan hidup dalam kemiskinan. Namun yang lebih
memprihatinkan lagi adalah terjadinya perampasan dan pengurasan keuangan negara
yang dilakukan secara kolektif oleh kalangan anggota legislatif dengan dalih studi
banding, THR, uang pesangon dan lainsebagainya di luar batas kewajaran. Contohnya
pembangunan wisma atlet untuk SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang, Sumatera
Selatan diwarnai kasus suap dari direksi PT Duta Graha Indah yang memenangkan
tender proyek. Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Wafid Muharram
resmi dijadikan tersangka karena pengusutan KPK yang mendapati uang Rp 3,2 miliar
dan uang ribuan dollar. Wafid Muharram tidak hanya mendapatkan dana talangan dari
petinggi PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris, yang juga menjadi tersangka dalam
kasus itu. Salah satu tersangka lain dalam kasus ini, Mindo Rosaline Manullang,
mengungkapkan, Wafid pernah meminta bantuannya untuk mencarikan dana. Wafid,
menurut Rosa, membutuhkan dana talangan untuk operasional SEA Games ke-26 yang
akan berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam penangkapan ketiganya,
pada Kamis (21/4) lalu, penyidik KPK menyita tiga cek senilai Rp 3,2 miliar yang diduga
sebagai uang suap. Wisma atlet yang dibangun di area kompleks olahraga Jaka Baring,
Pelembang, itu dipastikan menghabiskan dana Rp 200 miliar.
Menjamurnya korupsi di Indonesia merupakan wajah keterpurukan yang harus
disehatkan. Akhir kata saya ucapkan terima kasih. Dan semoga makalah ini dapat
menambah wawasan pembacanya.

B. Rumusan Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah yang kami angkat adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kontruksi atas kasus korupsi wisma atlet tersebut?
2. Bagaimana modus operandinya?
3. Kapan Kejadiannya?
4. Siapa saja yang terlibat?
5. Pasal apa saja yang dilanggar?
6. Bagaimana ancaman hukuman yang diberikan?
7. Apa hukuman yang dijatuhkan oleh hakim?
8. Bagaimana saran sehingga kasus tersebut tidak terulang lagi?
C. Pembahasan
Yang terlibat dalam kasus tersebut :
1. Wafid Muharram
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) yang tertangkap oleh
petugas KPK . KPK menyita uang Rp 3,2 miliar, juga mengamankan uang ribuan dollar
dari ruangan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam. Pihak Wafid, menyebut uang
tersebut merupakan kumpulan tunjangan uang perjalanan ke luar negeri yang dipilah-
pilah dalam berbagai amplop.
2. Mohammad El Idris
Manager Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris dinyatakan bersalah
melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan suap pembangunan wisma
atlet. Ia dijatuhi hukuman pidana penjara selama dua tahun penjara dan denda 200
juta. Idris terbukti melanggar ketentuan pasal 5 ayat 1 huruf b UU No 31 tahun 1999
jo UU No 20 tahun 2001 pasal 55 ayat 1 Pasal 65 ayat 1 KUHP.
3. Mindo Rosalina Manulang
Mindo Rosalina Manulang merupakan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri dan
dinyatakan terlibat dalam kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games di
Palembang bersama Wafid Muharam, mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan
Olahraga, serta Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah, Mohamad El Idris.
Rosalina terbukti bersalah bersama Mohamad El Idris karena melakukan tindak pidana
korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang nomor
31 Tahun 1999 Jo. UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberian sesuatu kepada
penyelenggara negara. Oleh karena itu Mindo Rosalina Manulang dijatuhi hukuman
penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara serta harus membayar denda sebesar Rp 200
juta subsider enam bulan penjara.
4. Rizal Abdullah
Rizal Abdullah adalah Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga
provinsi Sumatera Selatan. Hakim menetapkan vonis 3 tahun penjara dan denda Rp
150 juta subsidair kurungan 2 bulan kepada Rizal. Ia terbukti melanggar Pasal 3 Jo
Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun
2001 tentang Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.
5. Muhammad Nazarudin (Tersangka)
Mohammad Nazarudin merupakan mantan bendahara umum Partai Demokrat yang
ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap
proyek wisma atlet Sea Games Palembang dan proyek pengadaan alat alat
kesehatan.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 2223
K/Pid.Sus/2012 sebagaimana memperhatikan pasal 12 huruf b Undang-Undang No.31
Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah
dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001, Undang-Undang No.48 Tahun 2009,
Undang-Undang No.8 Tahun 1981 dan Undang-Undang No.14 Tahun 1985
sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No.5 Tahun 2004 dan
perubahan kedua dengan Undang-Undang No.3 Tahun 2009 serta peraturan
perundang-undangan lain yang bersangkutan, menyatahan bahwa Muhammad
Nazaruddin dipidana penjara selama 7 (tujuh) tahun dan hukuman denda sebesar
Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut
tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan ini
6. Angelina Sondakh
Angelina Sondakh merupakan mantan anggota DPR dari fraksi Demokrat.
Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 1616
K/Pid.Sus/2013 sebagaimana memperhatikan pasal 12 a jo pasal 18 Undang-Undang
No.31 Tahun 1999 jo No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP, Undang-Undang No.48 Tahun 2009 Undang-
Undang No.8 Tahun 1981 dan Undang-Undang No.14 Tahun 1985 sebagaimana yang
telah diubah dengan Undang-Undang No.5 Tahun 2004, dan perubahan kedua
dengan Undang-Undang No.3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain
yang bersangkutan, menyatakan bahwa Angelina Sondakh:
- divonis selama 12 (dua belas) tahun pidana penjara dan denda sebesar Rp
500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak
dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 8 (delapan) bulan;
- Membayar uang pengganti sebesar Rp 12.580.000.000,00 (dua belas milyar lima ratus
delapan puluh juta rupiah) dan USD 2.350.000,00 (dua juta tiga ratus lima puluh ribu
dollar Amerika Serikat), dengan ketentuan jika Terpidana tidak membayar uang
pengganti paling lama 1 (satu) bulan sesudah putusan Pengadilan memperoleh
kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang
untuk membayar uang pengganti dan dengan ketentuan dalam hal Terpidana tidak
mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka
akan diganti dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun.

D. Hasil
 tool of crime yang digunakan untuk mencuri uang negara :
1. Ada proyek yang digunakan untuk pengucuran keuangan negara.
2. Ada organisasi yang digunakan untuk managemen korupsi.
3. Adanya dukungan birokrasi yang berupa aturan atau kebijakan.
4. Ada korporasi yang digunakan untuk pengerjaan proyek tersebut.

E. Kesimpulan Dan Saran


Kesimpulan
Dari pembahasan seputar korupsi, dapat diberi kesimpulan yaitu;
1. Di Indonesia korupsi identik dengan tindakan buruk yang dilakukan oleh aparatur birokrasi
serta orang-orang yang berkompeten dengan birokrasi yang secara tidak wajar dan tidak
legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan
menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
2. Korupsi dapat bersumber dari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem politik dan
sistem administrasi negara dengan birokrasi sebagai perangkat pokoknya.
3. Korupsi mengakibatkan kerugian perekonomian negara, serta kurangnya kepercayaan
terhadap pemerintah.

Saran
Dari semua penjelasan yang telah kami paparkan di atas, kami memberi saran sebagai
berikut:
1. Lembaga peradilan harus mengutamakan kejujuran di banding materi,dilihat sekarang ini
semua lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia menjadi tumpul apabila sudah di
iming- imingi materi yang banyak. Maka, seharusnya untuk pemilihan penegak hukum
harus benar – benar cermat yang memiliki sikap anti korupsi dan mengutamakan jujur dari
pada materi.
2. Pengasan hukum di Indonesia harus leih di tegakkan.
Mereka yang memiliki jabatan di pemerintahan harus orang yang jujur jika ada sindikat
yang di curigai sebagai pelaku korupsi.
3. Penanggulangan kasus-kasus korupsi tidaklah mudah untuk itu diperlukan kerjasama dari
berbagai pihak yang tentunya dilandasi dengan kesadaran hukum disetiap warga negara,
baik posisinya sebagai warga sipil maupun pejabat negara yang tentunya semua itu
berpulang pada individu masing-masing yang berketuhanan YME. Tanggung jawab kita
bukan hanya kepada pribadi, keluarga dan masyarakat melainkan juga kepada Tuhan.

Daftar Pustaka
http://nasional.kompas.com/read/2016/06/16/07530431/divonis.untuk.dua.kasus.berbeda.hu
kuman.nazaruddin.jadi.13.tahun.penjara
http://nasional.kompas.com/read/2011/09/21/16105492/El.Idris.Divonis.Dua.Tahun.Penjara
http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/11/09/21/lruybc-mindo-rosalina-divonis-25-
tahun-penjara
putusan.mahkamahagung.go.id