Anda di halaman 1dari 16

B

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTONIKA

“EL-5 RANGKAIAN PENYEARAH DENGAN PENSTABIL


TEGANGAN”

Disusun Oleh:

Kelompok 8

1. Akbar Nashrullah (14030654067)


2. Desty Kartika Putri P. (14030654069)
3. Silvi Zuli Astutik (14030654070)
4. Siti Chotimah (14030654072)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

JURUSAN IPA

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SAINS

2017

i
“RANGKAIAN PENYEARAH DENGAN PENSTABIL TEGANGAN”
Abstrak

Percobaan “Uji Kerenyahan” yang dilakukan pada 30 Maret 2017 di


gedung C12.02.02 bertujuan untuk ……………...

Kata Kunci :

ii
Daftar Isi
Cover ....................................................................................................... i
Abstrak .................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................... 1
C. Tujuan ......................................................................................... 2
BAB II KAJIAN TEORI......................................................................... 3
A. Pengertian Dioda Zener............................................................... 3
B. Prinsip Kerja Dioda Zener .......................................................... 3
C. Karakteristik Dioda Zener ........................................................... 4
D. Fungsi Dioda Zener ..................................................................... 5
E. Forward Bias pada Dioda Zener ................................................. 6
F. Reverse Bias pada Dioda Zener .................................................. 6
G. Hipotesis...................................................................................... 7
BAB III METODE PERCOBAAN ......................................................... 8
A. Metode Percobaan ....................................................................... 8
B. Jenis Percobaan ........................................................................... 8
C. Waktu dan Tempat Percobaan .................................................... 8
D. Alat dan Bahan ............................................................................ 8
E. Identifikasi Variabel dan Definisi Operasional ........................... 8
F. Rancangan Percobaan ................................................................. 9
G. Langkah Percobaan ..................................................................... 10
H. Alur Percobaan ............................................................................ 11
BAB IV HASIL PENGAMATAN ......................................................... 12
A. Data ............................................................................................. 12
B. Analisis........................................................................................ 12
C. Pembahasan ................................................................................. 13
BAB V PENUTUP .................................................................................. 16
A. Simpulan ..................................................................................... 16
B. Saran ............................................................................................ 16

iii
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 17
LAMPIRAN ............................................................................................ 18
A. Perhitungan ................................................................................. 20
B. Laporan Sementara...................................................................... 22
C. Lembar Kerja Mahasiswa ........................................................... 24
D. Dokumentasi ...............................................................................

iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B. Rumusan masalah

C. Tujuan

1
BAB II
DASAR TEORI

A. DIODA SEBAGAI PENYEARAH


Bahan dasar yang banyak digunakan untuk membuat piranti elektronik
adalah bahan semikonduktor germanium (Ge) dan silikon (Si), yang mana
kedua bahan ini mempunyai elektron valensi yang sama. Sambungan bahan
semikonduktor P dan N mendasari suatu piranti elektronik aktif yang disebut
sebagai Dioda. Dioda mempunyai elektroda Anoda yang berkutub positif dan
elektroda Katoda yang berkutub negatif. Simbol dioda diperlihatkan seperti
pada gambar 2.1

Gambar 2.1 simbol diode

1. Bias Maju Dioda


Jika anoda dihubungkan pada polaritas positif batere, sedangkan
katoda pada polaritas negatif seperti gambar 1.2, maka keadaan dioda
disebut arah maju (forward-bias) aliran arus dari anoda menuju katoda,
dan aksinya sama dengan rangkaian tertutup.

Gambar 2.2 Bias maju-Saklar on

2. Bias Mundur Dioda


Jika katoda dihubungkan pada polaritas positif batere, sedangkan
anoda pada polaritas negatif seperti gambar 1.4, maka keadaan dioda

2
disebut arah mundur (reverse-bias) dan aksinya sama dengan rangkaian
terbuka.

Gambar 2.3 Bias mundur-Saklar off

Sebagai sifat dioda, pada saat reverse, nilai tahanan dioda relatif
sangat besar dan dioda ini tidak dapat menghantarkan arus. Harga-harga
nominal baik arus maupun tegangan tidak boleh dilampaui, karena akan
mengakibatkan rusaknya dioda.
Secara umum dioda digunakan sebagai penyearah (rctifier)
arus/tegangan arus bolak balik (AC) satu fasa atau tiga fasa kedalam
bentuk gelombang arus searah (DC).

B. PENYEARAH (RECTIFIER)
Tegangan arus searah biasanya dibutuhkan untuk mengoperasikan
peralatan elektronik, misalnya pesawat amplifier, peralatan kontrol elektronik,
peralatan komunikasi dan sebagainya. Catu daya arus searah (DC) dapat
dipeloreh dari batere atau dari sumber daya listrik 220/240 Volt Ac 50 Hz
yang dirubah menjadi arus searah melalui rangkaian penyearah (rectifier).
Pada sistem rangkaian penyearah ada 4 fungsi dasar yang dibahas,
yaitu :
- Tranformasi tegangan yang diperlukan untuk menurunkan tegangan yang
diinginkan.
- Rangkaian penyearah , rangkaian ini untuk mengubah tingkat tegangan
arus bolak balik ke arus searah.
- Filter, merupakan rangkaian untuk memproses fluktuasi penyearahan yang
menghasilkan keluaran tegangan DC yang lebih rata.

3
- Regulasi, adalah parameter yang sangat penting pada catu daya dan
regulator tegangan dengan bahan bervariasi.

C. Dioda Zener
Dioda zener adalah dioda silikon (si) yang khusus dibuat sebagai
penstabil tegangan pada catu daya DC. Tujuannya agar tegangan searah yang
dihasilkan yaitu tegangan keluarannya (output) tidak berubah jika dibebani
dalam batas-batas tertentu. Dioda zener dibuat dengan potensial pada nilai
tertentu antara 2,4 V sampai200 V dengan disipasi daya dari ¼ W sampai 50
W. Dioda zener dengan tegangan zener diatas 6 V mempunyai koefisien suhu
positif dan dibawah 6 V mempunyai kosfisien suhu negatif. Koefisien suhu
minimum terjadi pada zener 6 V untuk arus 40 mA.
Sebuah dioda Zener memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda
biasa, namun alat ini sengaja dibuat dengan tegangan tembus yang jauh
dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction
yang memiliki doping berat, yang memungkinkan elektron untuk tembus
(tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-
n. Sebuah dioda Zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku tegangan
tembus yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga
tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan Zener. Sebagai contoh, sebuah
dioda Zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika
diberi catu-balik. Namun, karena arusnya terbatasi, sehingga dioda Zener
biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, untuk
menstabilisasi tegangan aplikasi-aplikasi arus kecil, untuk melewatkan arus
besar diperlukan rangkaian pendukung IC atau beberapa transistor sebagai
output (Wasito: 2001).

1. Forward Bias pada Dioda Zener


Ketika mengalami bias maju (forward bias), dioda zener juga
memiliki sifat seperti dioda pada umumnya, ia akan mengalirkan arus dan
memiliki tegangan sekitar 0.7 V. Dioda zener disini juga sebagai penurun

4
nilai tegangan masuk, sehingga tegangan keluar yang terukur akan
memiliki nilai yang lebih rendah.

2. Reverse Bias pada Dioda Zener


Pada saat diberi tegangan balik, dioda zener akan mengalami bias
terbalik (reverse bias) dan tidak akan mengalirkan arus kecuali tegangan
balik tersebut mencapai tegangan breakdown maka dioda zener dapat
menghantarkan arus listrik dalam mode bias terbalik. Tegangan
breakdown pada dioda zener disebut dengan tegangan zener. Besar
tegangan ini memiliki nilai tertentu dan bersifat tetap. Tidak seperti dioda
biasa yang mengalami kerusakan apabila mencapai tegangan breakdown
nya, dioda zener tidak akan rusak pada saat mengalami breakdown karena
dioda ini memang khusus digunakan supaya mengalami breakdown. Dioda
zener bisa rusak apabila daya yang diserap dioda zener tersebut melebihi
ambang batas maksimumnya.

3. Dioda Zener Sebagai Pengatur Tegangan


Salah satu fungsi diode adalah sebagai pengatur (regulator) tegangan.
Pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan komponen
dioda zener yang bekerja pada daerah breakdown dengan karakteristik
sebagai berikut:
VIN < Vbreakdown menghasilkan VOUT = VIN
VIN > Vbreakdown menghasilkan VOUT = Vbreakdown
Untuk menetapkan daerah breakdown, dioda zener harus dipasang
pada posisi reverse. Penyebab ke tidakstabilan suatu sumber tegangan,
biasanya terjadi akibat adanya fluktuasi tegangan pada jala-jala input dan
variasi beban yang berubah-ubah. Rangkaian sederhana Zener regulator
ditunjukkan seperti gambar 2.3 dan gambar 2.4 berikut ini.

5
Gambar 2.3 rangkaian regulator sederhana

Gambar 2.4 Rangkaian regulator zener


Dari diagaram rangkaian diatas dapat dihitung besarnya arus dan
tegangan yang terjadi pada rangkaian. Dengan membuat tegangan masukan
( input ) lebih besar dari tegangan zener maka dioda zener bekerja pada daerah
tegangan balik (VIP), sehingga tegangan keluaran (output) tetap untuk
berbagai nilai arus beban selama tegangan pada zener tidak kurang dari 12 V
untuk tegangan kerja zener 12 volt.

D. Hipotesis
1. Jika tegangan masuk lebih kecil daripada tagangan breakdown, maka nilai
tegangan keluar sama dengan tegangan masuk.
2. Jika tegangan masuk lebih besar daripada tegangan breakdown, maka nilai
tegangan keluar sama dengan tegangan breakdown.

6
BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Metode Percobaan
B. Waktu dan Tempat Percobaan

C. Alat dan Bahan

D. Variabel Percobaan

E. Rancangan Percobaan
F. Langkah Kerja

G. Alur Percobaan

7
BAB IV
DATA DAN ANALISIS
A. Data
Tabel 4.1 data hasil percobaan rangkaian penyearah dengan penstabil
tegangan
No V input (V ± 1)V Vbreakdown (I ± 1)V Vout (V ± 1)V
1 13 1,0 1,0
2 18 1,4 1,4
3 25 1,8 1,8
Keterangan:
Batas ukur Vout = 10 R1 = (2.200 ± 22) Ω
Batas ukur Vin = 50 R2 = (110 ± 1,1) Ω
Batas maksimum = 50

B. Analisis

C. Pembahasan

8
BAB V
PENUTUP
A. KESIMPULAN

B. SARAN

9
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.Tanpa tahun. Rangkaian Penyearah. (Online).


(http://www.rangkaianelektronika.org/rangkaian-penyearah.htm, diakses
pada 28 Maret 2017 di Surabaya)

Anonim. 2003. Modul pembelajaran: Rangkaian Penyearah. Jakarta: Departemen


Pendidikan Nasional.
Anonim. 2012. Dioda Zener. (Online). (http://elektronika-dasar.web.id/dioda-
zener/, diakses pada 3 April 2017 di Surabaya).

Purnomo, Eko. 2015. Prinsip Kerja Dioda Zener. (Online). (http://www.nulis-


ilmu.com/2015/08/prinsip-kerja-dioda-zener.html, diakses pada 2 April
2017 di Surabaya).

S, Wasito. 2001. Vademekum Elektronika Edisi Kedua. Gramedia Pustaka Utama.

10
LAMPIRAN
A. Perhitungan
1. Perhitungan Vinput 2. Perhitungan Vbreakdown
𝑩𝑼 𝑩𝑼
𝑰= 𝑿 𝒔𝒌𝒂𝒍𝒂 𝒖𝒌𝒖𝒓 𝑰= 𝑿 𝒔𝒌𝒂𝒍𝒂 𝒖𝒌𝒖𝒓
𝑩𝑴 𝑩𝑴
𝟏𝟑 𝟓
𝑽𝟏 = 𝑿 𝟓𝟎 = 𝟏𝟑 𝑽 𝑽𝟏 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏 𝑽
𝟓𝟎 𝟓𝟎
𝟏𝟖 𝟕
𝑽𝟐 = 𝑿 𝟓𝟎 = 𝟏𝟖 𝑽 𝑽𝟐 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏, 𝟒 𝑽
𝟓𝟎 𝟓𝟎
𝟐𝟓 𝟗
𝑽𝟑 = 𝑿 𝟓𝟎 = 𝟐𝟓 𝑽 𝑽𝟑 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏, 𝟖 𝑽
𝟓𝟎 𝟓𝟎

3. Perhitungan Vout
𝑩𝑼
𝑰= 𝑿 𝒔𝒌𝒂𝒍𝒂 𝒖𝒌𝒖𝒓
𝑩𝑴
𝟓
𝑽𝟏 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏 𝑽
𝟓𝟎
𝟕
𝑽𝟐 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏, 𝟒 𝑽
𝟓𝟎
𝟗
𝑽𝟑 = 𝑿 𝟏𝟎 = 𝟏, 𝟖 𝑽
𝟓𝟎

11
E. Dokumentasi

Pengukuran tegangan diode zener pada


forward bias

Pengukuran tegangan pada dioda zener

Pengukuran arus pada reverse bias Pengukuran tegangan diode zener pada
reverse bias

12