Anda di halaman 1dari 24

BAB 4

RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN


RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

4.1 RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN


4.1.1 Kebisingan
a. Sumber Dampak
Kegiatan yang dapat menimbulkan dampak peningkatan
intensitas kebisingan pada tahap ini adalah kegiatan bongkar
muat barang dari aktivitas pelabuhan. Kebisingan yang timbul
karena mesin kapal dan aktifitas pelabuhan yang dapat
menyebabkan gangguan kesehatan dan kenyamanan bagi
pekerja di pelabuhan maupun pegawai di lingkungan PT.
Pertamina Tongkang.
b. Tolok Ukur Dampak
Besarnya tingkat kebisingan di pelabuhan beserta pengaruhnya
terhadap kualitas lingkungan di sekitarnya harus dapat
dikontrol/diawasi dengan tolok ukur sebagai acuan, baku mutu
dari tingkat kebisingan yang dijadikan acuan adalah Keputusan
Mentri Lingkungan hidup Nomor 48 Tahun 1996, tentang Baku
Tingkat Kebisingan.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Mereduksi tingkat kebisingan yang terjadi, baik yang disebabkan
oleh kapal ataupun sarana penunjangnya secara keseluruhan.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
- Bekerja sesuai dengan SOP.
- Pemakaian penutup telinga (ear plug) bagi karyawan atau
crew kapal saat bongkar muat barang di kapal.
- Maintenance alat masih secara rutin
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Seluruh lokasi pelabuhan PT. Pertamina Tongkang
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dilakukan secara rutin selama kegiatan pelabuhan
berlangsung
g. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan terhadap peningkatan intensitas
kebisingan ditanggung oleh pihak pemeriksa PT. Pertamina
Tongkang.
h. Institusi Pengelolaan Lingkungan
- Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam

4.1.2. Udara Ambien


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang dapat menimbulkan penurunan kualitas udara
saat bongkar muat kapal dan aktifitas transportasi di jalan
pelabuhan Kabil yang melintasi lokasi perusahaan. Kegiatan-
kegaitan tersebut dapat menimbulkan dampak berupa
pencemaran udara karena potensial meningkatkan kadar
parameter udara ambien berupa Sulfur dioxide (SO 2), Carbon
Monoksida (CO), Nitrogen dioxide (NO2), Ozon (O3), Hidro
Carbon (HC), Dust (TSP), Lead (Pb) dan partikulat / Debu (Dust)
sehingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan
dan kenyamanan pekerja proyek dan pegawai di lingkungan PT.
Pertamina Tongkang.
b. Tolok Ukur Dampak
Biasanya bahan pencemar yang dihasilkan dari mesin kapal dan
kendaraan angkut pengaruhnya terhadap udara lingkungan
harus dapat dikontrol / diawasi dengan tolok ukur sebagai acuan.
Adapun acuan baku mutu kualitas udara, ambien sebagai tolok
ukur adalah peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 41
tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Mereduksi tingkat pencemaran dari gas emisi yang pada
akhirnya akan meningkatkan kualitas udara ambien area
pelabuhan dan lingkungan sekitarnya.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
- Menjaga kebersihan area pelabuhan untuk meminimasi
timbulnya debu yang berlebih serta maintenance alat/mesin
rutin.
- Penyediaan alat pelindung diri bagi operator alat/mesin
produksi maupun penunjang seperti masker dan ear plug
untuk melindungi diri dari debu saat bongkar muat barang di
kapal.
- Mempertahankan pohon yang sudah ada dan menanam
pohon peneduh baru, untuk fungsi absorpsi debu sekaligus
dapat berfungsi sebagai penghalang (barrier) penyebaran
disperse gas dan debu yang terjadi.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Seluruh lokasi di dalam area perusahaan maupun lingkungan di
lingkungan sekitarnya.
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dilakukan secara rutin selama kegiatan proses
produksi masih berlangsung
g. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan terhadap penurunan kualitas udara
ambien ditanggung oleh pihak pemeriksa PT. Pertamina
Tongkang.
h. Institusi Pengelolaan Lingkungan
- Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingungan
Bapedal Batam

4.1.3 Limbah Padat


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada tahap operasi adalah
aktifitas perkantoran dan pelabuhan, yang menghasilkan limbah
produksi maupun domestik.
b. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap jumlah lingkungan padat dilihat dari
jumlah limbah yang dihasilkan
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk mengelola limbah padat
agar tidak mencemari lingkungan.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
- Upaya pengelolaan limbah padat organik dan anorganik
dikelola dengan cara menyediakan tempat sampah dan
sampah yang dihasilkan ditampung pada Tampat
Pembuangan Sementara dan untuk selanjutnya diangkut dan
dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
- Limbah padat dari kegiatan kapal dan aktivitas pelabuhan
ditampung di TPS Pelabuhan.
e. Lokasi Pengeolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan untuk kualitas limbah padat dilakukan di
Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dilakukan secara rutin selama kegiatan proses
produksi masih berlangsung.
g. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah padat ditanggung oleh
pihak pemrakarsa pembangunan PT. Pertamina Tongkang
h. Institusi Pegelolaan Lingungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang dan Dinas Kebersihan Kota Batam
- Pengawas Pengelolaan Lingungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesia

4.1.4 Limbah Padat B3


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada tahap operasi adalah
aktifitas pelabuhan, yang menghasilkan limbah B3.
b. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur terhadap limbah Bahan Berbahaya dan beracun
mengacu kepada peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001
tentang pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, sedangkan
pedoman tekniks penyimpanan dan pengumpulan Bahan
Berbahaya dan Beracun mngacu pada KepBapedal No. 01
Tahun 1995 (Lampiran Kepdal) dan Perman LH No. 30 tahun
2009.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan bertujuan untuk mengelola limbah padat
agar tidak mencemari lingkungan
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan limbah padat yang termasuk limbah B3 berupa toner
bekas fotocopy dan bahan terkontaminasi lainnya baik dari kapal
maupun pelabuhan dikembalikan kembali kepada agen /
supplier.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Tempat penyimpanan limbah B3 sementara (lokasi penempatan
dapat dilihat pada halaman IV-30 s/d IV – 45).
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dilakukan secara rutin selama kegiatan pelabuhan
masih berlangsung.
g. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah padat ditanggung oleh
pihak pemrakarsa pembangunan PT. Pertamina Tongkang
h. Institusi Pegelolaan Lingungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang dan Dinas Kebersihan Kota Batam
- Pengawas Pengelolaan Lingungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesia

4.1.5 Limbah Cair


a. Sumber Dampak
Adalah kegiatan yang menimbulkan dampak pencemaran limbah
cair adalah pada kegiatan pelabuhan dan kantor.
b. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap kualitas air laut mengacu kepada
Keputusan Mentri No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Limbah
Cair Domestik.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
pencemaran air dan menjaga agar parameter air limbah yang
dikeluarkan sesuai dengan KepMenLH No. 112 Tahun 2003
tentang Baku Mutu Limbah Cair Domestik dan KepMenLH No.
51/2004 tentang Baku Mutu air untuk pelabuhan.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
Untuk pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan adalah
sebagai berikut :
- Penyaringan sampah dari air limbah, hasil penyaringan
masuk ke TPS limbah domestic.
- Air limbah yang dihasilkan dari kegiatan domestic seperti cuci
dan wastafel akan dialirkan ke slaruan sewage (saluran
buangan air)
- Limbah dari kakus dialirkan ke septic tank
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah cair akan dilakukan pada
saluran drainase.
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan untuk kualitas air limbah dilakukan
selama kegiatan pelabuhan masih berlangsung.
i. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah cair ditanggung oleh pihak
pemrakarsa pembangunan PT. Pertamina Tongkang
g. Institusi Pegelolaan Lingungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam

4.1.6 Limbah Cair B3


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pencemaran air B3 pada
tahap operasi adalah aktifitas pelabuhan
b. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak terhadap limbah B3 mengacu kepada
Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2001 dan KepBapedal No.
01 Tahun 1995.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya
pencemaran limbah cair B3.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
Limbah cair B3 berupa oli atau pelumas bekas dikembalikan
kembali kepada agen / supplier atau penampung pada TPS B3
yang mengacu pada Kepdal No 1 Tahun 1995 (Lampiran
Kepdal).
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah cair langsung diambil dari
mesin saat penggantian oli atau pelumas dengan yang baru.
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan untuk kualitas air limbah dilakukan
selama kegiatan pelabuhan masih berlangsung.
g. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan untuk limbah cair ditanggung oleh pihak
pemrakarsa pembangunan, PT. Pertamina Tongkang
h. Institusi Pegelolaan Lingungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
4.1.7 Kualitas Air Laut
a. Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari maintenance / perawatan
pelabuhan dengan adanya kegiatan pendalaman alur laut
bagian dalam dengan kedalaman 7 m dan alur bagian luar
sedalam 8-10 m. Kegiatan ini akan mempengaruhi kualitas air
laut baik secara fisik maupun kimia. Secara fisik penimbunan
material ke lokasi perairan yang akan dikeruk akan
meningkatkan kekeruhan di perairan akibat meningkatnya
TSS.
b. Tolok ukur dampak
Tolok ukur dampak yaitu meningkatnya kadar padatan
tersuspensi menjadi parameter yang diperhatikan dan
dipantau yang mengacu kepada KepMenLH Nomor :
51/MENLH/2004 tentang Baku Mutu Air Laut.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan Lingkungan bertujuan untuk mencegah
terjadinya penurunan kualitas air laut.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
Langkah pengelolaan lingkungan yang dilakukan adalah :
- Mengadakan kegiatan pengerukan secara bertahap
sesuai tahapan pada SOP.
- Bekerjasama dengan dinas / instansi terkait untuk
koordinasi dilapangan khususnya Dinas Perhubungan,
terkait dengan lalu lintas pelayaran disekitar lokasi.
- Tanah hasil pendalaman alur diletakan di darat, diaera PT.
Pertamina Tongkang, untuk pemadatan lahan atau
dimanfaatkan oleh pihak ketiga, sesuai aturan yang
berlaku.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan kualitas air laut dilakukan dilokasi alur bagian
dalam pelabuhan dan alur bagian luar jetty dari PT. Pertamina
Tongkang
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Periode pengelolaan lingkungan untuk meminimalkan
penurunan kualitas air laut dilakukan selama pendalaman
alur.
g. Pembiayaan
Biaya untuk pengelolaan lingkungan ini ditanggung oleh pihak
pemarakarsa PT. Pertamina Tongkang.
h. Institusi Pengelolaan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan lingkungan adalah pihak
pemrakarsa PT. Pertamina Tongkang.
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas adalah Bapedal Kota Batam dan Dinas
Perhubungan Laut Kota Batam.
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Instansi yang akan menerima hasil Pengelolaan
lingkungan adalah Bapedal Kota Batam.

4.1.8 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


a. Sumber Dampak
Sumber dampak dari gangguan K3 bagi para pekerja pada
tahap operasi pelabuhan adalah cemaran udara, limbah padat
ataupun cair yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan
pekerja, serta kelalaian / ketidakdisiplinan pekerja pada
prosedur pelaksanaan pekerjaan dan gangguan alat
pelindung diri (APD).
b. Tolok ukur dampak
Tolok ukur dari dampak komponan kesehatan masyarakat
tersebut dapat dilihat dengan acuan sebagai berikut :
- Adanya peningkatan Jumlah kasus Penyakit ISPA dan
penyakti pencernaan di dalam lokasi yang ada di
perusahaan.
- Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan.
c. Tujuan Pengelolaan Lingkungan
- Untuk mencegah terjadinya kasus penyakit ISPA pada
pekerja sebagai akibat dari kegiatan operasional
pelabuhan.
- Untuk mencegah penurunan produktifitas kerja karyawan
akibat dampak dari kegiatan pelabuhan yang dilakukan
perusahaan.
- Untuk mencegah terajadinya kecelakaan kerja akibat
kegiatan operasional yang dilakukan oleh pekerja pada
perusahaan.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan Lingkungan dilakukan melalui upaya
pencegahan dan pengendalian dampak, yang dilakukan
antara lain dengan cara sebagai berikut :
- Diberlakukannya Sistem Manajemen K3 (SMK3)
- Mengontrol ketersediaan kelengkapan peralatan
pencegah kecelakaan yang meliputi jenis, jumlah, dan
mutu peralatan tersebut sebelum pekerjaan fisik dimulai.
- Meningkatkan pengawasan kedisiplinan dalam pemakaian
alat pelindung diri bagi para pekerja terutama yang terlibat
langsung dengan alat-alat berat.
- Memberi peringatan dalam batas-batas tertentu bagi
pekerja lapangan apabila tidak mematuhi peraturan
penggunaan peralatan pencegah kecelakaan kecuali
apabila tidak tersedia atau kondisi peralatan tersebut
sudah tidak memadai. Sanksi diberikan apabila batas
peringatan tersebut dilampaui tetapi masih melenggar
aturan lalu lintas & mengatur keluar masuk kendaraan
dipelabuhan.
e. Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan adalah pada areal tapak proyek, PT.
Pertamina Tongkang.
f. Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dilakukan selama kegiatan operasional
pelabuhan PT. Pertamina Tongkang berlangsung
i. Pembiayaan
Pengelolaan lingkungan untuk keselamatan dan kesehatan
kerja ditanggung oleh pihak pemrakarsa PT. Pertamina
Tongkang.
j. Institusi Pengelolaan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang.
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal dan Dinas Perhubungan Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal dan Dinas Perhubungan Batam

4.2 RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN


4.2.1 Kebisingan
a. Sumber Dampak
Kegiatan yang dapat menimbulkan dampak peningkatan
intensitas kebisingan pada tahap ini adalah kegiatan pelabuhan.
Kebisingan yang mungcul karena mesin kapal, kendaraan, dan
fasilitas penunjang lainnya dapat menyebabkan gangguan
kesehatan dan kenyamanan bagi pekerja di Lingkungan PT.
Pertamina Tongkang.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter kebisingan yang dipantau adalah intensitas
kebisingan (dBA) dan mengacu kepada keputusan Men LH
Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
- Mengetahui tingkat kebisingan yang terjadi akibat kegiatan
operasional pelabuhan pada PT. Pertamina Tongkang.
- Mengetahui pengaruh tingkat kebisingan terhadap kualitas
udara ambien pada lokasi kegiatan operasional pelabuhan.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
- Metrode pemantauan lingkungan dilakukan dengan
mengambil titik di lapangan dengan lokasi titik samping di
area pelabuhan dan open storage area. Hasil pengukuran
selanjutnya dibandingkan dengan baku tingkat kebisingan
yang berlaku.
- Metode pengukuran kebisingan dilakukan dengan
menggunakan alat sound lever meter.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Seluruh lokasi kegiatan yang diperkirakan dapat menyebabkan
meningkatnya intenstias kebisingan, yaitu area pelabuhan
Adapun titik pemantauan untuk pengukuran tingkat kebisingan
yang telah dilakukan, selengkapnya dapat dilihat pada layout titik
pemantauan lingkungan yang tertera pada Gambar 4.2
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan dilakukan secara rutin selama kegiatan proses
produksi masih berlangsung setiap 6 bulan sekali atau
berdasarkan saran dari Bapedal Batam.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang.
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal dan Dinas Perhubungan Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal dan Dinas Perhubungan Batam
4.2.2 Udara Ambien
a. Sumber Dampak
Kegiatan yang dapat menimbulkan penurunan kualitas udara
adalah kegiatan pelabuhan dan transportasi kendaraan yang
melintasi jalan pelabuhan Kabil. Kegiatan-kegiatan tersebut
dapat menimbulkan dampak berupa pencemaran udara karena
potensial meningkatkan kadar parameter udara ambien berupa
Sulfur dioxide (SO2), Carbon Monoksida (CO), Nitrogen dioxide
(NO2), Ozon (O3), Hidro Carbon (HC), Dust (TSP), Lead (Pb) dan
Partikulat / Debu (Dust), sehingga dapat menyebabkan
terjadinya gangguan pernapasan, kenyamanan serta iritasi
kepada pekerja royek dan pegawai dilingkungan perusahaan.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter kualtias udara ambien yang dipantau adalah Sulfur
dioxide (SO2), Carbon Monoksida (CO), Nitrogen dioxide (NO2),
Ozon (O3), Hidro Carbon (HC), Dust (TSP), Lead (Pb) dan
Partikulat / Debu (Dust), sesuai dengan KepMenLH Nomor 41
tahun 1999 tentang pengendalian Pencemaran Udara.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
Untuk mengetahui kandungan gas udara dan debu di lokasi
kegiatan operasional berlangsung dan membandingkan dengan
baku kualitas udara sehingga akan dapat diketahui prakiraan
dampaknya terhadap kesehatan pekerja.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Mengambil sampel udara langsung di sekitar lokasi pelabuhan
dan fasilitas disekitar dengan alat pengambil sampel udara,
dengan metode basah dan debu dengan alat High Volume
Sampler menggunakan kertas saring whatman lalu diperiksa di
laboratorium lingkungan.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Seluruh lokasi kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran
udara meliputi area di dalam dan luar lokasi kegiatan, adapun
titik pemantauan untuk pengukuran kualitas udara ambien yang
telah dilakukan, selengkapnya dapat dilihat pada layout titik
pemantauan lingkungan yang tertera pada Lampiran.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan dilakukan secara rutin selama kegiatan proses
produksi masih berlangsung selama 6 bulan sekali atau
berdasarkan saran dari Bapedal Batam.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang.
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam

4.2.3 Limbah Padat


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada tahap operasi adalah
aktifitas pelabuhan yang menghasilkan limbah domestik.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter yang dipantau adalah kinerja pengelolaan sampah
baik pengumpulan yang dilakukan oleh pihak perusahaan,
maupun pengangkutan yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan
Batam.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
- Agar estetika di area PT. Pertamina Tongkang tetap terjaga
dengan baik, dibuktikan oleh kondisi kebersihan yang
terpelihara.
- Penyebaran faktor penyakit yang diakibatkan dari buangan
limbah padat dapat dicegah serta diminimalisir
penyebarannya.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Pemantauan dilakukan secara observasi pada areal PT.
Pertamina Tongkang dan pada Tempat Pembungan Sementara
serta Tempat penyimpanan limbah B3 sementara pada
perusahaan.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Loaksi pemantauan pada bak-bak sampah dan Tempat
Pembuangan Sementara untuk general waste.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali secara rutin
selama kegiatan operasional PT. Pertamina Tongkang
berlangsung.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang dan Dinas Kebersihan Batam
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
4.2.4 Limbah Padat B3
a. Sumber Dampak
Kegiatan yang menimbulkan dampak pada tahap operasi adalah
aktifitas pelabuhan yang menghasilkan limbah padat B3.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter yang dipantau adalah kinerja penampungan TPS B3
Sebelum dikelola pihak ketiga.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
Paremeter yang dipantau adalah kinerja penampungan TPS B3
sebelum dikelola pihak ketiga.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Agar limbah bahan Berbahaya dan Beracun tidak mencemari
lingkungan.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Tempat pembungan Sementara untuk limbah B3 adalah pada
tempat penyimpanan limbah B3 sementara pada perusahaan.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali secara rutin
selama kegiatan operasional PT. Pertamina Tongkang
berlangsung.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang dan Dinas Kebersihan Batam
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesa.
4.2.5 Limbah Cair
a. Sumber Dampak
Sumber dampak berasal dari pencemaran limbah cair pada
tahap operasi adalah aktifitas pelabuhan dan kantor, yang
menghasilkan limbah produksi maupun domestik.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter yang dipantau adalah parameter terkandung dalam
kualitas air yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan
baku mutu limbah cair sesuai dengan KepMenLH No. 51 Tahun
2004 tentang Baku Mutu Air untuk pelabuhan.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
Pemantauan lingkungan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kebersihan dari pengelolaan yang telah dilakukan, untuk
mencegah agar parameter air limbah yang dihasilkan sesuai
dengan KepMenLH No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu
Limbah Cair Domestik dan KepMenLH No. 51 tentang Baku Mutu
Limbah Cair Industri.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Metode pemantauan yang dilakukan adalah dengan mengambil
sampel air limbah yang dihasilkan pada outlet drainase ke dalam
botol sampel, kemudian dibawa secepat mungkin ke
laboratorium lingkungan untuk dianalisa, agar suhu pada air
limbah tidak berubah.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan lingkungan untuk limbah cair akan dilakukan pada
outlet drainase PT. Pertamina Tongkang.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan operasional
berlangsung, dengan frekuensi 6 (enam) bulan sekali.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam

4.2.6 Limbah Cair B3


a. Sumber Dampak
Serupa dengan sumber dampak untuk limbah cair, kegiatan
yang menimbulkan dampak pencemaran limbah B3.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter yang dipantau adalah kinerja pengelolaan limbah cair
B3 pada perusahaan, khususnya dalam hal pengumpulan dan
pengangkutan.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
Pemantauan lingkungan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana keberhasilan dan pengelolaan yang dilakukan.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Metode pemantauan yang dilakukan adalah dengan pengecekan
TPS B3 dan manifes B3.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan lingkungan untuk limbah cair B3 akan dilakukan
pada TPS B3 milik PT. Pertamina Tongkang.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Waktu pemantauan dilakukan selama kegiatan operasional
berlangsung, dengan frekuensi 6 (enam) bulan sekali, kecuali
limbah cair B3 yang harus dipantau setiap kegiatan
pengumpulan dan pengangkutan berlangsung.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal Batam dan Kementrian Negara Lingkungan Hidup
Republik Indonesa.

4.2.7 Kualitas Air Laut


a. Sumber Dampak
Kegiatan yang mengakibatkan penurunan kualitas air laut adalah
keigatan pendalaman alur, kegiatan ini akan mempengaruhi
kualitas air laut baik secara fisik maupun kimia. Secara fisik
kegiatan pendalaman air akan meningkatkan kekeruhan di
perairan akibat meningkatnya TSS.
b. Parameter yang Dipantau
Parameter pemantauan komponen kualitas air laut mengacu
kepada KepMenLH Nomor : 51/MENLH/2004 Lampiran I tentang
Baku Mutu Air Laut untuk Kegiatan Pelabuhan.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
Pemantauan bertujuan agar kualitas air laut berada di bawah
ambang batas menurut Keputusan Mentri KLH No. 51 tahun
2004 tentang Baku Mutu Air Laut.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Metode pemantauan lingkungan dengan cara mengambil contoh
air secara komposit dimasukkan dalam botol sampai sebanyak ±
2 liter dand beri label nama pemeriksa, kode sampel, lokasi,
tanggal dan jam pengambilan sampel. Kemudian diawetkan
dalam kotak pendingin dengan suhu ± 4oC untuk diuji dalam
laboratorium. Beberapa parameter seperti pH, dan beberapa
parameter yang cepat berubah dan segera diukur ditempat
(insitu), kemudian hasil pemeriksaan kualitas air laut di
laboratorium dibandingkan terhadap baku mutu kualitas air laut
menurut keputusan Mentri KLH No. 51 tahun 2004 tentang baku
mutu air laut.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Dilakukan pada peraitran laut yang berbatasan dengan lokasi
PT. Pertamina Tongkang.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan lingkungan dilaksanakan selama kegiatan
pendalaman alur.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Institusi pelaksana pemantauan lingkungan adalah
Pemrakarsa PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Institusi Pengawas pemantauan lingkungan ini adalah Bapedal
kota Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Institusi yang menerima hasil pemantauan lingkungan adalah
Bapedal kota Batam

4.2.8 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)


a. Sumber Dampak
Sumber dampak, dari gangguan K3 bagi para pekerja, adalah
cemaran udara, limbah padat ataupun cair yang dapat
mempengaruhi tingkat kesehatan pekerja, serta kelalaian /
ketidadisiplinan pekerja pada prosedur pelaksanaan pekerjaan
dan gangguan Alat Pelindung Diri (APD).
b. Parameter yang Dipantau
Tolok ukur dari dampak komponen kesehatan masyarakat
tersebut dapat dilihat dengan acuan sebagai berikut :
- Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada perusahaan.
c. Tujuan Pemantauan Lingkungan
- Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat kegiatan
operasional yang dilakukan oleh pekerja pada perusahaan.
d. Metode Pemantauan Lingkungan
Pengelolaan Lingkungan dilakukan melalui upaya pencegahan
dan pengendalian dampak, yang dilakukan antara lain dengan
cara pengecekan jumlah kecelakaan kerja.
e. Lokasi Pemantauan Lingkungan
Lokasi pemantauan adalah pada areal kegiatan operasional dan
sekitarnya, terutama lokasi-lokasi yang berpotensi menghasilkan
pencemaran dan resiko kerja.
f. Jangka Waktu / Frekuensi Pemantauan Lingkungan
Pemantauan kesehatan dilakukan oleh perusahaan dalam
jangka waktu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan dan
bila adanya kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan.
g. Institusi Pemantauan Lingkungan
- Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
PT. Pertamina Tongkang
- Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Bapedal kota Batam dan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam
- Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Bapedal kota Batam dan Dinas Tenaga Kerja Batam
DAFTAR PUSTAKA
Pemerintah Kota Batam (Pemko), 2009. Batam Dalam Angka 2009
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Selamat Datang Di Pertamina Tongkang
http://www.pertaminatongkang.co.id/index.php?lang=en
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Pengoperasian kapal
http://www.pertaminatongkang.co.id/activities.php?gg=&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Offshore & Onshore Logistic Base
http://www.pertaminatongkang.co.id/activities.php?go=offshoreonshoretlogbeas
e&lang=i
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Charter & Broker
http://www.pertaminatongkang.co.id/activities.php?go=charterbrokerage&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Keagenan Kapal
http://www.pertaminatongkang.co.id/ activities.php?go=shippingagen&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Administrasi Pelabuhan
http://www.pertaminatongkang.co.id/i activities.php?go=porthendling&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Freight Forwading
http://www.pertaminatongkang.co.id/i
activities.php?go=nFreightforwarding&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Custom Clearance Document
http://www.pertaminatongkang.co.id/i
activities.php?go=Customsclearancedoc&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Cargo Hendling
http://www.pertaminatongkang.co.id/i activities.php?go=cargohendling&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Bunker Agent
http://www.pertaminatongkang.co.id/ activities.php?go=bunkeragent&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010
PT. Pertamina Tongkang, 2010. Organisasi Keamanan yang Diakui
http://www.pertaminatongkang.co.id/in
activities.php?go=recognizedsecurityorganiz&lang=id
Dikunjungi : 24 Februari 2010