Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 ATV (All Terrain Vehicle)

ATV (All Terrain Vehicle) adalah sebuah kendaraan dengan penggerak

mesin menggunakan motor bakar, mengunakan pula rangka khusus yang

dirancang sedemikian rupa untuk dapat melintas di segala medan. ATV (All

Terrain Vehicle) merupakan perpaduan antara motor roda dua dan mobil yang

keduanya memiliki kelebihan masing-masing pada saat melintas di medan sulit.

Pada mulanya ATV (All Terrain Vehicle) hanya digunakan oleh para pemilik

perkebunan untuk alat transportasi mereka, tapi seiring dengan perkembangan

zaman, ATV (All Terrain Vehicle) dapat digunakan untuk banyak kegiatan di

dunia otomotif seperti balap, motor penjelajah alam, kendaraan operasional tim

SAR atau di Indonesia banyak disewakan untuk kegiatan lintas alam ditempat

wisata.

Perkembangan ATV (All Terrain Vehicle) yang ada saat ini sangatlah pesat

karena dalam dunia transportasi maupun balap yang sangat kompetitif

membutuhkan sebuah ATV (All Terrain Vehicle) yang aman, nyaman dan

FAKULTAS TEKNIK 7
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

performa mesin yang maksimal sehingga mampu melintas dengan cepat pada

saat dipacu di jalan dengan medan berat seperti di daerah pegunungan, daerah

pantai, padang pasir. Untuk mendapatkan hal tersebut seorang mekanik

haruslah selalu melakukan pembaharuan atau perbaikan-perbaikan pada ATV

(All Terrain Vehicle) baik itu dari segi mesin, rangka, sistem suspensi, ban,

dan lain-lain.

2.2 Metode Pahl Dan Beitz

Perancangan merupakan kegiatan awal dari usaha merealisasikan

suatu produk yang kebutuhannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah

perancangan selesai maka kegiatan yang menyusul adalah pembuatan produk.

Kedua kegiatan tersebut dilakukan dua orang atau dua kelompok orang

dengan keahlian masing-masing, yaitu perancangan dilakukan oleh tim

perancang dan pembuatan produk oleh tim kelompok pembuat produk.

Pahl dan Beitz mengusulkan cara merancang produk sebagaimana

yang dijelaskan dalam bukunya; Engineering Desaign : A Systematic

Approach. Cara merancang Pahl dan Beitz tersebut terdiri dari 4 kegiatan atau

fase, yang masing-masing terdiri dari beberapa langkah. Keempat fase

tersebut adalah :

2.2.1 Perencanaan dan penjelasan tugas

Tahap pertama ini meliputi pengumpulan informasi permasalahan

dan kendala yang dihadapi serta dilanjutkan dengan persyaratan mengenai

sifat dan performa tuntutan produk yang harus dimiliki untuk mendapatkan

FAKULTAS TEKNIK 8
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

solusi. Pada kendaraan ATV komponen-komponen yang sesuai sulit

diperoleh dibengkel menengah, karena biasanya bengkel-bengkel menengah

hanya menyediakan komponen-komponen kendaraan roda dua (motor) dan

roda empat (mobil) yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena

itu, komponen-komponen kendaraan ATV hanya dapat diperoleh di bengkel-

bengkel khusus kendaraan ATV dengan harga yang bervariasi dan relatif

terjangkau.

2.2.2 Perancangan konsep produk

Perancangan konsep produk berguna untuk memberikan beberapa

solusi alternatif konsep produk selanjutnya dievaluasi berdasarkan

persyaratan teknis, ekonomis, dan lain-lain. Tahapan ini dapat diawali dengan

mengenal dan menganalisis spesifikasi produk yang telah ada. Hasil analisis

spesifikasi produk dilanjutkan dengan memetakan struktur fungsi komponen

sehingga dapat disimpulkan beberapa varian solusi pemecahan masalah

konsep produk. Dalam tahap ini konsep rancangan kendaraan ATV adalah:

a. Menggunakan material pipa besi hollow untuk chassis kendaraan

ATV, dikarenakan material tersebut ringan dan kuat.

b. Menggunakan sistem kemudi yang berfungsi untuk merubah arah

gerak kendaraan melalui roda depan, dengan cara memutar roda

kemudi

c. Menggunakan poros belakang

d. Menggunakan 4 roda/ban.

e. Menggunakan mesin bensin dengan transmisi automatik.

FAKULTAS TEKNIK 9
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

f. Menggunakan rantai dan gear sebagai penerus putaran dari transmisi

ke roda belakang.

g. Menggunakan 3 rem cakram ganda, 2 terletak disisi kedua roda depan

dan 1 terletak diantara roda belakang.

h. Menggunakan sistem kelistrikan untuk stater mesin dan sebagainya

seperti halnya kendaraan-kendaraan lain.

i. Menggunakan jok/tempat duduk untuk pengendara.

2.2.3 Perancangan bentuk (embodiment design)

Perancangan bentuk memerlukan beberapa pertimbangan untuk

menentukan keputusan atau solusi setiap proses perencanaan. Berdasarkan

kasus masalah yang dihadapi yaitu perencanaaan produk kendaraan ATV,

pendekatan konsep yang digunakan adalah pendekatan produk dengan

perencanaan simultan atau perencanaan dengan pendekatan proses produksi.

Konsep perencanaan simultan terdapat empat elemen utama, yaitu: fungsi,

bentuk, material, dan produksi. Fungsi merupakan elemen penting diantara

keempat elemen perencanaan simultan (lihat Gambar 2.1).

Gambar 2.1. Elemen dasar dalam perencanaan simultan

FAKULTAS TEKNIK 10
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

Langkah untuk perencanaan produk terdiri dari Sembilan langkah, yaitu:

a. Mencari produk jadi yang tersedia di pasar

Memilih dan memakai komponen yang telah tersedia di pasar

atau produk khusus (special product) adalah jauh lebih murah dari

pada merancang, mengembangkan dan membuat komponen sendiri,

seperti: bantalan, mur dan baut. Alternatif memilih produk jadi yang

tersedia untuk memenuhi fungsi komponen merupakan solusi penting

perencanaan produk untuk menghemat waktu dan biaya produksi.

b. Memilih material dan teknik produksi

Memilih material dan teknik produksi merupakan alternatif

kedua perencanaan produk jika produk jadi hasil konsep produk tidak

ditemukan di pasar. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada

proses pemilihan material dan teknik produksi adalah:

1) Kuantitas produk yang harus dibuat

Faktor tersebut merupakan pertimbangan proses produksi. Jika

produk yang dirancang hanya sebuah, maka perlu dihindari

penggunaan tooling atau alat produksi yang mahal harganya.

2) Pengetahuan tentang penggunaan material pada aplikasi terdahulu

Informasi pemakaian material serupa merupakan faktor

FAKULTAS TEKNIK 11
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

pertimbangan proses produksi terkait pada bagaimana teknik

produksi material yang baik, sifat dan kinerja material terhadap

beban yang diderita.

3) Pengetahuan dan pengalaman

Pengetahuan dan pengalaman yang terbatas akan berpengaruh

pada keterbatasan pemilihan material dan teknik produksi pula,

oleh karena itu perlu didukung dengan literatur aplikasi material.

4) Syarat-syarat teknis tentang material

Syarat-syarat teknis tentang material merupakan pertimbangan

yang dapat membatasi pemilihan material dan teknis produksi.

Solusi untuk memenuhi syarat-syarat teknis material dapat

dipecahkan dengan mementingkan esensial fungsi produk.

5) Faktor ketersediaan

Faktor ketersediaan material merupakan hambatan utama

setiap perencanaan, oleh karena itu beberapa alternatif pemilihan

material maerupakan solusi penting perencanaan produk

c. Mendalami keterbatasan ruang

Salah satu persyaratan teknis perencanaan produk adalah

batasan-batasan ruang yang di tempati produk. Batasan-batasan ruang

merupakan dasar pembuatan gambar layout yang berfungsi sebagai

referensi batas dimensi produk atau komponen.

d. Mengidentifikasi komponen-komponen produk

FAKULTAS TEKNIK 12
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

Identifikasi komponen-komponen produk berfungsi untuk

memisahkan beberapa komponen hasil sketsa konsep

produk.Pemisahan komponen-komponen produk bertujuan untuk

mempermudah proses pemilihan material dan pembuatan komponen

yang sulit berdasarkan fungsi komponen.

e. Mengembangkan interface atau titik kontak antara dua komponen.

Mengembangkan interface berfungsi untuk mengantisipasi

interferensi atau gangguan proses perakitan.

f. Memberi bentuk

Proses pemberian bentuk diharapkan menghasilkan produk

yang memenuhi tuntutan produk, seperti kuat, stabil, korosi dan aus

yang terjadi dalam batas yang diijinkan, dan lain-lain.

g. Evaluasi

Evalusi produk dilakukan pada proses perencanaan produk

bertujuan untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik. Pada langkah

evaluasi dikumpulkan informasi yang lengkap agar dapat

dibandingkan dengan syarat-syarat pada spesifikasi perancangan. Tiga

hal pertimbangan hasil evaluasi, yaitu:

1) Hasil evaluasi baik, sehingga produk hasil rancangan telah siap

ditin- jau ulang bersama produk hasil rancangan alternatif lainnya

atau dilanjutkan pada perencanaan rinci.

2) Hasil evaluasi tidak memenuhi syarat sebagai produk bermutu,

sehingga perlu dikembalikan pada tahapan sebelumnya untuk

FAKULTAS TEKNIK 13
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

ditinjau kembali sehingga diperoleh konsep produk yang lebih

baik.

3) Hasil evaluasi perlu perbaikan berdasarkan kekurangan-

kekurangan yang ditemukan pada proses evaluasi. Perbaikan terdiri

dari dua jenis, yaitu: perbaikan material atau cara pembuatannya

dan perbaikan bentuk produk atau komponen produk.

h. Perbaikan material dan cara produksi

Langkah perbaikan ini bertujuan untuk mendapatkan produk

yang lebih baik atau memenuhi syarat mutu evaluasi,seperti kekuatan

bahan atau kualitas dan efisiensi hasil perencanaan proses produksi.

i. Perbaikan bentuk

Langkah perbaikan bentuk berfungsi untuk menghilangkan

interferensi gangguan atau memperbaiki kinerja produk hasil evaluasi

dengan cara merubah ukuran hingga mengganti bentuk komponen.

2.2.4 Perancangan detail

Perancangan detail merupakan hasil keputusan perencanaan

berdasarkan beberapa tahapan sebelumnya. Luaran atau hasil akhir dari

tahapan ini adalah gambar rancangan lengkap dan spesifikasi produk untuk

pembuatan yang biasa disebut dokumen pembuatan produk. Setiap tahapan

proses perancangan berakhir, hasil tahapan selanjutnya tersebut menjadi

masukan untuk tahapan selanjutnya dan menjadi umpan balik tahapan

sebelumnya. Sebagai konsep utama perancangan metode tersebut, bahwa

FAKULTAS TEKNIK 14
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

hasil setiap tahapan dapat berubah setiap saat berdasarkan umpan balik yang

diterima dari hasil tahapan- tahapan berikutnya.

Sebenarnya langkah-langkah dalam keempat fase proses perancangan

diatas tidaklah perlu dikelompokkan dalam 4 fase secara kaku, sebab seperti

misalnya, pada langkah pada fase perancangan detail (fase ke-4) cara

pembuatan komponen produk sudah diperlukan detail dan banyak lain

contohnya seperti itu.

Setiap fase proses perancangan berakhir pada hasil fase, seperti fase

pertama menghasilkan daftar persyaratan dan spesifikasi perancangan. Hasil

setiap fase tersebut kemudian menjadi masukan untuk fase berikutnya dan

menjadi umpan balik untuk fase yang mendahului. Perlu dicatat pula bahwa

hasil fase itu sendiri setiap saat dapat berubah oleh umpan balik yang diterima

dari hasil fase-fase berikutnya.

Gambaran ini dapat disajikan dalam bentuk diagram-diagram alir


sebagai metode dalam perencanaan dan perancangan. Metode perencanan dan
perancangan memodifikasi dan merujuk dari metode perencanaan menurut
Pahl dan Beitz (lihat Gambar 2.2).

FAKULTAS TEKNIK 15
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/
LAPORAN TUGAS AKHIR

Gambar 2.2 Langkah-langkah perancangan chassis ATV (All Terrain Vehicle)

yang telah disesuaikan dengan metode pahl dan beitz

FAKULTAS TEKNIK 16
UNIVERSITAS MERCUBUANA
http://digilib.mercubuana.ac.id/