Anda di halaman 1dari 117
UNIVERSITAS INDONESIA GEOLOGI DAERAH KARANGSAMBUNG DAN SEKITARNYA LAPORAN PEMETAAN GEOLOGI PENDAHULUAN Diajukan sebagai

UNIVERSITAS INDONESIA

GEOLOGI DAERAH KARANGSAMBUNG DAN SEKITARNYA

LAPORAN PEMETAAN GEOLOGI PENDAHULUAN

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk penilaian mata kuliah Metode Pemetaan Geologi

ADAM AZHARIANSYAH

1606902252

ALBAR KARISMAWAN

1606885883

ALGIO TANTOMO

1606829592

DISA KURNIA DEWI

1606834806

RIANE SHAVIRA SETIAWAN

1606835664

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI GEOLOGI

UNIVERSITAS INDONESIA

DEPOK

MEI 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat karuniaNya kami dapat menyelesaikan laporan hasil kuliah lapangan Karangsambung. Laporan ini diharapkan akan memberikan beberapa hal penting mengenai keadaan geologi daerah penelitian. Kami menyadari masih banyak kesalahan dalam penyusunan laporan ini. Penulis masih sangat membuka pintu saran dan kritik yang selebar-lebarnya untuk menyempurnakan laporan ini menjadi lebih baik. Selama kurang lebih 12 hari melewati hari-hari yang penuh suka dan duka, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak yang disebutkan di bawah ini:

1. Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya,

2. Reza Syahputra,ST,M.Si, selaku dosen pemangku mata kuliah Metode Pemetaan Geologi.

3. Segenap Bapak/Ibu Dosen pembimbing Kuliah Lapangan Karangssambung atas

semua ilmu yang diturunkan kepada kami. Tidak lepas dari segala kesalahan dan juga kekurangan kami dalam penyajian laporan ini, kami menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan. Banyak sekali kekurangan bahkan kecacatan dalam penyusanannya. Kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun, sehingga akan bermanfaat khususnya bagi kami dan juga bagi pembaca pada umumnya. Akhir kata kami mengharapkan laporan ini dapat berguna bagi ilmu pengetahuan pada umumnya dan geologi pada khususnya

i

Depok, 9 Mei 2017

Penulis

`

ABSTRAK

Nama : Adam Azhariansyah, Albar Karismawan, Algio Tantomo, Disa Kurnia Dewi, Riane Shavira Setiawan

Program Studi : Geologi

Judul : GEOLOGI DAERAH KARANGSAMBUNG DAN SEKITARNYA

Geologi regional daerah Karang sambung memiliki 5 satuan geomorfologi. Yaitu satuan dataran alluvium lok ulo, satuan batuan bukit soliter, satuan perbukitan bergelombang lemah kuat, satuan perbukitan perlipatan, satuan perbukitan ireguler. Metode pengukuran penampang dilakukan terhadap singkapan-singkapan yang menerus dan litologi, terutama yang meliputi satu atau lebih satuan stratigrafi yang resmi. Hasil pemetaan akan dihasilkan peta geologi yang akan memberikan informasi dan tatanan geologi suatu daerah.

Kata kunci:

Metode, Geomorfologi, Litologi, Stratigrafi.

ii

`

ABSTRACT

Name : Adam Azhariansyah, Albar Karismawan, Algio Tantomo, Disa Kurnia Dewi, Riane Shavira Setiawan

Major:Geology

Title : Geology in Karangsambung and Surrounding

Regional geology of Karangsambung has 5 geomorfology unit that is lok ulo alluvium unit,isolated hills,waves hills unit streght-weak unit,hills and fold unit and ireguller hills unit.The measurement of cross section are made of constantly outcrops and from lithology,esspescially the one that will be cover one ore more official stratigraphy.The result produce a geological map that will give information and order of that area

Keywords:

Method, Geomorfolgy, Lithology, Stratigraphy

iii

`

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

ABSTRAK

ii

ABSTRACT

iii

BAB 1 PENDAHULUAN

1

1.1

Geografi Umum Daerah Penelitian

1

1.2

Identifikasi dan Rumusan Masalah

2

1.2.1. Identifikasi

2

1.2.2

Rumusan Masalah

2

1.3

Maksud, Tujuan, dan Manfaat Penelitian

2

1.4.Peralatan Yang Digunakan

3

1.4.1 Peralatan Lapangan

3

1.4.2 Peralatan Studio

3

1.5

Tahap Pekerjaan Lapangan

3

1.6Tahap Pekerjaan Studio

4

1.7

Tahap Analisis Data

5

1.7.1 Analisis Geomorfologi

5

1.7.2 Analisis Stratigrafi

5

1.7.3Analisis Petrologi

6

1.7.4 Analisis Struktur Geologi

7

1.7.5 Analisis Sejarah Geologi

8

1.7.6 Analisis Geomorfologi

8

1.8

Tahap Penyusunan Laporan

10

BAB 2

11

KERANGKA GEOLOGI REGIONAL

11

2.1 Fisiografi Regional

11

2.2 Stratigrafi Regional

12

2.2.1 Formasi Karangsambung

12

2.2.2 Formasi Totogan

13

2.2.3 Formasi Waturanda

13

2.3 Tektonik/ Struktur Geologi Regional

13

2.4 Sejarah Geologi Regional

14

BAB 3

16

GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

16

3.1

Geomorfologi Daerah Penelitian

16

iv

`

 

3.1.1

Pola Pengairan

16

3.2

Stratigrafi Daerah Penelitian

25

3.2.1Kolom Stratigrafi

25

3.3

Satuan Batuan Lempung

26

3.3.1 Karakteristik Litologi

26

3.3.2 Lingkungan Pengendapan

27

3.3.3 Hubungan Stratigrafi

27

3.3.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

28

3.4

Satuan Litologi Breksilempung

28

3.4.1

Karateristik Litologi

28

3.4.2

Lingkungan Pengendapan

30

3.4.5

Hubungan Stratigrafi

30

3.4.6.Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

30

3.4

Satuan Litologi Batu Pasir

30

3.5.1 Karakteristik Litologi

30

3.5.2 Lingkungan Pengendapan

32

3.5.3 Hubungan Stratigrafi

32

3.5.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

32

3.6

Satuan Litologi Breksi Vulkanik

32

3.6.1 Karakteristik Litologi

32

3.6.2 Lingkungan Pengendapan

34

3.6.3 Hubungan Stratigrafi

34

3.6.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

34

3.7Struktur Geologi

35

3.7.1 Lipatan

35

3.7.2 Patahan

37

3.7.3 Kekar

39

3.7.4 Struktur Sedimen

40

3.8Sejarah Geologi

40

3.8.1 Pembentukkan Satuan Batulempung

40

3.8.2 Pembentukkan Satuan Breksi Lempung

41

3.8.3 Pembentukkan Satuan Batupasir

42

3.8.4 Pembentukkan Satuan Breksi Vulkanik

44

3.9

Potensi Geologi

46

3.9.1Potensi Ekonomi Masyarakat

46

 

3.9.2

Potensi Wisata

46

v

`

3.9.3 Potensi Bahaya

47

KESIMPULAN

48

DAFTAR REFERENSI

49

LAMPIRAN JURNAL HARIAN

50

vi

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Geografi Umum Daerah Penelitian

Daerah penelitian kami berada di daerah Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Provinsi

Jawa Tengah, Indonesia yang berada pada batas koordinat 109 o 41’-109 o 42’ BT dan 7 o 32-7 o 33’ LS. Daerah ini, secara fisiografis terletak pada Zona Pegunungan Serayu Selatan dan merupakan bagian dari Cekungan Jawa Tengah bagian Selatan yang diklasifikasikan sebagai cekungan busur depan, dibatasi oleh Antiklinorium Bogor di bagian Utara, Tinggian Gabon di bagian Barat, dan Tinggian Progo di bagian Timur (van Bemmelen, 1949 dalam Hadiyansyah, 2005) .

Secara khusus, area pemetaan merupakan daerah Waturanda dan sekitarnya, yang dapat dibagi menjadi enam satuan utama yang diurutkan dari tua ke muda yaitu Satuan Batulempung Berfragmen yang disetarakan dengan Formasi Karangsambung/Formasi Totogan. Satuan Intrusi Basalt, Satuan Breksi 1-Batupasir yang disetarakan dengan Formasi Waturanda, Satuan Batupasir- Batulempung, Satuan Tuf, dan Satuan Batugamping yang disetarakan dengan Formasi Penosogan, dan yang terakhir adalah Satuan Endapan Aluvial.Satuan batuan yang berumur paling tua pada daerah Karangsambung adalah kompleks Melange Luk-Ulo

Struktur geologi utama yang berkembang di daerah penelitian berupa sesar, lipatan, dan kekar. Lipatan utama terdapat di bagian utara daerah penelitian yang berarah barat-timur. Sesar utama terdapat di kelurusan Kali Krembeng yang kemudian disusul oleh sesar mendatar dengan pergerakan relatif menganan dan memotong sesar naik yang telah ada sebelumnya dan menghasilkan offset yang terlihat pada Satuan Breksi Vulkanik. Struktur geologi utama tersebut didukung oleh data lapangan berupa sesar-sesar minor, lipatan-lipatan minor, juga kekar-kekar yang dapat diukur secara langsung di lapangan.

Geologi daerah penelitian dimulai dari pengendapan Satuan Batulempung Berfragmen di lingkungan laut dalam, lalu diintrusi oleh batuan beku bersifat basaltik. Kemudian dilanjutkan dengan pengendapan Satuan Breksi 1-Batupasir secara selaras, lalu diendapkan pula Satuan Batupasir - Batulempung di atasnya. Fase tektonik pertama

1

yang menyebabkan pensesaran yang terjadi dengan jenis sesar naik berarah Barat-Timur

dan bersamaan dengan pengendapan satuan Batupasir-Batulempung. Dan fase tektonik

selanjutnya terjadi yang menyebabkan terbentuknya perlipatan dengan sumbu berarah

Barat-Timur. Kemudian terbentuk sesar mendatar dengan pergerakan relatif menganan

yang memotong sesar naik dan membuat celah bagi Sungai Luk Ulo untuk membagi area

penelitian menjadi dua bagian dan mengendapkan Satuan Aluvial hingga saat ini.

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah 1.2.1. Identifikasi

Pemetaan geologi adalah suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi

geologi yang terdapat dalam suatu daerah penelitian yang menggambarkan

penyebaran batuan, struktur, kenampakan morfologi bentang alam. Untuk tahap

awal, pengumpulan data geologi dapat dilakukan pada skala 1:25.000. Skala

tersebut dianggap cukup mewakili intensitas data dan kerapatan singkapan.

Namun untuk suatu kegiatan prospeksi yang memerlukan informasi lebih detail

dapat digunakan skala peta yang lebih kecil Dari data hasil pemetaan akan

dihasilkan peta geologi yang akan memberikan informasi dan tatanan geologi

suatu daerah.

1.2.2 Rumusan Masalah

1. Satuan batuan apa saja yang ditemukan di daerah pemetaan?

2. Apa struktur yang ditemukan pada daerah kavling pemetaan?

3. Berapa umur satuan batuan di daerah pemetaan?

4. Bagaimana Struktur tersebut dapat terbentuk?

5. Bagaimana penjelasan sejarah geologi pada daerah kavling penelitian?

1.3 Maksud, Tujuan, dan Manfaat Penelitian Pemetaan ini dimaksudkan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah

Metode Pemetaan Geologi pada program studi geologi, Universitas Indonesia.

untuk

mengimplementasikan pengetahuan geologi yang telah diperoleh dengan

Tujuan

dari

kegiatan

kuliah

lapangan

ini

adalah

2

`

melakukan pengamatan langsung data geologi di lapangan. dari data pengamatan

di lapangan nantinya akan tertuang dalam sebuah peta yang nantinya berguna

untuk mengetahui tatanan geologi daerah pemetaan.

Pemetaan ini bertujuan memberikan informasi pada pemetaan selanjutnya

untuk dapat mengetahui litologi, formasi maupun struktur yang terdapat pada

daerah pemetaan, sedangkan untuk masyarakat diharapkan pemetaan ini adalah

untuk mengantisipasi bencana alam yang mungkin terjadi di kemudian hari serta

menjadi panduan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam sebaik

mungkin.

1.4.Peralatan Yang Digunakan

1.4.1 Peralatan Lapangan

Peralatan di lapangan atau teknis yang digunakan selama pemetaan adalah sebagai

berikut:

1.

Palu Batuan Beku (2)

2.

Kompas Geologi(1)

3.

Global Positioning System(1)

4.

Meteran Gulung(1)

5.

Lup (2)

6.

Komparator batuan (Sedimen dan Beku)

1.4.2

Peralatan Studio

Peralatan Studio merupakan tahap pengerjaan komputasi untuk membuat peta

geologi. Dalam hal ini piranti lunak yang digunakan adalah Arcgis 10.6.

1.5 Tahap Pekerjaan Lapangan Tahap pengerjaan lapangan adalah sebagai berikut.

a) Menentukan lokasi dan tujuan pemetaan.

b) Melakukan navigasi ke tempat tujuan

c) Mencari singkapan yang ideal dan representatif

d) Menemukan singkapan:

Mencatat lokasi, koordinat, elevasi, waktu, dan cuaca pada stopsite.

Mengamati singkapan dari kejauhan untuk analisis geomorfologi

dan struktur geologi.

3

`

Mengambil gambar (foto) singkapan dari jarak jauh dengan skala.

Membuat sketsa dari singkapan yang ditemukan.

Mengamati singkapan dari jarak dekat.

Mengambil gambar (foto) singkapan dari jarak dekat dengan skala

perbandingan tertentu.

Mengambil sampel batuan.

Mendeskripsikan batuan yang ditemukan.

Mengukur arah pola jurus (strike) dan kemiringan (dip) dari

perlapisan maupun struktur yang terdapat pada singkapan.

e) Melakukan plot data ke peta kerangka yang dibawa ke lapangan.

f) Melanjutkan pemetaan ke stopsite selanjutnya sampai waktu yang telah

ditentukan.

1.6Tahap Pekerjaan Studio Tahap pekerjaan studio meliputi seluruh rangkaian kegiatan baik sebelum

lapangan, saat lapangan maupun sesudah lapangan. Bagan berikut menjelaskan

mengenai tahap pekerjaan studio pada kelompok 6, pada halaman selanjutnya.

mengenai tahap pekerjaan studio pada kelompok 6, pada halaman selanjutnya. Gambar 1.6 Flow Chart Pekerjaan Studio

Gambar 1.6 Flow Chart Pekerjaan Studio

4

`

1.7 Tahap Analisis Data

1.7.1 Analisis Geomorfologi

Analisis pada suatu daerah (secara regional) dapat dilakukan pada foto udara atau pada peta topografi. Analisis geomorfologi dapat dilakukan dengan pemisahan unsur-unsur morfologi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Analisis dilakukan dengan memperhatikan tujuan semula, baik berupa tujuan-tujuan ilmiah atau tujuan-tujuan aplikasi. Analisis geomorfologi yang lazim diadakan adalah: elevasi, sudut lereng, pola kontur, bentuk bukit, pola bukit, bentuk aliran, pola aliran, kerapatan sungai, luas DAS, tekuk lereng/gradien, dan lain-slain.

Dalam melakuan pemerian geomorfologi pada suatu daerah (wilayah) dapat dilakukan secara empiris atau deskriptif. Pemerian empiris dilakukan dengan mengemukakan apa adanya; seperti bukit, lembah, atau pegunungan dan diuraikan menurut bentuk, ukuran, posisi, dan warna. Contohnya sederet perbukitan yang terdiri dari batugamping dan batulempung, dengan lebar wilayah perbukitan tersebut lebih kurang 5 km dan panjang 20 km, dengan puncak-puncaknya setinggi 900-1250 m dpl, dst. Sedangkan pemerian secara deskriptif (explanation) dilakukan dengan menggunakan istilah-istilah yang lebih tepat karena mengandung arti genetik dari permasalahan morfologi dan sekaligus mengandung arti bentuk, ukuran, komposisi, lokasi, dan sebagainya.

1.7.2 Analisis Stratigrafi

Pengukuran stratigrafi dimaksudkan untuk memperoleh gambaran terperinci urut urutan perlapisan satuan stratigrafi, ketebalan setiap satuan stratigrafi, hubungan stratigrafi, sejarah sedimentasi dalam arah vertikal, dan lingkungan pengendapan. Mengukur suatu penampang stratigrafi secara terperinci urut-urutan perlapisan satuan stratirafi, ketebalan setiap satuan stratigrafi, hubungan stratigrafi, sejarah sedimentasi dalam arah vertikal, dan lingkungan pengendapan. Mengukur suatu penampang stratigrafi dari singkapan mempunyai arti penting dalam pemetaan geologi. Secara umum tujuan pengukuran stratigrafi adalah :

5

`

a. Mendapatkan data litologi terperinci dari urut-urutan perlapisan suatu satuan stratigrafi (formasi), kelompok, anggota, dan sebagainya

b. Mendapatkan ketebalan yang teliti dari tiap-tiap satuan stratigrafi.

c. Untuk mendapatkan dan mempelajari hubungan antar satuan batuan dan urut-urutan sedimentasi dalam arah verikal secara detil untuk menafsirkan lingkungan pengendapan. Metode pengukuran penampang dilakukan terhadap singkapan-singkapan yang menerus, terutama yang meliputi satu atau lebih satuan stratigrafi yang resmi.

1.7.3 Analisis Petrologi

Dalam analisis petrologi, disesuaikan dengan jenis batuan yang ditemukan di

lapangan.

Dalam menganalisis batuan sedimen klastik digunakan skala wentworth.

menganalisis batuan sedimen klastik digunakan skala wentworth. Gambar Klasifikasi Wentworth Sumber : www-odp.tamu.edu 6

Gambar Klasifikasi Wentworth

Sumber : www-odp.tamu.edu

6

`

Dalam menganalisis batuan beku digunakan parameter deskripsi batuan beku, antara lain, warna (lapuk dan segar), komposisi mineral, tekstur berupa granularitas, derajat kristalisasi, bentuk kristal, struktur batuan, bentuk tubuh atau kenampakkan di lapangan, dan penamaan batuan

Dalam menganalisis batuan karbonat digunakan parameter klasifikasi Dunham dan Embry & Klovan.

parameter klasifikasi Dunham dan Embry & Klovan. Gambar Klasifikasi Batuan Karbonat Sumber : www-odp.tamu.edu

Gambar Klasifikasi Batuan Karbonat Sumber : www-odp.tamu.edu

Dalam menganalisis batuan metamorf digunakan parameter deskripsi batuan metamorf, diantaranya warna (lapuk dan segar), tekstur (kristoblastik atau palimset), struktur (foliasi atau non-foliasi, kandungan mineral, dan nama batuan).

1.7.4 Analisis Struktur Geologi Berdasarkan beberapa pendapat ahli geologi struktur mengenai klasifikasi sesar, antara lain:

1. Anderson (1951) mengklasifikasikan sesar berdasarkan pada pola tegasan utama sebagai penyebab terbentuknya sesar

7

`

2. Angelier (1979) membuat klasifikasi sesar berdasarkan gerak relatifnya (sense of displacement) dan unsur geometrinya, berupa gores garis (slicken line), pitch, kemiringan bidang sesar, dan pergeseran vertikal (throw), pergeseran transversal (heave), dan pergeseran longitudinal.

3. Billing (1977) terdapat beberapa klasifikasi mengenai sesar (fault), rake dari net slip, kedudukan sesar relatif terhadap kedudukan batuan disekitarnya, pola sesar, sudut kemiringan sesar serta pergerakan relative sesar

4. Ragan (1959) membuat klasifikasi sesar berdasarkan separation dan slip

5. Rickard (1972) mengklasifikasan sesar berdasarkan dip of fault dan pitch of net slip

Berdasarkan kelima analisis di atas, kami menggabungkan seluruh klasifikasi di atas sehingga dihasilkan 6 kelompok besar, yaitu left slip, right slip, thrust slip, reverse slip, normal slip, dan lag slip.

1.7.5 Analisis Sejarah Geologi Sejarah geologi daerah penelitian berdasarkan analisis data lapangan yang ditunjang oleh hasil analisis data dan studio. Hasil penelitian ini digambarkan dalam bentuk peta lokasi pengamatan, peta geomorfologi, kolom stratigrafi daerah pemetaan, peta geologi, dan penampang geologi dengan skala

1:12.500.

1.7.6Analisis Geomorfologi Dalam menyusun Geomorfologi, kelompok kami mengikuti klasifikasi dari klasifikasi lereng Van Zuidam. Klasifikasinya yaitu:

8

`

` Gambar.: Klasifikasi relief berdasarkan sudut lereng dan beda tinggi Sumber: Van Zuidam 1985 Sedangkan untuk

Gambar.: Klasifikasi relief berdasarkan sudut lereng dan beda tinggi

Sumber: Van Zuidam 1985

Sedangkan untuk menyusun satuan morfologi, digunakan ketinngian absolut berdasarkan Van Zuidam 1985. Tabel tersebut, yaitu:

absolut berdasarkan Van Zuidam 1985. Tabel tersebut, yaitu: Gambar.: Klasifikasi relief berdasarkan sudut lereng dan

Gambar.: Klasifikasi relief berdasarkan sudut lereng dan beda tinggi

Sumber: Van Zuidam 1985

9

`

1.8 Tahap Penyusunan Laporan

Dalam menyusun laporan ini, kami melakukan tahap-tahap sebagai berikut :

1. Mencari dan membaca literatur terpercaya mengenai daerah penelitian

2. Mendiskusikan hasil dari membaca literatur tersebut

3. Turun ke lapangan mengambil data

4. Merapihkan data lapangan yang telah didapat

5. Membagi tugas pengerjaan laporan

6. Mengerjakan laporan berdasarkan data lapangan

10

`

BAB 2

KERANGKA GEOLOGI REGIONAL

2.1 Fisiografi Regional Fisiografi regional dipengaruhi oleh jejak tektonik, yang mana yang lebih

tua mengontrol struktur batuan dasar khususnya yang lebih muda walaupun

perkembangan tektoniknya sama sehingga terdapat perbedaan pada daerah Jawa Barat,

Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah Jawa Tengah terbagi menjadi empat zona

fisiografi yaitu: Dataran Pantai Selatan, Pegunungan Serayu Selatan, Pegunungan Serayu

Utara, dan Dataran Pantai Utara (Van Bemmelen, 1949). Menurut Van Bemmelen, daerah

pemetaan kami yaitu di Karangsambung, Kebumen, Jawa tengah, maka fisiografinya

termasuk ke dalam Pegunungan Serayu Selatan.

maka fisiografinya termasuk ke dalam Pegunungan Serayu Selatan. G ambar : Lokasi Pemetaan Sumber : Google

Gambar : Lokasi Pemetaan

Sumber : Google Earth

11

`

` Gambar: Fisiorgrafi Regional Pulau Jawa Sumber : Van Bemmelen, 1949 2.2 Stratigrafi Regional berdasarkan lembar

Gambar: Fisiorgrafi Regional Pulau Jawa

Sumber : Van Bemmelen, 1949

2.2 Stratigrafi Regional

berdasarkan lembar peta geologi regional

karangsambung, masuk ke dalam Formasi Karangsambung, Totogan, dan Waturanda.

Formasi Karangsambung yang pertama kali diendapkan pada umur Eosen Tengah

Oligosen. Kemudian diatasnya diendapkan secara selaras Formasi Totogan yang berumur

Oligosen sampai Miosen Awal. Setelah itu, selama Miosen Awal diendapkan Formasi

Waturanda sebagai endapan turbidit ukuran proksimal, dan beranggotakan Tuff.

Daerah

penelitian

kami,

2.2.1 Formasi Karangsambung

Formasi Karangsambung ini terdiri dari batu lempung bersisik, dengan

bongkah batugamping, konglomerat, batupasir, batulempung, dan basalt sebagai

fragmen. Satuan ini merupakan kumpulan endapan olistrostom yang terjadi akibat

longsoran karena gaya berat di bawah permukaan laut, yang melibatkan sedimen

yang belum kompak, dan berlangsung pada lereng parit di bawah pengaruh

pengendapan turbidit dan diendapkan di atas bancuh (Komplek Luk Ulo).

Singkapan satuan ini terdapat di daerah Karangsambung, terutama sepanjang

Sungai Luk Ulo dan Kali Weleran, menempati Antiklin Karangsambung, dan

12

`

meluas ke arah barat. Satuan ini membentuk daerah perbukitan menggelombang

yang berlereng landai dan bergelombang. Ketebalannya diperkirakan 1350 m

(Asikin 1974). Bagian atas berubah secara berangsur menjadi Formasi Totogan,

sedangkan batas dengan bancuh dibawahnya selalu bersifat tektonik.

2.2.2 Formasi Totogan

Formasi Totogan juga merupakan endapan olisostrom yang berupa breksi

dengan fragmen batulempung, batupsir, batugamping dan basalt setempat, sekis,

masadasar batulempung bersisik, di samping itu terdapat campuran yang tidak

teratur dari batulempung, napal, tuf. struktur tidak teratur. Satuan ini tersingkap

di daerah utara lembar di sekitar Komplek Luk Ulo, di timur dan selatan

Karangsambung. Tebalnya melebihi 150 m dan menipis ke arah selatan. Formasi

ini diendapkan secara selaras di atas Formasi Karangsambung, batas formasi

totogan dengan Komplek Luk Ulo di tunjukan dengan adanya sesar.

2.2.3 Formasi Waturanda

Formasi Waturanda terdiri dari breksi gunungapi dan batupasir greywacke

dengan sisipan batulempung di bagian atas. Struktur sedimen dalam satuan ini

antara lain perlapisan bersusun, perairan sejajar dan konvolut. Formasi ini

diendapkan diatas Formasi Totogan secara tidak selaras dengan batas erosi yang

jelas dibeberapa tempat. Dari struktur sedimennya dapat disimpulkan bahwa

paling tidak sebagian formasi ini diendapkan oleh arus turbidit dan merupakan

endapan turbidit proksimal. Satuan ini tersebar di bagian utara lembar dan selalu

membentuk morfologi tinggi, dengan puncaknya Gunung Tugel, Gunung

Watutumpang, Gunung Paras, Gunung Prahu, dan Gunung Kutapekalongan.

2.3 Tektonik/ Struktur Geologi Regional Pulau Jawa memiliki 3 (tiga) arah kelurusan struktur dominan yaitu arah

Meratus, arah Sunda, dan arah Jawa. Pola yang paling dominan adalah arah yang

pertama adalah arah timurlaut-baratdaya (NE-SW) yang disebut dengan arah

Meratus. Yang kedua adalah Pola Sunda dengan arah pola struktur yang

dijabarkan oleh sesar-sesar yang berarah utara-selatan. Arah ini diwakili oleh

sesar-sesar yang membatasi Cekungan Asri, Cekungan Sunda, dan Cekungan

13

`

Arjuna. Pola yang ketiga, yaitu yang mengarah barat-timur yang umumnya dominan berada di dataran Pulau Jawa dan dinamakan dengan Pola Jawa. Pola Jawa berarah barat-timur (E-W) dan diwakili oleh sesar-sesar naik seperti Sesar Baribis dan sesar-sesar di dalam Zona Bogor

2.4Sejarah Geologi Regional Pada pembentukan Formasi Karangsambung terbentuk akibat hasil mekanisme pengendapan yang terjadi di bawah permukaan air dengan volume besar, estimasi ini didukung oleh gejala merosot yang dilihat pada inset batupasir atau menurut refrensi lainnya yaitu pembentukan dari Satuan Batulempung Karangsambung yang terbentuk akibat aktivitas tektonik, yaitu tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia yang membentuk zona subduksi di bagian selatan Pulau Jawa. Sedangkan usia dari Formasi Karangsambung adalah dari Eosen Tengah, yaitu 45 juta tahun hingga Eosen Akhir, yaitu 36 juta tahun yang lalu.

Sedangkan pada Formasi Totogan berumur Oligosen Akhir (36-25 juta tahun). Pada Zaman Oligosen Tengah sampai Oligosen Akhir terjadi pengurangan kecepatan gerak Lempeng Indo-Australia yang bertumbukan dengan Lempeng Eurasia serta menimbulkan pengangkatan yang disertai sesar bongkahan sehingga ada bagian Satuan Batulempung Karangsambung yang mengangkat menjadi tinggian sehingga pada Oligosen Akhir mulai pengendapan dari Satuan Breksi Totogan. Material sumber satuan batuan ini berasal dari Satuan Batulempung Karangsambung yang mengalami pengangkatan menjadi tinggian.

Sedangkan Formasi Waturanda yaitu pada Miosen yaitu terjadi 25,2-5,2 juta tahun, yaitu pada Oligosen Tengah-Akhir dan terjadi proses vulkanisme sehingga membentuk jajaran gunung api di selatan Pulau Jawa. Gunungapi bawah laut yang terbentuk karena tumbukan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia dan menghasilkan material berupa fragmen yang terdapat dalam matriks seperti lahar gunungapi bawah laut. Kontak lava dengan air laut menghasilkan batuan basalt dan beberapa aliran lempeng yang menopang di atas Breksi Waturanda. Material lepas tertransport dan mengalami kompaksi sehingga menghasilkan breksi dengan fragmen batuan beku basa. Kemudian material yang

14

`

lebih halus, yaitu pasir tertransport lebih jauh dibagian proksimal dari pengendapan sistem turbidit, material tersebut membentuk batu pasir yang masuk ke dalam Satuan Batupasir Waturanda.

15

`

BAB 3

GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

3.1 Geomorfologi Daerah Penelitian 3.1.1 Pola Pengairan

Dalam kavling pemetaan kelompok 6, berada pada wilayah sebagian Gunung Paras,

dan Prahu. Berdasarkan peta, didapatkan bahwa pola pengaliran kelompok kami

berbentuk:

1. Pola Aliran Pararel.

Pola aliran, dilihat berdasarkan pola aliran yang terihat di peta dan

penampakannya dilapangan. Berdasarkan hal tersebut, pola pengaliran kdaerah

penelitian kami yaitu pola pengaliran pararel. Pola pengaliran pararel memiliki

ciri yaitu anak sungai utama saling sejajar atau hampir sejajar, bermuara pada

sungai-sungai utama. Hal ini terlihat pada peta di bawah yaitu dari hulu gunung

paras dan prahu menuju sungai lebih besar.

dari hulu gunung paras dan prahu menuju sungai lebih besar. Gambar 3.1.1. Peta kerangka Kelompok 6

Gambar 3.1.1. Peta kerangka Kelompok 6

Sumber : Kelompok 6

16

`

Berdasarkan lingkaran pada peta diatas, adalah pembuktian bentuk parael pada peta, yaitu dari banyak percabangan bergabung ke sungai yang lebih besar. Sehingga kami tarik kesimpulan bentuk pengaliran sungai adalah paparel.

2. Satuan Geomorfologi

Dalam satuan geomorfologi kelompok kami, kelompok kami merangkumnya menjadi sebagai berikut, berdasarkan klasifikasi Van Zuidam 1985, yaitu:

UNIT GEOMORFOLOGI

SIMBOL

Karakteri

Morfografi

Pola Pengaliran

Bentuk Lembah

Relief Morfologi

Perbukitan

Perbukitan Parallel V Tajam Topografi Perbukitan

Parallel

V

Tajam

Topografi Perbukitan

Dataran Tinggi

ParallelV Tajam Topografi Perbukitan Dataran Tinggi Parallel Parallel V Tajam Topografi Perbukitan -Tersayat

ParallelV Tajam Topografi Perbukitan Dataran Tinggi Parallel Parallel V Tajam Topografi Perbukitan -Tersayat Kuat Dataran

ParallelTopografi Perbukitan Dataran Tinggi Parallel Parallel V Tajam Topografi Perbukitan -Tersayat Kuat Dataran

V Tajam

Topografi Perbukitan -Tersayat Kuat

Dataran Tingg-Rendah

V

Tumpul

Topografi Bergelombang Lemah-Kuat

U

Tumpul

Topografi Bergelombang Lemah

Topografi Daratan

Dataran Rendah

ParallelDataran Rendah U Tumpul

U

Tumpul

istik Geomorfologi Morfometri Morfogenetik Elevasi(Mdpl) Kemiringan Lereng(%) Endogen Eksogen 301 M - 487.5 M
istik Geomorfologi
Morfometri
Morfogenetik
Elevasi(Mdpl)
Kemiringan Lereng(%)
Endogen
Eksogen
301 M
-
487.5 M
54%
Vulkanik Struktural
Pelapukan - Erosi
251
M - 300 M
29%
Vulkanik Struktural
Pelapukan - Erosi
151
M - 250 M
13%
Struktur
Pelapukan - Erosi
101
M - 150 M
6%
Struktur
Pelapukan - Erosi
50 M - 100 M
2%
Struktur
Pelapukan - Erosi
Litologi Penyusun Umum bresi vulkanik Breksi Vulkanik Breksi Lempung Lempung Lempung
Litologi Penyusun Umum
bresi vulkanik
Breksi Vulkanik
Breksi Lempung
Lempung
Lempung

Berdasarkan klasifikasi lereng Van Zuidam, daerah pemetaan kelompok kami mengelompokkan geomorfologi berdasarkan kerapatan lereng dalam bentuk persen kelas lereng. relif topografi yaitu dari dataran(slope 0-2%) hingga topografi perbukitan(slope 21-55%), dimana didalamnya dapat diklasifikasikan menjadi 4 satuan geomorfologi morfometri berdasarkan elevasi dan kemiringan lereng. Satuan yang didapat dari daerah penelitian berdasarkan data lapangan adalah :

1.

Perbukitan Satuan ini memiliki elevasi dari 301 mdpl-487,5 mdpl yang mencakup sebelah utara dalam peta. Area ini mencakup 30% daerah penelitian yaitu Gunung paras dan Prahu serta Lembah dari gunung tersebu Baik dari sisi Utara maupun selatan . Menurut Vanzuidam kemiringan lerengnya adalah berada pada kisaran (21-55%) yang berarti topografi perbukitan tersayat kuat yang berarti topografi bergelombang sangat rapat. Pada lembahnya memiliki bentuk lembah yaitu V tajam.

17

`

Sedangkan relif morfologinya adalah perbukitan. Dengan dipengaruhi oleh morfogenetik yaitu pengaruh eksogen Pelapukan dan erosi. Pelapukan oleh air yaitu singkapan yang berada di sungai dan juga air hujan yang berada di sungai maupun tersingkap diluar sungai. Hal tersebut terlihat dari erosi terlihat dari sampel dilapangan terdapat pelapukan oleh air dan batuan bongkah terlihat erosi dari hulunya. Sedangkan morfogenetik endogen dipengaruhi oleh vulkanik struktural yang membentuk seperti kerucut menjuklang ketas. Litologi penyusun adalah Breksi Vulkanik dan sand stone. Satuan geomorfologi ini, jika lihat formasi secara umum, masuk ke dalam formasi Waturanda.

lihat formasi secara umum, masuk ke dalam formasi Waturanda. Selatan dari gunung paras terlihat gunung yang
lihat formasi secara umum, masuk ke dalam formasi Waturanda. Selatan dari gunung paras terlihat gunung yang

Selatan dari gunung paras terlihat gunung yang sangat curam

Gambar : Selatan Gn Paras

Sumber: Foto Kelompok

Pada Gambar tersebut adalah area satuan geomorfologi yaitu antiklin curam, terlihat dari sisi selatan gunung Paras yang sangat terjal. Namun area ini hanya dapat kami jangkau hingga elevasi 360 mdpl karena sangat terjal dan berbahaya.

Adapun penampakan morfologi bukit, perbukitan yaitu:

Gn Prahu
Gn Prahu
Adapun penampakan morfologi bukit, perbukitan yaitu: Gn Prahu Gn Paras 18 Gambar: perbukitan Sumber: Foto Kelompok

Gn Paras

18

Gambar: perbukitan

Sumber: Foto Kelompok

`

Gunung Prahu dan Paras, dalam refrensi masuk dalam formasi waturanda, hal ini sesuai dengan ditemukannya singkapan di lapangan yaitu Breksi dan Sand Stone. Sesuai pada peta kerangka dibawah, bentuk V curam terlihat pada kontur. Berdasarkan keterangan tersebut masuk kedalam klasifikasi relif morfologi Lereng berbukit curam-sangat curam hingga topografi perbukitan tersayat kuat. tersayat merupakan Topografi bergelombang sedang hingga bergelombang kuat dengan pola aliran berhubungan dengan kekar, dan patahan. Kekar ditemukan di sisi utara gunung paras atau lereng bagian utaranya paras. Tampak pada gambar dibawah:

lereng bagian utaranya paras. Tampak pada gambar dibawah: 2. Dataran Tinggi Pada satuan ini memiliki elevasi

2. Dataran Tinggi

Pada satuan ini memiliki elevasi 251dpl -300 dpl yaitu terletak pada bagian perut atau lereng gunung Paras dan prahu. Sedangkan slopenya adalah 29%. Masuk kedalam klasifikasi slope vanzuidam (15-30%) Area ini mencakup 15% dari luas area pemetaan kelompok kavling 6. Bentuk lembah

19

`

yaitu v curam karena kondisinya yang cukup jauh dari pemukiman dan mendekati gunung paras dan prahu. bentuk lembah adalah V tajam. Terlihat pada gambar dibawah:

bentuk lembah adalah V tajam. Terlihat pada gambar dibawah: Gambar: Memperlihatkan bentuk lembah yang menunjukan V

Gambar: Memperlihatkan bentuk lembah yang menunjukan V Tajam

Sumber: Gambar kelompok 6

lembah yang menunjukan V Tajam Sumber: Gambar kelompok 6 Gambar: Memperlihatkan bentuk lembah yang menunjukan V

Gambar: Memperlihatkan bentuk lembah yang menunjukan V Tajam

Sumber: Gambar kelompok 6

Terlihat pada gambar, bentuk lembahan yang kami telusuri terlihat memperlihatkan V tajam, sehingga medan yang dilalui terjal dan sempit. Litologi yang terdapat adalah breksi pasir dan sand stone. Pada gambar kedua adalah contoh dari litologi sand stone yang tersingkap menjulang sangat besar. Morfogenetik wilayah dipengaruhi oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen yaitu Vulkanik struktural dan Eksogen dipengaruhi pelapukan dan erosi. Pelapukan sekitar sungai agen erosinya adalah air. Sedangkan erosi yang terdapat di wilayah tersebut membuat bentang alam yang curam. Berdasarkan morfografi masuk kedalam Topografi bergelombang kuat.

3.Dataran Tinggi-Rendah Memiliki elevasi 151 mdpl 250 mdpl. Pada rentang elevasi ini, mencakup sekitar 15% dari seluruh area pemetaan awal. Pada area ini terletak di kaki gunung prahu dan paras, serta terdapat perbukitan kecil yaitu gunung tumpeng. Pola morfologi, bentukan lembahnya adalah V tumpul dengan pola

20

`

pengaliran pararel. Pola pengaliran pararel dapat terlihat yaitu dari banyaknya anak sungai dari hulu gunung paras dan prahu mengalir ke permukiman dengan menyatu menjadi sungai lebih besar yaitu pada daerah desa Watulawang, dukuh Kulon. Kemiringan lerengnya adalah 13%. Dengan kemiringan tersebut masuk ke dalam Topografi bergelombang kuat perbukitan. Litologinya yang terdapat adalah breksi lempung karena masuk kedalam formasi Totogan. Morfogenetik wilayah dipengaruhi oleh faktor eksogen. Faktor Eksogen dipengaruhi pelapukan dan erosi. Pelapukan sekitar sungai agen erosinya adalah air. Sedangkan erosi yang terdapat di wilayah tersebut membuat bentang alam terisolasi atau tidak securam sebelumnya.

bentang alam terisolasi atau tidak securam sebelumnya. Gambar: menunjukan Morfografi bentukan lembah yaitu V tumpul

Gambar: menunjukan Morfografi bentukan lembah yaitu V tumpul

Sumber : Foto Kelompok 6

Dengan keterangan tersebut masuk kedalam satuan geomorfologi berdasarkan Vanzuidam 1985 yaitu Denudational slopes and hills, atau denudational Slopes dan bukit yang berarti Lereng curam menengah-curam (topografi ber-gelombang kuat-berbukit), tersayat menengah tajam. Tersayat tajam terlihat pada elevasi 200-250mdpl. Sedangkan sayat menengah terlihat pada elevasi 151-200mdpl.

21

`

Sedangkan bentuk penampakan pada kontur, yaitu:

` Sedangkan bentuk penampakan pada kontur, yaitu: Gambar: Bentuk V tumpul dilihat dari kontur Sumber: Gambar

Gambar: Bentuk V tumpul dilihat dari kontur

Sumber: Gambar Kelompok 6

4.Dataran Rendah Memiliki elevasi 101-150 dpl. Pada rentang elevasi ini, mencakup

sekitar 10% dari seluruh area pemetaan. Terletak di kaki gunung paras dan

prahu dan dekat dengan persawahan warga yang berbentuk seperti amfiteater.

Pola pengaliran sungai adalah pararel dengan bentukan lembah U tumpul.

Pada wilayah ini medan tidak seberat sebelumnya dan dapat dijangkau untuk

ditelusuri. Kemiringan lereng yaitu sekitar 6%. Dengan kemiringan lereng ini

tidak securam sebelumnya, namum memiliki tantangan yaitu daerah sawah

dengan bentukannya yang cukup sulit dilalui. Satuan geomorfologinya adalah

22

`

Pada elevasi ini ditemukan singkapan dengan litologi Lempung, Clay. Wilayah ini masuk dalam formasi Karangsambung. Bentukan morfografi, yaitu lembah dengan bentuk U tumpul. Morfogenetik wilayah dipengaruhi oleh faktor eksogen. Faktor Eksogen dipengaruhi oleh erosi yaitu pelapukan oleh air terutama air sungai untuk daerah yang di aliri sungai.

air terutama air sungai untuk daerah yang di aliri sungai. Gambar: Bentuk morfografi dilapangan dengan menunjukan

Gambar: Bentuk morfografi dilapangan dengan menunjukan U tumpul dilihat dari kontur

Sumber: Gambar Kelompok 6

Dalam satuan ini, geomorfologi menurut vanzuidam 1985, masuk kedalam satuan Denudational slopes and hills dengan kode D1 yaitu Lereng landai-curam menengah (topografi bergelombang kuat), tersayat lemah- menengah. Tersayat kuat merupakan kemiringan lereng dengan kisaran 7-

15%.

Untuk daerah tersayat kuat, ditunjukan pada kontur berikut yaitu:

daerah tersayat kuat, ditunjukan pada kontur berikut yaitu: 23 Gambar: Kontur yang menunjukan tersayat menengah-lemah.

23

Gambar: Kontur yang menunjukan tersayat menengah-lemah. dan menunjukan U tumpul pada konturnya yang terletak pada kotak hijau

Sumber:

Gambar

Kelompok 6

`

5.Dataran rendah Pada pembagian ini untuk daerah pemetaan dengan elevasi 50- 100mdpl. Untuk wilayah ini mencakup luas area 30% dari daerah penelitian yaitu desa sabrang Lor, Dukuh wetan, Dukuh Kulon yaitu yang mencakup daerah pemukiman dan sedikit persawahan. Kemiringan lereng pada elevasi ini berada pada kisaran 0-2% yaitu kontur yang cukup landai serta dataran rendah jika dilihat dari elevasinya. Ciri morfografi dari satuan ini adalah pola pengairan pinnate dan lembah berbentuk U tumpul. Selain itu, ciri morfogenetik satuan ini adalah dipengaru gaya endogen yang denudasional dan gaya eksogen berupa pelapukan dan erosi. Dan, litologi berupa Batupasir, batu lanau, Batulempung. Pada kontur ini masuk kedalam formasi Karangsambung

Pada kontur ini masuk kedalam formasi Karangsambung Gambar: Penampakan di lapangan satuan dataran rendah

Gambar: Penampakan di lapangan satuan dataran rendah

Sumber: Gambar Kelompok 6

24

satuan dataran rendah Sumber: Gambar Kelompok 6 24 Gambar: Kontur yang menunjukan tersayat lemah dan menunjukan

Gambar: Kontur yang menunjukan tersayat lemah dan menunjukan U tumpul pada konturnya yang terletak pada kotak hijau

Sumber: Gambar Kelompok 6

`

3.2 Stratigrafi Daerah Penelitian

3.2.1 Kolom Stratigrafi

Umur Satuan Simbol Litologi Deskripsi Lingkunga Litologi n Pengenda pan Miosen Breksivulka Terdiri dari Laut
Umur
Satuan
Simbol Litologi
Deskripsi
Lingkunga
Litologi
n
Pengenda
pan
Miosen
Breksivulka
Terdiri
dari
Laut
Awal –
nik
batupasir
dan
Dalam
Miosen
breksivulkanik
Tengah
dengn
jenis
fagmen
dan
matriks
pasir
vulkanik hitam
Miosen
Batupasir
Terdiri
dari
Laut
Awal –
batulanau,
Dalam
Miosen
batulempung,
dan
Tengah
breksivulkanik
Oligose
Breksilemp
Terdiri
dari
Laut
n
ung
breksipasir,
Dalam
batupasir,
perselingan
batupasir
dan
batulanau,
batulempung
sisipan
batupasir,
serta batulempung
Eosen
Batulempu
Terdiri
dari
Laut
Tengah
ng
batulempung,
Dalam
-
batulanau,
Oligose
breksilempung,
n
batugamping,
breksigamping,
breksivulkanik,
perlapisan
batupasir
dan
batulanau,
perlapisan

25

`

batulempung

dan

batu

lanau,

serta

batupasir

3.3 Satuan Batuan Lempung 3.3.1 Karakteristik Litologi

Satuan ini merupakan satuan stratigrafi tertua di daerah penelitian yang

terdiri dari batulempung berwarna coklat, kilap earthy, non karbonatan, dan

komposisi clay mineral. Satuan Litologi ini terdiri dari anggota perselingan

batupasir dan batulanau dengan struktur parallel bedding, batupasir berwarna abu-

abu (segar) dan coklat (lapuk), bentuk butir sub angular, ukuran butir very fine

sand, dan komposisi mineral kuarsa, batulanau berwarna coklat, earthy, dan

komposisi clay mineral; breksibeku dengan fragmen andesit dengan warna coklat,

tekstur afanitik, hipokristalin, sub-anhedral, komposisi mineral biotit, kuarsa, dan

plagioklas, dengan matriks pasir berwarna coklat, ukuran butir coarse sand,

bentuk butir sub-rounded, komposisi mineral kuarsa dan mika; breksilempung

dengan fragmen batulempung berwarna coklat, kilap earthy, non karbonatan, dan

komposisi clay mineral, dan matriks lempung yang berwarna hitam, kilap earthy,

dan komposisi clay mineral; batupasir berwarna abu-abu (segar) dan coklat

(lapuk), bentuk butir sub angular, ukuran butir coarse sand, dan komposisi mineral

kuarsa, plagioklas; batu lanau yang berwarna coklat (segar), earthy, dan

komposisi clay mineral.

yang berwarna coklat (segar), earthy, dan komposisi clay mineral. Gambar: Satuan Litologi Batulempung (Jarak Jauh) 26

Gambar: Satuan Litologi Batulempung (Jarak

Jauh)

26

`

` Gambar : Satuan Litologi Batulempung (Jarak Dekat pada konturnya yang terletak pada kotak hijau 3.3.2

Gambar : Satuan Litologi Batulempung (Jarak Dekat pada konturnya yang terletak pada kotak hijau

3.3.2 Lingkungan Pengendapan

Satuan litologi batulempung ini diinterpretasi diendapkan akibat adanya longsoran karena gravitasi di bawah permukaan laut sehingga massa sedimen bervolume besar jatuh dari dasar laut dangkal ke yang lebih dalam. Hal ini dapat terjadi karena adanya ketidakstabilan lantai samudera dibawahnya. Mekanisme longsoran ini dapat terjadi secara suspensi, saltasi, dan rotasi dari campuran sedimen yang terlibat. Material yang halus akan tersuspensi sehinggga terendapkan secara lama membentuk batulempung dan diatas material yang lebih besar yang tersaltasi atau terotasi (batu pasir dan breksi), breksi disini dapat terbentuk dari hancuran batuan sebelumnya yang akan menjadi fragmennya terkena longsoran lalu terendapkan bersamaan dengan sedimen yang belum terkompaksi yang akan menjadi matriksnya

3.3.3 Hubungan Stratigrafi

Satuan litologi ini diendapkan pada umur Eosen tengah Oligosen diatas Formasi Luk Ulo dengan kontak tidak selaras, dan dibawah satuan litologi breksi lempung dengan kontak berangsur

27

`

karena tidak ditemukan kontak secara tegas dan masih ditemukannya kedua perselingan satuan/anggota satuan litologi batuan sebelum masuk ke satuan litologi di atasnya.

3.3.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

Berdasarkan geologi regional daerah penelitian, satuan litologi ini sebanding dengan Formasi Karangsambung yang berumur Eosen tengah Oligosen.

3.4 Satuan Litologi Breksilempung

3.4.1 Karateristik Litologi

Satuan ini merupakan satuan stratigrafi yang terdiri dari breksilempung yang berumur diatas satuan litologi batulempung di bawahnya. Breksi lempung ini fragmennya adalah batupasir berwarna hitam, ukuran butir very fine sand, sub angular, komposisi kuarsa, batulanau berwarna coklat kemerahan, non karbonatan, basalt dengan warna hitam, sedangkan matriksnya adalah lempung yang berwarna abu-abu, kilap earthy, dan komposisi clay mineral. Anggota dari satuan batuan ini adalah breksipasir dengan fragmen batupasir berwarna coklat kehitaman (segar), abu-abu (lapuk), ukuran butir very fine sand, bentuk butir sub angular, sedangkan matriksnya adalah pasir yang berwarna coklat (lapuk), abu (segar), ukuran butir medium sand, bentuk butir su angular-angular, sortasi dari breksi ini baik; batupasir berwarna coklat (segar), coklat kehitaman (lapuk), ukuran butir very fine sand, bentuk butir sub rounded-rounded,non karbonatan, dan ada struktur sedimen mud crack; batulempung berwarna coklat, kilap earthy, komposisi clay mineral, dan non karbonatan.

28

`

` Gambar: Satuan Litologi Breksilempung (Jarak Jauh) Sumber: Gambar Kelompok 6 Gambar: Satuan Litologi Breksilempung

Gambar: Satuan Litologi Breksilempung (Jarak Jauh)

Sumber: Gambar Kelompok 6

Breksilempung (Jarak Jauh) Sumber: Gambar Kelompok 6 Gambar: Satuan Litologi Breksilempung (Jarak Dekat)

Gambar: Satuan Litologi Breksilempung (Jarak Dekat)

Sumber: Gambar Kelompok 6

29

`

3.4.2 Lingkungan Pengendapan

Satuan litologi breksilempung ini juga diinterpretasi diendapkan akibat adanya longsoran karena gravitasi di bawah permukaan laut sehingga massa sedimen bervolume besar jatuh dari dasar laut dangkal ke yang lebih dalam. Breksilempung ini dapat terbentuk dari hancuran batulempung yang sebelumnya sudah terbentuk yang akan menjadi fragmennya terkena longsoran lalu terendapkan bersamaan dengan sedimen halus yang belum terkompaksi yang akan menjadi matriksnya.

3.4.5 Hubungan Stratigrafi

Satuan litologi ini diendapkan pada umur Oligosen diatas satuan litologi batulempung dengan kontak berangsur, dan dibawah satuan litologi batupasir dengan kontak berangsur juga dikarenakan tidak ditemukannya kontak secara tegas dan masih ditemukannya kedua perselingan satuan/anggota satuan litologi batuan sebelum masuk ke satuan litologi di atasnya.

3.4.6.Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

Berdasarkan geologi regional daerah penelitian, satuan litologi ini sebanding dengan Formasi Totogan yang berumur Oligosen.

3.4 Satuan Litologi Batu Pasir

3.5.1 Karakteristik Litologi

Satuan ini berada di daerah stratigrafi termuda yang terdiri atas batupasir yang memiliki warna hitam (segar), coklat kehijauan (lapuk), fine sand, sub-angular, mika, kuarsa, dan non-karbonatan. Pada satuan litologi ini terdapat anggota yang terdiri atas breksi pasir yang memiliki fragmen yang terdiri batupasir yang memiliki warna abu kecoklatan (segar), hitam (lapuk), medium sand, angular, masif, kemas tertutup, dan sortasi buruk. Sementara untuk matriksnya adalah lempung yang memiliki warna abu kehitaman, kilap earthy, clay mineral, dan bukan karbonatan.

30

`

` Gambar: Satuan Litologi Batu Pasir (Jarak jauh) Sumber: Gambar Kelompok 6 Gambar: Satuan Litologi Batu

Gambar: Satuan Litologi Batu Pasir (Jarak jauh)

Sumber: Gambar Kelompok 6

Satuan Litologi Batu Pasir (Jarak jauh) Sumber: Gambar Kelompok 6 Gambar: Satuan Litologi Batu Pasir (Jarak

Gambar: Satuan Litologi Batu Pasir (Jarak dekat)

31

`

3.5.2 Lingkungan Pengendapan

Lingkungan pengendapan di daerah stratigrafi ini berdasarkan

hukum superposisi dimana lapisan batuan yang berada di bawah lebih tua

dibandingkan lapisan di atasnya. Satuan ini berada diantara satuan breksi

vulkanik dimana satuan batupasir ini terletak di paling atas dari area

penelitian, sehingga menunjukkan bahwa satuan batupasir ini berada

paling muda setelah breksi vulkanik. Karena satuan batupasir yang

ditemukan berdekatan dengan breksi vulkanik maka dapat

diinterpretasikan lingkungan pengendapannya berada di laut dalam

sehingga diendapkan secara turbidit (gravity mass flow).Batu Pasir terjadi

pada turbidit proksimal dan turbidit distal.

3.5.3 Hubungan Stratigrafi

Hubungan stratigrafi di daerah ini berdasarkan litologi yang

ditemukan berupa breksi vulkanik berada diantara batu pasir, maka dapat

diinterpretasikan Gunung Paras dan Gunung Prau memiliki struktur

sinklin. Selain itu, kontak litologi pada daerah ini ditemukan secara

berangsur-angsur karena tidak ditemukan batas yang tegas dan masih

ditemukan anggota lain seperti breksi pasir diantara satuan litologi

tersebut.

3.5.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur

Berdasarkan regional dengan daerah penelitian, satuan litologi ini

berada paling muda setelah breksi vulkanik dimana satuan litologi ini

sebanding dengan formasi waturanda maka dapat disimpulkan kisaran

umur satuan litologi ini adalah Miosen Awal hingga Miosen Tengah.

3.6 Satuan Litologi Breksi Vulkanik

3.6.1 Karakteristik Litologi

Satuan ini berada di daerah stratigrafi yang terdiri atas breksi

vulkanik yang memiliki warna warna hitam(segar), coklat kehitaman

(lapuk), afanitik, hipohyalin, sub-anhedral, biotit, kuarsa, plagioklas.

32

`

Matriksnya berupa sandstone yang memiliki warna abu kecoklatan (lapuk), abu (segar), medium sand, sub-angular, kuarsa, kalsit, dan karbonatan. Kemudian, pada satuan litologi ini terdapat anggota yang terdiri atas breksi pasir yang memiliki warna coklat kehitaman (segar), coklat (lapuk), very fine sand, non-karbonatan, sub-angular, kuarsa, dan non-karbonatan. Lalu, untuk matriksnya merupakan pasir yang memiliki warna abu kecoklatan (lapuk), abu (segar), medium sand, sub- angular, kuarsa, dan non-karbonatan. Selain itu, terdapat anggota lain berupa batupasir yang memiliki warna hitam (segar), coklat kehijauan (lapuk), fine sand, sub-angular, mika, kuarsa, dan non-karbonatan.

fine sand, sub-angular, mika, kuarsa, dan non-karbonatan. Gambar:Satuan Litologi Breksilempung (Jarak jauh) Sumber:

Gambar:Satuan Litologi Breksilempung (Jarak jauh)

Sumber: Gambar Kelompok 6

33

`

` Gambar:SatuanLitologi Breksilempung (Jarak jauh) Sumber: Gambar Kelompok 6 3.6.2 Lingkungan Pengendapan Lingkungan

Gambar:SatuanLitologi Breksilempung (Jarak jauh)

Sumber: Gambar Kelompok 6

3.6.2 Lingkungan Pengendapan

Lingkungan pengendapan di daerah stratigrafi ini berdasarkan hukum superposisi dimana lapisan batuan yang berada di bawah lebih tua dibandingkan lapisan di atasnya. Sehingga, dapat diinterpretasikan bahwa satuan litologi breksi vulkanik ini berada paling muda dibandingkan satuan litologi lainnya. Selain itu, ditemukannya satuan litologi breksi vulkanik juga dapat mengiindikasikan lingkungan pengendapannya berada di laut dalam sehingga diendapkan secara turbidit (gravity mass flow). Breksi Vulkanik terjadi secara turbidit proksimal.

3.6.3 Hubungan Stratigrafi Hubungan stratigrafi di daerah ini berdasarkan litologi yang ditemukan berupa breksi vulkanik berada diantara batu pasir, maka dapat diinterpretasikan Gunung Paras dan Gunung Prau memiliki struktur sinklin. Selain itu, kontak litologi pada daerah ini ditemukan secara berangsur-angsur karena tidak ditemukan batas yang tegas dan masih ditemukan anggota lain seperti breksi pasir diantara satuan litologi tersebut.

3.6.4 Kesebandingan Regional dan Kisaran Umur Berdasarkan regional dengan daerah penelitian, satuan litologi ini berada paling muda setelah breksi vulkanik dimana satuan litologi ini

34

`

sebanding dengan formasi waturanda maka dapat disimpulkan kisaran

umur satuan litologi ini adalah Miosen Awal hingga Miosen Tengah.

3.7 Struktur Geologi 3.7.1 Lipatan

Pada daerah penelitian kami, ditemukkan struktur sinklin dan

antiklin yang dapat diidentifikasi dari pembalikan arah dip dari perlapisan

di beberapa daerah. Di bagian utara kavling, ditemukan dip perlapisan

yang mengarah ke selatan, lalu beberapa km km ke arah selatan (Selatan

Gunung Paras dan Prahu) ditemukkan dip yang mengarah ke utara. Selain

itu, ditemukkkan juga kesamaan litologi di bagian utara Gunung Paras dan

Perahu dengan dibagian selatannya yaitu sama-sama terdiri dari Satuan

Litologi Batupasir.

35

`

` Gambar :Garis penampang pada peta Garis Penampang 36

Gambar :Garis penampang pada peta Garis Penampang

36

`

` Gambar :Penampang Manual 3.7.2 Patahan Pada hari ke 3 stopsite 2 ( 7 o 32’5”S

Gambar :Penampang Manual

3.7.2 Patahan Pada hari ke 3 stopsite 2 ( 7 o 32’5”S dan 109 o 41’12”E) ditemukkan offset dan slicken side yang mengidentifikasi adanya patahan. Adapun orienstasi dari patahan tersebut adalah : N 60 E / 37 dan pich = 28, sesar ini diinterpretasisebagai sesar oblique (Naik, Dekstral)

= 28, sesar ini diinterpretasisebagai sesar oblique (Naik, Dekstral) Gambar :Patahan Oblique (Thrust Right Slip Fault)

Gambar :Patahan Oblique (Thrust Right Slip Fault)

37

`

` Gambar :Slicken Side Patahan Oblique Gambar :Visualisasi gambar 3d Sumber : visiblegeology.com Sesar naik ini

Gambar :Slicken Side Patahan Oblique

` Gambar :Slicken Side Patahan Oblique Gambar :Visualisasi gambar 3d Sumber : visiblegeology.com Sesar naik ini

Gambar :Visualisasi gambar 3d Sumber : visiblegeology.com

Sesar naik ini merupakan sesar minor, yang mana berumur lebih muda dari satuan litologi batulempung, breksilempung, batupasir, dan breksivulkanik. Diinterpretasikan sesar ini hanya memotong satuan litologi breski vulkanik karena kami tidak menemukan kemenerusannya pada satuan litlogi lainnya, namun tidak menutup kemungkinan kemenerusan tersebut terdapat pada bagian bawah satuan litologi breksivulkanik (secara vertikal) sehingga kami tidak dapat menemukannya.

Sesar naik ini juga berbeda dengan sesar naik yang menjadi menyebab terjadinya olistostrom sehingga terendapkan satuan litologi batulempung (Formasi Karangsambung) pada umur Eosen Tengah Oligosen.

38

`

Diperkirakan sesar naik ini terbentuk setelah terbentuknya satuan litologi breksivulkanik (Formasi Waturanda) yaitu setelah Miosen tengah.

3.7.3 Kekar Ditemukan kekar ekstensional pada hari ke 5 stopsite 1 (7 o 33’40”S dan 109 o 42’17”E). Kekar ini diinetrpretasikan memilkiki regime kompresional berdasarkan analisis menggunakan software dips karen yang lebih dekta ke titik pusat adalah sigma 1.

dips karen yang lebih dekta ke titik pusat adalah sigma 1. Gambar :Gambar Batuan dengan Kekar

Gambar :Gambar Batuan dengan Kekar

pusat adalah sigma 1. Gambar :Gambar Batuan dengan Kekar Gambar :Visualisasi Kekar 2D (Kiri) 3D (Kanan)

Gambar :Visualisasi Kekar 2D (Kiri) 3D (Kanan) Sumber : visiblegeology.com

39

`

` Gambar:Analisis Kekar menggunakan aplikasi Dips 3.7.4 Struktur Sedimen Di lembah antara gunung paras dan prahu

Gambar:Analisis Kekar menggunakan aplikasi Dips

3.7.4 Struktur Sedimen

Di lembah antara gunung paras dan prahu semakin ke utara ditemukan

struktur sedimen yang semakin menghalus yaitu massive, parallel bedding,

dan cross bedding. Hal ini menandakan satuan litologi batupasir (Formasi

Waturanda) terbentuk dari arus turbidit di zona transisi fasies distal dan fasies

proksimal.

3.8 Sejarah Geologi 3.8.1 Pembentukkan Satuan Batulempung

Satuan ini terbentuk setelah terbentuknya satuan tertua, yakni satuan

kompleks mélange sebagai basement, lalu diendapkan satuan batulempung.

Satuan ini terbentuk pada Eosen Tengah hingga Oligosen yang merupakan

endapan olistostorm, yaitu longsoran yang bersifat chaotic oleh sesar naik akibat

deformasi batuan pada zona mélange sehingga menimbulkan munculnya litologi

yang berfragmen. Batulempung dan batulanau yang ditemukan terendapkan oleh

suspensi karena hanya mengendapkan material yang halus. Lalu, breksi lempung

yang terendapkan berasal dari fragmen batulempung yang telah terbentuk

sebelumnya yang terlibat dalam olistostrom. Kemudian, batugamping berupa

bongkah yang sangat besar serta breksigamping berasal dari jatibungkus yang

40

`

berada di bawah Formasi Karangsambung. Selanjutnya, breksi beku terbentuk karena fragmennya yang berasal dari Bujil dan Siputurang serta batupasir yang juga berasal dari campuran material sedimen yang terlibat olistostorm.

dari campuran material sedimen yang terlibat olistostorm. Gambar: Foto singkapan batu Lempung di lapangan Sumber:

Gambar: Foto singkapan batu Lempung di lapangan

Sumber: Foto Kelompok 6

singkapan batu Lempung di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel Batuan Lempung Sumber: Foto

Gambar: Foto sampel Batuan Lempung

Sumber: Foto Kelompok 6

3.8.2 Pembentukkan Satuan Breksi Lempung Setelah terbentuk satuan batulempung, lalu terendapkan oleh satuan breksi lempung di atasnya. Satuan yang terbentuk ini juga merupakan endapan olistostorm pada Oligosen hingga Miosen yang diendapkan secara berangsur di atas satuan batulempung sehingga terbentuk fragmen fragmen batulempung yang telah terbentuk sebelumnya, yaitu di satuan batulempung yang berada di bawah satuan ini. Fragmen tersebut mengambang di dalam matriks lempung.

41

`

Lalu, ditemukan anggota breksipasir yang berasal dari olistostorm, sedangkan batupasir dan batulempung berasal dari material sedimen yang belum terkompaksi yang terlibat dalam longsoran tersebut, kemudian terendapkan secara suspensi atau saltasi.

tersebut, kemudian terendapkan secara suspensi atau saltasi. Gambar: Foto singkapan Breksi Lempung di lapangan Sumber:

Gambar: Foto singkapan Breksi Lempung di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6

singkapan Breksi Lempung di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel Breksi Lempung di lapangan

Gambar: Foto sampel Breksi Lempung di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6

3.8.3 Pembentukkan Satuan Batupasir Setelah terbentuk satuan breksi lempung, lalu terendapkan satuan batupasir di atasnya yang berumur Miosen Awal hingga Miosen tengah. Berdasarkan sekuen Bouma, 1962 satuan batupasir ini terbentuk oleh adanya arus turbidit dan berada di turbidit transisi antara turbidite proksimal dengan turbidite distal karena litologi yang ditemukan dari hulu ke hilir semakin menghalus pada lembah antara Gunung Paras dan Gunung Prahu. Selain itu, masih ditemukan anggota lain, seperti batulanau, batulempung, dan breksi vulkanik. Kemudian, ditemukan pula struktur yang semakin menghalus yang berada pada lembah ke arah utara dari massive, parallel bedding, dan cross bedding secara berturut-turut yang mengindikasikan adanya Sekuen Bouma yang terjadi secara turbidit.

42

`

` Gambar: Foto singkapan Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel Batu

Gambar: Foto singkapan Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6

singkapan Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel Batu Pasir di lapangan

Gambar: Foto sampel Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6

Foto sampel Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar a: Model urut-urutan struktur sedimen
Foto sampel Batu Pasir di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar a: Model urut-urutan struktur sedimen

Gambar a: Model urut-urutan struktur sedimen pada turbidit ideal (Sekuen Bouma)Sumber: Bouma, 1962

43

`

Gambar b: Diagram terbentuknya turbidit (tidak dalam skala)Sumber: Forum. Geografi No.14 dan IS Th. VIII/Juli
Gambar b: Diagram terbentuknya turbidit (tidak dalam skala)Sumber: Forum. Geografi
No.14 dan IS Th. VIII/Juli dan Desember 1994

3.8.4 Pembentukkan Satuan Breksi Vulkanik Setelah terbentuknya satuan batupasir, lalu ditutup oleh endapan satuan breksi vulkanik yang berumur Miosen Awal hingga Miosen Tengah. Berdasarkan Sekuen Bouma, 1962 satuan ini terjadi pada turbidit proksimal dimana material sedimen yang terbawa oleh material sedimen terbawa oleh arus turbidit diendapkan di depan slope karena masih ditemukan anggota lain, seperti batupasir dan breksi pasir. Pada Miosen Awal terjadi peningkatan aktivitas gunungapi, namun pada Miosen Tengah mulai mengalami penurunan aktivitas gunung api ditandai dengan perubahan secara gradual dari satuan breksi vulkanik menjadi satuan batupasir.

44

`

` Gambar: Foto singkapan breksi vulkanik di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel breksi

Gambar: Foto singkapan breksi vulkanik di lapangan

Sumber: Foto Kelompok 6

breksi vulkanik di lapangan Sumber: Foto Kelompok 6 Gambar: Foto sampel breksi vulkanik di lapangan Sumber:

Gambar: Foto sampel breksi vulkanik di lapangan

Sumber: Foto Kelompok 6

Untuk melihat dimana letak terbentuk secara turbidit, berikut adalah gambarnya:

letak terbentuk secara turbidit, berikut adalah gambarnya: Gambar a: Diagram terbentuknya turbidit (tidak dalam

Gambar a: Diagram terbentuknya turbidit (tidak dalam skala)Sumber: Forum. Geografi No.14 dan IS Th. VIII/Juli dan Desember 1994

45

`

3.9 Potensi Geologi

3.9.1 Potensi Ekonomi Masyarakat

Potensi geologi daerah penelitian memiliki potensi geologi ekonomi pada

satuan litologi breksi vulkanik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar

bangunan, diantaranya sebagai pondasi bangunan dan agregat aduk beton kelas

ringan. Potensi berikutnya adalah pada satuan batupasir yang banyak ditemukan di

formasi waturanda terutama gunung paras dan prahu. Batupasir dapat digunakan

sebagai bahan galian. Batupasir dapat ditambang dengan bentuk bongakah

bongkah batuan besar maupun dalam bentuk penambangan pasir hasil endapan di

sekitar sungai dari daerah penelitian. Selain itu pasir dapat digunakan sebagai

campuran semen.

3.9.2 Potensi Wisata

Gunung Prahu, dan Paras terdapat curug alamiah yang cukup indah untuk

dijadikan wisata. Selain curuk, kandungan air yang cukup jernih sehingga

menambah potensi untuk dijadikan objek wisata alam. Namun perlu untuk hati-

hati keselamatan karena batuan yang terdapat di daerah curug cukup lapuk serta

licin. Batuan penyusunnya adalah Batuan Pasir. Namun, memiliki kendala yaitu

area yang masih terisolir dari daerah permukiman, perlu usaha ekstra untuk

mencapainya.

daerah permukiman, perlu usaha ekstra untuk mencapainya. Gambar: salah satu curuk yang terdapat di Gn Paras,

Gambar: salah satu curuk yang terdapat di Gn Paras, Kali Kanye

Sumber : Foto Kelompok 6

46

di Gn Paras, Kali Kanye Sumber : Foto Kelompok 6 46 Gambar: salah satu curuk yang

Gambar: salah satu curuk yang terdapat di Lembah Gn Paras dan Prahu

Sumber : Foto kelompok 6

`

3.9.3 Potensi Bahaya Berdasarkan Geomorfologi, bentukannya adalah V curam dengan relif topografi perbukitan, dengan lembah yang sempit dan curam sehingga sangat berpotensi untuk longsor, ditambah dengan banyaknya pelapukan oleh air

peta di bawah

terlihat bentuk kontur yang rapat, menandakan bentuk yang curam, selain itu

maupun udara sehingga membuat lapisan batuan rapuh

dari

kontur tersebut membentuk pola V Curam atau V lancip. Sehingga dengan kondisi tersebut, potensi bahaya yang ditimbulkan adalah longsor

.

tersebut, potensi bahaya yang ditimbulkan adalah longsor . Gambar : Bentuk kontur daerah pemetaan kelompok 6

Gambar : Bentuk kontur daerah pemetaan kelompok 6 bagian Gn Paras dan Gn Prahu

Sumber: Peta Kontur Kelompok 6

47

`

BAB 4

KESIMPULAN

Daerah penelitian kami, teridiri dari 4 Satuan Litologi yaitu Satuan Litologi Batulempung, Satuan Litologi Breksilempung, Satuan Litologi Batupasir, dan Satuan Litologi Breksivulkanik. Pembentukkan daerah ini berawal dari terendapkannya satuan litologi batu lempung yang mengendapkan sedimen halus belum terkompaksi oleh mekanisme longsoran bawah laut, yang kemudian ditumpuk dengan breksi lempung oleh mekanisme longsoran juga, lalu ditumpuk dengan satuan litologi batu pasir yang terendapkan akibat arus turbidite, dan kemudian ditumpuk lagi dengan satuan litologi breksi vulkanik yang terdendapkan karena arus turbidite pula.

Struktur geologi yang dominan di daerah kami adalah lipatan yang dapat diidentifikasikan melalui data strike dip perlapisan yang mana pada daerah utara terdapat dip yang mengarah ke selatan, namun pada daerah selatan terdapat dip yang mengarah ke utara, Selain itu, ditemukkkan juga kesamaan litologi di bagian utara Gunung Paras dan Perahu dengan dibagian selatannya yaitu sama-sama terdiri dari Satuan Litologi Batupasir. Dari data-data tersebut, dapat diinterpretasikan bahwa pada puncak Gunung Paras dan Perahu terdapat sumbu antiklin dan sumbu sinklin terdapat di sebelah selatan dari kavling.

Daerah ini, juga memiliki potensi geologi dalam bidang ekonomi diantaranya batu pasir yang dapat digunakan untuk penmabangan sebagi bahan baku pembangunan rumah, lalu batu breksi juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

48

`

REFERENSI

Asikin, Sukendar, 1974, Evolusi Geologi Jawa Tengah dan Sekitarnya, Ditinjau dari Segi TeoriTektonik Dunia yang Baru, Disertasi Doktor, Dept. Teknik Geologi ITB, tidak diterbitkan.

Asikin, S., Harsolumakso, A. A., Busono H., dan Gafoer S, 1992, Geologic Map Of KebumenQuadrangle, Java, Scale 1:100.000. Geologycal Research and Development Centre,Bandung.Bemmelen, van, R.W., 1949, The Geology of Indonesia , Martinus Nyhoff, The Haque,Nederland

Bemmelen, van, R.W., 1949, The Geology of Indonesia, Martinus Haque,Nederland

Nyhoff, The

Buku PDF Vanzuidam 1985

 

Fransiskus,

Extivonus,

Kiki.

2015.Laporan

Akhir

Geologi

daerah

Waturanda,

Karangsambung,, Kebumen, Jawa Tengah. Bandung: ITB

Siregar, Iqbal Maulana. Potensi Batupasir Karbonatan Sebagai Bahan Galian C Daerah Kampung Sulitair,Kabupaten Solok, Provinsi Sunatera Barat. Riau: Universitas Islam Riau

Sukarrumudi. Wintolo, Djoko. Rakhman A.N. 2015. Pemetaan Geologi Penuntun Praktis Untuk Geologist Pemula.Yogyakarta: UGM Press.

49

`

LAMPIRAN JURNAL HARIAN

No. Stasiun: 01_01_KS

Lokasi

: Kali Sana : N 288 E/68

Tanggal

: 1 Mei 2018 : Mendung : 10.11

Strike/dip

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'32" dan E 109° 41'35,2"

Waktu

Foto Singkapan

Foto Singkapan Strike/ Dip
Strike/ Dip
Strike/
Dip

Sketsa Singkapan

Waktu Foto Singkapan Strike/ Dip Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dengan warna coklat

Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dengan warna coklat lapuk, abu terang segar, Silt, sub rounded- rounded,masif, dapat diremas, non karbonatan, clay minerals.

No. Stasiun: 01_02_KS

Lokasi

: Kali Sana : N 209 E/45

Tanggal

: 1 Mei 2018 : Mendung : 10.41

Strike/dip

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'28,7" dan E 109°

Waktu

41'30,7"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

Cuaca Koordinat GPS : S 7 ° 33'28,7" dan E 109° Waktu 41'30,7" Foto Singkapan Sketsa
Cuaca Koordinat GPS : S 7 ° 33'28,7" dan E 109° Waktu 41'30,7" Foto Singkapan Sketsa

50

`

Deskripsi Ditemukan perselingan batuan claystone dan siltstone. Siltstone berwarna abu kecoklatan lapuk dan abu terang segar, butiran berukuran Silt dengan bentuk sub rounded-rounded, struktur masif dan kekerasan agak keras, non karbonatan dan clay minerals. Pada Claystone berwarna abu kecoklatan, earthy, clay minerals dan Pirit, merupakan batuan non karbonatan.

No. Stasiun: 01_03_KS

No. Stasiun: 01_03_KS

Tanggal

Cuaca

Waktu

: 1 Mei 2018 : Cerah : 11.25

: 1 Mei 2018 : Cerah : 11.25
: 1 Mei 2018 : Cerah : 11.25

Foto Singkapan

Foto Singkapan
Cuaca Waktu : 1 Mei 2018 : Cerah : 11.25 Foto Singkapan Lokasi : Kali Sana
Cuaca Waktu : 1 Mei 2018 : Cerah : 11.25 Foto Singkapan Lokasi : Kali Sana

Lokasi

: Kali Sana

Strike/dip : - Koordinat GPS : S 7 ° 33'22,8" dan E 109°

Strike/dip : - Koordinat GPS : S 7 ° 33'22,8" dan E 109°
Strike/dip : - Koordinat GPS : S 7 ° 33'22,8" dan E 109°

41'37,1"

GPS : S 7 ° 33'22,8" dan E 109° 41'37,1" Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan batuan Claystone

Sketsa Singkapan

Sketsa Singkapan
dan E 109° 41'37,1" Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu
dan E 109° 41'37,1" Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu
Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu kilap earthy dan non karbonatan, mineral yang
Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu kilap earthy dan non karbonatan, mineral yang
Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu kilap earthy dan non karbonatan, mineral yang

Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan warna abu- abu kilap earthy dan non karbonatan, mineral yang terkandung yaitu Clay minerals dengan sedikit kandungan Pirit.

51

`

No. Stasiun: 01_04_L

Lokasi

: Langse

Tanggal

: 1 Mei 2018 : Cerah : 11.55

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'20,7" dan E 109°

Waktu

41'26,79"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan Perlapisan Lempung dengan breksi.
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan Perlapisan Lempung dengan breksi.
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan Perlapisan Lempung dengan breksi.

Deskripsi Ditemukan Perlapisan Lempung dengan breksi. Lapisan bawah adalah lempung dengan warna abu kecoklatan, earthy, clay minerals dan non karbonatan. Sementara lapisan atas merupakan breksi dengan fragmen yang terdiri dari Kuarsit dan lempung bersisik. Fragmen satu adalah kuarsit dengan warna putih, non foliasi, palimset, mengandung kuarsa. Fragmen lainnya merupakan metasedimen dari lempung bersisik.

52

`

No. Stasiun: 01_05_L

Lokasi

: Langse

Tanggal

: 1 Mei 2018 : Cerah : 13.50

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'19,3" dan E 109°

Waktu

41'17,0"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan batu Claystone dengan warna abu
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan batu Claystone dengan warna abu

Deskripsi Ditemukan batu Claystone dengan warna abu kecoklatan, earthy, clay minerals dan non karbonatan.

No. Stasiun: 01_06_L Lokasi Tanggal Cuaca Waktu : 1 Mei 2018 : Cerah : 15.09
No. Stasiun: 01_06_L
Lokasi
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 1 Mei 2018
: Cerah
: 15.09
Strike/dip
: Langse
: N 330 E/20
Koordinat GPS : S 7 ° 33'17,8" dan E 109°
41'11,3"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Strike/Dip

53

`

Deskripsi Ditemukan batuan claystone dengan sisipan siltstone dan sedikit sisipan lempung yang terkonkresi. Lapisan utama yaitu claystone berwarna abu kecoklatan, butiran clay, earthy, non karbonatan, clay mineral. sisipan siltstone berwarna abu terang, ukuran silt, Clay mineral, Earthy, dan non karbonatan. Sementara konkresi lempung berwarna coklat kemerahan karena berasosiasi dengan Fe, Earthy, Clay minerals dan Fe.

No. Stasiun: 01_07_L

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

Strike/dip

Koordinat GPS : S 7 ° 33'17,7" dan E 109°

41'07,0"

: Langse

:

-

: 1 Mei 2018 : Cerah : 15.30

Foto Singkapan

: Langse : - : 1 Mei 2018 : Cerah : 15.30 Foto Singkapan Sketsa Singkapan

Sketsa Singkapan

: 1 Mei 2018 : Cerah : 15.30 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan breksi

Deskripsi Ditemukan singkapan breksi dengan matriks Claystone berwarna coklat abu. Sementara fragmen merupakan batuan basalt dan sandstone. Fragmen pertama berwarna abu kehitaman dan sangat keras terdapat interlocking antar butirannya yang merupakan batuan beku basltik. sementara fragmen lainnya merupakan batuan pasir dengan ukuran butir medium sand.

54

`

No. Stasiun: 01_08_L

Lokasi

: Langse

Tanggal

: 1 Mei 2018 : Cerah : 15.42

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'17,7" dan E 109°

Waktu

41'07,0"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan breksi dengan matriks
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan breksi dengan matriks

Deskripsi Ditemukan singkapan breksi dengan matriks Claystone berwarna coklat abu. Sementara fragmen merupakan batuan basalt dan sandstone. Fragmen pertama berwarna abu kehitaman dan sangat keras terdapat interlocking antar butirannya yang merupakan batuan beku basltik. sementara fragmen lainnya merupakan batuan pasir dengan ukuran butir medium sand.

No. Stasiun: 02_01_KS

Lokasi

: Kali Sana -

Tanggal

: 2 Mei 2018 : Cerah : 10.19

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'38" dan E 109° 41'56"

Waktu

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Koordinat GPS : S 7 ° 33'38" dan E 109° 41'56" Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan
Koordinat GPS : S 7 ° 33'38" dan E 109° 41'56" Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan

55

`

Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dengan warna abu kehijauan, clay minerals, earthy dan non karbonatan.

No. Stasiun: 02_02_KS

Lokasi

: Kali Sana -

Tanggal

: 2 Mei 2018 : Cerah : 10.44

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'37,7" dan E 109°

Waktu

41’55,5"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
41’55,5" Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan sisipan
41’55,5" Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan sisipan

Deskripsi Ditemukan batuan Claystone dengan sisipan Siltstone. Claystone berwarna abu, Earthy, Clay minerals, dan non Karbonatan. Siltstone berwarna kecoklatan, earthy, clay mineral, non karbonatan

56

`

No. Stasiun: 02_03_KS

Lokasi

: Kali Sana

Tanggal

Cuaca

: 2 Mei 2018 : Cerah : 12.10

- Koordinat GPS : S 7 ° 33'7,9" dan E 109° 41’57"

Strike/dip

:

Waktu

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan Pasir sisipan lempung, lapisan utama
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan Pasir sisipan lempung, lapisan utama

Deskripsi Ditemukan Pasir sisipan lempung, lapisan utama adalah pasir dengan warna abu abu, medium sand, sub rounded- rounded, dan non karbonatan. Sisipan merupakan lapisan lempung dengan warna coklat, earthy, clay minerals, dan non karbonatan.

No. Stasiun: 02_04_KS Lokasi : Kali Sana Tanggal Cuaca : 2 Mei 2018 : Cerah
No. Stasiun: 02_04_KS
Lokasi
: Kali Sana
Tanggal
Cuaca
: 2 Mei 2018
: Cerah
: 13.53
-
Koordinat GPS : S 7 ° 33'7,1" dan E 109° 41’51,6"
Strike/dip
:
Waktu
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan breksi dengan fragmen batu pasir berwarna hitam, ukuran very fine sand,

57

`

No. Stasiun: 02_05_KD

Lokasi

: Kali Desa -

Tanggal

: 2 Mei 2018 : Cerah : 14.57

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'7,1" dan E 109° 41’51,6"

Waktu

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan dengan fragmen siltstone dan
Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan dengan fragmen siltstone dan

Deskripsi Ditemukan singkapan dengan fragmen siltstone dan matriks clay. Matriks memiliki warna abu, clay mineral, non karbonatan dengan kilap earthy. Sementara warna dari fragmennya adalah coklat kemerahan dengan struktur masif, non karbonatan dan ukuran silt.

No. Stasiun: 02_06_KD

Lokasi

: Kali Desa

Tanggal

Cuaca

: 2 Mei 2018 : Cerah : 15.15

- Koordinat GPS : S 7 ° 33'15,5" dan E 109°

Strike/dip

:

Waktu

41’08,0"

58

`

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku dan sandstone
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku dan sandstone

Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku dan sandstone dan matriks clay. Fragmen satu merupakan batuan basalt yang berwarna hitam dengan struktur masif. Fragmen kedua adalah batuan sandstone dengan warna coklat, fine-very fine sand, sub angular. Sementara matriksnya adalah clay dengan warna coklat dengan struktur parallel bedding, earthy, clay minerals, dan non karbonatan.

No. Stasiun: 02_07_KD

Lokasi

: Kali Desa -

Tanggal

: 2 Mei 2018 : Cerah : 15.39

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 33'17,6" dan E 109° 41’4,1"

Waktu

59

`

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan lempung dengan warna coklat, clay minerals, dan
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan lempung dengan warna coklat, clay minerals, dan

Deskripsi Ditemukan singkapan batuan lempung dengan warna coklat, clay minerals, dan non karbonatan.

No. Stasiun: 03_01_KK

Lokasi

: Kali Kanye (Gunung Paras) : N 258 E/42

Tanggal

: 3 Mei 2018 : Cerah : 10.45

Strike/dip

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32'4,7" dan E 109° 41’23,7"

Waktu

60

`

Foto Singkapan

Strike/Dip
Strike/Dip

Strike/Dip

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Strike/Dip Sketsa Singkapan Deskripsi Abu-abu (segar), coklat (lapuk), finesand, angular, cross bedding,
Foto Singkapan Strike/Dip Sketsa Singkapan Deskripsi Abu-abu (segar), coklat (lapuk), finesand, angular, cross bedding,
Deskripsi Abu-abu (segar), coklat (lapuk), finesand, angular, cross bedding, kuarsa, sandstone. Terdapat sesar oblique

Deskripsi Abu-abu (segar), coklat (lapuk), finesand, angular, cross bedding, kuarsa, sandstone. Terdapat sesar oblique (Dekstral Thrust) => N 60 E / 37, pitch = 28

No. Stasiun: 03_02_KK

Lokasi

: Kali Kanye (Gunung Paras)

Tanggal

Cuaca

: 3 Mei 2018 : Cerah : 11.15

- Koordinat GPS : S 7 ° 32'5" dan E 109° 41’4,5"

Strike/dip

:

Waktu

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Abu-abu (segar), merah kecoklatan (lapuk),
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Abu-abu (segar), merah kecoklatan (lapuk),

Deskripsi Abu-abu (segar), merah kecoklatan (lapuk), finesand, sub agular-angular, parallel bedding. Terdapat fosil kayu

61

`

No. Stasiun: 03_03_KK

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’7" dan E 109° 41’12"

Strike/dip

: Kali Kanye (Gunung Paras)

:

: 3 Mei 2018 : Cerah : 12.10

Foto Singkapan

(Gunung Paras) : : 3 Mei 2018 : Cerah : 12.10 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi

Sketsa Singkapan

: 3 Mei 2018 : Cerah : 12.10 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Abu-abu (segar), merah

Deskripsi Abu-abu (segar), merah kecoklatan (lapuk), finesand, sub agular-angular, parallel bedding. Terdapat fosil kayu

No. Stasiun: 03_04_KK

Lokasi

: Kali Kanye (Gunung Paras) -

Tanggal

: 3 Mei 2018 : Cerah : 13.49

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’4" dan E 109° 41’12,7"

Waktu

62

`

Foto Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Fragmen breksi adalah batupasir dengan warna abu (segar), abu kecoklatan

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Fragmen breksi adalah batupasir dengan warna abu (segar), abu kecoklatan
Deskripsi Fragmen breksi adalah batupasir dengan warna abu (segar), abu kecoklatan (gelap), very fine sand,

Deskripsi Fragmen breksi adalah batupasir dengan warna abu (segar), abu kecoklatan (gelap), very fine sand, sub angular, struktur massive. Sementara matriks breksi merupakan batu lempung dengan warna abu kehitaman. Kilap earthy, terdiri dari clay mineral, dan bukan merupakan karbonatan.

No. Stasiun: 03_05_KJ Lokasi : Kali Jirek (Gunung Paras) Tanggal Cuaca Waktu : 3 Mei
No. Stasiun: 03_05_KJ
Lokasi
: Kali Jirek (Gunung Paras)
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 3 Mei 2018
: Cerah
: 15.36
-
Koordinat GPS : S 7 ° 32’4" dan E 109° 41’12,7"
Strike/dip
:
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan

63

`

Deskripsi Fragmen breksi adalah batupasir dengan warna abu kecoklatan (segar) dan warna lapuk hitam, medium sand, angular, masif, dengan kemas tertutup dan sortasi buruk. Sementara matriksnya adalah batu lempung dengan warna coklat keabuan, dengan kilap earthy, clay mineral .

No. Stasiun: 03_06_KJ Lokasi : Kali Jirek (Gunung Paras) Tanggal Cuaca Waktu : 3 Mei
No. Stasiun: 03_06_KJ
Lokasi
: Kali Jirek (Gunung Paras)
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 3 Mei 2018
: Cerah
: 15.50
-
Koordinat GPS : S 7 ° 32’4" dan E 109° 41’12,7"
Strike/dip
:
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan claystone dengan warna abu kecoklatan dan kilap waxy serta terdiri dari clay
mineral.

64

`

No. Stasiun: 04_01_B

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’52" dan E 109° 41’57"

Strike/dip

: Banioro

:

: 4 Mei 2018 : Cerah : 08.54

Foto Singkapan

: Banioro : : 4 Mei 2018 : Cerah : 08.54 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi

Sketsa Singkapan

: 4 Mei 2018 : Cerah : 08.54 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi lapisan bawah terdapat

Deskripsi lapisan bawah terdapat lempung yang warnanya abu-abu kecoklatan, earthy & waxy, karbonatan, clay mineral, dan calcite. Kemudian di atasnya ada sandstone yang warnanya abu-abu gelap (segar), hitam kecoklatan (lapuk), medium sand, sub angular, massive, karbonatan, kuarsa, mengandung sedikit mika. Selanjutnya ada sandstone lagi yang warnanya abu-abu gelap (segar), hitam kecoklatan (lapuk), fine sand, subangular, massive, karbonatan, kuarsa.

No. Stasiun: 04_02_B

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’50,8" dan E 109°

41’57,5"

Strike/dip

: Banioro

:

: 4 Mei 2018 : Cerah : 10.04

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

: 4 Mei 2018 : Cerah : 10.04 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan claystone
: 4 Mei 2018 : Cerah : 10.04 Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan claystone

Deskripsi Ditemukan singkapan claystone dengan warna abu-abu, earthy, karbonatan, clay mineral

65

`

No. Stasiun: 04_03_B Lokasi : Banioro Tanggal Cuaca Waktu : 4 Mei 2018 : Cerah
No. Stasiun: 04_03_B
Lokasi
: Banioro
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 4 Mei 2018
: Cerah
: 10.13
-
Koordinat GPS : S 7 ° 32’48,6" dan E 109°
Strike/dip
:
41’58,1"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan siltstone berwarna coklat, silt, earthy, karbonatan, clay mineral

No. Stasiun: 04_04_B

Lokasi

: Banioro

Tanggal

: 4 Mei 2018 : Cerah : 11.21

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’52,2" dan E 109° 40’5"

Waktu

66

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan claystone denngan warna abu kecoklatan, Earthy,
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan claystone denngan warna abu kecoklatan, Earthy, non-karbonatan, clay mineral

No. Stasiun: 04_05_B

Lokasi

: Banioro

Tanggal

: 4 Mei 2018 : Cerah : 14.29

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’55,2" dan E 109°

Waktu

40’59,6"

67

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan siltstone dengan warna krem, Silt, Kuarsa, clay mineral.
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan siltstone dengan warna krem, Silt, Kuarsa, clay mineral. Ditemukan clay stone
bagian atasnya.

No. Stasiun: 04_06_B

Lokasi

: Banioro

Tanggal

: 4 Mei 2018 : Cerah : 14.50

Strike/dip

:

-

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’57,2" dan E 109° 40’4,5"

Waktu

68

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan beku dnegan warna abu-abu kecoklatan (segar),
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan batuan beku dnegan warna abu-abu kecoklatan (segar), coklat terang (lapuk),
afanitik, hipokrisalin, subhedral, intrusi, Mineral yang terkandung antara lain olivin, amfibol, pirokse, dan
plagioklas.

No. Stasiun: 04_07_B

Lokasi

: Banioro

Tanggal

Cuaca

: 4 Mei 2018 : Cerah : 15.32

- Koordinat GPS : S 7 ° 33’04" dan E 109° 41’4,2"

Strike/dip

:

Waktu

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Pada lapisan paling bawah terdapat Siltstone yang
: Waktu Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Pada lapisan paling bawah terdapat Siltstone yang

Deskripsi Pada lapisan paling bawah terdapat Siltstone yang memiliki warna abu-abu, Earthy, clay mineral, dan karbonatan. Sedangkan pada lapisan diatasnya merupakan Sandstone karbonatan yang memilikiwarna hitam kecoklatan (lapuk), abu-abu kecoklatan (segar), medium sand,sortasi sedang, parallel bedding, dan karbonatan

69

`

No. Stasiun: 04_08_B

Lokasi

: Banioro : N 90 E / 64

Tanggal

: 5 Mei 2018 : Cerah : 15.55

Strike/dip

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’05" dan E 109°

Waktu

41’4,3"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
 
 

Deskripsi Ditemukan singkapan Siltstone yang memiliki warna krem, earthy, clay mineral, dan karbonatan

No. Stasiun: 05_01_KW Lokasi Tanggal : 5 Mei 2018 : Cerah : 08.39 Strike/dip :
No. Stasiun: 05_01_KW
Lokasi
Tanggal
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 08.39
Strike/dip
:
: Sungai warak (Desa Tlepok)
-
Cuaca
Koordinat GPS : S 7 ° 33’40" dan E 109° 42’17"
Waktu
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan batuan beku berwarna abu tua (segar), abu coklat (lapik), afanitik, hipokristalin, sub
hedral-anhedral, kuarsa, plagioklas, mika, ekstrusi.

70

`

` No. Stasiun: 05_02_KW Lokasi : Sungai warak (Desa Tlepok) Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei
No. Stasiun: 05_02_KW Lokasi : Sungai warak (Desa Tlepok) Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei
No. Stasiun: 05_02_KW
Lokasi
: Sungai warak (Desa Tlepok)
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 09.28
Strike/dip
:
Koordinat GPS : S 7 ° 33’41" dan E 109°42’18"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Berupa bed dari sungai berupa batuan lanau, dengan warna abu terang, earthy, ukuran butir silt, kandungan
clay mineral dan merupakan mineral karbonatan

No. Stasiun: 05_03_KW

Lokasi

: Sungai warak (Desa Tlepok)

Tanggal

Cuaca

: 5 Mei 2018 : Cerah : 10.12

- Koordinat GPS : S 7 ° 33’38" dan E 109°42’20,8"

Strike/dip

:

Waktu

71

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, warna coklat
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, warna coklat dan coklat kehitaman,
tekstur afanitik, hipokristalin, dan sub-anhedral, kandungan mineralnya biotit kuarsa dan plagioklas.
Matrix berupa siltstone dengan warna abu kecoklatan, earthy, quartz, karbonat dan plagioklas.

No. Stasiun: 05_04_KW

: 5 Mei 2018 : Cerah : 10.59

Cuaca

Waktu

Tanggal

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 33’38,5" dan E

Strike/dip

: Sungai warak (Desa Tlepok)

:

109°42’25,3"

Foto Singkapan

warak (Desa Tlepok) : 109°42’25,3" Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan juga singkapan breksi

Sketsa Singkapan

: 109°42’25,3" Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan juga singkapan breksi dengan fragmen

Deskripsi Ditemukan juga singkapan breksi dengan fragmen berupa batuan claystone, coklat, earthy, dan clay mineral dan fragmen lainnya berupa batuan karbonat (mudstone), warna abu kecoklatan , allochtonous, mud-supported. Matrix breksi berupa claystone, dengan warna hitam, clay mineral dan kilap earthy

72

`

No. Stasiun: 05_05_KW Lokasi Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei 2018 : Cerah : 11.37
No. Stasiun: 05_05_KW
Lokasi
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 11.37
Strike/dip
:
: Sungai warak (Desa Tlepok)
-
Koordinat GPS : S 7 ° 33’39" dan E
109°42’26,4"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Terdapat dua litologi yang saling berselingan antara sandstone berwarna abu kecoklatan (lapuk) dan abu
terang (segar), sub angular, very fine sand, parallel bedding, terdapat mineral kuarsa dan kalsit, dan
siltstone berwarna hijau keabuan, earthy, dan terdapat clay mineral

No. Stasiun: 05_06_KW

Lokasi

: Sungai warak (Desa Tlepok)

Tanggal

Cuaca

: 5 Mei 2018 : Cerah : 12.02

- Koordinat GPS : S 7 ° 33’40" dan E 109°42’27,1"

Strike/dip

:

Waktu

73

2018 : Cerah : 12.02 - Koordinat GPS : S 7 ° 33’40" dan E 109°42’27,1"

`

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Terdapat singkapan batuan gamping dengan warna abu gelap pada bagian segar

Deskripsi Terdapat singkapan batuan gamping dengan warna abu gelap pada bagian segar dan abu terang pada lapuknya. Afanitik, hipokristalin, masif, ekstrusi, mineral kuarsa dan plagioklas.

No. Stasiun: 05_07_KW Lokasi Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei 2018 : Cerah : 12.21
No. Stasiun: 05_07_KW
Lokasi
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 12.21
Strike/dip
:
: Sungai warak (Desa Tlepok)
-
Koordinat GPS : S 7 ° 33’36,9" dan E 109°42’22"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
bongkah
Deskripsi
Ditemukan batu pasir dan lanau. Batuan pasir berwarna coklat (lapuk) dan abu (segar), medium sand, sub-
angular, sortasi sedang. Sementara batuan lanaunya berwarna coklat (segar) dan putih abu (lapuk), clay
mineral, earthy dan karbonatan

No. Stasiun: 05_08_KM

Lokasi

: Sungai Mendek (Desa Tlepok) -

Tanggal

: 5 Mei 2018 : Cerah

Strike/dip

:

Cuaca

 

74

`

Waktu : 14.10 Koordinat GPS : S 7 ° 33’37,1" dan E 109°42’20,4" Foto Singkapan
Waktu
: 14.10
Koordinat GPS : S 7 ° 33’37,1" dan E
109°42’20,4"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan

Deskripsi Merupakan singkapan batuan beku, berwarna abu gelap (segar) dan abu kecoklatan (lapuk), tekstur afanitik, hipohyalin, anhedral, masif, ekstrusi, merupakan batuan intermediate kaena ditemukan mineral kuarsa, plagioklas dan mika biotit

75

`

No. Stasiun: 05_09_KM Lokasi Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei 2018 : Cerah : 14.50
No. Stasiun: 05_09_KM
Lokasi
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 14.50
Strike/dip
: Sungai Mendek (Desa Tlepok)
: N 70 E / 61
Koordinat GPS : S 7 ° 33’33,1" dan E
109°42’21,8"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Daerah di hitung
Strike/Dip
Deskripsi
Batuan ini merupakan Siltstone yang memiliki warna krem, earthy, clay mineral, dan karbonatan

76

`

No. Stasiun: 05_10_KM Lokasi Tanggal Cuaca Waktu : 5 Mei 2018 : Cerah : 15.40
No. Stasiun: 05_10_KM
Lokasi
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 5 Mei 2018
: Cerah
: 15.40
Strike/dip
: Sungai Mendek (Desa Tlepok)
: N 190 E / 40
Koordinat GPS : S 7 ° 33’31,5" dan E
109°42’21,7"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Merupakan batuan siltstone berwarna abu, butiran silt, dan terdapat clay-mineral

77

`

No. Stasiun: 05_11_KM

Lokasi

: Sungai Mendek (Desa Tlepok)

Tanggal

Cuaca

Waktu

: 5 Mei 2018 : Cerah : 16.00

- Koordinat GPS : S 7 ° 33’29,9" dan E

Strike/dip

:

109°42’23,6"

Foto Singkapan

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Merupakan batuan sandstone, dengan warna abu-abu

Deskripsi Merupakan batuan sandstone, dengan warna abu-abu (segar) dan warna kuning kecoklatan (lapuk), dengan ukuran pasir kasar, dan bentuk butir sub-angular, terdapat mineral kuarsa, kalsit, dan plagioklas, dan merupakan mineral .

No. Stasiun: 05_12_KM

Lokasi

: Sungai Mendek (Desa Tlepok) -

Tanggal

Cuaca

Waktu

: 5 Mei 2018 : Cerah : 16.35

Strike/dip

:

Koordinat GPS : S 7 ° 33’24,3" dan E

109°42’29,6"

78

`

Foto Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, fragmen 1 berwarna coklat

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, fragmen 1 berwarna coklat
Deskripsi Ditemukan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, fragmen 1 berwarna coklat (lapuk) dan abu

Deskripsi Ditemukan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, fragmen 1 berwarna coklat (lapuk) dan abu gelap (segar), tekstur afanitik, subhedral-anhedral, hipokristalin, masif , ekstrusi, dan mineral plagioklas , biotit dan hornblende. Fragmen kedua juga batuan beku dengan ukuran fragme yang lebih besar, berwarna hitam (segar) dan coklat (lapuk), afanitik, subhedral, hipokristalin, masif, ekstrusi, amfibol, piroksen dan biotit. sementara matrixnya adalah batuan pasir berwarna coklat dan berukuran medium sand , sub angular dan karbonatan.

No. Stasiun: 06_01_LPP

Lokasi

: Lembah Gunung Paras dan Prahu : N 102 E / 40

Tanggal

: 6 Mei 2018 : Cerah : 10.00

Strike/dip

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’04" dan E 109°41’42,7"

Waktu

79

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Strike, Deskripsi Batuan ini adalah Siltstone yang memiliki warna abu-abu
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Strike,
Deskripsi
Batuan ini adalah Siltstone yang memiliki warna abu-abu kehitaman,earthy, non-karbonatan, sedikit mika,
kuarsa, dan clay mineral

No. Stasiun: 06_02_LPP

Lokasi

: Lembah Gunung Paras dan Prahu -

Tanggal

: 6 Mei 2018 : Cerah : 10.50

Strike/dip

:

Cuaca

Koordinat GPS : S 7 ° 32’8,5" dan E 109°41’43,5"

Waktu

80

`

Foto Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat
Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat kehijauan ( lapuk), fine

Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat kehijauan ( lapuk), fine sand, sub-angular, mika, kuarsa, dan non-karbonatan

No. Stasiun: 06_03_LPP

Lokasi

: Lembah Gunung Paras dan Prahu

Tanggal

Cuaca

: 6 Mei 2018 : Cerah : 11.20

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’9,4" dan E 109°41’45"

Strike/dip

:

Waktu

81

`

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat
Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat

Deskripsi Batuan ini merupakan Sandstone yang memiliki warna hitam (segar), coklat kehijauan ( lapuk), fine sand, sub-angular, mika, kuarsa, dan non-karbonatan

82

`

No. Stasiun: 06_04_LPP

: 6 Mei 2018 : Cerah : 11.52

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’51,1" dan E

109°41’42,8"

Strike/dip

: Lembah Gunung Paras dan Prahu

:

Foto Singkapan

Strike/dip : Lembah Gunung Paras dan Prahu : Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini adalah

Sketsa Singkapan

Gunung Paras dan Prahu : Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini adalah batuan breksi dengan
Gunung Paras dan Prahu : Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini adalah batuan breksi dengan

Deskripsi Batuan ini adalah batuan breksi dengan fragmen 1 Mudstone yang memiliki warna abu-abu terang, kurang dari 2 mm, Allochtonous, Mud Supported, Mudstone. Lalu, pada fragmen yang ke 2 merupakan claystone yang memiliki warna coklat, earthy, non-karbonatan, dan clay mineral. Selanjutnya, pada matriks merupakan Sandstone yang memiliki warna coklat kehijauan (lapuk), coklat (segar), coarse sand, sub- rounded, non-karbonatan, mika dan kuarsa

83

`

No. Stasiun: 06_05_LPP

: 6 Mei 2018 : Cerah : 12.40

Tanggal

Cuaca

Waktu

Lokasi

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’7,3" dan E 109°41’48,8"

Strike/dip

: Lembah Gunung Paras dan Prahu

:

Foto Singkapan

Strike/dip : Lembah Gunung Paras dan Prahu : Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan

Sketsa Singkapan

Gunung Paras dan Prahu : Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Batuan ini merupakan Batuan Breksi Vulkanik

Deskripsi Batuan ini merupakan Batuan Breksi Vulkanik yang memiliki matriks Sandstone yang memiliki warna coklat hijau (lapuk), coklat (segar), medium sand, sub-angular, non-karbponatan, dan kuarsa. Lalu, fragmennya berupa batuan beku yang memiliki warna abu-abu terang, afanitik, sub-hedral, kalsit, kuarsa, hipokristalin, masif, dan ekstrusi

84

`

No. Stasiun: 07_01_BTG Lokasi : Sungai Betung (Lembah Gunung Tanggal Paras dan Prahu) Cuaca Waktu
No. Stasiun: 07_01_BTG
Lokasi
: Sungai Betung (Lembah Gunung
Tanggal
Paras dan Prahu)
Cuaca
Waktu
: 7 Mei 2018
: Cerah
: 08.48
-
Koordinat GPS : S 7 ° 33’7,4" dan E 109°41’44"
Strike/dip
:
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan
singkapan
batu
breksi
dengan
matiriks
berupa
sandstone,abu-abu
gelap(lapuk),abu
muda(segar),very
fine
sand,angular,mika,kuarsa,dan
memiliki
fragmen
berupa
mudstone
abu-abu
muda(segar),abu kehijauan(lapuk),>2mm,allocthonus,mudsupported,mudstone

85

`

No. Stasiun: 07_02_BTG

Lokasi

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 09.45

Paras dan Prahu)

Cuaca

Strike/dip

:

-

Waktu

Koordinat GPS : S 7 ° 33’3,6" dan E 109°41’45,4"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen

Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan fragmen batuan beku, warna coklat dan coklat kehitaman, tekstur afanitik, hipokristalin, dan sub-anhedral, kandungan mineralnya biotit kuarsa dan plagioklas. Matrix berupa batuan beku dengan warna segar abu-abu gelap dan warna lapuk abu kecoklatan,afanitik,hipokristalin,anhedral,masif,kuarsa,piroksen,amfibol,ekstrusi

No. Stasiun: 07_03_BTG

Lokasi Paras dan Prahu) Strike/dip

: Sungai Betung (Lembah Gunung

: N 98 E / 56

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 10.28

Cuaca

Waktu

Koordinat GPS : S 7 ° 32’56,9" dan E

 

109°41’42,1"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
 
 

86

`

Deskripsi Ditemukan singkapan perselingan batuan pasir dan batuan beku dengan lapisan bawah berupa batuan pasir dengan warnaabu-bau ternag(segar),abu-abu terang(lapuk),VFS,sub angular,mika,kuarsa.Dan lapisan atas merupakan siltstone dengan warnacoklat,earthy,clay mineral,karbonatan

No. Stasiun: 07_04_BTG

Lokasi Paras dan Prahu)

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 11.17

Cuaca

Waktu

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’56,9" dan E 109°41’38"

Strike/dip

:

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan matrix
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan matrix

Deskripsi Ditemukan singkapan batuan breksi dengan matrix berupa sandstone berwarna cokelat,coarse sand,sub- rounded,mika-memiliki fragmen mudstone dengan warna abu-abu(segar),abu-abu kehijauan(Lapuk) alloconthous,mud supported

87

`

No. Stasiun: 07_05_BTG

Lokasi Paras dan Prahu)

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

Cuaca

Waktu

: 7 Mei 2018 : Cerah : 11.55

- Koordinat GPS : S 7 ° 32’54,7" dan E 109°41’40"

Strike/dip

:

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dangan warna
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dangan warna
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dangan warna

Deskripsi Ditemukan singkapan Claystone dangan warna abu-abu terang,waxy,caly mineral

88

`

No. Stasiun: 07_06_BTG

Lokasi Paras dan Prahu)

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 13.25

Cuaca

Waktu

- Koordinat GPS : S 7 ° 32' 46,9"dan E 109° 41'38"

Strike/dip

:

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan sisipan
Strike/dip : Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan sisipan

Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan sisipan beku basalt yang memiliki warna abu-abu hijau(lapuk),abu terang(segar)afanitik,subhedral,mika,hornblenda,piroksen.Lapisan kedua merupakan sandstone dangan warna cokelat kehijauan (lapuk),cokelat(segar),fine sand,sub-angular,mika,olivin

89

`

No. Stasiun: 07_07_BTG

Lokasi

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

Cuaca

Waktu

: 7 Mei 2018 : Cerah : 14.05

Paras dan Prahu)

- Koordinat GPS : S 7 ° 32' 39.7"dan E 109°

Strike/dip

:

 

41'41.6"

Foto Singkapan

Sketsa Singkapan

 
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna
Foto Singkapan Sketsa Singkapan   Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna

Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna lapuk dan cokelat muda merupakan warna segar,medium sand,subangular,hornblenda,mika.

No. Stasiun: 07_08_BTG : Sungai Betung (Lembah Gunung Tanggal Cuaca Waktu : 7 Mei 2018
No. Stasiun: 07_08_BTG
: Sungai Betung (Lembah Gunung
Tanggal
Cuaca
Waktu
: 7 Mei 2018
: Cerah
: 14.24
Lokasi
Paras dan Prahu)
-
Koordinat GPS : S 7 ° 32' 37.1"dan E 109°
Strike/dip
:
41'42.7"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan

90

`

Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna lapuk dan cokelat muda
Deskripsi
Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna lapuk dan cokelat
muda merupakan warna segar,medium sand,subangular,hornblenda,mika.
No. Stasiun: 07_09_BTG
Lokasi
: Sungai Betung (Lembah Gunung
Tanggal
: 7 Mei 2018
: Cerah
: 14.30
Paras dan Prahu)
Cuaca
Strike/dip
:
-
Waktu
Koordinat GPS : S 7 ° 32' 35.9"dan E 109°
41'42.6"
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna lapuk dan cokelat
muda merupakan warna segar,Coarse Sand,subangular,hornblenda,mika.

No. Stasiun: 07_10_BTG

Lokasi Paras dan Prahu)

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 14.50

Cuaca

Waktu

- Koordinat GPS : S 7 ° 32' 39.6"dan E 109°

Strike/dip

:

 

41'39.4"

91

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna lapuk dan cokelat
muda merupakan warna segar,Coarse Sand,subangular,hornblende.

No. Stasiun: 07_11_BTG

Lokasi

: Sungai Betung (Lembah Gunung

Tanggal

: 7 Mei 2018 : Cerah : 14.56

Paras dan Prahu)

Cuaca

Waktu

- Koordinat GPS : S 7 ° 32' 43.3"dan E 109°

Strike/dip

:

 

41'37.4"

92

`

Foto Singkapan Sketsa Singkapan Deskripsi Ditemukan singkapan batu pasir dengan warna cokelat kehijauan merupakan warna
Foto Singkapan
Sketsa Singkapan
Deskripsi
Ditemukan si