Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan Demam Pada Diagnosa Tofid / Tipus

infolabmed.com/2016/10/pemeriksaan-demam-untuk-diagnosa-tofid.html

Demam tifoid, oleh orang


awam sering kali disebut
tipus, merupakan
penyakit infeksi yang
disebabkan oleh kuman
“Salmonella typhii”.
Demam tifoid dapat
ditularkan dari satu orang
ke orang lain. Demam
tifoid menular melalui
kotoran (fecal-oral) dan
sangat erat kaitannya
dengan higienisitas
seseorang.

Anak yang menderita demam tifoid, umumnya memiliki gejala demam


lebih dari 1 minggu. Selain itu, keluhan yang dominan dialami oleh anak
adalah keluhan pada saluran cerna, seperti mual, muntah, mencret, atau
pada anak yang lebih besar terkadang sembelit/susah BAB.

Orang tua tentu juga sering mendengar istilah paratipus, atau paratifoid.
Paratifoid disebabkan oleh kuman Salmonella paratyphii. Infeksi paratifoid
cenderung tidak lebih berbahaya dibandingkan tifoid dan respon terhadap
pengobatan pada infeksi paratifoid umumnya juga lebih cepat
dibandingkan dengan tifoid.

Untuk memastikan apakah anak infeksi tifoid atau bukan, dibutuhkan


pemeriksaan laboratorium untuk menemukan dan membiakkan kuman
tifoid, melalui sampel darah. Pemeriksaan lain yang dapat digunakan
adalah pemeriksaan antibody terhadap kuman S. Typhii (Typhii dot).

PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK UNTUK DEMAM TIFUS /


TIPOID

Penegakan diagnosis demam tifoid didasarkan pada manifestasi klinis yang


diperkuat oleh pemeriksaan laboratorium penunjang. Sampai saat ini
1/3
masih dilakukan berbagai penelitian yang menggunakan berbagai metode
diagnostik untuk mendapatkan metode terbaik dalam usaha
penatalaksanaan penderita demam tifoid secara menyeluruh.

Berbagai metode diagnostik masih terus dikembangkan untuk mencari


cara yang cepat, mudah dilakukan dan murah biayanya dengan sensitivitas
dan spesifisitas yang tinggi. Pemeriksaan laboratorium untuk membantu
menegakkan diagnosis demam tifoid dibagi dalam empat kelompok, yaitu
:

1. Pemeriksaan darah tepi;


2. Pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi dan biakan kuman;
3. Uji serologis; dan
4. Pemeriksaan kuman secara molekuler.

TES WIDAL YANG TIDAK AKURAT SUMBER KESALAHAN DIAGNOSIS

Di Indonesia pemeriksaan widal sebagai pemeriksaan penunjang untuk


menegakkan diagnosis tifus paling sering digunakan. Meskipun ternyata
pemeriksaan ini sering menimbulkan kerancuan dan mengakibatkan
kesalahan diagnosis. Dalam penelitian penulis didapatkan infeksi virus
yang sering menjadi penyebab demam pada anak dan orang dewasa
ternyata juga terjadi peningkatan hasil widal yang tinggi pada minggu
pertama.

Interpretasi dari uji Widal ini harus memperhatikan beberapa faktor antara
lain sensitivitas, spesifisitas, stadium penyakit; faktor penderita seperti
status imunitas dan status gizi yang dapat mempengaruhi pembentukan
antibodi; gambaran imunologis dari masyarakat setempat (daerah
endemis atau non-endemis); faktor antigen; teknik serta reagen yang
digunakan.

Kelemahan uji Widal yaitu rendahnya sensitivitas dan spesifisitas serta


sulitnya melakukan interpretasi hasil membatasi penggunaannya dalam
penatalaksanaan penderita demam tifoid akan tetapi hasil uji Widal yang
positif akan memperkuat dugaan pada tersangka penderita demam tifoid
(penanda infeksi).

Saat ini walaupun telah digunakan secara luas di seluruh dunia,


manfaatnya masih diperdebatkan dan sulit dijadikan pegangan karena
belum ada kesepakatan akan nilai standar aglutinasi (cut-off point). Untuk
mencari standar titer uji Widal seharusnya ditentukan titer dasar (baseline
titer) pada anak sehat di populasi dimana pada daerah endemis seperti
Indonesia akan didapatkan peningkatan titer antibodi O dan H pada anak-
anak sehat.

2/3
Baca juga : Mengatasi Demam Tifoid | Seri Edukasi ATLM

Baca juga : Pemeriksaan Demam Untuk Diagnosa Dengue / DHF

Sumber :
IDAI Indonesian pediatric Society. 2016. Mengenal Demam Tifoid.
Diakses tanggal 10 Oktober 2016. Link ;
www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/mengenal-demam-tifoid
Info Demam. 2016. Penanganan Terkini Demam Tifoid (Tifus). Diakses
tanggal 10 Oktober 2016. Link ;
https://infodemam.com/2014/03/20/penanganan-terkini-demam-
tifoid-tifus/

3/3